cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
Pengaruh Penggunaan High Damper Rubber Bearing Pada Gedung Bertingkat Ditinjau Terhadap Level Kinerja Struktur Dengan Metode Analisis Time History (Studi Kasus: Pembangungan Gedung Hotel) Friedrich Adescanius Suryawinata; Tavio Fortino Tirtosugondo; Gabriel Ghewa; David Widianto; Daniel Hartanto
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4466

Abstract

Kota Yogyakarta terkhususnya kabupaten Kulon Progo merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi pada beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, pembangunan gedung harus diberi penahan gempa yang biasa disebut dengan base isolator. Base isolator yang digunakan pada penelitian ini berjenis high damper rubber bearing. Perencanaan struktur tahan gempa ini menggunakan metode time history dengan memberikan riwayat gempa yang pernah terjadi sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas base isolator pada struktur gedung dengan membandingkan struktur gedung yang sudah dipasang base isolator dengan struktur gedung fixed base dan untuk membandingkan level kinerja struktur. Hasil pemodelan struktur berupa nilai displacement dan level kinerja struktur berdasarkan sendi plastis yang terjadi. Berdasarkan hasil pemodelan, didapatkan hasil displacement pada struktur gedung fixed base pada arah X sebesar 10,57 cm dan pada arah Y sebesar 31,09 cm. Pada struktur gedung menggunakan base isolator didapatkan displacement pada arah X sebesar 4,135 cm dan pada arah Y sebesar 6,327. Berdasarkan hasil ini artinya displacement pada struktur dengan base isolator direduksi 60,9% pada arah X dan 79,6% pada arah Y. Berdasarkan standar ATC 40 serta FEMA 356 dan FEMA 440 didapatkan level kinerja pada struktur fixed base Collapse Prevention (CP) dan pada struktur menggunakan base isolator didapatkan level kinerja Immidiate Occupancy (IO).
Perencanaan Struktur Gedung Rumah Sakit Dengan Shearwall Menggunakan Permodelan ETABS 2018 V18.1.0 Maria Carmenina Wening Tungga Hayu; Alicia Nugraheni; Widija Suseno Widjaja; Budi Setiadi
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4704

Abstract

Ditinjau dari segi umur, jumlah penduduk kota Semarang memiliki 70% dengan usia produktif dan 30% sisanya termasuk dalam usia balita dan lansia. Mayoritas penduduk pada usia produktif yaitu pelajar dan pekerja memiliki tingkat aktivitas yang tinggi sehingga membutuhkan jaminan kesehatannya. Oleh karena itu, kebutuhan akan rumah sakit akan terus naik seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan pada jumlah lahan yang tersedia pada lokasi yang strategis, keterbatasan lahan pada pembangunan menjadi faktor utama dan dilakukan modifikasi pemodelan struktur gedung tersebut. Kombinasi beban menggunakan beban mati, hidup dan gempa. Perencanaan menggunakan aplikasi perangkat lunak yaitu ETABS 2018 v18.1.0 untuk mendapatkan hasil gaya dalam yang telah dimodelkan. Fungsi lain dari penggunaan aplikasi tersebut yaitu memasukkan gempa pada pemodelan struktur gedung yang mengacu pada SNI 1726:2019 sehingga bangunan tahan terhadap beban gempa yang terjadi. Rumah sakit termasuk dalam kategori resiko IV pada bangunan gedung dan non gedung untuk beban gempa. Analisis gempa meliputi periode fundamental, faktor skala, simpangan dan pengaruh P-Delta. Sistem struktur mengacu pada SNI 2847:2013 dan SNI 2847:2019 menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perhitungan struktur meliputi struktur atas (pelat, balok, kolom, dinding geser, tangga) dan struktur bawah (tie beam, pondasi, pile cap). Perencanaan struktur gedung dimulai dari penentuan lokasi, pengambilan data, pengolahan data, penyusunan gambar struktur, analisa perhitungan struktur dan melakukan penyusunan jadwal pelaksanaan.
Analisis Sempadan Sungai Pepe Kota Surakarta Satria Dinda Pradana; Budi Santosa; Djoko Suwarno
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.5992

Abstract

Sungai Pepe yang berada di Kota Surakarta, adalah salah satu sungai yang sebagian daerah sempadan sungainya saat ini telah mengalami alih fungsi. Pencemaran akibat aktifitas masyarakat yang berada disekitar wilayah sempadan sungai Pepe telah mengakibatkan terjadinya pencemaran air di sungai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang sempadan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 38 tahun 2011. Penelitian ini memanfaatkan program ArcGIS dan peta citra Kota Surakarta untuk menentukan garis sempadan sungai sesuai dengan aturan  Peraturan Pemerintah no 38 Tahun 2011. Hasil dari penelitian menunjukkan semua sungai bertanggul sesuai dengan aturan yang berlaku dan untuk sungai tidak bertanggul ada yang tidak sesuai dengan peraturan yaitu Kelurahan Kepatihan Wetan, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Sudiroprajan, Kelurahan Kedung Lumbu, dan Kelurahan Gandekan. Maka Perlu dilakukan peninjauan kembali oleh pemerintah terhadap pemukiman yang berada di sempadan sungai agar pemanfaatan daerah sempadan sungai sesuai dengan peraturan yang ada dan segera dilakukan perencanaan dan pelaksanaan penataan sempadan Sungai Pepe agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya.Sungai Pepe yang berada di Kota Surakarta, adalah salah satu sungai yang sebagian daerah sempadan sungainya saat ini telah mengalami alih fungsi. Pencemaran akibat aktifitas masyarakat yang berada disekitar wilayah sempadan sungai Pepe telah mengakibatkan terjadinya pencemaran air di sungai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang sempadan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 38 tahun 2011. Penelitian ini memanfaatkan program ArcGIS dan peta citra Kota Surakarta untuk menentukan garis sempadan sungai sesuai dengan aturan  Peraturan Pemerintah no 38 Tahun 2011. Hasil dari penelitian menunjukkan semua sungai bertanggul sesuai dengan aturan yang berlaku dan untuk sungai tidak bertanggul ada yang tidak sesuai dengan peraturan yaitu Kelurahan Kepatihan Wetan, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Sudiroprajan, Kelurahan Kedung Lumbu, dan Kelurahan Gandekan. Maka Perlu dilakukan peninjauan kembali oleh pemerintah terhadap pemukiman yang berada di sempadan sungai agar pemanfaatan daerah sempadan sungai sesuai dengan peraturan yang ada dan segera dilakukan perencanaan dan pelaksanaan penataan sempadan Sungai Pepe agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya
Evaluasi Kinerja Pelayanan Gedung Parkir Terhadap Parkir Di Sepanjang Jalan Pandanaran (Studi Kasus: Kawasan Kuliner) Imanuel Bayu Purnomo; Vitus Erdi Helga Adrian; Djoko Setijowarno; Daniel Hartanto Daniel Hartanto
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.8920

Abstract

Permasalahan parkir sering dijumpai pada kawasan yang memiliki tingkat aktifitas tinggi tapi memiliki tempat parkir terbatas seperti Jalan Pandanaran. Pemerintah kota Semarang telah memberikan penyelesaian masalah dengan menyediakan Gedung Parkir Pandanaran. Gedung Parkir Pandanaran dibangun untuk menampung parkir pengunjung kawasan kuliner. Realita yang terjadi adalah gedung tersebut tidak berfungsi secara optimal dan pengendara lebih memilih parkir di sekitar kawasan kuliner. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja dan permasalahan yang terjadi pada Gedung Parkir Pandanaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui volume maksimum Gedung Parkir saat jam sibuk pada hari libur sebesar 12 unit kendaraan pukul 11.00-12.00 dan saat hari kerja sebesar 38 unit kendaraan pukul 13.00-14.00, volume maksimum pada kawasan kuliner tidak berpengaruh pada jam sibuk gedung parkir. indeks parkir Gedung Parkir Pandaranan tertinggi sebesar 25,68 persen sedangkan kawasan kuliner sebesar 150 persen, sehingga kinerja Gedung Parkir Pandanaran tidak berfungsi optimal. Kebutuhan total ruang parkir pada hari libur sebesar 35 unit kendaraan dan hari kerja sebesar 40 unit kendaraan, maka kinerja Gedung Parkir Pandanaran terhadap kebutuhan ruang parkir sudah mencukupi. Hasil survei kuesioner faktor penyebab responden tidak ingin menggunakan Gedung Parkir Pandanaran kembali karena kemudahan manuver kendaraan yang buruk dan kemudahan mencapai tempat perbelanjaan yang sulit
Potensi Penurunan Debit Banjir Di Sungai Jragung Akibat Pembangunan Bendungan Jragung Guntoro Riki Wibisono; Avin Ananta Paranindya; Budi Santosa; Djoko Suwarno
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.10079

Abstract

Daerah Aliran Sungai Jragung pada saat debit banjir yang mengalir cukup besar menyebabkan daerah tengah dan hilir dilanda banjir setiap tahun, bahkan banjir besar di beberapa daerah salah satunya di Bendung Guntur dapat terjadi dua kali dalam setahun, kondisi Daerah Aliran Sungai Jragung sudah sebagian besar terbuka karena hampir 70% berupa kebun dan ladang, tetapi dengan kondisi tersebut masih terdapat oknum yang melakukan kegiatan pembukaan lahan dan illegal logging sehingga pemerintah membuat Bendungan Jragung untuk mereduksi banjir pada aliran Sungai Jragung. Penelitian ini berguna untuk mengetahui debit banjir sebelum ada Bendungan Jragung dan setelah ada Bendungan Jragung sehingga dapat diketahui angka reduksi dari debit banjir pada Sungai Jragung untuk kala ulang 2, 5,1 0, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 Tahun. Untuk menganalisis pengaruh pembangunan Bendungan Jragung terhadap potensi penurunan debit banjir Sungai Jragung pada penelitian ini digunakan analisis Hidrograf Satuan Sintetik dan debit melalui waduk. Penelitian ini menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder dan debit melalui waduk menggunakan metode level pool routing. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah curah hujan peta Daerah Aliran Sungai Jragung, data parameter bendungan, data parameter Daerah Aliran Sungai, dan debit aliran Sungai Jragung. Dari hasil penelitian dapat diketahui debit sebelum ada bendungan yaitu sebagai aliran inflow untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 tahun sebesar sebesar 26,79 m3/det, 36,80 m3/det, 43,46 m3/det, 49,79 m3/det, 58,14 m3/det, 64,53 m3/det, 71,03 m3/det, 79,56 m3/det dan 86,13 m3/det. Untuk hasil penelitian debit setelah ada bendungan sebagai outflow untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 tahun sebesar 24,41 m3/det, 33,46 m3/det, 39,46 m3/det, 45,19 m3/det, 52,90 m3/det, 58,84 m3/det, 64,61 m3/det, 72,30 m3/det, dan 78,22 m3/det. Berdasarkan hasil debit banjir sebelum ada bendungan dan setelah ada bendungan dapat diketahui potensi penurunan debit banjir pada Sungai Jragung untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 tahun sebesar 8,88%, 9,06%, 9,18%, 9,25%, 9,01%, 8,95%, 9,04%, 9,12% dan 9,18%.Kata kunci: debit banjir, hidrograf satuan sintetik snyder, debit melalui waduk.
Kajian Interpretasi Daya Dukung Pondasi Tiang Bor Menggunakan Hasil Uji Beban Statis Aksial Tekan Dan Uji Beban Dinamis (Studi Kasus: Proyek Queen City, Jalan Pemuda Kota Semarang) Hendry Herman Jaya; Maria Wahyuni; Aksan Kawanda
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.4263

Abstract

Pondasi tiang bor merupakah salah satu jenis pondasi dalam yang hingga saat ini masih banyak digunakan, tidak terkecuali pada proyek Queen City yang berlokasi di Jl. Pemuda  Semarang ini. Pada proyek Queen City yang direncanakan dibangun apartemen, hotel, mall dan perkantoran ini menggunakan pondasi tiang bor  diameter 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Penggunaan jenis pondasi ini dipertimbangkan dari hasil penyelidikan tanah terhadap tiga (3) borlog disertai dengan Standard Penetration Test yang menunjukkan jenis tanah dominan tanah lempung serta kondisi di sekitar lokasi proyek yang cukup padat dengan bangunan – bangunan di sekitarnya.  Muka air tanah berdasarkan pengujian ini berada pada kedalaman -12.90 m dari permukaan tanah eksisting. Analisis daya dukung pondasi tiang bor menggunakan metode Meyerhof-Kullhawy dan metode Reese and Wright menunjukkan nilai daya dukung ultimit berturut – turut berkisar antara 199.67 -  344.09 ton, 271.87 - 506.55 ton dan 373.29 - 718.58 ton untuk diameter 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Berdasarkan hasil analisis dari kedua metode ini juga menunjukkan nilai daya dukung selimut tiang lebih dominan dibandingkan dengan daya dukung ujung tiang. Verifikasi daya dukung ultimit pondasi tiang bor menggunakan uji beban aksial tekan memberikan hasil  berturut – turut sebesar 350 ton, 550 ton dan 700 ton untuk diameter 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Verifikasi  daya dukung ultimit pondasi tiang bor diameter 80 cm menggunakan  uji beban dinamis yang telah diolah dengan program CAPWAP memberikan hasil daya dukung ultimit  tiang berkisar antara 628.7 - 784 ton dan untuk diameter 100 cm daya dukung ultimit berkisar antara  602 - 952 ton. Berdasarkan hasil uji beban dinamis juga menunjukkan bahwa daya dukung selimut tiang lebih dominan dibanndingkan dengan daya dukung ujung tiang. Hasil interpretasi uji beban statis aksial tekan pada pondasi tiang bor berdiameter 60 cm dan 80 cm didapatkan bahwa metode Chin memberikan hasil yang konservatif (hasil lebih tinggi) dibandingkan dengan metode Davisson dan metode Mazurkiewicz.
Pemodelan Rodit Untuk Menghitung Gaya Lateral Pada Pondasi Tiang Pancang Ujung Bebas Pada Tanah Kohesif Menggunakan Metode Brom’s Berbasis Mit App Inventor Liong Leandro Lionggono; Ardito Saharuddin; Daniel Hartanto Daniel Hartanto; Hironimus Leong
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.10252

Abstract

Pondasi adalah salah satu bagian awal dari sebuah struktur yang berperan sangat penting untuk menopang beban diatasnya. Pondasi tiang pancang termasuk ke dalam bagian struktur bawah bangunan yang berguna untuk menahan beban aksial dan juga beban lateral pada perencanaannya. Tiang pancang yang digunakan pada penelitian ini merupakan tipe tiang pancang panjang ujung bebas yang memiliki berbagai bentuk penampang antara lain: tiang pancang segitiga, bujur sangkar dan lingkaran dengan jenis tanah kohesif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung pondasi tiang pancang ujung bebas akibat gaya lateral, pemodelan Rodit berbasis MIT App Inventor dan juga melakukan perbandingan hasil perhitungan manual dengan Rodit. Hasil penelitian ini dapat mengetahui besarnya gaya lateral ultimit (Qu), gaya lateral ijin (QIjin), defleksi (y0) dan rotasi (θ) yang terjadi pada pondasi tiang tiang pancang tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Brom’s. Dari hasil perbandingan perhitungan manual dengan model Rodit diperoleh hasil Qu = 1.195,012 kg, Qijin = 478 kg, defleksi tiang (y0) = 0,475 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00205 rad, untuk tiang pancang bujur sangkar memiliki hasil Qu = 3.111,58 kg, Qijin = 1.244,63 kg, defleksi tiang pancang (y0) = 0,993 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,0031 rad dan tiang pancang lingkaran memiliki hasil Qu = 6.572,98 kg, Qijin = 2.629,19 kg, defleksi tiang pancang (y0) = 0,777 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00181 rad. Selisih yang didapat sebesar 0 dengan presentase error 0%.
Optimalisasi Penyediaan Air Baku Di Desa Wiru Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Menggunakan Program Epanet 2.2 Rizky Arnata; Dava Fahrezi Nurtanto; Budi Santosa; Yohanes Yuli Mulyanto
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.10185

Abstract

Kebutuhan air pada penduduk terus meningkat seiring terjadinya peningkatan jumlah penduduk. Aktivitas makhluk hidup terkait dengan kebutuhan air yang tersedia. Kejadian tersebut merupakan suatu yang harus sudah diprediksi dan sudah direncanakan untuk melaksanakan pengoptimalan supaya kebutuhan air tercukupi. Masalah yang dapat menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan air pada penduduk yaitu tersedia atau tidaknya sumber mata air yang mencukupi, untuk memenuhi kebutuhan air pada penduduk pada masa mendatang. Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan air pada penduduk perlu dilakukan upaya optimalisasi dalam penyediaan air baku.Proyeksi pertumbuhan penduduk pada Desa Wiru diperhitungkan dari tahun 2021 hingga 2040. Optimalisasi yang dilaksanakan yaitu menggunakan proyeksi pertumbuhan penduduk pada tahun 2025, 2030, dan 2040. Pertumbuhan penduduk sebesar 3240 orang pada tahun 2025. Untuk 5 tahun yang akan datang pada tahun 2030 diproyeksikan pertumuhan penduduk sebesar 3405 orang. Kemudian pada tahun 2035 sebesar 3578 orang. Pada tahun 2040 sebesar 3760 orang.Jumlah kebutuhan air yang digunakan menggunakan peraturan berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 23 Tahun 2006. Peraturan tersebut dikembangkan dari peraturan Unesco Tahun 2002. Peraturan yang digunakan memberikan kebutuhan air baku sebesar 60 lt/org/hari. Kebutuhan air baku pada tahun 2025 sebesar 3,51 lt/dtk, untuk 5 tahun yang akan datang yaitu pada tahun 2030 sebesar 3,69 lt/dtk, kemudian tahun 2035 sebesar 3,88 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 4,07 lt/dtk.Optimalisasi dalam pemenuhan kebutuhan air baku dilaksanakan pada daerah Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Daerah tersebut terdiri dari Dusun Krajan Wiru, Mojo, Ngelo, Pelem, Jrebeng, dan Kedunglaran. Pemenuhan kebutuhan air tidak mengalami kekurangan dalam pemenuhan air baku terhadap dusun yang terletak pada Desa Wiru. Jumlah air maksimum yang mengalir pada Tahun 2025 sebesar 0,54 lt/dtk, kemudian pada 5 tahun selanjutnya yaitu tahun 2030 sebesar 0,45 lt/dtk, pada tahun 2035 sebesar 0,63 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 1,52 lt/dtk. Ketersediaan air yang tersedia pada Sungai Tuntang memiliki minimal debit air pada 3,22 lt/dtk.Proyeksi pertumbuhan penduduk pada Desa Wiru diperhitungkan dari tahun 2021 hingga 2040. Optimalisasi yang dilaksanakan yaitu menggunakan proyeksi pertumbuhan penduduk pada tahun 2025, 2030, dan 2040. Pertumbuhan penduduk sebesar 3240 orang pada tahun 2025. Untuk 5 tahun yang akan datang pada tahun 2030 diproyeksikan pertumuhan penduduk sebesar 3405 orang. Kemudian pada tahun 2035 sebesar 3578 orang. Pada tahun 2040 sebesar 3760 orang.Jumlah kebutuhan air yang digunakan menggunakan peraturan berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 23 Tahun 2006. Peraturan tersebut dikembangkan dari peraturan Unesco Tahun 2002. Peraturan yang digunakan memberikan kebutuhan air baku sebesar 60 lt/org/hari. Kebutuhan air baku pada tahun 2025 sebesar 3,51 lt/dtk, untuk 5 tahun yang akan datang yaitu pada tahun 2030 sebesar 3,69 lt/dtk, kemudian tahun 2035 sebesar 3,88 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 4,07 lt/dtk.Optimalisasi dalam pemenuhan kebutuhan air baku dilaksanakan pada daerah Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Daerah tersebut terdiri dari Dusun Krajan Wiru, Mojo, Ngelo, Pelem, Jrebeng, dan Kedunglaran. Pemenuhan kebutuhan air tidak mengalami kekurangan dalam pemenuhan air baku terhadap dusun yang terletak pada Desa Wiru. Jumlah air maksimum yang mengalir pada Tahun 2025 sebesar 0,54 lt/dtk, kemudian pada 5 tahun selanjutnya yaitu tahun 2030 sebesar 0,45 lt/dtk, pada tahun 2035 sebesar 0,63 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 1,52 lt/dtk. Ketersediaan air yang tersedia pada Sungai Tuntang memiliki minimal debit air pada 3,22 lt/dtk.
Karakteristik Dan Persepsi Penumpang Terhadap Pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor III Antonia O. S. D. Araujo; Indah N. Ismiaji; Djoko Setijowarno; Budi Setiadi
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.11127

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pengguna BRT Trans Semarang Koridor III cenderung bervariasi, termasuk usia, pekerjaan, pendidikan, dan tingkat pendapatan. Secara umum, mayoritas responden merasa puas dengan pelayanan BRT ini adalah sebagai berikut: Jenis kelamin penumpang: Perempuan 64 persen, usia penumpang 20-30 tahun: 37 persen, pendidikan penumpang S1: 40,5 persen, jenis pekerjaan responden pelajar: 39 persen, insensitas perjalanan dalam seminggu 5-6 kali: 69 persen. Karakteristik perjalanan penumpang Bus Trans Semarang Koridor III, lokasi asal dan tujuan perjalanan responden, rumah atau kos: 44,5 persen. Intensitas menggunakan Bus Trans Semarang dalam seminggu 3-4 kali: 38 persen. Moda lanjutan kebanyakan jalan kaki: 65,5 persen. Pergantian moda 1 kali: 65,5 persen. Biaya perjalanan dari asal sampai tujuan kurang dari Rp 5.000: 84,5 persen. Persepsi terhadap halte (jarak dan kondisi), penting: 52,5 persen. Persepsi terhadap waktu tempuh atau lama perjalanan sehari-hari, penting: 50,62 persen. Waktu tunggu penumpang, penting: 49,33 persen. Persepsi terhadap petugas Bus Trans Semarang sudah baik: 59,68 persen. Persepsi terhadap fasilitas di dalam bus, penting: 46,80 persen. Headway weekend di hari sabtu menunjukkan rata-rata sebesar 4,6 menit dan weekend di hari minggu menunjukkan rata-rata sebesar 4,7 menit. Berdasarkan survei load factor Bus Trans Semarang yang melayani jalur Koridor III Pelabuhan Tanjung Emas pada tahun 2022 bulan Januari-Desember dan tahun 2023 bulan Januari-Juni. Diketahui rata-rata load factor pada tahun 2022 mencapai 94.37 persen dan di tahun 2023 rata-rata load factor sampai bulan Juni mencapai 99,21 persen.
Analisis Pengaruh Penggunaan High Damping Rubber Bearing (Hdrb) Terhadap Level Kinerja Struktur Dengan Analisis Non-Linear Time History (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung X) Alfredo Tjokrohadi; Christopher Aditya Cahya Dewata; Gabriel Jose Posenti Ghewa; Budi Setiadi
G-SMART Vol 7, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i2.10552

Abstract

Indonesia berada di tiga lempeng tektonik dunia. Lokasi geografis tersebut menyebabkan aktivitas seismik atau gempa bumi yang signifikan dalam hal jumlah dan kekuatan gempa. Untuk itu, perencanaan struktur bangunan harus diperhitungkan dengan tepat. Untuk meminimalisir kerusakan bangunan, perkuatan struktur merupakan salah satu cara mendesain bangunan tahan gempa. Sistem isolasi seismik menggunakan High Damping Rubber Bearing (HDRB) merupakan salah satu pilihannya. Analisis menggunakan data time history diharapkan agar hasil analisis dapat menyerupai keadaan yang sesungguhnya. Analisis gempa pada penelitian ini menggunakan simulasi time history Sumatra Tahun 2007 dengan skala 8,4 Mw. Gempa time history Sumatra berlangsung selama 129 detik. Struktur gedung yang menggunakan base isolator berupa High Damping Rubber Bearing mampu meredam simpangan yang terjadi dengan redaman rata-rata 49,216 %. Selain itu, terlihat bahwa penggunaan High Damping Rubber Bearing dapat menstabilkan displacement lebih baik daripada penggunaan jepit konvensional. High Damping Rubber Bearing mampu mereduksi displacement arah X sebesar 61,790 %, arah Y sebesar 77,853 %, dan arah Z sebesar 52,146 %. Penggunaan High Damping Rubber Bearing dapat menaikan level kinerja struktur Gedung X yang awalnya life safety menjadi level operational.

Page 8 of 10 | Total Record : 96