cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 539 Documents
Pengembangan Metode Rekonstruksi Jalan Berbasis Data Global Positioning System dan Giroskop Ignatius Pulung Nurprasetio; Bentang Arief Budiman; Kelvin Noersalim; Rifqi Syuja Naufal
Mesin Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode rekonstruksi jalan yang efektif dan berbiaya murah. Jalan kendaraan bermotor yang direkonstruksi adalah Jalan E ITB yang memiliki karakteristik tanjakan, belokan, dan kemiringan. Dua parameter penting yaitu posisi dan kemiringan jalan diukur bersamaan menggunakan sensor Global Positioning System (GPS) dan sensor giroskop, yang dipasang pada mikrokontroler komersial Arduino. Perangkat tersebut ditempelkan pada trolley yang berperan sebagai kendaraan. Saat trolley didorong, sensor GPS dan giroskop mencatat posisi dan kemiringan dari trolley pada interval waktu tertentu. Data dari kedua sensor tersebut kemudian diolah sehingga menghasilkan posisi dalam ruang 3 dimensi dan sudut kemiringan jalan. Data pengukuran posisi dan sudut kemiringan dari perangkat yang dibuat juga dibandingkan dengan data yang diperoleh dari gawai Android komersial yang mempunyai sensor GPS dan giroskop. Hasil perbandingan menunjukan bahwa gawai Android dapat mengukur posisi dan sudut kemiringan lebih baik daripada perangkat yang dikembangkan. Lebih lanjut, dengan menggunakan data posisi dan sudut kemiringan yang telah diukur, rekonstruksi jalan E ITB secara digital menggunakan perangkat lunak komerisal CarSim telah sukses dilakukan. Data digital rekonstruksi jalan tersebut dapat digunakan untuk mensimulasikan kondisi kecelakaan, menentukan perilaku berkendara, hingga memetakan kerusakan/ketidaksesuaian jalan yang dapat berbahaya bagi pengendara.
Development of a 3D Gait Measurement Protocol for Amputees Walking on Treadmill Andi Isra Mahyuddin; F Ferryanto; Indria Herman; Sandro Mihradi; Tatacipta Dirgantara
Mesin Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.1.4

Abstract

Walking motion is actually a complex activity since it involves many body parts, especially the lower limb. Due to the needs for gait analysis in many medical applications, Biomechanics Research Team at ITB has developed an affordable optical motion analyzer to measure motions of subject walking over ground. However, the needs for multicycles gait data is better met by measuring subjects walking on treadmill. This paper discusses the modification of the developed motion analyzer to accommodate data acquisition of subject walking on treadmill, including those of transfemoral amputees. Seven markers, two 95 fps cameras, a dual-channel Camera Link Acquisition NI PCIe-1430 frame grabber, and a workstation are employed in the optical motion analyzer system. The speed displayed on the treadmill is evaluated. Additional equipment such as the modified hydraulic engine crane and the body harness are introduced to ensure the safety of amputees and avoid the risk of falling down while walking on the treadmill. The modified motion analyzer system is then used to obtain gait parameters of normal (37 males and 31 females) and three amputee subjects. The gait parameters of normal subjects in the treadmill walking shows that there is a decrease in the stride length and range of motion, and increase in the cadence due to walking adaptation. There are also phase shifting and increase in the range of motion for amputee subjects compared to the normal subjects which imply that there is an extra work done by the residual limb in doing walking movement and the amputee subjects try to balance their walking on the treadmill.
Pengujian Model Mobil Pick Up Komersial di Terowongan Angin Ema Amalia; Lia Yuanawati
Mesin Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.1.5

Abstract

Pada penelitian ini diukur gaya hambat model mobil pick up Dodge RAM 150 dan dilakukan teknik visualisasi aliran untuk mengetahui detail pola aliran pada model tersebut. Dalam penelitian ini, gaya hambat yang diukur adalah gaya hambat total. Gaya hambat aerodinamika merupakan salah satu penyebab tingginya konsumsi bahan bakar untuk kendaraan darat. Studi dilakukan secara eksperimental dengan melakukan pengujian di terowongan angin berkecepatan rendah yang memiliki seksi uji berukuran 30 cm x 30 cm yang dilengkapi timbangan luar. Metoda pengurangan gaya hambat aerodinamika yang digunakan adalah penambahan perangkat pada model, yaitu berupa spoiler, kanopi dan spoiler + kanopi. Desain konfigurasi tambahan ini didapat dari pengamatan terhadap hasil visualisasi aliran dengan menggunakan bedak dan lempung China (China Clay). Pengujian dilakukan pada kecepatan 36 km/jam, 54 km/jam, 72 km/jam, 79.2 km/jam, dan 90 km/jam. Pengurangan gaya hambat karena pemasangan spoiler, kanopi, dan spoiler + kanopi bervariasi terhadap kecepatan. Pada kecepatan 90 km/jam efek pemasangan spoiler, kanopi, dan spoiler + kanopi menjadi tidak dominan.
Pengaruh Variasi Tinggi Terjunan Dan Dimensi Tabung Kompresor Terhadap Unjuk Kerja Pompa Hydram Rudy - Sutanto; Nurchayati Nurchayati; Arif Mulyanto; Kusuma Wardani
Mesin Vol. 26 No. 2 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.2.4

Abstract

Lahan kering merupakan salah satu agroekosistem sumberdaya lahan yang mempunyai potensi besar untuk pengembangan pertanian. Kendala teknis pertanian lahan kering adalah dalam ketersediaan air. Untuk meningkatkan indeks pertanaman di lahan kering, perlu adanya pemanfaatan sumberdaya air permukaan seoptimal mungkin. Untuk mengatasi pemenuhan kebutuhan air irigasi di daerah lahan kering, alternatif yang bisa dikembangkan adalah dengan menggunakan sistem irigasi pompa ramah lingkungan yakni pompa hydram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dimensi tabung udara terhadap unjuk kerja pompa hydram. Pompa hydram yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai ukuran 1.5 inci dan variasi tinggi terjunan 2, 3, 4 dan 5 m. Pompa hydram yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai susunan ILK (input "“ limbah "“ tabung udara) dengan memperhitungkan pengaruh variasi dimensi tabung udara dengan volume konstan (5 variasi, diameter x tinggi : 7.5 x 60, 8.75 x 44.1, 10 x 33.75, 11.25 x 26.67 dan 12.5 x 21.6) dan variasi posisi lubang output discharge (5 variasi : 0, 5, 10, 15 dan 20 cm dari dasar tabung udara) terhadap unjuk kerja pompa hydram yang meliputi : debit output, debit limbah, head maksimum dan efisiensi yang dihasilkan pompa hydram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikkan 1 meter tinggi terjunan maka debit ouput akan mengalami kenaikkan rata-rata sebesar 36.6%. Setiap kenaikkan 1 meter tinggi terjunan maka head maksimum akan meningkat sebesar 5 ÷ 6 meter. Variasi dimensi atau ukuran tabung kompresor kurang berpengaruh terhadap debit output maupun head maksimum pompa hydram. Sedangkan efisiensi tertinggi didapat pada tinggi terjunan 2 meter dan variasi pompa ke 2 (dengan ukuran tabung udara 8.75 cm x 44.1 cm) yakni sebesar 33.98%.
Study Correlation Wear Rate Measurement Technique of Flared Chisel Bucket Teeth Using 3D Scan Imaging and ASTM G105 Bagus Budiwantoro; Kurniawan Kurniawan; R. Suratman; S.S Brodjonegoro
Mesin Vol. 26 No. 2 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.2.3

Abstract

The aim of this study is searching a new method to provide wear rate measurement which simple and have better accuracy that occur in worn mining component surface addressed like flare chisel bucket teeth. Having correlation between Wet Sand Abrasion Test ASTM G105 and 3D scan modeling of worn surface, the validation of a new method to provide wear rate measurement using 3D scan technology would be elaborated. The preliminary study to provide wear rate measurement using 3D scan imaging have been established. The study related volume comparison by which 3d scan imaging process generated and buoyancy. Specimens were abraded using Wet Sand Abrasion Test ASTM G105 to provide specimen in certain percentage of volume loss. Several specimens consist of different percentage of volume loss were prepared. Specimens measured its volume over buoyancy and 3D scan imaging in two grade of meshing which are normal and smooth. Both of volume generated from 3D scan imaging compared to buoyancy volume measurement.  Study focused on dissimilarity among volume data generated. Analysis are carried out through the center and variability both 3D scan volume compared to buoyancy volume. The study shows that normal meshing has less dissimilarity level compare to smooth meshing. Both dissimilarity level span at -0.01% and -0.027% respectively. Higher mesh level tends to inaccurate volume measurement. Further study to determine suitable mesh level should be conduct in near future.
Design dan Analisis Statik Rangka Chassis Square Bar dengan FEM Mulyamin Abubakar; Agus Krisnowo; Helmi Suryaputra; Budi Noviantoro
Mesin Vol. 26 No. 2 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.2.5

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun bending dies untuk pembuatan chassis kendaraan angkutan pedesaan. Chassis yang dihasilkan dengan metoda bending kinerjanya dibandingkan dengan chassis yang dibuat dengan metoda welding. Uji statis dilakukan dengan beban 2.5 kN dengan deformasi maksimum 1,37 mm. Untuk uji statis, chassis bending memiliki karateristik deformasi mendekati linier sebanding dengan beban gaya, sedangkan chassis welding karakterisitik deformasinya mengalami titik kritis pada beban 3.3 kN. Pada uji puntir, chassis bending dan welding memiliki karakteristik deformasi linier, namun kinerja dari chassis bending lebih baik dibanding dengan chassis welding. Dari hasil analisa komputasi menunjukkan bahwa desain chassis bending aman terhadap beban yang diberikan.
Perancangan Dan Pembuatan Prototype Alat Pengering Cacahan Plastik Daur Ulang Ignatius Pulung Nurprasetio; Samuel Rahardian; Bentang Arief Budiman; Pandji Prawisudha
Mesin Vol. 26 No. 2 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.2.2

Abstract

Makalah ini menjelaskan proses perancangan dan pembuatan prototipe alat pengering cacahan plastik sederhana. Cacahan plastik basah diperoleh dari hasil proses pencacahan sampah plastik yang telah dicuci dengan air untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Proses pengeringan dilakukan untuk menghilangkan kandungan air pada cacahan plastik tersebut. Alat pengering yang dirancang menggunakan mekanisme fluidized bed yaitu cacahan plastik dihembuskan udara panas dalam keadaan terapung. Perhitungan teoritik untuk memprediksi waktu pengeringan cacahan plastik yang dibutuhkan dengan model perpindahan panas juga dilakukan. Selanjutnya, berbagai pengujian dilakukan untuk menilai kinerja alat pengering tersebut. Hasil pengujian membuktikan bahwa alat tersebut mampu mengeringkan cacahan plastik dengan waktu relatif singkat dengan kualitas hasil pengeringan yang baik.
Powering The Archipelago: Accelerating Rural Electrification in Indonesia with Community-based Renewable Energy Jaya Wahono; Djati Wibowo; Mohammad Arif Nurhadiyanto; Surya Batara Kartika; Irfansyah Rizal; Abdul Luky Shohiful Azmi; Dodi Budi Satriyo; Adhi Nugroho Murbini
Mesin Vol. 26 No. 2 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.2.1

Abstract

Large portion of the population in Indonesia lack access to electrical power, and 85% of these portion live in rural areas. This lack of access to electrical power means also lack of access to people's fundamental needs. In addition, local industry cannot flourish without universal access of electricity among the population. Therefore, increasing access of electricity regardless where the population live is crucial to distribute wealth throughout the archipelago. The lack of access to electrical power in remote areas is primarily due to sparse population all over the country and limited power infrastructure. Additionally, most are generated by centralized power plants and therefore making it difficult to be distributed evenly to the entire country due to its archipelagic nature. Consequently, diesel fuel is used to generate power in remote areas, raising the cost of generation of electricity significantly while hindering the local community to get equitable and reliable access of electricity. Our solution to this particular problem is to develop distributed power generation system where each small areas will be provided with their own electrical power generator. This distributed power generation system is not only powered by local renewable energy source but it will also enhance the economic activities in the area. Distributed power generation will also contribute to a more equitable, reliable, affordable, and sustainable electricity in remote areas. By promoting distributed renewable energy in Indonesia, we believe that it will bring about the transition to the use of renewable energy source to generate electrical power in the entire country.
Numerical Study of Experiment Setup for Aluminum Foam Sandwich Construction Subjected to Blast Load Arief Nur Pratomo; Sigit Puji Santosa; Leonardo Gunawan; Ichsan Setya Putra
Mesin Vol. 27 No. 1 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the designing an armored fighting vehicle (AFV), blastworthy construction to protect military personnel from landmines explosion is urgently needed. This is due to a large number of fatalities of army personnel in the state conflict zones. To achieve this blastworthy construction, the design of AFV floor structures needs to be able to sustain structural intrusion with lower dynamic acceleration against blast load. The blastworthy structures can be achieved through absorbing the blast impact load by using an aluminum foam sandwich (AFS) construction. During the design iteration process, a good correlation between numerical simulation and blast impact experiment is required. In this study, an experimental setup to assess the AFS construction for blast load performance evaluation was introduced. This study is started with an evaluation of jigs and fixtures structural strength, load cell structure requirement, and data acquisition to record maximum displacement, maximum acceleration, and reaction force in the load cells. From the evaluation, it was found that the jig and fixture structural configuration requires high load retention at the bolt joint location to avoid high stress concentration. For the load cell structure, it is recommended to place the load cell position in the pure axial stress direction so that there is no plastic deformation interference with the instrumentation. The data acquisitions will record the acceleration and reaction force of the AFS construction. The simulation results are also used to design the load cell and to select the accelerometer capability range. This study is expected to provide a robust experimental data during blast impact load testing of blastworthy AFS floor structure. 
Sifat Mekanik Packaging Kertas Berbahan Dasar Selulosa Alga Cladophora Mardiyati Mardiyati; Steven Steven; Rochim Suratman; Sigit Puji Santosa
Mesin Vol. 27 No. 1 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alga cladophora merupakan salah satu alga yang banyak tumbuh di pesisir pantai Indonesia. Alga cladophora memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku material packaging kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari sifat mekanik kertas yang berbahan dasar selulosa alga cladophora. Pada penelitian ini, selulosa alga cladophora diekstraksi melalui beberapa tahapan proses yang meliputi proses alkalisasi dan proses hidrolisis. Proses alkalisasi dilakukan dengan merefluks alga cladophora didalam larutan NaOH (1%, 5%, 10%, 15% dan 17.5%) pada temperatur 100 ℃ selama 2 jam. Proses hidrolisis dilakukan dengan merefluks alga cladophora hasil alkalisasi didalam larutan asam sulfat 1 M pada temperatur 100 ℃ selama 2 jam. Proses pembuatan kertas dilakukan dengan metode solution casting. Kandungan selulosa diukur dengan menggunakan metode Chesson-Datta. Sifat mekanik dari kertas selulosa alga cladophora diukur dengan pengujian tarik. Dari hasil pengukuran kandungan selulosa dapat disimpulkan bahwa selulosa yang diekstrasi dengan menggunakan larutan NaOH 17.5% memiliki tingkat kemurnian yang paling tinggi, yakni 94. 76%. Selulosa yang diekstraksi dengan menggunakan larutan NaOH 17.5% menghasilkan kertas dengan permukaan yang paling halus serta memiliki kekuatan tarik dan kekakuan yang paling tinggi dibandingkan dengan kertas lainnya yang dihasilkan dalam penelitian ini, yakni 57.68 MPa dan 10.12 GPa.

Filter by Year

1982 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025) Vol 30 No 1 (2024) Vol 29 No 2 (2023) Vol 29 No 1 (2023) Vol. 28 No. 1 (2019) Vol. 27 No. 2 (2018) Vol 27, No 2 (2018) Vol. 27 No. 1 (2018) Vol 27, No 1 (2018) Vol 26, No 2 (2017) Vol 26, No 2 (2017) Vol. 26 No. 2 (2017) Vol. 26 No. 1 (2017) Vol 26, No 1 (2017) Vol. 25 No. 2 (2016) Vol 25, No 2 (2016) Vol. 25 No. 1 (2016) Vol 25, No 1 (2016) Vol 24, No 2 (2009) Vol. 24 No. 2 (2009) Vol 24, No 1 (2009) Vol. 24 No. 1 (2009) Vol 23, No 2 (2008) Vol. 23 No. 2 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol. 23 No. 1 (2008) Vol. 22 No. 2 (2007) Vol 22, No 2 (2007) Vol. 22 No. 1 (2007) Vol 22, No 1 (2007) Vol 21, No 2 (2006) Vol. 21 No. 2 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol. 21 No. 1 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol 20, No 2 (2005) Vol. 20 No. 2 (2005) Vol 20, No 1 (2005) Vol. 20 No. 1 (2005) Vol. 19 No. 2 (2004) Vol 19, No 2 (2004) Vol. 19 No. 1 (2004) Vol 19, No 1 (2004) Vol. 18 No. 2 (2003) Vol 18, No 2 (2003) Vol. 18 No. 1 (2003) Vol 18, No 1 (2003) Vol 17, No 3 (2002) Vol. 17 No. 3 (2002) Vol. 17 No. 2 (2002) Vol 17, No 2 (2002) Vol 17, No 1 (2002) Vol. 17 No. 1 (2002) Vol 16, No 3 (2001) Vol. 16 No. 3 (2001) Vol 16, No 2 (2001) Vol. 16 No. 2 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol. 16 No. 1 (2001) Vol. 15 No. 3 (2000) Vol 15, No 3 (2000) Vol. 15 No. 2 (2000) Vol 15, No 2 (2000) Vol 15, No 1 (2000) Vol. 15 No. 1 (2000) Vol. 14 No. 3 (1999) Vol 14, No 3 (1999) Vol 14, No 2 (1999) Vol. 14 No. 2 (1999) Vol 14, No 1 (1999) Vol. 14 No. 1 (1999) Vol 13, No 3 (1998) Vol. 13 No. 3 (1998) Vol 13, No 2 (1998) Vol. 13 No. 2 (1998) Vol. 13 No. 1 (1998) Vol 13, No 1 (1998) Vol 12, No 3 (1997) Vol. 12 No. 3 (1997) Vol 12, No 2 (1997) Vol. 12 No. 2 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol. 12 No. 1 (1997) Vol 11, No 3 (1996) Vol. 11 No. 3 (1996) Vol 11, No 2 (1996) Vol. 11 No. 2 (1996) Vol. 11 No. 1 (1996) Vol 11, No 1 (1996) Vol. 10 No. 1&2 (1994) Vol 10, No 1&2 (1994) Vol. 9 No. 1&2 (1990) Vol 9, No 1&2 (1990) Vol 8, No 1&2 (1989) Vol. 8 No. 1&2 (1989) Vol 7, No 1&2 (1988) Vol. 7 No. 1&2 (1988) Vol 6, No 1&2 (1987) Vol. 6 No. 1&2 (1987) Vol 5, No 1&2 (1986) Vol. 5 No. 1&2 (1986) Vol 4, No 3&4 (1985) Vol. 4 No. 3&4 (1985) Vol 4, No 1&2 (1985) Vol. 4 No. 1&2 (1985) Vol. 3 No. 2&3 (1984) Vol 3, No 2&3 (1984) Vol. 3 No. 4 (1984) Vol 3, No 4 (1984) Vol 3, No 1 (1984) Vol. 3 No. 1 (1984) Vol. 2 No. 2&3 (1983) Vol 2, No 2&3 (1983) Vol. 2 No. 4 (1983) Vol 2, No 4 (1983) Vol 2, No 1 (1983) Vol. 2 No. 1 (1983) Vol 1, No 1 (1982) Vol. 1 No. 1 (1982) More Issue