cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
ISSN : 14113023     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Penggunaan Metode Observasi Partisipan untuk Mengidentifikasi Permasalahan Operasional Suroboyo Bus Rute Merr-ITS Putri Dwitasari; Nurina Orta Darmawati; Naufan Noordyanto; Vonny Aulia Sittasya; Weldiyanti Zulraniyah; Fathinah Dinda Raihanah; Aprilia Annisa Karim
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v19i2.7943

Abstract

Penggunaan Suroboyo Bus sebagai Transportasi umum merupakan bentuk pelayanan untuk masyarakat di Surabaya, yang penggunaannya meningkat setiap tahun. Salah satu rute yang banyak diminati adalah Merr-ITS. Seiring dengan animo masyarakat, dibutuhkan peningkatan pelayanan serta efektivitas operasional untuk memenuhi kebutuhan Suroboyo Bus sebagai Transportasi Massal yang sesuai dengan standar operasioanal. Tujuan dari riset ini adalah mengidentifikasi permasalahan operasional pada Suroboyo Bus Rute Merr-ITS dengan menganalisa faktor muat, jumlah penumpang, waktu tunggu penumpang, kecepatan perjalanan, sebab keterlambatan, fasilitas, dan ketersediaan angkutan yang kemudian dapat diolah menjadi sebuah data untuk pengembangan Suroboyo Bus. Metode yang digunakan adalah observasi partisipan untuk menganalisa permasalahan operasional Suroboyo bus secara langsung. Hasil riset diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada pada Transportasi umum Suroboyo Bus sehingga dapat digunakan sebagai rujukan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk lebih meningkatkan efektivitas operasional serta peningkatan pelayanan Suroboyo bus kedepannya. Use of Suroboyo Bus as public transportation is a form of service for people in Surabaya, whose use is increasing every year. One route that is in great demand is Merr-ITS. Along with the public interest, needed to improve services and operational effectiveness to meet the needs of Suroboyo Bus as Mass Transportation by operational standards. The purpose of this research is to identify operational problems on the Suroboyo Bus Merr-ITS Route by analyzing the load factor, the number of passengers, passenger waiting time, travel speed, due to delays, facilities, and transportation availability which can then be processed into data for the development of Suroboyo Bus. The method used is a participant observation to analyze Suroboyo bus operational problems directly. The results of the research are expected to identify the problems that exist in Suroboyo Bus Public Transportation so that it can be used as a reference by the Surabaya City Government to further improve operational effectiveness and improve Suroboyo bus services going forward.
Transformasi Fungsi Cincin Menjadi Gelang dengan Menggunakan Sistem Draw and Shorten Ari Dwi Krisbianto; Andhika Estiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v19i2.7944

Abstract

Estetika perhiasan digunakan untuk meningkatkan penampilan pengguna. Kebutuhan ini menuntut untuk memiliki lebih dari satu jenis fungsi perhiasan. Berangkat dari penggunaan busana yang berbeda, perhiasan diharapkan mampu berpadu sebagai satu kesatuan. Perhiasan yang mampu beralih bentuk dan fungsi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Perhiasan yang bertransformasi akan memberikan banyak opsi variasi yang berbeda dalam penggunaannya. Penelitian mengacu pada bentuk yang sesuai selera pasar kemudian mengambil polanya sebagai referensi bentuk objek rekayasa. Objek dalam penelitian ini masih sebatas perhiasan cincin dan gelang. Dilakukan simulasi digital untuk mengolah perubahan bentuk dan dimensi sehingga diperoleh sistem mekanik draw and shorten yang mampu merubah bentuk dan dimensi objek perhiasan yang berukuran kecil menjadi besar. Jewelry aesthetics are used to enhance the user's appearance. This need demands to have more than one type of jewelry. Jewelry is expected to conform as a whole fashion system and able to switch forms and functions. Transformed jewelry will provide many different variations in their use. Research refers to the form that suits the market trend and takes the pattern as a reference form of implemented objects. The object in this study is still limited to ring and bracelet jewelry. Digital simulations are performed to process changes in shape and dimensions. Obtained a draw and shorten mechanical system that is able to change the shape and make small dimension to large jewelry objects.
Identitas Visual Sebagai Sebuah Cara untuk Memperkenalkan Inovasi Ekowisata Kemaritiman Kartika Kusuma Wardani; Hertina Susandari; Anggra Ayu Rucitra; Puspita Sari Sukardani
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v19i2.7945

Abstract

Kepariwisataan merupakan salah satu sektor perekonomian yang menyumbang devisa terbesar di Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki garis pantai yang terbentang panjang dan sangat potensial dalam pengembangan kawasan ekowisata berbasis kemaritiman. ITS sebagai kampus dengan orientasi penelitian dalam bidang kemaritiman mengembangkan bentuk penerapan teknologi akuakultur Ocean-Farm ITS dengan penambahan fungsi sebagai area ekowisata terapung baru lepas pantai. Keberlanjutan dalam penelitian tersebut membutuhkan sebuah solusi dalam memperkenalkan jenis wisata baru dan inovatif sehingga mampu meningkatkan perekonomian daerah dimana teknologi Ocean-Farm ITS diaplikasikan. Dalam tulisan ini, penulis akan menjelaskan tentang solusi identitas visual sebagai sebuah cara dalam memperkenalkan ekowisata baru. Tourism is one of the economic sectors that contributes the largest foreign exchange in Indonesia. Indonesia as the largest archipelagic country in the world has a long coastline and is very potential in developing maritime-based ecotourism areas. ITS as a campus with a research orientation in the maritime sector develops the application of Ocean-Farm ITS aquaculture technology with the addition of functions as a new floating offshore ecotourism area. Sustainability in this research requires a solution in introducing new and innovative types of tourism so that it can improve the regional economy where ITS Ocean-Farm technology is applied. In this paper, the author will explain about visual identity solutions as a way of introducing new ecotourism.
Desain Workstation Dental Simulator untuk Laboratorium Fakultas Kedokteran Gigi Taufik Hidayat; Andhika Estiyono; Arie Kurniawan; Ari Dwi Krisbianto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v19i2.7947

Abstract

Dental simulator merupakan salah satu media praktikum pada fakultas kedokteran gigi. Terdapat banyak sekolah kedokteran gigi di Indonesia yang membutuhkan peralatan dental simulator dalam media pembelajarannya. Aspek yang dibutuhkan dalam perancangan dental simulator meliputi aspek ergonomi, aspek efisiensi, aspek kualitas dan aspek ekonomi. Dimensi produk sangat dipengaruhi oleh aspek ergonomi, ditentukan pula oleh ruang dan studi yang diperoleh dari eksisting. Eksisting merupakan produk yang selama ini dipakai oleh sekolah kedokteran gigi dan produk import yang akan dilakukan reverse engineering. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan perubahan meja eksisting yang digunakan oleh sekolah dengan penambahan komponen import. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan prototipe yang lebih baik sesuai kebutuhan. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah desain baru yang mampu menjadi pengganti workstation yang diimport secara utuh sehingga lebih ekonomis, pemberdayaan UKM, peningkatan teknologi dan komponen dalam negeri serta mampu menghasilkan sebuah workstation yang lebih sesuai sekolah kedokteran gigi di Indonesia. Dental simulator is one of the practicum media in the faculty of dentistry. There are many dental schools in Indonesia which require dental simulator equipment in their learning process. Aspects needed in the design of dental simulators include ergonomics, efficiency, quality, and economic. The dimensions of the product are strongly influenced by the ergonomics aspects, also determined by the space and studies obtained from the existing. Existing includes products that have been used by dental schools and imported products that have been reverse engineering. The study was conducted by changing the existing table with the addition of imported components. Next, it will be done better prototype development and ready to be applied. The expected benefits in this research are, a new design that is able to replace workstations that are imported as a whole so that it is more economical, empowering SMEs, improving technology and domestic components and being able to produce a workstation that is more suitable and meets the needs of a dental school in Indonesia.
Narasi Visual Buku Pop-up Carousel tentang Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Anak Mahimma Romadhona; Aileena Solicitor
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v19i2.7948

Abstract

Buku pop-up sebagai media bercerita dan pembelajaran pada anak sering dijumpai. Narasi visual yang disusun untuk menuturkan cerita melalui bahasa gambar pada buku cerita anak umum dilakukan. Namun, buku pop-up dengan format carousel yang bersifat interaktif memerlukan strategi khusus dalam menyusun narasi visualnya agar isi cerita dan pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh anak selaku pembaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan proses kreatif penyusunan narasi visual pada buku pop-up carousel tentang edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk anak. Metode yang dilakukan yaitu metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka, observasi langsung dan mendokumentasi obyek dalam bentuk foto. Analisis data menggunakan metode deskriptif naratif, yaitu dengan menguraikan elemen-elemen visual secara deskriptif berdasarkan kajian pustaka yang dipakai yaitu prinsip-prinsip layout. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi para layouter dan ilustrator buku cerita anak dalam menyusun narasi visual sebagai fungsi deskriptif dan ekspresif dari sebuah naskah cerita. Pop-up books as a medium for storytelling and learning in children are often encountered. Visual narratives that are structured to tell stories through the language of pictures in children's storybooks are common. However, pop-up books with an interactive carousel format require a special strategy in compiling the visual narrative so that the content of the story and the message it wants to convey can be accepted by children as readers. The purpose of this research is to describe the creative process of composing visual narratives in the pop-up carousel book about education on a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) for children. The method used is a qualitative research method. Data collection was carried out by literature review, direct observation, and document objects in the form of photographs. The data analysis used a descriptive narrative method, namely by describing the visual elements descriptively based on the literature review used, namely the principles of layout. The results of this study can be used as a reference for layouters and illustrators of children's storybooks in compiling visual narratives as a descriptive and expressive function of a story script.
Perancangan Desain Produk dengan Inspirasi Art Nouveau Era Tahun 1809-1920 dengan Metode Peta Morfologi Devanny Gumulya; Sisilia Huang; Eileen Florean Gunawan
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9328

Abstract

Peta morfologi berasal dari keilmuan teknik. Artikel ini mempelajari cara menerapkannya dalam proses desain kreatif yang memungkinkan pemikiran yang berbeda dan logis untuk digunakan secara bersamaan. Selanjutnya dibahas karya mahasiswa desain produk yang merancang dengan menggunakan grafik morfologi. Sejarah, bagaimanapun, telah mengilhami banyak desainer untuk menciptakan banyak hal baru. Art Nouveau adalah sebuah gerakan seni arsitektur dan dekoratif yang lahir dan berpusat di Eropa Barat sekitar tahun 1809 - 1920 berawal dari Paris dan menyebar ke Amerika Serikat dan wilayah Eropa lainnya. Salah satunya adalah Catalan, juga dikenal sebagai Art Nouveau Catalan, gerakan seni dari wilayah Catalan (Barcelona, Girona, Lleida, Tarragona). Garis asimetris dan bergelombang, bentuk alami (organik) seperti tangkai, kuncup bunga, tanaman merambat dan sayap serangga adalah ciri khas Art Nouveau Catalan untuk memberikan kesan elegan. Sementara Art Nouveau AS terkenal dengan mosaik kaca organik. Tujuan dari studi ini adalah untuk mencapai kaca dan desain lampu dinding yang menggabungkan elemen Art Nouveau dengan preferensi mahasiswa desain produk. Hasil riset adalah kerangka untuk menggunakan grafik morfologi dalam proses desain proyek jangka pendek. Luaran akhir artikel ini menghasilkan 11 (sebelas) ide desain produk baru. Morphology charts come from engineering discipline, this paper studies how to apply them in a creative design process that allows divergent and logical thinking to be used simultaneously. The paper discusses product design students' work to design using morphological charts. History, however, has inspired many designers to create many new things. Art Nouveau is an architectural and decorative art movement that was born and centered in Western Europe around 1809 – 1920 from Paris and spread to the US and other regions of Europe. One of them is Catalan, also known as Art Nouveau Catalan, art movements from the Catalan region (Barcelona, Girona, Lleida, Tarragona). Asymmetrical and wavy lines, natural (organic) forms like stalks, flower buds, vines and insect wings are unique works of Art Nouveau Catalan to give an elegant impression. While Art Nouveau US is renowned for organic glass mosaics. The paper objective is to achieve glassware and wall lamp design combining Art Nouveau elements with product design student preferences. The result of this paper is a framework for using morphological charts in a short-term project design process. This exercise produces 11 (eleven) new product design ideas.
Pengembangan Konsep Brand Identity dan Visual System ITS yang Lebih Terintegrasi Sayatman; Bambang Mardiono; Naufan Noordyanto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9329

Abstract

Brand Identity merupakan aspek yang sangat penting dalam sebuah entitas, antara lain sebagai tanda kepemilikan, jaminan kualitas, mencegah peniruan atau pembajakan. Selain sebagai ciri dan sarana identifikasi, brand identity juga dapat difungsikan sebagai alat promosi dan branding entitas tersebut. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai sebuah entitas pendidikan tinggi teknologi di Indonesia sudah saatnya membangun konsep brand identity-nya secara lebih komprehensif, konsisten dan terintegrasi. Karena penggunaan brand identity secara konsisten dan terintegrasi sangat penting untuk mendukung brand image ITS dalam kontestasi lokal maupun global. Melalui pendekatan metode desain dan visual branding, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep brand identity ITS secara lebih konsisten dan terintegrasi. Lingkup penelitian ini antara lain meliputi; studi eksisting terhadap penerapan system identitas visual yang ada, mengembangkan konsep desain dan pedoman penerapannya secara lebih terintegrasi pada atribut kebutuhan ITS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan kebijakan bagi ITS dalam penerapan visual identity system di ITS selanjutnya. Sehingga melalui penerapan brand identity yang teratur dan konsisten diharapkan dapat memberikan dampak dalam penguatan branding ITS menuju World Class University. Brand Identity is a very important aspect in an entity, among others, as a sign of ownership, quality assurance, preventing imitation or piracy. Apart from being a feature and means of identification, brand identity can also function as a promotional and branding tool for the entity [1]. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) as a higher technology education entity in Indonesia, it is time to build a more comprehensive and consistent brand identity concept. Because the consistent use of brand identity is very important to support ITS brand image in local and global contestation.Through the design method approach and visual branding, this study aims to develop the ITS brand identity concept in a more consistent and integrated manner. The scope of this research includes; Existing studies on the application of existing visual identity systems, develop design concepts and guidelines for their implementation in a more integrated manner in formal attributes according to ITS needs. The results of the development of this design concept are expected to be material for policy considerations for ITS in the next application of the visual identity system at ITS. So that through the regular and consistent application of brand identity, it is hoped that it can have an impact in strengthening ITS branding towards World Class University.
Perancangan Desain Motif Baju sebagai Penunjang Identitas Tradisi Malam Selawe di Gresik Nur Adilah Luthfiyyatur Rohmah; Putri Dwitasari; Didit Prasetyo
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9331

Abstract

Tradisi Malam Selawe merupakan kegiatan mencari berkah yang rutin diadakan setiap tahun pada akhir bulan Ramadhan. Tetapi dari beberapa masyarakat, khususnya para remaja Gresik sendiri masih kurang memahami dan menyalahartikan makna dari tradisi itu diadakan. Sehingga dalam kegiatan Tradisi Malam Selawe membutuhkan media yang dapat digunakan sebagai media pengenalan sejarah dan budaya dalam bentuk merchandise berupa desain motif baju. Perancangan desain merchandise ini menggunakan beberapa metode yaitu, observasi, analisis segmentasi dan depth interview. Metode perancangannya dimulai dari tahap pengumpulan data, melakukan analisis data, selanjutnya membuat konsep visual desain melalui sketsa digital dengan membuat tiga desain motif yang saling berhubungan. Desain motif yang dibuat diadaptasi dari elemen-elemen yang ada dalam Tradisi Malam Selawe mencakup sejarah, makna, kebudayaan, dan aktifitas masyarakat sekitar untuk diwujudkan menjadi identitas visual Tradisi Malam Selawe. Tujuan perancangan ini adalah untuk membuat desain merchandise Tradisi Malam Selawe sebagai media pengenalan sejarah dan budaya bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan. Malam Selawe tradition is a blessing-seeking activity that is routinely held every year at the end of the month of Ramadan. However, some people, especially the Gresik teenagers themselves still do not understand and misinterpret the meaning of the tradition being held. So that in the Malam Selawe tradition, it requires media that can be used as a medium for introducing history and culture in the form of merchandise in the form of clothing motif designs. The design of this merchandise design uses several methods, namely, observation, segmentation analysis and depth interviews. The design method starts from the data collection stage, performs data analysis, then creates a visual design concept through digital sketches by making three interconnected motif designs. The motif designs that are made are adapted from elements that exist in the Malam Selawe tradition, including history, meaning, culture, and activities of the surrounding community to be transformed into a visual identity of the Selawe Night Tradition. The purpose of this design is to design Malam Selawe Tradition merchandise as a medium for introducing history and culture to the people who participate in the activity.
Perancangan Signage pada Kawasan Wisata Exotic Mengare di Kabupaten Gresik Nur Adilah Luthfiyyatur Rohmah; Didit Prasetyo; Naufan Noordyanto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9330

Abstract

Exotic Mengare merupakan objek wisata alam dan bernilai sejarah dari Kabupaten Gresik. Seiring bertambahnya tahun, wisatawan yang berdatangan terus meningkat begitu juga dengan intensitas pergerakan dalam kawasan objek wisata tidak diimbangi dengan fasilitas sign system yang informatif. Sehingga didalam perjalanan, ditemukan beberapa pengunjung yang tersesat dan kebingungan. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan signage pada Exotic Mengare untuk mengoptimalkan kualitas pengalaman wisatawan yang berkunjung dan memudahkan wisatawan mendapatkan informasi dalam bentuk komunikasi visual.Perancangan signage pada ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif yang diperolah dari depth interview, dan user persona dalam proses mengumpulkan informasi dan menganalisis data. Desain konsep yang dihasilkan dari perancangan ini menyesuaikan dengan konten objek wisata, yakni mengusung kesan dari unsur alam dan diadaptasi dari elemen sekitar dengan menggunakan font, material, konten informasi dan bahasa yang sesuai dengan kondisi lingkungan Pulau Mengare. Luaran dari perancangan ini meliputi signage peta wisata, directional sign serta signage peringatan berupa visualisasi desain digital untuk Exotic Mengare. Diharapkan dari penelitian yang dihasilkan bermanfaat untuk Pulau Mengare supaya lebih dikenal masyarakat sekitar. Exotic Mengare is a natural and historical tourism object from Gresik Regency. As the years go by, the tourists who arrive continue to increase as well as the intensity of movement within the tourist attraction area is not matched by an informative sign system facility. So that on the way, some visitors were found lost and confused. The purpose of this design is to create signage on Exotic Mengare to optimize the quality of the experience of tourists visiting and make it easier for tourists to get information in the form of visual communication. The design of this signage is prepared using qualitative methods obtained from depth interviews, and user personas in the process of gathering information and analyzing data. The concept design resulting from this design adapts to the content of the tourist attraction, which carries the impression impression of natural elements and is adapted from the surrounding elements by using fonts, materials, information content and language that are in accordance with the environmental conditions of Mengare Island. The output of this design includes tourist map signage, directional signs and warning signage in the form of visualizing digital designs for Exotic Mengare. It is hoped that the resulting research will be useful for Mengare Island so that it will be better known to the surrounding community.
Desain Sespan Tandem Samping Kiri Lepas-Pasang untuk Sepeda dengan Pengayuh Taufik Hidayat; Ari Dwi Krisbianto; Djoko Kuswanto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9332

Abstract

Sepeda kayuh adalah sarana transportasi yang murah dan menyehatkan. Kendaraan ini tidak mengeluarkan polusi dan sangat ramah lingkungan. Akhir-akhir ini sepeda lebih banyak digunakan sebagai sarana berolahraga. Hampir setiap rumah tinggal di Indonesia mempunyai sepeda pancal minimal satu sampai dua buah. Sepeda tandem umumnya berupa sepeda yang bersambung kebelakang. Secara mekanik dihubungkan dengan rantai dan dikayuh oleh dua orang dewasa. Saat ini pemakai sepeda tandem ke belakang tersebut sudah mulai jenuh dan sudah mulai ditinggalkan karena faktor: 1) Ukuran sepeda tersebut terlalu panjang sehingga kurang nyaman dan cukup sulit untuk dikendarai, 2) Bila digunakan oleh seorang diri tidak pantas secara visual, 3) Penyimpanan sepeda tersebut cukup sulit dan memakan tempat atau ruang, 4) Sebagian orang sulit untuk mencari teman yang mau diajak bersepeda tandem, 5) Kurang disukai karena salah satu pengayuhnya di belakang sehingga tidak nyaman bersepeda santai apalagi kalau sambil berbincang. Masalah-masalah tersebut diusahakan diselesaikan dengan penelitian mendesain sespan tandem samping kiri lepas pasang dengan pengayuh. Akhir kontribusi orisinal dari penelitian adalah: (1) Prototipe tandem samping kiri dengan sarana kayuh, (2) Menggunakan sepeda kayuh yang sudah ada, (3) Mudah dilepas pasang, (4) Hemat biaya. Pedal bikes are a cheap and healthy transportation. This vehicle does not emit pollution and very environmentally friendly. Lately, more bicycles are used as a means of exercise. Almost every house in Indonesia has one to two bikes per house. Tandem bikes are generally backward, mechanically connected by chains and pedaled by two adults. At present the tandem back users started to get bored and abandoned due to factors: 1) The size of the bicycle is too long making it less comfortable and quite difficult to drive, 2) If used by one person is not visually appropriate, 3) Storage of the bicycle is quite difficult and takes up spaces, 4) It difficult to find friends who want to be invited to a tandem bike ride, 5) Less preferred because one of the peddlers in the back makes it uncomfortable to ride especially when talking. These problems are endeavoured to be resolved by researching the design of the left side tandem bicycles. At the end of the original contributions of the research are: (1) The prototype tandem with the left side pedal, (2) Using the existing pedal bikes, (3) Easily removable plug, (4) cost savings.