cover
Contact Name
-
Contact Email
nusasylvaunb@gmail.com
Phone
+6285920675707
Journal Mail Official
nusasylvaunb@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Sholeh Iskandar Km.4 Cimanggu, Tanah Sereal, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nusa Sylva
ISSN : 14124696     EISSN : 27974502     DOI : https://doi.org/10.31938/jns.v21i2
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Nusa Sylva dikelola oleh Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa. Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian dan review (ulasan) dalam bidang kehutanan yang orisinil dan belum dipublikasikan dalam media lain. Jurnal Nusa Sylva terbit 2 kali dalam 1 tahun (Juni dan Desember)
Articles 128 Documents
PENDUGAAN CADANGAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN TANAH DI AREAL KAMPUS UNIVERSITAS NUSA BANGSA Farmen, Handi; Panjaitan, Poltak BP; Rusli, Abdul Rahman
Jurnal Nusa Sylva Vol. 14 No. 1 (2014): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.926 KB) | DOI: 10.31938/jns.v14i1.111

Abstract

The objective of this study was to determine the amount of carbon in the surface soil that can be absorbed by the vegetations in the all area of Nusa Bangsa University (UNB). This research was conducted in the UNB’sarea with its boundary is equal limits of the UNB’s area thattotal area UNB’s is 12,082 m2. Data inventoried from UNB area is undergrowth class,little, middle and big tree class and also palmae class.The results of this study showed the amount of carbon absorbed on the surface vegetation in the UNB campus is at 61.8 tonnes of carbon which absorbed by the undergrowth class (diameter <2 cm), 59 species of woody plants (diameter> 2 cm) consisting of 284 individual and 7 types palmae group consisting of 94 individuals.
PEMANTAUAN EKOLOGI SARANG ELANG JAWA (Spizaets bartelsi) DI WILAYAH HUTAN CIKANIKI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK Ridwan, Iwan; AT, Mulyadi; Rusli, Abdul Rahman
Jurnal Nusa Sylva Vol. 14 No. 2 (2014): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.749 KB) | DOI: 10.31938/jns.v14i2.153

Abstract

Javanese eagle (Spizaetus bartelsi) is one type of bird of prey endemic to Java. The existence of birds of prey in an ecosystem is very important, because of its position as the top predators in the food chain or pyramid. The purpose of this study was to determine the characteristics and ecological nests, as well as the proliferation of Java Eagle Cikaniki especially in forest areas. Observation method used is cooperative mehod five observation points around forest areas Cikaniki. Through monthly observation, ranges Javanese eagle depicted on the map, and mapped point is the assumption of Javanese eagle nesting sites. Observations are also done through direct observation at the location around the nest. The results explain that Java Eagle identified seven individuals that belong to three families: Pengkeh family, relatives and family Andam I Andam II. During the observation, observed breeding success of one family, it is characterized by the presence of individual chicks that fly around the nest site. During the monitoring also the sound of Javanese eagle chicks in the vicinity of the nest. Cikaniki in forest areas, family observed using the Java Eagle Castanopsis argentea tree to lay a nest. The tree is a towering trees compared to other tree with a height of about 30 meters. Java Eagle nest situated at an altitude 16 meters above the ground on the second branch. Nest trees grow at an altitude of 1,100 meters above sea level and on a fairly steep slope topography, close to the creeks and within 500 meters of open wilayan limit.
PENGEMBANGAN KEGIATAN EKOWISATA DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS PROVINSI LAMPUNG (Studi Kasus : Pusat Konservasi Gajah) Gumilang, Heradz; Nitibaskara, Tb. Unu; Rusli, Abdul Rahman
Jurnal Nusa Sylva Vol. 13 No. 2 (2013): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.121 KB) | DOI: 10.31938/jns.v13i2.144

Abstract

This activity aims to determine the potential of the potential of tourism resources in National Park of Way Kambas which can be used as an eco-tourism development, visitor perceptions of the existing ecotourism activities in elephant conservation center TNWK, and strategic program development activities in TNWK elephant conservation center. The research activities carried out at National Park of Way Kambas (TNWK) elephant conservation center precisely, Lampung province about a month in June and ending in July 2011 and consists of data collected from primary and secondary data potential tourism resources, perceptions of managers and community participation, characteristics and perceptions of visitor motivation, developing ecotourism activities. Data analysis was done qualitatively and quantitatively. Tourism resources including Sumatran elephant, facilities and infrastructure and supporting facilities are visitor centers, shelters, mosques, bins, lighting, main roads, parking lots, restrooms, and tourist stalls. Based upon existing tourism resources and interviews with managers, the community and visitors, most managers say agree if developed an ecotourism activity involves the local community. In an interview conducted through questionnaires to the visitors, most visitors are interested in tourist activities. Therefore it can be prepared a development strategy in the ecotourism activities TNWK through SWOT analysis with a combination of strength factor and opportunity factor, weakness factor and opportunity factor.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT DENGAN PERAN PARTISIPASI DALAM PROGRAM GREEN WALL DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Sofiyudin, Andriyatno; Salampessy, Messalina L.; Anggraeni, Dian
Jurnal Nusa Sylva Vol. 16 No. 2 (2016): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.123 KB) | DOI: 10.31938/jns.v16i2.179

Abstract

Keberadaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi memiliki peran penting bagi kelestarian fungsi Kawasan tersebut. Efektifitas pengelolaan kawasan tersebut akan terganggu apabila rendahnya partisipasi tersebut.  Untuk itulah maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik penggrap lahan dengan peran partisipasi dalam kegiatan Green Wall.Program Green wal ini bertujuan untuk untuk merestorasi areal perluasan yang sebelumnya berupa areal terdegradasi yang diakibatkan oleh aktivitas pertanian masyarkat lokal disekitar Kawasan konservasi. Metode penelitian ini adalah studi kasus dan menggunakan analisis distribusi frekuensi dengan tabulasi silang yang kemudian diuji dengan teknik Chi kuadrat (Chi Square). Hasil riset menunjukkan bahwa adanya hubungan keeratan antara karakreristik masyarakat dengan peran partisipasinya dan faktor yang berpengaruh adalah pengetahuan tentang Green Wall, luas garapan, alasan meninggalkan garapan, pendapatan per tahun responden, jenis kelamin, umur responden, pekerjaan responden, tingkat pendidikan responden, nilai aset/kekayaan, jumlah tanggungan keluarga dan identitas asal responden.
POTENSI SERAPAN KARBON DI JALUR HIJAU KOTA BOGOR Rinjani, Arin Rahma; Setyaningsih, Luluk; Rusli, Abdul Rahman
Jurnal Nusa Sylva Vol. 16 No. 1 (2016): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.921 KB) | DOI: 10.31938/jns.v16i1.184

Abstract

Karbondioksida (CO2) di atmosfer dapat diserap oleh pohon melalui proses fotosintesis. Tanaman atau pohon berfungsi sebagai tempat penimbunan dan pengendapan karbon dan istilah ini di sebut rosot karbon. Keberadaan pohon di jaur hijau kawasan perkotaan memegang peranan penting sebagai serapan karbon. Untuk itulah maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pohon, mengetahui jumlah emisi kendaraan bermotor serta mengetahui potensi serapan karbon. Penelitian menggunakan metode sensus terhadap tegakan yang ada. Untuk analisa data, perhitungan biomassa permukaan tegakan menggunakan persamaan allometrik untuk mengukur biomassa pohon dan   analisa serapan karbon dihitung dengan menggunakan formula carbon stock. Hasil penelitian menunjukakan bahwa potensi serapan karbon di jalur hijau Kota Bogor ditemukan 14 jenis pohon dengan jumlah pohon 1357 pohon yang terbagi dalam dua jalan yaitu jalan kh.sholeh iskadar yaitu sebanyak 523 dan di jalan pajajaran sebanyak 834. Total emisi kendaraan bermotor jalan kh.sholeh iskandar sebesar 31780 kg/jam sedangkan di jalan pajajaran sebesar 40908 kg/jam. Potensi serapan karbon sebesar 2317,03 kg, sedangkan di jalan pajajaran sebesar 7780,79 kg. Sisa emisi karbon dioksida di jalan kh.sholeh iskandar sebesar 29462,97 kg/jam serta  untuk kebutuhan pohon di jalan kh.sholeh iskandar sebanyak 6949 batang. Sisa emisi karbon dioksida di jalan pajajaran sebesar 33119.25 kg,jam  dan kebutuhan pohon di jalan pajajaran sebanyak 1348 batang.
KEANEKARAGAMAN JENIS PAKAN BADAK JAWA (Rhinoceros sondaicus) PADA HABITAT RUMPANG DI RESORT CITELANG TAMAN NASIONAL UJUNG KULON PANDEGLANG BANTEN Hidayat, Dani; Nitibaskara, Tb. Unu; Iskandar, Sofian
Jurnal Nusa Sylva Vol. 16 No. 2 (2016): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.773 KB) | DOI: 10.31938/jns.v16i2.175

Abstract

Badak Jawa merupakan satwa endemik jawa yang dilindungi dalam Red List Data Book IUCN tahun 2008 dengan kategori critically endangered atau satwa yang terancam punah. Badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I CITES sebagai satwa yang tidak boleh diperdagangkan karena jumlahnya yang sudah sedikit. Badak jawa saat ini terkonsentrasi di wilayah Semenanjung ujung kulon dengan luasan 38.543 ha, Banyak hal yang mengancam keberadaan badak jawa saat ini, salah satunya jenis tanaman invansif langkap (Arenga obsitufolia) yang telah merambah di habitat badak jawa salah satunya di resort citelang dan mempengaruhi ketersediaan pakan badak jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekeragaman jenis pakan Badak Jawa di area  rumpang. Metode penelitian ini adalah pengambilan data vegetasi secara purposive sampling dengan menggunakan metode garis berpetak pada habitat rumpang wilayah Resort Citelang dengan intensitas sampel 0,5% dari luasan seluruh rumpang yang terdapat di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tumbuhan pakan badak jawa yang didominasi oleh Tepus pada tingkat tumbuhan bawah dan Sulangkar di tingkat semai dan pancang, serta ditemukan tumbuhan invasif langkap pada setiap tingkat kecuali tingkat pohon.
PENGARUH LIMBAH CAIR TAMBANG BATUBARA TERHADAP KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI SUNGAI KARANG MUMUS Azwari, Fachruddin; Suprapto, D.
Jurnal Nusa Sylva Vol. 16 No. 1 (2016): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.532 KB) | DOI: 10.31938/jns.v16i1.180

Abstract

Limbah cair pertambangan batubara merupakan limbah yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, termasuk komunitas makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui perbedaan komunitas makrozoobentos di bagian perairan Sungai dan mengetahui pengaruh limbah cair kegiatan pertambangan batubara pada kualitas perairan Sungai. Metode penelitian adalah penelitian kuatitatif dimana komunitas makrozoobentos yang diukur berdasarkan pengambilan sampel di lokasi stasiun-stasiun yang telah ditetapkan dan uji laboratorium. Pengolahan data mengunakan indeks Indeks Keanekaragaman (H'),Indeks Keanekaragaman Shannon – Wiene dan Indeks Dominansi (C). Hasil penelitian menunjukan bahwa limbah cair yang dihasilkan berperan dalam menurunkan kualitas air Sungai, ditandai dengan Indeks Keanekaragaman (H') pada stasiun I rata-rata 1,65 ; stasiun II Indeks Keanekaragaman (H') rata-rata 0; stasiun III Indeks Keanekaragaman (IT) rata-rata 1,08 ; stasiun IV Indeks Keanekaragaman (H') rata-rata 1,6 dan berdasarkan Indeks Keanekaragaman Shannon - Wiener diperoleh informasi bahwa stasiun I dan stasiun IV termasuk kategori perairan tercemar ringan, stasiun III termasuk kategori perairan tercemar sedang, dan stasiun II termasuk kategori perairan tercemar berat, perubahan parameter fisik kimiawi perairan akan mempengaruhi nilai indeks keanekaragaman jenis makrozoobentos dan indeks dominansi. Jenis makrozoobentos,  nilai Indeks Dominansi (C) rata-rata pada stasiun II merupakan nilai yang tertinggi yang didapatkan (C = 0,89), karena perairan air sungai sudah mulai terkena limbah pertambangan batubara, dan menyebabkan organisme makrozoobentos yang tidak toleran dengan pencemaran akan berpindah atau mati, sedangkan yang toleran terhadap pencemaran akan bertahan hidup. Jenis yang bertahan adalah kelompok Oligochaeta jenis Lumbriculus sp.
SIMPANAN UNSUR HARA MAKRO (N, P, K, Ca dan Mg) PADA TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria (L.)) UMUR 5 TAHUN Heruwanto, Khalimi; Supriono, Bambang
Jurnal Nusa Sylva Vol. 16 No. 1 (2016): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.447 KB) | DOI: 10.31938/jns.v16i1.185

Abstract

Sengon (Paraserianthes falcataria) merupakan jenis tanaman yang dikembangkan sebagai tanaman hutan industri maupun hutan rakyat yang dimanfaatkan sebagai bahan baku kayu. Kandungan unsur hara yang terkandung dalam tegakan pohon sengon sangat penting untuk di ketahui.  Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah simpanan unsur hara makro  pada tanaman sengon  yang  berumur  5.  Metode penelitian dengan    mengukur  volume total batang  pohon, menghitung persediaan unsur hara sesuai formula yang ditetapkan, luas Bidang Dasar dan volume Batang Pohon. Hasil penelitian menunjukkan volume rata-rata pohon sengon di Desa Cidadap sebesar 412,48 m3/ha dan di Desa Pelabuhan Ratu sebesar 453,61 m3/ha. Kandungan hara makro yang tersimpan pada tegakan sengon adalah unsur kalsium (Ca) yaitu sebesar 0,28 %; kemudian Nitrogen (N) sebesar 0,23 %, Kalium (K) sebesar 0,19 %; Fosfor (P) sebesar 0,08 % dan Magnesium (Mg) yaitu sekitar 145,52 ppm. Simpanan rata-rata unsur hara makro (N, P, K, Ca dan Mg) tegakan Sengon di Desa Cidadap dari hasil penelitian adalah Kalsium (Ca) sebesar 380,22 kg/Ha ; Nitrogen (N) sebesar 311,22 kg/Ha; Kalium sebesar 264,97 Kg/Ha; Fosfat (P) sebesar 109,80 kg/Ha dan Magnesium sebesar 19,81 kg/Ha, sedangkan di Desa Pelabuhan Ratu adalah sebesar 418,14 kg/Ha Kalsium (Ca); 342,29 kg/Ha nitrogen (N); 291,40 kg/Ha Kalium (K); 120,75 kg/Ha Fosfor (P); dan  21,78 kg/Ha Magnesium (Mg).  Semakin besar volume tegakan Sengon, semakin besar pula simpanan unsur hara makro (N, P, K, Ca dan Mg).
DESAIN PENANGKARAN CENDRAWASIH KECIL (Paradisaea minor Shaw, 1809) Cita, Ken Dara
Jurnal Nusa Sylva Vol. 16 No. 2 (2016): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.826 KB) | DOI: 10.31938/jns.v16i2.176

Abstract

Populasi cendrawasih di alam menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Terancamnya populasi cendrawasih kecil di alam menyebabkan perlu adanya upaya konservasi ex-situ, agar populasi di alam tetap terjaga.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan desain penangkaran cendrawasih kecil serta menganalisis biaya ekonominya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2016. Berdasarkan hasil analisis ekonomi diperlukan biaya tetap atau modal untuk melakukan pembangunan penangkaran cendrawasih kecil sebesar Rp 132.400.000 dan biaya variabel dalam satu tahun Rp 48.180.000 untuk satu ekor cendrawasih kecil.
PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI WILAYAH TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Siahaya, Martha E.; Salampessy, Messalina L.; Febryano, Indra G.; Rositah, Erna; Silamon, Rato F.; Ichsan, Andi C.
Jurnal Nusa Sylva Vol. 16 No. 1 (2016): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.37 KB) | DOI: 10.31938/jns.v16i1.181

Abstract

Salah satu aspek penting dari pembangunan berkelanjutan adalah partisipasi masyarakat lokal yang mengikuti. Di daerah perkotaan, partisipasi seperti itu diperlukan dalam konservasi hutan mangrove untuk mendukung pengembangan daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya konservasi yang dilakukan hutan bakau oleh masyarakat lokal yang berada di daerah perkotaan. Metode yang digunakan adalah studi kasus, di mana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menerapkan  pengetahuan  ekologi traisional dan  mendirikan  institusi  sehingga  pelestarian  mangrove tetap  terjaga. Pemerintah kota dan perusahaan lokal juga memainkan peran dengan mendukung upaya-upaya dibuat oleh komunitas lokal

Page 4 of 13 | Total Record : 128