cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH DUA JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KUBIS BUNGA PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH YANG BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI LAHAN PASANG SURUT SULFAT MASAM Suduy, Oswaldy; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4210

Abstract

Cauliflower is a type of vegetable whose flower parts are used for consumption and has a high economic value. This research aims to obtain a better combination of manure and varieties for the growth and yield of cauliflower plants and to determine the effect of depth of groundwater level on the growth and yield of two varieties of cauliflower against two depths of groundwater level. This research was conducted in the tidal land of Golden River Camp Kalimas Tengah street, Mawar Hamlet, Kalimas Village, Sungai Kakap Sub-district, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province from July to November 2023. The design used in this research was a Split Block Design, which consisted of 2 factors repeated 3 times in each treatment. The first factor (main plot) is the depth of the water table (D) d1 = 20 cm, d2 = 30 cm and the second factor (sub plot) is the combination of manure and varieties (U) u1 = chicken manure + Larissa, u2 = goat manure + Larissa, u3 = chicken manure + Snow White, u4 = goat manure + Snow White. The observation variables observed in this study were the number of leaves, plant fresh weight, leaf area, plant dry weight, flower appearance, crop diameter and crop weight. Based on the results showed that chicken manure and goat manure are equally good for increasing the growth and yield of cauliflower on acid sulphate soil and the depth of the groundwater level of 30 cm was better for increasing the growth and yield of flower cabbage plants on acid sulphate soil.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK MERAH PADA MEDIA GAMBUT Illhami, Illhami; Abdurrahman, Tatang; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4130

Abstract

Lobak merah merupakan jenis sayuran yang masuk ke dalam golongan umbi-umbian. Tanaman ini tumbuh dengan baik di seluruh dunia di daerah tropis dan subtropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap tanaman lobak merah pada media gambut dan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak merah terbaik pada media gambut. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi, Pontianak, Kalimantan Barat dari bulan September sampai Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang ayam (P) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, dan p3 = 15 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan yaitu n1 = 300 kg/ha, n2 450 kg/ha, dan n3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, diameter umbi, panjang umbi, berat segar umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang ayam dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak merah pada media gambut. Pemberian pupuk kandang ayam sampai dosis 15 ton/ha menyebabkan panjang umbi terpanjang mencapai 11,69 cm. Pemberian pupuk NPK dengan berbagai dosis memberikan hasil yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak merah pada media gambut.  
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA DALAM MENGENDALIKAN HAMA Crocidolomia binotalis Zell PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Abdarah, Abdarah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4240

Abstract

Tanaman sawi merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai  komersial ditinjau dari segi, teknis  ekonomis, sosialnya dan tanaman ini layak  diusahakan di Indonesia. Tanama ini merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Dalam budidaya tanaman sawi masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya yaitu tanaman di serang  hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman, bahkan menyebabkan kegagalan panen. Salah satu hama yang menyerang tanaman sawi adalah hama ulat, serangan hama ulat merupakan faktor yang menghambat dalam budidaya tanaman sawi, oleh karena itu, pengendalian hama ini perlu dilakukan dengan alternatif lain, salah satunya adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari berbagai ekstrak tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan Untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas Crocidolomia binotalis pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Proteksi Tanaman Pangan NTB. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 3 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan 1 tanpa perlakuan (kontrol), masing– masing perlakuan terdapat 3 kali ulangan yakni, K0 (kontrol)= 0 g daun papaya + 1L air, K1 = 300 g daun papaya + 1L air, K2 = 400 g daun pepaya + 1L air, K3 = 500 g daun pepaya + 1L air. Sehingga terdapat 12 unit percobaan, setiap percobaan menggunakan 10 ekor larva  uji yaitu 120 ekor  larva. Data di analisis menggunakan ANOVA diteruskan dengan uji Duncan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak Daun Pepaya memiliki toksisitas tinggi karena berpengaruh terhadap Ulat C. binotalis dengan rata-rata mortalitas tertinggi yaitu mencapai 100%. Kata Kunci : Eekstrak Daun Pepaya, Hama,Tanaman SawiTanaman sawi merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai  komersial ditinjau dari segi, teknis  ekonomis, sosialnya dan tanaman ini layak  diusahakan di Indonesia. Tanama ini merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Dalam budidaya tanaman sawi masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya yaitu tanaman di serang  hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman, bahkan menyebabkan kegagalan panen. Salah satu hama yang menyerang tanaman sawi adalah hama ulat, serangan hama ulat merupakan faktor yang menghambat dalam budidaya tanaman sawi, oleh karena itu, pengendalian hama ini perlu dilakukan dengan alternatif lain, salah satunya adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari berbagai ekstrak tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan Untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas Crocidolomia binotalis pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Proteksi Tanaman Pangan NTB. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 3 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan 1 tanpa perlakuan (kontrol), masing– masing perlakuan terdapat 3 kali ulangan yakni, K0 (kontrol)= 0 g daun papaya + 1L air, K1 = 300 g daun papaya + 1L air, K2 = 400 g daun pepaya + 1L air, K3 = 500 g daun pepaya + 1L air. Sehingga terdapat 12 unit percobaan, setiap percobaan menggunakan 10 ekor larva  uji yaitu 120 ekor  larva. Data di analisis menggunakan ANOVA diteruskan dengan uji Duncan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak Daun Pepaya memiliki toksisitas tinggi karena berpengaruh terhadap Ulat C. binotalis dengan rata-rata mortalitas tertinggi yaitu mencapai 100%. Kata Kunci : Eekstrak Daun Pepaya, Hama,Tanaman Sawi
SUSTAINABILITY OF PIG FARMING BUSINESS DEVELOPMENT IN URBAN COMMUNITIES IN AMBON CITY, MALUKU PROVINCE Tatipikalawan, Jomima Martha; Ririmasse, P.M.; Matatula, M.J.; Liur, Isye.J.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4177

Abstract

The purpose of this study is to analyze the index and sustainability status of pig farming business in urban communities in Ambon City and sensitive indicators affecting the sustainability of development in terms of ecological, socio-cultural, economic, technological and institutional dimensions. The research was conducted in Ambon City in 3 sub-districts (Baguala, Teluk Ambon, Nusaniwe). Data analysis using Rap-BABI ordination techniques through the Multi Dimensional Scaling (MDS) method to measure sustainability indices and status, Laverage Analysis to determine sensitive indicators, Monte Carlo analysis to assess the effect of errors on estimating the value of sustainability ordination of pig farming businesses. The results of the analysis found that the sustainability index of pig farming in Ambon City was 50.87% (sustainable). The results of the analysis of the sustainability index of pig farming in Ambon City are 50.87% (sustainable). Sustainability index per dimension: ecological 48.54% (less sustainable), socio-cultural 43.08% (less sustainable), economic 66.65% (sustainable), technology 45.69% (less sustainable), institutional 40.39% (less sustainable). Leverage analysis found 15 attributes that are sensitive and influential for the increase in sustainability indices so that they need to be interfered with various policies and strategies.Key Words: pig, Sustainability, dimension, Atrribute
SIAM MUTIARA DAN SIAM SABA VARIETAS UNGGUL-LOKAL PADI DAN TEKNIS BUDIDAYANYA DI LAHAN PASANG SURUT Fadhilah, Nur; Witman, Steven; Agustina, Rusmila; Khairullah, Izhar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4149

Abstract

Lahan rawa saat ini dan di masa mendatang merupakan salah satu area potensial dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, terutama padi. Kendala utama dalam pengembangan padi di lahan rawa meliputi masalah kesuburan tanah (seperti kemasaman, kekurangan hara, dan kelebihan besi), permasalahan air (baik kekeringan maupun genangan, serta kemasaman dan salinitas), serta masalah biologis (serangan hama, penyakit, dan gulma). Di rawa pasang surut Kalimantan Selatan, petani mengkultivasi berbagai varietas lokal, di antaranya Siam Mutiara dan Siam Saba, yang telah mengalami pemuliaan menjadi varietas lokal unggul. Keunggulan varietas ini terletak pada kualitas berasnya yang jernih, ukuran butir yang kecil dan ramping, serta warna yang cenderung kuning kecoklatan. Tingkat kesuburan gabah per malai tinggi, pertumbuhan tanaman yang baik, konsistensi waktu berbunga, serta kematangan malai yang optimal, menjadi karakteristik yang diunggulkan. Selain itu, nilai ekonomisnya juga tinggi karena cocok dengan preferensi konsumen. Teknologi budidaya varietas lokal padi melibatkan berbagai tahapan, termasuk persemaian, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, serta proses panen dan pascapanen.
POTENTIAL FOR USE OF COW URINE LIQUID ORGANIC FERTILIZER AS PLANT NUTRITION IN DRIP HYDROPONIC SYSTEMS Damayanti, Elsa; Syamsia, Syamsia; Rosanna, Rosanna; Hakim, Irma; Mado, Irwan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4192

Abstract

AB mix is an nutrient that is commonly used for hydroponic system, but the price is expensive so it requires an alternatve to using liquid organic fertilizer. Thies research aims to determine the potential of organic fertilizer as a nutrient for the growth of kale, pakchoy and lecttuce in a wick hydroponic system. Thies research was prepared using aspilt plot design (SPD) with the main plot consisting of AB Mix 5 ml/liter (N1), liquid organic fertililizer cow urine  40 ml/liter (N2), liquid organic fertililizer cow urine  80 ml/liter (N3). The subplots consist of kale (T1), pakchoy (T2), and lettuce (T3). The parameters observed were plant height, number of leaves, root length, plant fresh weight. The results of this research show that the nutrients from liquid organic fertilizer from cow unire and AB mix have no significant effect on the growth of kale, pakchoy and lettuce in the drip hydroponic system. A dose of liquid organic fertilizer from cow urine of 80 ml/liter gave the best average results on plant height, number of leaves and fresh wight of kale, pakchoy and lettuce, but the results obtained were lower when compared with the application of AB mix. The dosage of cow urine liquid organic fertilizwer still needs to be increased to produce the best plant growth and production in the drip hydroponic system
PENGARUH KOMPOSISI AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARITAS KUBIS BUNGA PADA LAHAN PASANG SURUT SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Nurjani Nurjani; Basuni Basuni; Wasian Wasian
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4182

Abstract

The development of tidal land for agriculture faces various challenges in order to provide high productivity. One of the plant cultivation techniques developed in tidal areas is water saturated cultivation. This research aims to determine the growth and yield of flowering cabbage in acid sulphate tidal fields using a water-saturated cultivation system applied with various ameliorant compositions. This research was carried out in Kalimas village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency for 8 months (April up to October). The research design that be used is a field experiment with a split plot design with 2 treatment factors and 3 replications. The main plot is the Flower Cabbage variety (K) which consists of 2 varieties: k1 = Larissa F1 and k2 = Snow White F1. As a subplot is the ameliorant composition (A) which consists of chicken manure (pka), goat manure (pkk), biological fertilizer (ph) and dolomite lime (kd) with 8 compositions, namely: a1 = pka, a2 = pkk, a3 = pka + ph a4 = pkk + ph, a5 = pka + kd, a6 = pkk + kd, a7 = pka + ph + kd, and a8 = pkk + ph + kd. The results of the research show that the ameliorant composition has the same effect, while the variety and depth of the water table have a different effect on the growth of flowering cabbage plants on acid sulfate tidal land with a water-saturated cultivation system. The Larissa variety provides better growth than the Snowhite variety.
RESPON JARAK TANAM DAN DOSIS UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea maus saccharata. Sturt) Prakoso, Tangguh; khakim, Luqman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4398

Abstract

Jagung manis adalah salah satu komoditas sayuran yang sangat populer di Amerika, Kanada, dan Asia, termasuk Indonesia, di mana jagung manis mulai dikenal sejak tahun 1980-an. volume impor jagung manis di Indonesia pada tahun 2021 meningkat sebesar 15%, dengan total impor mencapai 995,99 ribu ton. Permintaan pasar terhadap jagung manis terus meningkat, mencapai 11,1 juta ton untuk bahan baku industri pangan, 5,93 juta ton untuk bahan baku industri makanan, 405 ribu ton untuk konsumsi rumah tangga, dan sekitar 1,5 juta ton untuk kebutuhan lainnya. Tetapi, hal tersebut belum dapat memenuhi besarnya permintaan yang dibutuhkan. Rendahnya produktivitas jagung bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti belum diterapkannya teknologi budidaya yang direkomendasikan seperti pengaturan jarak tanam dan dosis pemupukan urea. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor yaitu jarak tanam (J) dengan 3 taraf yaitu J0 : 70 cm x 10 cm dengan jumlah tanaman 72 tanam per petak, J1 : 70 cm x 25 cm (kontrol) dengan jumlah tanaman 28 tanam per petak, J2 : 70 cm x 40cm dengan jumlah tanaman 16 tanam per petak. Faktor kedua yaitu dosis pupuk urea (D) dengan 3 taraf yaitu : D0 : 200 kg/ha dengan dosis pemberian pupuk 126 g/ petak, D1 : 350 kg/ha (kontrol) dengan dosis pemberian pupuk 220 g/petak, dan D2 : 500 kg/ha dengan dosis pemberian pupuk 315 g/petak. Didapatkan hasil bahwa pengaturan jarak tanam dan pemupukan urea yang semakin tinggi memberikan pengaruh pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
INVENTARISASI HAMA ULAT KANTUNG DAN PARASITOID DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. KARYA TANAH SUBUR (KTS) ACEH BARAT Chairudin Chairudin; Rini Aprilna; Sumeinika Fitria Lizmah; Agustinur Agustinur; Vina Maulidia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4131

Abstract

Bagworms are one of the important pests in oil palm cultivation. Bagworm causes holes in oil palm leaves, slits and even dry out, which can cause damage and reduce productivity. Conventional control of bagworm pests using insecticides has been proven to cause long-term losses, so more environmentally friendly control is needed by using parasitoids. This research aims to inventory bagworm pests and parasitoids in oil palm plantations which have the potential to be developed for ecosystem-based pest control purposes. Sampling in this research was carried out at PT Karya Tanah Subur oil palm plantation, West Aceh. The analysis was carried out by calculating the diversity and evenness of pest and parasitoid types. From the research results, 4 types of bagworms were obtained, identified as Metisa plana, Mahasena corbetti, Clania sp. and Cremastopsyche pendula. Of the 4 types of bagworms, the more dominant ones are Metisa plana and Mahasena corbetti. Meanwhile, there are also 4 types of parasitoids found, identified as Diadegma sp., Dirhinus sp., Paraphylax varius and Telenomus sp.
ANALYSIS OF LANDSLIDE SUSCEPTIBILITY LEVEL USING SCORING METHOD IN THE NOTOHAMIDJOJO CAMPUS, SATYA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY Rossandy, Willybrodus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4313

Abstract

Penebangan hutan yang sebelumnya dilakukan untuk pembangunan gedung kampus di kampus Notohamidjojo dikhawatirkan akan menyebabkan erosi tanah. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis sebaran spasial tingkat kerentanan tanah longsor. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan GIS sebagai alat analisis utama. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis tingkat kerentanan tanah longsor adalah metode scoring. Parameter penelitian ini meliputi kecuraman lereng, penggunaan lahan, erodibilitas tanah, dan intensitas curah hujan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% kawasan Kampus Notohamidjojo rawan terhadap bencana tanah longsor. Kelas tinggi mempunyai wilayah sebaran terluas di kampus Notohamidjojo dengan luas 5,77 ha atau 46,50% dari total luas. Kelas sedang mempunyai luas sebaran terkecil dengan luas 0,01 ha atau 0,09% dari total luas wilayah. Kelas sangat rendah mempunyai luas 4,48 ha atau 36,10% dari luas wilayah. Kelas sangat tinggi mempunyai luas 1,19 ha atau 9,61% dari total luas wilayah. Kelas rendah mempunyai luas 0,96 ha atau 7,71% dari total luas wilayah.