cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
MOTION : Jurnal Riset Physical Education
ISSN : 20873751     EISSN : 27224686     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Motion adalah jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan non penelitian tentang berbagai aspek olahraga, seperti pendidikan jasmani, psikologi olahraga, fisiologi olahraga, kepelatihan olahraga, biomekanika, anatomi, gizi olahraga, olahraga usia dini, pemandauan bakat, dan interdisipliner lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
PENGARUH METODE LATIHAN SMALL SIDED GAME TERHADAP KEMAMPUAN PASSING-STOPPING PERMAINAN SEPAKBOLA SISWA SSB BERINGIN PRATAMA Ridlo, Azi Faiz; Saifulloh, Iman
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.635 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1591

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Latihan Small Sided Game Terhadap Kemampuan Passing-Stopping Permainan Sepakbola Siswa SSB Beringin Pratama. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. karena penelitian menggunakan total sampling maka sampel yang akan penelitian keseluruhan berjumlah 25 orang. Instrumen penelitian tes awal dan tes akhir menggunakan tes passing-stopping. Untuk pengolahan dan analisis data, penulis menggunakan uji t. Terdapat pengaruh yang signifikan dari metode latihan small sided game terhadap hasil passing-stopping yakni dengan nilai (15,86) > (2,06). Hasil penelitian ini bisa digunakan untuk mengembangkan ide yang lebihluas, untuk hasil metode latihan small sided game terhadap kemampuan passing-stopping hasil t hitungnya lebih besar dari pada t tabel pada α = 0,05 dan dk = n-1 sehingga hipotesa nol (Ho) ditolak dan dapat disimpulkan bahwa pada metodelatihan small sided game memberikan peningkatan yang signifikan terhadap hasil passing-stopping padasiswa SSB Beringin Pratama.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN GERAK DASAR CHEST PASS BOLABASKET MELALUI MEDIA BOLA KARET Basri, Hasan; Azhari, Adli
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.339 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1612

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penguasaan gerak dasar chest pass pada permainan bolabasket dalam pembelajaran penjas pada siswa kelas V dengan menggunakan bola karet di SDN Tugu Utara 13 Pagi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research), dengan model desain Kemmis dan Taggart. Data secara keseluruhan berupa data kuantitatif dianalisis secara deskriptif terdapat peningkatan pada hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus 1 kemudian siklus 2 berupa nilai tes hasil belajar. Data pada Siklus I, skor rata-rata tes teknik gerak dasar chest pass pada siklus I yaitu 72,25%. Data pada Siklus II, skor rata-rata tes uji teknik gerak dasar chest pass pada siklus 2 melalui dengan modifikasi bola karet yaitu 77,77%.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN RENANG BERBASIS PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN Kurniati, Rizki; Broto, Danang Pujo
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 10 No 1 (2019): Motion: Jurnal Riset Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.561 KB) | DOI: 10.33558/motion.v10i1.1625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; mengembangkan model gerak dasar renang berbasis permainan untuk anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan Research and Development dari Borg and Gall. Subjek Penelitian adalah anak TK berusia 5-6 tahun di Kota Palembang. Dari hasil uji coba skala kecil dilakukan kepada 20 orang subjek. Pada hasil uji coba skala besar dilakukan kepada 60 orang subjek. Sedangkan pada hasil uji efektivitas produk utama dilakuan kepada 80 orang. Permainan secara keseluruhan dinyatakan layak dan efektif dalam mengembangkan pembelajaran renang melalui permainan untuk anak usia 5-6 Tahun. Hasil penelitian ini mengembangkan lebih dari 10 permainan baru. Hasil penelitian ini berupa buku permainan yang berdasarkan gerak dasar renang. Antara lain; (1) gelembung udara, (2) Celep Muka, (3) Tepuk Air, (4) Puzzel Huruf, (5) Kapal layar, (6) Motor boat, (7) Mendorog bola, (8) Halang rintang, (9) Puzzel Air, (10) Melewati Goa, dan (11) Lumba-lumba. Hasil penelitian membuktikan bahwa: Pengembangan model gerak dasar renang berbasis permainan untuk anak usia 5-6 tahun telah dinyatakan valid oleh ahli belajar motorik, ahli aktifitas fisik dan praktisi pendidikan anak usia dini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model gerak dasar renang berbasis permainan terbukti 85% dapat meningkatkan kemampuan renang dan membangun rasa kepercayaan diri serta keberanian.
MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN LATIHAN PUSH UP DALAM PEMBELAJARAN GERAK DASAR RENANG GAYA BEBAS PADA PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA lufthansa, luthfie; Mustofa, Habibulloh
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 10 No 1 (2019): Motion: Jurnal Riset Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.552 KB) | DOI: 10.33558/motion.v10i1.1626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas belajar gerak dasar renang gaya bebas pada peserta didik Tunagrahita SMPLB Dr. Idayu 1, dengan menggunakan latihan push up. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (class room action reseach) yang melalui beberapa tahapan/siklus. Peneliti melakukan penelitian dengan membuat rancangan tindakan berupa planning, action, observation and reflection. Sebelum action, terlebih dahulu dilakukan kegiatan survei untuk mengetahui keadaan yang nyata di lapangan. Analisis yang diperoleh terdapat peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II, ketuntasan belajar secara individu, sebelum dilakukan class room action reseach, ada 3 (42,85%) peserta didik yang tuntas belajar pada individu. Setelah dilakukan class room action reseach, peserta didik yang tuntas belajar terdapat 4 (57,14%) peserta didik pada siklus I, 5 (71,42%) peserta didik pada siklus II. Sebelum dilakukan class room action reseach ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal yaitu (42,85%). Sesudah dilakukan class room action reseach, ketuntasan belajar secara klasikal peserta didik mengalami peningkatan 14,29% menjadi 57,14 pada siklus I, pada siklus II, ketuntasan belajar secara klasikal peserta didik mengalami peningkatan 14,28 menjadi 71,42%.
PENGARUH LATIHAN INTERVAL EKSTENSIF TERHADAP PENINGKATAN HASIL VO2MAX PADA ATLET PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN MAHASISWA DAERAH (PPLMD) Mamesah, Elly Diana
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.829 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1627

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh latihan dengan menggunakan metode latihan interval ekstensif terhadap peningkatan hasil VO2Max pada atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa Daerah (PPLMD). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa Daerah (PPLMD) sejumlah 25 atlet dan sampel berjumlah 5 orang. Instrumen data menggunakan tes awal ( pre test) yaitu tes balke 15 menit pada saat awal sebelum diberikan perlakuan dan tes akhir ( post test) yaitu yaitu tes balke 15 menit setelah mendapat perlakuan dengan menggunakan metode latihan interval ekstensif. Metode latihan interval ekstensif dapat meningkatkan kapasitas VO2Max. Hal ini dapat di lihat dari perbandingan tes awal ( pre-test) dengan tes akhir ( post-test). Dengan jumlah atlet 5 orang pada tes awal kapasitas VO2Max terendah yang dicapai yaitu 42 dan tertinggi 56 . Pada tes akhir terjadi peningkatan kapasitas VO2Max yaitu terendah yang dicapai 53 dan tertinggi 63 Dengan demikian VO2Max dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode latihan interval ekstensif. Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara metode latihan interval ekstensif terhadap peningkatan VO2Max pada atlet atletik pusat pembinaan latihan mahasiswa daerah (PPLMD)
PENGARUH LATIHAN AQUAROBIC TERHADAP CARDIOVASCULER TUBUH MANUSIA Resita, Citra; Ryanto, Aria Kusuma Yuda
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.751 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1628

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui latihan aquarobic terhadap peningkatan cardiovascular tubuh manusia. Desain penelitian yang digunakan eksperiment desain, dengan langkah-langkah penelitian Pretest, Perlakukan, Postest dan analisis data. Populasi yang digunakan adalah seluruh mahasiswa semester 4 PJKR FKIP UNSIKA, sebanyak 150 mahasiswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, maka karena itu penulis mengambil sampel dengan kriteria (a) sampel berjenis kelamin laki-laki, dan (2) mahasiswa semester 4. Setelah menentukan kiteria tersebut, penulis menentukan sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 orang. Hasil Data hasil penelitian tersebut menunjukan bahwasanya terlihat peningkatan atau progress yang bagus untuk daya tahan masing masing peserta yang ditunjukan oleh, 5 orang dengan daya tahan baik atau 50%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan latihan aquarobic terhadap peningkatan cardiovascular tubuh manusia.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT PERMAINAN BOLABASKET MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW SISWA KELAS 8 SMP NEGERI 11 KOTA BEKASI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Suparman, Suparman
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.012 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1629

Abstract

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar bola basket siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek 43 Siswa Kelas 8 SMP Negeri 11 Kota Bekasi Tahun Pelajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan: (1) Pada Siklus I diperoleh skor rata-rata hasil belajar sebesar 61,9, terdapat 9 siswa (20,9%) tuntas, dan 34 siswa (79,1%) belum tuntas, (2) Pada Siklus II di peroleh skor rata-rata tes uji coba sebesar 73,95, terdapat 35 siswa (81,4%) tuntas dan 8 siswa (18,6%) belum tuntas.
Analisis Kondisi Fisik Pemain Futsal Gunung Pangilun (GP) Padang Bahtra, Ridho
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 10 No 1 (2019): Motion: Jurnal Riset Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.915 KB) | DOI: 10.33558/motion.v10i1.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik pemain futsal Gunung Pangilun (GP) Padang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di lapangan futsal Gunung Pangilun (GP) Padang. Populasi penelitian berjumlah 25 orang, teknik pengambilan sampel diambil dengan total sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 25 pemain. Instrumen test yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Daya Tahan menggunakan metode “Bleep Test”, 2) Kekuatan otot ekstensor kaki/tungkai dengan pengukuran “Leg Dynamometer”, 3) Kecepatan dilakukan dengan lari 30 meter, 4) Kelincahan dengan Lari bolak balik (shuttle run) 10 meter, 5) Tes koordinasi mata kaki. Teknik analisis data dengan ditribusi frekuensi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: variabel daya tahan berada pada kategori sedang, variabel kekuatan otot tungkai berada pada kategori sedang, variabel kecepatan pada kategori baik, variabel kelincahan pada kategori baik dan variabel koordinasi mata-kaki berada pada kategori sedang. Dari temuan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa keadaan kondisi fisik pemain futsal Gunung Pangilun (GP) Padang belum maksimal.
ANALISIS START BLOK DITINJAU DARI DAYA LEDAK DAN KECEPATAN REAKSI PADA ATLET LARI JARAK PENDEK Kemala, Aisya
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 10 No 1 (2019): Motion: Jurnal Riset Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.264 KB) | DOI: 10.33558/motion.v10i1.1774

Abstract

Tidak hanya dengan mengandalkan teknik start saja latihan daya ledak otot sebagai salah satu persyaratan terpenting bagi kecepatan utama pada seorang pelari, dimana dengan latihan daya ledak otot secara terarah sangatlah berpengaruh pada saat start. Dengan semakin tingginya daya ledak yang dihasilkan maka semakin maksimal pula tolakan yang dihasilkan. Daya ledak itu sendiri dihasilkan dari adanya gabungan kekuatan dan kecepatan, seorang sprinter tidak hanya dengan mengandalkan daya ledak dan teknik start saja, pada komponen kecepatan reaksi sangatlah penting untuk menentukan seberapa cepat reaksi yang kita hasilkan untuk melakukan tolakan, kecepatan reaksi atau daya reaksi merupakan kecepatan pada waktu start hanya sedikit bisa dilatih, maksimal hanya diperbaiki seperseratus detik, kadang-kadang hanya sampai sepersepuluh detik. Maka dari itu tugas seorang sprinter ialah melakukan teknik start dengan baik dalam waktu sesingkat-singkatnya dan berlari secepat-cepatnya sampai melewati garis finish guna menempuh waktu seminimal mungkin, karena semakin kecil waktu yang dicapai oleh seorang sprinter maka semakin bagus pula hasilnya dan akan terlebih dahulu mencapai garis finish. Untuk meningkatkan kompetisi dan prestasi seorang sprinter tak bisa dipungkiri bahwa peran seorang pelatih sangatlah berperan besar. semakin baiknya peranan pelatih dalam memberikan bimbingan serta program latihan yang terarah, maka prestasi juga semakin baik, kualitas pertandingan atlet semakin baik, yang pada akhirnya bisa meningkatkan prestasi atletik di ajang pertandingan bertaraf nasional maupun internasional. Tetapi selain pelatih yang sangat berperan besar pada prestasi atlet, peran dari pengurus yang bergerak di bidang atletik, asupan nutrisi yang diberikan untuk atlet dalam meningkatkan kondisi tubuh yang lebih baik serta sarana prasarana yang menunjang untuk kebutuhan atlet tersebut,pun harus berperan dalam meningkatkan prestasi dan kualitas pertandingan seorang atlet.
GERAK DASAR MULTILATERAL ANAK USIA DINI 3-6 TAHUN Mamesah, Elly Diana
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 10 No 1 (2019): Motion: Jurnal Riset Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.437 KB) | DOI: 10.33558/motion.v10i1.1792

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui macam- macam gerak dasar multilateral yang dapat diberikan kepada anak- anak usia dini usia 3-6 tahun dan mengembangkan kemampuan motorik kasar yang merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Artikel ini merupakan pemba-hasan tentang perkembangan motorik kasar pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun) yaitu melatih gerak dan koordinasi mereka. Dimana standar kompetensi dan kompetensi dasarnya dimuat dalam kemampuan motorik dalam kurikulum. Kegiatannya pun banyak dilakukan dalam aktivitas bermain. Sama halnya dengan pengembangan kemampuan motorik yang dilakukan SD kelas awal. Perbedaannya adalah pada tingkat SD, unsur knowledge sudah mulai dikenalkan pada anak. Sehingga di tengah dan akhir kegiatan pembelajaran ada serangkaian evaluasi yang tidak hanya mengukur kemampuan practical anak melainkan juga ada pengukuran kemampuan pengetahuan mereka terkait dengan beberapa hal dalam pelajaran pendidikan jasmani itu sendiri. Perkembangan keterampilan dasar anak-anak usia dini adalah sebuah proses penghalusan keterampilan-keterampilan, oleh karena itu mereka memakai berbagai cara yang secara mekanik efisien. Aktifitas fisik atau gerak dasar multilateral yang diberikan kepada anak usia dini dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh termasuk juga otak, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (imun), mempunyai fungsi rehabilitasi atau menormalkan kecacatan. Bagi anak usia dini aktivitas gerak fisik dan pengalaman yang diperoleh di dalamnya bukan hanya bermanfaat untuk perkembangan fisik , perkembangan fungsi organ- organ tubuh, perkembangan kemampuan gerak melainkan juga bermanfaat untuk perkembangan intelektualnya. Sebelum mampu membaca, menulis dan berhitung anak kecil akan lebih banyak mengekspresikan buah pikirannya melalui aktivitas fisik.

Page 9 of 15 | Total Record : 149