cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA PLUS ASSOHWAN AL-ISLAMIYAH Nurin Rochayati; Rosada Rosada; Ian Rozaki
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.196 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.193

Abstract

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat membangkitkan minat belajar dan hasil belajar siswa. Solusi yang ditawarkan  untuk membangkitkan minat dan hasil belajar siswa dengan melalui penerapan metode belajar aktif dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing.  Penelitian ini menggunakan rancangan active learning atau penelitian tindakan kelas yang didalamnya terbentuk dari rangkaian siklus kegiatan, karena didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh guru didalam kelas diantaranya minat siswa dan hasil belajar siswa, yang bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Adapun analisis data penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam II siklus tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi, evaluasi dan refleksi. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah hasil belajar siswa yaitu secara klasikal 75% siswa mencapai ketuntasan belajar minimal 80%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perolehan ketuntasan klasikal pada siklus I dan II 58,33% dan 87,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa dapat mencapai ketuntasan belajar melalui penerapan metode pembelajaran tipe Snowball Throwing. Selection of appropriate learning methods can generate interest in learning and student learning outcomes. Solutions are offered to generate interest and student learning outcomes by through the application of active learning methods using the Snowball Throwing learning model. This study uses active learning or classroom action research which is formed from the cycle of activities, because it is based on the problems faced by teachers in the classroom such as student interest and student learning outcomes, which aims to improve learning. The analysis of research data used descriptive qualitative. Research carried out in II cycle of each cycle consists of planning, implementation, observation or observation, evaluation and reflection. The indicator of success of this research is the result of student learning that is classical 75% of students achieve learning mastery of at least 80%. The results showed that the acquisition of classical completeness in cycles I and II 58.33% and 87.5%. Based on the results of the study can be concluded that students can achieve mastery learning through the application of the method of learning Snowball Throwing type.
REVOLUSI RUSIA (BOLSHERVIK) DAN PENGARUH TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI DAN POLITIK RUSIA PADA TAHUN 1917-1922 Ahmad Afandi; Dewita Harthanti; Nurhayati Nurhayati
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.94 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1382

Abstract

Abstrak: Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya revolusi Bolshervik di Rusia pada tahun 1917-1922 dan untuk mengetahui dampak revolusi Bolshervik di Rusia pada tahun 1917-1922 terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdengan pendekatan penelitian historis deskriptif. Tehnik pengumpulan data adalah: metode historis, heuristik, kritik sumber interpretasi dan historiografi. Adapun analisis data yang digunakan adalah: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, verifikasi. Hasil penelitian ini adalah latar belakang terjadinya Revolusi tahun 1917  adalah kekuasaan Tsar yang mutlak dan keterlibatan Rusia dalam perang. Akibatnya, rakyat Rusia semakin menderita karena adanya bias kelas yang sangat mencolok antara Tsar dan para bangsawan, dengan para petani kecil dan buruh. Selain itu, juga karena perekonomian semakin terpuruk. Terjadinya Revolusi Rusia tahun 1917 diawali pada bulan Februari, di mana kekuasaan Tsar Rusia berhasil ditumbangkan. Revolusi diteruskan pada bulan Oktober, di mana kekuasaan Bolshevi berhasil menumbangkan Pemerintahan. Dampak Revolusi Rusia tahun 1917 adalah jatuhnya otokrasi Tsar dan Pemerintahan Sementara di Rusia. Kekuasaan kemudian digantikan oleh pemerintahan Bolshevik, dimana terjadi adanya perubahan sistem politik, sosial, ekonomi dan budaya di Rusia. Sedangkan dampak Revolusi Rusia tahun 1917 terhadap Eropa adalah lahirnya solidaritas internasional kaum buruh dan lahirnya ideology komunis di Eropa.Abstract: The purpose of this research is to know the process of the Bolshervic revolution in Russia in 1917-1922 and to know the impact of the Bolshervic revolution in Russia in 1917-1922 on social, economic and political life. The research method used is qualitative with descriptive historical research approach. Data collection techniques are: historical method, heuristic, criticism of source of interpretation and historiography. The data analysis used are: data reduction, data presentation and conclusion, verification. The result of this research is the background of the 1917 Revolution is the absolute Tsarist power and the involvement of Russia in war. As a result, the Russian people suffered increasingly because of the striking class bias between the Tsar and the nobles, with small farmers and laborers. In addition, also because the economy is getting worse. The occurrence of the Russian Revolution of 1917 began in February, in which the power of the Russian Tsar was successfully overthrown. The revolution continued in October, in which the power of Bolshevi succeeded in overthrowing the Government. The impact of the Russian Revolution of 1917 was the fall of the Tsarist autocracy and the Provisional Government in Russia. Power was later replaced by the Bolshevik government, where there was a change of political, social, economic and cultural system in Russia. While the impact of the Russian Revolution of 1917 on Europe was the birth of international solidarity of the workers and the birth of communist ideology in Europe.
ADAT KAWIN LARI “MERARIQ” DALAM MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA LENDANG NANGKA Dian Eka Mayasari S.W
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.832 KB) | DOI: 10.31764/historis.v1i1.207

Abstract

Tujuan penelitian mengkaji nilai-nilai dalam prosesi adat “ merariq”, menganalisis pergeseran nilai adat “merariq” seiring dinamika perubahan sosial masyarakatnya serta menganalisis implikasi adat “merariq” terhadap kehidupan keluarga, sosial dan hukum formal. Metode yang digunakan kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  serangkaian prosesi merariq mengandung nilai-nilai budaya, nilai-nilai pendidikan, nilai agama, nilai ekonomi dan nilai seni. Pergeseran nilai adat “merariq” meliputi proses midang dan proses merariq yang saat ini tidak dilakukan secara lengkap. Implikasi adat “merariq” menurut KUH Pidana merariq atau membawa lari perempuan merupakan suatu tindak pidana karena telah mengambil anak gadis dari kekuasaan orang tuanya. Tetapi pada kenyataannya merariq tidak bisa ditindak pidana karena adanya pertentangan dari hukum adat dalam masyarakat setempat. The objectives of the study examined the process of customary process "merariq", analyzing customary change "merariq" the emergence of the dynamics of social change of society and the customary implications of "merariq" on family, social and legal life. The method used is qualitative descriptive. Data completion technique used observation, interview, and documentation. Data analysis uses data reduction, presentation data, and withdrawals. Data validity using triangulation technique. The results showed that there were uniform processions. The customary shift of "merariq" process process of field and process merariq which is not currently done completely. The customary implication of "merariq" according to the Criminal Code merariq or take away is a crime because it has taken the girl from the power of his parents. Not in answer merariq can not be criminalized because of the contradiction of customary law in local communities.
KEBERADAAN TAMAN BUDAYA NARMADA SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN SEJARAH PADA SISWA KELAS XI MA AL-INTISHOR MATARAM Rosada Rosada; Ahmad Afandi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.783 KB) | DOI: 10.31764/historis.v5i1.2482

Abstract

Abstrak: Media pembelajaran itu memiliki berbagai macam bentuk dan wujudnya dimana saat ini media pembelajaran tersebut telah berkembang pesat dalam bentuk multimedia, akan tetapi masih banyak guru yang belum dapat memanfaatkannya secara maksimal. Agar multimedia pembelajaran tersebut dapat dipergunakan dan dimanfaatkan, maka guru terlebih dahulu perlu menguasai media sederhana, yang merupakan dasar-dasar media pembelajaran. Guru perlu memahami karekteristik dan mengenal media pembelajaran yang baik supaya dapat memilihnya dengan tepat serta mengenal berbagai variasi media pembelajaran. Kriteria tepat tidaknya diakui dengan tujuan pengajaran. Tujuan utama dari proses pengajaran adalah sebagai upaya untuk memberikan petunjuk penggunanaan media pembelajaran mana yang sesuai, sehingga dengan demikian maka proses pembelajaran bisa tercapai dengan baik, seperti bagaimana keberadaan Taman Budaya Narmada dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pola  pendekatan deskriptif-analitis. Sebagai subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Al-Intishor Mataram. Kemudian proses pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi (pengamatan), metode wawancara, metode dokumentasi dan triangulasi. Tehnik analisis data kualitatif dengan langkah-langkah seperti Reduksi Data (data reduction), Penyajian Data (data display), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang  didapatkan oleh peneliti menggambarkan tentang  bagaimana keberadaan Taman Budaya Narmada sebagai sarana pembelajaran sejarah pada siswa kelas XI MA Al-Intishor Mataram tahun pelajaran 2019/2020 memiliki banyak  fungsi, manfaat dan kegunaan.Abstract: Media Learning has a wide range of forms and the current form of learning media has grown rapidly in the form of multimedia, but there are still many teachers who have not been able to utilize it to the fullest. For multimedia learning can be used and used, the teacher first needs to master the simple media, which is the fundamentals of learning media. Teachers need to understand the characteristics and know the medium of good learning to choose the right and recognize various learning media. The exact criteria are recognized with teaching objectives. The main purpose of the teaching process is to provide instructions for the use of learning media that is appropriate, so that the learning process can be achieved well, such as the existence of Narmada Cultural Park can be used as a learning media in the subjects of history. The method used in this study is qualitative with a pattern of descriptive-analytical approaches. As the subject of this study was the student of XI MA Al-Intishor Mataram class. Then the process of collecting data using observation methods (observations), interview methods, documentation methods and triangulation. Qualitative data analysis techniques with measures such as data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions.... The results of research obtained by researchers describe how the existence of Narmada Cultural Park as a means of historical learning in the class XI MA Al-Intishor Mataram students year 2019/2020 lesson has many functions, benefits and usability.
PENGGUNAAN PAKAIAN ADAT SASAK (DODOK) DALAM UPAYA PELESTARIAN OLEH MASYARAKAT DESA BAYAN Haerani Haerani; Sipas Sasmanda
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.992 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1401

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dari pakian adat masyarakat Bayan,bagaiman perpesi masayarkat pakaian adat di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk mempelajari kebudayaan dari  suku-suku bangsa,mempelajari pola-pola kelakuan yang terdapat dalam sturktur kehidupan masyarakat seperti adat-istiadat,perkawinan,kesenian,musik dan bagaiman perbedaan diantara pola-pola tersebut. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara,teknik observasi,dan teknik dokumentasi untuk analisis data mengumpulkan data kualitatif seperti display data,reduksi data,verifikasi/kesimpulan. Abstract: This research aims to examine the meaning of the traditional culture of Bayan, how the Perpesi masayarkat adat clothing in the village of Bayan regency of North Lombok. This research uses qualitative research with ethnographic approaches, which aims to study the culture of the ethnic groups, learn the patterns of behaviour that are found in the sturtures of people's lives such as customs, Marriage, art, music and differences between the patterns. The techniques used in this research are interview techniques, observation techniques, and documentation techniques for data analysis collecting qualitative data such as display Data, data reduction, verification/conclusion.
TRADISI ZIARAH KUBUR MASYARAKAT SASAK (STUDI KASUS MAKAM LOANG BALOQ) Rosada Rosada; Wawansyah Wawansyah
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.947 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui: (1) Bagaimana persepsi masyarakat  terhadap ziarah kubur (2) motivasi yang mendorong masyarakat  melakukan ziarah   kubur (3) tata cara pelaksanaan ziarah kubur. penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis lapangan dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat tanjung karang yang diambil lewat sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data adalah analisis tematik. Hasil penelitian persepsi orang melakukan ziarah kubur adalah (1) untuk mendapatkan keselamatan, (2) adanya tradisi yang ada di masyarakat dan (3) menjadi ajang bisnis. Adapun motivasi orang berziarah kubur adalah (1) untuk mengingat kematian, (2) mendo’akan si mayit, (3) adanya keyakinan bahwa ziarah kubur dapat mendatangkan ketenangan batin dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. Sedangkan tata cara pelaksanaan ziarah kubur ialah (1) bertindak sopan di area perkuburan, (2) mendo’akan si mayit, (3) mengucapkan salam dan (4) menghadap kiblat. This study aims to determine: (1) How is the society's perception of the grave pilgrimage (2) the motivation that encourages the community to make the grave pilgrimage (3) the procedure of pilgrimage pilgrimage. qualitative research with descriptive-field analysis approach with case study research type. Sources of data in this study is the community of coral captured by samples. Data collection techniques are conducted through interviews, observation and documentation studies. While the data analysis is thematic analysis. The results of perceptions of people performing the pilgrimage of the grave are (1) to obtain salvation, (2) existing traditions in society and (3) become business arena. The motivation of the pilgrims is (1) to remember death, (2) mendo'akan the dead, (3) the belief that the pilgrimage of the grave can bring peace of mind and (4) as worship to God. While the procedure of pilgrimage pilgrimage is (1) acting decently in the area of burial, (2) mendo'akan the dead, (3) say greeting and (4) facing Qiblah.
SOSIALISASI DAN ADAPTASI MASYARAKAT BUGIS (STUDI KASUS MASYARAKAT BUGIS DI DESA TELUK SANTONG KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA BESAR) Ahmad Afandi; Yeni Afrilianti
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2019): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.528 KB) | DOI: 10.31764/historis.v4i1.1389

Abstract

Abstrak: Kebudayaan yang diciptakan manusia dalam kelompok dan wilayah yang berbeda-beda menghasilkan keragaman budaya. Tiap persekutuan hidup manusia (masyarakat,  suku  atau  bangsa)  memiliki  kebudayaan  sendiri  yang  berbeda dengan dengan kebudayaan kelompok. Kebudayaan yang dimiliki sekelompok manusia membentuk ciri dan menjadi pembeda dengan kelompok lain. Dengan demikian, kebudayaan   merupakan identitas dari persekutuan hidup manusia, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (a) bagaimana sejarah masuk dan berkembangnya masyarakat Bugis di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa Besar, (b) bagaiaman budaya  asli masyarakat Bugis di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa Besar, (c) bagaimana proses serta bentuk sosialisasi dan adaptasi masyarakat Bugis di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif deskriptif menguraikan tentang sosialisasi dan adaptasi masyarakat Bugis, yang menjadi informan kuncinya adalah tokoh agama dan tokoh masyarakat sedangkan informan biasa adalah masyarakat bugis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan tahapan pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data yang dipergunakan dalam peneltian ini adalah jenis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa masuknya suku Bugis di Desa Teluk Santong adalah tahun 1953 dengan cara perekonomian dan pedangan, pemberontakan, dan merantau (Massompe’). Adaptasi  dilakukan  masyarakat  Bugis  melalui proses dalam bentuk makanan khas, perubahan  sikap dan sifat, kesenian dan pernikahan. Saran Kepada Kepala Desa hendaknya dalam sekali setahun melakukan atau melaksanakan perayaan besar disetiap masyarakat khususnya untuk  memamerkan  budaya-budaya  yang  ada  dalam  kehidupan  masyarakat, dengan cara itu kita mampu mempertahankan budaya kita masing-masing dan tidak mudah melupakan budaya yang sudah turun-temurun dari nenek moyang kita.Abstract: The culture created by humans in different groups and territories produces cultural diversity. Every Fellowship of human life (society, tribe or nation) has its own culture that differs from the culture of the group. The culture that belongs to a human group forms traits and becomes a differentiator with other groups. Thus, culture is the identity of human beings, but the problem in this research is (a) how the history of entrance and development of Bugis community in Santong Bay Village Plampang District Sumbawa District Large, (b) The original culture of Bugis community in Santong Bay Village, Plampang, Sumbawa Besar District, (c) How to process and adapt the public socialization and adaptation of Bugis community in Teluk Santong District Plampang, Sumbawa Besar District. The method used in this study was ethnography with a qualitative descriptive approach describing the socialization and adaptation of the Bugis community, which became the key informant of religious figures and community leaders while the informant Ordinary Bugis Society. The research method used is a qualitative descriptive, with the stages of data collection including observation, interviews, and documentation. The type of data used in this study is a type of descriptive data. The results showed that the inclusion of Bugis in Teluk Santong village is year 1953 by way of Economy and Pedangan, Rebellion, and Merantau (Massompe '). The adaptation conducted by the Bugis community through a process in the form of special foods, changes in attitudes and nature, arts and marriage. Advice to the head of the village should in once a year perform or perform a major celebration in every society in particular to showcase the cultures that exist in the life of society, that way we are able to maintain our culture Each and not easily forget the hereditary culture of our ancestors
UPAYA MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI PERANG TOPAT SEBAGAI SIMBOL PERSAUDARAAN UMAT ISLAM DAN HINDU DI DESA LINGSAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Sarpin Sarpin; Agung Pramunarti
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.983 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.189

Abstract

Permasalahan dalam  penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah Pelaksanaan tradisi Perang Topat Di Desa Lingsar, (2) Apakah Makna Tradisi Perang Topat Di Desa Lingsar?, (3) Bagaimana Upaya Masyarakat Dalam Melestarikan Tradisi Perang .Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode penentuan informan dengan metode Purposive Sampling. Adapun hasil penelitian ini: 1) Rangkaian prosesi pelaksanaan tradisi  Perang Topat yang terdiri dari tiga tahapan pokok upacara: a) Persiapan  upacara yang meliputi musyawarah, peresean, pembersihan dan pemasangan rak-rak dan aba-aba, penaek gawe, ngelinigan kaok,dan haol, b) inti upacara meliputi  perang  topat, c) penutupan upacara meliputi lalang dan beteteh, 2) Makna yang terkandung dalam tradisi Perang Topat: a) Bagi umat islam, Sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai rasa trimaksih kepada K.H Abdul Malik, dan sebagai bentuk kerukunan umat Islam dan Hindu. b) Bagi umat Hindu, merupakan wujud dari rasa syukur kepada Tuhan atau bentuk pemujaan terhadap para Dewa-dewa, sebagai acara peribadatan/persembahyangan , dan  juga  sebagai bentuk kerukunaan antar umat Islam dan umat Hindu. 3) upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi perang topat adalah dengan diadakannya setiap tahun, menanamkan pada genrasi penerus tentang makna dilaksanaknya tradisi perang topat, partisipasi masyarakat dalam setiap rangkaian acara perng topat, dan mengikut sertakan pemerintah daerah, kabupaten, hinga provensi.
MOTIF DAN CORAK KRE ALANG DALAM PERSPEKTIF NILAI BUDAYA Rosada Rosada; Sinta Purwati
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.797 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1378

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diajukan yakni bagaimana motif dan corak dalam tenunan Kre alang dan bagaimana perspektif nilai budaya yang terkandung dalam tenunan Kre alang?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif dan corak dalam tenunan Kre alang dan bagaimana perspektif nilai budaya yang terkandung dalam tenunan Kre alang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk mempelajari kebudayaan dari suku bangsa. Pendekatan etnografi sendiri mempelajari pola-pola kelakuan yang terdapat dalam struktur kehidupan masyarakat seperti adat istiadat, perkawinan, sistem mata pencaharian, sistem politik, agama, struktur kekerabatan, cerita rakyat, musik dan bagaimana perbedaan diantara pola-pola tersebut dalam masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kre alang merupakan kain tenun khas Sumbawa yang memiliki makna dalam setiap motif-motifnya. Motif-motif dalam Kre alang memiliki sebuah arti yang berkaitan dengan kehidupan agraris warga masyarakat, kemudian pengembangan kain tenun Kre alang dalam segi model, bentuk dan desain tidak ada perubahan hingga saat ini dikarenakan penenun masih mempertahankan cara pemakaian orang-orang terdahulu. Masyarakat Sumbawa menyadari kalau kain songket Kre alang dijadikan salah satu ikon kota Sumbawa dilihat dari nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain songket Kre alang nilai dan panutan hidup orang-orang Sumbawa terdahulu yang disampaikan melalui hasil karya. Kre alang merupakan bentuk karya manusia yang bisa dirubah seiring berjalannya waktu, tergantung dari tuntutan zaman pada saat itu.Abstract: In this study formulated the problem that is how the motives and patterns in the woven Kre Alang and how the perspective of cultural value contained in the woven Kre Alang?. The purpose of this research is to know how the motives and patterns in the woven Kre Alang and how the perspective of cultural values contained in the woven Kre Alang. The study used qualitative research with an ethnographic approach, which aims to study the culture of the ethnic group. The ethnographic approach itself examines the patterns of behaviour contained in the structure of people's lives such as customs, marriages, livelihood systems, political systems, religions, kinship structures, folklore, music and how Differences between the patterns in the community. The results of this research show that Kre Alang is a typical weaving cloth of Sumbawa which has meaning in each of its motives. The motifs in Kre Alang has a meaning related to the life of agrarian community, then the development of woven cloth Kre Alang in terms of model, shape and design is no change until now because weavers still To maintain the way people use them. Sumbawa Community recognizes that the songket fabric of Kre Alang is used as one of Sumbawa's city icons as seen from the cultural values contained in the fabric of Songket Kre Alang value and the role of life of the previous Sumbawa people delivered through the results Works. Kre Alang is a form of human work that can be changed over time, depending on the demands of the times at that time.
SORONG SERAH (STUDI ANALITIK PERUBAHAN KEPATUHAN BUDAYA) Safruddin Safruddin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.203 KB) | DOI: 10.31764/historis.v1i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengungkapkan secara deskriftif analitik fenomenologis perubahan kepatuhan dalam budaya Sorong Serah pada masyarakat di Kecamatan Selong yang dipengaruhi oleh beberapa variable seperti pendidikan, pemahaman agama dan globalisasi sebagai variabel yang merubahnya. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologis dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian diantaranya: Dalam aspek pendidikan, perubahan tersebut secara umum disebabkan oleh faktor yang  determinan yaitu faktor kebahasaan yang digunakan dalam prosesi Sorong serah. Dalam aspek pengetahuan agama, banyak memberikan penanaman dan pembiasaan dalam masyarakat di Kecamatan Selong untuk  kembali kepada ajaran yang di ajarkan dalam agama melalui proses pendidikannya. Dalam aspek globalisasi, adanya pemikiran masyarakat untuk lebih menyederhanakan delapan step proses adat merariq. Dimaklumi bahwa prosesi pernikahan baik dalam proses sebelum dan sesudah akad nikah membutuhkan kesibukan yang cukup banyak untuk semua keluarga, maka untuk mengurangi itu semua maka penyederhanaan proses merariq menjadi sebuah keniscayaan. This study aims to examine and reveal descriptively the phenomenological analysis of compliance change within the Sorong Serah culture in the community in Kecamatan Selong that is influenced by some variables such as education, religious understanding and globalization as the variables that change it. The approach used is qualitative by using phenomenological method with data collection technique through Observation, Interview and Documentation. The results of research include: In the aspect of education, the change is generally caused by a determinant factor is the language factor used in the procession Sorong handing. In the aspect of religious knowledge, many provide planting and habituation in the community in Kecamatan Selong to return to the teachings that are taught in religion through the process of education. In the aspect of globalization, the thought of the community to further simplify the eight steps of customary merariq process. It is understandable that the procession of marriage both in the process before and after the marriage ceremony requires a lot of busyness for all families, so to reduce it all then simplifying the process merariq be a necessity.

Page 2 of 14 | Total Record : 137