cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
ISSN : 14113023     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Eksperimen Sistem Sambungan Rotan Untuk Pengembangan Sarana Duduk Rotan Ihsan Biantoro; Ellya Zulaikha
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2833

Abstract

Industri mebel rotan terus meningkat dalam 3 tahun terakhir, terutama setelah Peraturan Menteri Perdagangan tentang pelarangan ekspor bahan baku mentah ini dikeluarkan. Sejak tahun 2012, nilai ekspor pada mebel rotan meningkat 57% dibandingkan tahun 2011 dan telah memberikan dampak positif bagi industri rotan di Indonesia. Kementerian Perdagangan merilis bahwa sebanyak 80% kebutuhan rotan dunia dipenuhi oleh Indonesia. Dengan perkembangan ini, diharapkan ada lebih banyak inovasi pada mebel rotan, baik dari segi desain maupun dari proses produksi. Desain mebel rotan pada saat ini mengalami stagnansi pada inovasi. Berbeda dengan era 90-an di mana era tersebut adalah era kejayaan mebel rotan di Indonesia. Dengan dasar tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk menemukan inovasi baru penggunaan rotan pada mebel. Langkah atau metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan eksperimen. Observasi yang pertama dilakukan untuk mengetahui desain yang sedang berkembang dan selera pasar pada saat ini melalui pengamatan pada beberapa pameran. Observasi yang kedua dilakukan untuk mengetahui proses produksi dan kemampuan produksi industri mebel rotan. Wawancara dilakukan pada ekspert yang bekerja dalam bidang mebel rotan dan sudah mendapatkan beberapa penghargaan tentang desain rotan yang membuktikan kompetensinya dalam bidang ini. Setelah itu dilakukan metode eksperimen. Eksperimen yang dilakukan berupa eksplorasi sistem joining dan struktur utama, untuk mencari kemungkinan kebaruan yang nantinya mampu menghasilkan kemungkinan desain yang baru. Pada akhir penelitian ini, dihasilkan beberapa jenis join baru yang memberikan kesan dan desain baru pada mebel rotan. Join baru yang dihasilkan lebih bersih dari sisi desain dan memiliki komposisi bentuk baru yang tergolong menarik secara pasar. Rattan furniture industry was increasing in the last 3 years, especially after Minister of Trade’s regulation issued about concerning the ban on export of raw materials. Since 2012, export value in rattan furniture was increasing 57% compared to 2011 and had a positive impact on the rattan industry in Indonesia. Ministry of Commerce released that as much as 80% of world rattan demand is fulfilled by Indonesia. With this development, it’s expected that there will be more innovation in rattan furniture, both in design and production process. The design of rattan furniture is currently stagnant in innovation. Unlike the 90s, when the glory age of rattan furniture in Indonesia. On this basis, steps are needed to find new innovations in the use of rattan on furniture. Methods used for this research are observation, interviews, and experiments. The first observations were made to find out the current developing design and market tastes through observations at several exhibitions. The second observation was conducted to find out the production process and production ability of rattan furniture industry. Interviews were conducted with rattan experts who working in rattan furniture and have earned several awards on rattan design so that can be proven their competence in this field. Experiments conducted in the form of exploration of the joining system and main structure, to find possibilities that will be able to produce in new design. At the end of this study, several new types of joints were created that gave the impression and new designs on rattan furniture. The newly created joint is cleaner from the design side and has a new composition of shapes classified as attractive in the market.
Desain Peralatan Spa Berbahan Marmer Dengan Konsep Bali Radyan Artantyo; Primaditya Hakim
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2835

Abstract

Spa merupakan kegiatan perawatan tubuh yang menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Untuk mendukung suasana tenang dan nyaman, maka diperlukan peralatan pendukung kegiatan spa. Selain memiliki fungsi dasar untuk menyimpan bahan-bahan yang digunakan, desain peralatan spa yang menarik juga membantu menghasilkan suasana nyaman dan tenang bagi para pelanggan. Perlengkapan SPA dari PANI dibuat dengan menggunakan marmer Tulungagung dan memiliki konsep Bali. Marmer Tulungagung dipilih karena awet, tahan air, dan memiliki keindahan estetika. Sedangkan konsep Bali dipilih karena konsep tersebut tidak hanya memuat teknik-teknik pengobatan, tetapi juga memasukkan unsur kekayaan alam Indonesia, serta nilai-nilai ketenangan dari kebudayaan Bali ke dalam treatment SPA Untuk mewujudkan desain pelengkapan SPA tersebut, marmer diolah dengan menggunakan teknik-teknik yang telah dikuasai oleh pengrajin marmer seperti teknik potong, bubut, pahat, dan prik. Ditambah dengan eksperimen pewarnaan dan eksperimen etsa yang menjadi nilai tambah dalam proses pembuatan produk peralatan SPA. Perpaduan antara marmer Tulungagung dan konsep Bali akan menghasilkan perlengkapan SPA mewah terinspirasi dari kebudayaan Bali dengan brand yang menarik. Spa is a body treatment activity that become the lifestyle of urban communities. To support the calm and comfortable atmosphere, it is necessary to had an equipment for supporting the spa activities. Besides has basic functions for storing spa materials, the attractive design of spa equipment also helps to create a comfortable and calming atmosphere for customers. Spa’s equipment from PANI is made from Tulungagung’s marble with took a Bali’s concept. Tulungagung’s marble was chosen because it is durable, waterproof, and has an aesthetic beauty. The concept of Bali was chosen because the concept is not only contain the techniques of treatment, but also incorporates elements of natural wealth of Indonesia, as well as the values of the serenity of Balinese culture into the spa treatment to realize the design of the SPA, marble is processed by using techniques Has been mastered by marble artisans such as cutting techniques, lathe, chisels, and prik. Coupled with experimental coloring and etching experiments that add value in the manufacturing process of SPA equipment products. The blend of Tulungagung’s marble and Balinese concepts will result in luxurious SPA equipment inspired by Balinese culture with an attractive brand.
Desain Produk Kemasan Cokelat dengan Menggunakan Peran Elemen Fungsional Desain Yosef Richo
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3586

Abstract

Industri cokelat menjadi bisnis yang sangat berpotensi baik secara global maupun lokal(Indonesia) karena cokelat adalah jenis produk makanan ringan yang paling diminati secara oleh konsumennya saat ini dan yang berikutnya adalah Indonesia adalah penghasil cokelat terbesar ketiga didunia saat ini. Adalah tepat bagi para creativepreuner untuk mencoba menilik industri cokelat ini, dan salah satu peran penting bagi aspek peningkatan penjualan produk cokelat adalah dari desain produk kemasannya, maka dalam artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut terkait strategi bagi para desainer dalam mendesain sebuah kemasan yang diharapkan dapat membantu menarik minat pembelian konsumen, ada beberapa atribut elemen desain secara fungsional didalam kemasan yakni elemen bentuk, ukuran dan material, hasil koletif data dapat dari responden akan diaplikasikan dalam proses mendesain dengan metode RDE atau mendesain dengan menggunakan bantuan teknologi pada sebuah kemasan cokelat. The Industrial Chocolate becomes a very potential business both for global and local (Indonesia) because chocolate is the most popular snack product at globally by its current consumers also Indonesia is the third largest chocolate producer in the world until now. It is appropriate for the creativepreuner to try to look at this industry, and one of the important roles for the increasing aspect of chocolate product sales is from the design packaging products, so in this article it will explain more about the strategy for the designers when to try designing a packaging that have to expected help attracting consumer purchases, there are some functional design element attributes elements inside at the packaging: form, sizes and materials. The data is collected from respondents will be applied in the process of designing packaging product with the RDE method or designing using the technology.
Kajian Visual Estetik pada Desain Kemasan Produk Cokelat UKM Kelompok Tani Elok Mekar Sari Surabaya Ixsora Gupita Cinantya
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3587

Abstract

Dengan melihat potensi sumber daya alam coklat yang ada di Indonesia, para pengusaha kecil dan menengah (UKM)telah mampu memproduksi berbagai macam makanan yang terbuat dari bahan coklat.Hal itu membuat konsumen dihadapkan pada banyaknya pilihan produk yang ada dipasaran. Pengusaha tidak lagi bersaing dengan hanya mengandalkan kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga harus memikirkan bagaimana membuat identitas sebuah produk agar mempunyai ciri khas untuk kemudian bisa dikenal luas dan yang terpenting bisa menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut. Salah satu UKM yang memproduksi makanan yang terbuat dari bahan cokelat, yaitu UKM Kelompok Tani Elok Mekar Sari Surabaya. UKM yang dinaungi Dinas Pertanian Kota Surabaya ini telah memproduksi cokelat sejak tahun2011 dan memasarkan produk coklatnya melalui bazar/pameran, melalui sentra UKM, dan melalui media elektronik maupun cetak. UKM yang bertempat di SemolowaruElok Surabaya ini memproduksi cokelatnya dengan berbagai macam kemasan, dengan tujuan memiliki daya tarik tersendiri guna tertangkapnya stimulus oleh konsumen sehingga diharapkan konsumen tertarik pada produk tersebut. Sepaham dengan penjelasan diatas sangat diperlukan memperhatikan estetika visual pada kemasan dalam membangun citra dan kekuatan serta identitas sebuah produk untuk menghadapi persaingan bisnis. Produk Cokelat Choco Bar Rahma merupakan salah satu produk unggulan Kelompok Tani Elok Mekar Sari dalam bidang olahan lain. Cokelat Choco Bar Rahmamerupakan sebuah produk inovatif dan kreatif dalam bisnis yang kompetitif dalam bidang UKM. Selama tujuh tahun berdiri, produk Cokelat Rahma terus menghasilkan produk-produk terbaru dengan kemasan yang sangat dipertimbangkan aspek desainnya. Perkembangan desain kemasan yang awalnya sangat sederhana menjadi lebih baik dan lebih lengkap. Berdasarkan perpaduan desain secara keseluruhan antara tipografi, ilustrasi, komposisi/layout, serta elemen-elemen desain yang ada pada kemasan, dapat disimpulkan bahwa kemasan Cokelat Choco Bar Rahmasangat mempertimbangkan pembuatan desain kemasannya dengan tidak meninggalkan fungsi penting dari elemen-elemen tersebut yaitu memberikan informasi mengenai produk kepada konsumen. By looking at the potential of natural resources of chocolate in Indonesia, small and medium entrepreneurs have been able to produce various foods made from chocolate. It makes consumers faced with the many choices of products available in the market. Entrepreneurs no longer compete by relying only on the quality of products produced, but also have to think about how to make the identity of a product in order to have a characteristic to then be widely known and most importantly can attract consumers to buy the product. One small and medium entrepreneur who produces food made from chocolate, which is small and medium entrepreneur of ElokMekar Sari Surabaya Farmer Group. Small and medium entrepreneurs sheltered by Agriculture Department of Surabaya City has been producing chocolate since 2011 and marketing its chocolate products through bazaar / exhibition, through the center of small and medium entrepreneur, and through electronic and print media. small and medium entrepreneurs located in SemolowaruElok Surabaya is producing chocolate with a variety of packaging, with the aim of having a special attraction for the capture of stimulus by consumers so that consumers are expected to be interested in the product. Agree with the above explanation is necessary to pay attention to visual aesthetics on the packaging in building the image and strength and identity of a product to face business competition. Choco Bar Rahma Chocolate Products is one of the excellent products of ElokMekar Sari Farmer Group in other processed fields. Choco Chocolate Bar Rahma Chocolate Choco Bar Rahma is an innovative and creative product in a competitive business in the field of small and medium enterprises. For seven years standing, Chocolate Rahma products continue to produce the latest products with packaging that is highly considered aspect of its design. The development of the initially simple packaging design is better and more complete. Based on the overall blend of design between typography, illustration, composition / layout, as well as the design elements present in the packaging, it can be concluded that Choco Bar Rahma Choco packaging is very much in consideration of the packaging design by not leaving the important function of the elements about the product to the consumer.
Perancangan Buku Digital Interaktif sebagai Media Penunjang Pendidikan Multikultural untuk Anak-Anak Usia 7-10 Tahun Nindita Karina Sastya Wardhan; Raditya Eka Rizkiantono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3589

Abstract

Pendidikan multikultural sangat penting dan relevan untuk direalisasikan di Indonesia yang memiliki tingkat keberagaman sosial yang tinggi dan rentan dengan konflik berlatarbelakang SARA. Namun, pendidikan multikultural di sekolah belum tercukupi karena kurangnya alokasi waktu pembelajaran yang memprioritaskan mata pelajaran Ujian Nasional. Selain itu, media pembelajaran multikultural di sekolah yang bersifat tekstual kurang menarik minat anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sebuah solusi untuk mengemas konten multikulturalisme yang ringkas dan sesuai dengan kurikulum serta preferensi anak-anak.      Menggunakan metode penelitian kualitatif  dengan observasi, literature review, focus group discussion dan depth interview yang berfokus pada keberagaman di Indonesia pada usia anak-anak, dirumuskan sebuah konsep pembelajaran mengenai multikulturalisme sesuai acuan pada standar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disajikan dengan bentuk naratif dan interaktif dalam media yang sesuai preferensi sehingga mudah diakses dan digunakan oleh anak-anak. Hasil perancangan berupa buku digital interaktif berjudul "Bhinneka Bangsaku" dengan konten yang ringkas, narasi cerita yang relevan dan familiar dengan keseharian, ilustrasi digital painting yang ekspresif , dan desain antarmuka yang mudah digunakan untuk anak-anak usia 7-10 tahun. Buku digital interaktif dapat dijalankan dengan gawai bersistem operasi Android. Penggunaan media digital sebagai platform media penunjang pendidikan multikultural dapat menarik minat anak-anak karena memungkinkan penyajian materi dalam bentuk yang lebih dinamis dan kaya secara visual, serta kemudahan dalam mengakses. Konten keberagaman yang diusung buku digital interaktif "Bhinneka Bangsaku" ini selalu relevan dengan kondisi sosial di Indonesia, sehingga berpeluang untuk terus dikembangkan, baik dari aspek konten dan format media. Multicultural education is very important and relevant in Indonesia which susceptible to racial, religious and ethnic conflict due to its high level of social diversity. However, multicultural education in schools has not been fulfilled due to lack of time allocation in syllabus that prioritizes National Examination subjects. In addition, children are not content with conventional media used in schools. There need to be an alternative media with multicultural content that fits the curriculum and children's preferences. Using qualitative research methods with observation, literature review, focus group discussions and depth interviews that focus on diversity and multicultural education in Indonesia, then formulate a concept of learning about multiculturalism in accordance with the standards of Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) presented in the narrative and interactive medium so that fits the children's preference. The result is an interactive digital storybook titled "Bhinneka Bangsaku" with concise content, children-friendly stories, expressive illustrations, and easy-to-use interface design for 7-10 years old children. Interactive digital book "Bhinneka Bangsaku" will be available on Android. The use of digital format as a learning tools for multicultural education is suitable for children because it allows the presentation of the material in a form that is more dynamic, visually rich, also accessible. The content of diversity promoted by "Bhinneka Bangsaku" digital interactive book is always relevant to social conditions in Indonesia, so it is likely to be developed both in content and media formats.
Peran Gender Dalam Media Nurina Orta Darmawati; Putri Dwitasari
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3665

Abstract

Fenomena gender yang terjadi dalam masyarakat adalah budaya patriarki yang menempatkan perempuan dalam posisi yang subordinat, begitu pun dalam sebuah kajian budaya dan media massa. Media dalam konteks ini lebih menyoroti mengenai televisi itu sendiri yang banyak berperan dalam melalui pesan visual yang menjadi kelebihannya dan sangat mempengaruhi konstruksi masyarakat mengenai suatu hal yang sebelumnya mereka pikirkan.Perempuan memang selalu dicitrakan sebagai manusia yang selalu mendominasi wilayah domestik, seiring dengan trend pertelevisian, wilayah tersebut dapat digantikan perannya oleh laki-laki begitu juga sebaliknya. Wacana gender yang terus mengemuka dewasa ini rupanya menjadi titik tolak dari pola pemikiran akan adanya kesenjangan peran laki-laki dan perempuan. Peran laki-laki atau perempuan itu bisa dipertukarkan dan berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan. A common phenomenon in the society is a patriarchial culture that put the woman in the subordinate position, even in cultural studies and media studies. Media in this context are putting the television in the spotlight, which plays a huge role in shaping certain images in people’s mind, by delivering visual messages. A woman usually portrayed as a human that dominated the domestic chores and areas, but aligning with media and television trends, those domestic chores are replaced by a man. The gender studies in the society nowadays have become a turning point from old images of how women are the one responsible for doing household chores. Therefore, the gender role of man and woman are exchangeable depending on the timing and the needs.
Pengembangan Metode Desain Logo dan Sistem Grafis untuk Mendukung Pembelajaran Desain Komunikasi Visual Sayatman; Nurina Orta Darmawati; Putri Dwitasari
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3590

Abstract

Logo secara prinsip adalah simbol khusus dan khas yang mewakili suatu entitas dan bahkan dapat menjadi bagian dari properti legal entitas tersebut. Sebagai bagian dari identitas visual, sebuah logo juga dapat berfungsi sebagai sarana membangun brand entitasnya.Oleh karena itu dalam kurikulum pendidikan Desain Komunikasi Visual, perancangan identitas visualtermasuk logo dansistem grafisnya menjadi bagian yang mendasar untuk dipelajari. Tantangannya adalah bagaimana mahasiswa mampu membuat konsep logo dan identitas visualsecara terintegrasi sebagai solusi untuk menjawab permasalahan desain yang dibutuhkan.Melalui pengembangan metode pembelajaran desain logo dan sistem grafis yang simpel dan sistematis ini diharapkan dapat membantu mahasiswamerancang logo secara lebih mudah tahap demi tahap. Pemahaman terhadapprinsipprinsip dasar desain logo, analisa sampai menghasilkan konsep desain menjadi penting dalam proses pembelajaran. Sehingga pada akhirnya mahasiswa mampu menghasilkan konsepdan implementasi desain logo yang kuat sebagai sebuah sistem identitas visual (visualidentity system)yang terintegrasi dan komprehensif. The logo in principle is a special and distinctive symbol that represents an entity and may even be part of the legal property of that entity. As part of the visual identity, a logo can also serve as a means of building its entity brand. Therefore, in the curriculum of Visual Communication Design education, the design of visual identities including logos and graphical systems become a fundamental part to learn. The challenge is how students are able to create the concept of logo and visual identity are integrated as a solution to answer the required design issues. Through the development of learning method of logo design and graphic system that is simple and systematic is expected to help students design the logo more easily step by step. Understanding of the basic principles of logo design, analysis to produce design concepts becomes important in the learning process. So in the end students are able to produce the concept and implementation of a strong logo design as a system of visual identity is integrated and comprehensive.
Pemodelan Karakter Animasi Wayang Orang Berbasis Motion Capture Didit Prasetyo; Rabendra Yudistira Alamin
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3591

Abstract

Desain karakter animasi memiliki keunikan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar film animasi, berbagai macam bentuk karakter animasi telah ada sejak berdirinya industri film animasi, keragaman bentuk karakter animasi menimbulkan permasalahan, salah satunya adalah permasalahan retargeting file biovision yang diterapkan pada model karakter animasi, terutama pada karakter animasi stylized, bentuk dan ukuran anggota badan karakter stylized yang tidak proporsional menjadi permasalahan yang harus diantisipasi dalam tahapan perancangan karakter animasi motion capture, oleh karena itu diperlukan referensi yang terukur untuk membuat sistem riging karakter. Penelitian ini memetakan pemodelan karakter animasi menyerupai manusia stylized dengan tema pewayangan dalam kisah pewayangan di pulau Jawa dengan sistem auto-riging pada perangkat lunak open source yang dimodifikasi skala dan tranformasi tulangnya secara terukur supaya sesuai dengan proporsi gerakan file biovision dan menghasilkan animasi yang baik. Karakter animasi wayang orang yang digunakan dalam penelitian ini adalah karakter manusia yang dirancang secara tidak proporsional bentuk dan ukuran anggota badannya dengan tetap mempertahankan karakteristik utama bentuk manusia. Hasil pemodelan karakter animasi wayang stylized berbasis motion capture diharapkan menambah referensi bagi animator dalam bekerja lebih efektif dan efisien. The animation character design has its own uniqueness and becomes the main attraction for animation film enthusiasts, various forms of animation characters have existed since establishment of the animation film industry, the diversity of animation characters form causes problem, which one of problem is biovision retargeting files applied to animation character models, specially on stylized animation characters, the disproportionate stylized character form is the problem that must be anticipated in the design stage of motion capture animation character, therefore a measurable reference is required to make the system character rigging. This research mapped the character model of a stylized human-like animation character with the puppet theme in the puppet story on Java island with an auto-riging system on open source software that modified the scale and bone transformation measurably to fit the proportion of biovision file movements and produce good animations. The character of puppet animation used in this study is the human character that is disproportionately designed the shape and size of the limbs while maintaining the main characteristics of human form. The result of modeling stylized character animation based motion capture is expected to give the animator reference to working more effectively and efficiently.
Pengembangan Desain Produk Berbahan Pelepah Pisang Untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Kecil Bambang Tristiyono; Bambang Mardiono Soewito; Hertina Susandari; Thomas Ari Kristianto; Aria Weny Anggraita
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i1.4369

Abstract

Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan nilai ekonomi serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Industri kreatif semakin penting dalam mendukung kesejahteraan dalam perekonomian bangsa.Program ini membantu mengembangkan mitra usaha kecil untuk mandiri secara ekonomi, berbasis kompetensinya dan berkelanjutan, meningkatkan ketrampilan berpikir dalam mengolah peluang pasar, sehingga dapat diwujudkan menjadi produk yang potensial di pasar. Metode yang direncanakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah membimbing mitra dalam meningkatkan kualitas produk dengan membuat variasi desain khusus (unik) yang berbeda dengan produk sebelumnya dengan target pasar yang spesifik (ceruk pasar). Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko produk tidak diminati konsumen/pasar, karena dasar penciptaan ide desain adalah keinginan/kebutuhan konsumen. Dengan desain yang spesifik, unik dan berorientasi konsumen, diharapkan mitra usaha kecil bisa mengekploitasi potensinya, sehingga memiliki daya saing untuk bertahan hidup dan berkembang menjadi besar. Program ini dimaksudkan dapat membantu Mitra dalam menghasilkan desain produk yang lebih variatif dan ekploratif, serta mempunyai nilai fungsi yang berbasis keinginan dan kebutuhan konsumen, dengan harapan penjualan akan semakin meningkat dan Mitra menjadi berkembang, sehingga nantinya bisa menjadi contoh dan dapat diterapkan untuk usaha kecil sejenis yang lain. Creative industry is an industry derived from the utilization of creativity, skills and individual talents to create economic value and employment by generating and exploiting the creative power and creativity of the individual. Creative industry is increasingly important in supporting prosperity in the nation's economy. This program helps develop small business partners to be economically independent, competence-based and sustainable, improve thinking skills in processing market opportunities, so that it can be realized into potential products in the market. The program is also expected to increase the knowledge of smallbusiness partners in the creativity of product creation, management and marketing aspects so that it is expected to manage more professional business with better targets. The method to achieve that goal is to guide partners in improving product quality by creating unique design variations that are different from the previous product with a specific target market (niche market). This is intended to reduce the risk of products not interested consumers / markets, because the basis of the creation of design ideas is the desire / needs of consumers. Specific design, unique and consumer-oriented, small business partners are expected to exploit its potential, so it has the competitiveness to survive and grow into large. This programs are intended to assist Partners in producing more varied and explorative product designs, and have value functions based on the wants and needs of consumers, in the hope that sales will increase and partners grow, so it can be an example and can be applied to another similar small businesses.
Perancangan Buku Visual Tapis Lampung sebagai Media Pelestarian Tapis Rangga Aviantara Rosanta; Raditya Eka Rizkianton
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v17i1.4370

Abstract

Tapis adalah salah satu peninggalan budaya tradisional masyarakat Lampung berupa tenunan kain yang sudah dipakai turun temurun. Namun saat ini jumlah motif kain yang dibuat sudah langka, pengrajin hanya membuat motif sesuai pesanan pembeli.Kurangnya pengetahuan masyarakat juga memperburuk keadaan ini. Karenanya diperlukan sebuah upaya nyata untuk mendokumentasikan, menginventarisasi, dan melindungi Tapis Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode antara lain observasi langsung ke pasar tapis dan sentra tenun, serta wawancara mendalam dengan penjual, pengrajin dan museum untuk mendapatkan proses pembuatan dan jenis-jenisnya. Selain itu juga dilakukan studi literatur tentang tenun dan tapis yang didapat dari Museum Lampung untuk mendapatkan konten buku. Buku visual Tapis Lampung yang dirancang ini terbagi menjadi enam bab yang terdiri dari dua bab pengantar yang berisikan tentang konten pendahuluan serta proses pembuatan tapis dan empat bab utama yang berisikan tentang jenis-jenis tapis yang dibagi berdasarkan klasifikasinya yang didukung dengan foto. Penggunaan visual berupa fotografi dan ilustrasi juga mempermudah pembaca dalam memahami isi dari suatu pembahasan dalam buku. Elemen fotografi yang digunakan adalah macro photography untuk menampilkan detail kain dan table top photography untuk menampilkan motif kain tapis pada bab utama. Sedangkan untuk elemen ilustrasi yang digunakan adalah berupa watercolor illustration dan outline illustration. Tapis is one of the traditional cultural heritage of Lampung society in the form of woven fabric used for generations. But now, the quantity of fabric motifs are made very rare, the artisan only make by order. The lack of community knowledge also exacerbates it. This appear the urgency to documenting, inventory and protecting the Tapis Lampung. This research was conducted with several methods such as direct observation to the Tapis market and weaving center, exclusive interview with seller, artisan and museums to get the manufacturing process and its kind. Besides, it is also a literature study on weaving and Tapis obtained from Lampung Museum to get the books content. The visual books of Tapis Lampung is divided into six chapters which consists of two introductory chapters containing preliminary and the process of making Tapis. Four main chapters containing the kinds of it which divided based on clarification that supported by photography. The photography element which used most is macro photography to show the detail fabric closer and table top photography to show motif fabric Tapis on main chapter. While the illustration element that used is watercolor illustration and outline illustrasion.

Page 10 of 18 | Total Record : 175