cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
ISSN : 14113023     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Desain Penggorengan Kerupuk (Airfryer) Tanpa Minyak, Tanpa Pasir, Tanpa Listrik untuk Rumah Tangga Menengah Taufik Hidayat; Djoko Kuswanto; Ari Dwi Krisbianto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i1.4371

Abstract

Kerupuk adalah makanan khas Indonesia, makan nasi tanpa kerupuk dirasa kurang mantap. Hampir seluruh warga negara Indonesia menyukai kerupuk, apapun namanya: kerupuk udang, kerupuk bawang, kerupuk aci (Bandung), kerupuk upil (Sidoarjo), kerupuk kulit, kerupuk puli (bahan nasi), kerupuk Palembang, kerupuk kuning (kerupuk mie) ataupun kerupuk lainnya. Di Indonesia umumnya menggoreng kerupuk menggunakan minyak kelapa, bila terlau sering makan makanan yang digoreng dapat mengakibatkan radang tenggorokan, juga kolesterol yang dapat mengakibatkan stroke dan gangguan kesehatan lainnya. Apalagi jika menggoreng dengan menggunakan minyak kelapa yang sudah berulang kali digunakan. Apabila menggoreng dengan pasir, sering terjadi pasir masih menempel pada kerupuknya sehingga ikut termakan. Tentunya bila pasir tersebut terlalu banyak dimakan akan dapat mengganggu kesehatan. Produk Airfryer dengan menggunakan tenaga listrik dari sisi kesehatan lebih baik akan tetapi listrik yang digunakan cukup besar yaitu minimum 1200 Watt dengan harga alat tersebut dikisaran 3-4 juta rupiah. Disisi lain dengan menggunakan microwave selain energy listrik yang besar juga hasilnya kurang sempurna. Sementara produk seperti ketel dua muka (atas bawah) seperti merk Happycall kalau digunakan untuk menggoreng kerupuk tanpa minyak, hasilnya kerupuk tidak mengembang dengan baik atau bantat. Masalahmasalah tersebut diupayakan dapat diselesaikan dengan melaksanakan penelitian mendesain penggoreng kerupuk tanpa minyak goreng tanpa pasir dan tanpa listrik tapi tetap menggunakan kompor biasa. Pada akhir penelitian ini akan diperoleh sebuah prototype alat penggorengan dengan tanpa menggunakan minyak, tanpa listrik dengan menggunakan kompor gas LPG dan atau LNG. ’Kerupuk”, Chips/ cracker made of flour flavored with fish or shrimp, is Indonesian special food. As Indonesia, meal without ’kerupuk’ is not delicious enough. Almost all Indonesia. ’kerupuk’ is favourite, either shrimp kerupuk, union kerupuk, ’bandung’ kerupuk (aci), ’upil’ kerupuk (sidoarjo), skin kerpuk (rambak), rice kerupuk (puli), ’palembang’ kerupuk, yellow kerupuk (noodle) and other variants. Kerupuk processed by fried. If consumed too much cause throat inflammation, cholesterol which can lead to stroke (cerebrovasculer accident) and interfere to health, moreover by repeatedly cooking oil usage. While frying kerupuk using sand often lags on kerupuk and clings. Which if too much consumed cause health problems too. Electric airfryer is better but needs bigger power at 1200 watt minimum at least with 3-4 million rupiahs in price (2). Using microwave as big as electric airfryer needs enough power and not quite optimum. 2- sided kettle (example Happycall), if used to fry kerupuk without oil processing, the result are kerupuk not expand. The questions above are trying to solve with designing oil-less sandless fryer without electricity and using conventional stove. The research results are, (1) sandless fryer (2) without cooking oil (3) without electricity (4) using LPG/ LNG conventional stove.
Analisis Geometri pada Perancangan Fasilitas Duduk: Sebuah Aplikasi Hertina Susandari; Taufik Hidayat
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i1.4372

Abstract

Hingga saat ini analisis geometri diyakini masih relevan digunakan untuk menciptakan karya atau produk yang berkualitas secara visual. Tetapi aspek visual juga harus berkompromi dengan aspek yang lainnya agar menghasilkan produk yang optimal. Artikel ini akan mengkompromilan analisis geometri dengan aspek antropometri duduk pada produk kursi makan dan kursi teras/ santai. Belum ada panduan yang ketat untuk melakukan analisis geometri menjadikan tantangan tersendiri untuk diselesaikan. Hasil akhir yang didapatkan selain panduan analisis geometri adalah dua alternatif rekomendasi geometri dari kursi balero silang dan kursi minimalis. Currently, Geometric analysis is one of relevant technical to create high quality visual product. In the other hand, visual aspect must be compromised with other design aspect to produce optimum product. This article will explain dining chair and patio chair that applied compromised geometry analysis towards seat anthropometry. The challenge for using geometry analysis is more about less strict guidance available for it. The result from this process is guidance for geometry analysis, and also two alternatives geometry based recommendation for Balero Silang Chair and Minimalistic Chair.
Rekayasa Sistem Lipat dan Lepas Pasang pada Sepeda Recumbent Trike untuk Touring Mukhammad Efendi; Andhika Estiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i1.3715

Abstract

Recumbent trike berarti sepeda roda tiga yang dikendarai dengan posisi duduk bersandar dengan kaki di depan sehingga lebih nyaman dan santai di gunakan oleh bikepacker untuk touring. Recumbent trike memiliki dimensi yang besar di bandingkan dengan sepeda pada umumnya, sedangkan salah satu kebutuhan bikepacker adalah dapat membawa sepeda untuk menyeberang pulau maupun negara dengan transportasi pendukung seperti kapal laut maupun pesawat terbang. Untuk itu dibutuhkan sepeda recumbent yang ringkas saat sepeda dikemas dan hendak di bawa mengunakan transportasi lain. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu adanya suatu rekayasa sistem yang dapat menjawab permasalahan dan memenuhi kebutuhan para bikepacker pada recumbent trike. Pengembangan inovasi desain pada sepeda recumbent dengan sistem lipat dan lepas pasang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para bikepacker sehingga bikepacker lebih mudah saat membawa maupun mengankut sepeda dengan transportasi pendukung. Hal ini juga akan sangat berguna untuk efisiensi penyimpanan saat sepeda tidak sedang digunakan. Recumbent trike means a tricycle that is driven in a sitting position leaning with the legs in front so it is more comfortable and relaxed in use by bike-packer for touring. Recumbent trike has a large dimension compared to bicycles in general, while one of the needs of bike-packer is to be able to bring bicycles to cross the island or country with supporting transportation such as ships and aircraft. That requires a compact recumbent bicycle when the bicycle is packed and is about to be carried using other transportation. Therefore to meet these needs there requirements to be a system engineering that can answer the problem and meet the essential of the bikepacker in the recumbent trike. The development of design innovations on recumbent bikes with folding and removable systems aims to meet the needs of bike-packer so that bikepacker is easier when carrying or carrying bicycles with supporting transportation. This will also be very useful for storage efficiency when the bike is not being used.
Pemodelan Karaketeristik Papan Tanda Informasi untuk Ruang Usaha Pengrajin Batik Plentong di Yogyakarta Ratih Pertiwi; Waslam
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i2.4678

Abstract

Batik Plentong yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta didirikan pada tahun 1952. Fenomena permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pemodelan papan tanda informasi yang terdapat di ruang usaha pengrajin Batik Plentong belum memiliki karakteristik sesuai dengan standarisasi. Terdiri dari penggunaan huruf, penggunaan simbol, penggunaan warna dan pemilihan material. Dalam menghadapi Making Indonesia 4.0 erat kaitannya dengan revolusi industri, maka papan tanda informasi disetiap bidang usaha diperlukan sebagai penunjang atas keberhasilan dari suatu kegiatan industri guna meningkatkan jumlah pengunjung. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui pendekatan fenomenologi.. Penulis menggunakan pendekatan fenomenologi yang melibatkan semua panca indera dalam melakukan pengamatan terhadap objek penelitian. Kebaruan yang dihasilkan adalah pemilihan dan penggunaan material yang ramah lingkungan dan tahan terhadap reaksi kimia, dengan alasan kondisi lokasi dari sebuah proses pembatikan yang erat kaitannya dengan bahan malam dan bahan kimia. Selain itu, kebaruan lainnya yang peneliti lakukan adalah penggunaan aspek elemen grafis. Seperti menambahkan dan memberikan simbol (ikon) di masing-masing dari proses pembatikan untuk ruang usaha pengrajin Batik Plentong. Kesimpulan yang diperoleh adalah perlu adanya sebuah karakteristik dari pemodelan papan tanda informasi sebagai bagian dari suatu proses kegiatan yang dapat digunakan oleh publik umum. Plentong Batik in Yogyakarta Special Region was established in 1952.The phenomenon of the problem in this study is to provide an overview of information sign board modeling in the business space of Batik Plentong craftsmen who do not have the characteristics according to standardization.Consists of the use of letters, use of symbols, use of colors and material selection.In dealing with Making Indonesia 4.0 is closely related to the industrial revolution, the information sign board in each business field is needed as a support for the success of an industrial activity in order to increase the number of visitors.This research method uses qualitative research methods, through a phenomenological approach.The author uses a phenomenological approach that involves all five senses in observing the object of research.The novelty produced is the selection and use of materials that are environmentally friendly and resistant to chemical reactions, with the reason that the location conditions of a batik process are closely related to night matter and chemicals. In addition, another novelty that researchers do is the use of graphic elements.Like adding and giving symbols in each of the batik processes for the business space of Batik Plentong craftsmen.The conclusion obtained is that there needs to be a characteristic of information sign board modeling as part of an activity process that can be used by the general public.
Pengaruh Visualisasi Foto OOTD (Outfit of The Day) Selebgram Sebagai Strategi Promosi Produk Fashion Terhadap Persepsi Wanita Ekariana Fitrina Irawan; Asep Ramdhan
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i2.4679

Abstract

Instagram adalah media sosial yang populer digunakan sebagai media promosi online dalam pemasaran digital, khususnya untuk produk fashion. Belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat perkotaan terutama bagi generasi muda, khususnya wanita. Salah satu yang sedang menjadi tren dan dinilai paling menarik bagi konsumen wanita adalah visualisasi foto OOTD (outfit of the day) seorang selebgram yang mempromosikan produk fashion.Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh visualisasi foto OOTD (outfit of the day) seorang selebgram terhadap keefektivitasan membangun persepsi konsumen wanita sebagai bagian dari strategi promosi online sebuah produk fashion. Proses analisis dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Studi dokumentasi, observasi online, dan kuesioner digital digunakan sebagai alat pengumpulan data yang kemudian hasilnya akan dipaparkan secara deskriptif dengan pendekatan teori media sosial menurut Rulli Nasrullah, serta teori male gaze menurut John Berger yang merupakan bagian dari studi budaya visual. Perkembangan budaya siber pada media sosial Instagram sebagai bentuk eksistensi individu dalam menciptakan citra diri, serta adanya unsur male gaze dan fan-culture yang merupakan realitas sosial dalam dunia siber tersebut, dinilai mampu mempengaruhi persepsi konsumen wanita dalam strategi pemasaran digital produk fashion di era industri 4.0 saat ini. Instagram is a social media that is popularly used as an online promotion media in digital marketing, especially for fashion products. Online shopping has become part of the daily life of urban communities, especially for the younger generation and women. One of the trends and considered the most attractive for female consumers is the visualization of an outfit of the day (OOTD) photo of a celebrity on Instagram who promotes fashion products. The research was conducted to find out how much the influence of the outfit of the day (OOTD) visualization of a celebrity photo on the effectiveness of building perceptions of female consumers as part of an online promotion strategy for a fashion product. The analysis process is carried out using descriptive qualitative methods. Documentation studies, online observations, and digital questionnaires are used as data collection tools which then will be explained descriptively by social media theory approach according to RulliNasrullah, as well as male gaze theory according to John Berger which is part of visual culture studies. The development of cyber culture on Instagram as a form of individual existence in creating selfimage, as well as the presence of male gaze and fan-culture elements which are a social realities in the cyber world, are considered capable of influencing the perception of female consumers in digital marketing strategies of fashion products in the current 4.0 industry era.
Kajian Semiotika Motif Ornamen Batik Baju Karyawan Serbagai Identitas Universitas Esa Unggul Jakarta Rudi Heri Marwan; Eddy John
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i2.4680

Abstract

Batik merupakan warisan budaya leluhur, identitas Negara Indonesia, dan merupakan warisan budaya dunia, buktinya, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) telah mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) secara resmi dilakukan pada 2 oktober 2009 di Prancis. Motif ornament batik merupakan karya seni dimana karya tersebut banyak menggunakan tanda atau symbol, tanda atau symbol tersebut sarat akan makna, nilai dan filosofi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana proses kerja teori semiotika pada motif ornament batik, yaitu menganalisa tanda, penanda, petanda dan semiosis yang membentuk gagasan kreatif (visual creative) menggunakan teori semiotika Charles Sander Pierce dan proses konstruksi motif ornament batik atas realitas sosial menggunakan teori semiotika Umberto Eco sebagai bentuk representasi nilai-nilai yang terkandung didalam ideologi budaya pesan motif ornament batik sebagai pendapat bersama (Consesual judgement) pada motif ornament batik baju karyawan sebagai identitas Universitas Esa Unggul Jakarta. sehingga dapat memberikan kontribusi wawasan ilmu kepada kaum akademisi, pemerhati motif ornament batik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas tentang kajian yang menggunakan teori semiotika. Batik is an ancestral cultural heritage, the identity of the State of Indonesia, and is a world cultural heritage, the proof, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) has confirmed Indonesian batik as a World Heritage officially conducted on 2 October 2009 in France . The motif of batik ornament is an artwork in which the work uses a lot of signs or symbols, the sign or symbol is full of meaning, value and philosophy. This study aims to describe how the work process of semiotic theory on batik ornament motifs, namely analyzing signs, markers, markers and semiosis that form creative ideas (creative visuals) using the theory of semiotics Charles Sander Pierce and the construction process of batik ornament motifs on social reality using theory Umberto Eco's semiotics as a form of representation of the values contained in the cultural ideology of the message of batik ornament motifs as a shared opinion (Consesual Judgement) on batik clothes ornament motifs of employees as the identity of Esa Unggul University in Jakarta. so that it can contribute knowledge insight to academics, observers of batik ornament motifs and provide benefits to the wider community about studies that use the theory of semiotics.
Prototipe Mesin CNC 3 Axis Sederhana untuk IKM Mainan Edukasi Berbahan Kayu Andhika Estiyono; Arie Kurniawan; Ari Dwi Krisbianto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i2.4686

Abstract

Pembuatan mainan pendidikan (educational toys) puzzle secara manual dimana dalam usahanya untuk mencapai kepresisian bentuk masih menemui banyak kesulitan. Kesulitan yang dialami meliputi pembuatan masih terpisah satu-persatu di tiap bentuknya, bentuk yang satu dengan yang lain yang serupa namun memiliki ukuran yang tidak seragam dan kebutuhan proses produksi yang lebih cepat. Metode yang ditawarkan adalah proses pembuatan dan pemotongan dengan menggunakan mesin CNC dengan sekali proses pengerjaan. Diharapkan dengan menggunakan mesin CNC woodworking kebutuhan dalam pembuatan bentuk mainan yang presisi dapat tercapai dan dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga menambah produktifitas IKM. There are still many adversities to achieve precision on puzzle educational toys making. The complications are separate making one by one in its form, dissimilarity in its size and to quicken production process. Manufacturing and cutting process using CNC machine is offered method for its solution. Woodworking CNC machine are able to do one process at a time, more precision, faster and able to gain small-medium industries (IKM) productivity.
Pemodelan Elemen Interior untuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan bagi Tunarungu di Jakarta Muhammad Fauzi; Andi Youna Catherine Bachtiar
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i2.4682

Abstract

Kebutuhan tuna rungu dalam fasilitas umum yang kurang ideal dari faktor kenyamanan dan keamanan maka hal ini perlu diperhatikan dalam pengembangan fasilitas umum salah satunya berupa tempat sarana pendidikan yang berkaitan dengan Rehabilitasi dan Pendidikan bagi tunarungu di Jakarta banyak yang belum ideal karena terbatasnya manfaat dan fungsi elemen ruang yang disesuaikan dengan fisiknya. Hal ini dapat disebabkan adanya beberapa faktor permasalahan dalam karakteristik tunarungu yang perlu dikaitkan dalam pengembangan elemen interior agar dapat memberi solusi untuk tunarungu dalam beraktifitas secara optimal dan mandiri. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan cara pengamatan fenomenologi. Dalam Grounded Theory tidak dikenal adanya hipotesis, akan tetapi diperkenankan sebuah hipotesis kerja yang di deskripsikan sebagai sebuah pernyataan. Hipotesis kerja dalam penelitian ini adalah Pemodelan Elemen Interior Untuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bagi Tunarungu di Jakarta. Studi Kasus dilaksanakan pada sebuah Sekolah Luar Biasa Pangudi Luhur Jakarta Barat dan Yayasan Rumah Siput Indonesia yang paling dominan terhadap rehabilitasi dan pendidikan Tunarungu sehingga mempermudah eksperimen dan kajian dalam menemukan karakteristik elemen interior yang pada awalnya menggunakan prinsip The Deaf Space Design Guidelines berupa Space and Proximity, Sensory Reach, Mobility and Proximity, Light and Color dan Acoustics. Kesimpulan dalam analisa ini ditemukan sebuah karakteristik elemen interior yang sesuai karakteristik tunarungu hingga dilanjutkan usulan konsep desain interior untuk pusat Rehabilitasi dan Pendidikan Bagi Tunarungu. Deaf needs in public facilities that are less than ideal from the comfort and safety factors, so this needs to be considered in the development of public facilities, one of which is an educational facility related to Rehabilitation and Education for deaf people in Jakarta, many of which are not ideal because of the limited benefits and functions of space elements. which is adapted to the physical. This can be caused by several factors in the characteristics of deaf characteristics that need to be linked in the development of interior elements in order to provide solutions for deaf in optimal. This research method uses qualitative methods of phenomenological observation. In a Grounded Theory there is no known hypothesis, but a working hypothesis is allowed which is described as a statement. The working hypothesis in this study is Interior Element Modeling for Deaf Education and Training Centers in Jakarta. The Case Study was conducted at a Pangudi Luhur Special School in West Jakarta and the most dominant Indonesian Snail Foundation for rehabilitation and Deaf education so as to facilitate experimentation and study in finding the characteristics of interior elements which initially used the principle of The Deaf Space Design Guidelines in the form of Space and Proximity. Sensory Reach, Mobility and Proximity, Light and Color and Acoustics. The conclusion in this analysis found a characteristic of interior elements that matched the characteristics of the deaf and continued the proposed concept of interior design for Rehabilitation and Education centers for the Deaf.
Efektivitas Penggunaan Infografis Pada Perancangan Buku Profil Universitas (Studi Objek Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur) Widyasari; Aris Sutejo; Adibah Nurul Yunisya
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i2.4683

Abstract

Adanya perubahan dan perkembangan positif pada kampus UPN “Veteran” Jatim sudah selayaknya dikemas dalam sebuah media yang dapat menyajikan informasi profil UPN “Veteran” Jatim dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Media tersebut berupa buku profil UPN “Veteran” Jatim yang dirancang dengan menggunakan teknik infografis yakni jenis gambar yang memadukan informasi dengan desain, yang bertujuan untuk berkomunikasi secara singkat dan jelas kepada pembaca. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan langkah-langkah mencari literatur, mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif, menganalisis data dengan menggunakan tabel TOWS (Threat, Opportunities, Weakness, Strength) matrix untuk menentukan Unique Selling Proposition, menganalisis insight target audiens untuk menyusun solusi kreatif, menganalisis dan menyimpulkan hasil kuesioner untuk mengukur capaian penelitian. Dari hasil analisis TOWS matrix dapat disimpulkan bahwa Unique Selling Proposition yang ditemukan adalah UPN “Veteran” Jatim sebagai Perguruan Tinggi Negeri baru terakreditasi “A” yang konsisten dalam menerapkan karakter Bela Negara pada kegiatan akademik dan non-akademik. Unique Selling Proposition inilah yang menjadi konten pada buku profil UPN “Veteran” Jatim. Sedangkan dari hasil analisis consumer insight dapat disimpulkan bahwa audiens menginginkan penyampaian informasi profil UPN “Veteran” Jatim berupa informasi tekstual yang disertai dengan elemen-elemen visual seperti unsur grafis, ilustrasi, pictogram, dan grafik. Hasil dari penelitian adalah sebesar 83% (sangat kuat) setuju jika penggunaan infografis berupa unsur grafis, ilustrasi, pictogram, dan grafik pada perancangan buku profil UPN “Veteran” Jatim dapat memiliki tampilan visual yang lebih menarik. Selanjutnya sebesar 83,2% (sangat kuat) setuju jika penggunaan infografis berupa unsur grafis, ilustrasi, pictogram, dan grafik pada perancangan buku profil UPN “Veteran “ Jatim dapat menyajikan informasi menjadi lebih mudah dipahami. The emergence of transformation and positive development within Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN “Veteran” Jatim) supposedly bundled as a media which could provide the information of UPN “Veteran” East Java profile with interesting way and to be easily understood. The media is profile book of UPN “Veteran” Jatim that are designed using the infographic method which is a type of image that combines information with design that aims to communicate briefly and clearly to the reader. The research method that are used are qualitative and quantitative methods with the research steps consist of searching literature, collecting qualitative data and quantitative data, data analysis using TOWS (Threat, Opportunities, Weakness, Strength) table matrix to define the Unique Selling Proposition, analyzing the targeted audience's insight to compose the creative solution, analyzing and concluding the results of the questionnaire to measure research achievements. From the results of the TOWS matrix analysis, it can be concluded that the Unique Selling Proposition is UPN “Veteran” Jatim as a newly Public Universities with accredited "A", is the consistency in applying the character of Bela Negara to academic and nonacademic activities. This Unique Selling Proposition is the content in the book profile of UPN "Veteran" Jatim. While from the results of the consumer insight analysis, it was concluded that the audience wanted the delivery of information on the profile of UPN "Veteran" Jatim is textual information accompanied by visual elements such as elements of graphics, illustrations, pictograms, and graphics. The results of this study are as much as 83% (very strong) agree if the use of infographics in the form of elements of graphics, illustrations, pictograms and graphs, in designing the book profile of UPN "Veteran" Jatim, can illustrate a more interesting visual appearance. Furthermore, 83,2% (very strong) agreed that the use of infographics in the form of graphic elements, illustrations, pictograms, and graphs in designing the book profile of UPN "Veteran" East Java could present information to be more easily understood.
Perancangan Sepatu Wanita Ready to Wear Berbahan Kertas Kraft Oskar Judianto; Puti Aqila Hapsari
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i2.4685

Abstract

Sepatu merupakan salah satu jenis alas kaki yang digunakan untuk melindungi kaki agar tidak kotor dan juga melindungi kaki agar tidak terluka oleh benda dari luar yang membahayakan. Dalam perkembangannya alas kaki menjadi salah satu elemen fashion yang berfungsi menunjukan kelas sosial penggunanya. Terdapat 548 juta pengguna alas kaki di Indonesia, sebagaimana dikutip dari data world footwear pada tahun 2014 silam. Komponen penarik minat alas kaki tidak hanya dilihat dari estetika sepatu tersebut, melainkan dilihat pula dari kualitas material yang digunakan. Bahan material umum yang digunakan pada sepatu adalah kayu, plastik, karet, tekstil, dan serat tanaman. Selain itu, dengan maraknya global warming, sampah nasional ikut menyumbang 170 ton/hari dengan 10% sampah berasal dari kertas. Kertas tidak lagi asing digunakan sebagai material dalam pembuatan produk. Penggunaan material kertas juga dapat dikatakan sebagai bentuk pengembangan produk berkelanjutan (sustainable design) dengan teknologi minim kimia yang mana menyiasati adanya pertumbuhan ramah lingkungan. Oleh karena karakteristik material kertas yang tidak bisa disamakan dengan material kulit (leather) atau fabric, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observatif dan eksperimental dimana penelitian ini bermaksudkan untuk menguji hipotesis dan berperan secara langsung dalam mengumpulkan data di lapangan dengan mencatat kejadian-kejadian yang ada. Kertas kraft merupakan jenis kertas olahan melalui proses kraft, yang menghasilkan kertas dengan kekuatan yang tahan akan sobekan. Terdapat teknik khusus agar material ini dapat dibentuk menjadi sebuah alas kaki. Konsep desain yang akan diterapkan yakni clean minimalist dengan menampilkan tekstur asli dari kertas dan menggunakan bentuk yang tidak rumit. Shoes are one type of footwear used for feet so that they are not dirty and also cannot be removed by dangerous external objects. In the development of footwear becomes one of the fashion elements used to show the social class of its users. Looked at 548 million footwear users in Indonesia, from the world footwear data in 2014 ago. The interest component of footwear is not only seen from the aesthetics of the shoe, but also by the quality of the material used. Common materials used are wood, plastic, rubber, textiles and plant fibers. In addition, with the rise of global warming, national waste contributes 170 tons/day with 10% of waste coming from paper. Paper is no longer used as an ingredient in making products. The use of paper material can also be used as a form of sustainable product development with minimal chemical technology which deals with environmentally friendly growth. Because paper material material that cannot be compared with leather (leather) or cloth material, in this study researchers used qualitative research methods with observative and experimental data investigation techniques where this research was used to test hypotheses and data directly in collecting data in the field with record the events that occur. Kraft paper is a form of paper, which produces paper with strength that will resist tears. Could this special ingredient be formed into a base for footwear. The design concept that will be used is cleaning the minimalist by displaying the texture of the paper and using an uncomplicated form.

Page 11 of 18 | Total Record : 175