cover
Contact Name
Wendianing Putri Luketsi
Contact Email
wendianing@unida.gontor.ac.id
Phone
+6281218956797
Journal Mail Official
wendianing@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Siman Street, Km 6, Siman Subdistrict, Ponorogo, East Java, Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Agroindustrial Technology Journal
ISSN : 25990799     EISSN : 25989480     DOI : -
Agroindustrial Technology Journal adalah publikasi ilmiah tentang teknologi, rekayasa proses, dan manajemen ataupun aplikasi dari keilmuan tersebut dalam ranah teknologi industri pertanian. Artikel dapat berupa hasil penelitian, komunikasi singkat ataupun berupa ulasan ilmiah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 148 Documents
KAJIAN PEMBUATAN MASKER WAJAH ORGANIK DARI CAMPURAN AMPAS KOPI, AMPAS TEH HIJAU, KUNYIT, DAN TEPUNG BERAS Mohammad Fuad fauzul mu'tamar
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.7908

Abstract

The coffea sp plant, commonly known as the coffee plant, is one of the most common plants found in the highlands. As a result of the trend to drink coffee, the juice and leftover commissary always end up as waste. The research was intended to exploit coffee dregs that we were not aware of were still good enough for the face to make into a facial mask. Masks are made using a different method of mixing coffee residue 50%, rice 20%, turmeric 20% and 10 percent green tea powder. The coffee grounds are roasted first for 15 minutes and then mashed through a blender. The turmeric is thin and dried in the sun until it is roasted for 15 minutes and then smoothed through a blender.Green tea here USES green tea powder so there's no need for subtlety. All the coffee residue, saffron and the green mixed into one was then sifted to make the masks produced completely smooth. Tests made for this study were the ph test, the age-old trial, and the organoleptic test. The result of this study is an average of 6,5 on the organoleptic test where the panelis is quite partial to the facial products of the coffee grounds. Results from the ph test came to 7,1 where this figure is still a reasonable measure for facial skin. Results from the old time-tested dry period obtained increased 11 minutes. The facial masks of the coffee grounds are well received and are competing in the marketplace
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK JENIS HDPE DAN PET SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BAHAN BAKAR MINYAK ALTERNATIF MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM Wahyu Kartika
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.8591

Abstract

Sampah plastik sampai saat ini masih menjadi permasalahan lingkungan serius, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah penduduk. Plastik merupakan bahan  anorganik yang sukar terurai secara alamiah sehingga  diperlukan alternatif pengolahan untuk mengurangi volume sampah plastik. Salah satu cara adalah dengan memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar minyak alternatif dengan metode pirolisis.  Hal ini dapat dilakukan karena plastik merupakan produk turunan dari minyak bumi sehingga mempunyai nilai kalor cukup tinggi seperti bahan bakar komersial yang ada. Pirolisis adalah proses perekahan atau pemecahan rantai polimer menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui proses termal dengan, tanpa maupun sedikit oksigen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi berat bahan baku, berat katalis, suhu dan waktu  reaksi optimal dalam  pembuatan bahan bakar minyak alternatif dari sampah plastik campuran HDPE dan PET menggunakan metode pirolisis dengan bantuan katalis zeolit alam serta kualitasnya sesuai istandar mutu minyak iKeputusan Dirjen Migas. Hasil penelitian diperoleh bahwa kualitas minyak pirolisis dengan  komposisi optimal berat bahan baku sampah plastik HDPE dan PET 500 g, katalis zeolit alam 200 g,suhu 4000C dan waktu reaksi 30 menit masuk dalam rentang standar minyak disel sesuai iKeputusan iDirjen iMigas I No. .28.K/10/DJM. iT/2016, dengan hasil uji laboratorium parameter  viskositas 3,02 mm2/s , densitas 851,2 kg/m3, nilai kalor 10.228,8 kcal/kg, titik didih 2150C dan kadar air 288 mg/kg. Kata kunci: Sampah Plastik; Bahan Bakar Minyak Alternatif;  Pirolisis; Katalis Zeolit
SIFAT FISIK DAN MEKANIK BIOPLASTIK DARI PATI KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiacal) DENGAN PLASTICIZER SORBITOL Endo Pebri Dani Putra
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.7819

Abstract

Bioplastic is one solution to the large amount of plastic waste that is a problem for the environment because it is difficult to degrade. This study aims to characterize the bioplastic film of ambon banana peel starch and to determine the best ambon peel starch concentration. Observations on the resulting bioplastic products are physical properties and mechanical properties. Physical properties tests include thickness, density, water absorption and mechanical properties including tensile strength, percent elongation, young's modulus. The results showed that differences in starch concentration affected the thickness, density, water absorption, tensile strength, elongation and young's modulus. The best treatment based on the mechanical properties of bioplastics was the addition of 1 g of Ambon banana peel starch.
DESAIN MITIGASI RISIKO MENGGUNAKAN HOUSE OF RISK PADA PROSES RANTAI PASOK GARAM OLAHAN (Case Study: PT. Garam Unit Camplong) Khoirul Hidayat
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.8138

Abstract

Rantai pasok tidak lepas dari aktivitas kegiatan manufaktur dan layanan. Perkembangan yang sangat dinamis membuktikan bahwa timbulnya berbagai risiko yang berpeluang menghambat proses rantai pasok itu sendiri. Desain yang akan dicapai yaitu mitigasi risiko menggunakan house of risk pada produk garam olahan. Prosedur yang kami gunakan mengarah pada house of risk I dan house of risk II dengan capaian preventive action. Temuan yang didapatkan yaitu respon dengan pemetaan reposisi jabatan berdasarkan latar belakang, training sebagai pengembangan ilmu, penugasan kerja sesuai analisa dan rekapitulasi equipment yang mendetail, penggantian part yang berpotensi menghambat proses produksi dan monitoring estimasi waktu perbaikan dalam total productive maintenance. Tingkat kepentingan risiko terhadap rantai pasok memerlukan pengembangan dan mitigasi yang lebih baik. Ini sebagai kunci level paling rendah untuk capaian konsisten proses rantai pasok sesuai dengan harapan pengguna yang terlibat
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI ULTRASONIK DAUN SIRIH HIJAU(Piper betle L ) TERHADAP RENDEMEN dan SIFAT MIKROBA SEBAGAI ZAT TAMBAH GEL ANTISEPTIK Fatma Sari; Ummul Habibah Hasyim; Gema Fitriyano; Rezi Salsabila Ramadhani
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.8653

Abstract

DDaun sirih (Piper betle L) adalah tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Diketahui daun sirih hijau memiliki kandungan yang berperan sebagai antiseptik yang terdiri dari kavibetol, seskuiterpen, hidroksi kavikol, karvakrol, estagiol, terpen, fenilpropan, tannin dan eugenol metileugenol. Minyak atsiri yang di dalamnya terdapat kandungan fenol yang merupakan salah satu zat antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih terhadap pH dan sifat mikroba gel antiseptik. Tahapan awal penelitian ini yaitu, proses ekstraksi daun sirih dengan pelarut etanol 70 % dengan variasi waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit, dan 25 menit.  Selanjutnya masing-masing variasi waktu dihitung hasil rendemen. Hasil rendemen terbaik di tambahkan ke dalam gel antiseptik kemudian dianalisa pH dan diuji daya hambatnya sebagai antiseptik terhadap Staphylococcus Aureus. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil rendemen ekstrak daun sirih dengan variabel waktu 5, 10,15,20,25 menit secara berturut-turut yaitu : 83,47%  ; 83,99%;  86,48%; 86,76% ; 87,34 %. Pada pengujian pH didapatkan hasil pH 5,5. Pada pengujian daya hambat didapatkan hasil secara berturut-turut yaitu 18,23: 19,70: 18,82: 19,98 mm. Dapat disimpulkan bahwa gel antiseptik ekstrak daun sirih dapat digunakan sebagai antiseptik kulit karena memiliki pH 5,5 yang sesuai dengan pH kulit yaitu 4,5-6,5 dan memiliki daya hambat yang kuat terhadap mikroba dengan rentang 11-20 mm.  
ANALISIS PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA PROSES PRODUKSI ORIFLAKES DI PT SERELIA PRIMA NUTRISIA, YOGYAKARTA Ika Dyah Kumalasari
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.8471

Abstract

PT Serelia Prima Nutrisia merupakan industri pangan yang memproduksi sereal dengan bahan baku pati umbi garut, yang memerlukan suatu sistem yang dapat menjamin mutu dan keamanan pangan di dalam industri pangan yaitu dengan adanya penerapan sistem HACCP. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan HACCP dan mengidentifikasi CCP pada proses produksi sereal umbi garut di PT Serelia Prima Nutrisia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data dengan melakukan observasi langsung dan wawancara terhadap Quality Control serta melakukan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu titik kritis atau Critical Control Point (CCP) pada proses pencampuran. Secara umum, penerapan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) pada produksi sereal di PT Serelia Prima Nutrisia sudah berjalan baik dengan adanya dokumentasi dan pencatatan seperti form monitoring setiap tahapan proses. 
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DONAT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN Nike Poppy Purwatti; Elly Masliha; Listiana Pratiwi; Iffah Muflihati; Sari Suhendriani; Rizky Muliani Dwi Ujianti
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.8362

Abstract

Tulang ikan dapat diolah menjadi tepung dan diaplikasikan pada produk pangan berkaitan dengan kandungan gizi tinggi dan dapat dimanfaatkan dalam makanan. Diversifikasi dilakukan melalui penggunaan tepung tulang ikan pada donat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan karakteristik donat yang ditambahkan berbagai jenis tepung tulang ikan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 jenis tepung tulang ikan yang berbeda yaitu tepung tulang ikan lele, tepung tulang ikan bandeng, dan tepung tulang ikan tongkol. Sifat kimia donat yang dihasilkan memiliki rata-rata kadar air  antara 22,73 hingga 31,22% dan rata-rata kadar abu  antara 1,71 hingga 4,98%. Uji  deskriptif menunjukkan perbedaan nyata dengan kontrol pada atribut warna coklat, aroma amis tulang ikan, kecerahan, kenampakan bintik hitam, tekstur berpasir, dan flavor amis tulang ikan. Pengujian hedonik menunjukkan bahwa donat yang paling disukai panelis adalah donat dengan penambahan tepung tulang lele.
PERUBAHAN KOMPONEN RASA GURIH DALAM CABUK YANG MENGALAMI PENYIMPANAN DAN PEMANASAN BERULANG Anis Asmediana
Agroindustrial Technology Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v1i1.1835

Abstract

Cabuk adalah makanan fermentasi dari bungkil wijen yang mempunyai rasa gurih serta aroma kuat yang khas yang bersifat perishable dan mempunyai umur simpan yang relatif pendek jika dibiarkan begitu saja pada suhu ruang. Tingkat rasa umami yang dihasilkan oleh cabuk tergolong tinggi. Berdasar hal tersebut, peneliti bermaksud melakukan kajian, apakah proses pemanasan berulang setelah penyimpanan suhu ruang dengan cara mengukus cabuk selama 10 menit setiap hari selama penyimpanan 5 hari dapat mempertahankan flavor umami cabuk untuk dapat dikonsumsi.Pengujian yang dilakukan pada sampel meliputi penilaian sensori, kadar air (thermogravimetri), protein terlarut (Lowry), warna dengan chromameter, asam amino bebas, dan 5’-nukleotida dengan HPLC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air, protein terlarut, asam amino bebas, 5’-nukleotida, dan nilai EUC pada cabuk akan semakin menurun karena proses penyimpanan dan pemanasan yang dilakukan. Cabuk yang disimpan dan dipanaskan selama satu kali menunjukkan penurunan yang lebih sedikit dibandingkan cabuk yang mengalami proses penyimpanan dan pemanasan lebih dari satu kali. Rasa gurih yang merupakan rasa dominan yang dihasilkan cabuk juga mengalami penurunan selama penyimpanan dan pemanasan berulang. Kadar glutamat bebas yang tinggi pada cabuk segar sebesar 2,098 mg/g dan 5’-GMP sebesar 2,946 mg/g menyebabkan nilai EUC cabuk tinggi, yakni 175,719 g/100 g MSG atau setara dengan 1,757 MSG, sedangkan kadar aspartat bebas dan 5’-AMP di bawah threshold.Penyimpanan suhu ruang dan pemanasan berulang pada cabuk menyebabkan penurunan penilaian sensori, kadar air, protein terlarut, intensitas warna, kadar asam amino bebas dan 5’-nukleotida, serta perhitungan nilai EUC dan TAV. Nilai EUC yang tinggi ini menyebabkan cabuk memiliki rasa umami kuat dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai bumbu masak.
PERCEPTION ON HALAL TRACEABILITY ON CHICKEN MEAT SUPPLY CHAIN Tian Nur Ma'rifat
Agroindustrial Technology Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v1i1.1838

Abstract

Halal is a major requirement for Muslim consumers in consuming food products. Halal traceability is very important because it is useful in responding the potential risk of haram substances contamination that can arise in food. This research was conducted in Region of Ponorogo, Indonesia. With the large number of schools focusing on Islamic Education, the community has a high level of awareness and knowledge about halal food, so that halal traceability is needed for food that consumed by people in region of Ponorogo. The purpose of this research are : (1) describe chicken meat supply chain, (2) analyse the perception of producers and consumers in applying halal traceability in Region of Ponorogo. The research method is field survey to know the condition of supply chain. Interview technique is also applied for supply chains’ actors in eight districts to find out how far the application and perception of supply chain actors toward halal traceability. The results show that chicken supply chain in Ponorogo consists of chicken farmers as a supplier. Chickens live bought by distributors to be sold to chicken meat seller. Then the seller slaughters chicken live and sell them to the market as carcass. Consumer of chicken carcass is household, chicken meat distributor or a restaurant. There is no chicken slaughterhouse that has been halal certified. Merchant’s intention to record and document information about the materials is low. The knowledge of supply chain actors on the ‘Safe, Health, Wholesome and Halal’ status of chicken meat is still low. In addition, there is no clear information about the status of ‘Safe, Health, Wholesome and Halal’ that sellers show to consumers. It can be concluded that the application of traceability in the chicken meat supply chain and the perception of supply chain actors toward it in Ponorogo is still low.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PADA BAGIAN PRODUKSI GONDORUKEM DAN TERPENTIN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) (Studi Kasus di PGT Sukun Ponorogo Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Non Kayu (KBM-INK) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur) Agensy Nurmaydha
Agroindustrial Technology Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v1i1.1839

Abstract

Getah pinus merupakan salah satu hasil hutan nonkayu yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia sebagai penghasil devisa negara nonmigas. Getah pinus dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Salah satu pabrik yang mengolah getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin yaitu Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sukun Ponorogo. Produksi gondorukem dan terpentin di PGT Sukun Ponorogo pada tahun 2012 mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan produktivitas perusahaan yang tidak stabil, seperti ketersediaan bahan baku, jumlah tenaga kerja, dan jam kerja mesin yang kurang efesien.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat produktivitas parsial dan total pada bagian produksi di PGT Sukun Ponorogo pada periode Januari-Desember 2012, serta memberikan usulan perbaikan produktivitas. Metode analisis data yang digunakan adalah Objective Matrix (OMAX) dan pembobotan kriteria dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan analisis yang diperoleh, produktivitas total tertinggi dicapai pada bulan Oktober sebesar 9,052 pada gondorukem dan sebesar 11,717 pada terpentin. Didasarkan pada jumlah produksi tahun 2012, untuk menghasilkan 484,9 ton gondorukem dan 104,96 ton terpentin perbulan, diperlukan getah pinus sebanyak 627,14 ton, tenaga kerja sebanyak 22 orang tiap hari, jam kerja tangki melter sebanyak 128,68 jam/bulan, tangki settler sebanyak 177,74 jam/bulan, tangki washer sebanyak 14,18 jam/bulan, tangki pemasak sebanyak 210,24 jam/bulan, dan tangki boiler sebanyak 233 jam/bulan.

Page 8 of 15 | Total Record : 148