cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
Campuran Beton Tahan Terhadap Air Rob Dengan Bahan Tambah Fly Ash Dan Viscocrete 3115 ID Ignatius Dinar Bagasrianto; Drajat Adi Satria
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.2647

Abstract

Dijaman globalisasi ini perkembangan penduduk yang semakin pesat berbanding lurus dengan kebutuhan tempat tinggal yang semakin meningkat. Ketersediaan lahan yang semakin sedikit, maka dari itu sering dijumpai pemukiman yang terletak di pesisir pantai. Pada umumnya material yang digunakan pada rumah yang terletak di pesisir terbuat dari struktur beton. Pada penelitian  ini dilakukan penambahan fly ash dan viscocrete 3115 ID sebagai bahan tambah. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan beton yang diberi bahan tambah fly ash dan viscocrete 3115 ID serta dilakukan perawatan menggunakan air rob. Fly ash sebagai bahan tambah pembuatan benda uji ditambahkan dengan kadar 0%, 4%, 5%, 6%, dan 7% yang dibandingkan terhadap berat semen. Sedangkan Viscocrete 3115 ID ash sebagai bahan tambah pembuatan benda uji ditambahkan dengan kadar 0%, dan 2% yang dibandingkan dengan berat semen.   Benda uji yang dibuat  tergolong dalam beton normal karena memiliki berat massa volume antara 2200-2500 kg/m3, yaitu sebesar 2354,382 kg/m3 . Pengujian kuat tekan beton dilakukan di umur ke 7, 28, dan 56 hari yang dilakukan di Laboratorium Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil untuk kuat tekan beton pada hari ke 56 untuk kadar 0%, 4%, 5%, 6%, dan 7% berturut-turut sebesar 16,985 N/mm2; 31,894 N/mm2; 32,460 N/mm2; 34,536 N/mm2; dan 33,782 N/mm2.
Pengaruh Jumlah Pemasangan Soil Nailing Terhadap Peningkatan Faktor Keamanan Lereng Liong Andreas Setiawan Budiharjo; David Christian Mahardhika; Maria Wahyuni; Rinda Karlinasari
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.2465

Abstract

Tanah longsor terjadi pada lereng yang tidak stabil. Lereng pada Jalan Burangrang Raya, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang merupakan salah satu lokasi yang mengalami tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemasangan soil nailing terhadap peningkatan faktor keamanan lereng. Soil nailing berdiameter 10 cm dipasang dengan panjang 11 m. Baja tulangan untuk soil nailing berdiameter 25 mm dengan kuat leleh sebesar 390 MPa. Pemasangan soil nailing divariasi dengan jumlah 2 baris, 3 baris, dan 5 baris. Jarak pemasangan soil nailing kearah horisontal sebesar 2 m, sedangkan kearah vertikal untuk soil nailing 2 baris, 3 baris, dan 5 baris secara berurutan sebesar 4,74 m; 4,74 m; dan 2,37 m. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan lereng sebelum diperkuat sebesar 1,06. Faktor keamanan lereng dengan perkuatan soil nailing sebanyak 2 baris, 3 baris, dan 5 baris pada jangka pendek secara berurutan sebesar 3,18; 3,27; dan 3,43. Pada jangka panjang faktor keamanan lereng dengan perkuatan soil nailing sebanyak 2 baris, 3 baris, dan 5 baris secara berurutan sebesar 2,31; 2,62; dan 2,76. Faktor keamanan lereng dengan perkuatan soil nailing meningkat lebih dari dua kali nilai faktor keamanan lereng tanpa perkuatan. Besarnya faktor keamanan lereng berbanding lurus dengan jumlah soil nailing yang terpasang pada lereng.
Evaluasi Perlintasan Sebidang Jalan Rel dengan Jalan Raya di Kota Semarang Galang Pringgondani; Narendra Dewa Bagaskara; Djoko Setijowarno; Rudatin Ruktiningsih
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.1895

Abstract

Tundaan dan Antrian kendaraan cukup panjang terjadi di Jalan Anjasmoro, Madukoro, Kokrosono karena volume dari ruas jalan yang tidak bertambah yang menyebabkan penyempitan jalan sehingga menyebabkan waktu untuk melintasi ruas jalan tersebut menjadi bertambah lama. Perhitungan tundaan dan panjang antrian berdasarkan data asli dari hasil survei yang dilakukan di Jalan Anjasmoro Raya, Madukoro Raya, Kokrosono. Sedangkan perhitungan konsumsi bahan bakar berdasarkan persamaan dari LAPI-ITB yang kemudian dikonversikan menjadi satuan mobil penumpang. Analisis hubungan antara tundaan dan panjang antrian terhadap konsumsi bahan bakar dilakukan dengan cara menganalisis regresi linier berganda. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, hasil model regresi linier berganda dengan variabel bebas berupa tundaan (X1) dan panjang antrian (X2) terhadap variabel tidak bebas yaitu konsumsi bahan bakar (Y) adalah Y = 0.012 + 0.389 X1 + 0.0008547 X2 untuk pagi hari. Hasil analisis menunjukkan tundaan, panjang antrian tertinggi di perlintasan Madukoro Raya sebesar 273 m dikarekan memiliki jumlah tundaan yang lama dan konsumsi bbm tertinggi diperlintasan Kokrosono sebesar 300.32 liter dikarenakan memiliki tundaan yang lama, semakin tinggi nilai waktu tundaan dan panjang antrian semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang. Berdasarkan ketentuan SK 770 tahun 2005 (LHR x frekuensi kereta api 35.000 smpk) pada perlintasan Anjasmoro Raya (2.580.614,4 smpk), Madukoro Raya (2.718.034,8 smpk), Kokrosono (1.173.984,3 smpk) sudah tidak memenuhi syarat sebagai perlintasan sebidang, sehingga sebaiknya sudah ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang seperti fly over, dll.pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, artinya semakin tinggi nilai waktu tundaan dan panjang antrian semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang
Evaluasi Perlintasan Sebidang Jalan Rel Dengan Jalan Raya Di Kota Semarang Gita Mustika Dewi Kelo; Gloryani Fransiska N Jehudu; Rudatin Ruktiningsih
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.1876

Abstract

Perkembangan sarana transportasi membentuk pertemuan antara jalan raya dengan dengan jalan rel. Masalah yang sering timbul akibat pertemuan kedua sarana transportasi ini adalah kecelakaan dan kemacetan.Oleh karena itu dibutuhan peranan sistem kontrol pada perlintasan sebidang. Perlintasan sebidang adalah persilangan antara jalan raya yang  berpotongan dengan jalan rel kereta api pada ketinggian yang sama. Pembuatan perlintasan sebidang harus memenuhi Peraturan Dirjen Perhubungan SK 770 tahun 2005. PadaJalan Sadewa, Jembawan Raya, dan Jalan Stasiun Jrakah terdapat jalur kereta double track dengan perlintasan sebidang tanpa pintu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, antara lain survei volume lalu lintas, survei frekuensi kereta api, survei sarana dan prasarana, survei spot speed, menghitung panjang antrian dan menghitung tundaan. Berdasarkan hasil analisis ketentuan teknis perlintasan sebidang perlintasan sadewa (308.307,49 smpk), perlintasan stasiunjrakah (216.666,39 smpk) dan perlintasan jembawan raya (66.903,09 smpk) tidak  memenuhi standar teknis perlintasan sebidang ( 35.000 smpk) sehingga sebaiknya ditingkatkan menjadi perlintasan tak sebidang. Meskipun dari analisis panjang antrian dan tundaan, kapasitas jalan yang ada masih memenuhi syarat (DS0,75), namun berdasarkan analisis volume , kapasitas jalan pada Jalan Sadewa, Stasiun Jrakah sudah tidak memenuhi syarat (DS0,75) sehingga perlu penanganan ulang yaitu pelebaran jalan pada Jalan Sadewa dan Jalan Stasiun Jrakah.
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Untuk Kemajuan Desa Ekowisata Di Sekitar Danau Rawa Pening Michael Oktavianus Hartanto
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.3102

Abstract

Rawa Pening adalah salah satu dari sekitar 500 danau di Indonesia yang cukup terkenal sebagai destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Sebagai destinasi wisata, Rawa Pening memiliki keunikan yang cukup menganggu pemandangan yaitu populasi eceng gondok yang menutupi sebagian besar permukaan danau. Hal ini terjadi karena pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat sehingga tanaman ini dianggap gulma di kawasan Rawa Pening. Belum lagi hal ini diperparah dengan adanya pendangkalan danau yang pada tahun 1990 Rawa Pening memiliki kedalaman sekitar 15 meter dan saat ini hanya memiliki kedalaman sekitar 3 meter akibat pendangkalan. Rawa Pening sedianya memang memiliki potensi agrowisata memanjakan mata. Di satu sisi juga menjadi lahan pencaharian petani dan nelayan bagi warga sekitar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pengumpulan data dari beberapa sumber terpercaya dan studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk memajukan sisi Rawa Pening sebagai desa ekowisata yang maju dengan mengelola eceng gondok agar tidak merugikan dari sisi estetika dan fungsional Rawa Pening itu sendiri. 
Pengaruh Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Terhadap Kinerja Akses Jalan Di Sekitar Bandara Aloysius H G Daika; Tua Ebenezer Tampubolon; Djoko Setijowarno; Djoko Suwarno
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.1911

Abstract

Semarang merupakan salah satu kota yang besar di Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari satu juta jiwa. Dengan kepadatan penduduk yang jumlahnya cukup besar tentu berdampak terhadap transportasi dan lalu lintas, baik transportasi darat, laut, maupun udara. Pada tahun 2018 kemarin, Pemerintah Kota Semarang telah selesai membangun terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang yang telah diresmikan juga oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dan mulai beroperasi bulan Juni tahun 2018 yang lalu. Oleh karena itu, kami sebagai penulis mecoba untuk menganalisis kinerja akses jalan yang ada di sekitar Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebelum dan sesudah bandara yang baru beroperasi. Ada empat jalan yang menjadi objek penelitian yaitu Jalan Madukoro, Jalan Yos Sudarso, Jalan Puri Anajasmoro Raya, serta Jalan Puri Eksekutif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian langsung di lapangan, setelah mendapatkan data volume lalu lintas yang diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan peraturan Departemen Pekerjaan Umum tentang Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Berdasarkan hasil analisis yang telah dibahas, maka didapat hasil sebagai berikut: nilai derajat kejenuhan (DS) pada masa sekarang untuk masing- masing ruas jalan adalah 0,63 di Jalan Madukoro termasuk dalam tingkat pelayanan kategori C; 0,67 di Jalan Yos Sudarso termasuk dalam tingkat pelayanan kategori C; 0,71 di Jalan Puri Anjasmoro Raya termasuk dalam tingkat pelayanan kategori C; 0,08 di Jalan Puri Eksekutif termasuk dalam tingkat pelayanan kategori A. Kemudian kinerja akses jalan yang berada di sekitar Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang masih berada dalam kondisi arus yang stabil, karena nilai derajat kejenuhan (DS) di masing-masing akses jalan yang menjadi objek penelitian kurang dari satu. Akses jalan yang memiliki tingkat pelayanan terbaik adalah Jalan Puri Eksekutif dengan tingkat pelayanan kategori A, artinya kondisi arus bebas karena volume lalu lintas yang rendah. Pengemudi dapat memilih kecepatan yang diinginkan tanpa hambatan. 
Kajian Kuat Tekan Beton Ringan Menggunakan Karang, Pasir Pantai, dan Bahan Tambah Polymer Concrete (Polcon) Herry Yulianto; Sylviana Dewi Sulaksono
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.2282

Abstract

Masyarakat yang tinggal di daerah pantai sangat berlimpah dengan material pasir pantai dan karang yang sudah mengalami pemutihan. Material karang yang sudah mengalami pemutihan dan pasir pantai mungkin dapat digunakan sebagai material pembuat beton dengan ditambah dengan admixture polymer concrete untuk menambah kuat tekan beton tersebut. Beton dengan material agregat kasar karang, agregat halus pasir pantai, dan menggunakan bahan tambah polymer concrete merupakan beton ringan dengan berat massa rata-rata 1966,737 kg/m3 untuk benda uji berumur 7 hari, 1856,688 kg/m3 untuk benda uji berumur 14 hari, dan 1828,025 kg/m3 untuk benda uji berumur 28 hari. Agregat halus yang digunakan merupakan pasir pantai yang memiliki modulus kehalusan 3,96 dan termasuk jenis pasir kasar, selain itu pasir pantai memiliki persen penyerapan air yaitu 42,166%, berat jenis dalam kondisi kering 1,324 gr/cm3, berat jenis saat kondisi SSD (Saturated Surface Dry) sebesar 1,883 gr/cm3, dan memiliki kadar air sebesar 15,373%. Agregat kasar karang memiliki keausan 93,04% setelah melalui uji los angeles. Penggunaan admixture polymer yang digunakan pada penelitian ini adalah 0%, 2%, dan 4%. Penelitian ini menggunakan semen PPC (Portland pozooloan cement). Air yang digunakan menggunakan air yang diambil dari sumur artetis laboratorium bahan bangunan Teknik Universitas Katolik Soegijapranata. Benda uji beton akan di tes kuat tekan menggunakan mesin UTM ( Universal Testing Machine). Beton dengan material karang, pasir pantai, dan bahan tambah polymer concrete merupakan beton ringan yang hanya dapat digunakan untuk komponen non struktur sebuah bangunan.
Analisis Tinggi Muka Air Daerah Genangan Banjir Rob Sungai Banjirkanal Barat Bagian Hilir Menggunakan Software HEC-RAS Rahmat Harta; Prambudi Terrano; Budi Santosa
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.1940

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sejatinya dapat diminimalisir dampaknya ataupun bisa dihindari jika tahu sumber permasalahannya. Kenaikan debit banjir sebagian besar dipengaruhi oleh adanya perubahan tata guna lahan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), dan bentuk profil sungai yang tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi disetiap periodenya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui luas genangan yang terjadi akibat limpasan dari sungai banjirkanal barat pada daerah yang tergenang rob, serta memberikan solusi alternatif mengatasi dan meminimalisir terjadinya banjir. Data yang diperlukan berupa data curah hujan harian dari tahun 2005 – 2017 di lima stasiun hujan, yaitu Stasiun Madukoro, Stasiun Simongan, Stasiun Kalisari, Stasiun Gunungpati, dan Stasiun Sumur Jurang. Hasil dari penelitian ini adalah luas area genangan periode ulang 2 tahunan sebesar 1.461.331 m2 dan tinggi muka air banjir antara 1,17 m sampai 4,52 m. Luas area genangan periode ulang 5 tahunan sebesar 1.841.309 m2 dan tinggi muka air banjir antara 1,67 m sampai 4,8 m. Luas area genangan periode ulang 10 tahunan sebesar 2.455.585 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,01 m sampai 5,01 m. Luas area genangan periode ulang 25 tahunan sebesar 2.681.935 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,32 m sampai 5,2 m. Luas area genangan periode ulang 50 tahunan sebesar 3.579.047 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,47 m sampai 5,28 m. Luas area genangan periode ulang 100 tahunan sebesar 5.131.457 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,56 m sampai 5,34 m. Dari permodelan tersebut dapat diketahui pada bagian mana yang terjadi limpasan. Maka dari itu dilakukan solusi altermatif berupa normalisasi sungai.
Uji Kuat Tekan Green Concrete Dari Pemanfaatan Limbah Beton Dan Abu Sekam Padi Samuel Bryant Agus Jaya; Didik Ariyanto; Djoko Suwarno; Budi Setiyadi
G-SMART Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v5i1.2477

Abstract

Green Concrete adalah beton yang memperhatikan lingkungan. Hal itu, dilakukan melalui inovasi teknologi beton. Pemanfaatan dan penggunaan limbah beton/bahan daur ulang menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan lingkungan. Bahan daur ulang diperoleh dengan memanfaatkan limbah beton bangunan yang sudah hancur. Pemanfaatan abu sekam padi untuk mengurangi penggunaan semen dalam campuran beton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton dengan mengganti 60% agregat kerikil alam dengan agregat kasar limbah beton dan mengganti komposisi semen dengan abu sekam padi sebesar 0% (A60), 8% (A60:AS8) dan 10% (A60:AS10). Pengujian sampel silinder beton dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan total sampel 38 buah. Metode penelitian yang dilakukan meliputi studi literatur, persiapan alat dan material (persiapan material diantaranya penghancuran limbah beton dan pembakaran abu sekam padi), perencanaan mix design, pembuatan sampel beton dan pembahasan. Hasil kuat tekan beton A60 sebesar 23,638 MPa, beton A60:AS8 sebesar 24,638 MPa, beton A60:AS10 sebesar 23,968 MPa. Beton A60:AS8 mengalami peningkatan kuat tekan sebesar 2,9% dari beton A60. Hasil kuat tekan optimum terdapat pada beton A60:AS8 dengan kuat tekan sebesar 24,345 MPa.
Pengaruh Proporsi Mikrosilika Dan Kandungan Lumpur Terhadap Kuat Tekan Mortar Pradipta Rendy Mahesa Dananjaya; Aditya Angga Herdiawan
G-SMART Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v5i1.3186

Abstract

Mikrosilika adalah limbah atau produk sampingan dari pembuatan logam silikon atau paduan silikon. Mikrosilika yang dicampur dalam mortar atau campuran beton dapat mengurangi porositas mortar. Penggunaan mikrosilika juga dapat meningkatkan daya rekat antara pasta semen dan agregat. Meningkatnya daya rekat antara pasta semen dan agregat akan meningkatkan kuat tekan mortar. Salah satu bahan mortar adalah pasir. Beberapa jenis pasir seringkali mengandung kadar lumpur yang tinggi. Lumpur dalam mortar atau campuran beton dapat mencegah adhesi yang kuat antara butiran pasir dan pasta semen. Berkurangnya daya rekat antara butiran pasir dan pasta semen berdampak pada penurunan kuat tekan mortar sehingga kualitas mortar yang direncanakan tidak tercapai. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji kuat tekan mortar dengan sampel mortar dengan ukuran 5 cm × 5 cm × 5 cm. Mikrosilika menggantikan 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% dari berat pasir dan penambahan lumpur adalah 10% dari berat pasir. Setiap komposisi terdiri dari 3 sampel sehingga jumlah sampel adalah 84. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian mikrosilika dan penambahan lumpur terhadap kuat tekan mortar umur 7 hari dan 28 hari. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk menentukan rasio penggantian mikrosilika dan kandungan lumpur yang optimal terhadap kuat tekan mortar.

Page 5 of 10 | Total Record : 96