cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Juli 2020" : 10 Documents clear
Analisis Bentuk dan Fungsi Penggunaan I’a pada Remaja di Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima (Kajian Sosiopragmatik) Nurmiwati nurmiwati; Sri Maryani; Akhmad H Mus
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.886 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2607

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi penggunaan i’a pada remaja di desa Pandai kecamatan Woha kabupaten Bima metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan adanya penggunaan i’a pada remaja di desa Pandai dengan bentuk dan fungsi yang beragam sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini.Bentuk i’a pada remaja di desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima meliputi bentuk lingkungan, keadaan, sifat, dan wujud. Fungsi penggunaan i’a pada remaja di desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima meliputi sindiran, perumpamaan, ekspresi rasa marah, ekspresi rasa kecewa, ekspresi memuji, cacian dan teguran.Abstract: This study aims to determine the form and function of the use of i'a in adolescents in Pandai village, Woha sub-district, Bima district. The data collection methods used in this study are the method of observation, interview, recording, and documentation. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis methods. From the results of the study found the use of i'a in adolescents in the village of Pandai with different forms and functions in accordance with the theory used in this study. and form. The function of the use of i'a in adolescents in Pandai village, Woha District, Bima Regency includes satire, parables, expressions of anger, expressions of disappointment, expressions of praise, scolding and reprimands
Penggunaan Hiponimi Pada Caption Postingan Akun Instagram Resmi Presiden Joko Widodo NABILA - AULIYA; Sumarlam Sumarlam
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.001 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2176

Abstract

Hiponimi merupakan satuan bahasa yang menunjukan bagian dari sesuatu yang memiliki kelas lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunan hiponimi yang terdapat pada tulisan deskrip atau caption dalam unggahan akun instagram resmi Presiden Joko Widodo. Data dalam penelitian ini merupakan data kebahasaan yang berupa seluruh hiponimi yang terdapat dalam caption dalam akun instagram resmi Presiden Joko Widodo. Sumber data dalam penelitian ini adalah tulisan deskripsi yang terdapat pada konten gambar dan video pada seluruh konten yang telah diunggah selama bulan Januari hingga Maret 2020 dalam akun instagram resmi Presiden Joko Widodo. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode yang digunakan peneliti dalam menganalisis data adalah metode agih (distribusional) dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 25 data penggunaan hiponimi pada caption dalam seluruh konten yang telah diunggah pada akun instagram resmi Presiden Joko Widodo selama bulan Januari hingga Maret 2020.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Video Podcast Deddy Corbuzier dan Najwa Shihab pada Media Sosial Youtube Neni Widyawati; Asep Purwo Yudi Utomo
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2377

Abstract

The background of this study is the description of the illocutionary speech acts in the speech of speaker and hearer. This study aims to describe the illocutionary speech acts in the Deddy Corbuzier and Najwa Shihab video podcasts on YouTube social media. This research is a qualitative descriptive research. The data source of this research is Deddy Corbuzier and Najwa Shihab's podcast videos on YouTube social media published on February 16, 2020. The data in this study are speech transcripts in the form of sentences or paragraphs that indicate illocutionary speech acts in Deddy Corbuzier and Najwa Shihab's social media on youtube social media. Data collection techniques in this research are listening and note taking techniques. The results showed 16 illocutionary speech acts in the Deddy Corbuzier and Najwa Shihab video podcasts on social media youtub with details (a) 8 assertive speeches, (b) 1 directive speech, (c) 2 commissive speeches, (d) 4 expressive speeches, and (e) 1 declarative speech. The illocutionary act that dominates is assertive namely 8 data, both spoken by Najwa Shihab and Deddy Corbuzier, while the least illocutionary acts found are directive and declarative illocution, which are only 1 data each. The benefit of this research is that it can be used as a reference for various language activities.
Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Model Kepala Bernomor dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMPN 5 Praya Timur Arpan Islami Bilal; Linda Ayu Darmurtika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2621

Abstract

Abstrak: Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan bidang  sastra yang harus dikuasai oleh siswa SMP. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMPN 5 Praya Timur, Kab. Lombok Tengah menggunaan metode diskusi kelompok model kepala bernomor. Pada pembelajaran pra siklus didapatkan kemampuan individu dengan kriteria tinggi 0%, sedang 95%, dan rendah 5%.  IPK  (Indeks Prestasi Kelompok) 40 yang berkisar 31 sampai dengan 54 dapat ditafsirkan bahwa prestasi (kemampuan) kelas tersebut rendah. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui adanya perubahan yang terjadi pada siklus I ke siklus II. Pada siklus I perilaku siswa sebelumnya tidak mengikuti pembelajaran dengan baik karena masih belum terlalu mengerti dengan metode yang diterapkan dengan kemampuan individu dengan kriteria tinggi 5%, sedang 95%, dan rendah 0% dan  IPK (Indeks Prestasi Kelompok) 60,5 yang berkisar 55 sampai dengan 74 dapat ditafsirkan bahwa prestasi (kemampuan) kelas tersebut normal. Pada siklus II ini mulai mengikuti dan melaksanakan pembelajaran dengan baik dengan kemampuan individu dengan kriteria tinggi 100% dan IPK (Indeks Prestasi Kelompok) 85 yang berkisar 75 sampai dengan 89 dapat ditafsirkan bahwa prestasi (kemampuan) kelas tersebut tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode diskusi kelompok model kepala bernomor dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMPN 5 Praya Timur, Kab. Lombok Tengah. Abstract: Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan bidang  sastra yang harus dikuasai oleh siswa SMP. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMPN 5 Praya Timur, Kab. Lombok Tengah menggunaan metode diskusi kelompok model kepala bernomor. Pada pembelajaran pra siklus didapatkan kemampuan individu dengan kriteria tinggi 0%, sedang 95%, dan rendah 5%.  IPK  (Indeks Prestasi Kelompok) 40 yang berkisar 31 sampai dengan 54 dapat ditafsirkan bahwa prestasi (kemampuan) kelas tersebut rendah. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui adanya perubahan yang terjadi pada siklus I ke siklus II. Pada siklus I perilaku siswa sebelumnya tidak mengikuti pembelajaran dengan baik karena masih belum terlalu mengerti dengan metode yang diterapkan dengan kemampuan individu dengan kriteria tinggi 5%, sedang 95%, dan rendah 0% dan  IPK (Indeks Prestasi Kelompok) 60,5 yang berkisar 55 sampai dengan 74 dapat ditafsirkan bahwa prestasi (kemampuan) kelas tersebut normal. Pada siklus II ini mulai mengikuti dan melaksanakan pembelajaran dengan baik dengan kemampuan individu dengan kriteria tinggi 100% dan IPK (Indeks Prestasi Kelompok) 85 yang berkisar 75 sampai dengan 89 dapat ditafsirkan bahwa prestasi (kemampuan) kelas tersebut tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode diskusi kelompok model kepala bernomor dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII SMPN 5 Praya Timur, Kab. Lombok Tengah.
Kesalahan Pemakaian Afiksasi pada Berita Politik di Surat Kabar Lombok Post Baiq Desi Milandari; Syafruddin Muhdar; Nurmiwati Nurmiwati
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2659

Abstract

Abstrak: Salah satu jenis media massa yang sangat dekat dengan masyarakat adalah surat kabar atau biasa disebut Koran. Hampir setiap hari masyarakat luas dapat membaca surat kabar. Oleh karena itu, surat kabar merupakan salah satu jalur untuk melakukan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada surat kabar, banyak sekali ditemukan kesalahan-kesalahan dalam pemakaian bahasa Indonesia, salah satunya kesalahan dalam penggunaan afiksasi. Afiksasi merupakan proses pembentukan kata atau kesalahan yang berpotensi mengubah makna dan bentuk kata. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan afiksasi pada berita politik di surat kabar Lombok Post. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan metode simak catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data lalu melakukan penyimpulan. Sumber data diperoleh dari berita politik pada surat kabar Lombok Post edisi Februari 2020. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pada tataran prefiks, sufiks, dan konfiks. Pada tataran prefiks ditemukan 3 bentuk kesalahan yaitu penghilangan unsur prefiks dan terjadinya kesalahan penggunaan prefix ke-. Kesalahan pada sufiks ditemukan 10 bentuk kesalahan yang memperlihatkan adanya ketidak tepatan dalam menggunakan akhiran –kan dan -i. Pada tataran konfiks ditemukan 2 bentuk kesalahan yaitu kesalahan terhadap penghilangan unsur konfiks dan kesalahan dalam pemakaian konfiks me-kan. Abstract:  The mass media that is very close to the public is the newspaper. every day people can read newspapers. Therefore, newspapers are one of the ways to develop and develop Indonesian language that is good and right. In newspapers, there are many errors found in the use of Indonesian, one of which is an error in the use of affixation. Affixation is the process of forming words or errors that have the potential to change the meaning and form of words. the purpose of this study is to describe the misuse of affixation in political news in the Lombok Post newspaper. this research is a descriptive qualitative research. The data collection method is done by using the documentation method and the note-taking method. Data analysis is carried out through the stages of data reduction and then conclusions. The data source is from political news in the February 2020 edition of the Lombok Post newspaper. The results of the study indicate prefixes, suffixes, and confixes. In the prefix found 3 forms of error, namely removal of the prefix element and the occurrence of the use of prefix- errors. Errors in suffix found 10 forms of errors that show the inaccuracies in using the suffix -i and -i. At the level of confix found 2 forms of errors, namely errors on removing the elements of confixes and using confixes me-kan errors.
Variasi Verba Memukul Bahasa Sasak di Kecamatan Kediri: Kajian Metabahasa Semantik Alami Umi Puji Rahayu; Halus Mandala; Irma Setiawan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2622

Abstract

Abstrak: Verba merupakan merupakan kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba memukul BSs di Kecamatan Kediri memiliki beberapa variasi leksikon. Tindakan memukul  dalam Bahasa Sasak (BSs) memiliki sebutan yang berbeda-beda sesuai dengan alat, cara dan sasaran dari pukulan tersebut. Tujuan dari tindakan memukul ini akan mengacu pada alat serta bagaimana tindakan itu dilakukan. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis setiap leksikon pada tindakan memukul BSs adalah Metabahasa Semantik Alami (MSA). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang ada di Kecamatan kediri. Pengumpulan data dengan metode cakap dan metode simak serta pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga pada penelitian ini peneliti mendapatkan 26 variasi leksikon verba memukul BSs yang ada di Kecamatan Kediri yaitu : [pərEntOK], [jagur],[pəlAŋgI?], [siku?], [Gebug], [təmpElEK], [kəpAK], [lanjAK], [təpEK], [gədig], [pəcut], [pAntOK], [pEpIK], [rəbəs], [gətoK], [təpEs], [bəgəndaŋ], [kəpuŋ], [gədor], [tuja?] [rampEk], [palu?], [tOtOk], [pOpOK],[pAntOk Aji], [OmpEh]. 26 leksikon verba memukul ini diklasifikasikan berdasarkan: (1) variasi verba memukul berdasarkan tujuan pukulan, (2) variasi verba memukul berdasarkan cara pukulan, dan (3) variasi verba memukul berdasarkan alat. Setiap leksikon memukul BSs ini dieksplikasikan sesuai dengan yang diusulkan oleh Weirzbicka. Tindakan pukulan yang dilakukan oleh pengalam juga memiliki makna tersendiri sesuai dengan konteks mengapa tindakan itu terjadi.Abstract: Verb are a word that describes process, deed, or occurrence. A verb hitting the Sasak language (BSs) in Kediri sub district have several variations of lexicon. The strokes in the Sasak language (BSs) have differing names according to the tool, the way, and the object of the blow. The purpose of this spanking refers to the instrument as well as to how is is done. The approach used to analyze each lexicon for the hitting action is natural semantic metalingual. This kind of research is qualitative description. The subject of this study is society in Kediri district. Data collection using proficient methods and listening methods as well as sampling using purposive sampling techniques so that the researcher  gained 26 variations of lexicon verbs the Sasak language there, namely[pərEntOK], [jagur],[pəlAŋgI?], [siku?], [Gebug], [təmpElEK], [kəpAK], [lanjAK], [təpEK], [gədig], [pəcut], [pAntOK], [pEpIK], [rəbəs], [gətoK], [təpEs], [bəgəndaŋ], [kəpuŋ], [gədor], [tuja?] [rampEk], [palu?], [tOtOk], [pOpOK],[pAntOk Aji], [OmpEh]. 26 lexicon version hits here is classified according to: (1) variety of verbal hits based on purpose, (2) variety of verbal hits based on the way, and (3) variety of verbal hits based on tools. Every hit’s lexicon was exited according to what Weirbicka proposed. The act of strokes performed by the force also has its own meanings in harmony with the context of why the action occurs
Kelisanan dan Keberaksaraan dalam Bakayat Sasak di Lombok I Made Suyasa; Roby Mandalika Waluyan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2631

Abstract

Bakayat adalah tradisi lisan masyarakat Sasak di Lombok yang berupa pembacaan hikayat/syair dengan cara menembangkan kemudian diikuti terjemahan dan penafsiran secara bergantian oleh penembang dan pengarti (bujangge).Bakayatsebagai bentuk apresiasi masyarakat Sasak terhadap teks-teks sastra tulis yang diterjemahkan dan ditafsirkan dalam bentuk lisan oleh pelaku bakayat secara lebih dalam, filosofis, dan sufistik hingga teks menjadilebih bermakna bagi kehidupan masyarakatnya. Kehadiran bakayat bukan hanya sebagai media dakwah, namun  mampu menyatu dengan kehidupan ritual adat keagamaan masyarakat suku Sasak dan membangun silaturrahmi dalam bentuk berkesenian. Kelisanan dan keberaksaraan masih tetap berkembang dalam masyarakat Indonesia karena keduanya saling mendukung, hal ini menjadikan kebudayaan khirografik mendapat tempat yang baik sebagai panggung apresiasi  teks-teks tradisional. Bakayatsebagai panggung apresiasi berlangsung sepanjang pertunjukan, mereka berusaha mengangkat isu-isu aktual yang terkait dengan teks baik itu isu sosial, politik, ekonomi, budaya, dan juga praktik-praktik kehidupan yang menyimpang dari ajaran Islam. Pendekatan dalam praktik apresiasi seperti dalam bakayat  menekankantentang bagaimana teks digunakan dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya. Abstract: Bakayat is the oral tradition of the Sasak people in Lombok in the form of reading saga / poetry by means of development, followed by translation and interpretation alternately by the developer and interpreter. by the perpetrators of bakayat in a deeper, philosophical, and sufistic manner so that the text becomes more meaningful to the lives of its people. The presence of Bakayat is not only as a medium for da'wah, but is able to unite with the religious ritual life of the Sasak people and build silaturrahmi in the form of art. Oral and literacy are still developing in Indonesian society because they both support each other, this makes the Chirographic culture a good place to stage the appreciation of traditional texts. Bakayats As an appreciation stage that takes place throughout the show, they try to raise the actual issues related to the text whether it is social, political, economic, cultural, and also life practices that deviate from Islamic teachings. Approaches in the practice of appreciation as in bakayat emphasize how text is used in religious, social and cultural life. 
Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa di SMA Labschool Jakarta Masrin Masrin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2630

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang kurikulum, tujuan, materi, strategi, pendekatan, media, dan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Labschool Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Creswell, yaitu: mengatur, membaca, mendeskripsikan, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menarasikan data.Hasil penelitian menunjukkan: (a) kurikulum, yaitu menggunakan kurikulum tahun 2013; (b) tujuan, yaitu untuk membentuk karakter, pengetahuan, keterampilan dan sikap bahasa; (c) materi, yaitu materi berbasis teks yang menekankan pada aspek pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sikap bahasa; (d) Strategi dan Pendekatan yaitu pembelajaran berpusat pada siswa (Student Centered) dengan pendekatan saintifik dan komunikatif; (d) Media yaitu papa tulis, laptop, dan Liquid Crystal Display; dan (e) Evaluasi, yaitumengukur keseluruhan kegiatan pembelajaran yang mencakup proses dan hasil belajar. Abstract: This study aims to gain an in-depth understanding of the curriculum, goals, materials, strategies, approaches, media, and evaluation of Indonesian language learning at SMA Labschool Jakarta. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis using Creswell's model, namely: organizing, reading, describing, classifying, interpreting, and narrating data. The results showed: (a) the curriculum, which used the 2013 curriculum; (b) the purpose, which is to shape character, knowledge, skills and language attitudes; (c) material, namely text-based material that emphasizes aspects of experience, knowledge, skills and language attitudes; (d) Strategy and Approach that is student centered learning with a scientific and communicative approach; (d) Media, i.e. paperback, laptop, and Liquid Crystal Display; and (e) Evaluation, which measures overall learning activities that cover the learning process and outcomes.
Transaksi yang Mengandung Unsur Riba, Maysir, dan Gharar dalam Kajian Tindak Tutur habiburrahman Habiburrahman; Rudi Arahman; Siti Lamusiah; Supratman Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2608

Abstract

Abstrak: Hakikat tindak tutur itu adalah tindakan yang dinyatakan dengan makna atau fungsi (maksud dan tujuan) yang melekat pada tuturan. Beberapa permasalahan yang ditemukan dalam peristiwa tindak tutur yang mengandung unsur riba, maysir dan gharar menjadi obyek penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur yang mengandung unsur riba, maysir, dan gharar dalam syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) persiapan pengumpulan data, (2) teknik observasi, dan (3) teknik wawancara. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara simultan, yaitu kegiatan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk tindak tutur yang mengandung unsur riba, maysir, dan gharar dalam syariat Islam menggunakan dua bentuk, yaitu 1) strategi langsung dan strategi tidak langsung. Kedua strategi tindak tutur tersebut melekat pada tujuh bentuk tindak tutur dalam akad transaksi yang mengandung unsur riba, maysir, dan gharar dalam syariat Islam, yaitu 1) akad transaksi yang mengandung unsur riba fadl, 2) akad transaksi yang mengandung riba nasî’ah, 3) akad transaksi yang mengandung maysir dalam bentuk permainan, 4) akad transaksi yang mengandung maysir dalam bentuk taruhan, 5) akad transaksi yang mengandung gharar dalam bentuk jual beli ma’dum, 6) akad transaksi yang mengandung gharar dalam bentuk jual beli barang majhul, 7) akad transaksi yang mengandung gharar dalam bentuk jual beli barang yang tidak dapat diserahterimakan. Katujuh bentuk akad transaksi tersebut mengandung peristiwa tindak tutur sebagai media komunikasi. Dengan demikin, strategi tindak tutur yang digunkan tidak terlepas dari strategi langsung dan strategi tidak langsung. Hal ini disebabkan karena transasksi yang menimbulkan permasalahan riba, maysir, dan gharar tidak terlepas dari aspek bahasa yang digunakan dalam bertransaksi yaitu dalam kajian tindak tutur.Abstract: The fact of the Act is an act expressed by meaning or function (purpose and purpose) inherent to speech. Some of the problems found in the event of a follow-up that contain the element riba, Maysir and Gharar become the object of this research. The purpose of this research is to describe the form of action that contains elements riba, Maysir, and Gharar in Islamic sharia. This research uses qualitative descriptive research methods. The collection of data in this study is as follows: (1) Preparation of data collection, (2) Observation techniques, and (3) interview techniques. Qualitative data analysis In this study consists of three simultaneous flows of activities, i.e. data reduction activities, data presentation, and data verification or attracting sympulsion. The results of the study showed a form of action that contains elements riba, Maysir, and Gharar in Islamic sharia using two forms, namely 1) direct strategy and indirect strategy. Both these follow-up strategies are attached to seven forms of action in transactions that contain elements of Riba, Maysir, and Gharar in Islamic Shari'a, ie 1) transactions Akad containing riba Fadl element, 2) transaction contract containing RIBA Nasî'ah, 3) contract agreement containing Maysir in the form of games, 4) contract transactions containing Maysir in the form of bets, 5) transaction Akad containing Gharar in the form of buying and selling Ma'dum , 6) transaction contract containing Gharar in the form of buying and selling goods Majhul, 7) transaction agreement containing Gharar in the form of buying and selling goods that can not be handed over. The form of the transaction agreement contains a follow-up event as a communication medium. With Demikin, the speech strategy used is not detached from the direct strategy and indirect strategy. This is due to the transasction that raises the problem of Riba, Maysir, and Gharar not regardless of the aspect of the language used in the transaction that is in the study of the follow-up.
Relasi Semantik Sinonimi Bahasa Sasak di Desa Aikmel Kabupaten Lombok Timur Hilmiyatun Hilmiyatun
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 5, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v5i2.2650

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis relasi semantik sinonimi bahasa Sasak di Desa Aikmel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menjelaskan, menguraikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang berupajenis relasi semantik sinonimi. Data yang ditampilkan dalam penelitian ini adalah contoh jenis kata sinonimi masyarakat Aikmel yang dikumpulkan dengan metode wawancara denganteknik catat dan introspeksi. Data yang sudah terkumpulkan, dianalisis dengan menggunakan metode padanintralingual dan metode padanekstralingual. Setelah dianalisis, data-data yang bersinonimi tersebut disajikan dalam bentuk formal dan informal. Kata tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis melekatinya menjadi sebuah data yang siap dianalisis. Selanjutnya, data-data tersebut dilekatkan pada konteks kalimat, kemudian dikelompokkan dan diartikan ke dalam bahasa Indonesia. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Hasil analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara formal dan informal.Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis relasi semantik sinonimi dalam bahasa Sasak di Desa Aikmel ada empat bagian yaitu: 1) Perangkat sinonimi yang pemakaiannya bergantung pada waktu, 2) Perangkat sinonimi yang salah satu lebih memiliki nilai rasa dari yang lain, 3) Perangkat sinonimi yang pemakaiannya terbatas pada kata-kata tertentu, 4) Perangkat sinonimi yang salah satu lebih umum maknanya dari yang lain. Abstract:This study aims to describe the types of semantic relations in Sasak synonymy in Aikmel Village. This type of research is descriptive qualitative, which explains, describes, analyzes, and interprets data in the form of synonym semantic relations. The data presented in this study is an example of Aikmel's community synonymy type collected by interview method with note taking and introspection techniques. Data that has been collected is analyzed using the intralingual equivalent method and the extralingual equivalent method. After being analyzed, the synonymized data is presented in formal and informal forms. The word is then grouped by type of attachment into a data that is ready to be analyzed. Furthermore, the data is attached to the context of the sentence, then grouped and interpreted into Indonesian. The analytical method used is the intralingual equivalent method and the extralingual equivalent method. The results of data analysis in this study were carried out in formal and informal ways. Based on the results of data analysis, this research can be concluded that the types of synonymic semantic relations in the Sasak language in Aikmel Village there are four parts, namely: 1) Synonymy devices whose use depends on time, 2) Synonymy devices, one of which has more sense value than others, 3) Synonymy devices whose use is limited to certain words, 4) Synonymy devices that have one more general meaning than the other.

Page 1 of 1 | Total Record : 10