cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
Pemodelan Rodit untuk Menghitung Gaya Lateral pada Pondasi Tiang Pancang Ujung Bebas pada Tanah Kohesif Menggunakan Metode Brom’s Berbasis Mit App Inventor Lionggono, Liong Leandro; Saharuddin, Ardito; Hartanto, Daniel; Leong, Hironimus
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.10253

Abstract

Pondasi adalah salah satu bagian awal dari sebuah struktur yang berperan sangat penting untuk menopang beban diatasnya. Pondasi tiang pancang termasuk ke dalam bagian struktur bawah bangunan yang berguna untuk menahan beban aksial dan juga beban lateral pada perencanaannya. Tiang pancang yang digunakan pada penelitian ini merupakan tipe tiang pancang panjang ujung bebas yang memiliki berbagai bentuk penampang antara lain: tiang pancang segitiga, bujur sangkar dan lingkaran dengan jenis tanah kohesif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung pondasi tiang pancang ujung bebas akibat gaya lateral, pemodelan Rodit berbasis MIT App Inventor dan juga melakukan perbandingan hasil perhitungan manual dengan Rodit. Hasil penelitian ini dapat mengetahui besarnya gaya lateral ultimit (Qu), gaya lateral ijin (QIjin), defleksi (y0) dan rotasi (θ) yang terjadi pada pondasi tiang tiang pancang tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Brom’s. Dari hasil perbandingan perhitungan manual dengan model Rodit diperoleh hasil Qu = 1.195,012 kg, Qijin = 478 kg, defleksi tiang (y0) = 0,475 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00205 rad, untuk tiang pancang bujur sangkar memiliki hasil Qu = 3.111,58 kg, Qijin = 1.244,63 kg, defleksi tiang pancang (y0) = 0,993 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,0031 rad dan tiang pancang lingkaran memiliki hasil Qu = 6.572,98 kg, Qijin = 2.629,19 kg, defleksi tiang pancang (y0) = 0,777 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00181 rad. Selisih yang didapat sebesar 0 dengan presentase error 0%.
Analisis Kinerja Kereta Api Bandara (Studi Kasus: Bandara Internasional Yogyakarta) Puspayoga, Ghea Azizah; Setiyowarno, Djoko; Hartanto, Daniel
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.10340

Abstract

Seiring berjalannya waktu, pelayanan penumpang transportasi udara sudah meningkat, salah satunya adalah terwujudnya keterpaduan transportasi umum menuju bandara. Salah satunya adalah menggunakan kereta api bandara. PT Railink menyediakan jasa kereta bandara untuk memudahkan penumpang pesawat menuju bandara. Bandara Internasional Yogyakarta mulai menggunakan kereta bandara sebagai moda pendukung keterpaduan transportasi antar moda sejak tahun 2021. Namun, seiring berjalannya waktu dan penghapusan terkait pembatasan perjalanan jarak jauh akibat pandemic COVID, kereta bandara di Bandara Internasional Yogyakarta mengalami kelonjakan penumpang, tercatat pada tahun 2022 sebanyak 1.071.216 penumpang menggunakan kereta bandara sebagai moda penghubung. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kinerja kereta api Bandara Internasional Yogyakarta selama 2 tahun terakhir dengan menggunakan 100 responden dan memakai metode pengujian Customer Satisfaction Index. Hasil dari pengujian menggunakan metode Customer Satisfaction Index pada kereta api Bandara Internasional Yogyakarta adalah 86%, angka tingkat kepuasan ini dikategorikan ke dalam tingkat very good atau sangat baik.
Perencanaan Ulang Struktur Bangunan Gedung Training Center (Jalan Durian Raya, Banyumanik Semarang) Perkasa, Febry Candra; Messara, Hugo; Widianto, David; Setiadi, Budi
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.3701

Abstract

Building is one of the places used for student activities both for entertainment, lectures to work, especially in major cities.This building is functioned as a Training Center for students and lecturers. Building with a height of 32 meters with 8 floors and 1 roof floor with a land area of 3192 m2  and a building area of 5616 m2. The building has a shearwall in the directions of x and in the central of structure.A structure of training center building use indonesian code SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, SNI 1727:2019, PBI 1971and PPURG. Planning of the lower structure includes the foundation, pilecaps, and tiebeam. While planning of the upper structure includes beam, column, floor plates, stairs, and shearwall. To calculate the moments and reactions to the building using ETABS version 16.The result of planning floor slabs and roof slabs with a thickness of 13 cm. Beam design planning BI-A = 350 x 700, BI-B = 250 x . 500 , BA = 200 x 300. Column planning design K1 = 500 x 500, K2 = 450 x 450, K3 = 400 x 400, K4 = 350 x 350. Design planning of pile foundation 30 cm with a depth of 20 meters.
Analisis Perbandingan Penggunaan Kapur Dolomite, Kulit Telur Puyuh, Natrium Hidroksida Terhadap Karakteristik dan Kandungan Mineral Tanah (Studi Kasus Lokasi X Kota Semarang) Setyaningtyas, Novi Ayu; Ayuliani, Indah; Setiadi, Budi; Wahyuni, Maria
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.10269

Abstract

Tanah menjadi bagian penting dan menjadi dasar dalam suatu struktur atau konstruksi, baik konstruksi bangunan, jalan, maupun infrastruktur lain. Sifat-sifat dan jenis tanah di lapangan bervariasi, sebagai contoh adanya tanah ekspansif yang mempunyai sifat mudah mengalami pengembangan dan penyusutan. Sifat ini mampu merusak bangunan yang berdiri diatasnya. Sampel tanah yang diteliti adalah tanah di Lokasi X Kota Semarang dan dilakukan pengujian mineral x-ray fluorescence (XRF), pengujian saringan dan analisis hidrometer, index properties, atterberg limit, dan swelling test. Hasil uji XRF menunjukkan mineral dominan adalah Si (silikon) sebesar 54,6%, uji saringan dan analisis hidrometer menghasilkan persentase dominan sand sebesar 54,78% sehingga nilai koefisien keseragaman (Cu) = 20,0 dan koefisien gradasi (Cc)= 0,8 dan dikategorikan tanah bergradasi buruk, nilai kadar air alami 21,83%, berat jenis tanah (Gs) sebesar 2,463 dan tergolong halloysite, nilai index plasticity (IP) sebesar 18,46% sehingga termasuk kategori tanah dengan potensi pengembangan sedang dan agak ekspansif. Upaya stabilisasi dilakukan dengan penambahan kapur dolomite (CaO + MgO), kulit telur puyuh (CaCO3 + MgCO3), natrium hidroksida (NaOH) dengan masing-masing kadar 5%, 10%, 15%. Berdasarkan uji atterberg limit nilai IP dengan penambahan kapur dolomite 5%, 10%, dan 15% adalah 20,18%;  19,10%; dan 16,95%, nilai IP untuk  penambahan bahan kulit telur puyuh adalah 19,00%; 18,24%;  dan 16,78%, nilai IP untuk penambahan bahan NaOH yaitu 18,67%; 17,32%; dan  16,45%. Hasil nilai berat jenis tanah (Gs) kapur dolomite yaitu 2,79; 2,35; dan 2,16, Gs kulit telur puyuh yaitu 2,71; 2,40; dan 2,31, Gs  NaOH yaitu 2,73; 2,52; dan 2,31. Hasil swelling test tanah asli mengalami pengembangan 0,40 mm, nilai swelling tanah dengan penambahan kapur dolomite yaitu 0,69 mm; 0,30 mm; dan 0,10 mm, nilai swelling kulit telur puyuh yaitu 0,42 mm; 0,03 mm; dan 0,00 mm. Hasil swelling test NaOH 0,16 mm; 0,02 mm; 0,00 mm. Berdasarkan data yang diperoleh maka bahan tambah yang dianggap baik dan efektif untuk memperbaiki dan mengurangi tingkat pengembangan adalah NaOH.  
Analisis Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Prefabricated Vertical Drain Kombinasi Vacuum Dan Preloading (Studi Kasus Pada Proyek X) Di Perumahan Semarang Timur Hakim, Lukman; Wahyuni, Maria; Karlinasari, Rinda
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.5731

Abstract

Tanah lunak menjadi salah satu kendala ketika proses konstruksi berlangsung di atas tanah ini seperti konsolidasi tanah yang cukup lama. Konsolidasi tanah berkaitan dengan tekanan air pori dan tekanan air pori berlebih di dalam tanah ketika saat beban bekerja.. Tanah lunak memiliki tekanan air pori yang besar, sehingga diperlukan perbaikan tanah. Perbaikan tanah lunak dalam penelitian ini menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) kombinasi vacuum dan preloading. Pemodelan perhitungan dilakukan secara numeris dengan software PLAXIS V20. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya penurunan tanah dan excess pore pressure tiap masing-masing pemodelan. Perbaikan tanah PVD kombinasi vacuum dan preloading jarak PVD 1 m, kedalaman PVD 24,5 m, tekanan vacuum 80 kPa, tinggi timbunan 2 m dan tinggi preloading 2 m.  Hasil pemodelan secara numeris PVD kombinasi preloading ketika masa akhir konstruksi dengan total waktu 78 hari penurunan konsolidasi sebesar 0,514 m dengan excess pore pressure 0,6509 kN/m2 dan nilai safety factor sebesar 1,725. Hasil pemodelan secara numeris PVD kombinasi vacuum ketika masa akhir konstruksi dengan total waktu 204 hari penurunan konsolidasi sebesar 0,229 m dengan excess pore pressure 0,8683 kN/m2 dan nilai safety factor sebesar 3,55.
Analisis Potensi Laju Sedimentasi pada Waduk (Studi Kasus Waduk Cengklik Kabupaten Boyolali) Bhasia, Vardanella vinaya; Puspita, Nanda Tasya Surya; Santosa, Budi; Mulyanto, Yohanes Yuli
G-SMART Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i2.10205

Abstract

Sedimentasi pada Waduk Cengklik terjadi akibat erosi pada kawasan sekitarnya (Daerah Aliran Sungai Waduk Cengklik). Erosi tersebut terjadi karena air hujan jatuh pada lahan terbuka. Sedimentasi mempengaruhi pengurangan daya tampung air dalam waduk. Berdasarkan catatan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo kapasitas daya tampung air Waduk Cengklik sebesar 17,5 juta m3 pada tahun 1970. Namun tampungan pada air waduk dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Misalnya pada tahun 1998 kapasitas air waduk menjadi 12,5 juta m3, dan pada tahun 2019 hanya mampu menampung air sebanyak 9 juta m3. Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo nilai sedimentasi pada Waduk Cengklik pada tahun 2020 sebesar 18,82 ton/ha/tahun. Selain erosi, terjadinya sedimentasi pada Waduk Cengklik juga disebabkan oleh sisa pakan ikan pada keramba-keramba dan pertumbuhan eceng gondok (sebagai sedimen terapung) yang cukup besar.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi  laju erosi dan laju sedimentasi yang terjadi pada Waduk Cengklik. Untuk menganalisis potensi laju erosi dan sedimentasi ini digunakan metode RUSLE. Adapun untuk pengolahan data digunakan software ArcGIS. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data curah hujan, peta DAS, data jenis tanah, data kemiringan lereng dan data penggunaan lahan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa luas cakupan wilayah DAS Waduk Cengklik sebesar 8,6495 Km2 atau 864,95 Ha. Potensi laju erosi (Ea) pada DAS Waduk Cengklik mencakup 5 desa, yang meliputi Desa Demangan, Desa Kepoh, Desa Ngargorejo, Desa Senting dan Desa Sobokerto. Nilai total potensi laju erosi sebesar 412,04 ton/ha/tahun. Berdasarkan kriteria erosi yang diterbitkan oleh Kementerian Kehutanan (1998) dalam Santoso (2014), erosi DAS Waduk Cengklik termasuk dalam klasifikasi erosi berat. Potensi laju erosi yang terjadi pada 5 desa di DAS Waduk Cengklik didapatkan bahwa Desa Kepoh merupakan wilayah yang menyumbang tingkat erosi yang sangat berat dengan nilai erosi sebesar 640,69 ton/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian dengan pengolahan data ArcGIS untuk penetapan jenis tanah wilayah  DAS Bengawan Solo ditemukan 2 jenis tanah yang meliputi jenis tanah Mediteran dan jenis Tanah Grumusol. Jenis tanah Mediteran merupakan jenis tanah yang mendominasi dan sebagai penyumbang terjadinya erosi terbesar pada DAS Waduk Cengklik. Berdasarkan hasil olah data dengan menggunakan ArcGIS untuk penetapan tata guna lahan wilayah DAS Bengawan Solo ditemukan bahwa wilayah permukiman dan sawah mendominasi sebagai penyumbang utama terjadinya erosi. Potensi laju sedimentasi pada Waduk Cengklik sebesar 275502,84 m3/tahun.

Page 10 of 10 | Total Record : 96