cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 557 Documents
UPAYA TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN MELALUI PEMUTAKHIRAN DATA OLEH UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS ahmad juliarso
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 3, No 4 (2016): DINAMIKA
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.489 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v3i4.2114

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilakukan adalah adanya beberapa masalah dalam Pemutakhiran Data Keluarga di Unit Pelaksana Teknis Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, yaitu tidak akuratnya data keluarga. Bertolak daripermasalahan tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:1) Bagaimana pelaksanaan tertib administrasi kependudukan  dalam upaya pemutakhiran data oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakatdi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis? 2) Bagaimana hambatan dalam pelaksanaan tertib administrasi kependudukan  dalam upaya pemutakhiran data oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakatdi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis ?3) Bagaimana upaya-upaya yang diakukan untuk mengatasi hambatan  pelaksanaan tertib administrasi kependudukan dalam upaya pemutakhiran data oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakatdi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis?Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang akan digunakan maka jumlah informan yang digunakan sebanyak   9 orang yaitu 4 pegawai dan 5 Tenaga Penggerak Desa (TPD). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan, studi lapangan (wawancara dan observasi) serta studi dokumentasi.Pelaksanaan tertib administrasi kependudukandalam upaya pemutakhiran data sudah dilaksanakan dengan indikator landasan hukum, kelembagaan dan SDM, penerapan teknologi dan sistem pelayanan, registrasi, demografis atau kesadaran masyarakat dan pengelolaan data penduduk atau pembangunan bank data kependudukan, namun tidak merata. Hambatan pelaksanaan tertib administrasi kependudukan yaitu kurangnya pola pembinaan dan penyuluhan atau sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat begitu pentingnya melengkapi diri dengan identitas diri, minimnya sarana dan prasarana serta teknologi yang digunakan sehingga kurang lengkapnya data dalam bank data.Upaya untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu adanya landasan hukum yang mengikat untuk pendaftaran dan pencatatan kejadian vital.Peraturan perundang-undangan yang mengatur perlunya registrasi penduduk, mutasi penduduk.Oleh karena itu penulis merekomendasikan beberapa hal yaitu sebaiknya dalam pelaksanaan tertib administrasi kependudukan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam melaksanakan adminstrasi kependudukan dan lebih berupaya dalam meningkatkan pelaksanaan adminstrasi kependudukan melalui pendaftaran harian penduduk dan pelayanan catatan sipil.
PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP OLEH PEMERINTAH DESA WONOHARJO KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN Eka Nurcahya
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.817 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i2.2277

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan beberapa permasalahan diantaranya, kurangnya komunikasi antara Pemerintah Desa Wonoharjo dengan Masyarakat, masih mengedepankan ego/ pemikiran masing-masing saat pendataan, adanya ketidak jelasan informasi, masyarakat kurang mengetahui tentang adanya program pendaftaran tanah sistematis lengkap. Berdasarkan permasalahan tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Pelaksanaan Program Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap oleh Pemerintah Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran ? 2) Apa Hambatan Yang Di Alami Oleh Pemerintah Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Dalam Melaksanakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ? 3) Apa Sajakah Upaya Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Dalam Mengatasi Hambatan-Hambatan Saat Melaksanakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data adalah dengan menganalisis data yang didapatkan dari hasil wawancara, observasi dan studi kepustakaan dengan langkap pertamamerangkum data, kedua paparan data, ketiga adalah ferifikasi dan kesimpulan. Adapun untuk Informan dalam penelitiaan ini adalah Panitia Pelaksana Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Pemerintah Desa Wonoharjo Tahun 2017 sebanyak 10 orang. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian diketahui bahwa Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Wonoharjo secara keseluruhan seperti sosialiasi, survey lokasi, pembentukan kepanitiaan, pendataan dan pengumpulan data fisik dan data yuridis sampai dengan pengumuman dan pembagian sertifikat yang telah diterbitkan dilaksanakan dengan baik. Hambatan yang dialami adalah seperti masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, terdapat sengkata tanah serta hasil data fisik dan data yuridis yang didapatkan seperti luas tanah tidak sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). Adapun upaya yang dilakukan secara umum yaitu dengan melakukan sosialisasi ulang mengenai Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap guna menyelesaikan menyelesaikan permasalahan yang dialami dan yang mengikuti aturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Kata Kunci : Pelaksanaan, Program, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.
MOTIVASI KERJA DALAM PERSPEKTIF DOUGLAS MC GREGOR Lina Marliani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.491 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i2.2254

Abstract

Istilah motivasi yang berarti mendorong (motivating) sering disamakan dengan istilah menggerakkan (actuating) dan mengarahkan (directing). Motivasi merupakan salah satu tugas dari seorang pemimpin, yang dapat membawa perubahan dalam organisasi. Memotivasi berarti membangkitkan semangat agar orang lain mau melakukan sesuatu tanpa ada paksaan. Motivasi berarti mendorong orang lain agar mau bergerak, berubah kearah terwujudnya pencapaian tujuan. Sedangkan motif itu sendiri merupakan pernyataan batin yang berwujud daya atau kekuatan untuk bergerak, bertindak, berusaha dalam mencapai tujuan. Pada dasarnya setiap orang memiliki motif dengan tujuan yang berbeda-beda, seperti untuk memenuhi kebutuhan, untuk mengembangkan prestasi, bahkan untuk mencapai kekuasaan. Seorang pemimpin memiliki tugas membangkitkan, mendorong, mengarahkan tindakan/usaha tersebut melalui saluran perilaku. Dalam bergerak, bertindak, berusaha untuk mencapai tujuan, ada yang melakukan karena “terpaksa” dan sebagian memiliki kesadaran akan tugas yang harus dilaksanakan. Hal ini yang menjadi kajian motivasi dalam perspektif Mc Gregor.
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA RAKSABAYA KECAMATAN CIMARAGAS KABUPATEN CIAMIS Resa Tresna
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.278 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i2.2262

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan keuangan di Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis yang masih belum optimal dilaksanakan, sehingga hal tersebut sangat berkaitan dengan kajian-kajian ilmu administrasi Publik. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, dengan jumlah informan sebagai sumber data primer sebanyak 6 orang yang terdiri dari Kepala Desa Raksabaya sebanyak 1 orang, Kepala BPD Desa Raksabaya sebanyak 1 orang, Tokoh masyarakat sebanyak 3 orang dan Ketua LPM (lembaga Pemberdayaan Masyarakat sebanyak 1 orang. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, dan wawancara.Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa: 1). Pengelolaan keuangan di Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis, masih belum baik jika dilihat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang–Undang Nomor  6 Tahun 2014 Tentang Desapasal 93 ayat 1 yakni perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. 2). hambatan-hambatan dalam pengelolaan keuangan di Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis, yaitu hambatan dalam realisasi hasil musrenbangdes yang dilakukan oleh pemerintah Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis, masih belum mampu merealisasikan usulan hasil musrenbangdes, khususnya dalam pembangunan infrastruktur sehingga terkesan melambat dalam pembangunan, dan hambatan dalam sistem pengadministrasian di pemerintah Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan keuangan Desa. 3). upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan di Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis, yakni Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan BPD dalam rangka menetapkan usulan hasil musrenbangdes, Melakukan pelatihan dan pembinaan bagi aparatur Desa secara komputerisasi, dan Membangun sikap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan Desa.
Pengaruh Komunikasi Internal Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang Kabupaten Ciamis Wawan Risnawan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 3, No 1 (2016): DINAMIKA
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.719 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v3i1.2116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Komunikasi Internal Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai
KOORDINASI HORIZONTAL DALAM PENGELOLAAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SAMSAT PANGANDARAN MUJIADI MUJIADI
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.474 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i2.2278

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang berkaitan dengan koordinasi horizontal dalam pengelolaan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Pangandaran. Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka peneliti mencoba mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana koordinasi horizontal dalam pengelolaan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Pangandaran?; 2) Hambatan-hambatan yang dirasakan dalam koordinasi horizontal dalam pengelolaan pembayaran pajak kendaraan bermotor ?; 3) Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatanhambatan yang dihadapi dalam koordinasi horizontal dalam pengelolaan pembayaran pajak kendaraan bermotor ?. Penelitian ini memakai metode deskriptif dengan cara menggambarkan keadaan objek penelitian. Informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan dengan cara observasi, dan wawancara. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian maka penulis menyimpulkan: 1). Pelaksanaan koordinasi horizontal dalam pengelolaan pembayaran pajak kendaraan bermotor bermotor di Kantor Samsat Pangandaran belum dilaksanakan dengan baik sesuai dengan syarat-syarat koordinasi seperti sense of cooperation (perasaan untuk bekerjasama), rivalry (persaingan dalam organisasi), team spirit (saling menghargai) dan esprit the corps (semangat tim) menurut pendapat Hasibuan (2011:88). 2) Adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan koordinasi horizontal dalam pengelolaan pembayaran pajak kendaraan bermotor antara lain kurang bekerjasamanya pegawai dari ketiga instansi yang berbeda yang ada di kantor samsat dalam menunjang pencapaian tujuan organisasi dan kurangnya pegawai memahami berbagai tugas dan fungsi yang sudah menjadi kewenangannya. 3) Adanya upaya-upaya mengatasi hambatan-hambatan koordinasi horizontal dalam pengelolaan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Pangandaran yang antara lain dengan memberikan pengarahan kepada semua pegawai selain itu dilakukan pendekatan-pendekatan kepada pegawai untuk dapat bekerjasama dan dapat saling membantu dalam bekerja dan melakukan beberapa forum pertemuan yang dilaksanakan dengan melibatkan tiga instansi di lingkungan samsat Pangandaran.Kata Kunci: Koordinasi Horizontal dan Pengelolaan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor 
URGENSI INOVASI PELAYANAN BIDANG ADMINISTRASI PUBLIK DI ERA DISRUPSI Ari Kusumah Wardani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.624 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i2.2258

Abstract

Era modern saat ini telah menjadikan pelayanan publik harus mampu beradaptasi dengan perilaku masyarakat yang cenderung menginginkan pelayanan yang efektif dan efisien, serta menginginkan proses birokrasi yang semakin mudah. Adapun permasalahan yang muncul, yakni arah dan sikap dari masyarakat sebagai pengguna jasa dan membutuhkan akan pelayanan jasa sulit diprediksi serta semakin beragam. Metode penelitian yang digunakan mengguankan penelitian kualitatif, yakni penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa:  (1) Pelayanan publik harus berorientasi pada masyarakat dalam memberikan pelayanan yang baik; (2) Pelayanan publik di era industri 4.0 harus berbasis digital; (3) Inovasi sangat diperlukan agar setiap penyelenggara pelayanan dapat adaptif dengan segala perubahan; (4) Pengembangan sumber daya di setiap lembaga pemerintah harus terus dilakukan dan bersifat berkelanjutan; dan (5) Inovasi pelayanan publik berbasis dan berorientasi pada pemanfaatan perkembangan teknologi informasi.
PROFESIONALISME PERANGKAT DESA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA Wawan Risnawan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.287 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i2.2261

Abstract

Dalam dinamika pembangunan nasional seiring dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, seluruh elemen masyarakat secara konsisten tertuju pada Pemerintah desa di Indonesia, dimana dalam konsep dan rancangan global, pemerintah desa akan menjadi salah satu pilar stabilisator sosial dan ekonomi di masyarakat. Besarnya alokasi dana desa yang dituangkan dari APBN kepada desa mereaksi berbagai susbsistem di ruang lingkup pemerintahan desa sebagai pengelola keuangan desa. Profesionalisme perangkat desa sebagai pengelola keuangan desa secara signifikan dituntut untuk lebih baik lagi. Pemahaman tentang prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dan mengimplementasikan azas-azas pengelolaan keuangan negara dalam prilaku kerja pengelola keuangan harus sudah menjadi hal yang wajib karena apabila perangkat desa sebagai pengelola keuangan negara tidak bersikap profesional dalam pengelolaan keuangan maka secara jelas dapat mengganggu proses pembangunan.
EFEKTIVITAS PROGRAM BINA KELUARGA REMAJA DALAM UPAYA PENDEWASAAN USIAPERNIKAHAN (Studi Kasus di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Nurlesna Aniar
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.341 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i3.2816

Abstract

Efektivitas lebih menekan pada hal yang ingin dicapai, efektvitas dinilai sangatlah penting untuk mendorong pada sesuatu hal yang akan dicapai, dimana dengan efektivitas diharapakan dapat terukur bahwa sejauhmana program dan organisasi melaksanakan seluruh tugas atau mencapai semua sasarannya. Program Bina Keluarga Remaja merupakan program yang bertanggung jawab mengurusi keluarga yang memiliki remaja untuk mengetahui permasalahan remaja, tumbuh kembang anak remaja. Adapun gejala-gejala ketidak efektivitasan program diantaranya Dukungan dari pihak Pemerintahan Desa untuk memfasilitasi sarana dan prasarana, Pemahaman masyarakat tentang pentignya program bina keluarga remaja, kualitas pengetahuan pembina dan pengurus program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Bina Keluarga Remaja Dalam Pendewasaan Usia Pernikahan di Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Tekhnik Pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi : observasi dan wawancara kepada 10 informan. Hasil penelitian mengenai Efektivitas Bina Keluarga Remaja Dalam Upaya Pendewasaan Usia Pernikahan secara umum sudah dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditentukan dan dinilai baik. Namun masih terdapat 4 (empat) indikator yang belum sesuai dengan dimensi. hambatan yang ditemukan diantaranya data sasaran dalam administrasi belum lengkap, masih kurangnya penguasaan materi yang dimiliki oleh kader penyuluh bina keluarga remaja, pelaksanaan pembinaan yang dilakukan belum berjalan secara rutin sehingga sosialisasi materi belum maksimal. Upaya yang dilakukan yaitumelakukan koordinasi dengan pemegang kebijakan agar dapat mengalokasikan anggaran tambahan pelatihan, melakukan komunikasi serta koordinasi kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Melakukan advokasi kepada Pemerintah Desa mengenai dukungan anggaran dana untuk pendataan keluarga, Melatih seluruh kader penyuluh bina keluarga remaja di Desa Baregbeg, Merencanakan kegiatan yang matang untuk jangka waktu kedepan serta membuat rencana tindak lanjut (RTL) setelah dilaksanakan pembinaan dan monitoring program bina keluarga remaja. Diperlukan keaktifan dari pengelola dan pengurus program untuk melakukan advokasi dan pendekatan kepada pemerintah desa serta instansi terkait agar program tersebut dapat dilaksanakan dengan baik sesuai yang diharapkan. Dengan demikian Efektivitas Program BinaKeluargaRemajaDalamUpayaPendewasaanUsiaPernikahan di DesaBaregbegKecamatanBaregbegKabupatenCiamisbelumdilaksanakandenganbaik. Karenasemua indicator yang adabelumbisadilaksanakandenganbaik
PENGEMBANGAN DESA WISATA OLEH PEMERINTAH DESA BABAKAN KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN Itah Masitah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 3 (2019): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.65 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v6i3.2806

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran ternyata masih belum optimal. Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka peneliti mencoba mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut:  1) Bagaimana pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran?; 2) Bagaimana hambatan-hambatan pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran ?; 3) Bagaimana upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran?Dalam penelitian ini penulis memakai metode deskriptif dengan cara menggambarkan keadaan objek penelitian. Informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian maka penulis menyimpulkan sebagai berikut : 1). Pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran kurang dilaksanakan dengan baik sesuai dengan pendapat Hadiwijoyo (2005:72), tentang prinsip-prinsip pengembangan pariwisata hal ini dibuktikan dengan masih kurangnya pemerintah desa dalam memberikan dukungan dan mempromosikan desa wisata yang ada di Desa Babakan, selain itu pemerintah desa kurang melibatkan masyarakat dalam merencanakan dan mengembangkan desa wisata sehingga keberadaan desa wisata di Desa Babakan kurang memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2) Adanya hambatan-hambatan pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa yang antara lain dikarenakan kurangnya anggaran dan dukungan masyarakat menyebabkan potensi desa wisata belum dapat dikembangkan. Seperti keberadaan labolatorium nyamuk yang ada kurang mendapat pemeliharaan sehingga keberadaanya kurang menarik minat wisatawan untuk datang, dukungan fasilitas di desa wisata masih kurang memadai sehingga apabila dipromosikan secara rutin takut mengecewakan pengunjung serta masih kurangnya strategi yang dilaksanakan oleh pengelola yang disebabkan oleh dukungan masyarakat terhadap pengembangan objek wisata masih belum optimal. 3) Adanya upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa maka dilakukan upaya antara lain dengan meningkatkan promosi yang dilaksanakan oleh pemerintah desa terkait dengan keberadaan desa wisata, memberikan dukungan anggaran  yang dapat membantu pengelola dalam melakukan pengembangan desa wisata, meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak guna mengembangkan desa wisata. Kata Kunci:  Pengembangan Desa Wisata