cover
Contact Name
Shylvia Windary
Contact Email
shylvia.windary@unpas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
transborders.journal@unpas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TRANSBORDERS: International Relations Journal
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 25987399     EISSN : 25989200     DOI : -
TransBORDERS: Internasional Relations Journal is a periodical international relations journal that is published twice a year (December and June). TransBORDERS: Internasional Relations Journal is managed and published by Laboratory of International Relations,Department, of International Relations Univesrsitas Pasundan Bandung. TransBORDERS: Internasional Relations Journal can be a reference and literature source for academician in International Relations area as it consists of articles and research reports on International Relations Issues. Articles and research reports are written by academicians, reserarchers, or students who are expert on its field like Security Studies, International Political Economy, International Regime, International Organization, Gender and International Relations, Diplomacy, Media and International Relations, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
Peran World Health Organization (WHO) dalam Menangani Permasalahan Keamanan Kesehatan dan Kemanusiaan Di Sudan Selatan Tahun 2020-2022 Muhammad Fauzan, Nanda; Marsingga, Prilla; Teguh Santoso, Made Panji
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 1 (2024): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i1.12361

Abstract

Penelitian ini berfokus pada isu-isu kontemporer menggunakan konsep organisasi internasional yang mengkaji tentang peran WHO dalam menangani permasalahan keamanan kesehatan dan kemanusiaan yang muncul di Sudan Selatan tahun 2020-2022. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi literatur untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa WHO sebagai Institusi Internasional memimpin keterlibatan strategis sebagai Chair of the Health Development Partners Group yang bekerjasama dengan pemerintah untuk pengembangan Health Sector Strategic Plan sebagai panduan untuk menjalankan fungsi kesehatan masyarakat. Selain itu pelaporan keadaan darurat kesehatan juga penting untuk menjangkau masyarakat melalui pesan-pesan melalui saluran dan alat media untuk memberikan dukungan dalam komunikasi tentang darurat keamanan kesehatan dan kemanusiaan
Pengaruh Organisasi Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (BRICS) Dalam Kerja sama Ekonomi Global Muhammad Wilda Nurifqi; Flori Mardiani Lubis; Prilla Marsingga
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 1 (2024): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i1.12408

Abstract

Pada era globalisasi ekonomi, kelompok negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) telah muncul sebagai kekuatan ekonomi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh BRICS dalam kerja sama ekonomi global melalui analisis keterlibatannya terhadap perdagangan internasional, sistem keuangan internasional, dan dinamika kebijakan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis secara deskriptif pada data sekunder tentang perdagangan dan investasi dari periode waktu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BRICS memiliki dampak yang substansial dalam mengubah pola perdagangan internasional, dengan peningkatan signifikan dalam pangsa pasar global mereka. Dalam konteks kebijakan global, BRICS juga memainkan peran penting dalam reformasi lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Negara-negara anggota BRICS telah memperjuangkan representasi yang lebih adil dan pengaruh yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam lembaga-lembaga ini. Meskipun BRICS telah memberikan kontribusi positif dalam ekonomi global, tantangan dan ketidakpastian juga muncul, seperti perbedaan dalam kebijakan ekonomi dan geopolitik antara anggotanya. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau evolusi BRICS dan dampaknya terhadap dinamika ekonomi global, sehingga kebijakan yang tepat dapat dirumuskan untuk mengoptimalkan manfaat dan mengatasi potensi risiko yang mungkin timbul.
Diplomasi Budaya Multitrack: Peran Korean Cultural Center Indonesia Dalam Menyebarluaskan Budaya Korea di Indonesia Budiman, Nurazizah Lutfiah; Bahfiarti, Tuti; Indrayanti
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 1 (2024): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i1.19472

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis upaya diplomasi budaya Korea Selatan di Indonesia yang dilakukan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) melalui pendekatan multitrack diplomacy. Dalam konteks tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea, KCCI memainkan peran penting sebagai instrumen diplomasi budaya dengan memanfaatkan jalur pemerintah, non-pemerintah, dan media untuk menyebarkan budaya Korea secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan realisme, dengan mengandalkan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan partisipan aktif program KCCI, serta data sekunder berupa jurnal, artikel, dan publikasi dari KCCI. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diplomasi budaya yang dilakukan oleh KCCI melalui kolaborasi dengan lembaga pemerintah Korea, tokoh masyarakat, influencer, dan media sosial terbukti efektif dalam memperluas apresiasi masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea. Kegiatan budaya yang melibatkan kolaborasi lintas instansi dan tokoh masyarakat telah berhasil menjangkau generasi muda Indonesia dan memperkuat hubungan budaya kedua negara. Melalui penggunaan media sosial dan program online dan offline, KCCI telah mampu beradaptasi dengan tren budaya populer, seperti K-Pop dan drama Korea, yang semakin memperluas pengaruh budaya Korea di Indonesia. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya yang terstruktur dapat memperkuat soft power Korea Selatan di Indonesia dan meningkatkan pemahaman lintas budaya di kalangan masyarakat. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya keterbatasan dalam cakupan wilayah penelitian yang sebagian besar berpusat di Jakarta. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas cakupan geografis dan melakukan analisis longitudinal untuk memahami dampak jangka panjang dari diplomasi budaya ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi KCCI dan lembaga terkait lainnya dalam meningkatkan strategi diplomasi budaya yang efektif dan adaptif.
Peningkatan Kerjasama Militer Filipina Dengan AS Sebagai Tindakan Rasional Marcos Jr. Simanjuntak, Ebenezer Sondang
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 1 (2024): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i1.19608

Abstract

Abstract This research delves into the factors driving the renewed security collaboration, between the Philippines and the U.S in the Marcos Jr’ s era. The writer sheds light on aspects regarding what shapes the foreign and security strategies of the Philippines. The research uses qualitative method and rational actor model theory. Upon analyzing the data gathered it was found that Marcos Jr. has chosen to enhance collaboration with the U.S.as the advantageous option with few expenses except for potential short term tensions, with China. This choice seeks to enhance the Philippines’ standing in the area and enhance the country’s importance within the context dynamics. Marcos Jr.' approach is, in line with the benefits specifically related to security. Keywords: Philippines-US; enhance security relations; rational actor model Abstrak Penelitian ini menganalisis alasan menguatnya kembali kerjasama keamanan Filipina dan AS di era Marcos Jr. Penulis mengisi kesenjangan dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan luar negeri dan keamanan Filipina yang terus berubah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teori pilihan rasional. Hasilnya, setelah melakukan analisis rasional, Marcos Jr. memilih untuk meningkatkan kerjasama militer dengan AS sebagai opsi yang paling menguntungkan dan sangat minim cost, yaitu potensi peningkatan ketegangan jangka pendek dengan Cina. Opsi ini bertujuan memperkuat posisi Filipina di kawasan, dan meningkatkan nilai strategis negara dalam dinamika regional. Hal yang dilakukan Marcos Jr. sejalan dengan kepentingan nasional yaitu keamanan nasional. Kata kunci: Filipina-AS; model aktor rasional; peningkatan kerjasama keamanan
Peran United Nations High Commissioner For Refugees (UNHCR) Terhadap Pengungsi Afganistan di Indonesia Periode 2022 Kurnia Rahadi, Yosafat
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 1 (2024): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i1.20260

Abstract

Artikel ini menganalisis peran UNHCR sebagai organisasiinternasional yang pada dasarnya menerima mandate langsung dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalammenangani masalah dan memberikan bentuk perlindunganbagi pengungsi, khususnya pengungsi Afganistan yang adadi Indonesia pada periode 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Kerangka yang digunakan oleh peneliti adalah tingkat analisis yang digunakan oleh organisasi internasional UNHCR, teoriyang digunakan yaitu teori peran, konsep-konsep keamananmanusia, dan bermuara dari perspektif neoliberalisme. Dapat peneliti simpulkan bahwa organisasi internasionalUNHCR yang bertugas untuk memberikan perlindungan, dan menjalankan tugas dan perannya dalam memberikanperlindungan bagi pengungsi, khususnya pengungsiAfganistan yang ada di Indonesia, yang mana pada sektorperlindungan pengungsi, mereka mendapatkan akses dan fasilitas yang seharusnya mereka dapat, contohnya sektorlayanan sosial untuk pengungsi yang mengalami trauma dan kehilangan keluarga. Pengungsi dapat menyediakanprogram pencarian mata pencaharian dan ketahanan, yang dapat membantu pengungsi Afganistan yang ada di Indonesia untuk mendapatkan kebebasan.
The Role Of The United Nations High Commissioner For Refugees In Handling Refugees In Ethiopia 2020-2022: Peran United Nations High Commissioner For Refugees Dalam Menangani Pengungsi Di Ethiopia Tahun 2020-2022 Salsabila, Amanda
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 2 (2025): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i2.20833

Abstract

Abstract: This study aims to describe the role of the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) in managing refugees in Ethiopia from 2020 to 2022. The armed conflict between the Tigray People’s Liberation Front (TPLF) and the Ethiopian government on November 4, 2020, caused a large wave of refugees. UNHCR, as an international organization, played a key role in providing humanitarian aid and protection to the refugees. This research uses a descriptive study with a qualitative approach supported by the Theory of International Organization Roles. Data was collected through primary interviews and secondary sources such as documents, books, journals, and previous research. The findings reveal that UNHCR carried out three key roles as an international organization: 1) Instrumental Role: UNHCR supported Ethiopia’s national interests by providing shelter, food, healthcare, education, and WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) services. 2) Facilitative Role: UNHCR served as a platform, such as the Refugee Coordination Group (RCG), to discuss the Comprehensive Refugee Response Framework (CRRF) and support development programs. 3) Actor Role: UNHCR took responsibility for creating policies and ensuring protection for refugees and asylum seekers. It actively participated in programs for protection, community resilience, aid distribution, capacity building, and refugee solutions. Although UNHCR has provided significant aid and development plans, there is a need for more trained personnel, such as teachers and healthcare workers. Additionally, increased funding is required to improve infrastructure and expand partnerships. Keywords: International Organization, UNHCR, Refugees, Ethiopia, Humanitarian Aid
Strategi Diplomasi Pengetahuan German Academic Exhange Service (DAAD) Dalam Mendukung Kerjasama Internasional Bidang Pendidikan Tinggi di Indonesia Muhammad Faisal Aziz; Amalia, Rizki Septin
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 2 (2025): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i2.21910

Abstract

This article analyzes the strategies of the German Academic Exchange Service (DAAD) in supporting international collaboration in higher education, particularly in Indonesia. The issue examined is the role of DAAD as an instrument of public diplomacy and knowledge within the framework of German foreign policy. This research employs a qualitative descriptive method through a literature review of official DAAD sources and academic literature. The DAAD not only reinforces Germany's image as a knowledge-based nation but also builds strategic bilateral relationships through academic exchange programs. Thus, it can be concluded that the knowledge diplomacy carried out through the DAAD is an effective approach in expanding Germany's influence collaboratively on the global stage. Keywords: International Relations, DAAD, Soft Power, Knowledge Diplomacy
Pengaruh Ni Una Menos Sebagai Transnational Advocacy Networks dalam Legalisasi Aborsi di Argentina Amirullah, Iman; Kuswardini, Seftina; Hasymi, Aditya Maulana
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 2 (2025): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i2.22867

Abstract

Abortion has long been a controversial issue in Argentina. In the Criminal Law article 86 of 1921, the government only allows abortions to be performed in cases where the pregnancy is considered to endanger the life of the mother or when the pregnancy is a result of rape on a woman with mental disabilities. Restrictions on access to abortion result in high rates of unsafe and illegal abortions in Argentina, which increases the risk of maternal death and various other health and economic risks. The Ni Una Menos movement, which was born in 2015, became a turning point for the legalization of abortion in Argentina. Ni Una Menos successfully changed the orientation and tactics of the women's movement in Argentina, which previously focused on middle-class academia groups and political lobbying, into a movement of demonstrations and general strikes in the streets of Argentina. This movement went on to play a significant role in the enactment of rules regarding the legalization of abortion without conditions up to 14 weeks of pregnancy in 2020.
P Peran Paus Fransiskus Melalui Faith-Based Diplomacy Sebagai Upaya Pencapaian Perdamaian Dalam Konflik Suriah Karlinanti, Agustina Filadelfia
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 2 (2025): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i2.23369

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran penting Paus Fransiskus dalam mempromosikan perdamaian, khususnya terkait konflik di Suriah pada awal masa kepemimpinannya sebagai kepala Gereja Katolik dan pemimpin Negara Takhta Suci Vatikan. Sejak awal masa jabatannya, Paus Fransiskus secara aktif menciptakan dialog dan mediasi, mengutuk segala bentuk kekerasan, serta mendorong solusi damai melalui negosiasi. Dalam konteks konflik Suriah, ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghindari eskalasi kekerasan dan berfokus pada solusi kemanusiaan yang mengutamakan rekonsiliasi dan perlindungan warga sipil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, yang mengumpulkan data dari berbagai literatur terkait. Hasil penelitian memaparkan berbagai inisiatif Paus Fransiskus, seperti doa bersama, pernyataan publik, serta komunikasi diplomatik dengan pemimpin dunia, untuk menekankan pentingnya penghentian konflik bersenjata. Pengaruhnya tidak hanya bersifat keagamaan tetapi juga diplomatik, di mana Vatikan memainkan peran signifikan dalam percakapan politik internasional. Dengan komitmennya terhadap perdamaian, Paus Fransiskus menjadi figur sentral dalam menyuarakan solusi damai dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam konflik Suriah.
Analisis Faktor Penyebab Indonesia Menjadi Negara Mitra BRICS nurinaya; Suara, Syafira Maharani; Siswatiningrum, Etik
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 2 (2025): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i2.23689

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor pendorong Indonesia menjadi mitra BRICS dari perspektif Ekonomi Politik Internasional (EPI) dan kepentingan nasional. Dengan metode kualitatif eksplanatoris-analitis, penelitian ini menemukan bahwa keputusan Indonesia dipengaruhi oleh faktor ekonomi, geopolitik, dan diplomatik. Secara ekonomi, BRICS menawarkan diversifikasi mitra dagang, akses pendanaan alternatif melalui NDB, serta kerja sama infrastruktur dan teknologi. Secara politik, kemitraan ini memperkuat posisi Indonesia dalam tatanan global multipolar dan mengurangi ketergantungan pada Barat. Prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif juga mendukung hubungan dengan berbagai kekuatan ekonomi. Oleh karena itu, kemitraan dengan BRICS dianggap strategis untuk meningkatkan daya saing dan peran ekonomi Indonesia di dunia.