cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
ISSN : 14113023     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Design Requirements & Objectives Playmat Permainan Tradisional Gobak Sodor untuk Anak Usia 4-6 Tahun Nuuruz Zakiyah; Bambang Tristiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v21i2.12175

Abstract

Permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan di masa modern ini. Padahal permainan tradisional memiliki begitu banyak nilai yang berguna untuk anak, seperti halnya nilai keagamaan, kebudayaan, kemanusiaan, dan lain sebagainya. Bahkan aspek pengembangan yang harus dicapai saat anak duduk di pra-sekolah dapat terpenuhi dengan menggunakan permainan tradisional. Selain permainan tradisional, play mat di Indonesia juga merupakan jenis permainan yang ragamnya masih dapat dihitung jumlahya, padahal jenis permainan playmat sangat menyenangkan saat dimainkan secara bersama-sama di sekolah dan masih dapat dikembangkan. Dengan melihat peluang tersebut, penulis membuat playmat bertema permainan tradisional yang bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional khususnya ‘Gobak sodor’, memberi sarana baru untuk anak dalam bermain sambal belajar, juga melatih motorik kasar anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur, observasi lapangan, melakukan depth interview, dan riset konsumen. Informasi yang telah penulis dapatkan dapat dijadikan acuan dalam merumuskan Design Requirement and Objectives (DR&O) produk playmat permainan tradisional. Traditional games have been abandoned in modern times. Traditional games have so many useful values for children, such as religious, cultural, humanitarian values, and so on. Even the developmental aspects that must be achieved when children are in pre-school can be fulfilled by using traditional games. In addition to traditional games, play mat in Indonesia is also a type of game whose variety can still be counted, even though this type of playmat game is very fun when played together at school and can still be developed. Seeing this opportunity, the author made a playmat with the theme of traditional games which aims to preserve traditional games, especially 'Gobak sodor' provide new facilities for children to play with learning, as well as train children's gross motor skills. The methods used are literature studies, field observations, conducting in-depth interviews, and consumer research. The information that the author has obtained can be used as a reference in formulating Design Requirements and Objectives (DR&O) for traditional playmat products.
Studi Kebutuhan Desain Set Alat Manual Brew Coffee Untuk Coffee Shop Self-Service Dining Experience Dari Bahan Keramik Dan Kayu Nadhifa Dwiardriyani Soedirlan; Arie Kurniawan; Bambang Tristiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v21i2.12150

Abstract

Perkembangan kopi di dunia terbagi menjadi tiga, yaitu first wave coffee, second wave coffee, dan third wave coffee. Dalam first wave coffee diciptakan inovasi-inovasi baru yang mempermudah proses penyeduhan kopi yaitu dengan kopi instan, dan juga mesin self-service coffee. Pada second wave coffee, muncullah mesin espresso dan minuman-minuman berbasis espresso. Pada third wave coffee, kopi mulai terlihat sebagai minuman artisan, kemudian metode penyeduhan manual brew juga mulai dipopulerkan kembali dikarenakan hasil rasanya yang bervariasi dan juga dining experience yang unik. Alat manual brew coffee pun bervariasi, dan salah satu yang paling banyak digunakan di kalangan pegiat kopi adalah pour over. Pour over dapat dibuat dari beberapa material, seperti akrilik, plastik, keramik, kaca, dan metal, dengan bahan keramik yang paling mengeluarkan citra rasa yang maksimal dan clean menurut percobaan yang dilakukan oleh Otten Coffee. Namun keramik memiliki sifat menyimpan panas, sehingga berpotensi membahayakan tangan user saat digunakan setelah menyeduh dengan air panas. Melihat masalah ini, peneliti akan menggabungkan bahan keramik dan kayu untuk membuat alat pour over. Selain itu, peneliti akan mengangkat konsep self-service dan juga dining experience manual brew coffee untuk membuat set manual brew, termasuk alat seduh, carafe, dan cangkir, dari bahan keramik dan kayu. Dengan ini peneliti berharap dapat membuat suatu produk manual brew coffee yang dapat dinikmati dining experience nya oleh para pegiat kopi, khususnya yang masih pemula atau baru ingin belajar. The evolution of coffee drinks is divided into three waves: first wave coffee, second wave coffee, and third wave coffee. The first wave of coffee focused on innovations that simplify the process of brewing coffee, such as instant coffee and self-service coffee machines. In the second wave came the espresso machine as well as espresso-based drinks. In the third wave, coffee is starting to be seen as an artisan drink, with manual brewing methods coming back into popularity due to the various flavors and unique dining experiences each different method can produce. There are different kinds of manual brewers, with the most popular being the pour over brewer. Pour over brewers can be made from different materials, such as acrylic, plastic, ceramic, glass, and metal. An experiment by Otten Coffee shows that ceramic pour overs can extract the most flavors in each brew. However, ceramic has a heat retaining property, raising the risk of burn injury while using ceramic while brewing coffee with hot water. To solve this problem, we will combine wood and ceramic to make a pour over brewer. Furthermore, the concept of self-service dining experience will be applied into the making of a manual brew set, which will include the brewer, a carafe, and a few cups, using the materials wood and ceramic. Through this study we hope to create a manual brew set that can create a unique dining experience for coffee enthusiasts, especially those who are just beginning to study manual brewing.
Studi Kebutuhan Desain Tas Wanita Kustomisasi untuk Generasi Z sebagai Sarana Ekspresi Diri Sintia Chany Hartono; Eri Naharani Ustazah; Bambang Tristiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v21i2.12121

Abstract

Perkembangan produk kustomisasi seiring dengan meningkatnya kebutuhan generasi Z untuk Mengekspresikan diri. Karakteristik Generasi Z ini berdampak pada berbagai sektor industri, salah satunya industri fesyen. Bagi Generasi Z, dengan mengenakan produk fesyen dapat memperlihatkan jati diri mereka pada orang lain. Bahkan, Generasi Z rela mengganti tas untuk menyesuaikan gaya dan kebutuhan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, produk-produk existing masih kurang efisien, dan belum memenuhi kebutuhan Generasi Z dalam mengekspresikan diri. Karena itu, penelitian dilakukan untuk mempelajari aspek-aspek yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk tas wanita yang dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pengguna. Untuk mendapatkan data yang akurat, penulis melakukan observasi lapangan, melakukan wawancara, dan pengumpulan data. Temuan-temuan tersebut dibandingkan dengan literatur untuk merumuskan DR&O (Design Requirements and Objectives), lalu dikembangkan menjadi konsep desain. Selanjutnya, penulis membuat sketsa ideasi dan desain alternatif, lalu melakukan pembuatan studi model untuk menguji desain. Desain final yang dibuat berupa tas yang dapat dikustomisasi menggunakan sistem interchangeable dengan mekanisme snap button. Komponen tas yang dapat dibongkar-pasang adalah base tas, flap dan strap, masing-masing komponen memiliki variasi yang dapat dikombinasikan sesuai citra yang diinginkan. Tas kustomisasi ini mewadahi kebutuhan Generasi Z untuk ekspresi diri. Ekspresi yang dapat ditonjolkan dari produk ini adalah minimalist preppy, girly feminine, casual boyish, elegant glamour dan retro indie. The development of customized products is in line with the increasing need for Z Generation's self expression. Most characteristics of Z Generation have an impact on various industrial sectors, one of which is the fashion industry. For the Z Generation, wearing fashion products can show their identity to others. In fact, they are willing to change bags to suit their style. This shows that in general, existing bags products are still less efficient, and have not met the needs of Z Generation in expressing themselves. Therefore, this research is done to study the aspects needed to develop women's bag products that can be adapted depending on what the user wants. To obtain accurate data, the authors conducted field observations, conducted interviews, and collected data. These findings are compared with the literature to formulate DR&O (Design Requirements and Objectives), then developed into a design concept. Next, the author sketches ideation and alternative designs and made a model study to test the design. The final design is a bag that can be customized using an interchangeable system with a snap button mechanism. The components of the bag that can be disassembled are the base bag, flap and strap, each component has variations that can be combined according to the desired image. This customized bag caters to Generation Z's need for self-expression. Expressions that can be highlighted from this product are minimalist preppy, girly feminine, casual boyish, elegant glamor and retro indie
Pengembangan Desain Tas Kerja Tenaga Kesehatan Wanita yang Mudah Dibersihkan Pasca Pandemi Gabrielle Maya Handoko; Christmastuti Nur; Winta Adhitia Guspara
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v21i2.13554

Abstract

Virus Sars-Cov-2 penyebab Covid-19 dapat bertahan di atas permukaan benda hingga 72 jam. Hal ini mendorong pola hidup yang baru untuk menciptakan kebersihan terutama pada permukaan yang terus terpapar dengan lingkungan dan juga sentuhan, salah satunya yaitu tas. Tenaga kesehatan wanita, sebagai garda terdepan pandemic Covid-19 dengan kebutuhan urgenitas terhadap akses kebersihan menjadi target user utama dalam pengembangan produk yang ditawarkan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penyebaran kuesioner terhadap 50 responden tenaga kesehatan wanita dan wawancara terhadap pakar, yang merupakan desainer tas, dokter serta perawat. Sedangkan untuk perancangan dilakukan proses perancangan mencakup implementasi design thinking double diamond dan juga hasil analisis terhadap kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukan bahwa tenaga kesehatan membutuhkan sarana bawa dengan akses kebersihan tas yang lebih mudah karena tuntutan pekerjaan untuk terus menjaga protokol kesehatan termasuk kebersihan tas secara berkala serta kewajiban membawa berbagai instrument perlindungan diri secara pribadi. Maka dari itu tujuan dari pengembangan desain adalah untuk menghasilkan tas kerja yang mudah dibersihkan bagi tenaga kesehatan wanita. Produk ini memiliki spesifikasi material yang tahan air, kapasitas yang besar, kompartemen yang variatif, akses penyimpanan yang praktis serta akses membersihkan yang fleksibel. Produk dirancang dengan sistem modular yang memudahkan pembersihan hanya pada area yang terpapar serta fitur ungkah yang memudahkan akses kebersihan yang lebih menyeluruh. Berdasarkan hasil uji coba pengguna dapat disimpulkan bahwa elemen dan fitur pada tas hyji dirasa sudah cukup untuk memenuhi akses kebersihan tas yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan wanita. Sars-Cov-2 virus that causes Covid-19 can survive on surfaces for up to 72 hours. This encourages a new lifestyle to create cleanliness, especially on surfaces that are constantly exposed to the environment and also by the touch, one of them is bags. Healthcare workers as the front line of the Covid-19 pandemic with the urgency to hygiene access, are the main target of this product. The research was conducted using a qualitative approach through literature study, distributing questionnaires to 50 healthcare workers and interviewing experts, which are bag designers, doctors and healthcare workers. Meanwhile, the design is done by using the design thinking method. The design process includes the implementation of design thinking double diamond and also the results of the analysis of user needs. Theresults showed that healthcare workers needed access to bag cleanliness because of the demands of work to maintain health protocols including regular bag cleanliness and the obligation to carry various personal protection instruments. Therefore, the purpose of developing the design is to produce a workbag that is easy to clean for healthcare workers. This product has material specifications that are waterproof, large capacity, varied compartments, convenient storage access and flexible cleaning access. The product is designed with a modular system that allows easy cleaning of only exposed areas and a display feature that allows access to a more thorough cleaning. Based on the results of user trials, it can be concluded that the elements and features on the hyji bag are considered sufficient to meet the access to hygiene required by healthcare workers.
Desain Produk Instalasi Unit Kesehatan Dengan Refunction Container Berkonsep Semi Permanen (Studi Kasus: Lapangan Thor Surabaya) Hafidz Sirojul; Yosef Richo; Hardman Budiarjo
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15430

Abstract

Kota Surabaya memiliki pelabuhan peti kemas tersibuk kedua di Indonesia dan terbesar di Indonesia Bagian Timur yakni Pelabuhan Tanjung Perak. Data yang diambil melalui situs resminya bahwa arus petikemas melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS) hingga bulan Desember tahun 2021 tercatat sebanyak 1.415.644 TEUs. Jumlah ini meningkat 2,6% dari periode yang sama pada tahun 2020 lalu. Dari data diatas, sebuah petikemas dapat berpotensi untuk di ubah dan dijadikan sebuah produk yang berguna untuk khalayak umum daripada berakhir di tempat besi tua. Tujuan yang ingin dicapai peneliti pada Tugas Akhir ini adalah menghasilkan Desain Produk Unit Kesehatan dengan Refunction Container Berkonsep Semi Permanen guna melayani dan membantu masyarakat di sekitar lokasi studi kasus untuk perawatan kesehatan seperti cedera atau kecelakaan yang disebabkan oleh aktifitas olahraga. Peneliti mengambil topik tersebut karena dilatar belakangi oleh beberapa hal yaitu, 1) Ketersediaan shipping container bekas yang ada di terminal peti kemas cukup melimpah di pelabuhan namun terbengkalai dan hanya menjadi besi tua. 2) Unit kesehatan pada Lapangan Thor Surabaya dirasa kurang laik pakai. 3) Konsep semi pemanen memungkinan shipping container dengan mudah dalam proses bongkar pasang 4) Desain unit pelayanan kesehatan masih kurang menarik perhatian masyarakat sekitar. 5) Fasilitas penunjang seperti tempat duduk maupun toilet dapat menambah nilai fungsional dari sebuah unit kesehatan berbasis shipping container. The city of Surabaya has the second-busiest container port in Indonesia and the largest in Eastern Indonesia, namely the Port of Tanjung Perak. Data taken through the official website shows that the flow of containers through the Surabaya Container Terminal (TPS) until December 2021 was recorded at 1,415,644 TEUs. This number increased by 2.6% from the same period in 2020. From the data above, a container has the potential to be converted and made into a useful product for the general public rather than ending up in a scrap metal bin. The goal that researchers want to achieve in this final project is to produce a Health Unit Product Design with a Semi-Permanent Refunction Container Concept to serve and help the community around the case study location for health care such as injuries or accidentscaused by sports activities. Researchers took this topic because it was motivated by several things, namely, 1) The availability of used shipping containers at container terminals was quite abundant at ports but was neglected and only turned into scrap metal. 2) The health unit at Thor Field in Surabaya is deemed unsuitable for use. 3) The semi-harvesting concept allows shipping containers to be easily disassembled in the process of disassembling4) The design of the health service unit still does not attract the attention of the local community. 5) Supporting facilities such as seats and toilets can add functional value to a shipping container-based health unit.
Perancangan Komik Digital Kisah R. A. Kartini Sebagai Upaya Membangun Karakter Remaja Perempuan Indonesia Usia 15-18 Tahun Faradilla Mauliana Firda; Diana Aqidatun Nisa; Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15039

Abstract

Budaya patriarki yang masih ada di kalangan masyarakat dan kurangnya minat perempuan terhadap pendidikan dapat menyebabkan kondisi perempuan Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan laki-laki. Oleh sebab itu diperlukan adanya pendidkan karakter kepada remaja, terutama remaja perempuan. Dengan adanya pendidikan karakter pada remaja perempuan diharapkan dapat menerapkan perubahan nilai-nilai sikap, moral, dan pola berpikir para generasi muda penerus bangsa. Sebagai salah satu upaya untuk membangun karakter remaja perempuan di Indonesia, diperlukan adanya media yang efektif untuk menyampaikan materi pendidikan karakter. Makalah ini meneliti bagaimana cara membuat komik digital kisah R. A. Kartini sebagai upaya membangun karakter untuk remaja usia 15-18 tahun. Dalam perancangan ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber data primer didapatkan dari observasi, kuesioner dan wawancara, sedangkan sumber data sekunder melalui studi literatur. Teknik analisis yang digunakan untuk merumuskan data yang telah didapatkan adalah metode Analisis 5W + 1 H, analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Perancangan komik digital ini menghasilkan rancangan komik digital tentang kisah hidup RA Kartini yang diunggah pada platform Line Webtoon. Kedepannya diharakan dengan adanya komik digital ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi, kepada remaja perempuan melalui keteladanan sosok R A Kartini. The patriarchal culture that still exists in the community and the reduced women’s interest in education can cause the condition of Indonesian women is less advanced compared to men. Therefore, it is necessary to have character education for teenagers, especially teenage girls. With character education in adolescent girls, it is hoped that they will be able to realize changes in the values, attitudes, morals, and mindsets of the younger generation of the nation's successors. As one of the efforts to build the character of teenage girls in Indonesia, it is necessary to have an effective media to convey character education materials. This paper discusses how to design a digital comic about the story of R. A. Kartini as an effort to build character for teenage girls aged 15-18 years. The data collection method used in this design is a qualitative method with primary data sources as well as quantitative. Primary data sources are obtained from observations, questionnaires and interviews, while secondary data sources are through literature studies. The analytical technique used to formulate the data that has been obtained is the method of 5W + 1 H analysis, qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The design of this digital comic resulted in a digital comic about the life story of R. A. Kartini which was uploaded on the Line Webtoon platform. In the future, it is hoped that this digital comic can provide inspiration and motivation for young girls aged 15-18 years through the example of R A Kartini.
Eksplorasi Limbah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan Metode Double Diamond, Studi Kasus: BI Purwokerto Rizna Eka Nursanti; Laurensius Windy Octanio Haryanto; Emmareta Fauziah
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15357

Abstract

Tercatat Bank Indonesia Purwokerto telah menarik uang kertas dengan jumlah yang relatif cukup besar setiap bulannya. Masalah muncul ketika limbah ini terus bertambah sebelum limbah lama musnah/terurai atau termanfaatkan kembali. Pengolahan limbah uang kertas (selanjutnya disebut ‘utas’) Bank Indonesia Purwokerto sejauh ini adalah dengan dikubur dalam tanah di suatu area khusus dalam wilayah kerja. Dengan keteradaan yang kontinyu, limbah utas memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif produk komersial. Aplikasi limbah utas sebagai material alternatif membutuhkan pondasi yang jelas terkait potensi dan batasan pemanfaatan untuk aplikasi dalam desain produk. Metode Double Diamond merupakan metode desain dengan 4 tahap yakni discover, define, develop dan deliver. Metode ini memungkinkan porsi penggalian permasalahan dengan dalam. Dari keseluruhan tahap didapat hasil yakni pengolahan limbah utas berwujud cacahan (shredded) dengan teknik fusing yakni penggabungan lembaran dengan proses pemanasan. Dengan menggunakan plastik kresek (plastic bag) sebagai lembaran pengikat, cacahan limbah uang kertas dapat dijadikan material lembaran. Metode fusing yang dianjurkan adalah metode fusing berlapis yakni pengikatan cacahan utas diantara lembaran plastic bag yang diulang pada bagian atas dan seterusnya hingga dicapai ketebalan, kekuatan, dan tampilan visual yang diinginkan. Sementara eksplorasi material lembaran tersebut yang telah dilakukan adalah melalui treatment cutting, gluing, coiling, sewing, woving, folding. Dari eksplorasi ini, dengan pencocokan karakter material dengan kriteria desain untuk pengembangan beberapa produk maka material utas diproyeksikan salah satunya untuk pengembangan produk pouch. It is recorded that Bank Indonesia Purwokerto has withdrawn relatively large amounts of banknotes every month. The issue arises when this waste continues to accumulate before the old waste decomposes or is reused. The current method of handling paper currency waste, referred to as "utas," at Bank Indonesia Purwokerto involves burying it in a designated area within the work area. With the continuous availability of waste utas, it meets the requirements for being utilized as an alternative material for commercial products. The application of utas waste as an alternative material requires a clear foundation regarding the potential and limitations of its utilization in product design. The Double Diamond method is a design method consisting of four stages: discover, define, develop, and deliver. This method allows for an in-depth exploration of the problem. The overall result obtained from these stages is the processing of shredded utas waste using a fusing technique, which involves the fusion of sheets through heating. By using plastic bags as binding sheets, the shredded paper currency waste can be transformed into sheet material. The recommended fusing method is the layered fusing method, where the binding of shredded utas waste is repeated between layers of plastic bags on the top and subsequent layers until the desired thickness, strength, and visual appearance are achieved. Meanwhile, the exploration of these sheet materials has been conducted through cutting, gluing, coiling, sewing, weaving, and folding treatments. From this exploration, by matching the material's characteristics with design criteria for the development of various products, the utas material is projected to be used, among others, for the development of pouch products.
Desain dan Pengembangan Media Edukatif Tematik: Tamasya untuk PAUD Devanny Gumulya; Maria Natashia
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.20095

Abstract

Abstrak, Pendidikan PAUD merupakan fondasi utama dalam pembelajaran anak-anak. Oleh karena itu, penting untuk mendukungnya dengan menggunakan media edukatif yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain dan pengembangan media edukatif tematik tamasya yang fokus pada pengalaman belajar yang holistik, bermakna, otentik, dan aktif bagi anak-anak PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan research through design yang menerapkan kerangka proses ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PAUD dari TK Bintang Timur, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif tematik tamasya efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan minat belajar anak-anak PAUD. Anak-anak menunjukkan fokus dan antusiasme yang lebih tinggi saat terlibat dalam aktivitas belajar yang melibatkan unsur kreativitas, seperti aktivitas mewarnai. Mereka juga menjadi lebih atentif dalam mendengarkan cerita yang disampaikan guru, dan merespon dengan menggunakan token ikon yang disediakan. Selain itu, komponen media edukatif yang beragam, seperti alat peraga, buku panduan, token, cap reward, dan lembar kerja aktivitas anak, memberikan variasi dan keberagaman dalam pembelajaran, sehingga dapat memenuhi kebutuhan belajar anak-anak yang beragam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pembelajaran PAUD dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan serta memfasilitasi perkembangan kreativitas dan pemahaman anak-anak terhadap materi pelajaran. Early childhood education (PAUD) is the fundamental foundation for children's learning. Therefore, it is important to support it by using appropriate learning kit. This study aims to examine the design and development of thematic learning kit called “Vacation” that focuses on holistic, meaningful, authentic, and active learning experiences for PAUD children. The research method used in this study is qualitative research with a research through design approach, applying the ADDIE framework (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data for the study was collected through interviews with PAUD teacher from TK Bintang Timur, Bali. The findings of the study indicate that the use of thematic educational media, "tematik tamasya," is effective in enhancing the engagement and interest of PAUD children in learning. Children showed higher levels of focus and enthusiasm when engaged in creative activities such as coloring. They also became more attentive when listening to stories presented by teachers and responded using the provided icon tokens. Additionally, the diverse components of educational media, including teaching aids, guidebooks, tokens, cap rewards, and activity worksheets, provide variation and diversity in learning, thus catering to the diverse learning needs of children. This research contributes significantly to early childhood education by creating a pleasant learning environment and facilitating the development of children's creativity and understanding of the subject matter.
Desain Furnitur Berbahan Bambu dengan Konsep Modern Rustic untuk Kafe di Kota Blitar, Studi Kasus Linang Kopi Audit Yulard; Bambang Tristiyono; Salma Dharmawan
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.17911

Abstract

Furnitur merupakan komponen penting di ruangan, selain berfungsi menunjang aktivitas juga menunjang estetika ruang, tidak terkecuali pemanfaatan furnitur pada kafe. Tersedianya material bambu di Kabupaten dan Kota Blitar melatar belakangi tujuan penelitian ini untuk menghasilkan desain furnitur berbahan utama bambu yang sesuai dengan kebutuhan fungsi serta estetika berdasarkan karakteristik pengunjung kafe di Kota Blitar. Pengembangan desain dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu studi aktifitas dan kebutuhan fungsi furnitur pengunjung kafe, pengolahan material bambu untuk furnitur, serta perumusah konsep bentuk melalui pengamatan karakteristik desain interior kafe sesuai studi kasus. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi desain produk furnitur untuk kafe di Kota Blitar, Indonesia bertema modern rustic. Furniture is an essential component in a room that can function as both aesthetic and functional elements, especially in cafe. With the abundance of bamboo materials in Blitar, Indonesia, this research aims to designing bamboo-based furniture that align with the functional needs and aesthetics based on the characteristics of cafe visitors in Kota Blitar. The development of the designs involves several stages, such as the study of functional requirements of café’s furniture based on visitors activity, the study related to bamboo material processing for furniture, and the study of interior design characteristics of cafes based on the case study. The result of this research are furniture design recommendations for modern-rustic themed café in Blitar, Indonesia.
Pengolahan Limbah Batok Kelapa Muda Menggunakan Teknik Press sebagai Material Produk Seri Lampu MY Alief Samboro; Linda Monica Hadi Kusuma; Audit Yulard; Primaditya Hakim
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.17960

Abstract

Batok kelapa muda kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga menyebabkan penumpukan di beberapa tempat. Padahal karakteristik batok kelapa muda yang tidak keras dan memiliki motif serabut yang khas berpotensi untuk dijadikan bahan pengembangan desain dari produk olahan batok kelapa yang ada di pasaran saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perlakuan yang tepat dalam pengolahan batok kelapa muda menggunakan teknik press. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi desain yang berbeda dari produk olahan batok kelapa yang sudah ada. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara ke beberapa pengguna dan ahli, lalu dilanjutkan dengan observasi ketersediaan limbah dan produk olahan batok kelapa untuk menemukan karakteristik dan perlakuan yang tepat pada pengolahan limbah batok kelapa muda. Melalui hasil eksperimen ini, diperoleh bahwa karakteristik batok kelapa muda yang tidak keras berpotensi untuk dijadikan material produk lampu dengan teknik pengolahan baru. Teknik pelunakan yang digunakan juga berpotensi untuk menghasilkan desain produk olahan batok kelapa yang unik dan berbeda dari sebelumnya. Di sisi lain, motif khas batok kelapa muda masih bisa dipertahankan, sehingga produk yang dihasilkan nantinya dapat menampilkan kesan natural. Abstract—Young coconut shells are often ignored by the community, which results in the accumulation of waste in several locations. In fact, the characteristics of young coconut shells are soft and have unique fiber patterns and motifs, which have the potential to be used as material for design development in processed coconut shell products that are already circulating on the market. The aim of this research is to determine an effective processing method for young coconut shells using the press technique. Apart from that, this research aims to create design innovations that are different from previously existing processed coconut shell products. Data collection was carried out by conducting interviews with several users and experts, accompanied by direct observation of the availability of waste in the field and existing processed products to identify the characteristics and appropriate treatment in processing this waste. The experiments carried out discovered new processing techniques in processing materials for making hood products. The softening technique used also has the potential to produce designs for processed coconut shell products that are unique compared to existing products. Meanwhile, the typical patterns and motifs of young coconut shells can be maintained, resulting in a product that displays the natural impression of the material.