cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpenataanruang@gmail.com
Editorial Address
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian (FTSPK),Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolilo, Surabaya 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penataan Ruang
ISSN : 19074972     EISSN : 2716179X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penataan Ruang (JPR) merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia. Tujuan dari Jurnal Penataan Ruang adalah sebagai wadah diseminasi hasil-hasil penelitian pengabdian masyarakat pada bidang Perencanaan Wilayah dan Kota, baik di Indonesia maupun internasional.
Articles 208 Documents
Evaluasi Keseimbangan Pekerjaan dan Hunian (Jobs-housing Balance) Perumahan Bersubsidi di Wilayah Peri-Urban Surabaya Susanto, Septian Chandra; Septanaya, I Dewa Made Frendika
Jurnal Penataan Ruang Vol 19 (2024): Special Edition: Jurnal Penataan Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i0.21063

Abstract

Keseimbangan antara pekerjaan dan hunian (Jobs-housing balance) merupakan konsep yang merujuk pada seimbangnya jumlah hunian dan kesempatan kerja dalam suatu wilayah geografis. Perumahan bersubsidi yang cenderung dibangun di wilayah pinggiran kota agar memiliki harga jual yang lebih terjangkau berpotensi mengalami ketidakseimbangan pekerjaan dan hunian. Penduduk perumahan bersubsidi harus mengalami perjalanan yang jauh dan waktu yang lebih lama menuju tempat kerjanya karena lokasi perumahan yang jauh dari pusat kegiatan dan perekonomian. Hal itu dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, kesehatan, maupun lingkungan. Penelitian ini berupaya mengukur dan mengidentifikasi keseimbangan pekerjaan dan hunian di perumahan bersubsidi yang ada di metropolitan Gerbangkertasusila. Pengukuran dilakukan melalui analisis buffer menggunakan Arcmap dan menentukan rasionya berdasarkan Jobs-housing ratio. Hasilnya, di antara tiga perumahan yang termasuk dalam wilayah studi, hanya Perumahan Cerme Indah di Kabupaten Gresik yang mengalami ketidakseimbangan. Sedangkan, Perumahan Grand Kencana Bangil dan Grand Kencana Mojokerto diidentifikasi masih seimbang karena kedekatannya dengan lapangan kerja maupun pusat perekonomian regional di masing-masing wilayah. Hasil ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam penyusunan kebijakan perumahan dan transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Prioritas Peningkatan Kenyamanan Rusunawa Dandangan Kota Kediri Berdasarkan Kriteria Layak Huni Agreliasiwi, Nashyatul Zahwa; Sukmawati, Sri; Revana, Dano Quinta
Jurnal Penataan Ruang Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Penataan Ruang 2023
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v18i2.16597

Abstract

Pesatnya urbanisasi dan pertambahan penduduk menyebabkan kebutuhan rumah terus meningkat. Ditambah dengan masifnya pembangunan, kebutuhan ruang untuk membangun rumah semakin sedikit. Dengan demikian, Pemerintah berusaha untuk memenuhi kebutuhan rumah dengan keterbatasan lahan melalui program Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Rusunawa hendaknya memenuhi kriteria dan standar layak huni sehingga dapat mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Dengan demikian, dilaksanakan penelitian untuk mengidentifikasi kenyamanan hunian Rusunawa Dandangan sehingga dapat diketahui aspek yang diperhitungkan dalam arahan konsep peningkatan kualitas Rusunawa. Peningkatan kualitas Rusunawa yang layak dan nyaman untuk dihuni akan mampu meningkatkan kualitas hidup para penghuninya. Penyusunan ini menggunakan metode analisis deskriptif dan Importance Performance Analysis (IPA). Adapun perumusan konsep didasari dengan hasil kuadran IPA dengan kebijakan atau penelitian terdahulu yang sesuai konsep layak huni dan harapan penghuni. Berdasarkan hasil penelitian, dihasilkan 5 kriteria kenyamanan berdasarkan kriteria layak huni, yaitu kecukupan ruang tinggal, kelengkapan sarana, pemenuhan kebutuhan tinggal yang menunjang aktivitas penghuni, peningkatan keselamatan dan keamanan, serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan taraf hidup penghuni.
A Systematic Review of Participatory Approaches in Flood Risk Management: Methods and Applications Mahardhika, Gita Rama; Pamungkas, Adjie
Jurnal Penataan Ruang Vol 19 (2024): Special Edition: Jurnal Penataan Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i0.20828

Abstract

Flood risk management (FRM) increasingly integrates participatory approaches to enhance resilience and effectiveness by engaging local communities and stakeholders. This systematic review synthesizes findings from 22 peer-reviewed articles published between 2015 and 2024, highlighting the tools, stakeholders, levels of participation, outcomes, and challenges associated with participatory FRM. The review identifies key engagement tools such as participatory mapping, community workshops, and digital platforms, noting their varied effectiveness in different contexts. Stakeholder involvement spans residents, government agencies, and NGOs, with diverse contributions enhancing the contextual relevance and acceptance of FRM strategies. Levels of participation range from consultative to collaborative and fully empowering, with higher engagement linked to more resilient and adaptive outcomes, albeit requiring more resources and time. Outcomes demonstrate that participatory approaches improve community preparedness, enhance flood management plans, and integrate local knowledge effectively. However, challenges persist, including resource constraints, stakeholder conflicts, and communication barriers, necessitating adaptive management and innovative engagement strategies. The findings underscore the need for policymakers and practitioners to prioritize participatory methods to develop inclusive and robust FRM frameworks. Future research should focus on scalable participatory models, the integration of advanced technologies, and the evaluation of long-term impacts on community resilience, providing a roadmap for the enhanced application of participatory approaches in diverse contexts.
Analisis Tingkat Keamanan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Variabel Keruangan Dan Fisik Taman: Studi Kasus Kota Surabaya Danurja Rahman Aziz, Muh Abdi; Zulkaidi, Denny; Effendi Yasin, Mochamad Prasetiyo
Jurnal Penataan Ruang Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Penataan Ruang 2024
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i1.19111

Abstract

Keamanan adalah kebutuhan mendasar bagi psikologi manusia. Ancaman tindak kriminalitas cukup tinggi di kota-kota besar, hal ini berdampak terhadap rasa aman masyarakatnya. Rasa aman sendiri mempengaruhi bagaimana kehidupan masyarakat dalam menggunakan ruang perkotaan, semakin aman suatu kawasan semakin nyaman pula masyarakat menggunakannya. Ruang terbuka hijau atau taman merupakan fasilitas publik kota yang memiliki probalitas tejadinya tindak kriminalitas tertinggi di bandingkan fasilitas publik lainnya. Kota Surabaya sejak tahun 2010 hingga 2020 terus menambah luas ruang terbuka hijau dan jumlah tamannya, sehingga antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke taman juga semakin meningkat. Namun, antusiasme ini dibayang-bayangi oleh resiko tindak kriminalitas, dikarenakan Surabaya merupakan kota dengan tingkat kriminalitas tertinggi se-Jawa Timur pada tahun 2020. Evaluasi tingkat keamanan di taman Kota Surabaya ini penting dilakukan, guna mengetahui peran atribut fisik lingkungan taman dalam mencegah tindak kriminal dan meningkatkan rasa aman. Mix method dengan strategi multi kasus digunakan dalam penelitian ini, serta visual audit dan persepsi masyarakat sebagai alat analisisnya. Kedua alat analisis digunakan untuk mengetahui respon persepsi rasa aman masyarakat terhadap kondisi ideal atribut lingkungan dalam mencegah tindak kriminalitas.   Taman Flora memiliki ketercapaian indikator visual audit sebesar 85,7% dan masuk dalam tingkatan “sangat aman”, sedangkan skor rata-rata rasa amannya adalah 4,25 dan masuk tingkatan “sangat aman”. Taman Harmoni memiliki ketercapaian indikator visual audit sebesar 57% dan masuk dalam tingkatan “cukup aman”, sedangkan skor rata-rata rasa amannya adalah 4,13 dan masuk tingkatan “aman”. Kebun Bibit memiliki ketercapaian indikator visual audit sebesar 64% dan masuk dalam tingkatan “cukup aman”, sedangkan skor rata-rata rasa amannya adalah 4,17 dan masuk tingkatan “aman”.
Faktor-Faktor Penyebab Gagalnya Pembangunan Kawasan Pedesaan Berorientasi Ekowisata, Pembelajaran dari 3 Desa, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar Harun, Ilman
Jurnal Penataan Ruang Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Penataan Ruang 2023
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v18i2.16678

Abstract

Program pembangunan desa dewasa ini sudah menjadi program pembangunan utama dan strategis di banyak negara, sebagai negara yang memiliki jumlah desa lebih dari delapan puluh ribu dengan beragam potensi alamnya, apabila hal ini dikembangkan secara berkelanjutan, dapat berpotensi menjadi penghasil devisa terbesar sebagai pengganti ekspor migas. Melalui Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Daerah diberikan kewenangan untuk melakukan percepatan pembangunan sebagian wilayah pedesaan, Atas dasar kewenangan tersebut serta ditunjang dengan potensi ekowisata dan agrikultur yang dimiliki,  Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar menetapkan 3 desa di dalam Kecamatan Kesamben yang memiliki kesamaan dalam karakteristik potensi ekowisata, untuk dimasukan dalam Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan yang berorientasi pada pengembangan ekowisata. Namun setelah 5 tahun berjalan sejak rencana pembangunan kawasan pedesaan tersebut ditetapkan, implementasi program-program dalam rencana tersebut jauh dari kata berhasil. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apa saja hambatan dan tantangan pada pelaksanaan pembangunan kawasan pedesaan, dalam studi kasus ini, berorientasi pada pengembangan Ekowisata di 3 desa di Kecamatan Kesamben. Dengan belum banyaknya kajian terhadap faktor apa saja yang menghambat implementasi program pembangunan kawasan pedesaan, khususnya yang berorientasi pada ekowisata, menjadikan penelitian ini penting untuk mengisi gap analisa berdasarkan evaluasi temuan-temuan permasalahan riil di lapangan. Penelitian ini merupakan salah satu bentuk Monitoring dan Evaluasi implementasi pembangunan kawasan pedesaan melalui pendekatan kualitatif induktif. Pada Penelitian ini terdapat 2 metode analisa yang digunakan yaitu konten analisa untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pembangunan kawasan desa dan analisa Analytical Hierarchy  Process (AHP) untuk menstratifikasi tingkat urgensi faktor tersebut. Sehingga hasil akhir dari penelitian ini dapat menyimpulkan faktor-faktor krusial apa yang menjadi hambatan dan tantangan dalam implementasi pembangunan kawasan pedesaan yang berorientasi pada ekowisata di 3 desa tersebut.
Exploring Community Engagement: Neighbourhood Infrastructure Evolution in Sentani's Vernacular Settlements Cahyadini, Sarah; Widyastomo, Deasy; Setijanti, Purwanita; Hayati, Arina; Sumartinah, Happy Ratna
Jurnal Penataan Ruang Vol 19 (2024): Special Edition: Jurnal Penataan Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i0.20954

Abstract

In the era of rapid development, enhancing vernacular settlements is crucial for sustainability, particularly in preserving cultural integrity. The Sentani Tribe exemplifies this challenge with its distinctive cultural heritage deeply rooted in the shores of Lake Sentani. Originally fishermen, the tribe has transitioned to farming, prompting shifts in their settlements and infrastructure. This study focuses on Kehiran villages, where such shifts have necessitated settlement improvements. It investigates opportunities for enhancing vernacular settlements through community engagement, considering cultural adaptations resulting from these infrastructure changes. Through empirical research and analysis, the study follows the identified seven key habitus changes impacting the Sentani Tribe's habitat, influencing infrastructure like worship spaces, schools, roads, and public areas. These findings underscore the potential for participatory improvements in vernacular settlements amidst evolving cultural landscape.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Suroboyo Bus Masyarakat di Kota Surabaya Anindya, Alfrida Ista; Nurlaela, Siti; Susetyo, Cahyono
Jurnal Penataan Ruang Vol 19 (2024): Special Edition: Jurnal Penataan Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i0.20166

Abstract

Masalah transportasi dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi perhatian utama karena sektor transportasi adalah penyumbang utama emisi karbon yang signifikan terhadap perubahan iklim. Pemilihan moda transportasi berdampak pada polusi udara, peningkatan suhu permukaan bumi, dan kesehatan, serta perubahan iklim. Penggunaan moda transportasi berkelanjutan seperti berjalan, bersepeda, atau transportasi umum, dapat menekan emisi karbon. Kota Surabaya berencana mengembangkan sistem transportasi berkelanjutan melalui program Green Infrastructure Initiative, dalam upaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) secara berkelanjutan. Selain itu Kota Surabaya juga sudah tersedia layanan transportasi berkelanjutan berupa Suroboyo Bus, dengan rute yang dikembangkan secara bertahap. Jurnal ini membahasa faktor-faktor kondisi lingkungan binaan dan perilaku perjalanan masyarakat. Penelitian ini dilakukan menggunakan data kondisi lingkungan berdasarkan karakteristik Density, Diversity, Design, dan Destination Accessibility di 18 Traffic Analysis Zone (TAZ) menggunakan data sekunder dan survei kuesioner. Analisis menggunakan Multinomial Logit Model untuk memprediksi pemilihan moda Suroboyo Bus. Dari hasil pemodelan, diketahui faktor signifikan pada derajat kepercayaan 95% pemilihan moda Suroboyo Bus dipengaruhi oleh waktu perjalanan, kepadatan bangunan, kepadatan perumahan kepadatan penduduk, dan jarak ke lokasi Point of interest (POI) pada derajat kepercayaan 90%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan dan strategi dalam rencana pengembangan ataupun kebijakan yang mendukung perencanaan transportasi berkelanjutan Kota Surabaya.
Analisis Potensi Investasi Alternatif di Kota Balikpapan Melalui Perspektif Keruangan Dewanti, Ajeng Nugrahaning; Yusuf, Frigate Rario
Jurnal Penataan Ruang Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Penataan Ruang 2023
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v18i2.15022

Abstract

Balikpapan merupakan kota dengan kondisi ekonomi terbesar ketiga berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kalimantan Timur pada tahun 2021 dengan sektor industri sebagai sektor yang dominan. Kota Balikpapan juga merupakan kota pendukung Ibu Kota Negara (IKN) dan memiliki peluang dalam menyerap investasi proyek pemindahan IKN. Adanya kebijakan pemindahan ibukota negara dan investasi diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan wilayah yang selama ini masih terpusat di Pulau Jawa. Saat ini, Kota Balikpapan menghadapi tantantagan dengan adanya ketergantungan terhadap sektor migas. Oleh karena itu, sektor unggulan non migas dapat dijadikan alternaatif dalam dalam berinvestasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi investasi melalui sektor unggulan non migas di Kota Balikpapan. Penentuan sektor unggulan dilakukan dengan metode Location Quotient (LQ) untuk menentukan sektor basis, dan analisis Shift Share untuk menentukan sektor yang berdaya saing, sehingga ditemukan 8 sektor unggulan yang kemudian dilanjutkan analisis tipologi klasen untuk menentukan sektor non basis yang berpotensi untuk dilakukan investasi. Hasil dari analisis didapatkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor, sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor informasi dan komunikasi, sektor konstruksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, dan sektor jasa lainnya merupakan sektor yang potensial untuk dilakukan investasi di Kota Balikpapan. Selanjutnya, analisis deskriptif dilakukan untuk memperoleh keterkaitan antara sektor potensial untuk diinvestasikan terhadap kebijakan penataan ruang di Kota Balikpapan. Sehingga diperoleh potensi investasi dengan mengacu pada faktor penentu daya tarik investasi serta kebijakan penataan ruang di Kota Balikpapan yang digambarkan melalui peta sebaran potensi investasi di Kota Balikpapan.
Tingkat Kepuasan Penghuni Apartemen Kelas Menengah ke Bawah di Kota Surabaya Andrakayana, Mayra Andrakayana; Septanaya, I Dewa Made Frendika
Jurnal Penataan Ruang Vol 19 (2024): Special Edition: Jurnal Penataan Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i0.21061

Abstract

Kepuasan berhuni adalah sebuah konsep yang merujuk pada tingkat kepuasan sebuah rumah tangga terhadap situasi hunian yang sedang mereka tinggali. Apartemen sebagai salah satu pilihan berhuni yang bisa menjadi solusi perkotaan untuk mengatasi keterbatasan lahan dan housing backlog nyatanya masih kurang diminati oleh mayoritas penduduk Indonesia. Pengaruh pandemi COVID-19 membuat masyarakat tidak puas terhadap hunian vertikal dengan kurang luasnya lahan untuk bergerak dan kebutuhan akan udara segar. Tidak terpenuhinya kebutuhan dan aspirasi penghuni apartemen menimbulkan ketidakpuasan berhuni yang dapat mendorong intensi untuk berpindah ke hunian yang dipreferensikan. Terdapat ketidakseimbangan pasar apartemen menengah ke bawah di Kota Surabaya dimana rata-rata absorption rate sebesar 21,39% menunjukkan permintaan unit yang tinggi, sementara vacancy rate sebesar 21,68% mengindikasikan jumlah unit kosong yang tinggi pula. Kondisi ini mendukung anggapan apartemen sebagai hunian transisi sebelum beralih menempati rumah tapak untuk jangka panjang. Penelitian ini berusaha meneliti fenomena tersebut menilai tingkat kepuasan penghuni apartemen kelas menengah ke bawah di Kota Surabaya. Ruang lingkup penelitian akan mencakup 41 apartemen kelas menengah ke bawah dengan rentang harga unit 175 juta hingga 2,03 milyar rupiah yang tersebar di Surabaya, dimana sebesar 56,16% dari seluruh apartemen wilayah tersebut tergolong ke dalam tipe apartemen ini. Tingkat kepuasan penghuni dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Penghuni apartemen kelas menengah ke bawah di Kota Surabaya umumnya merasa puas ketika meninggali unit huniannya dengan memberi rata-rata skor sebesar 3.88. Aksesibilitas menuju supermarket/pasar serta Aksesibilitas menuju fasilitas perbelanjaan menjadi indikator yang paling memuaskan sedangkan Fasilitas lift dan Fasilitas parkir memiliki kinerja yang paling kurang memuaskan. Keseluruhan proses penelitian diharapkan mampu membantu pemerintah dan pengembang untuk mengidentifikasi dan meningkatkan kinerja faktor-faktor ketidakpuasan penghuni sehingga kemauan penghuni untuk tinggal di apartemen kelas menengah ke bawah dalam jangka panjang meningkat.
Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Laut Kegiatan Wisata Bahari Di Raja Ampat, Papua Barat Daya Arafat, Gulam; Kusumarani, Dheni
Jurnal Penataan Ruang Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Penataan Ruang 2024
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v19i1.20202

Abstract

Dalam rangka mendukung upaya pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang berkelanjutan, salah satunya dengan memperhatikan aspek kesesuaian ruang laut dengan rencana zonasi yang ada. Kegiatan wisata bahari di kawasan konservasi perairan Raja Ampat merupakan salah satu kegiatan yang disatu sisi memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat, namun jika tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak negatif bagi daya dukung lingkungan yang menjadi aspek penting di Raja Ampat. Tulisan ini bertujuan memberikan gambaran tentang kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (KKPRL) untuk kegiatan wisata bahari di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat. Pengambilan Data dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan kemudian dibandingkan dengan Dokumen Rencana Pengelolaan dan Zonasi (RPZ) KKP Kepulauan Raja Ampat menggunakan perangkat lunak SIG. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa kegiatan wisata bahari yang teridentifikasi umumnya berupa jasa penginapan/akomodasi dengan 63,16% memiliki cottage di atas laut dan 36,84% hanya jetty/dermaga, dengan cottage di darat. Sementara untuk analisis kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut, dengan membandingkan antara kegiatan pemanfaatan ruang laut terhadap dokumen rencana zonasi, teridentifkasi 9 kegiatan berada pada zona ketahanan pangan dan pariwisata yang telah sesuai dengan peruntukannya atau sebesar 47,37% dan 10 kegiatan atau sekitar 52,63% berada pada zona sasi dan pemanfaatan tradisional yang  mana kegiatan pariwisata diperbolehkan dengan syarat. Hal ini memperlihatkan bahwa kegiatan wisata bahari yang memanfaatkan ruang laut di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat masih dalam lingkup yang sesuai peruntukannya dan tidak berada dalam zona yang tidak diperbolehkan / tidak sesuai peruntukannya sehingga masih mendukung pengelolaan yang berkelanjutan.