cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PROFIL PETERNAKAN BABI DI DISTRIK WAMENA, KABUPATEN JAYAWIJAYA, PAPUA Tiro, Batseba M.W.; Beding, Petrus A.; Lestari, Rohimah H.S.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.071 KB)

Abstract

Ternak babi sebagai salah satu ternak penghasil daging yang juga merupakan sumber daya lokal mempunyai potensi untuk dikembangkan di Papua. Sumbangan terbesar untuk memenuhi kebutuhan daging di Papua berasal dari ternak babi, di sini ternak babi yang umumnya dipelihara adalah babi lokal karena jenis ternak babi ini yang selalu disertakan dalam setiap upacara adat. Penelitian bertujuan untuk mendapat gambaran atau data dasar mengenai peternakan babi yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan ternak babi di Kabupaten Jayawijaya. Materi penelitian adalah peternak babi sebanyak 30 responden yang tersebar di Distrik Wamena. Metode yang digunakan adalah survei lapangan, wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur dan pengamatan langsung di lapangan dengan melakukan penimbangan ternak. Hasil penelitian menunjukkan jumlah anak babi per kelahiran 7,4 ± 2,3 ekor; umur disapih 4,0 ± 0,7 bulan; jumlah anak disapih 6,8 ± 2,3 ekor; interval beranak 8,1 ± 0,7 bulan; bobot lahir 0,75 kg; bobot sapih 12,15 ± 0,9 kg, dan pertambahan bobot badan 0,08 ± 0,02 kg per ekor per hari. Sistem pemeliharaan yang dilakukan peternak dengan pakan hanya ubi dan daun ubi jalar tidak memberikan performan produksi dan reproduksi yang baik, sehingga perlu adanya perbaikan sistem pemeliharaan dan pakan.
PHYTOCHEMICAL CONTENT TEST OF WILD TALAS BENENG LEAF (Xanthosoma undipes K.KOCH) AT GUNUNG KARANG, BANTEN Nuniek Hermita; Andi Apriany Fatmawaty; Dewi Hastuti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.4 KB)

Abstract

Talas beneng (Xanthasoma undipes K. koch) is a local plant typical of Mount Karang, Banten Province, which belongs to the family Araceae and is perennial herbaceous. At present there has been a lot of development of products made from talas beneng into local food sources. However, there are other parts of the talas beneng plant that have not been utilized, namely the talas beneng leaves. This study aims to determine the chemical content of the talas beneng leaves as raw materials for vegetable pesticides towards environmentally friendly agriculture. The study was conducted from June to September 2018. Samples of talas beneng leaves were taken in the Gunung Karang area, Pandeglang Regency. Then do a laboratory test. This study uses a quantitative descriptive method approach. The parameters observed included phytochemical analysis in the form of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and oxalic acid. The test results showed negative found in flavonoids, alkaloids, and saponins. While the test results showed positive found in tannin content with the results of 2337.90 mg / kg and oxalic acid with the results of 7430.52 mg per kg
PENGARUH BERBAGAI JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI DI KALIMANTAN BARAT Muhammad Syahri Mubarok; Dina Omayani Dewi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.237 KB)

Abstract

Dalam budidaya kedelai, sebagian besar petani Kalimantan Barat menerapkan jarak tanam bervariasi. Jarak terlalu renggang atau sangat rapat menyebabkan kurang optimalnya produktivitas. Untuk meningkatkan produktivitas, perlu jarak tanam tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui jarak tanam terbaik untuk meningkatkan hasil kedelai Kalimantan Barat. Kajian dilakukan di lahan petani, Mei hingga Agustus 2018, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap tujuh perlakuan, yaitu 40 cm x 30 cm, 40 cm x 25 cm, 40 cm x 20 cm, 40 cm x 15 cm, 30 cm x 25 cm, 30 cm x 20 cm, dan 30 cm x 15 cm, tiga ulangan. Varietas kedelai yang digunakan adalah Mutiara, ditanam dua hingga tiga biji per lubang tanam. Pupuk yang digunakan adalah NPK Phonska (15:15:15) 250 kg per ha, KCl 75 kg per ha, dan pupuk kandang ayam tiga ton per ha. Aplikasi pupuk NPK dilakukan saat tanaman berumur tujuh hst, KCl umur 35 hst, dan pupuk kandang saat tanam sebagai penutup lubang tanaman. Data meliputi tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, umur berbunga, umur panen, berat polong kering panen, dan biji kering jemur. Uji signifikansi menggunakan anova dan Uji Tukey lima persen. Hasil: perlakuan jarak tanam 40 cm x 20 cm adalah jarak terbaik (1,94 ton per ha kering jemur) dalam meningkatkan produktivitas kedelai di Kalimantan Barat.
PEMANFAATAN DEDAK PADI DAN JERAMI FERMENTASI PADA PENGGEMUKAN SAPI POTONG UTILIZATION OF RICE BRAN AND FERMENTED STRAW ON FATTENING BEEF CATTLE Siti Lia Mulijanti; S Tedy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.007 KB)

Abstract

Sapi potong merupakan komoditas andalan di Jawa Barat yang kebutuhan dagingnya setiap tahun 521.000 ekor, sementara ketersediaannya 423.000 ekor. Masalahnya adalah ketersedian pakan, sehingga perlu inovasi teknologi jerami padi dan dedak dalam usaha penggemukan sapi. Tujuan: mengetahui tingkat pertambahan bobot badan dan nilai ekonomi penggunaan pakan limbah padi.  Penelitian dilaksanakan Juli hingga Desember 2011 di kelompok ternak Metal Sangkan Hurip, Desa Sukajaya, Sumedang. Data yang diamati:   tingkat konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, tingkat keuntungan usaha, dianalisis menggunakan t-test. Hasil: rata-rata PPBH ternak yang diberi jerami fermentasi+ dedak padi lebih tinggi, 0,78 kg, jerami segar+dedak 0,70 kg, jerami fermentasi+konsentrat komersial 0,67 kg, dan jerami segar+konsentrat komersial 0,55 kg. Hasil analisis imbangan pendapatan atas biaya (B/C) 1,41 diperoleh hasil inovasi teknologi pakan jerami fermentasi + dedak padi, 1,37 untuk jerami segar + dedak padi, nilai yang sama dengan perlakuan jerami fermentasi + konsentrat komersil, dan 1,25 untuk jerami segar + konsentrat komersil.Beef cattle is a commodity in meeting needs of meat consumption in West Java, whos needs meat reach 521,000 head per year, but only 423,000 head available. Therefore, used of local feed inovation for fattening cattle need to be done. Aim of this study was to determinate of gain beef cattle and the economic value with use of feed from waste rice, conducted in July up to December 2011 in Metal Sangkan Hurip farmer group at Sumedang. Thirty two PO cattle used with four treatments, namely  fresh straw  with commercial concentrates, fresh straw with rice bran, fermented straw with addition of commercial concentrates, and fermented straw with rice bran. Observed data include: consumtion feed level, average daily gain and rate of farm profits. Statistical test in analysis of research activities were significantly different ( t - test ). Result indicated that beff catlle   average daily gain treated fermented rice straw + rice bran were highest at 0.78 kg, fresh rice straw + rice bran  0.70 kg,  fermented rice straw + commercial concentrate 0.67 kg and fresh rice straw + concentrate commercial  0.55 kg . With result of B/C value 1,41 for fermented rice straw + rice bran, 1,37  for fresh rice straw + rice bran same with fermented rice straw + concentrate commercial, and 1,25 for fresh rice straw+commercial concentrate.
RENCANA TINDAK SEKTOR KEHUTANAN PADA KAWASAN USAHA AGRIBISNIS TERPADU DI KALIMANTAN BARAT Ikin Sadikin; Rusli Burhansyah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.91 KB)

Abstract

Program Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu  merupakan salah satu pendekatan program pembangunan pertanian di Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi sumber daya di daerah program, kondisi sosial, ekonomi, budaya masyarakat, dan (2) merumuskan strategi dan kebijakan sektor kehutanan untuk menjadi Rencana Tindak program ini. Penelitian ini dilaksanakan di area program meliputi 12 kabupaten atau kota di Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan bulan April hingga Desember 2006, menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi,  wawancara,  dan RRA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tidak semua wilayah memiliki kawasan hutan, sehingga diperlukan pengelompokkan wilayah; (2) secara umum dari sisi adiministratif,  penetapan wilayah lokasi memperoleh respon posisitf dari pemerintah kabupaten atau kota; (3) perecanaan pengembangan komoditas unggulan sudah baik, dilihat dari ketersediaan air baku yang memadai terutama untuk tanaman pangan dan perikanan, (4) sebagian besar kawasan aman dari bahaya kekeringan
DETERMINAN KEPUASAN PENGUNJUNG WISATA PT. HIDROPONIK AGROFARM BANDUNGAN Yulita Yulita; Mary Tinjung Prihtanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.577 KB)

Abstract

Lokasi wisata adalah kebun utama PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan merupakan tempat produksi dari setiap produk yang dihasilkan, kebun memiliki delapan green house menghasilkan produk seperti sayur oriental (sawi, selada, kangkung), tomat cherry, tomat, beef, melon, paprika dan produk olahan seperti mix salad dengan luas area green house adalah 1.000 m dan 20.000 titik tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan, kualitas objek wisata, fasilitas penunjang dan persepsi harga terhadap kepuasan pengunjung wisata PT.Hidroponik Agrofarm Bandungan. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dan signifikan antara kualitas pekayanan terhadap kepuasan pengunjung sebesar 0,556, adanya hubungan dan signifikan kualitas objek wisata terhadap kepuasan pengunjung sebesar 0,589, adanya hubungan dan signifikan fasilitas penunjang terhadap kepuasan pengunjung sebesar 0,593, adanya hubungan dan signifikan persepsi harga terhadap kepuasan pengunjung sebesar 0,715
SUSUT HASIL BERBAGAI VARIETAS UNGGUL PADI DI SENTRA PRODUKSI PADI DI KALIMANTAN BARAT Jhon David
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.705 KB)

Abstract

Besaran susut hasil pada berbagai varitas unggul baru (VUB) sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor agroekosistem, tingkat kematangan padi,  alat perontokan, dan sebagainya. Inovasi teknologi turut serta berperan dalam menurunkan susut hasil sehingga produktivitas padi dapat meningkat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2017 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kehilangan susut hasil berbagai vaietas di sentra produksi pada lima kabupaten, yaitu Sambas, Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, dan Bengkayang. Komponen susut hasil yang diukur mulai dari susut panen sampai dengan susut penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata angka susut di lima kabupaten di Kalimantan Barat  adalah 1,80 persen (susut panen),  1,62 persen (susut perontokan), dan 2,24 persen (susut penggilingan).
IDENTIFIKASI BAMBU SEBAGAI SUMBER BIBIT DAN LOKASI SEBARANNYA DI SULAWESI TENGGARA, INDONESIA Zulfikar Zulfikar; Weka Gusmiarty Abdullah; Usman Rianse; Wa Kuasa baka; Annas Maruf
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.181 KB)

Abstract

Bambu memiliki banyak kegunaan untuk berbagai kebutuhan, seperti bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Bambu merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui sehingga budidaya bambu penting dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Potensi budidaya bambu cukup besar di Sulawesi Tenggara karena banyaknya jenis dan sebaran bambu yang dapat menjadi sumber bibit. Dengan demikian identifikasi bambu sebagai sumber bibit dan lokasi persebarannya penting dilakukan. Hasil menunjukkan terdapat 13 jenis bambu sumber bibit, yaitu Gigantochloa apus, Bambusa arundinacea wild, Bambusa blumeana, Dendrocalamusasper Schult. F. Backer, Bambusa atralindl, Bambusa vulgaris vittata, Melocana baccifera, Asparagus cochinchinensis, Bambusa multiplex, Bambusa vulgaris, Dinochlo amalayana, Gigantochloa atter, Schizostachyum mosum. Jenis bambu sumber bibit paling banyak persebarannya adalah Gigantochloa apus (Bambu Apus) dan yang paling sedikit adalah Dinochloa malayana hanya terdapat di Kabupaten Kolaka Timur dan Schizostachyum mosum, Gigantochloa atter yang hanya terdapat di Kabupaten Muna.
DARI KETAHANAN PANGAN MENUJU KEDAULATAN PANGAN Sulistiya Sulistiya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.525 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sering mengalami krisis atau kerawanan pangan. Walaupun sejak 1985 Indonesia telah mencapai swasembada beras, namun keberhasilan itu belum bisa membebaskan dari impor pangan di tahun-tahun berikutnya.  Industrialisasi dalam proses pembangunan menunjukkan arah yang kurang berpihak pada sektor pertanian, khususnya pangan. Semangat agraris yang berpusat pada kedaulatan ekonomi rakyat tani terasa semakin pudar, sehingga bermuara pada rapuhnya kedaulatan pangan. Karena tidak dibangun atas semangat agraris, terciptalah sistem ketahanan pangan yang memiliki karakter Import Based. Ketergantungan yang besar pada import pangan dan tanpa dukungan kekuatan produksi domestik yang kuat,  hanya akan menciptakan ketahanan pangan yang semu. Oleh karena itu perlu ada perubahan cara pandang atau paradigma dalam membangun ketahanan pangan, yaitu pembangunan ketahanan pangan yang memperhatikan aspek kedaulatan bangsa.  Konsep kedaulatan pangan perlu dijadikan solusi alternatif untuk meningkatkan kepastian akan hak atas pangan : the right food. Pendekatan kedaulatan pangan merupakan solusi menjanjikan untuk lebih memastikan penguatan hak atas pangan.
USAHA TANI KEDELAI DAN POTENSI AREAL PENGEMBANGANNYA DI JAWA BARAT (Studi Kasus di Kabupaten Cianjur) Ishaq, Iskandar; Sadikin, Ikin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.499 KB)

Abstract

Kedelai merupakan satu komoditas unggulan tanaman pangan di Cianjur, seperti ditunjukkan kontribusi produksinya 5.352 ton per tahun atau 21,85 persen  produksi kedelai Jawa Barat. Ada dua jenis usaha tani kedelai di Kabupaten Cianjur, yaitu (a) Usaha tani produk polong atau biji muda dan (b) Usaha tani produk polong atau biji tua atau kering, di sini tingkat keuntungan atas biaya tunai masing-masing Rp.3,71 juta per ha (R/C 2,42) dan Rp 4,35 juta per ha (R/C 2,2). Daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (a) berada di Wilayah Pembangunan Utara (WPU): Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, dan Kecamatan Bojongpicung. Adapun daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (b) berada di Wilayah Pembangunan Selatan (WPS): Kecamatan Leles, Cidaun, Karangtengah, dan Sindangbarang. Berdasarkan kesesuaian agroekosistem dan daya dukung lahan, disarankan sebaiknya pengembangan areal produksi (ekstensifikasi) kedelai di Kabupaten Cianjur berturut-turt adalah di Kecamatan Leles (LQ1,83); Cidaun (LQ 1,20); Karangtengah (LQ 1,06); dan Sindangbarang (LQ 1,04). Adapun peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi), sebaiknya dikembangkan di Kecamatan Ciranjang (LQ 7,64); Sukaluyu (LQ 5,58); dan Bojongpicung (LQ 3,53).

Page 19 of 139 | Total Record : 1386