cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH INPUT-OUTPUT PRODUKSI DAN PENYULUHAN TERHADAP KOMPETENSI PEMBUDIDAYA IKAN LELE DI TEBING TINGGI, SERDANG BEDAGAI Elvin Desi Martauli; Fauzul Azhimah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.399 KB)

Abstract

Peningkatan konsumsi ikan lele menjadi peluang bagi pembudidaya ikan untuk dapat mengembangkan usahanya. Peluang yang ada harus diikuti oleh peningkatan kompetensi pembudidaya ikan lele. Peningkatan kompetensi harus didukung oleh ketersediaan input output produksi perikanan dan penyuluhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dukungan output input produksi dan dukungan penyuluhan terhadap kompetensi pembudidaya ikan lele di Kecamatan Tebing Tinggi  Kabupaten Serdang Bedagai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 hingga bulan Juli 2019 di Kecamatan Tebing Tinggi. Data yang digunakan diperoleh dari hasil wawancara menggunakan daftar kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 responden pembudidaya ikan yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan software Smart PLS (Partial Least Square) versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan dukungan output input dan dukungan penyuluhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pembudidaya ikan lele.
UJI ADAPTASI GALUR HARAPAN PADI GOGO EKOSISTEM DATARAN RENDAH DI DELI SERDANG Amrizal Yusuf
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.704 KB)

Abstract

Rendahnya hasil padi gogo di tingkat petani  karena teknik budidaya belum optimal diantaranya varietasnya masih lokal dan berumur panjang. Tujuan pengkajian ini untuk memperoleh tiga galur unggul padi gogo dataran rendah dengan produktivitas empat t per ha. Kegiatan berupa introduksi enam galur harapan dan dua varietas unggul, yaitu Situ Bagendit dan Towuti, sebagai pembanding di lahan kering.  Menggunakan Rancangan Acak Kelompok  dengan tiga ulangan untuk menempatkan enam galur unggul dan dua varietas unggul padi gogo. Hasil menunjukkan bahwa  ada empat galur padi gogo mampu memberikan hasil di atas emapat  t per ha GKG. Hasil yang diperoleh dari varietas Towuti dan Situ Bagendit 4,11 dan 4,16 t per ha GKG. Dalam pengkajian ini diperoleh tiga galur yang berpotensi hasil mendekati varietas pembanding, yaitu CIRAD 141, SEB. 8FA-281-2, dan SEB.BSL-4-2. Potensi hasil di bawah empat t per ha ada pada galur SEB. 8FA-67-5, SEB.8FA-300-2,  dan SEB. 8FA-37-2. Galur yang berumur panen pendek (di bawah 100 hari) adalah galur  SEB. 8FA-281-2 dan galur SEB. 8FA-300-2, sedangkan umur panen varietas pembanding Towuti dan Situ Bagendit adalah 107 dan 109 hari.
PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KACANG MERAH Sri Karyaningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.254 KB)

Abstract

Pemupukan dengan pupuk organik bisa memperbaiki struktur tanah, kimia, dan sifat biologi tanah. Tujuan penelitian: mengetahui pertumbuhan dan hasil kacang merah yang diberi pupuk limbah ternak. Metode penelitian menggunakan rancangan factorial  berbasis RAKL, terdiri atas tiga faktor dan empat ulangan. Faktor pertama konsentrasi pupuk, faktor kedua adalah penggunaan pupuk kandang, faktor ketiga adalah penggunaan pupuk kimia ponskha. Setiap faktor terdiri empat level konsentrasi pupuk: (1) pupuk cair organic limbah kambing, (2) pupuk kandang, (3) pupuk kimia. Penelitian dilakukan April hingga Agustus 2010 di Desa Tuksari, Temanggung. Hasil: limbah kambing potensial sebagai pupuk alternatif kacang merah. Jenis pupuk organik cair urine kambing, pupuk kandang kambing, dan pupuk kimia ponskha, berpengaruh tidak berbeda dalam menentukan pertumbuhan dan hasil kacang merah. Dosis efektif pertumbuhan kacang merah di lahan kering adalah pupuk kambing 20 ml per l, pupuk kandang 10 ton per ha, dan pupuk ponskha 100 kg per ha. Proporsi berat polong terhadap berat brangkasan segar 15,19  hingga 17,48 persen, berat brangkasan kering 12,15 hingga 17,41 persen. Proporsi berat polong dapat memberikan petunjuk terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen.
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP KINERJA AGROINDUSTRI PENGOLAHAN LIDAH BUAYA DI KOTA PONTIANAK Melia Puspitasari; Budi Setiawan; Djoko Koestiono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.408 KB)

Abstract

Lidah buaya di Pontianak diolah menjadi berbagai produk olahan. Permasalahannya diantaranya adalah kandungan nutrisi produk olahan belum sesuai standar International Aloe Science Council (IASC). Tujuan penelitian: (1) menganalisis pengaruh faktor internal terhadap kinerja agroindustri pengolahan lidah buaya di Pontianak, (2) menganalisis pengaruh faktor eksternal terhadap kinerja agroindustri pengolahan lidah buaya di Pontianak. Metode pengambilan sampel: secara purposssive sampling, yaitu 22 pelaku usaha agroindustri pengolahan lidah buaya di Pontianak. Analisis menggunakan metode Struktural Equation Model (SEM) dengan software WarpPLS 5.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal signifikan berpengaruh terhadap kinerja agroindustri lidah buaya masing-masing dengan nilai p-value adalah 0.03 dan < 0.001 dengan koefisien masing-masing adalah 0.80 dan 0.98. Sementara nilai R2 adalah 0.95 yang menunjukkan bahwa 95 persen kinerja agroindustri lidah buaya dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal dan sisanya sebanyak lima persen dipengaruhi oleh faktor lainnya
TANGGAP SEJUMLAH GENOTIPE PADI TERHADAP TIGA TINGKAT KEPADATAN TANAMAN Bambang Sutaryo; Tri Sudaryono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.823 KB)

Abstract

Penelitian untuk mempelajari  tanggap sejumlah genotype padi terhadap tiga tingkat kepadatan tanaman dilakukan di Kebon Agung, Bantul, Mei hingga Oktober 2009.  Rancangan percobaan berupa petak terpisah, tiga ulangan. Petak utama adalah 12 genotipe: WCR021, WCR032, WCR041, WCR073, WCR107, WCR115,  WCR137, WCR140,  WCR152, Batang Samo, Intani-2, dan Ciherang. Anak petak berupa tiga kepadatan tanaman: 250.000; 2000.000, dan 160.000 tanaman per ha atau jarak tanam 20x20 cm, 20x25 cm, dan 25x25 cm. Bibit berumur 21 hari ditanam pada tiga tingkat kepadatan dengan jumlah bibit satu per lubang tanam pada plot berukuran 4x5 m.  Data menunjukkan bahwa hasil gabah tertinggi diraih oleh  WCR152 dan WCR140, masing-masing 11,00 dan 10,90 t per ha, keduanya dicapai  pada kepadatan 200,000 tanaman per ha, dengan jumlah malai per rumpun untuk WCR152 dan WCR140 adalah 16,40 dan 16,55 batang. Umur tanaman paling genjah ditemukan pada WCR041 dan WCR107 pada tiga tingkat kepadatan tanaman. Pada kepadatan 250.000; 200.000; dan 160.000 tanaman per ha, umur tanaman WCR041 adalah 104,5; 106,5; dan 107,5  hari; umur WCR107 adalah  103,5; 105,5 dan 108,5 hari. Kepadatan tanaman tidak berpengaruh terhadap bobot 1000 butir
PERSEPSI PETANI TERHADAP DEMONSTRASI USAHATANI GABUNGAN KELOMPOK (DEM-AREA) DALAM USAHATANI PADI Umi Nur Solikah; Tria Rosana Dewi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.374 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi petani terhadap Dem-Area usahatani padi di Kecamatan Mojolaban. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja, yaitu di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, dengan pertimbangan kecamatan ini memenuhi persyaratan pemerintah sebagai pelaksana dan peserta kegiatan Dem-Area. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data persepsi petani dikategorikan menjadi tiga, yaitu: baik, cukup baik, dan buruk, dengan skor penilaian: baik (skor 3), cukup baik (2), dan buruk (1). Hasil: persepsi terhadap DEM-AREA dapat dilihat berdasar persepsi terhadap sosialisasi dan pelaksanaan. Tingkat persepsi DEM-AREA tergolong baik, yaitu 82,5 persen merasa puas karena ketika PPL menerima program DEM-AREA PPL dengan cepat menyampaikan kepada petani dan informasi yang disampaikan juga lengkap, sehingga petani sangat antusias menyambut program tersebut. Pada pelaksanaan DEM-AREA, responden sangat diperhatikan PPL mulai pra tanam, tanam, hingga pasca panen. Petani banyak mendapat bantuan pemerintah antara lain benih unggul (Inpari 33), pupuk kandang, insektisida, dan fungisida nabati sehingga sangat terbantu dalam penyediaan input produksi dan dapat menghemat pembiayaan produksi
ISOLASI GEN LRP DARI BIJI KECIPIR UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN LISIN BAHAN PAKAN DAN PANGAN Himmatul Khasanah; Miswar Miswar; Dwi Erwin Kusbianto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.18 KB)

Abstract

Tanamaan pangan khususnya padi, jagung, dan singkong memiliki kandungan karbohidrat yang cukup banyak, namun kandungan proteinnya sangat rendah. Lisin merupakan salah satu asam amino esensial bagi manusia dan hewan dan dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi protein nabati. Disisi lain lisin juga menjadi faktor pembatas di tanaman karena kandungan lisin dalam tanaman pangan pokok sangat terbatas/rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi gen LRP (Lysine-Rich Protein) dari biji kecipir. Metode isolasi gen LRP dilakukan dengan menggunakan kit komersial Geneaid, Taiwan. Hasil isolasi RNA gen LRP dari biji kecipir memiliki kemurnian yang rendah yaitu rasio OD A260/A230 sebesar 0.97 dan rasio OD A260/A280  sebesar 1.04. Meskipun kualitas RNA rendah, namun setelah dilakukan cDNA sintesis dan amplifikasi gen LRP didapatkan gen target LRP sesuai dengan referensi yaitu sebesar 470bp
KAJIAN KOMODITAS UNGGULAN TANAMAN PANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PANGAN DI KABUPATEN SLEMAN Muhammad Azizi; Kadarso Kadarso; Rini Anggraeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.132 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas pertanian unggulan yang ada di Kabupaten Sleman dan strategi pengembangannya. Metode dasar yang digunakan ini adalah deskriptif analitis. Data sekunder diperoleh dari laporan dinas-dinas terkait seperti Badan Pusat Statistik. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quotient dan Dynamic Location Quotient. Hasil analisis LQ sektor pertanian di setiap kecamatan di Kabupaten Sleman menunjukkan bahwa komoditas tanaman pangan yang terdiri atas padi sawah, padi ladang, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kacang hijau, dan kedelai merupakan komoditas basis, hal ini diketahui dari nilai LQ yang lebih besar satu. Dengan nilai produksi tersebut sektor tanaman bahan pangan berpotensi berkembang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan wilayahnya sendiri tetapi juga dapat diekspor ke luar wilayah. Hasil analisis DLQ sektor pertanian komoditas tanaman pangan menunjukkan bahwa komoditas tanaman bahan pangan dapat diharapkan menjadi basis di masa yang datang.
STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN PADA KAWASAN “SINGBEBAS” KALIMANTAN BARAT Rusli Burhansyah; Ikin Sadikin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.123 KB)

Abstract

Kawasan Singkawang, Bengkayang, dan Sambas, salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang mengalami kekurangan air bersih, banjir, tidak meratanya penyebaran populasi, renadahnya kualitas sumber daya manusia, tidak terintegrasinya pembangunan, dan kurangnya infrastruktur dasar. Potensi sumber daya air cukup baik untuk pengembangan pangan, sebagian besar kondisi perikanan darat dan laut belum optimal. Padi diusahakan dalam skala subsisten, untuk jagung, jeruk, ayam buras, karet, sapi, babi, dan perikanan diusahakan dalam skala semintensif dan komersial. Potensi manusia cukup memadai secara jumlah, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas dan pola pikirnya, perlu skenario. Faktor pendukung dan key factor to succes sangat diperlukan pada masing-masing tahap. Pendekatan bisa melalui strategi produksi, pemasaran, dan finansial. Forum pembangunan Singbebas merupakan wadah aspirasi masyarakat, pemerintah, dan pengusaha dalam mensinergiskan rencana pembangunan di masing-masing kawasan
KAJIAN MACAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP KARAKTER AGRONOMIS TANAMAN TOMAT Subeni, Subeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.424 KB)

Abstract

Tanaman tomat merupakan sayuran buah yang makin lama makin disukai dan banyak dibudidayakan rakyat Indonesia karena manfaatnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam dan dosis pupuk kandang terhadap karakter agronomis tanaman tomat, baik pertumbuhan maupun hasilnya, serta mencari dosis optimal dari masing-masing jenis pupuk kandang terhadap hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan secara faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua factor.      Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pemberian pupuk kandang dengan dosis 25 ton per ha cenderung menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, (2) Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton per ha dapat mempercepat munculnya bunga, memperbanyak jumlah bunga, dan jumlah buah yang dihasilkan, (3) Pemberian pupuk kandang sapi 25 ton per ha mampu menghasilkan bobot buah tomat rata-rata per tanaman seberat 553,170 g, sedangkan pemberian pupuk kandang ayam 13,69 ton per ha mampu menghasilkan bobot buah tomat seberat 519,479 g per tanaman.

Page 21 of 139 | Total Record : 1386