cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
Re-Design Struktur “Encased Composite Member” (Studi Kasus: Rumah Sakit Panti Rahayu, Yogyakarta) Wiryanto Chandra; David Widianto; Maria Wahyuni
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10584

Abstract

Desain konstruksi baja struktural dan beton bertulang pada kolom komposit baja terselubungi beton belum menerima tingkat perhatian yang sama dengan kolom baja atau beton bertulang. Hal ini dapat dilihat dari ketentuan yang tidak lengkap dan terkadang saling bertentangan untuk kolom komposit dengan profil terselubung beton dan standar ketentuan desain masa ini. Sebagai contoh, ketentuan untuk kolom komposit beton terencas dalam Kode American Concrete Institute (ACI) (ACI 318) dan Spesifikasi AISC-LRFD telah terbukti memberikan nilai kekuatan yang berbeda secara signifikan, karena masing-masing memperlakukan kolom komposit melalui perluasan kriteria untuk anggota beton bertulang dan baja.NEHRP Recommended Provisions (NEHRP 1994, 1997) dan AISC/LRFD Seismic Provisions (Seismic 1997) menjelaskan tidak ada kriteria yang terkode dalam desain kolom komposit di Amerika Serikat untuk daerah yang memiliki tingkat kegempaan tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi geografis yang berbeda dengan di Indonesia yang memiliki lempeng bumi yang lebih aktif. Aplikasi terbaru dari kolom komposit dengan encased composite member sebagai alternatif yang efisien secara biaya untuk kolom baja dalam bangunan tinggi dan perkembangan terkait beton kekuatan tinggi dan desain gempa mendorong ulasan perilaku kolom komposit dan ketentuan desain saat ini
Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan (Studi Kasus Kampus Bendan Unika Soegijapranata) Eko Erfianto; Djoko Suwarno; Daniel Hartanto
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10569

Abstract

Kota Semarang sering dilanda banjir, baik banjir harian akibat rob ataupun banjir sungai yang datang tiap musim  hujan. Perubahan tata guna lahan dari hutan menjadi areal pemukiman/real estate mengakibatkan kenaikan debit puncak menjadi 5-20 kali. Alih fungsi lahan mengakibatkan bencana alam karena air hujan yang seharusnya menyerap (infiltrasi) ke dalam tanah tetapi tidak bisa (terjadi runoff) karena terhalang material seperti beton, aspal serta material lainnya. Salah satu alternatif guna mengurangi laju runoff air hujan adalah dengan membentuk resapan dan menggunakan sistem pemanenan air hujan atau sering disebut rain harvesting. Pemanenan air hujan atau yang biasa dikenal dengan istilah rain harvesting merupakan sumber daya alternatif yang pemanfaatnnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku. Sistem pemanenan air hujan yang dilakukan pada daerah hulu dapat menjadi penghambat banjir di wilayah hilir karena air yang seharusnya mengalir (runoff) akan masuk ke tampungan-tampungan pada sistem pemanenan air hujan ini (pengurangan debit air yang langsung menuju hulu). Pemilihan objek penelitian pada kampus bendan Universitas Katolik Soegijapranata karena lokasinya yang berada pada daerah Kota Semarang atas sehingga dinilai tepat jika menerapkan kebutuhan air dengan menggunakan sistem pemanenan air hujan agar mengurangi aliran permukaan (runoff) pada daerah Kota Semarang bawah. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data umum dan data teknis lokasi penelitian, kemudian dianalisis menggunakan acuan SNI 03-6481 Tahun 2000 dan SNI 03-7065 Tahun 2005 tentang Sistem Plumbing. Hasil penelitian ini adalah jumlah air hujan yang dapat ditampung dan kebutuhan sehari-hari Civitas Academica Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Analisis Pengaruh Penggunaan Serat Baja 3D Dramix Dan Baja Tulangan Ditinjau Terhadap Kuat Lentur Dan Pola Retak Permukaan Pada Beton (Analysis of the Effect of Using Steel Fiber and Reinforcing Steel on Flexural Strength and Surface Crack Pattern in Concrete) Sandy Bunawan; Candra Yogi Pratama; Gabriel J.P. Ghewa; Widija Suseno
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10881

Abstract

Beton merupakan salah satu material yang mempunyai kelebihan pada kuat tekannya namun lemah pada kuat tariknya, hal ini menjadikan beton termasuk material yang getas. Penambahan baja tulangan pada beton sering digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Seiring dengan berkembangnya teknologi beton, bahan lain yang dapat mengatasi kelemahan beton dari segi kuat tariknya yaitu serat baja. Hal ini dikarenakan serat baja bekerja secara komposit dengan campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat lentur dan pola retak beton serat baja dengan beton bertulang. Penelitian ini terdiri dari dua jenis sampel uji balok beton yaitu balok beton bertulang dan balok beton serat baja dengan mutu beton fc’ 25 MPa dengan masing-masing sampel sebanyak 3 sampel. Sampel uji balok beton bertulang ditambah baja tulangan polos diameter 8 mm, sedangkan balok serat baja ditambah serat baja tipe ujung kait 3D Dramix 80/60 BG. Benda uji balok beton mempunyai ukuran 15 cm × 15 cm × 60 cm. Uji kuat lentur dilakukan pada saat beton berumur 14 dan 28 hari. Berdasarkan uji kuat lentur diperoleh rata-rata hasil kuat lentur balok beton bertulang sebesar 14,64 MPa pada umur 14 hari dan 16,25 MPa pada umur 28 hari, sedangkan untuk balok beton serat baja nilai kuat lentur rata-rata sebesar 7, 38 MPa pada umur 14 hari dan 8,14 MPa pada umur 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kuat lentur balok beton bertulang 50% lebih besar dibandingkan beton serat baja. 
Analisis Model Perencanaan Abutmen Jembatan Bendosari Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Dayinta Wahya Bhyantara; Bimo Rahmanto; Maria Wahyuni; David Widianto
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10882

Abstract

Saat ini banyak sekali pembangunan yang menggunakan lahan-lahan kosong. Namun tidak semua tanah dapat digunakan untuk pembangunan. Tanah memiliki dua kondisi yaitu tanah dalam keadaan normal dan tanah dalam keadaan khusus. Pertimbangan faktor dalam tanah yaitu jenis tanah, daya dukung tanah, parameter tanah, kedalaman tanah keras dan lainnya. Pembangunan jembatan Bendosari didesain untuk pejalan kaki, kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4, menggunakan jenis jembatan gelagar dengan bentang jembatan sepanjang 37,6 meter dan lebar jembatan 4 meter. Kerusakan pada struktur jembatan terindikasi muncul setelah retakan pada permukaan jalan yang lama kelamaan semakin melebar sampai tidak bisa dilewati kendaraan roda 2. Akibat terputusnya jembatan Bendosari menyebabkan delapan rumah yang tidak jauh dari jembatan mengalami rusak dan roboh karena tanah yang ikut longsor. Hasil dari pengujian tanah pada lapangan dan laboratorium mengidentifikasikan tanah silt dan meiliki karakter tanah yang apabila kering keras seperti batu dan sebaliknya apabila terkena air akan menjadi bubur. Pemodelan abutmen pada SAP 2000 yang dilakukan untuk kondisi tanah pada hasil yang sudah diuji adalah memperbesar lebar dimensi abutmen dari 0,75 m menjadi 1,8 m, dimensi balok anak dari 0,3 m x 0,45 m menjadi 0,4 m x 0,5 m, dan balok induk dari 0,4 m x 0,6 m menjadi 0,55 m x 0,6 m. Untuk bangunan tambahan lainnya untuk memperpanjang umur dari abutmen dilakukan dengan menambah wing wall yang panjang dan pemasangan pondasi sumuran yang berdiameter 2 m dengan kedalaman 5 m di bawah kaki abutmen.
Analisis Perbandingan Nilai Lendutan Pelat Lantai Beton Bertulang Menggunakan Analisa Struktur Berdasarkan SNI 2847:2019 dan Abaqus Cae Lie, Nathanael Amando; Alo, Venchent May
G-SMART Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i1.11589

Abstract

Bangunan terdiri dari aspek struktur dan non struktural. Perilaku struktur merupakan salah satu bagian dari konsep struktural pada ilmu teknik sipil. Perilaku yang dapat terjadi pada beberapa elemen struktur adalah lendutan. Standar Nasional Indonesia 2847:2019 merupakan acuan bagi persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung yang mengacu pada American Concrete Institute (ACI 318-14). Abaqus CAE merupakan beberapa aplikasi pendukung yang dapat digunakan untuk melakukan pemodelan dan evaluasi perilaku struktur yang juga didasarkan pada ACI 318-14. Meskipun demikian, penelitian mengenai perbandingan komparasi nilai lendutan terhadap kedua metode yang terjadi pada pelat lantai beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019 dan Abaqus CAE belum pernah dilakukan sehingga tujuan penelitian ini adalah melakukan komparasi nilai lendutan terhadap kedua metode yang terjadi pada pelat lantai beton bertulang berdasarkan SNI 2847:2019 dan Abaqus CAE. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan SAP 2000 dan Abaqus CAE. Hasil analisis struktur pelat lantai tanpa balok anak berdasarkan SNI 2847:2019 dan aplikasi Abaqus CAE memiliki output nilai lendutan yang hampir sama dengan selisih 3,44%. Permodelan menggunakan balok anak arah melintang menunjukkan reduksi nilai lendutan yang signifikan yaitu 197,74 mm. Namun nilai ini belum memenuhi syarat yang diizinkan.
Analisis Pengaruh Penambahan Shear Wall Terhadap Periode Getar Awal dan Akhir Struktur Berdasarkan SNI (Rumah Sakit X) Zakarya, Dodo; Cahyono, Ting Novelyna Henry; Ghewa, Gabriel Jose Posenti; Yuli M, Yohanes
G-SMART Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i1.11751

Abstract

Yogyakarta secara struktural merupakan daerah dengan aktivitas seismik yang cukup tinggi yang disebabkan wilayah tersebut berbatasan dengan zona tumbukan lempeng samudera Indonesia. Gaya lateral baik gaya angin maupun gaya gempa sangat berpengaruh pada bangunan tingkat tinggi maka perlu dihitungkan pada proses perencanaan. Penambahan shear wall bertujuan untuk menahan gaya lateral dan gaya gravitasi sebuah bangunan tingkat tinggi karena kekakuannya lebih besar dari elemen struktur lainnya sehingga dimensi struktur lain dapat diperkecil. Dengan adanya penambahan helipad, struktur gedung ini diharapkan harus kuat menahan beban gempa dan beban dari helikopter yang akan mendarat di rooftop rumah sakit tersebut. Adanya aplikasi ETABS dapat membantu merancang gedung sesuai dengan ukuran dan kekuatan yang diinginkan. Hasil analisis pengaruh penambahan shear wall terhadap periode getar awal dan akhir struktur rumah sakit dapat ditarik kesimpulan mengalami penurunan perode getar struktur dan perencanaan Shear wall mampu meningkatkan level kinerja struktur yang semula 81.49% menjadi 86.82% pada arah x dan 81.56% menjadi 86.66% pada arah y. Hasil analisis ini belum mampu memenuhi syarat minimum SNI sebesar 90%. Saran yang dapat diberikan dibedakan pada dimensinya dan dibuat beberapa tipe balok dan kolom, menambah mutu beton dan mutu baja serta diameter baja tulangan dalam pemodelan struktur. Perhitungan beban ditambahkan lebih detail seperti beban angin, hujan, finishing maupun mekanikal elektrikal dan plumbing. Menambah titik shear wall dan menambah jarak antar kolom portal untuk menaikkan level kinerja struktur.
Analisis Potensi Tinggi Genangan Air Rob di Kota Semarang Menggunakan Aplikasi ArcGis Nando, Thira
G-SMART Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i1.10596

Abstract

Semarang merupkan salah satu kota besar di Pulau Jawa yang sangat rawan terkena banjir rob. Untuk mengurangi risiko banjir rob, pengelola bancana dan perencanan kota, membutuhkan sistem perencanaan yang baik brdasarkan peta risiko bencana wilayah kota. Untuk mengembangkan peta risiko bencana, terlebih dahulu dilakukan validasi dan prediksi banjir rob untuk menghasilkan peta bahaya banjir rob untuk menghasilkan peta bahya banjir rob di Kota Semarang. Simulasi model digunakan untuk mengetahui konisi genangan rob di tahun 2022 dan tahun 2032. Analisis prediksi pasang surut merupakan metode yang digunakan untuk membuat model tersebut dengan mengunakan data model elevasi digital (DEM) yang diinformasikan menggunakn skenario peramalan. Pemodelan yang dijalankan adalah (1) pemodelan genangan akibat penurunan muka tanah dan pasang surut di tahun 2022 serta (2) pemodelan genangan akibat penurunan muka tanah dan pasang surut di tahun 2032. Pemodelan ini dilakukan dengan amumsi bahwa tidak ada konservasi kawasan pesisir selama 10 tahun ke depan dan tidak ada perubahan penggunaan lahan. Hasil skenario menunjukan bahwa luas genangan dengan pemodelan 2 lebih besar dari pemodelan 1, yaitu 52,52 Ha (2022) 53,53 Ha (2032). Pengoptimalan Pelabuhan dan tanggul di sepanjang pantai di Kota Semarang sebagai penahan banjir merupakan salah satu upaya penanggulangan banjir rob yang cukup efektif
Analisis dan Perencanaan Penyediaan Air Baku Menggunakan Program Epanet 2.2 Di Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang Almaida, Achmad Iqbal; Firdaus, Teezar Muhammad; Santosa, Budi; Mulyanto, Yohanes Yuli
G-SMART Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i1.11841

Abstract

Pada tahun 2023, sebagian wilayah Kabupaten Semarang, termasuk Desa Plumutan di Kecamatan Bancak, mengalami dampak dari bencana kekeringan. Kekeringan merupakan bencana yang timbul akibat kurangnya ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air baku yang dibutuhkan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan ini, direncanakan sistem jaringan distribusi air baku yang dapat memenuhi kebutuhan air di Desa Plumutan dari tahun 2023 hingga 2043. Kebutuhan air baku dihitung berdasarkan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk, dianalisis menggunakan metode eksponensial, serta ketersediaan air di Sungai Tuntang, dianalisis menggunakan metode Mock. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air baku di Desa Plumutan per 5 tahun dari tahun 2023 hingga 2043 bervariasi. Jumlah terendah terjadi pada tahun 2028 sebesar 0,0036 m3/dtk dengan jumlah penduduk 3.496 jiwa, sementara tertinggi mencapai 0,0046 m3/dtk pada tahun 2043 dengan jumlah penduduk 4.393 jiwa. Hasil analisis ketersediaan air menunjukkan nilai terendah pada bulan Oktober, yaitu sebesar 0,398 m3/dtk, dan nilai tertinggi pada bulan Januari, yaitu sebesar 8,890 m3/dtk. Perencanaan jaringan distribusi air baku dilakukan menggunakan program Epanet 2.2 dengan penggunaan jenis pipa HDPE dengan berbagai diameter, termasuk 140 mm, 90 mm, 75 mm, dan 50 mm.
Pengaruh Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) Terhadap Kuat Lentur Beton Putera, Bima Herdiana; prasetyo, purnomo eko; Mulyanto, Yohanes Yuli; Setiyadi, Budi
G-SMART Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i1.10751

Abstract

Beton merupakan material struktur bangunan dan memberikan beberapa kelebihan, seperti desain yang bervariasi, tahan api dan biaya yang relatif murah. Namun dari segala aspek kelebihan yang diberikan oleh beton, masih terdapat satu kekurangan yaitu kuat tarik yang relatif rendah. Karena beton hanya mampu menerima tegangan tekan, maka diperlukan suatu material yang mampu menambah kekuatan tarik beton. Dengan kekurangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menahan tegangan tarik dengan menggunakan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). Penelitian ini menggunakan benda uji yang berbentuk balok beton yang berukuran 15 cm × 15 cm × 60 cm dengan mutu beton fc´ 25 MPa. Selain itu juga dibuat benda uji balok beton bertulang BjTP 8. Untuk bahan perkuatan digunakan epoxy resin sebagai lem dan GFRP berjenis woven roving. Pengujian kuat tekan menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata 26,80 MPa. Pengujian kuat lentur yang dihasilkan dari penggunaan GFRP pada balok beton tanpa tulangan mengalami kenaikan sebesar 163 %. Penggunaan GFRP pada benda uji balok beton bertulang mengalami peningkatan sebesar 140 %.
Optimalisasi Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan Program PTV Vissim (Studi Kasus : Simpang Peterongan dan Simpang Ahmad Yani) Cahya P. P, Aditia; Angelica, Eurene Gracia; Setijowarno, Djoko; Hartanto, Daniel
G-SMART Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v8i1.11477

Abstract

Transportasi merupakan elemen krusial dalam kehidupan kota, pemerintahan, dan masyarakat. Pertumbuhan signifikan kendaraan bermotor di Kota Semarang yang tidak diiringi dengan peningkatan yang sebanding pada prasarana transportasi mengakibatkan masalah seperti antrian panjang pada beberapa simpang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalisir terjadinya kemacetan dengan melakukan optimalisasi kinerja simpang. Perhitungan kinerja simpang kondisi eksisting dilakukan untuk mendapatkan nilai kinerja pada kondisi eksisting. Selanjutnya, dilakukan optimalisasi untuk mendapatkan nilai kinerja yang lebih baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan PKJI 2023 dan menggunakan program PTV Vissim untuk mendapatkan nilai kinerja simpang kondisi eksisting dan nilai kinerja simpang setelah dilakukan optimalisasi. Dari hasil analisis menggunakan metode PKJI 2023, Simpang Ahmad Yani mengalami peningkatan kinerja simpang dari kategori LoS F menjadi C, sedangkan Simpang Peterongan dari kategori LoS F menjadi C. Untuk hasil analisis  menggunakan program PTV Vissim, Simpang Ahmad Yani mengalami peningkatan kinerja simpang dari kategori LoS E menjadi B, sedangkan Simpang Peterongan dari kategori LoS D menjadi B.

Page 9 of 10 | Total Record : 96