cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2020): September" : 6 Documents clear
ARAH POLITIK PENDIDIKAN ISLAM DI MASA DISRUPSI Suparlan Suparlan; Sutama Sutama
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2509

Abstract

Abstrak: Perkembangan zaman semakin sulit untuk diprediksi, dari zaman purba yang masyarakatnya hidup dengan pola nomaden sampai pada era industry 4.0 sekarang ini, yang juga akan segera ditinggalkan untuk masuk ke era 5.0. Artikel ini akan mengkaji arah politik pendidikan Islam di Indonesia dalam masa disrupsi. Pembahasan menggunakan metode studi pustaka. Sumber-sumber informasi yang dikumpulkan merupakan hasil kajian-kajian sebelumnya, baik berupa artikel, buku, atau karya tulis ilmiah lainnya yang terbit di jurnal baik nasional maupun internasional, web maupun media-media publikasi ilmiah lainnya. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa roda politik serta kekuasaan yang sedang memegang serta mengendalikan negara adalah pihak yang sangat menentukan arah dan kebijakan pendidikan. Negara dengan politik pendidikan yang buruk akan membawa arah pendidikan yang buruk pula. Arah pendidikan di Indonesia saat ini sedang menuju pada dehumanisasi, dimana pelaksanaan kurikulum disampaikan dengan basis pemanfaatan teknologi informatika. Termasuk dalam pendidikan Islam. Penggunaan alat peraga aplikasi pada smartphone menjadi sangat diperlukan. Tetapi untuk pendidikan Islam masih sangat diperlukan adanya komunikasi langsung antara peserta didik dengan guru, karena untuk tetap memelihara asas humanisme dan untuk menampilkan keteladanan guru kepada para peserta didiknya.Abstract:  The development of the times is increasingly difficult to predict, from ancient times where people lived with a nomadic pattern until the industrial era 4.0 today which will also soon be abandoned to enter the era of 5.0. This article will examine the political direction of Islamic education in Indonesia in a period of disruption. The discussion uses the literature study method. The sources of information collected are the results of previous studies, whether in the form of articles, books, or other scientific papers published in journals both nationally and internationally, the web and other scientific publication media. Based on the results of the study, it was found that the political wheel and the power that is currently holding and controlling the state are the parties who largely determine the direction and policy of education. Countries with poor education politics will also lead to poor education. The direction of education in Indonesia is currently heading towards dehumanization, where curriculum implementation is delivered on the basis of the use of information technology. Included in Islamic education. The use of application props on smartphones is very necessary. But for Islamic education there is still a need for direct communication between students and teachers, because in order to maintain the principle of humanism and to display the teacher's example to the students.
STUDENTS’ ACTIVITIES IN INTEGRATED THEMATIC TEXTBOOKS FOR PRIMARY SCHOOL TO MEET 21st CENTURY SKILLS Vivi Aulia; Moh Yamin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2617

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja aktivitas keterampilan siswa pada buku teks tematik terpadu jenjang SD yang dibutuhkan pada abad 21 saat ini. Buku teks tematik terpadu yang diteliti berjudul Bumiku dan Menjelajah Angkasa Luar untuk kelas enam yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2018 sesuai dengan Kurikulum 2013. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kriteria yang digunakan dalam menganalisis aktivitas keterampilan siswa pada buku ini mengadaptasi kriteria Partnership for 21st century skills yaitu critical thinking and problem solving skills, communication skill, collaboration skill, dan creativity and innovation skills. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas keterampilan siswa yang dominan muncul pada kedua buku ini berdasarkan kriteria tersebut adalah memunculkan ide dan membuat kesimpulan untuk mendorong siswa memiliki critical thinking and problem solving skills, saling berdiskusi untuk mendorong siswa memiliki communication skill, bekerjasama dalam kelompok untuk mendorong siswa memiliki collaboration skill, serta membuat hasil karya sendiri secara kreatif untuk mendorong siswa memiliki creativity and innovation skills. Berdasarkan hasil analisis ini, buku teks tematik terpadu untuk jenjang SD diharapkan dapat memberikan variasi aktivitas keterampilan abad 21 lebih banyak sebagai bekal mempersiapkan  siswa dari jenjang dasar untuk bersaing di era globalisasi pada masa yang akan datang.Abstract:  The aim of this research was to know what kind of skills in the today’s 21st century were promoted by integrated thematic textbooks for primary school. Two integrated thematic textbooks have been investigated. They were Bumiku and Menjelajah Angkasa Luar for the sixth grade of primary school published by the Indonesia Ministry of Education and Culture following 2013 Curriculum. The research was descriptive with a qualitative approach. The criteria for century skills used to analyze the content of those textbooks were adapted from the Partnership for 21st century skills. They were critical thinking and problem solving skills, communication skill, collaboration skill, as well as creativity and innovation skills. The result of the analysis showed that the dominant student activities occuring in these textbooks were generating idea and making inference activities to promote critical thinking and problem solving skills, discussing activity to promote communication skill, working in group to promote collaboration skill, and creating product creatively to promote students’ creativity and innovation skills. It was expected that the activities on integrated thematic textbooks would further enhance the skills of primary school students in the 21st century as the first step at the level of education preparing them along with future globalization.
STUDI KELAYAKAN ISI BUKU TEKS PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA PADA MATERI FLORA DAN FAUNA Syafril Syafril; Sugeng Utaya; I. Komang Astina; Budi Handoyo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2643

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan kelayakan isi buku teks mata pelajaran geografi Kelas XI SMA/MA pada Materi Flora dan Fauna. Berdasarkan  survey  lapangan  diketahui salah satu buku yang banyak digunakan adalah  Buku geografi yang disusun oleh K. Wardiyatmoko penerbit Erlangga tahun 2013. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis format instrumen penilaian buku teks pelajaran Geografi SMA/MA yang ditetapkan oleh BSNP (2013). Dalam instrumen tersebut, peneliti menghitung nilai tiap butir instrumen menggunakan teknik rating scale yang kemudian dijumlahkan untuk melihat nilai keseluruhan butir. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa buku yang dianalisis termasuk dalam kriteria layak dengan perolehan nilai 7 atau 58,33% pada sub aspek cakupan materi, skor 33,33% atau tidak layak pada sub aspek akurasi materi, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kemutakhiran, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kandungan wawasan nilai spiritual, sosial, kinestetis, dan produktifitas, serta skor 75% atau layak pada sub aspek mengembangkan wawasan kebhinekaan dan memperkokoh NKRI. Secara keseluruhan, skor rata—rata yakni 48,5% atau cukup layak. Jadi, Buku Teks Geografi untuk Kelas XI SMA  dan  MA  yang  disusun  oleh  K. Wardiyatmoko  penerbit Erlangga tahun 2013 cukup layak dan harus direvisi untuk digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran geografi di SMA/MA  kelas  XI.Abstract:  This study aims to describe the appropriateness of the contents of textbooks in geography subjects in Class XI SMA / MA on Flora and Fauna Materials. Based on the field survey, it is known that one of the most widely used books is the Geography Book compiled by K. Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013. The data processing technique in this study uses the analysis of the instrument format for assessing textbooks for SMA / MA Geography textbooks determined by BSNP (2013). In the instrument, the researcher calculates the value of each item of the instrument using a rating scale technique which is then summed to see the value of the whole item. Based on the results of the study, that the books analyzed are included in the criteria of feasible with the acquisition of a value of 7 or 58.33% in the sub-aspects of material coverage, a score of 33.33% or not feasible in the sub-aspects of material accuracy, a score of 37.5% or quite feasible on the latest sub-aspects, a score of 37.5% or quite feasible in the sub-aspects of the content of spiritual, social, kinesthetic, and productivity values, and a score of 75% or feasible in the sub-aspects of developing insight into diversity and strengthening the Unitary Republic of Indonesia. Overall, the average score is 48.5% or reasonably good. So, the Geography Textbook for Class XI of SMA and MA compiled by K Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013, is quite feasible and must be revised to be used as a learning resource in learning geography in SMA / MA grade XI
MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH KREATIF DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Muhammad Nuhman Mahfud; Sutama Sutama
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2413

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan cara membangun sekolah kreatif dan untuk mendeskripsikan kualifikasi dan kompetensi Guru dan siswa yang dibutuhkan dalam era revolusi industri. Penulis ingin melihat perkembangan lingkungan sekolah kreatif di Indonesa di Era Revolusi Industri 4.0. sudah menjadi kewajiban bagi sekolah untuk membangun lingkungan sekolah yang kreatif. Sekolah kreatif juga bergantung pada sumber daya manusia sekolah yaitu guru dan siswa. Syarat-syarat yang perlukan yaitu Guru harus mampu menciptakan ide baru, guru harus berani tampil beda, guru harus fleksibel artinya tidak kaku tetapi tetap punya prinsip, guru harus mudah bergaul, guru harus menyenangkan, guru harus suka melakukan eksperimen dan guru harus cekatan artinya dapat menangani masalah dengan cepat dan baik. Siswa dalam era ini juga dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai. Adapun keterampilan yang diminta yaitu; keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, keterampilan komunikasi dan kolaboratif, keterampilan berpikir kreatif dan inovatif, Literasi teknologi informasi dan komunikasi, contextual learning skill dan Literasi informasi dan media.Abstract: This research is a qualitative research with a literature study approach. The purpose of this study is to describe how to build a creative school and to describe the qualifications and competencies of teachers and students needed in the era of the industrial revolution. The author would like to see the development of a creative school environment in Indonesia in the Era of the Industrial Revolution 4.0. it has become an obligation  for schools to build a creative school environment. Creative schools also depend on the school's human resources, namely teachers and students. Requirements needed are the teacher must be able to create new ideas, the teacher must be brave to be different, the teacher must be flexible meaning not rigid but still has principles, the teacher must be easy to get along with, the teacher must be fun, the teacher must like to do experiments and the teacher must be deft deal with problems quickly and well. Students in this era are also required to have adequate competence. The skills requested are; critical thinking and problem solving skills, communication and collaborative skills, creative and innovative thinking skills, information and communication technology literacy, contextual learning skills and information and media literacy.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KELAS VIII BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA Baiq Dana Aprianti; Lalu Sucipto; Kiki Riska Ayu Kurniawati
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2662

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Islam Selaparang Putra Kediri Lombok Barat. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa dari 26 orang siswa di kelas VIII A, 2 subjek visual, 2 subjek auditorial, dan 2 subjek kinestetik. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar, tes pemecahan masalah matematika, dan pedoman wawancara. Data diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan metode tringulasi. Pemecahan masalah matematika dianalisis berdasarkan empat indikator menurut langkah polya yaitu (1) memahami masalah, (2) merencanakan pemecahan, (3) menyelesaiakan masalah, (4) mengecek kembali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) subjek visual dapat memahami masalah dengan membaca soal di dalam hati, dapat melakukan perencanaan pemecahan yang tepat, dapat melakukan penyelesaian masalah akan tetapi langkah penyelesaian kurang tepat, dan dapat melakukan pengecekan kembali.(2) subjek auditorial dapat memahami masalah dengan membaca sedikit keras, tidak bisa merencanakan pemecahan masalah, tidak menyelesaikan soal dengan tepat, tidak melakukan pengecekan kembali. (3) subjek kinestetik juga dapat memamahi masalah dengan sesekali memukul meja, dapat menuliskan perencanaan masalah, dapat menyelesaikan masalah langkahnya kurang tepat, dan tidak melakukan pengecekan kembali. Abstract: This study aims to describe students' mathematical problem-solving abilities in terms of learning styles. This research is a qualitative research with a qualitative descriptive approach. This research was conducted at MTs. Islam Selaparang Putra Kediri, West Lombok. The subjects in this study were 6 students from 26 students in class VIII A, 2 visual subjects, 2 auditory subjects, and 2 kinesthetic subjects. The instruments used were learning style questionnaires, math problem solving tests, and interview guides. The data obtained were analyzed by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. Checking the validity of the data using the tringulation method. Mathematical problem solving is analyzed based on four indicators according to pattern steps, namely (1) understanding the problem, (2) planning solutions, (3) solving problems, (4) checking again. The results showed (1) the visual subject can understand the problem by reading the problem silently, can plan the right solution, can solve the problem but the settlement steps are not right, and can check again. (2) the auditorial subject can understand the problem by reading a little aloud, not being able to plan problem solving, not solving problems properly, not checking again. (3) the kinesthetic subject can also understand the problem by occasionally hitting the table, can write down the problem plan, can solve the problem with inappropriate steps, and does not check again.
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN SEKOLAHAN DI SRAGEN Yogianti Dwi Rahayu Wismaningrum; Bambang Sumardjoko
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2421

Abstract

Abstrak: penelitian ini membahas karakteristik efektivitas kepemimpinan  sekolah. pendekatan penelitian adalah eksplorasi kualitatif observasi dan critical review di sragen. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam karakteristik kepemimpinan sekolah yang efektif: membentuk masa depan, mengamankan pertanggungjawaban, pembelajaran dan pengajaran memimpin, mengelola organisasi, pimpinan mengembangkan diri dan bekerja dengan orang lain, memperkuat komunitassehingga dibutuhkan pemimpin yang mengarah pada upaya untuk membangun sekolah yang efektif dengan mengatur: pengembangan sumber daya manusia, partisipasi masyarakat, lingkungan sekolah melalui penyediaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan. Juga pengembangan profesional guru, prestasi siswa dan kinerja guru, pemantauan kemajuan siswa, pembiayaan pendidikan yang adil, dan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan apresiasi kepada tenaga kependidikan. Itu Refleksi pada praktik-praktik inti kepemimpinan sekolah yang sukses menunjukkan bahwa gaya dan teknik kepemimpinan pada dasarnya adalah manifestasi dari praktik penentuan arah yang mampu memicu dua praktik inti lainnya, yaitu mengembangkan orang dan mendesain ulang organisasi.Abstract: This study discusses the characteristics of the effectiveness of school leadership. The research approach is qualitative exploration observation and critical review in Sragen. The results showed that there are six characteristics of effective school leadership: shaping the future, securing accountability, learning and teaching leading, managing organizations, leading to developing and working with others, strengthening the community so that leaders are needed who lead to efforts to build effective schools with regulates: human resource development, community participation, school environment through the provision of educational facilities and infrastructure. Also teacher professional development, student achievement and teacher performance, monitoring student progress, equitable education funding, and the commitment of local governments to give appreciation to education staff. The reflection on the core practices of successful school leadership shows that leadership styles and techniques are basically manifestations of directing practices that are capable of triggering two other core practices, namely developing people and redesigning organizations.

Page 1 of 1 | Total Record : 6