cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI VARIETAS UNGGUL BARU PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN SAMBAS Sari Nurita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.701 KB)

Abstract

Lahan pasang surut merupakan lahan marginal yang memiliki kendala untuk pengembangan tanaman pangan, sehingga tidak mengherankan produktivitas padi di lahan ini masih rendah. Introduksi varietas unggul merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi di lahan pasang surut. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa varietas unggul baru padi di lahan pasang surut Kabupaten Sambas. Kegiatan ini dilaksanakan pada lahan pasang surut dengan tipe luapan C Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas pada musim kemarau dari bulan Mei hingga September 2016. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat varietas yang diuji (Inpara 6, Inpari 30, Inpara 8, dan lokal) dengan lima ulangan. Variabel yang diamati meliputi: pertumbuhan, komponen hasil, dan Produksi. Hasil pengkajian menunjukkan varietas unggul baru memiliki keragaan dan produksi yang baik dan berbeda nyata dibandingkan dengan varietas lokal. Produksi Inpara 6 (5,61 ton per ha), Inpari 30 (5,40 ton per ha), Inpara 8 (5,14 ton per ha), sedangkan lokal hanya 3,73 ton per ha.
JAMUR ENDOFITIK Hendersonia sp: AGEN BIOLOGI ALTERNATIF PENGENDALI Ganoderma PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Donatus Dahang; Kiki Pagar Sinalsal Mangatasi Munthe
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.146 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan kolonisasi Hendersonia pada bibit kelapa sawit yang berfungsi sebagai agen penghambat perkembangan Ganoderma, sehingga tanaman terhindar dari serangan penyakit Ganorderma. Penelitian dilakukan di PTPN 3 Deli Serdang, Sumatera Utara berupa aplikasi lapangan (2018) dan pengambilan sampel serta pemeriksaan laboratorium  (2019). Aplikasi dilakukan pada 420 bibit, dibagi tiga kelompok perlakuan atau 140 tanaman per kelompok. Pemberian pertama pada bibit umur tiga bulan. Pemberian kedua, ketiga, dan pemeriksaan sampel akar di main nursery umur enam dan sembilan. Data dianalisis secara deskriptif, dengan menghitung persentase kolonisasi pada potongan akar, Uji-t untuk mengetahui perbedaan kolonisasi Hendersonia. Hasil:   terdapat kolonisasi Hendersonia 40 hingga 93.3 persen pada bibit yang diberi perlakuan dan sama sekali tidak ditemukan pada tanaman kontrol. Rata-rata kolonisasi Hendersonia aplikasi ke-3 (150 g per tanaman) sebesar 9,33 lebih tinggi daripada aplikasi ke-2 (100 g per tanaman) 8,33.  Terdapat hubungan signifikan aplikasi ke-2 dengan ke-3 dengan sig 0,032 < 0,05 dan keofisien korelasi 85,1 persen. Namun karena nilai Sig. (2-tailed) > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata kolonisasi Hendersonia pada aplikasi ke-2 dan ke-3.
KERAGAAN HASIL FERMENTASI MUTU FISIK BIJI KAKAO DI KALIMANTAN BARAT THE PERFORMANCE OF FERMENTATED YIELD OF COCOA BEAN QUALITY IN WEST KALIMANTAN Jhon David H
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.27 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperbaiki penanganan pasca panen melalui fermentaasi dan meningkatkan kualitas biji kakao hasil fermentasi sehingga nilai jual produk kakao semakin tinggi. Penelitian dilakukan di desa program Nasional GERNAS KAKAO di Gapoktan Lintas Sekayam Desa Pegadang Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau dengan perlakuan Fermentasi dilakukan  selama 5 hari dengan pembalikan 1 kali setelah 48 jam dan dilanjutkan dengan pengeringan  buatan selama 8 jam dan pengeringan matahari 12 jam.  Parameter mutu yang dianalisa disesuaikan yang dipersyaratkan oleh SNI 01-2323-2002 yang meliputi persyaratan umum :  serangga hidup, kadar air, bii berbau dan atau abnormal, kadar biji pecah, kadar kotora, kadar benda asing ,kotoran mamalia, dan persyaratan khusus : ukuran biji/100 gr, kadar biji berkapang dan biji berserangga. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa  memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI, 2002) dan juga Standar  Kakao Internasional.    Sedangkan persyaratan mutu berdasarkan jumlah biji tiap100 g  maka  biji  kakao fermentasi yaitu dari Desa Pegadang  Kec. Sekayam, Kab. Sanggau berada pada mutu I-A.Besides research aims to improve post-harvest handling through fermentaasi also to improve the quality of fermented cocoa beans so that the value the higher the cocoa product jula. The study was conducted in villages of the National program on Gapoktan GERNAS COCOA Joint Business Village District Pegadang Sekayam Sanggau Fermentation done with treatment for 5 days with a reversal of 1 time after 48 hours and followed by artificial drying for 8 hours and 12 hours of sun drying. Quality parameters are analyzed adjusted as required by SNI 01-2323-2002 which includes the general requirements: insect life, water content, bii smell and / or abnormal levels of broken seeds, kotora levels, levels of foreign objects, dirt mammals, and special requirements: size /100 gr, grade seed and seed fungi. Results The study concluded that meet the requirements of the Indonesian National Standard (SNI, 2002) and also the International Cocoa Standards. While the quality requirements based on the number of seeds g tiap100 the fermentation of cocoa beans from Pegadang Village, Sekayam, Sanggau located on I-D quality
DISTRIBUSI SPASIAL TIMBAL DI LAHAN PERTANIAN DAN BIOAKUMULASI DALAM TANAMAN KABUPATEN BANTUL S.Y. Jatmiko; Edhi Martono; Djoko Prajitno; Suratman Worosuprojo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.186 KB)

Abstract

Logam berat dalam tanah, air, dan tanaman patut diperhatikan karena sifat racun dan potensi karsinogeniknya, mobilitasnya cepat berubah, cenderung kumulatif dalam tubuh manusia. Tujuan penelitian: mengidentifikasi tingkat cemaran, bentuk sebaran ruang, korelasinya dengan sifat kimia tanah, dan risikonya terhadap kesehatan. Penelitian dilakukan tahun 2010 secara survei di lahan pertanian Bantul (144 titik grid). Alat untuk menentukan kadar timbal adalah AAS. Hasil: frekuensi timbal di sawah 97,9 persen dan frekuensi terdeteksi di air sawah 62,9 persen, kadar maksimum 21,34 mg per kg dan 0,128 mg per l, melebihi baku mutu. Sebaran timbal berautokorelasi keruangan lemah (nugget/sill >75 persen). Sifat kimia tanah yang berkorelasi nyata (p<0,05) adalah kadar C-organik dan potensial redoks (Eh) dengan keberadaan timbal dalam tanah. Nilai indeks bahaya (IB) > 1 cemaran timbal ditemukan di sembilan lokasi produsen beras, satu lokasi produsen jagung, dan tiga lokasi produsen kacang tanah. Lokasi produsen kedelai, kacang hijau, dan bawang merah IB<1. Lokasi produsen pertanian dengan IB>1 mengindikasikan produk pertanian berisiko mengganggu kesehatan jika dikonsumsi jangka panjang, sebaliknya lokasi dengan indeks bahaya (IB) <1, tidak berisiko terhadap kesehatan sehingga aman dikonsumsi
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH DAPUR DALAM BUDIDAYA KEDELAI SECARA HIDROPONIK Sulistiya Sulistiya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.547 KB)

Abstract

Penggunaan pupuk organik cair berbahan dasar limbah organik dapur akan dapat menekan biaya nutrisi dalam budidaya hidroponik dan ramah lingkungan. Tujuan Penelitian ini mengetahui: (1) proses pembuatan pupuk organik cair dari limbah dapur; (2) komposisi tepat pupuk organic cair dari limbah dapur; (3) pengaruh pupuk organic cair limbah dapur terhadap pertumbuhan kedelai hidroponik. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dua faktor, diulang tiga kali. Komponen pertumbuhan yang diamati: tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji kering per tanaman. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam pada jenjang 5%. Jika ada beda nyata antar-perlakuan, dilanjutkan dengan Uji Duncan Jarak Berganda jenjang 5%. Hasil penelitian: pupuk organic cair dengan konsentrasi 8 cc/l berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 biji kering. Jenis substrat pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, dan umur panen. Interaksi konsentrasi pupuk organic cair dengan macam substrat memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan umur panen
PEMANFAATAN LIMBAH ZAT WARNA ALAM BATIK PASTA INDIGO (Stobilanthes cusia) UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN BIOAKTIVATOR EM-4 (Effective Microorganism- 4) Lilin Indrayani; Mutiara Triwiswara; Dwi ri Wiji Lestari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.456 KB)

Abstract

Dewasa ini muncul konsep pemikiran untuk melihat limbah sebagai suatu “nutrisi”. Dalam konsep ini, keberadaan limbah suatu industri tertentu dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan baku bagi industri lain. Makalah ini menyajikan hasil penelitian pemanfaatan limbah sisaan proses industri pembuatan zat warna alam batik pasta indigo (Strobilanthes cusia) pada industri pasta indigo, untuk pembuatan pupuk cair organik melalui proses pengomposan dengan penambahan EM-4 sebagai bioaktivator. Metode yang digunakan adalah pengomposan secara anaerobik dan aerobik. Hasilnya, diketahui bahwa proses pengomposan secara aerob lebih cepat dibandingkan dengan proses anaerob. Hasil pengujian laboratorium terhadap unsur makro pada pupuk cair organik, yaitu Nitrogen (N), Phosfor (P2O2), dan Kalium (K2O) berturut-turut 0,11 persen, 8,47 ppm, dan 556,30 mg per liter untuk proses anaerob dan 0,16 persen, 8.49 ppm, dan 2137 mg per liter untuk proses aerob. Kesimpulan: kualitas pupuk cair organik dari limbah sisaan pembuatan zat warna alam batik pasta indigo memenuhi standar sesuai Permentan Nomor 02/Pert/HK.060/2/2006 tentang Pupuk Organik dan Pembenah Tanah.
Endophytic Fungus of Hendersonia sp: An alternative Biological Agent to Control Ganoderma in Oil Palm (Elaeisguineensis Jacq) Dahang, Donatus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi juli 2019
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.208 KB)

Abstract

The research of using endophytic fungus of Hendersonia sp to prevent of Ganoderma (Ganoderma boniense) attacking oil palm (Elaeis guineensis Jacq) on seeds stadium had accomplished. The purpose of the research was to know the colonization of the Hendersonia in seedlings of oil palm that functions as a defensive agent of Ganoderma, so that the seedlings can be evaded of Ganoderma disease along their life. The beneficial of the research was to enhance knowledge of biological control of Ganoderma disease, particularly in oil palm seedlings, and also as sources of information in repairing the way of cultivations. The research was carried out in PTPN 3, Deli Serdang, North Sumatra, in two stages i. e application of Hendersonia in the field since Jun 2018 and samples checked in the Laboratory of Soil Science of North Sumatra University in February 2019. The Hendersonia was applied to 420 seeds in three different groups, 140 plants per group i.e 50gr G + 0gr R to each plant in group A, 50gr G + 40gr R to each plant in group B, and 0gr G + 40gr R for each plant in group C. The first application was in seedlings of three months old when they were transferred from pre-nursery to the main one on Jun 2018. The second and the third application were in the main nursery to the seedlings of six and nine months old. The Data of the research were analysed by descriptive way by account of the percentages of colonization in roots sections that were checked in the Laboratory, and Test-t to know the difference of colonization of Hendersonia in between the applications. Results shown, the average of Hendersonia colonization of application 3 (150 gr/ plant) was 9,33 which was higher than the application 2 (100 gr/ plant) 8,33.  There was a significant correlation in application 2 and 3 with the value of sig 0,032 &lt; 0,05 and coefficient of correlate was 85,1%. However, because of the value of Sig. (2-tailed) &gt; 0.05, so that there were no significant differences colonization of Hendersonia between applications 2 and 3. Therefore, the application 3 might used in the future.
LOCAL MINOR TUBERS IN YOGYAKARTA SPECIAL REGION, PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES AND DIVERSIFIED PROCESSING Yeyen Prestyaning Wanita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.863 KB)

Abstract

Yogyakarta Special Region has many potential tubers, both major tuber (cassava and sweet potato) and minor tuber (taro, ‘gadung’, arrowroot, ‘ganyong’, and other type of minor tubers. The development of utilization of minor tubers is left behind when compared to the mayor tubers. Though the minor tuber, have a variety of diversity abundant, with physicochemical content, especially carbohydrates that are not inferior to the major tubers, so it is potentially developed and used as local food, substitute for rice and flour. The minor tubers are potentially exploited as composite starch, starch, and as industrial raw materials. The dissemination of information on minor tuber processing improvements, and the diversification of its processing, can improve community knowledge. So that in the end, it can increase the bulb storage period, increase the use value and tuber economy, and increase the income and welfare of the family, and encourage the robustness of people's food security.
ANALISIS PRODUKSI GULA DI PG SRAGI KABUPATEN PEKALONGAN Eko Prisanto; Cungki Kusdarjito; Ichwani Kruniasih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.551 KB)

Abstract

Gula merupakan salah satu sumber kalori dalam struktur konsumsi masyarakat selain bahan pangan. Kebutuhan gula terus meningkat, sementara produksi gula dalam negeri tidak mampu mencukupinya sehingga impor gula tidak dapat dihindarkan. Ttujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi produksi gula,   penurunan jumlah produksi gula, efisiensi faktor produksi gula, dan titik impas produksi gula di PG Sragi. Penelitian dilakukan di Pekalongan dengan alasan bahwa PG Sragi merupakan PG (pabrik gula) yang menghasilkan produksi gula yang relatif besar dibandingkan dengan pabrik gula  yang ada di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis yang digunakan adalah analisis produksi dengan uji R,Uji T dan Uji F,analisis derajad skala hasil,analisis efisiensi dan analisis BEP. Kesimpulan: bahan baku, tenaga kerja tetap, dan belerang berpengaruh nyata, sedangkan luas lahan, tenaga kerja tidak tetap, bahan bakar, dan kapur tidak berpengaruh nyata terhadap proses produksi. Derajat skala hasil selama 10 tahun terakhir dalam kondisi increasing return to scale. Efisiensi penggunaan factor  produksi tidak efisien. Nilai BEP dari tahun 1998 sampai 2007 berada pada posisi di atas garis BEP dan beberapa berada di bawah garis BEP.
ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BARU DAN UMUR SEMAI TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH TADAH HUJAN BUKAAN BARU Sution Sution; Serom Serom
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.516 KB)

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi padi melalui perluasaan areal tanam baru, yaitu dengan cetak sawah. Pada tahun 2016, telah dilakukan cetak sawah di lokasi kegiatan seluas 203 ha. Produktivitas padi pada lokasi cetak sawah tersebut masih rendah 0,8 hingga 1,2 t ha-1, oleh sebab itu perlu dilakukan kajian untuk meningkatkan titik ungkit peningkatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas unggul baru yang adaptif pada lahan sawah bukaan baru dan mendapatkan umur bibit yang sesuai sehingga dapat meningkatkan produktivitas padi sawah pada lahan bukaan baru. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu faktor pertama varietas terdiri atas Inpari 30, Inpara 2, Inpago 8, dan Cibogo. Faktor kedua umur bibit yang terdiri atas 14 hari setelah semai (hss), 21 hss, dan 28 hss. Kombinasi keduannya sebanyak 12 perlakuan, diulang tiga kali. Secara keseluruhan terdapat 36 petak percobaan. Hasil: produktivitas padi varietas Inpara 2 memberikan hasil tertinggi 4,37 t ha-1 sedangkan produksi terendah varietas Cibogo 2,92 t ha-1. Produksi berdasarkan umur semai tertinggi pada umur 14 hss sebesar 4,32 t ha-1dan produktivitas terendah umur semai 28 hss sebesar 2,85 t ha-1.

Page 20 of 139 | Total Record : 1386