cover
Contact Name
Y.B. Agung Prasaja
Contact Email
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Phone
+6281331550744
Journal Mail Official
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 14126206     EISSN : 25805886     DOI : https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1
Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is an international scientific journal which is devoted to social and humanity studies. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is a double blind peer-reviewed international journal published online and in printed form. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan publishes original, previously unpublished research and opinion papers written in English. Paper topics include the following: Literature, Language, History, Philosophy, Arts, Cultural studies, and Anthropology.
Articles 275 Documents
EXPRESSIONS OF LEADERSHIP IN J.C. MAXWELL’S THE 360º LEADER Ayu Citra Irnanda; N.K Mirahayuni
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 14 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.485 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v14i02.428

Abstract

Abstract. Artikel ini membahas studi tentang kohesi leksikal konsep ‘leadership’ dalam teks non-fiksi John C. Maxwell berjudul The 360° Leader. Studi ini meneliti berbagai ungkapan leksikal dari konsep ‘leadership’ yang membangun koherensi. Analisis kohesi leksikal menunjukkan bagaimana efek kohesif dicapai melalui pilihan kosakata. Penelitian deskriptif kualitatif ini didasarkan konsep kohesi (Halliday dan Hasan, 1976),  yang membagi kohesi leksikal menjadi dua bagian besar: reiterasi dan kolokasi. Selanjutnya reiterasi dibagi atas: perulangan, sinonim, antonim, hiponim dan kata umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ‘leadership’ diungkapkan setidaknya dalam enam (6) jenis hubungan kohesi leksikal: perulangan (repetisi penuh dan sebagian), sinonim, antonim, hiponim, kata umum dan kolokasi.  Studi ini juga menemukan bahwa perulangan sebagian menunjuk kepada tokoh (sosok) dan tindakan seorang ‘leader’; sinonim menunjuk kepada tindakan ‘leader’; antonim mengacu kepada tantangan dan kesulitan dan jenis ‘leader’ yang buruk; kata umum mengacu kepada unsur ‘leader’, sementara kolokasi menunjuk kepada karakteristik, tindakan, tantangan dan kesulitan dalam ‘leadership’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks dipilih dan diorganisasikan secara seksama untuk menyatakan konsep dan pesan teks dan bagaimana konsep ini dikembangkan ke dalam topik-topik yang relevan. Keywords: lexical cohesion, cohesive devices, non-fictional text
Jurnal Parafrase 19 (2) Oktober 2019 Jurnal Parafrase
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.107 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v19i2.3353

Abstract

-
RELEVANSI BENTUK ABREVIASI DALAM IKLAN BELANJA ONLINE DENGAN PUEBI Annisa Febriasari; Laili Etika Rahmawati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4052

Abstract

Abstrak. Pemahaman mengenai bentuk abreviasi perlu dikaji dari kaidah-kaidah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Kaidah pembentukan kata dapat disesuaikan dengan PUEBI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesesuaian bahasa yang digunakan dalam PUEBI di media belanja online. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode ilmiah. Hasil penelitian ini adalah terdapatnya bentuk abreviasi yang sudah sesuai maupun belum sesuai dengan PUEBI.
VERBAL COMMUNICATION IN BAHASA INDONESIA: A CASE STUDY ON ABAY (A FIVE-YEAR-OLD CHILD) Lukluatul Maulidiyah; Fahriany Fahriany; Rahma Deni
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4043

Abstract

ABSTRACT. Verbal communication is one of the ways for people to communicate each other. Components of verbal communication are sounds, words, language, and speech. Thus, In having a good verbal communication, people should master a target language. Moreover, there are two processes to comprehend and master a language which are acquiring and learning process.Hence, this study is aimed to observe how a-five-year old child acquire their verbal communiation in Bahasa Indonesia which become his second language. The participant of this study is a-five-year old child named Abay who has Madura language as his first language.The research uses qualitative data descriptively. A case study in this research was to provide a deeper understanding regarding the process of Abay' verbal communication used in Bahasa Indonesia as the second language that he got from his environment. The data of this study are gathered through depth-interview and observation. Furthermore, the result of this study reveald that Abay could produce and acquire one of verbal communication form in Bahasa Indonesia which is interpersonal communication.
EXPRESSIVE SPEECH ACTS OF THE MAIN CHARACTER IN HARRY POTTER MOVIE AS TEACHING MATERIALS FOR EFL LEARNERS Maria Wisendy Sina; Barli Bram
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4048

Abstract

Abstrak. Tindak tutur adalah tindakan yang dilakukan dalam mengatakan sesuatu. Makalah ini menentukan bagaimana guru dapat menggunakan film untuk mengajar peserta didik Bahasa Inggris sebagai bahasa asing tentang tindak tutur ekspresif. Guru dapat menggunakan contoh dari film untuk berdiskusi dengan peserta didik. Penelitian ini menggunakan analisis wacana untuk menganalisis data. Data utama dari penelitian ini adalah ucapan yang dihasilkan oleh karakter utama dalam film. Untuk mengklasifikasikan jenis tindak tutur ekspresif yang dihasilkan oleh karakter utama dalam film, peneliti menggunakan teori dari Yule (1988). Hasilnya menunjukkan ada tujuh jenis tindak tutur ekspresif; berterima kasih, suka, menyapa, meminta maaf, kagum, selamat dan khawatir. Kutipan dari film ini dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar dan ini akan bermanfaat bagi guru untuk menggunakan bahan ajar tersebut untuk mengajar peserta didik Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL DALAM TEKS PUISI PASAR DAN WANITA YANG KENCING DI SEMAK KARYA MARDI LUHUNG Indra Tjahyadi
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i2.4112

Abstract

Artikel ini memfokuskan kajiannya pada analisis kohesi gramatikal dalam teks puisi Pasar dan Wanita yang Kencing di Semak karya Mardi Luhung. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kepaduan yang menyusun sebuah wacana puisi. Dalam kajian ini, analisis difokuskan pada pola pembentukan kohesi gramatikal sebuah wacana yang meliputi analisis pola pengacuan, penyulihan, elipsis, dan konjungsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola kohesi gramatikal yang menyusun sebuah wacana. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa teks puisi karya Mardi Luhung yang berjudul Pasar dan Wanita yang Kencing di Semak merupakan wacana puisi yang memiliki kohesivitas gramatikal yang baik. Hal tersebut tampak terdapatnya unsur-unsur koherensi gramatikal di dalam teks puisi karya Mardi Luhung yang berjudul Pasar dan Wanita yang Kencing di Semak.
PROSES ASIMILASI PADA BAHASA SUMBAWA: FONOLOGI GENERATIF Aulia Wildaan Sela; Nurhayati Nurhayati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4044

Abstract

Abstrak. This study examines the assimilation process in the Sumbawa language with the aim of describing the assimilation process in the Sumbawa language. This research method is included in the type of descriptive qualitative. In that Sumbawa consists of several assimilation processes, the process studied includes receiving sounds and sound dissolution. N sound is needed in Sumbawa language, the process of switching nasal sounds occurs when the vowel sound suffixes on the stem which means ownership. Furthermore, there is a sound impingement process at the beginning, middle and end. Sounding at the beginning occurs at the sound s, t, and w the sounding occurs before the vowel sound on the stem. The middle sound is displayed on the sound of n sounding then the sound [?] . And sound attenuation at the end occurs in the sound of this obscuring vowel occurring after the sound [t], [s], [m]. In addition, the sounding factor in the Sumbawa language can also be used to assist in supporting and discussing the conversation.
REPRESENTATIONS OF BEAUTY, LOVE, HOMESICK AND MEMORY TO HOMELAND EXPRESSED IN THE LYRICS OF BATAK TOBA SONGS Pininta Veronika Silalahi
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4049

Abstract

Bahasa adalah bagian dari budaya sebagai sarana berkomunikasi bagi anggota komunitasnya. Setiap budaya memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan cinta menggunakan kata-kata, frasa atau ucapan tertentu sebagai sistem tanda. Leksikon bahasa Batak Toba bersifat spesifik, terkait dengan kebiasaan, tradisi, dan cara hidup. Apa yang mereka pikirkan dan alami dalam kehidupan sehari-hari diungkapkan melalui bahasa, seperti kebiasaan dan tradisi yang biasanya mereka lakukan yang tercermin melalui lirik lagu dalam bahasa asli Toba Batak yang menyampaikan beberapa pesan kepada para pendengar. Artikel ini membahas ungkapan representasi kebanggaan, cinta, rindu rumah, dan memori ke tanah air dalam sepuluh lagu tentang tempat- tempat yang menunjukkan tanah air di wilayah Batak Toba: Pulo Samosir, Danau Toba, Rura Silindung, Aek Sibulbulon, dll. Representasi tersebut ditemukan dalam lirik tradisional Lagu-lagu Batak. Semiotika Peirce yang dikembangkan oleh Fiske (1990) digunakan dalam penulisan artikel ini. Temuan signifikan dalam artikel ini adalah tempat-tempat yang disebut sebagai Bona-pasogit atau tanah air didasarkan pada isi yang disajikan dalam lirik dan informasi mengenai tempat-tempat yang disebutkan dalam setiap lagu.
STRATEGI FONOLOGIS TERHADAP REALISASI BUNYI BAHASA TRIL /r/ DAN LATERAL /l/ PADA KATA-KATA BAHASA INDONESIA OLEH PENUTUR BERBAHASA KOREA (Studi Kasus pada Pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)) Aprilia Kristiana Tri Wahyuni
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i2.4181

Abstract

Peraturan-peraturan fonologis dari bahasa pertama (L1) seringkali menjadi penghalang dalam keberhasilan pemerolehan bahasa kedua (L2). Fenomena inilah yang digambarkan oleh hasil penelitian terhadap keberterimaan realisasi bunyi bahasa alir tril /r/ dan lateral /l/ oleh penutur berbahasa ibu Bahasa Korea dalam proses pemerolehan bahasa kedua, yaitu Bahasa Indonesia, dalam program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini mengambil objek bunyi bahasa alir yang ditemukan dalam kata-kata Bahasa Indonesia. Bunyi -bunyi bahasa tersebut menduduki posisi koda dan onset. Bahasa Korea yang merupakan bahasa morfo-fonemik memiliki banyak peraturan fonologis yang membedakan bentuk fonemik dan bentuk fonetik dari bunyi-bunyi bahasa. Keberadaan peraturan-peraturan fonologis dalam bahasa asal menyebabkan penutur Korea menerapkan strategi fonologis pada saat mereka menemukan bunyi yang menduduki posisi yang tidak berterima di dalam bahasa mereka. Data diambil dengan menggunakan sampel 5 orang penutur Korea yang mengambil program in-country dan sedang menjalani pendidikan formal di Jurusan Bahasa Indonesia. Dengan menggunakan teknik rekam data dari realisasi bunyi-bunyi tersebut dikumpulkan dan kemudian ditranskripsikan secara fonetis dengan menggunakan IPA international phonetic symbols. Hasil transkripsi tersebut dibahas dengan menggunakan metode padan. Dari penelitian ini didapatkan bahwa bunyi tril tidak dapat diproduksi dan digantikan dengan bunyi tap. Selain itu pada posisi tertentu di dalam sistem silabel Bahasa Indonesia, bunyi-bunyi alir tersebut tidak dapat dibunyikan sehingga membutuhkan strategi fonologis yang dipengaruhi oleh peraturan-peraturan fonologis dari bahasa asal. Strategi fonologis yang muncul adalah retrofleksi, geminasi, paragog, velarisasi, alternasi bunyi terhadap bunyi /r/ di posisi koda, alternasi bunyi terhadap bunyi /l/ di posisi onset, dan pelesapan bunyi.
RESEPSI PEMBACA PRODUKTIF KISAH MISTERI KKN DI DESA PENARI Intan Tania; Hasanah Ferli
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4045

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap resepsi produktif pembaca terhadap kisah misteri KKN di Desa Penari yang viral pada pertengahan tahun 2019. Data primer penelitian ini berupa komentar dari 25 akun Facebook terhadap thread tersebut. Data sekunder penelitian adalah teks kisah misteri KKN di Desa Penari serta berbagai acuan ilmiah dari artikel jurnal, artikel media massa, dan buku referensi. Telaah terhadap data primer menggunakan pendekatan resepsi dan metode analisis deskriptif. Landasan teoretis yang digunakan adalah teori cerita fantastik dari Djokosujatno serta teori resepsi pembaca dari Jauss, Iser, Riffatere, dan Vodicka. Masalah penelitian terfokus pada bagaimana cara pembaca meresepsi kisah KKN di Desa Penari terutama yang berkaitan dengan struktur narasi teks, tanggapan pembaca mengenai cerita itu, dan reaksi aktif mereka setelah membaca. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) kisah KKN di Desa Penari mendapat banyak tanggapan positif dari pembacanya karena dinilai menarik, menakutkan, dan terasa benar-benar terjadi. (2) Reaksi produktif pembaca cerita tersebut adalah bercerita tentang pengalaman paranormalnya sendiri, menjadikannya komoditi, membuat kajian kritis, dan membagikan cerita itu kembali. (3) Keberagaman resepsi ini menunjukkan bukti adanya perbedaan horizon harapan pembaca.