cover
Contact Name
Agung Dwi Juniarsyah
Contact Email
juniarsyahagungdwi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsainskeolahragaan2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan)
ISSN : 24771791     EISSN : 26548860     DOI : -
Core Subject : Health,
JSKK adalah jurnal yang bergerak di bidang olahraga dan kesehatan. Dengan tujuan menjadi wadah publikasi ilmiah di bidang olahraga dan kesehatan untuk para peneliti, dan menjadi pusat informasi untuk masyarakat luas di bidang olahraga dan kesehatan. Dikelola oleh Kelompok Keilmuan Olahraga, Sekolah Farmasi ITB. Terbit setahun dua kali, pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
Profile Komposisi Tubuh Atlet Junior Bulutangkis Indonesia: Kategori Ganda Putra tommy Apriantono; Indria Herman; Nia Sri Ramania; Didi Sunadi; Bagus bagus Winata
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2020.5.1.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur karakteristik fisiologi, secara spesifik pada pengukuran antropometri, untuk mendapatkan gambaran somatotype atlet bulutangkis Indonesia. 12 atlet bulutangkis junior kategori ganda putra berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengukuran antropometri dengan menggunakan alat GE Lunar Prodigy DEXA, dan stadiometer portable dengan keakuratan 0.1cm untuk mengukur tinggi badan. Rata-rata berat badan adalah 69.01 ± 7.55 kg , rata-rata tinggi badan adalah 175.3 ± 5.96 cm, rata-rata BMI adalah 22.43 ± 1.98 kg/m-2, rata-rata lemak adalah 13.02 ± 3.80 kg, rata-rata prosentase lemak adalah 19.49 ± 4.37%, rata-rata massa otot adalah 53.09 ± 5.28 kg, rata-rata massa otot adalah 74.40 ± 10.28 %, rata-rata rasio lemak android/genoid adalah 0.76 ± 0.19 %, rata-rata massa otot lengan atas kanan adalah 3.36 ± 0.43 Kg, rata-rata massa otot lengan atas kiri adalah 2.89 ±  0.52 Kg, rata-rata massa otot tungkai bawah kanan adalah 9.87 ± 1.26 Kg, dan rata-rata massa otot tungkai bawah kiri adalah 9.43 ± 1.37 Kg. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis somatotype tubuh atlet bulutangkis junior kategori ganda putra Indonesia adalah mesomorph. Hal ini diperjelas dengan rata-rata BMI atlet bulutangkis junior kategori ganda putra Indonesia yang berada pada rata-rata 22.43±1.98 kg/m-2.
ANALISIS KARAKTERISTIK ANTROPOMETRI DAN KONDISI FISIK ATLET PELAJAR DISEKOLAH PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAJAR SE-PULAU JAWA Ilham Hindawan; Tommy Apriantono; Indria Herman; Muhamad Fahmi Hasan; Agung Dwi Juniarsyah; Sri Indah Ihsani; Iwa Ikhwan Hidayat; Bagus Winata; Imam Safei; Didi Sunadi; Kusnaedi Kusnaedi
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2020.5.1.6

Abstract

Latar belakang: Sports science menekankan pentingnya pengukuran kondisi fisik pada setiap cabang olahraga untuk menentukan metode latihan yang tepat, yang dapat digunakan oleh pelatih dalam membina atlet. Penelitian bermaksud untuk mengukur karakteristik fisiologi atlet muda PPLP di beberapa cabang olahraga prioritas Indonesia, seperti: Atletik, Pencak Silat dan Taekwondo. Metode: Dalam penelitian ini, seluruh subjek melakukan pengukuran antropometri dan kondisi fisik. Dimana dalam pengukuran antropometri, meliputi berat badan, tinggi badan, Body mass Index (BMI). Sedangkan pada uji kondisi fisik, pengukuran meliputi lompat vertikal, sprint 30 meter, dan cooper test 2.4 km. Hasil: Penelitian ini berhasil menunjukan secara kuantitatif dan kualitatif, rata-rata antropometri, daya tahan aerobik (VO2max), daya tahan anaerobik (lompat vertikal dan sprint 30 meter) pada atlet dari cabang olahraga Taekwondo, Pencak Silat, dan Atletik. Pada pengukuran antropometri, hanya atlet Pencak Silat (putra dan putri), yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata nilai normal yang ditetapkan WHO. Sementara pada pengukuran daya tahan anaerobik pada variable sprint 30 meter, hanya atlet Atletik putra yang masuk kedalam rentang nilai normal yang telah ditetapkan, sementara atlet pada cabang olahraga lainnya tidak masuk kedalam rentang nilai normal tersebut. Di sisi lain, tidak ada rata-rata hasil lompat vertikal yang dibawah nilai normal, pada ketiga cabang olahraga yang telah dilakukan pengukuran, baik putra dan putri pada setiap cabang. Sementara itu, hasil pengukuran VO2max juga mencatatakan bahwa seluruh atlet (putra dan putri) dari ketiga cabang olahraga yang diukur, memiliki hasil rata-rata VO2max yang normal dan cenderung sangat baik. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya hasil rata-rata VO2max yang berada dibawah rentang nilai normal yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan screening latihan aerobic test (cooper test 2.4), anaerobic test (batrey test) yang meliputi lompat vertikal, sprint 30 meter dan cooper tes 2.4 km dapat digunakan dan efektif sebagai rangkaian metode dalam melakukan proses pencarian bakat dan pembinaan atlet muda di PPLP se-Pulau Jawa Background: Sports science emphasizes the importance of measuring physical conditions in each branch of sport to determine the right training methods, which can be used by coaches in fostering athletes. The research intends to measure the physiological characteristics of PPLP young athletes in several priority sport branches in Indonesia, such as: Athletics, Pencak Silat and Taekwondo. Methods: In this study, all subjects took anthropometric measurements and physical conditions. Where in anthropometric measurements, including body weight, height, Body mass Index (BMI). Whereas in physical condition tests, measurements vertical jumps, sprint 30 meters, and cooper test 2.4 km. Results: This research successfully demonstrated quantitatively and qualitatively, the average value of anthropometry, aerobic endurance (VO2max), anaerobic endurance (vertical jump and sprint 30 meter) in athletes from the Taekwondo, Pencak Silat, and Athletics branches. In anthropometric measurements, only martial arts athletes (male and female), who have a height below the average normal value determined by WHO. While in anaerobic endurance measurement in the 30 meter sprint variable, only male athletes enter the normal range that has been set, while athletes in other sports do not enter the normal range. On the other hand, there are no average vertical jump results below the normal value, in the three sports that have been measured, both male and female in each branch. Meanwhile, the results of VO2max measurements also stated that all athletes (male and female) from the three sports that were measured had normal VO2max results and tended to be very good. This is evidenced by the absence of an average VO2max result which is below the predetermined normal range. Conclusion: These findings indicate that anthropometric profile measurement and the use of aerobic test screening exercises (cooper test 2.4), as well as anaerobic tests (batrey tests) which include vertical jumps and, 30 meter sprints can be used and effectively as a series of methods in the process of finding talent and coaching young athletes in PPLP throughout JavaKata kunci: Aktivitas Fisik, Atlet, Cabang Olahraga, Antropometri, Kondisi Fisik.
Evaluasi Penggunaan Produk Suplemen Pada Atlet Taekwondo Jawa Barat Geraldi Novian
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.9

Abstract

Produk suplemen sudah menjadi hal yang lazim digunakan oleh para atlet untuk membantu performa olahraga. Namun sayangnya, tidak semua atlet memiliki pengetahuan yang baik tentang penggunaan produk suplemen. Bahkan, tidak sedikit juga atlet yang cenderung salah kaprah akan penggunaan supplement products. Hal ini akan sangat mengkhawatirkan jika terus menerus dibiarkan karena akan berpengaruh pada performa olahraga atlet itu sendiri. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan dan pengetahuan tentang produk suplemen pada atlet taekwondo (TKD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan memberikan kuesioner kepada sampel sebanyak satu kali. Sampel dalam penelitian ini adalah 18 atlet taekwondo provinsi Jawa Barat yang diambil menggunakan teknik total sampling dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% atlet putra dan putri menggunakan produk suplemen. Jenis produk suplemen yang digunakan sampel adalah protein powder (90%), creatine (10%) untuk atlet putra, sedangkan protein powder (75%), vitamin (12.5%), dan mineral (12.5%) untuk atlet putri. Diketahui bahwa informasi terkait supplement products pada atlet putra 100% diperoleh dari pelatih dan pada atlet putri 62.5% diperoleh dari pelatih, 12.5% diperoleh dari pharmacist dan 25% diperoleh dari yang lain. Alasan terbesar atlet putra (70%) dan putri (50%) menggunakan produk suplemen adalah untuk meninggkatkan performa olahraganya, alasan lainnya adalah untuk membentuk tubuh (30%) atlet putra dan (25%) atlet putri dan meningkatkan imunitas tubuh (25%) atlet putri. Penggunaan produk suplemen pada atlet TKD memiliki tujuan yang baik, namun sangat disayangkan mayoritas atlet belum memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan produk suplemen. Maka dari itu, penting bagi atlet memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan produk suplemen dan juga melakukan evaluasi secara berkala agar tujuan penggunaan bisa tercapai lebih maksimal.
Penurunan Indeks Massa Tubuh: Latihan Continous Run Pada Atlet Judo Kota Bogor Ira Purnamasari
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.7

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan continous run terhadap penurunan indeks massa tubuh atlet judo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan One Grup Pre-Tes Post-Tes Design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes awal/pre-tes kepada satu kelompok yang disebut kelompok eksperimen. Kemudian diberikan perlakuan/treatment dengan metode latihan continous run. Teknik pengolahan data menggunakan dua cara yaitu uji deskriptif dan uji T Paired Sample. Penelitian dilakukan selama 6 minggu. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa latihan continous run memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan indeks massa tubuh atlet judo kota Bogor . Jadi dapat disimpulkan bahwa metode latihan continous run memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan indeks massa tubuh atlet judo kota Bogor.
DETRAINING PADA PEMAIN SEPAK BOLA PASCA TURNAMEN Santika Rentika Hadi; Yandika Fefrian Rosmi; Riga Mardhika
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecepatan lari pemain Sepak Bola selama latihan menghadapi turnamen Piala Menpora tahun 2019 dan melihat kondisi setelah periode detraining pasca turnamen. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, menggunakan pendekatan Observational methods. Subjek penelitian adalah pemain PS UNIPA Surabaya yang tergabung dalam team inti untuk mengikuti turnamen Piala Menpora yang berjumlah 18 pemain. Data yang diperoleh diolah melalui analisis data kuantitatif dengan bantuan program spss, dan analisis persentasi dari hasil observasi pemain sepak bola. Data yang diperoleh berupa data kecepatan berlari dengan jarak tempuh 50 meter pada pretest (5,7322±0,43042) dan posttest (5,5933±0,43042) diolah melalui uji t dengan hasil p<0,05 (0,001<0,005). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata-rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya peningkatan kecepatan pemain PS UNIPA Surabaya. Data berikutnya adalah data posttest setelah periode detraining (5,6906±0,42926). Bila dibandingkan dengan posttest setelah periode latihan dengan diolah melalui uji t diperoleh hasil p<0,05 (0,005<0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata-rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya penurunan kembali kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1). Ada peningkatan kecepatan pemain sepak bola dalam mempersiapkan Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora Tahun 2018 di Bandung; 2) Terjadi penurunan kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining pasca Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora Tahun 2018 di Bandung; 3). Penurunan performa dan kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining pasca Turnamen Antar Mahasiswa Piala Menpora di Bandung Tahun 2018-2019 tidak sampai kembali pada kondisi awal sebelum latihan persiapan.
ANALISIS KADAR HEPCIDIN PADA OBESITAS DAN NON OBESITAS SENTRAL Ida Mawadda Rasyid
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.8

Abstract

Obesitas telah menjadi permasalahan dunia bahkan World Health Organization (WHO) mendeklarasikan obesitas sebagai masalah epidemik. Obesitas sentral adalah penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut yang dapat diukur dengan menggunakan indikator Lingkar Pinggang (LP). Salah satu dampak yang dapat terjadi akibat obesitas sentral adalah penurunan kadar besi dalam tubuh. Hepcidin merupakan pengatur utama homeostasis zat besi secara sistemik. Tujuan penelitian untuk menganalisis kadar hepcidin pada obesitas sentral dan non obesitas sentral. Telah dilakukan penelitian dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek merupakan laki-laki dan perempuan usia ≥18–40 tahun dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari kadar hepcidin kelompok obesitas sentral dan non obesitas sentral (p=0,142). Hasil uji korelasi Sperman menunjukkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara LP dengan hepcidin (r=0,076, p=0,643). Kesimpulan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hepcidin antara subjek obesitas sentral dibandingkan dengan subjek non obesitas sentral dan tidak terdapat korelasi bermakna antara LP dengan kadar hepcidin pada subjek dengan obesitas sentral.
Aktivitas Fisik Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Selama Bulan Ramadhan Nugroho Agung Supriyanto; Abdul Azis
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.2

Abstract

The month of Ramadan is a month that requires Muslims to fasting from the sunrise until the sun sets. The month of Ramadan changes the pattern of physical activities. The aim of this study was to determine the level physical activity of STKIP PGRI Sumenep students during the month of Ramadan. This study uses a descriptive quantitative with the percentage method (%). The research subjects were 97 students. The results showed that 53 students (54.64%) were at the light level, 38 students (39.18%) were at the moderate level and 6 students were at the vigorous level (6.19%). Most students are at the light level because students also increase their level of worship during the month of Ramadan.
EFFECT OF SWEET POTATOES (Ipomoea batatas (L.)) CONSUMPTION ON REDUCING LACTIC ACID LEVELS IN RUGBY ATHLETS: SWEET POTATOES (Ipomoea batatas (L.)) Rini Syafriani; Yufiany Ayustin; Samsul Bahri; Nia Sri Ramania; Bagus Winata
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.3

Abstract

Dalam ubi terdapat beberapa kandungan Polyphenols yang dapat bermanfaat bagi sistem metabolisme tubuh. Oleh karena itu, tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas konsumsi ubi pada penurunan asam laktat atlet rugby. Total 30 peserta dibagi ke dalam 3 group, yaitu: Group 1 berisikan (n = 10) yang mengonsumsi ubi cilembu, Group 2 berisikan (n = 10) yang mengonsumsi roti tawar, dan Group 3 (n = 10) yang mengonsumsi hanya air mineral saja. Seluruh peserta melakukan pengukuran anthropometry sebelum melakukan pengujian. Pengukuran Pre-test dan Post-test meliputi pengukuran asam laktat sebelum dan sesudah pertandingan rugby. Seluruh atlet diwajibkan untuk mengonsumsi sesuai dengan tugas yang diberikan oleh setiap group selama 7 hari lamanya. Hasil statistik menunjukkan bahwa hanya pada group 1 (konsumsi ubi cilembu) yang memiliki penurunan asam laktat yang signifikan antara pre-test dan post-test (p = 0.04), Sedangkan tidak ada perbedaan signifikan pada group 2 (p = 0.07) dan group 3 (p = 0.08) pada laktat setelah pertandingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi ubi Ipomoea batatas (L.) Lam yang berasal dari cilembu, dapat menurunkan kadar asam laktat setelah selesai bertanding lebih cepat dibandingkan dengan konsumsi roti tawar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP PENGUASAAN TEKNIK DASAR RENANG GAYA DADA Yayan Wardiyanto
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.4

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di lapangan terdapat fakta bahwa dalam proses pembelajaran khususnya materi renang gaya dada, sebagian siswa terlihat kurang aktif, takut dengan air dan takut tidak bisa melakukannya sementara siswa yang lainnya bisa mengikuti pembelajaran, sehingga perlu ada solusi untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar sehingga tercapainya peningkatan penguasaan teknik dasar renang gaya dada. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TGFU terhadap penguasaan teknik dasar renang gaya dada. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk One Group Pretest Posttest Design. Populasi 110 siswa kelas VIII A, B dan C SMP Sindangjawa Kabupaten Cirebon. Sampel 17 siswa putra dengan teknik pengambilan sampel random yang homogen. Hasil Penelitian pada Pretest diperoleh rata-rata untuk kelompok eksperimen yaitu 51,87, Posttest diperoleh rata-rata untuk kelompok eksperimen yaitu 37,28 dan hasil latihan diperoleh rata-rata 14,59. Teknik analisis data dengan menggunakan uji hipotesis melalui uji signifikansi dengan hasil bahwa t hitung lebih besar dari pada t tabel dimana t hitung > t tabel = 27,528 > 2,583. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran TGFU memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penguasaan teknik dasar renang gaya dada.Kata kunci: model
Effects of The Covid-19 Pandemic on Physical Activity, Diet, and Psychology in The First Year of Studying at ITB: Covid-19 Nia Rahmania; Rini Syafriani; Raisa Ganeswara
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.1

Abstract

Aktivitas fisik, pola makan, dan faktor psikologi terpengaruh dalam situasi pandemik Covid-19 ini. tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran data melalui kuesioner terkait efek pandemik pada mahasiswa tahun pertama belajar, yang terfokuskan pada tiga variable yaitu aktivitas fisik, pola makan, dan psikologi. Pada penelitian deskriptif kuantitatif ini, melibatkan (n = 776) mahasiswa-mahasiswi tahun pertama yang belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terdiri dari putra (n = 357), dan putri (n = 419). Seluruh peserta diwajibkan untuk mengisi kuesioner tentang aktivitas fisik mengacu pada physical activity International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), pola makan selama masa pandemik mengacu pada Short Diet Behaviours Questionnaire for Lockdowns (SDBQL), dan untuk psikolgy pada masa pandemik mengacu pada Short Mood and Feelings Questionnaire (SMFQ). Pada aktivitas fisik, mahasiswa-mahasiswi menjawab 57% melakukannya kurang dari dua kali per-minggu. Pada pola makan, 58.2% mahasiswa-mahasiswi mengatakan bahwa mereka menyadari akan meningkatnya jumlah konsumsi makanan, dan 82.7% daripada mereka mengetahui bahwa mereka mengkonsumsi makan-makanan ringan yang dinilai rendah akan nilai gizinya. Pada psikologi, 56.2% mahasiswa-mahasiswi mengalami ketakutan dan kekhawatiran dalam masa pandemik ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya angka melakukan aktivitas fisik, terdapat perubahan pola makan selama masa pandemik ini, dan tingginya level kecemasan akan pandemik Covid-19 pada mahasiswa-mahasiswi Tahap Persiapan Bersama ITB.

Page 8 of 20 | Total Record : 196