cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
MOTION : Jurnal Riset Physical Education
ISSN : 20873751     EISSN : 27224686     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Motion adalah jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan non penelitian tentang berbagai aspek olahraga, seperti pendidikan jasmani, psikologi olahraga, fisiologi olahraga, kepelatihan olahraga, biomekanika, anatomi, gizi olahraga, olahraga usia dini, pemandauan bakat, dan interdisipliner lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
HUBUNGAN MOTOR EDUCABILITY, KEBUGARAN JASMANI, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI Pahliwandari, Rovi
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 6 No 1 (2015): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.001 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motor educability (X1), kebugaran jasmani (X2) dan motivasi belajar (X3) terhadap hasil belajar pendidikan jasmani (Y) di SMP Negeri 1 Teluk Pakedai. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah siswa putera kelas VIII SMP Negeri 1 Teluk Pakedai yang berjumlah 29 siswa dalam satu level. Sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh atau sensus dengan menghitung banyaknya siswa yang berjumlah 29 siswa yang ada di kelas VIII. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara X1  dengan Y ditunjukkan dengan perhitungan koefisien korelasi Product Moment (rxy), yaitu sebesar 0,744. Korelasi antara X2  dengan Y ditunjukkan dengan perhitungan koefisien korelasi Product Moment (rxy), yaitu sebesar 0,686. Korelasi antara X3  dengan Y ditunjukkan dengan perhitungan koefisien korelasi Product Moment (rxy), yaitu sebesar 0,631. Korelasi ganda X1, X2, dan X3 dengan Y memberikan koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,827. Artinya, terdapat hubungan positif antara motor educability, kebugaran jasmani, dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar pendidikan jasmani.
PENGARUH DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP PERILAKU HIDUP AKTIF DAN KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR Sugiarto, Bambang Gatot
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 6 No 1 (2015): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.566 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengungk pengaruh pendistribusian alokasi waktu pembelajaran pendidikan jasmani 4 kali per minggu dengan waktu 35 menit per tatap muka terhadap kebugaran jasmani dan perilaku hidup aktif siswa. Penelitian  dilakukan  di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Centeh  Jalan Pacar No 5 Kota Bandung  Jawa Barat. Sampel penelitian yang digunakan, siswa kelas lima yang dipilih secara random sebanyak 80 orang Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan desain penelitian Pretest-Postest control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala sikap dari Likert untuk perilaku hidup aktif dan untuk data kebugaran jasmani siswa, menggunakan tes kebugaran jasmani Indonesia (TKJI). Hasil analisis varian menunjukan bahwa : (1) signifikansi kelompok eksperimen besarnya 0,00 lebih kecil daripada a = 0,01. Artinya  Ho ditolak dan H1 diterima, dengan demikian pendistribusian alokasi waktu pendidikan jasmani yang dilaksanakan empat kali dalam seminggu dengan waktu 35 menit per tatap muka memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kebugaran jasmani kelompok eksperimen, (2) gain kelompok eksperimen =-27.13 dan gain kelompok kontrol = -13.07, yang artinya pendistribusian alokasi waktu pendidikan jasmani yang dilaksanakan empat kali dalam seminggu dengan waktu 35 menit per tatap muka memberikan pengaruh yang berbeda terhadap perilaku hidup aktif siswa. dibandingkan dengan pembelajaran pendidikan jasmani satu kali per minggu dengan waktu 140 menit. (3) nilai signifikansinya antara kebugaran jasmani dengan perilaku hidup aktif, hasil pendistribusian alokasi waktu pembelajaran pendidikan jasmani empat kali per minggu dengan waktu 35 menit per tatap muka, = 0,531 > a = 0,01. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan perilaku hidup aktif.
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN KECEMASAN TERHADAP PRESTASI PANAHAN RONDE RECURVE PADA ATLET PANAHAN DI INDONESIA Wattimena, Ferry Y.
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 6 No 1 (2015): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.248 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi berprestasi dan kecemasan terhadap prestasi memanah ronde recurve pada atlet panahan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada  kejuaraan nasional panahan dengan jumlah populasi 29 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria peringkat 1-20 dari Babak Kualifikasi yang masuk Babak Eliminasi. Hasil penelitian menyimpulkan data hubungan motivasi  berprestasi dengan   aspek psikologis terhadap prestasi panahan ronde recurve  diperoleh koefisien korelasi rx1y = 0,5, t ry1= 2,44 dan t tabel= 2,10. Ternyata t hitung lebih besar dari t tabel dan Ho ditolak maka hubungan motivasi berprestasi dan prestasi panahan adalah berarti, koefisien determinasi variabel motivasi berprestasi dan prestasi panahan (rx1y2) = 0,25 hal ini berarti 25% prestasi panahan dari aspek psikologis ditentukan oleh variabel motivasi berprestasi (X1). Dari hasil pengolahan data hubungan antara kecemasan dengan aspek psikologis terhadap prestasi panahan diperoleh koefisien korelasi rx2y = 0,45, t ry2= 2,10 dan t tabel= 2,10 ternyata t hitung sama besar dengan t tabel dan Ho ditolak maka hubungan kecemasan dan prestasi panahan adalah berarti, koefisien determinasi variabel kecemasan dan prestasi memanah (rx2y2) = 0,2025 hal ini berarti 20% prestasi panahan dari aspek psikologis ditentukan oleh kecemasan (X2).
MEMBANGUN KEMBALI JEMBATAN ANTARA KREATIVITAS DAN PENDIDIKAN JASMANI Rachman, Hari Amirullah; Muhamad, Memet
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 1 No 1 (2010): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.582 KB)

Abstract

Every child is born with creative potential, but this potential may be stifled if care is nottaken to nurture and stimulate creativity. Creativity is the ability to see things in a new andunusual light, to see problems that no one else may even realize exist, and then come upwith new, unusual, and effective solutions to these problems.Children like to try out different ways, experiment with different materials, and seewhat they can do creatively. Finding different ways to exspressing themselves physicallysatisfies the urge for creative action. But it must be their ways, their ides, and theiraccomplishment.Physical education gives children opportunity for exploratory and creative activity.Children need an opportunity to tray out their own ideas, solve some of their own movementproblems and bring forth movement of their own origin. Teachers need to take advantage ofthis drive by providing opportunity for the child to come up with his own movement ideas.   Setiap anak dilahirkan dengan potensi kreatif, tetapi potensi tersebut mungkin tidakakan muncul apabila tidak ada kepedulian dan tidak dirangsang untuk muncul. Kreativitasadalah kemampuan untuk melihat sesuatu dari aspek yang baru dan tidak biasa, melihatpermasalahan yang tidak dapat dilihat oleh orang lain, dan mampu memecahkan masalahdengan cara baru, tidak biasa yang efektif.Anak-anak pada dasarnya senang mencoba hal-hal baru dengan berbagai cara,dengan berbagai benda dan dengan kreativitas masing-masing. Menemukan berbagai carauntuk mengekspresikan diri secara fisik merupakan tahapan penting dari kegiatan kreatif,tetapi ide, cara dan penyelesaiannya harus dilakukan oleh mereka sendiri.Pendidikan jasmani memberikan kesempatan bagi anak untuk melakukan eksplorasidan aktivitas kreatif. Anak-anak memerlukan kesempatan untuk mencoba gagasan merekasendiri, menyelesaikan masalah mereka sendiri, dan membawa manfaat bagi dirinyasendiri. Guru tinggal mengambil keuntungan ini dengan memberikan kesempatan kepadaanak untuk sampai pada tahap mengembangkan gagasan.
PERBANDINGAN ANTARA LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN GERAKAN BENCH PRESS DAN PUSH UP TERHADAP HASIL TEMBAKAN FREE THROW DALAM PERMAINAN BOLA BASKET Taryono, Taryono
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 1 No 1 (2010): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.239 KB)

Abstract

Dalam proses pelatihan khususnya pada cabang olahraga bola basket sudah tentumemiliki sasaran serta tujuan yang akan diambil. Pada prosesnya hasil dari latihan yangdilaksanakan akan ditentukan oleh beberapa faktor, salah satu indikator yang dapat diamatiadalah metode serta bentuk latihan yang diterapkan oleh pelatih.Masalah penelitian yang penulis ajukan adalah untuk mengetahui apakah terdapatpengaruh yang signifikan antara latihan bench press dan latihan push up terhadap hasiltembakan free throw dalam permainan bola basket, serta apakah terdapat perbedaan hasil darikedua bentuk latihan tersebut. Tujuan dari penelitian yang penulis ajukan adalah inginmengetahui pengaruh latihan bench press dan latihan push up terhadap hasil tembakan freethrow dalam permainan bola basket, serta apakah terdapat perbedaan hasil dari kedua bentuklatihan tersebut.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen,instrumen penelitian atau alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah testembakan free throw dalam permainan bola basket. Populasi dan sampel yang digunakan dalampenelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi PENJASKESREK FKIP-UNISMA BekasiAngkatan 2008 yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa bola basket. Berdasarkanhasil pengolahan dan analisis data, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan bench press dan latihan push up terhadap hasiltembakan free throw dalam permainan bola basket, serta terdapat perbedaan hasil dari keduabentuk latihan tersebut.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS OLAHRAGA FUTSAL DI KOTA BEKASI Zulkarnaen, Zulkarnaen
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 1 No 1 (2010): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.916 KB)

Abstract

Mengacu pada kebutuhan manusia, maka tujuan-tujuan yang hendak dicapai olehsebagian masyarakat melalui aktivitas olahraga futsal diantaranya untuk memenuhi kebutuhankebutuhanhidup seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, harga diri, cinta kasih danketergantungan, aktualisasi diri, dan berprestasi. Beragamnya tujuan yang menyebabkanpartisipasi seseorang dalam suatu kegiatan menandakan adanya dorongan yang cukup besarsehingga orang tersebut rela meluangkan waktunya untuk melakukan aktivitas yangdiinginkannya. Hal ini pun menggambarkan adanya hukum aksi-reaksi yang mendasariseseorang melakukan suatu aktivitas. Oleh karena itu motivasi dan partisipasi apa yangdominan melatar belakangi aktivitas olahraga masyarakat dan bagaimana keterkaitannya?Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Populasi penelitian yang dijadikan sebagai sumber data yaitu peserta latihan olahraga futsal digelanggang olahraga futsal planet dago sebanyak 200 orang. Sedangkan sampel yangdigunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang diperoleh dengan cara acak (randomizesampling). Instrumen penelitian ini adalah angket mengenai motivasi dan partisipasi. Teknikanalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari penelitian iniadalah sebagai berikut: 1) Motivasi yang lebih dominan mempengaruhi partisipasi masyarakatdalam melakukan aktivitas olahraga futsal di Kota Bekasi adalah motivasi untuk memenuhikebutuhan ketergantungan dan cinta kasih. 2) Ciri-ciri partisipasi yang lebih dominan munculdalam aktivitas olahraga futsal adalah memberikan tanggapan. 3) Terdapat hubungan yangpositif dan siginifikan antara motivasi dengan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahragafutsal di Kota Bekasi .
STRATEGI MENGAJAR MELALUI MODEL BERMAIN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR Juliantine, Tite
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 1 No 1 (2010): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.346 KB)

Abstract

Pendidikan jasmani di sekolah berperan sangat penting karena memiliki nilai-nilaipositif yang tercakup di dalamnya. Pentingnya pendidikan jasmani bagi peserta didik,terutama dalam membangun kualitas hidup dan sikap sosialnya. Peserta didik akanterbentuk kualitas fisiknya, sikap mental, moral dan sosialnya melalui pendidikan jasmaniatau aktivitas fisik yang diperolehnya dari sekolah. Sehingga pada akhirnya diharapkanakan melahirkan generasi yang sehat jasmani dan rohaninya guna mendukung terciptanyamanusia yang berkualitas tinggi. Pelajaran pendidikan jasmani merupakan mata pelajaranyang menyenangkan, dan apa yang mereka harapkan dari pelajaran pendidikan jasmaniadalah untuk mengembangkan jasmani, mental, sosial dan psikis. Namun di lapanganmasih ditemui ungkapan negatif mengenai pendidikan jasmani, seperti misalnya,?pendidikan jasmani masih dianggap tidak penting.? Masih adanya pandangan negatiftentang pendidikan jasmani, salah satunya disebabkan karena proses pembelajaranpendidikan jasmani belum mampu untuk menciptakan atmosfir belajar. Jadi dibutuhkankemampuan dari guru pendidikan jasmani untuk dapat mengelola pembelajaran denganbaik, sehingga hasil yang diperoleh akan sangat membantu terhadap pertumbuhan danperkembangan peserta didik dalam segala aspek dan akan sangat berperan dalammewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sehubungan dengan hal tersebut perlu adanyastrategi khusus untuk mengatasi masalah-masalah yang terungkap sebelumnya. Salahsatu strateginya adalah dengan menerapkan model permainan, karena dengan permainansiswa akan merasa senang dan pendidikan jasmani dapat ditangkap oleh siswa, sehinggadiharapkan dapat menciptakan atmosfir belajar yang kondusif. Jika anak bermain ataudiberi permainan dalam rangka pendidikan jasmani, maka siswa akan melakukanpermainan itu dengan rasa senang (pada umumnya siswa merasa lebih senang melakukanpermainan, daripada melakukan cabang olahraga yang lain). Karena rasa senang inilahmaka siswa akan menangkap keadaan pribadinya yang asli pada saat mereka bermain,baik itu berupa watak asli, maupun kebiasaan yang telah membentuk kepribadiannya.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan bermain siswa dapat mengaktualisasikanpotensi aktivitas manusia dalam bentuk gerak, sikap, dan perilaku, sehingga pada akhirnyadapat disimpulkan melalui bermain tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dapat tercapai.
HUBUNGAN POWER OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KELINCAHAN TENDANGAN SABIT PADA MAHASISWA PRODI PJKR UMMI TAHUN 2018 Wijaya, Muhammad Riski Adi; Septiadi, Firman
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.85 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1246

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai (X1) dan kekuatan otot perut (X2) terhadap kelincahan tendangan sabit (Y) pada mahasiswa Prodi PJKR UMMI tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan desain penelitian hubungan timbal balik tiga variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiwa semester empat Prodi PJKR UMMI 2018 yang berjumlah 36 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sehingga jumlah sampel 36 orang. Teknik analisis data menggunakan pearson correlation SPSS Version 21. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara power otot tungkai dengan kelincahan tendangan sabit ditunjukan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, hasil perhitungan tentang hipotesis yang menyebutkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot perut dengan kelincahan tendangan sabit ditunjukan dengan nilai signifikan 0,03 < 0,05 selanjutnya hasil menunjukkan nilai signifikansi F change 0,02 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, kekuatan otot perut secara bersama-sama terhadap kelincahan tendangan sabit. Artinya secara statisitik terdapat hubungan antara power otot tungkai dan kekuatan otot perut dengan kelincahan tendangan sabit.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN SISWA KELAS X SMAN 5 KOTA BENGKULU Juniardi, Arifto; Martiani, Martiani; Supriyanto, Supriyanto
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.885 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1359

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa kelas X di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode studi analisis deskriptif kuantitatif. dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan angket. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 198 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan random sampling. Jumlah sampling 48 orang siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dengan validasi rasional/content ke expert judgment, dan (2) perhitungan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan bahwa faktor internal sering mempengaruhi hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sebesar 45.83%, faktor eksternal sering mempengaruhi hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sebesar 47.9%, dan faktor pendekatan belajar mempengaruhi hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sebesar 31.25%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN OLAHRAGA (PJOK) DALAM MENYUSUN RPP MELALUI WORKSHOP PADA SMK BINAAN DI KECAMATAN SEWON, KABUPATEN BANTUL Dibyantoro, Syarif Santoso
Motion: Journal Research of Physical Education Vol 9 No 2 (2018): Motion: Jurnal Research Physical Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.296 KB) | DOI: 10.33558/motion.v9i2.1402

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi guru PJOK dalam menyusun RPP. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan sekolah. Subyek penelitian adalah guru-guru PJOK SMK yang berjumlah 7 orang yang berasal dari 7 SMK binaan yang berada di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen penilaian RPP. Indikator keberhasilannya bila nilai masing-masing komponen baik dan nilai rata-rata rekapnya minimal 2,30 dari nilai maksimal 3,00. Hasil siklus 1 belum mencapai standar karena rekapitulasi penilaian menunjukan nilai 1,82 dari skor maksimal 3,00 (60,7%) pada predikat cukup. Penilaian pada siklus 2 menunjukan angka rekap pada rata-rata 2,50 (83,3%). Artinya, hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik oleh pengawas dengan tehnik bimbingan dalam workshop penulisan RPP dapat meningkatkan kemampuan penulisan RPP guru PJOK di Kabupaten Bantul, dan (2) Workshop yang efektif meningkatkan kemampuan guru dalam membuat RPP adalah yang dilakukan secara berlanjut dan dengan pemberian contoh, berlanjut dalam artian ada tindaklanjut dari kekurangan- kekurangan yang ditemukan dalam tahap pertama, dengan pembahasan dan pemberian contoh yang telah memenuhi kriteria RPP yang baik.

Page 7 of 15 | Total Record : 149