cover
Contact Name
Agus Kurniawan
Contact Email
kurniawanlearning@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planoearth.ummat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Planoearth
ISSN : 25025031     EISSN : 26154226     DOI : -
Jurnal Planoearth adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari penelitian di bidang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024): Agustus" : 6 Documents clear
ANALISIS PENGAMBILAN KEBIJAKAN MITIGASI BENCANA GEMPABUMI KABUPATEN CIANJUR NOVEMBER 2022 Arifa, Sheila Hauna
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.14005

Abstract

Abstrak: Pada November 2022, terjadi gempabumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dampak yang dirasakan oleh seluruh aspek di Kabupaten Cianjur baik dari aspek ekonomi hingga aspek sosial sangat berdampak besar dalam pembangunan di Kabupaten Cianjur. Tujuan penelitian Ini adalah mengidentifikasi pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan Desa Tangguh Bencana dalam mitigasi bencana gempabumi di Kabupaten Cianjur dengan melakukan analisis deskriptif kualitatif. Dengan mengetahui dampak gempa, faktor utama yang meluluhlantakkan, hingga usaha untuk membuat Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Cianjur diharapkan dapat membantu analisis kebijakan dan lahirnya rekomendasi untuk kebijakan penataan ulang di Kawasan Cianjur.Abstract: In November 2022, an earthquake occurred in Cianjur Regency, West Java. The impact felt by all aspects in Cianjur Regency, both from economic aspects to social aspects, has a major impact on development in Cianjur Regency. The purpose of this research is to identify policymaking related to Disaster Resilient Villages in earthquake disaster mitigation in Cianjur District by conducting a qualitative descriptive analysis. By knowing the impact of the earthquake, the main factors that destroyed Cianjur, and the efforts to create Disaster Resilient Villages in Cianjur Regency, it is hoped that it can help policy analysis and the birth of recommendations for rearrangement policies in the Cianjur Region.
IDENTIFIKASI SEBARAN PENAMBANG RAKYAT DAN POTENSI RESIKO K3 DAN LINGKUNGAN DALAM PENYIAPAN PENGELOLAAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT Rahmawati, Diah; Matrani, Bedy Fara Aga; Alpiana, Alpiana; Adiansyah, Joni Safaat
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.10142

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pertambangan rakyat yang dilakukan di Kecamatan Sekotong telah menimbulkan dampak positif maupun negative. Sehingga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya untuk menertibkannya dengan menjadikan Kecamatan Sekotong sebagai salah satu Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Dalam hal untuk mendukung hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Untuk mengidentifikasi sebaran pertambangan rakyat di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, 2) Untuk mengidentifikasi Tata kelola pertambangan rakyat dari aspek K3-KO dan lingkungan sesuai konsep kaidah pertambangan yang baik, 3) Untuk melakukan analisa kesesuaian kegiatan pertambangan rakyat dengan konsep kaidah pertambangan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif (tabulasi) dan disajikan dalam bentuk grafik. Tata Kelola pertambangan yang dilakukan masyarakat Desa Pelangan dari aspek K3-KO dan lingkungan sebagai berikut: 41% tidak selalu menggunakan APD dalam melakukan penambangan, 50% disebakan karena masyarakat belum mengetahui fungsi dan manfaat penggunaan APD. Hal ini mengakibatkan masih terjadinya kecelakaan kerja (41%)dengan tingkatan cedera ringan 93%, cedera berat 7%. Penyebab kecelakaan kerja Sebagian besar disebabkan karena perilaku tidak hati-hati (55,55%) dan tidak menggunakan APD(27,8%). Sering terjadi ambrukan/longsor di lokasi tambang akibat tidak ada penyanggaan di lubang tambang, lubang tambang cenderung ditinggalkan begitu saja setelah tidak digunakan, dan limbah hasil pengolahan (tailing) belum dimanfaatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan/rekomendasi saat Wilayah Pertambangan Rakyat dan Izin Pertambangan Rakyat telah diperoleh.Abstract: People's mining activities in Sekotong District have had both positive and negative impacts. So that the West Nusa Tenggara Provincial Government is trying to put it in order by making Sekotong District one of the People's Mining Areas (WPR). In order to support this, this research was conducted with the following objectives: 1) To identify the distribution of community mining in Pelangan Village,Sekotong District, 2) To identify community mining governance from the K3-KO and environmental aspects according to the concept of good mining practice, 3) To conduct analysis conformity of community mining activities with the concept of good mining practice, the research method used is a survey method with purposive sampling. Data analysis was done descriptively (tabulation) and presented in graphical form. Mining governance carried out by the people of Pelangan Village from the K3-KO and environmental aspects is as follows: 41% do not always use Personal Protective Equipment (PPE) in mining, 50% is caused because the community does not know the functions and benefits of using PPE. This resulted in the occurrence of work accidents (41%) with a light injury rate of 93%, and a serious injury 7%. The causes of work accidents are mostly caused by careless behavior (55.55%) and not using PPE (27.8%). There are frequent collapses/landslides at the mine site due to the absence of support in the mine pit, mining pits tend to be abandoned after not being used, and tailings has not been utilized. The results of this study are expected to provide input/recommendations when the People's Mining Area and People's Mining Permit have been obtained. 
STRATEGI PENANGANAN MASALAH SAMPAH DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN DRAINASE Haryadi, Ikhwan; P.N, Baiq Jessica; Aenaeni, Lu’lu’il
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.15682

Abstract

Abstrak: Kelurahan Bintaro yang merupakan bagian tritorial di bawah wilayah Kecamatan Ampenan, berada diposisi paling ujung Barat wilayah Kota Mataram. Kelurahan Bintaro adalah kawasan perkotaan yang terdiri dari dataran rendah yang terletak diujung barat Kota Mataram dan barat Pulau Lombok. Karena terletak diujung barat Kota Mataram dan berbatasan langsung dengan selat Lombok maka mayoritas mata pencaharian masyarakat Kelurahan Bintaro adalah sebagai nelayan. Permasalahan yang ada di kelurahan bintaro adalah permasalahan sampah dan drainase. Faktor penyebabnya yaitu karena kurangnya kesadaran dan kemauan masyarakat dalam mengelola dan membuang sampah, masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat sampah, serta keengganan masyarakat memanfaatkan kembali sampah dalam mengelolanya, karena sampah dianggap sebagai sesuatu yang kotor, dan bau. Pada penelitian ini, langkah awal teknik pengumpulan data dilakukan oleh penulis adalah observasi/pengamatan, wawancara, Documentasi. konsep untuk mengurangi masalah Lingkungan, tersebut yaitu konsep “Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat dan Pengelolaan Drainase Berwawasan Lingkungan”. Untuk mewujudkan konsep tersebut, diperlukan beberapa strategi, antara lain: Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat dan Pengelolaan Drainase Berwawasan Lingkungan.Abstract: Bintaro Village, which is a tritorial part under the Ampenan District, is at the western end of the Mataram City area. Bintaro Village is an urban area consisting of lowlands located at the western end of Mataram City and the western part of Lombok Island. Because it is located at the western end of Mataram City and is directly adjacent to the Lombok Strait, the majority of the livelihoods of the people of Bintaro Village are fishermen. The problems that exist in Bintaro Village are garbage and drainage problems. The causative factor is due to the lack of awareness and willingness of the community in managing and disposing of waste, the lack of understanding of the community about the benefits of waste, and the reluctance of the community to reuse waste in managing it, because waste is considered dirty and smelly. In this study, the first step in data collection techniques carried out by the author was observation/observation, interviews, documentation. concept to reduce environmental problems, namely the concept of "Community-Based Integrated Waste Management and Environmentally Friendly Drainage Management". To realize this concept, several strategies are needed, including: Community-Based Integrated Waste Management and Environmentally Friendly Drainage Management. 
PERFORMA MODA TRANSPORTASI UMUM TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (STUDI KASUS; JALAN RAYA JAKARTA BOGOR, JALAN RAYA CIBULUH DAN JALAN RAYA CILUAR KOTA BOGOR) Giovanny, Raden Mohamad; Ahsan, Andi M.; Akbar, Rendy
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.10529

Abstract

Abstrak: Kota Bogor dikenal sebagai kota seribu angkot karena hampir di setiap jalan atau area Kota Bogor angkot sangat mudah ditemui karena jumlah angkutan penumpang yang beroperasi pada waktu yang sama, di Kota Bogor terdapat sebanyak 2.682 armada pada Tahun 2020 dengan kapasitas jalan yang kurang memadai serta perilaku tidak baik bagi pengendara yang kerap kali berhenti untuk menunggu penumpang di tepi jalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan Metode Kuantitatif. Metode Kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari performa transportasi umum di Kota Bogor terhadap ruas jalan Jalan Raya Jakarta Bogor, Jalan Raya Cibuluh dan Jalan Raya Ciluar serta penggunaan lahan yang ada disekitarnya dengan menggunakan analisis Load Factor, Volume Kendaraan, Kecepatan, Kapasitas Jalan dan Tingkat Pelayanan Jalan.Abstract: Bogor City is known as the city of a thousand angkot because almost every road or area of Bogor City angkot is very easy to find because of the number of passenger transportation operating at the same time, in Bogor City there are 2,682 fleets in 2020 with inadequate road capacity and bad behavior for drivers who often stop to wait for passengers on the side of the road. The method used in this research is to use Quantitative Methods. This quantitative method aims to determine the effect of public transportation performance in Bogor City on Jalan Raya Jakarta Bogor, Jalan Raya Cibuluh and Jalan Raya Ciluar and the surrounding land use using Load Factor analysis, Vehicle Volume, Speed, Road Capacity and Road Service Level.
ANALISIS KAPASITAS TERHADAP BENCANA ABRASI PANTAI DI KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Firdaus, Firdaus; Chaerul, Muhammad; Gusty, Sri
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.10665

Abstract

Abstrak: Kapasitas masyarakat erat kaitannya dengan upaya pengurangan risiko bencana, terdiri dari mitigasi, kesiapsiagaan dan kemampuan bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas terhadap bencana abrasi pantai di Kecamatan Galesong Utara. Metode analisis yang digunakan adalah indeks kapasitas risiko bencana abrasi pantai yang terdiri dari regulasi, kelembagaan, sistem peringatan dini, upaya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, desa-desa di wilayah pesisir Kecamatan Galesong Utara termasuk dalam kategori kapasitas rendah. tingkat kapasitas kategori rendah merupakan rendahnya kemampuan daerah dan masyarakat untuk melakukan tindakan pengurangan tingkat ancaman dan tingkat kerugian akibat bencana abrasi pantai.Abstract: Community capacity is closely related to efforts to reduce disaster risk, consisting of mitigation, preparedness and survival ability. This study aims to determine the capacity level against coastal abrasion disasters in North Galesong District. The analytical method used is the coastal abrasion disaster risk capacity index consisting of regulations, institutions, early warning systems, disaster mitigation efforts and preparedness. The results showed that overall, villages in the coastal area of North Galesong District were included in the low capacity category. The level of capacity in the low class is the common ability of the region and the community to take action to reduce the level of threat and the level of losses due to coastal abrasion disasters.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN PERILAKU SADARI PADA MAHASISWI KEBIDANAN DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Wahyuhidaya, Pratika; Kusairia, Rike Sonia
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.13990

Abstract

Abstrak: Pentingnya penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kesadaran dan perilaku deteksi dini kanker payudara di kalangan remaja dan wanita muda, khususnya mahasiswi kebidanan yang seharusnya memiliki pemahaman yang baik dalam upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kanker payudara dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada mahasiswi kebidanan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Sebanyak 38 mahasiswi menjadi responden dengan teknik total sampling. Hasil analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan nilai P-value sebesar 0.004 (p<0.05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang kanker payudara dan perilaku SADARI. Koefisien korelasi sebesar 0.454 menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori cukup atau sedang.Abstract: The importance of this study is based on the low awareness and behavior of early detection of breast cancer among adolescents and young women, especially midwifery students who should have a good understanding in promotive and preventive efforts. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge about breast cancer and the behavior of breast self-examination (SADARI) in midwifery students at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The method used was quantitative with data collection techniques in the form of questionnaires. A total of 38 female students became respondents with total sampling technique. The results of the analysis using the Spearman rank test showed a P-value of 0.004 (p<0.05), which means that there is a significant relationship between knowledge about breast cancer and SADARI behavior. The correlation coefficient of 0.454 shows the strength of the relationship in the moderate category.

Page 1 of 1 | Total Record : 6