cover
Contact Name
Shylvia Windary
Contact Email
shylvia.windary@unpas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
transborders.journal@unpas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TRANSBORDERS: International Relations Journal
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 25987399     EISSN : 25989200     DOI : -
TransBORDERS: Internasional Relations Journal is a periodical international relations journal that is published twice a year (December and June). TransBORDERS: Internasional Relations Journal is managed and published by Laboratory of International Relations,Department, of International Relations Univesrsitas Pasundan Bandung. TransBORDERS: Internasional Relations Journal can be a reference and literature source for academician in International Relations area as it consists of articles and research reports on International Relations Issues. Articles and research reports are written by academicians, reserarchers, or students who are expert on its field like Security Studies, International Political Economy, International Regime, International Organization, Gender and International Relations, Diplomacy, Media and International Relations, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
The Implication of UNHCR in Addressing the Problem of Afghan Refugees Against Global Security Stability Syifa Kurnia; Rena Febriana
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 1 (2022): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to examine the implications of the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) in dealing with the problem of Afghan refugees scattered in various countries caused by the internal conflict between the Afghan government and the Taliban. The role of UNHCR under the 1951 Refugee Convention and the 1967 Protocol contains the objectives of protecting the rights of refugees throughout the world and providing various facilities both in the health sector and to regulate the placement of refugees in third countries. The international community is feeling the impact of the COVID-19 pandemic. In its implementation, the distribution of Afghan refugees to the destination countries often raises a new problem for the country concerned with security stability. There is a new problem that the Afghan government is also facing due to several countries being less willing to accept the large number of refugees arriving. In understanding the condition of the problem, a qualitative analysis approach is used by observing the strategies taken by UNHCR. This article finds that UNHCR, which acts as a facilitator, mediator, and initiator, has a significant role in preventing global threats due to the high flow of refugees. In this way, it can realize the rights of refugees and the international security stability to be achieved.
Bantuan Kemanusiaan UNICEF terhadap Anak-Anak terdampak Kelaparan dan Malnutrisi dalam Konflik Yaman Farhan Arda Nugraha; Deasy Silvya Sari; Kiagus Zaenal Mubarak
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 1 (2022): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Since 2014, the ongoing civil war in Yemen has resulted in a food crisis. About 20 million Yemenis are starving and 2 million of them are children. This article aims to lay out the situation of children's food security in Yemen and UNICEF's humanitarian assistance program in addressing the hunger and malnutrition experienced by Yemeni children due to the Yemen conflict. The concepts used to analyze are conflict, food security, and humanitarian assistance. The method used is qualitative with data collection techniques in the form of archival and document-based research and internet-based research. This article found that UNICEF has undertaken humanitarian assistance programs to address the hunger and malnutrition crisis caused by the civil war in Yemen. UNICEF works closely with local parties such as the Yemeni government and various international humanitarian organizations. UNICEF humanitarian assistance, includes: providing food supplies, medicines, vitamins and the construction of health centers. Keywords: Children; Conflict; Malnutrition; UNICEF; Yemen Abstrak Sejak 2014, konflik berkelanjutan berupa perang sipil yang berlangsung di Yaman telah mengakibatkan krisis pangan. Sekitar 20 juta penduduk Yaman mengalami kelaparan dan 2 juta di antaranya adalah anak-anak. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan situasi food security anak-anak di Yaman dan program bantuan kemanusiaan UNICEF dalam mengatasi kelaparan dan malnutrisi yang dialami oleh anak-anak Yaman akibat konflik Yaman. Konsep yang dipergunakan untuk menganalisis adalah konflik, food security, dan bantuan kemanusiaan. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa archival and document-based research dan internet-based research. Artikel ini menemukan bahwa UNICEF telah melakukan program bantuan kemanusian guna mengatasi krisis kelaparan dan malnutri yang diakibatkan oleh perang sipil di Yaman. UNICEF bekerja sama dengan pihak lokal seperti pemerintah Yaman dan berbagai organisasi kemanusiaan internasional. Bantuan kemanusiaan yang dilakukan UNICEF di antaranya: pemberian pasokan pangan, obat-obatan, vitamin dan pembangunan pusat kesehatan. Kata kunci: Anak-anak; Konflik; Malnutrisi; UNICEF; Yaman
Peran Greenpeace dalam Mengatasi Illegal Logging di Indonesia Rerung, Ovalda Mega
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 1 (2022): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v6i1.5461

Abstract

Abstrak Isu lingkungan akibat aktivitas illegal logging merupakan salah satu isu yang perlu untuk diatasi di sektor kehutanan Indonesia. Kondisi hutan Indonesia yang terus berkurang akibat illegal logging pun mendorong peningkatan partisipasi organisasi non pemerintah (NGO) seperti Greenpeace. Penelitian ini selanjutnya berupaya untuk mengidentifikasi peran Greenpeace dalam mengatasi permasalahan kerusakan hutan di Indonesia pada tahun 2013-2015. Untuk menganalisis topik penelitian, digunakan teori Organisasi Non Pemerintah, pendekatan Struktural Fungsional, dan Strategi NGO Lingkungan. Di samping itu, digunakan pula data sekunder yang bersumber dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Greenpeace berperan dalam mengendalikan isu kerusakan hutan di Indonesia melalui lima cara, yaitu pelaksanaan kampanye anti kerusakan hutan, menerapka, illegal logging, organisasi non pemerintah (NGO)n politik informasi, mengedukasi masyarakat umum, advokasi dengan pemerintah, dan kerja sama dengan NGO lingkungan lain.
Industri Perikanan Jepang Ditinjau dari Perspektif Tata Kelola Global Kintan Fitria Nur Andini; Andrea Khairina; Hilda Zahara Firdausi; Lucky Azhar Adikusuma
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 1 (2022): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Japan is one of the largest consumers of fishery products in the world. Fisheries play a significant role as a key regional economy, especially for coastal areas. In addition, Japan is also one of the largest exporting countries in the world. In meeting market needs and high consumption, a large supply of fish is needed. However, the methods used by the Japanese seem sadistic and inhumane. Dolphin and whale hunting is considered to be so intense in Japan that it produces a 'domino effect'. Where the hunters started their slaughter from the largest dolphin population to the smaller dolphin population. Japan's actions, which still carry out commercial whaling and dolphin hunting, have drawn criticism from anti-whaling countries. There are many regulations governing this phenomenon, the International Convention for the Regulation of Whaling (ICRW) is one of the regulations issued to reduce overexploitation of whale and small cetacean fishing. However, of the many regulations that exist, there is not a single regulation that is heeded by Japan. In full, this study uses a global governance approach as a reference in interpreting a phenomenon being discussed. So this approach was chosen as the focal point in examining the concept of the role of international political institutions and organizations. Where the apparatus and government have a role in hiding the phenomenon of illegal fishing, especially what happened in Taiji, Japan. Keywords: Illegal Fishing; Fishing Net; Fishing Industry; Climate Change; Environmental Indicators; Global Governance
Kesenjangan Gender Di Lingkungan Kerja Womenomics 2020-2023 dan Dampaknya Bagi Angka Kelahiran di Jepang Stephen Krismanto
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 7 No. 2 (2024): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v7i2.10272

Abstract

Penelitian berikut menunjukan bahwa Jepang masih memiliki kesenjangan Gender di lingkungan kerja meski telah menerapkan Womenomics dari 2012 sampai akhir jabatan Abe di tahun 2020. Penelitian menemukan bahwa Jepang tertinggal dalam penerapan Gender Equality yang tentunya akan berdampak pada angka kelahiran. Hal tersebut diakibatkan karena Gender Equality merupakan norma atau isu global yang menjadi ide yang diterima wanita di Jepang secara umum. Sehingga banyak wanita berusaha untuk mendapatkan pengakuan yang setara dengan pria di lingkungan kerja atau masyarakat. Namun hingga sekarang, Jepang masih memiliki kesenjangan gender, terutama di lingkungan kerja di mana wanita tidak memiliki kesempatan yang cukup memiliki jabatan permanen dan kecenderungan Womenomics menempatkan wanita sebagai pengganti tenaga kerja sementara daripada meningkatkan kesejahteraan mereka. Menggunakan konsep Gender Equality. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Womenomics berdampak cukup negatif bagi kesenjangan gender di lingkungan kerja dan bahkan menciptakan ketidakpuasan bagi wanita. Bentuk ketidakpuasan itu kemudian berimbas dengan banyaknya wanita yang memilih karir daripada menikah dan memiliki anak yang tentunya berdampak pada penurunan angka kelahiran kedepannya.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERMISO ESPECIAL DE PERMANENCIA DI KOLOMBIA TERHADAP MIGRASI PENGUNGSI MASA KEPEMIMPINAN IVAN DUQUE (2018-2022) Natasya
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 2 (2023): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v6i2.10297

Abstract

Mengunakan sekuritisasi theory, tulisan ini menjelaskan mengenai keefektifan implementasi kebijakan Permiso Especial De Permanencia (PEP) yang dilakukan Pemerintah Kolombia untuk menangani aktivitas migrasi pengungsi di masa kepemimpinan Ivan Duque (2018-2022). Keefektifan implementasi kebijakan Permiso Especial De Permanencia (PEP) ini menekan dampak ancaman keamanan nasional Kolombia. Ancaman keamanan nasional berupa overpopulation pengungsi Venezuela dan masalah sosial terhadap pengungsi Venezuela. Hasil dari tulisan ini, Hasil penelitian ini berupa implementasi Kebijakan Permiso Especial De Permanencia (PEP) menjadi strategi pemerintah Kolombia di masa kepemimpinan Ivan Duque (2018-2022) untuk menangani migrasi pengungsi Venezuela dan menekan masalah sosial yang dihadapi pengungsi Venezuela di Negara Kolombia.
PENINGKATAN KEAMANAN MARITIM MELALUI TEKNOLOGI DETEKSI DAN PENCEGAHAN KAPAL BERBAHAYA: PENINGKATAN KEAMANAN MARITIM MELALUI TEKNOLOGI DETEKSI DAN PENCEGAHAN KAPAL BERBAHAYA Damayanty Heppi, Hapsah
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 2 (2023): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v6i2.10352

Abstract

Peningkatan keamanan maritim merupakan tantangan yang terus berkembang di era modern ini. Teknologi deteksi dan pencegahan kapal berbahaya menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan keamanan maritim secara efektif. Tujuan artikel jurnal ini adalah untuk menyajikan penelitian dan kemajuan terkini di bidang ini. Dalam artikel ini akan menggambarkan beberapa teknologi terkini yang digunakan untuk mendeteksi dan mencegah kapal berbahaya. Membahas berbagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan maritim termasuk penggunaan sistem identifikasi otomatis (AIS) dan teknologi deteksi radar. Lebih lanjut, artikel ini membahas kesulitan yang dihadapi ketika mencoba menerapkan teknologi ini secara efisien. Beberapa tantangan yang dibahas termasuk biaya implementasi keterbatasan teknologi serta koordinasi antara berbagai lembaga dan negara dalam membangun sistem keamanan maritim yang terintegrasi. Melalui artikel ini, pembaca diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya teknologi deteksi dan pencegahan kapal berbahaya dalam meningkatkan keamanan maritim. Selain itu artikel ini juga dapat menjadi sumber referensi bagi peneliti praktisi dan pembuat kebijakan yang tertarik dalam bidang ini. Kata Kunci: Keamanan maritim deteksi kapal berbahaya pencegahan teknologi sistem identifikasi otomatis radar.
PERAN INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR MIGRATION (IOM) THAILAND DALAM MENANGANI KASUS TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI PERBATASAN THAILAND-MYANMAR TAHUN 2022 Indarto, Indarto
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 2 (2023): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v6i2.10356

Abstract

Abstract Using the theory of the role of international organizations, this research explains how the role of the International Organization for Migration (IOM) Thailand handles cases of Trafficking in Person (TIP) on the Thailand-Myanmar border in 2022. First, the role of the instrument, IOM Thailand helps the Thai government through the The Promise II program which helps Prospective migrant workers from Myanmar receive appropriate qualifications. Second, the role of the arena, IOM Thailand supports international forums discussing human trafficking crimes through the Bali Process forum, Coordinated Mekong Ministerial Initiative Against Trafficking (Commit Process). Third, the role of independent actors, IOM Thailand implements the 4P strategy to handle the crime of human trafficking. The results of this research show that IOM Thailand has fulfilled the criteria for its role as an international organization in handling human trafficking cases. Keywords: IOM Thailand; Trafficking in Persons (TIP); Thailand-Myanmar; The Promise II. Abstrak Menggunakan teori peran organisasi internasional, penelitian ini menjelaskan bagaimana peran International Organization for Migration (IOM) Thailand menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di perbatasan Thailand-Myanmar tahun 2022. Pertama, peran instrument, IOM Thailand membantu pemerintah Thailand melalui program The Promise II yang membantu para calon pekerja migran asal Myanmar mendapat kualifikasi layak . Kedua, peran arena, IOM Thailand mendukung forum internasional membahas kejahatan perdagangan manusia melalui forum Bali Procces, Coordinated Mekong Ministerial Initiative Againts Trafficking (Commit Process),. Ketiga, peran independent actor, IOM Thailand menerapkan strategi 4P menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang. Hasil penelitian ini menunjukkan IOM Thailand sudah memenuhi kriteria peran sebagai organisasi internasional dalam menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang. Kata Kunci: IOM Thailand; Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO); Thailand-Myanmar; The Promise II.
Hubungan Tiongkok dan ASEAN: Upaya Tiongkok menjadi Kekuatan Hegemon di Asia Tenggara Raihan Alfi; Fakhri Sabiq Muawal; Galih Arjuna Ismail
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 7 No. 1 (2023): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v7i1.10650

Abstract

China has turned into one of the most powerful countries in the world or "Great Powers" which has a vision to become a hegemonic country. Southeast Asia as China's backyard was the beginning of China's expansion to the world. China-ASEAN relations are very important because ASEAN is a strategic partner of China in trade cooperation. ASEAN can be a profitable companion for China in spreading its influence to the world. However, it is not that easy for ASEAN to support and assist China in achieving it. China spreads its influence through political, economic, socio-cultural and military aspects. In each of these aspects, China has a clear and measured strategy to implement it in order to achieve hegemony in Southeast Asia. The growth and rising of China into a great power is a testament to the massive effort made by China. This study analyzes the China-ASEAN relations in the efforts made by China with ASEAN. The author uses qualitative research methods with literature study to obtain various sources about China-ASEAN relations. It is undeniable that slowly China has become a new hegemon. This is evidenced by the massive influence of China in all aspects, especially the economy and military, which will slowly change the status quo in the international system.
The ROLE OF IMMIGRATION OFFICE CLASS II TPI LHOKSEUMAWE: DYNAMICS OF HANDLING ROHINGYA REFUGEES IN 2015-2022: PERAN KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI LHOKSEUMAWE : DINAMIKA PENANGANAN PENGUNGSI ROHINGYA TAHUN 2015-2022 Hidayatullah, Syarif; Novialdi, Risky
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 6 No. 2 (2023): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v6i2.10667

Abstract

Abstract This thesis will focus on the role of the Immigration Office Class II TPI Lhokseumawe and the dynamics that occur in the handling of Rohingya refugees stranded in Aceh province from 2015 to 2022. Aceh province is always visited by Rohingya refugees every year, the Immigration Office Class II TPI Lhokseumawe which has a scope of work in three city districts has repeatedly participated in handling Rohingya refugees. It should be noted that Indonesia is not a country that participated in ratifying the 1951 Convention related to international refugees, but nevertheless Indonesia showed its action in this case. The writing of this thesis uses descriptive qualitative research techniques. The information data in this thesis is sourced from secondary data library research and premier data interviews related workers. The use of inductive analysis techniques is done to find the suitability of facts with the theory used in writing this thesis. The conclusion in this thesis will explain the dynamics that occur in the handling of Rohingya refugees from 2015 to 2022 and the role of the Lhokseumawe Class II TPI Immigration Office in handling Rohingya refugees. Keywords: Rohingya, Role, Immigration, Aceh, Refugees, R2p, Dynamics. Abstrak Tulisan dari skripsi ini berfokus pada peran kantor Imigrasi kelas II TPI Lhokseumawe dan dinamika yang terjadi dalam penanganan pengungsi Rohingya yang terdampar di provinsi Aceh dengan rentang tahun 2015 hingga 2022. Provinsi Aceh setiap tahunya selalu didatangi pengungsi Rohingya, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe yang memiliki ruang lingkup kerja di tiga kabupaten kota telah berulang kali ikut terlibat dalam penanganan pengungsi Rohingya. Penulisan skripsi ini menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif. Data informasi pada skripsi ini bersumber dari data sekunder library research dan data premier wawancara pekerja terkait. Penggunaan teknik analisa induktif, dilakukan untuk menemukan kesesuaian fakta dengan teori yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan dinamika yang terjadi dalam penanganan pengungsi Rohingya tahun 2015 hingga 2022 dan peran dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe dalam penanganan pengungsi Rohingya. Kata-kata Kunci: Rohingya, Peran, Imigrasi, Aceh, Pengungsi, R2p, Dinamika.