cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pendekar.ummat@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : -     EISSN : 26151421     DOI : 10.31764/pendekar
Core Subject : Education,
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang secara khusus menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa semester akhir termasuk guru sekolah maupun kegiatan penelitian ilmiah lainnya di bidang pendidikan. Adapun cakupannya meliputi hasil penelitian di bidang matematika dan ilmu alam, teknologi informasi dalam pembelajaran, sosio geografis, agama dan budaya, bahasa dan sastra, serta humaniora. Terbit dua kali setahun yakni bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021): September" : 6 Documents clear
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS 5 DAN 6 SD DALAM PENGGUNAAN TIKTOK Dewi Purwanti; Oman Farhurohman
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v4i2.6913

Abstract

Abstrak: Pada era globalisasi sekarang ini banyak sekali teknologi yang semakin hari semakin berkembang dengan pesat yang mana dapat memberikan informasi-informasi secara audio ataupun visual. Kecanggihan aplikasi menjadi salah satu trend dalam masyarakat dunia. Banyak  jenis aplikasi yang menjadi trend masa kini salah satunya aplikasi tiktok yang dimainkan oleh banyak kalangan bukan hanya remaja ataupun dewasa namun banyak anak-anak dibawah umur yang menggemari aplikasi tiktok ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran PKn bagi peserta didik sekolah dasar yang mengikuti trend penggunaan aplikasi tiktok karena dengan adanya aplikasi tersebut akan berdampak bagi karakter peserta didik tentunya menjadi sebuah tantangan bagi pendidikan untuk terus membangun karakter peserta didik di era modern ini.Abstract: In the current era of globalization, there are many technologies that are increasingly developing rapidly which can provide information audioly or visually. The sophistication of applications becomes one of the trends in the world community. Many types of applications that are a trend today one of them tiktok application that is played by many people not only teenagers or adults but many minors who love this tiktok application. This research aims to find out how the role of PKn for elementary school students who follow the trend of using tiktok applications because with the application will have an impact on the character of learners is certainly a challenge for education to continue to build the character of learners in this modern era.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN MATERI LOKAKARYA MINI PUSKESMAS PADA PELATIHAN MANAJEMEN PUSKESMAS DI BALAI PELATIHAN KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Riyadh
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v4i2.4783

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan lokakarya mini puskesmas merupakan salah satu kegiatan wajib dan rutin dilaksanakan oleh puskesmas dalam rangka mengumpulkan data permasalah kesehatan diwilayah kerjanya, membantu mencarikan solusi kegiatan dalam rangka pemecahan masalah terebut dan menyepakati kegiatan-kegiatan tersebut. Untuk itulah perlu adanya materi pelatihan tentang lokakarya mini puskesmas sehingga seluruh staf puskesmas memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sama dalam melaksanakan lokakarya mini puskesmas di lapangan. Agar wawasan pengetahuan dan keterampilan tersebut tercapai sesuai tujuan pembelejaran maka diperlukan metode pembelajaran yang tepat salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran Role Play. Metode pembelajaran role play adalah suatu metode pembelajaran, di mana subjek diminta untuk berpura-pura menjadi seseorang dengan profesi tertentu yang digeluti orang tersebut. Selain itu, subjek juga diminta untuk berpikir seperti orang tersebut agar dia dapat mempelajari tentang bagaimana menjadi seseorang dengan profesi tersebut. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Populasi dalam penelitian yaitu peserta pelatihan Manajemen Puskesmas di Bapelkes Provinsi Kalimantan Selatan yang diambil secara sampling jenuh. Hasil Penelitian didapatkan Penerapan metode pembelajaran role play pada materi lokakarya mini puskesmas diterapkan dengan baik oleh para widyaiswara. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta pelatihan tentang materi lokakarya mini puskesmas.Abstract:  The implementation of a puskesmas mini workshop is one of the mandatory and routine activities carried out by a puskesmas in order to collect data on health problems in its working area, help find solutions for activities in order to solve these problems and agree on these activities. For this reason, it is necessary to have training materials on puskesmas mini workshops so that all puskesmas staff have the same knowledge and skills in carrying out puskesmas mini workshops in the field. In order for this knowledge and skill insight to be achieved according to the learning objectives, appropriate learning methods are needed, one of which is the use of the Role Play learning method. The role play learning method is a learning method, in which the subject is asked to pretend to be someone with a certain profession that that person is involved in. In addition, the subject is also asked to think like that person so that he can learn about how to become someone with that profession. This study uses a descriptive study. The instruments used are questionnaires and observation sheets. The population in the study were participants in the Health Center Management training at Bapelkes, South Kalimantan Province, which were taken by saturated sampling. The results of the study obtained that the application of the role play learning method in the mini health center workshop material was well implemented by the widyaiswara. There was an increase in the knowledge and skills of the training participants regarding the material for the mini puskesmas workshop.
PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Erwin Erwin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v4i2.7081

Abstract

Abstrak: Pendidikan adalah suatu bentuk upaya sistematis yang dijadikan sebagai instrument untuk merealisasikan cita-cita luhur negara “Mencerdaskan  kehidupan bangsa”. Dengan demikian, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: kompetensi bahasa dan realitas berbahasa; potret bahasa sebagai identitas dan simbol kedaulatan bangsa; eksistensi bahasa Indonesia sebagai aktualisasi sikap nasionalisme, bela negara, dan cinta tanah air; dan nilai karakter bangsa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menggunakan metode kualitatif  dengan pendekatan studi etnografi komunikasi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dijelaskan, bahwa sesungguhnya kompetensi bahasa tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan kognitif tentang bahasa, melainkan juga kompetensi komunikatif yang berkenaan dengan bagaimana bahasa digunakakan dalam realitas kehidupan sosial. Namun demikian, penggunaan bahasa harus bersifat proporsional dan kontekstual, sehingga eksistensi penggunaan bahasa Indonesia tetap terjaga, sebagai aktualisasi dari nilai utama karakter bangsa, Dengan demikian, tercermin peran bahasa Indonesia dalam mewujudkan nilai karakter bangsa yang terintegrasi dalam implementasi empat keterampilan berbahasa, baik dalam pembelajaran, maupun dalam interaksi sosial pada umumnya.Abstract:  Education is a form of systematic effort that is used as an instrument to realize the noble ideals of the state "To educate the life of the nation". This paper aims to describe: language competence and language reality; portrait of language as identity and symbol of national sovereignty; the existence of the Indonesian language as the actualization of attitudes of nationalism, state defense, and love for the homeland; and the value of the nation's character in learning Indonesian. This paper is the result of research using qualitative methods with an ethnographic communication study approach. Based on the results of the study, it can be explained that in fact language competence is not only related to cognitive knowledge about language, but also communicative competence with regard to how language is used in the reality of social life. However, the use of language must be proportional and contextual, so that the existence of the use of the Indonesian language is maintained, as the actualization of the main values of the nation's character. , as well as in social interactions in general.
KONTRIBUSI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN LARI 100 METER SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 SUNGAI PENUH Romiya Heliza
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v4i2.7185

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi daya ledak otot tungkai dan panjang tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter siswa kelas XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh. Jenis penelitian ini adalah korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 230 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 31 orang. Instrumen yang digunakan tes standing broad jump, meteran dalam satuan jarak meter, dan tes lari 100 meter. Hasil penelitian: terdapat kontribusi daya ledak otot tungkai dengan kemampuan lari 100 meter siswa kelas XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh sebesar 18,21 %, terdapat kontribusi panjang tungkai dengan kemampuan lari 100 meter siswa kelas XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh sebesar 10,84%, dan daya ledak otot tugkai dan panjang tungkai secara bersama-sama berkontribusi terhadap kemampuan lari 100 meter siswa kelas XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh sebesar 21,58%.Abstract:  Aims to explain the contribution of explosive muscle limb power and leg length to the ability to run 100 meters students of class XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh. This type of research is correlational. The population of this study amounted to 230 people. Sampling technique purposive sampling counted 31 people. The instrument used standing arm jump test, meter in meters distance unit, and 100 meter test run. Result of research: there is contribution of muscle limb explosive power with the ability to run 100 meter students of class XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh of 18.21%, there is a long limb contribution with the ability to run 100 meters students class XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh of 10.84% , and the explosive power of leg muscles and leg lengths together contribute to the ability to run 100 meters students class XI SMA Negeri 4 Sungai Penuh of 21.58%.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA COBERTIF (CORONG BERHITUNG AKTIF) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA DALAM PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN Siti Rukoyah; Eko Wahyu Wibowo; Mansur Mansur
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v4i2.7742

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pengembangan alat peraga cobertif (corong berhitung aktif) dan untuk mengetahui kelayakan alat peraga cobertif (corong berhitung aktif) di MI Nurul Huda Pakuhaji Tangerang. Metode penelitian yang dipakai peneliti ialah Research and Development (R&D) model 4D (Four-D). Menurut Thiagarajan model 4D tersebut terdapat 4 tahap, yaitu tahap define (pendefinisian), tahap design tahap (perancangan), tahap develop (pengembangan), dan tahap disseminate (penyebaran). Dari data yang diperoleh dari pengembangan alat peraga cobertif ini mendapatkan jumlah skor keseluruhan dari beberapa ahli validasi sebesar 88,9% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil respon siswa sebesar 85% dengan kategori “Sangat Baik”.Abstract: The purpose of this study was to determine the procedure for developing cobertive teaching aids (active counting funnels) and to determine the feasibility of cobertive teaching aids (active counting funnels) at MI Nurul Huda Pakuhaji Tangerang. The type of research used by the researcher is Research and Development (R&D) 4D (Four-D) model according to Thiagarajan's theory, namely define (definition), design (design), develop (development), and disseminate (dissemination). The type and model of this method was chosen because this development model is more effective for developing learning tools. From the data obtained by this cobertif teaching aid, the total score from several validation experts is 88.9% so that it gets the Very Eligible category. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS Endang Werdiningsih; Muh. Irfan Mukhlishin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v4i2.6104

Abstract

Abstrak: Guru/dosen dituntut agar dapat merenca­nakan/merancang, melaksanakan, mengevaluasi suatu pembelajaran yang telah dipilih dan ditetapkannya. Salah satu yang familier dan mudah untuk dilaksanakan adalah model pembela­jaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini ternasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif  monositus. Sumber data penelitian adalah guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia dan dosen pengampu matakuliah Bahasa Indonesia. Data penelitian berupa hasil pengamatan peneliti terhadap penerapan model pembelajaran tipe jigsaw yang digumakan guru/dosen dalam mengajar. Teknik pemerolehan data dilakukan dengan perekaman dan pencatatan lapangan. Data hasil rekaman ditranskripsikan, dipilah-pilah, diberi kode, kemudian dianalisis. Sebagai instrumen kunci, peneliti melakukan aktivitas secara menyeluruh, baik dalam pengumpulan data maupun dalam kegiatan penganalisisan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan guru sdalam mengajar masih belum banyak perubahan (masih tradisional), guru mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas. Guru menjadi pusat pembelajaran dengan menggunakan ceramah dan tugas dalam menyampaikan materi. Sementara itu, dosen yang diamati sebagai sumber data sudah memberikan warna baru, yakni menggunakan model pembelajaran yang sesuai.  Dosen yang diamati disamping menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, juga menggunakan model-model yang lain, Kiranya perlu diberikan penyuluhan kepada para guru untuk lebih mengenal model-model pembelajaran.Abstract: Teachers/lecturers are required to be able to plan/design, implement, evaluate learning that has been selected and determined. One that is familiar and easy to implement is the Jigsaw-type cooperative defense model. This research is descriptive research using a qualitative monositus approach. The source of the research data is the teacher of the Indonesian subjects and lecturer of the Indonesian subjects. Research data in the form of researchers' observations on the application of jigsaw-type learning models that are echoed by teachers/lecturers in teaching. Data acquisition techniques are done by recording and recording the field. Recorded data is transcribed, sorted, coded, then analyzed. As a key instrument, researchers conduct activities thoroughly, both in data collection and in data analysis activities. The results showed that the learning model used by teachers in teaching still has not changed much (still traditional), teachers dominate learning activities in the classroom. The teacher becomes a center of learning by using lectures and assignments in delivering material. Meanwhile, lecturers who are observed as data sources have given a new color, namely using the appropriate learning model.  Lecturers who are observed in addition to using jigsaw-type cooperative learning models, also use other models, may need to be given counseling to teachers to get to know more learning models.

Page 1 of 1 | Total Record : 6