cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 454 Documents
Perhitungan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Pembangunan Struktur Atas Lantai Basement dan Podium 8 Lantai pada Gedung Apartment Menggunakan Aluminium Formwork Handayani, Novia Dwi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 23, No 4 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v23i4.20174

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perhitungan waktu dan biaya pada pembangunan struktur atas lantai basement dan podium 8 lantai pada gedung apartment menggunakan aluminium formwork. Aluminium formwork dipilih dengan pertimbangan keunggulannya di berbagai aspek seperti dari segi waktu pelaksanaan, mutu, dan biaya. Penggunaan aluminium formwork cocok digunakan pada lantai tipikal bangunan ini. Selain itu aluminium formwork cocok dengan konsep green building yang diusung. Perencanaan diawali dengan menentukan metode pelaksanaan. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan volume, produktivitas, durasi dan RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan). Penjadwalan dilakukan dengan metode PDM (Precedence Diagram Metode) dan Microsoft Poject. Berdasarkan penjadwalan dan bobot pekerjaan, kemudian dibuat kurva S. Hasil perhitungan didapatkan durasi pelaksanaan Aluminium Formwork adalah 70 hari kerja dengan total biaya pelaksanaan Rp. 14.238.023.010. Apabila menggunakan bekisting konvensional didapatkan hasil sebesar Rp. 13.893.023.482. dengan durasi 103 hari kerja. Penggunaan aluminium formwork lebih mahal sebesar Rp. 1.050.531.784. dan lebih cepat proses pekerjaannya dibanding bekisting konvensional.
Dam Break Analysis Berdasarkan Skenario Overtopping Menggunakan Aplikasi HEC RAS 2D pada Bendungan Leuwikeris Firmansyah, Muhammad Dhaffa; A., S. Kamilia
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 23, No 4 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v23i4.21394

Abstract

Bendungan memiliki manfaat yang diperoleh dari tampungan air yang besar sebagai sumber air. Semakin besar sumber air yang ditampung, maka semakin besar potensi risiko bagi masyarakat di bagian hilirnya karena kegagalan atau keruntuhan konstruksi bendungan. Mayoritas bendungan urugan tanah mengalami keruntuhan 35% karena overtopping. Berdasarkan hasil penelusuran banjir Bendungan Leuwikeris mengalami overtopping yaitu +160.351. Simulasi keruntuhan bendungan menggunakan HEC-RAS 2D dengan persamaan parameter keruntuhan Metode Froehlich 2008. Hasil keruntuhan diperoleh keruntuhan bendungan menghasilkan genangan seluas 189.2581 km² pada area hilir Bendungan Leuwikeris.
Analisis Banjir Akibat Sudetan Meandering Sungai Kolokoso Studi Kasus : Bandara Dhoho, Kediri Mardika, M Gilang Indra; Sihombing, Tera Melya Patrice; Andreas, Ryan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 23, No 4 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v23i4.20652

Abstract

DAS Kolokoso mengalami perubahan tata guna lahan dengan dibangunnya Bandara Dhoho Kediri. Dalam antisipasi perubahan lahan ini, dilakukan sudetan meandering sebagai antisipasi mitigasi banjir di Area Bandara Kediri. Objek yang digunakan dalam penelitian adalah dimensi Box Culvert. Metode distribusi yang memenuhi dalam analisis frekuensi untuk menentukan hujan rancangan adalah distribusi log pearson III. Metode yang digunakan dalam mendapatkan nilai intensitas hujan adalah metode Mononobe dengan kala ulang 25 tahun. Metode curah hujan efektif yang dipilih adalah metode Alternating Block Methode, dengan nilai hyetograph berurut selama 6 jam adalah 71,61 mm; 18,61 mm; 13,06 mm; 10,39 mm; 8,78 mm; 7,67 mm. HSS SCS digunakan untuk metode debit banjir dengan debit puncak sebesar 0,829 m3/detik. Dengan menjalankan analisis menggunakan software HEC-RAS 6.4.1 perbedaan luasan sebaran banjir di sekitar area bandara dengan luasan banjir sebelum dilakukan sudetan adalah 5,93 ha dan luasan banjir setelah dilakukan sudetan adalah 0,65 ha. Setelah melakukan kalibrasi dan validasi data, didapatkan persentase perbandingan antara tinggi muka air antara data terukur dengan data hasil analisis sebaran banjir adalah 89% dan perbandingan antara kecepatan aliran antara data terukur dengan data hasil analisis sebaran banjir adalah 98%.
Studi Komparatif Tahanan Gesek Tiang Tertimbun dan Tiang Pancang pada Pasir Pantai Ismanti, Sito
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 23, No 4 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v23i4.21607

Abstract

The position of foundation pile caps of monument constructed on coastline changed from below to above the soil surface. Therefore, the piles were driven in a free-standing condition and then covered with beach sand soil. This research aims to analyze the frictional resistance of buried pile, then compare it with the frictional resistance of ordinary piles.Practical analysis methods and finite element methods using RS Pile software are compared to obtain a representative method. The comparison results show that the Meyerhof method has the closest soil bearing capacity behavior to the field test results. Based on the results, the skin friction of buried piles is 52% - 57% lower than ordinary piles. This decrease occurred because the assumed value of the angle of friction in the soil was lower because the soil around the pile was not as dense as in ordinary conditions which compacted during the driving process.
Buffer Zone Mapping Konsep Shuttle Bus untuk Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Firzan; Irfan; Samsunan; Defri Basrin; Deni Ilham Yani
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UTU (UTU) is a state university in the western part of Indonesia, the province of Aceh, with 6,636 active students (2022) having the characteristics of a building that is integrated in the existing conditions and does not yet have public transportation facilities that serve student activities in the ±5KM buffer zone. Based on the daily pilot activity survey, more students live near campus and travel using private vehicles, walking and cycling, so the concept of implementing the shuttle bus is very helpful for students as a means of transportation to campus. This research uses qualitative and quantitative descriptive data analysis methods. The purpose of this study is to find out how much student response is to the concept of implementing shuttle bus services, carry out buffer zone mapping and desire lines at a ±5KM radius to find out potential zones and routes. The results of the study 93.5% of students strongly agreed with the implementation of the shuttle bus, 75.3% of students agreed to switch modes of transportation from private vehicles to shuttle buses. Based on the buffer zone mapping of the desire line results, there are 5 zones with the maximum movement potential, namely zone C (ADB 1 Housing) 1092 movements on the route Jln. Alue peunyareng-Jln. Pramuka.
ANALISIS GETARAN MEKANIS PADA PELAT DAN BALOK DI AREA GEDUNG PARKIR BERTINGKAT Silsila Jana Firdasa Sembiring; Mohd. Isneini; Masdar Helmi; Vera A Noorhidana; Endro P Wahono; Fikri Alami
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menentukan kenyamanan pelat dan balok pada gedung parkir bertingkat sesuai standar ISO 2631 2022. Pembebanan yang diterapkan pada penelitian ini adalah pada saat mobil diam dan bergetar. Dua metode yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dan numerik. Pada metode eksperimen diperoleh frekuensi alami pelat dan balok sebesar 6,15 Hz dengan percepatan 0,01436 m/s2, sedangkan pada analisis diperoleh frekuensi alami pelat dan balok sebesar 5,98 Hz dan percepatan 0,018872 m/s2. Perbandingan hasil eksperimen dan numerik untuk seluruh skenario adalah sekitar 12%, sehingga analisis pemodelan dengan aplikasi berbasis teknik sipil dapat digunakan untuk penguatan sebagai rekomendasi. Penguatan dilakukan dengan menambahkan kekakuan berupa IWF 300 x 150 x 6,5 (mm) pada arah x dan y. Tulangan dengan arah y (5 m) lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan arah x (8 m) karena dapat meningkatkan frekuensi alami pelat sebesar 58% dan menurunkan percepatan sebesar 33%.
Behavior Swelling-Shrinkage of Residual Soils as Chemically Stabilized Moh. Muntaha; Fitria Wahyuni; Masyitah binti Nujid
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The soils of Balikpapan belong to the soft to medium soil group, consisting of residual and sedimentary soils. Residual soil generally has granules in the silty soil group. Residual soil has a high shear strength when dry, shrinks when wet, and has a large capacity, so this soil has a low bearing capacity when wet. Potential swelling and shrinkage can occur due to changes in soil volume caused by changes in the level of liquid in the soil cavity. Soil swelling and shrinkage can cause damage to the building structure. Helmut is a blend of chemicals that act as soil stabilizers, such as lime and polymers. Helmut is a new chemical ingredient being developed by researchers. The soil stabilization method was to mix the soil with additives such as Helmut. The mixing of the original Balikpapan soil with the Helmut additive in the laboratory was manually done by adding the additive materials at 1, 2, 4, 6, 8, and 10% to the dry weight ratio of the soil and the optimum moisture content. The results showed that the Balikpapan soil had good physical and mechanical properties; the potential for shrinkage was also low, as indicated by a low activity value of A = 0.365 and a shrinkage limit of 16.99%. Soil stabilized with Helmut additives showed improved physical and mechanical properties, and soil activity decreased.
Pemodelan Simulasi Bobot Risiko Rantai Pasok Material Struktur dengan Metode Monte Carlo pada Konstruksi Sektor Gedung Lisherly Reginancy Debataraja; Marsedes Purba; Amrizal; Gallio Budianto; Naga Raya Sinaga
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan material merupakan permasalahan yang vital dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi, hal ini erat kaitannya dengan pemahaman aliran pasok material. Sehingga dibutuhkan simulasi untuk memprediksi waktu keterlambatan material dari sisi internal (supply, controll, process, demand) dan eksternal (disaster factor) serta menganalisis sensitivitas risiko rantai pasok. Penelitian ini dimulai dengan studi literatur untuk mendapatkan daftar risiko, lalu pengumpulan data dengan metode kuisioner kepada 50 responden yang ahli dalam pengadaan material konstruksi. Selanjutnya dilakukan analisis risiko menggunakan Monte Carlo dengan perangkat lunak crystal balls. Dari analisis tersebut didapatkan prediksi waktu keterlambatan material selama 2,25–5,70 hari untuk waktu minimum dan 15,19–32,98 hari untuk waktu maksimum. Tiga risiko keterlambatan paling dominan terdapat pada material beton pracetak (41,60%), baja (34,90%), dan besi (33,40%). Risiko tersebut adalah keterlambatan pembayaran kontraktor utama ke sub kontraktor, waktu tunggu yang lama karena pengiriman secara bertahap, dan kendala pada proses pabrik hingga keterbatasan material pada supplier.
Analisis Pemodelan Embodied Energy Pada Struktur dan Non-Struktur Gedung Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Tengku Muhammad Rifani; Faris Rizal Andardi; Yunan Rusdianto; Sandi Wahyudiono; Zamzami Septiropa
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan konstruksi memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, terutama melalui emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis embodied energy (EE) dalam gedung sebagai langkah awal memahami kontribusi energi dari bahan bangunan yang digunakan. Melalui analisis EE, penelitian ini mengidentifikasi energi yang terkandung dalam material konstruksi dan bagaimana pemilihan bahan ramah lingkungan dapat mengurangi emisi karbon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dan menghitung volume material, berat satuan, dan EE berdasarkan data dari model 3D Revit dan Inventory of Carbon and Energy (ICE). Pendekatan ini memungkinkan analisis presisi dan standar, menghasilkan data numerik yang dapat dianalisis secara objektif untuk memahami kontribusi energi bahan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa embodied energy pada bagian struktur bangunan adalah 750.742.975 MJ, mencakup 42,34% dari total EE bangunan, sedangkan bagian non-struktur memiliki EE sebesar 1.022.321.637 MJ atau 57,66% dari total EE bangunan. Hal ini menunjukkan pentingnya pemilihan material untuk mengurangi dampak lingkungan.
Analisis Kinerja Struktur Apartemen 16 Lantai di Jakarta Terhadap Beban Gempa dengan Metode Respon Spektrum menggunakan ETABS V9.7.0 Berdasarkan SNI 1726 : 2019 Johannes Panjaitan; Erna Septiandini; Mirara Khanza
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin tinggi suatu bangunan gaya lateral yang diterima juga akan semakin besar, terutama terhadap gaya gempa, sehingga memerlukan perencanaan terhadap gaya gempa. Pengujian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan bangunan, menganalisis beban yang bekerja pada bangunan, menganalisis partisipasi massa, periode, dan gaya geser bangunan. Serta mengevaluasi simpangan antar lantai dan pengaruh P-Delta. Tahap pertama pemodelan struktur bangunan dengan menggunakan program Extended Three Dimensional Analysis of Building System (ETABS). Tahap setelah pemodelan adalah input beban-beban yang bekerja di bangunan. Dan tahap terakhir adalah perhitungan sekaligus menginput nilai periode dan value pada menu define functions respon spektrum. Beban mati tambahan sebesar 4,001 kN/ untuk pelat, 8,58 kN/ untuk dinding, dan 6,2763 kN/ untuk tangga. Beban hidup 1,92 kN/ dan 4,79 kN/. Nilai simpangan antar tingkat dan nilai pengaruh P-Delta pada bangunan apartemen 16 lantai di Jakarta lebih kecil dari batas izin, sehingga memenuhi persyaratan. Pemodelan Struktur Apartemen 16 lantai berhasil dilakukan dengan berupa pemodelan 3 dimensi (3D). Dan kekuatan bangunan aman terhadap beban gempa yang bekerja sesuai SNI 1726:2019.