cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENAMPILAN GALUR HARAPAN DAN VARIETAS PADI GOGO SEBAGAI TANAMAN SELA PERKEBUNAN Yusuf, Amrizal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.457 KB)

Abstract

Pada tahun 2008 di Desa Sibunga-bunga Hilir, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara dilakukan introduksi dua galur harapan dan dua varietas unggul padi gogo di antara tanaman karet umur enam hingga18 bulan. Tujuan pengkajian ini untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui optimasi pemanfaatan lahan di antara tanaman karet melalui penerapan teknologi budidaya anjuran padi gogo. Luasan lahan pengkajian adalah 2,0 ha dengan tiga orang petani kooperator dan seluas 1,5 ha dengan empat orang petani non-kooperator. Kegiatan dimulai pada bulan September 2008 dan selesai pada bulan Januari 2009 dengan pelaksanaan temu lapang dan panen perdana pada tanggal 13 Januari 2009. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa galur harapan TB409-B-TB-14-3 memberikan hasil yang tinggi 4,32 t per ha (GKG), diikuti berturut-turut oleh galur TB490C-TB-1-2-1 (4,20 t per ha), Situ Patenggang (3,66 t per ha GKG), dan Limboto (3,17 t per ha GKG)). Hasil analisis usaha tani menunjukkan bahwa dengan menanam galur harapan TB409-B-TB-14-3 seluas satu ha diperoleh keuntungan bersih Rp 5.426,00 dan B/C ratio = 0,63, sedangkan ongkos satu kg gabah sebesar Rp 1.989,00 sehingga margin per kg sebesar Rp 1.211,00. Kata kunci: tanaman-sela, padi, karet
THE ANALYSIS OF LOCAL RESOURCES POTENTIAL TO IMPROVE WELFARE IN KUCUR VILLAGE, DAU SUB-DISTRICT, MALANG DISTRICT, EAST JAVA PROVINCE Nasikh Nasikh; Mahirah Kamaludin; Mohd Al-Ikhsan Ghazali; Reniati Reniati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.592 KB)

Abstract

This study aims to analyze the local resources utilization to improve community’s welfare. This study employs qualitative research method by interviewing some informants who are chosen through purposive sampling in order to obtain some knowledge required by the researcher. The interview result and research finding are analyzed to identify the local resources in Kucur Village, Dau Sub district, Malang District Tourism Destination has been well-utilized and whether it brings significant effects to the local people. The research finding shows that the most potential local resources are water and natural scenery. The local resources have been utilized in the form of clean water distribution and tourism since 2005. 
KARAKTER AGRONOMI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI LUAR MUSIM PADA PEMBERIAN PUPUK ZWAVELZURE AMONIAK DAN RHIZOBACTERIA Maria Theresia Darini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.325 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakter agronomi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) di luar musim pada berbagai dosis pupuk Zwavelzure Amoniak dan sumber rhizobacteria. Penelitian dilaksanakan di Desa Balecatur, Gamping, Sleman mulai Desember sampai Maret 2018. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial tiga ulangan. Faktor pertama: dosis pupuk AS terdiri atas 150, 250, dan 350 kg per ha. Faktor kedua: sumber rhizobacteria terdiri atas akar bambu, akar gamal, akar kacang tanah, dan kontrol NPK 250 kg per ha. Variabel pengamatan meliputi analisis pertumbuhan dan hasil umbi per ha. Analisis data menggunakan sidik ragam taraf lima persen, dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan α 5%. Kesimpulan: tidak terjadi interaksi dosis pupuk ZA dengan sumber rhizobacteria terhadap semua variabel pengamatan. Dosis ZA sampai 350 kg per ha  tidak meningkatkan pertumbuhan, sedangkan hasil umbi tertinggi diperoleh pada dosis 250 kg, lebih tinggi daripada kontrol. Sumber rhizobacteria gamal memberikan pertumbuhan terbaik, hasil tertinggi diperoleh pada pemberian rhizobacteria bambu.
PENGEMBANGAN USAHA TANI PADI SAWAH DI KABUPATEN MERAUKE, PAPUA Malik, Afrizal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.469 KB)

Abstract

Makalah ini bertujuan melihat status teknologi, terutama teknologi pra panen, guna melihat peluang peningkatan produksi padi masa datang di Kabupaten Merauke dan diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi padi sawah. Pengkajian perbaikan teknologi padi sawah sudah banyak dilakukan.  Introduksi mekanisasi untuk pengolahan tanah dan penggunaan varietas unggul sudah banyak  diadopsi petani. Namun kebutuhan benih bermutu perlu ditingkatkan. Petani banyak menggunakan jarak tanam beragam, perlu  mempersempit jarak tanam dengan teknologi Legowo 2:1, 4:1 atau Legowo 6:1, penggunaan pupuk belum maksimal sehingga produktivitas rendah. Dari hasil pengkajian diketahui bahwa produktivitas padi bisa ditingkatkan lebih tujuh ton per ha.  Perlu strategi kebijakan: (1) membangun kelompok agribisnis padi sawah, (2) pengembangan sistem benih, dan (3)  memberdayakan kelembagaan informasi sebagai kreditur. Secara teknis, peluang peningkatan produktivitas padi di Merauke masih dapat dilakukan, terutama penggunaan varietas unggul adaptasi, seperti Memberamo, Menkongga, dan Ciliwung serta varietas INPARI 1, 2, 4, 6, 7, 8, 9,10, 13,  dan varietas lahan rawa INPARA 1, 2, 3, 5 yang beradaptasi baik, dosis pupuk, dan jarak tanam serta dukungan moral dari pemerintah daerah.
PEMBERIAN BIOCHAR DAN BIOKOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL, DAN SERAPAN N TANAMAN KEDELAI (Glycyne Max (L) Merr.) U’ul Efriyanti Prayoba; I Made Sudantha; Suwardji Suwardji
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.089 KB)

Abstract

Penggunaan biochar dan biokompos bisa menjadi salah satu solusi dari penambahan bahan organik dalam budidaya tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang baik terhadap peranan biochar dan biokompos terhadap pertumbuhan, hasil, dan serapan N. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Aplikasi biochar pada tanaman kedelai berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah polong hampa, jumlah polong berisi, berat 100 biji, dan serapan N dibandingkan dengan tanpa aplikasi biochar. (2) Aplikasi biokompos  berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kedelai umur 2,3, 4 dan 5 minggu setelah tanam, berat berangkasan kering, berat biji, jumlah polong hampa dan jumlah polong berisi. (3) Biokompos dengan bentuk cairan dosis 2,5 gram per tanaman berpengaruh nyata terhadap jumlah polong berisi dan jumlah polong hampa tanaman kedelai. (4) Biokompos cair dosis 5 gram per tanaman berpengaruh terhadap berat berangkasan kering dan tinggi tanaman umur 2 MST. Sedangkan biokompos cair dosis 7,5 gram per tanaman berpengaruh terhadap berat biji tanaman kedelai
INTEGRASI LASA (LADA DAN SAPI) (Model Usaha Tani Alternatif Ramah Lingkungan Pasca Tambang Timah di Kepulauan Bangka Belitung) Achmad A Rivaie
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.214 KB)

Abstract

Komoditas lada putih asal Pulau Bangka, merupakan salah satu komoditas tanaman rempah yang bernilai ekonomi tinggi dan dapat diharapkan sebagai tanaman penunjang kekuatan ekonomi rumah tangga, dalam suatu agroforestry berbasis lada - sapi (LASA) pasca tambang timah. Pada model usahatani ini, tanaman lada (Piper nigrum) diintegrasikan dengan sapi berikut tanaman pakannya yang ditanam sebagai tanaman pagar atau tanaman sela dalam pola budidaya lorong (alley cropping). Peningkatan permintaan dunia terhadap komoditas lada dan harganya yang juga semakin membaik memberi peluang besar bagi pengembangan model agroforestry ini berpeluang untuk membangkitkan kembali motivasi para petani lada di wilayah Babel untuk mengelola tanamannya secara ramah lingkungan, yang pada gilirannya juga dapat meningkatkan perekonomian wilayah. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa perlu dilakukan kajian tentang inovasi, teknologi, dan kelembagaan yang dapat diaplikasikan dari hulu sampai hilir, serta kebijakan untuk mendukung pengembangan model LASA dalam perspektif  agribisnis.
STABILITAS HASIL GALUR-GALUR PADI DI LAHAN SULFAT MASAM DAN BERGAMBUT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN RAWA PASANG SURUT Izhar Khairullah; Asim Asim; Azwar Azwar; Isri Hayati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.159 KB)

Abstract

Uji multilokasi galur padi pasang surut dilaksanakan pada tipologi lahan sulfat masam dan bergambut di Kalimantan Selatan dan Tengah, Jambi, dan Sumatera Selatan dalam dua musim: musim kemarau 2002 dan musim hujan 2002/03. Tujuan: memperoleh galur harapan dengan potensi dan stabilitas hasil tinggi, diterima petani di lahan pasang surut. Sepuluh galur dengan varietas pembanding Margasari dan Mendawak digunakan dalam penelitian. Percobaan dirancang dengan RAK tiga ulangan. Luas petak 4 m x 5 m dan jarak tanam 25 cm x 25 cm.  Umur bibit 21 hari setelah semai dan jumlah bibit per rumpun sebanyak 2-3 bibit.  Pupuk urea, SP36, dan KCl digunakan dengan dosis 90-50-60 kg/ha N-P2O5-K2O.  Parameter stabilitas yang digunakan adalah  metoda Wricke’s ecovalence.  Hasil: terdapat interaksi genotip-lingkungan (lokasi) nyata. Galur GH47, BW307-6, B10179b-Mr-1-4-1, IR61242-3B-B-2, dan B9852E-35-KA-66 merupakan galur dengan potensi dan stabilitas hasil tinggi.   Galur GH47 stabilitas hasilnya paling tinggi, sedangkan IR61242-3B-B-2 dan  B9852E-35-KA-66 dengan potensi hasil tertinggi. Galur GH47 dan GH137 lebih disukai petani di Kalimantan dan sebagian Sumatera, sementara TOX3118b-E-2-3-2, IR61242-3B-B-2, dan IR58511-4B-4 lebih disukai petani di Sumatera. Galur padi yang disukai di Kalimantan dapat dikembangkan di lahan pasang surut Kalimantan, sedangkan galur yang disukai di Sumatera dapat pula dikembangkan di wilayah Sumatera
EFEKTIVITAS PUPUK SRF-N JENIS D DAN H TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI EFFECTIVENESS OF FERTILIZER SRF-N D AND H ON RICE GROWTH AND RESULTS Nasruddin Razak; M.P Sirappa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.635 KB)

Abstract

Penelitian uji efektivitas pupuk SRF dilaksanakan di Dua Limpoe,  Kabupaten Wajo MK 2008. Tujuan: mengetahui efektivitas SRF-N jenis D dan H terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah dan mendapatkan dosis pupuk SRF-N jenis D dan H yang memberikan hasil tertinggi. Duabelas perlakuan pupuk SRF-N D dan H diuji, ditambah dosis rekomendasi dan cara petani. Percobaan disusun dalam RCBD tiga ulangan. Hasil: pupuk SRF-N  D dan H berpengaruh nyata. Pemberian SRF-N jenis H 350 kg per ha dikombinasi 75 kg SP-36 dan 50 kg KCl per ha menghasilkan gabah kering lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. SRF-H 280 kg per ha dan SRF-H 500 kg per ha dikombinasi dosis rekomendasi P dan K, masing-masing 7,17 t dan 7,15 t GKG per ha. Cara petani dengan dosis Urea 300 kg, SP-36 100 kg, dan KCl 50 kg per ha memberi gabah tertinggi dibanding perlakuan lainnya, termasuk dosis rekomendasi. Efektivitas SRF-N jenis H dosis 350 kg per ha dikombinasi 75 kg SP-36 dan 50 kg KCl per ha sebesar 0,97 kali dibandingkan dosis rekomendasi dalam menghasilkan gabah. Perlu kajian lanjut SRF-N jenis H dosis 350 kg dan 280 kg per ha, SRF-N jenis D dosis 500 kg per ha dikombinasi dosis rekomendasi P dan K pada lokasi dan musim tanam berbeda untuk mendapatkan data akurat dalam mendapatkan rekomendasi pemupukan spesifik lokasiStudy aims are to know effectiveness level of SRF-N (D & H) on growth and yield of lowland rice, and gets fertilizer dosage that gave highest yield of lowland rice. Twelve 12 treatments added with recommendation dosage and  farmer treatment. Experiment arranged in RCBD three replications.  Result: SRF-N  significantly effect growth and yield of lowland rice. Applied SRF-N type H with dosage 350 kg per ha which combined SP-36 and KCl gave higher dry grind grain compared to other treatments of SRF. Proposes SRF-H 280 kg and SRF-D 500 kg per ha. Treatment of farmer way with dosage Urea 300 kg, SP-36 100 kg, and KCl 50 kg per ha, gave higher dry grind grain (8.14 t DGG per ha) compared to other treatments including recommendation dosage (7.65 t DGG per ha). Effectiveness of SRF-N type H with dosage 350 kg (two times applications) on produce of grain, is 0.97 times compared to recommendation. Need to study more of SRF-H 350 kg  and 280 kg per ha, and SRF-H 500 kg per ha (two times application) which combined with P and K recommendation on different location and planting season to obtain accurate data in order to obtain location-specific fertilizer recommendation.
PEMILIHAN MODEL USAHA TANI KONSERVASI TANAMAN SAYURAN HULU SUB-DAS CIKAPUNDUNG, BANDUNG UTARA Nana Sutrisna; Alan Rahmat; Santun R.P. Sitorus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.554 KB)

Abstract

Beberapa alternatif model usaha tani konservasi tanaman sayuran  berbasis sumber daya spesifik lokasi telah dihasilkan melalui penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model usaha tani konservasi tanaman sayuran berbasis sumber daya spesifik lokasi di hulu sub DAS Cikapundung yang bisa meningkatkan pendapatan petani, melestarikan sumber daya lahan dan lingkungan, sehingga bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui desk study, wawancara individu, dan FGD. Analisis data untuk memilih model dari lima alternatif model usaha tani konservasi tanaman sayuran menggunakan Analytical Hierarchy Process. Model terpilih kemudian dianalisis kelayakan teknisnya dengan prediksi erosi dan kelayakan finansial. Hasil: terpilih dua model usaha tani konservasi tanaman sayuran, yaitu model C untuk lahan dengan kemiringan lereng 15 hingga 25 persen dan model E untuk lahan dengan kemiringan lereng delapan hingga 15 persen. Kedua model tersebut  layak secara teknis dan financial, sehingga dianjurkan untuk bisa digunakan oleh petani di hulu sub DAS Cikapundung.
KERAGAAN TEKNOLOGI KACANG TANAH DI SARMI, PAPUA Afrizal Malik
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.318 KB)

Abstract

Kajian bertujuan melihat keragaan teknologi budidaya dan analisis usaha kacang tanah. Survei dilakukan bulan November hingga Desember 2010. Penentuan lokasi secara purposive, di Kabupaten Sarmi. Responden sebanyak 30 petani diambil dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner semi terstruktur dilengkapi FGD. Data hasil panen dikumpulkan Juli hingga Oktober 2010, meliputi karakteristik, input, dan output usaha tani. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.  Hasil: petani adalah transmigran NTT, NTB, dan Jawa Tengah.  Rata-rata garapan 0,80 ha per petani dengan varietas unggul nasional turunan hasil sendiri dan menukar petani tetangga (varietas Banteng dan Kidang). Jumlah benih 37,3 kg biji per ha, jarak tanam 20 x 30 cm; 25 x 30 cm, dan 20 x 40 cm.  Petani tidak menggunakan pupuk an-organik. Curahan tenaga kerja 86,4 HOK per ha. Pola tanam: (1) kacang tanah – kedelai - kacang tanah; (2) kacang tanah - kacang tanah - kedelai, dan (3) kacang tanah – jagung - kedelai, serta (4) kacang tanah - padi gogo - sayuran. Pengolahan tanah secara minimum tillage.  Produktivitas 785 kg per ha biji. Pendapatan: Rp 3.244.250 per MT. TIP dan TIH berada di bawah nilai produktivitas dan harga

Page 22 of 139 | Total Record : 1386