cover
Contact Name
Y.B. Agung Prasaja
Contact Email
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Phone
+6281331550744
Journal Mail Official
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 14126206     EISSN : 25805886     DOI : https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1
Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is an international scientific journal which is devoted to social and humanity studies. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is a double blind peer-reviewed international journal published online and in printed form. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan publishes original, previously unpublished research and opinion papers written in English. Paper topics include the following: Literature, Language, History, Philosophy, Arts, Cultural studies, and Anthropology.
Articles 275 Documents
BENTUK EUFEMISME DALAM BERITA UTAMA SURAT KABAR TEMPO Rahma Eka Septiana; Laili Etika Rahmawati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.4538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk eufemisme dalam berita utama surat kabar Tempo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian bahasa, data penelitian berupa kata-kata, kalimat-kalimat, dan paragraf dalam surat kabar Tempo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan catat. Teknik simak dilakukan dengan cara menyimak teks berita yang terdapat dalam surat kabar Tempo dan teknik catat dilakukan dengan cara mencatat kata-kata atau kalimat-kalimat yang termasuk dalam penggunaan eufemisme dalam berita utama surat kabar Tempo. Hasil penelitian menemukan 8 bentuk eufemisme yang terdapat dalam berita utama surat kabar Tempo berupa (1) eufemisme berupa perifrase atau perifrasis, (2) eufemisme berupa singkatan, (3) eufemisme berupa kata serapan, (4) eufemisme berupa ekspresi, (5) eufemisme berupa istilah asing, (6) eufemisme berupa akronim, (7) eufemisme berupa metafora dan (8) eufemisme berupa satu kata yang digunakan untuk mengganti kata lain.
CAMPUR KODE DI DALAM NOVEL SANG PEMIMPI Safitri Hariani; Saiful Anwar Matondang
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.3501

Abstract

Sosiolinguistik memberikan pengetahuan tentang code switching (campur kode). Analisis teks novel untuk memahami penggunaan campur kode penutur dapat dilaksanakan untuk pengembangan ilmu sosiologi bahasa. Metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis temuan dan mengklasifikasikan pencampuran kode dari Novel Andre Herata Sang Pemimpi. Analisis data berfokus pada kalimat dan paragraf yang menunjukkan penggunaan pencampuran kode di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada satu jenis pencampuran kode yang ditemukan dalam novel Sang Pemimpi yaitu pencampuran kode luar (bahasa Indonesia dan Inggris) yang kemunculannya ada dalam bentuk kata, frasa, dan penyisipan klausa. Penggunaan dan jenis-jenis pencampuran kode yang ada dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata meyangkut pencampuran kode; pada pencampuran berbagai unit linguistik, seperti morfem, kata-kata, pengubah, frasa, klausa dan kalimat, terutama yang berasal dari dua sistem tata bahasa yang berpartisipasi dalam sebuah kalimat. Dapat disimpulkan narator menggunakan pencampuran kode dari Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu, dan pencampuran kode luar dari Bahasa Inggris; punchbag, sprinter, fan, session, speaker, shock, slide dan Bahasa Arab. Abstract. Sociolinguistics gave knowledge of the switching codes. Text analysis of novels for understanding the interdiction of interpreting codes can be performed for the development of language sociology. The qualitative descriptive method of analyzing the find and classifying the code mixing of the novel Andre herata Sang pemimpi. Data analysis focuses on sentences and paragraphs that indicate the use of a code mixing in them. Studies have shown that one type of mixing code found in the Sang pemimpi novel is that it includes a mixture of outside codes (Indonesian and English) that appears in the form of words, phrases, and insertion of klausa. The use and kinds of coded blending in the book of Sang pemimpi Andrea hirata passes the mixing of codes; In the mixing of various linguistic units, such as morpheme, words, modifiers, phrases, clauses and sentences, especially those that come from the two grammatical systems that participate in a sentence. It could be inferred that the narrator used a code mixing from Indonesian, Malay, and a proprietary blend of English; punchbag, sprinter, fan, session, speaker, shock, slide dan Arabic.
ANALISIS HERMENEUTIKA LAGU ROSSA YANG MEWAKILI SUARA HATI PEREMPUAN Laela Ismiyatin; Miftakhul Huda
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.4616

Abstract

Ada berbagai cara mengungkapkan sebuah perasaan, baik melalui media atau diucapkan secara langsung. salah satunya lagu miliki rossa. Tujuan penelitian ini antara lain menjelaskan aspek penting interpretasi gramatis yang ada dalam lau rossa serta mendeskripsikan interpretasi psikologis lagu rossa berdasarkan bait-bait lirik lagu rossa. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan simak dan catat.. Teknik analisis data yang menggunakan pendekatan hermeneutika sastra. Pendekatan sastra ini mencakup hal-hal tentang gramaikal dari lirik lagu hati yang kau sakiti milik rossa dan aspek kekuatan dalam perspektif perempuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa analisis hermeneutika dalam sebuah lagu memiliki 2 aspek interpretasi penting yaitu 1) interpretasi gramatis yang berupa hubungan kausal, pengulangan kata dan penambahan imbuhan, 2) sedangkan interpretasi psikologis dijelaskan berdasarkan bait-bait perlirik dari lagu rossa yang menggambarkan suara hati perempuan dan pelajaran yang dapat diambil.
PENULISAN KONSONAN RANGKAP (SOKUON) PADA BAHASA PERCAKAPAN DALAM KOMIK BAHASA JEPANG Masilva Raynox Mael
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.4676

Abstract

Double Consonant writing in Japanese marked by Hiragana or Katakana written (?/?). Sokuon has been used many in daily comic conversation to emphazise or strengthen the speech. As the consequence, the outcome of Japanese written becomes unstandard since there is morphologically change. That is why a research has been done using comic titled Crows volume 1 by Takahashi Hiroshi to represent Japanese Comic that generally has the same sokuon written structure in daily conversation. Analysis result shows there is 1 sokuon written in the beginning, 7 sokuons in the middle, and there area 17 sokuons in the end, also there area 16 sokuons in between 2 words. Those data has been analyzed using The Prominen Theory and The Shukuyaku-kei Formation Theory. Future expectation is to expand this research through other aspect of speech that use sokuon seen from the context and function aspect. Keywords: Double Consonant, Sokuon, Daily Language Communication, Comic.
STRATEGIES OF TRANSLATING LITERARY TERMS BY STUDENT TRANSLATORS Mateus Rudi Supsiadji; Ni Ketut Mirahayuni
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.5221

Abstract

Artikel ini melaporkan satu bagian dari proses penerjemahan teks akademik dari bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Proses pada tahap ini melibatkan mahasiswa di kelas Penerjemahan Teks Akademik pada Semester I tahun akademik 2019-2020, pada Prodi Sastra Inggris, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebagai penerjemah pemula. Artikel ini membahas strategi penerjemahan kosakata teknis yang terdapat dalam naskah bahasa sumber. Dooga (2005) menjelaskan dasar penerjemahan fungsional, yaitu bahwa penerjemahan teks yang memiliki kualitas yang tinggi haruslah menyatakan tingkatan hasil terjemahan yang setara yang sebagus mungkin dengan mempertimbangkan keadaan-keadaan yang ada dalam proses produksi teks. Penerjemahan fungsional berorientasi kepada bahasa target. Dengan mempertimbangkan sasaran, tujuan, ataupun audiens yang menjadi target pembaca, penerjemahan fungsional akan mentransformasikan tatabahasa dan gaya bahasa dalam bahasa sumber ke dalam tatabahasa dan sintaksis dalam bahasa target untuk menghindarkan terjemahan yang ceroboh, tidak idiomatis, dan bahkan salah. Sebanyak 437 istilah teknis di bidang ilmu kesusastraan diterjemahkan dari buku An Outline of English Literature (1984) karya G.C. Thornley dan Gwyneth Roberts dengan berbagai strategi penerjemahan sebagaimana dijabarkan oleh Baker (1990). Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dan melibatkan mesin penerjemah online Google Translate sebagai instrumen pada tahap awal proses penerjemahan, diikuti dengan tiga rangkaian proses perbaikan dan penyuntingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penerjemahan istilah-istilah dalam bidang ilmu kesusastraan oleh mahasiswa penerjemah dapat dibagi menjadi empat (4) jenis: (1) istilah tidak diterjemahkan (borrowing), (2) istilah diterjemahkan secara parsial (menjadi borrowing dengan adaptasi), (3) istilah diterjemahkan secara literal (penerjemahan menekankan bentuk), dan (4) istilah diterjemahkan secara sepadan ke dalam bahasa target. Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang permasalahan penerjemahan kosakata teknis di bidang ilmu tertentu. Kata Kunci: penerjemahan fungsional, strategi penerjemahan, istilah-istilah teknis
MALE AND FEMALE LANGUAGE FEATURES IN A STAR IS BORN MOVIE Rosita Setyadi; Rosyida Ekawati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.4688

Abstract

Male and female often have their own language features that are also appear on the use of language in a movie. Lead male and female characters in A Star Is Born have their language features. This study is to discuss the language features in the movie and factors which underlie the occurrence of the language features. This is a qualitative study in which the data of this study are in the form of utterances produced by lead male and female characters in A Star Is Born movie. The data were collected by using a non-participant observation method and analyzed from the perspectives of Lakoff (1973) and Xia (2013) on language features, and Holmes (2013) on social factors. The result of the study shows that there are differences and similarities of lead male and female characters in using language. Both lead male and female characters use adjective feature to express their feeling and utilize swear word to show their emotion. Subsequently, in inviting each other, lead male character utilizes rising intonation, while lead female uses super polite form. Besides, in opening a show, the lead male character uses lexical hedges and fillers, while lead female applies super polite form. Nonetheless, the lead male character is inclined to use adverb and lexical hedges and filler in his utterance, while the lead female does not utilize those features. The occurrences of the language features in the lead characters are influenced by participants, setting, topic, and function.
STRATEGI REYOG ONGGO PATI DI ERA KAPITALISME Dheny Jatmiko; Endang Poerbowati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.5324

Abstract

Kondisi terkini yang semakin dikuasai oleh kapitalisme dan komersialisasi menuntut segala bidang untuk beradaptasi agar dapat bertahan dan berkembang. Dalam seni tradisional, serangkaian inovasi dilakukan bukan sekadar untuk mendapatkan keuntungan secara komersial, namun untuk tetap menjaga penerimaan generasi terbaru pada seni tradisi tersebut sehingga proses pewarisan akan lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, bagi yang berpegang pada orisinalitas berpandangan pewarisan harus tetap dilkukan namun tidak diperkenankan untuk melakukan perubahan-perubahan pada pakem yang telah ditentukan oleh leluhur. Seni reyog yang berasal dan berkembang di Kabupaten Ponorogo juga mengalami hal serupa. Ketika banyak kelompok reyog lain melakukan inovasi dengan mengubah pakem, kelompok Reyog Ongopati yang berada di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo mendeklarasikan diri bahwa seni reyog yang dihasilkannya adalah seni reyog asli sesuai dengan pakem yang diturunkan leluhur. Dengan narasi orisinalitas ini, Reyog Onggopati berhasil untuk terus bertahan dalam duani seni reyog, bahkan menginisiasi Desa Plunturan sebagai desa budaya dengan daya tarik wisata berupa seni reyog pakem Onggopati. Strategi lain yang diterapkan oleh Reyog Onggopati adalah menjalin kolaborasi dengan pemerintah desa, sinergi dengan masyarakat (sosial dan budaya), sinergi dengan agama, dan dukungan dari keluarga untuk proses regenerasi.
DAWAH AND TABOO WORD: A SOCIOLINGUISTIC STUDY ON ISLAMIC LECTURES BY MADURESE KYAIS Fatmawati Fatmawati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 2 (2021): Parafrase Vol. 21 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i2.2737

Abstract

Dawah and taboo words are generally considered as two contradict things. However, there is a possibility to hear taboo words in dawah. Therefore, this article aims to study taboo words used by Madurese Kyais in their Islamic lectures. The study uses descriptive qualitative method. The data are Youtube videos of Islamic lectures by Madurese Kyais. There are four videos chosen based on some criteria. The findings show that all four Madurese Kyais mention taboo words in their Islamic lectures. The taboo words can be categorized into swear or curse words, obscene words, four-lettered words, dirty words, and animal names. All of them can be used as humor, but only swear word can be used to persuade people and obscene words, dirty words, and animal names to describe something.
ANOTHER ME ENTER AN AMAZING WORLD, ZEPETO: DALAM KACAMATA CYBORG MANIFESTO Herlinda Yuniasti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 2 (2021): Parafrase Vol. 21 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i2.2808

Abstract

ZEPETO, aplikasi ini beberapa waktu lalu telah merebak di kalangan muda di dunia, terutama kalangan muda Indonesia. Aplikasi ini berasal dari Korea Selatan, berslogan Another Me Enter an Amazing World. Aplikasi ini bisa membuat manusia menjadi apa saja melalui karakter yang bisa diubah-ubah, berfoto dengan siapa saja, dan melakukan hal apa saja sesuka hati. Artikel ini akan membahas tentang ZEPETO sebagai cyborg dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, analisis ini akan memanfaatkan perspektif Cyborg Manifesto Donna Haraway. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa ZEPETO merupakan salah satu bentuk representasi identitas penggunanya, terutama kalangan muda Indonesia. Selain itu, melalui aplikasi ZEPETO ini, dapat diketahui bahwa ketergantungan manusia dengan teknologi semakin lama semakin membuat manusia menjadi cyborg.
KEKUASAAN SEKSUALITAS DALAM CERPEN MATA TELANJANG (2014) KARYA DJENAR MAESA AYU DAN USHA MY THIRD CHILD (2007) KARYA SUCHEN CHRISTINE LIM Nailul Ulah Al-Chumairah
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 2 (2021): Parafrase Vol. 21 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i2.2813

Abstract

Abstrak. Konsep kekuasaan seksualitas perspektif Michel Foucault memiliki unitas strategis. Penelitian ini mengunakan pendekatan genealogi kekuasaan perspektif Michel Foucault. Dalam hal ini untuk membedah hubungan dan efek yang muncul dari relasi setiap wacana kekuasaan seksualitas dalam cerpen Mata Telanjang karya Djenar Maesa Ayu dan Usha My Third Child karya Suchen Christine Lim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti menemukan 1) Relasi Kekuasaan Seksualitas dengan Praktik Ekonomi, Rumah Tangga 2) Relasi Kekuasaan Seksualitas dengan Histerisasi Tubuh Melalui Praktik Medis. 3) Relasi Kekuasaan Seksualitas terhadap Remaja Perempuan. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, genealogi, kekuasaan, sastra, seksualitas Abstract. The concept of Michel Foucault power of sexuality perspective has strategic unities. This research uses the genealogy approach of power perspective by Michel Foucault. In this case to dissect relations and effects that arise from the relation of each discourse of sexuality power in the short stories of Mata Telanjang written by Djenar Maesa Ayu and Usha My Third Child written by Suchen Christine Lim. Based on the research that will be conducted, the researcher found 1) Relation of Power of Sexuality with Economic Practice, Household (Marriage), and Environmental System. 2) The Relationship of Power of Sexuality with Body Hysteration Through Medical Practice. 3) The Relationship of Sexuality Powers Towards Teenage Girl. Keywords: Critical Discourse Analysis (CDA), genealogy, power, literature, sexuality