Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah"
:
10 Documents
clear
Dialog Antara Teks, Pengarang dan Pembaca (Kajian Terhadap Relevansi Hermeneutika Gadamer Dalam Studi Hukum Islam)
Said Subhan Posangi
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30603/ah.v4i2.2010
Pemikiran hermeneutika Gadamer memang dianggap sangat bernuansa filososfis sehingga sering dikatakan bahwa pemikiran hermeneutika Gadamer bukan saja merupakan suatu hermeneutik filosofis tetapi juga suatu filsafat hermeneutis. Dengan kata lain, bahwa pemikiran Gadamer bukan hanya memusatkan perhatiannya pada salah satu tugas filsafat saja, yaitu teori hermeneutik tetapi juga memandang semua tema yang ada dalam filsafat dari sudut pandang tertentu yakni sudut pandang hermenutik. Dalam diskursus keilmuan, pendekatan hermeneutika masih tergolong baru dan nampak yang menggunakannya. Hal ini bukan diakibatkan oleh karena belum mengenalnya, akan tetapi sebagian golongan memang dengan sengaja menghindari penggunaannya. Alasan mendasar atas penolakan ini, karena adanya anggapan bahwa penggunaan pendekatan hermeneutika dalam kajian kritis keagamaan akan mendatangkan kesulitan. Sebut saja yang paling mudah adalah predikat relativisme atau dapat menyebabkan ”pendangkalan aqidah”.
Komunikasi Efektif Sebagai Key Word Terwujudnya Poligami Harmonis di Kabupaten Bone Bolango
Dikson T. Yasin
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Poligami memang menjadi hal yang ditakuti, meskipun sudah diberikan penjelasan mengapa agama islam memperbolehkan poligami karena. Karena perkawinan poligami tidak hanya menimbulkan rasa kekecewaan terhadap istri, tetapi juga menimbulkan rasa ketidakadilan terhadap kaum perempuan pada umumnya. Istri yang dipoligami selalu merasa tersisihkan karena suami cenderung lebih memperhatikan istri yang baru (isteri mudanya) ketimbang istri pertama. Agaknya keharusan berlaku adil kepada kedua istrinya sulit diwujudkan sehingga bukanlah surga yang diperoleh tetapi akan menambah dosa disebabkan berkembangnya rasa saling curiga antara isteri pertama dengan isteri. Berbeda dengan keluarga poligami ditiga kecamatan pada Kab. Bone Bolango, pasangan keluarga poligami ditiga kecamatan ini, kehidupan keluargannya hingga saat ini tetap rukun dan tidak terjadi perselisihan baik diantara istri-istrinya dan anak-anaknya. Jika ada permasalah selalu diselesaikan dengan komunikasi, seperti selalu memberi pesan, sehingga pesan tersebut dimaknai oleh para istri, sebagai komunikasi efektif dalam menjalin hubungan yang hangat dan menyenangkan dalam keluarga. Penelitian ini bersifat lapangan (field reseach) sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengambarkan objek penelitian berdasarkan fakta sebagaimana adanya. Dengan menggunakan pendekatan Psikologi Behaviorisme merupakan bidang ilmu didalam psikologi keluarga didalamnya mempelajari tentang perilaku seseorang, berupaya untuk mengidentifikasi kualitas yang essensial dari pasangan keluarga poligami. Adapun temuan penelitian sebagai berikut: (1) Keberadaan pasangan poligami harmonis pada masyarakat Bonebolango tumbuh dengan rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam, sehingga bersedia hidup berpoligami dengan cara sirri atau tidak tercatat di KUA setempat. (2) Pesan moral poligami yang dipraktekan masyarakat Bonebolango yang berhasil peneliti wawancarai yakni setiap pasangan poligami mampu membina rasa cinta dan kasih sayang antara pasangan suami istri dengan cara saling memahami masing-masing pasangan dan menjaga tidak ada komunikasi yang terputus sehingga terwujud ketentraman dalam keluarga, sebagaimana al-Qur’an menyebutnya dengan konsep sakinah, mawadah, wa rahma
Problematika Pelayanan Bantuan Hukum IAIN Sultan Amai Gorontalo di Pengadilan Agama Kota Gorontalo
Sri Endang Tahir;
Umar Jaya M;
Abdur Rahman Adi Saputera
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Pelayanan Bantuan Hukum IAIN Sultan Amai di Pengadilan Agama Kota Gorontalo dan untuk mengetahui Problematika Pelayanan Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan hukum di lingkungan Pengadilan Agama Gorontalo sangat membantu para pencari keadilan yang tidak mampu secara ekonomi dalam proses hukum di Pengadilan, adapun Problematika Pelayanan Bantuan Hukum dalam aturan sebenarnya sebelum datang ke Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Gorontalo ini harus melalui Meja 1, tetapi kebanyakan dari para pihak langsung ke Pos Bantuan Hukum. Kendala yang lainnya itu dari para pihak sendiri. Sebab mereka sulit mengungkapkan apa maksudnya, para pihak hanya menceritakan inti dari masalahnya saja, sedangkan para petugas Pos Bantuan Hukum ingin mengetahui keseluruhan kronologi masalahnya, supaya mempermudah para petugas untuk membuat surat gugatan
Penguatan Keluarga Menghadapi Kekerasan Terhadap Anak di Era Digital
Desi Asmaret
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fenomena kasus kekerasan terhadap anak di era digital, menjadi masalah pokok yang harus dicarikan solusinya, diawali dari penyebab dan alasan mengapa korban enggan melaporkan, serta bagaimana penguatan keluarga menghadapinya. Metode penelitian ini menggunakan metode pustaka (library research) bersifat kualitatift. Data-data diperoleh dari sumber skunder dan primer yang diolah secara analistik deskriptik. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penyebab utama kekerasan terhadap anak di era digital adalah lemahnya perlindungan yang diberi-kan oleh keluarga terhadap anak. Pada umumnya korban kekerasan anak takut melapor karena malu atau takut disudutkan sehingga mengalami kekerasan selanjutnya, justeru itu penguatan keluarga dalam bentuk perlindungan terhadap anak dimulai dari pemahaman orang tua terhadap posisi anak dalam keluarga dan kesiapan memberikan keteladanan sejak dini
Aurat Dan Busana; Analisis Sosiologi Hukum Islam
Muhammad Gazali Rahman
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menutup aurat pada hakekatnya adalah mengangkat martabat perempuan secara umum. Fenomena buka-bukaan adalah termasuk trend zaman sekarang. Fenomena tersebut cepat atau lambat akan masuk ke daftar berbagai macam penyakit yang merambah pada diri manusia. Bangsa Barat yang merupakan pelopornya juga menjelekkan hakekat dari fenomena penyakit ini. Inilah mengapa sampai sekarang pembahasan aurat masih sangat dominan, terutama di kalangan seniman, artis dan orang berusaha memamerkan keindahan tubuhnya. Deskripsi terhadap realitas yang “timpang” itu tentu tidak dapat dibebankan sepenuhnya terhadap perempuan sebagai objek yang “salah”. Sebab, relasi laki-laki dan perempuan adalah ibarat dua sisi mata uang yang saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu maka Alquran diturunkan sebagai “furqan” yang secara tega membedakan dimensi-dimensi kehidupan yang haq dan yang batil. kedudukan Alquran sebagai respon sosial yang mengkompromikan antara potensi yang merusak kemanusiaan dan potensi yang lebih memanusiakan manusia.
Actuating Pendidikan Dalam Pandangan Al-Qur’an Dan Hadits
Qomaria Abusama;
Siti Asiah;
Zohra Yasin
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep actuating dalam pandangan Al-Qur’an dan Hadits. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan menggunakan metode kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits. Hasil penelitian menemukan bahwa term actuating pendidikan dalam Al-Qur’an dan Hadits banyak ditunjukkan dengan kata fa’ala yaf’alu yang menunjukkan kata mengerjakan atau melaksanakan. Dalam Islam, pelaksanaan (actuating) pendidikan bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan perkembangan dari total kepribadian seorang insan manusia melalui pendidikan spiritual, intelektual, jasmani dan rohani manusia sehingga mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Actuating pendidikan dalam Al-Qur’an dan hadits terdiri dari prinsip-prinsip, strategi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungannya. Kepemimpinan, motivasi kerja, komunikasi, musyawarah, kerja sama hingga tanggung jawab didalam menanamkan nilai-nilai pendidikan secara hakiki merupakan komponen dalam pelaksanaan (actuating) pendidikan dalam AL-Qur’an dan Hadits.
Pengendalian Pendidikan dalam Konteks Al-Quran & Hadist
Riny Kusuma Dewi;
Kasim Yahiji;
Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode dokumentasi. Untuk sumber data penulis peroleh dari kepustakaan dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik finding. Adapun model analisis data yang dilakukan penulis adalah bersifat deduktif dan induktif. Tujuan diadakannya penelitian adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kepala sekolah selaku pimpinan dalam melakukan controlling atau pengendalian pendidikan, sehingga proses kegiatan dalam manajemen sekolah tetap terus berjalan secara optimal. Fungsi dan tujuan dari pengendalian pendidikan adalah sebagai usaha pemeriksaan atas jalannya planning dalam sebuah lembaga pendidikan untuk menyingkirkan hasil yang lebih buruk. Dalam hal ini, Al-Quran memberikan peringatan keras agar hal yang dapat merugikan lembaga ataupun stakeholder tidak terjadi. Tuntutan Al-Quran lebih dahulu pada intropeksi, evaluasi diri pribadi sebagai seorang pemimpin apakah sudah sejalan dengan pola dan tingkah berdasarkan perencanaan dan program yang telah dirumuskan semula. Seyogyanya menunjukkan sikap yang bersahabat dalam menjalankan tugas, selanjutnya mengadakan pengecekan atau memeriksa kerja anggotanya.
Pengorganisasian Pendidikan Dalam Perspektif Al Quran Dan Hadits
Lutvia S. Siden;
Lukman Arsyad;
Arten Mobonggi
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ruang lingkup dari manajemen pendidikan meliputi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, pengawasan atau evaluasi. Melihat pentingnya sebuah studi manajemen pendidikan itu maka di klasifikasikanlah ruang lingkup managemen pendidikan. Pengkoordinasian merupakan langkah kedua setelah perencanaan. Organisasi sendiri merupakan kumpulan individu dengan sistem kerja sama untuk tercapainya tujuan. Dalam al-Qur’an terdapat kata bantu untuk memaknai pengorganisasian ini. Kata tersebut yaitu shaff dan ummat. Terdapat juga di beberapa ayat di dalam al-Qur’an. Pengorganisasian lebih ditekankan pada pengaturan atau mekanisme kerja. Ha yang harus disadari bahwa dalam sebuah organisasi yang baik harus disertai juga dengan nilai-nilai islami seperti keihklasan, kebersamaan dan pengorbanan.
Perencanaan Pendidikan Dalam Studi Alquran Dan Hadits
Main Ngadi;
Said Subhan Posangi;
Herson Anwar
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas mengenai perencanaan pendidikan dalam alquran dan hadis penelitian ini menggunakan metode content analysis. Analisis isi adalah sebuah metode penelitian yang tidak menggunakan manusia sebagai objek penelitian. Metode ini menggunakan simbol atau teks yang ada dalam media tertentu untuk diolah dan dianalisis. Analisis teks dalam pesan teks didasarkan pada indera manusia baik itu didengar, dilihat, dan dirasakan maksud teks. Yang memiliki tujuanu ntuk menganalisis tujuan perencanaan pendidikan menurut alquran dan hadis, prinsip perencanaan pendidikan alquran dan hadis dan fungsi perencanaan pendidikan menurut alquran dan hadis serta bagaimana pengaplikasian didunia pendidikan. Sehingga proses kegiatan perencanaan tetap tersu berjalan secara optimal. tujuan perencanaan pendidikan adalah sebagai alat ukur atau penentu sasaran atau tujuan yang akan dicapai. Perencanaan pendidikan yang dicontohkan oleh nabi muhammad merupakan perencanaan flexibel. fungsi perencanaan
Pengorganisasian Pendidikaan Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis
Arianti Arianti Palima;
Herson Anwar;
Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas tentang perspektif al-Qur’an dan Hadis tentang pengorganisasian. Sebagai bagian dari manajemen, pengorganisasian merupakan rangkaian proses yang dinamis dan kontekstual serta komponen utama dari manajemen dengan tujuan untuk menata seluruh sumber daya yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga sebuah pekerjaan dapat berlangsung secara sistimatis, terukur dan mencapai target. Dalam pengorganisasian, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan berbagai potesi dalam organisasi agar berfungsi efektif. Dalam implementasinya, pihak-pihak dalam organisasi harus membangun hubungan yang terpola dan terkendali, serta perlu adanya penegasan atau penetapan kewenangan masing-masing pihak dalam organisasi. Perspektif pengroganisasian dalam al-Qur’an dapat dijumpai pada beberapa ayat, diantaranya Qur’an Surat as-Sajadah ayat 4-5. Dalam ayat ini terdapat penegasan tentang ”pengaturan” (yudabbiru) Allah atas segala urusan di Langit maupun di Bumi. Pada ayat lain, sebagaimana terdapat pada Qur’an Surat as-Shaf ayat 4 terdapat kata shaff yang diterjemahkan dengan barisan yang teratur dan kata ”bunyanun marshushun” (banguna yang tersusun kokoh). Pentingnya keteraturan juga ditegaskan dalam Qur’an Surat al-Anfal Ayat 46 dimana Allah menegaskan pentingnya ketaatan kepada kepada-Nya dan rasul-Nya menjadi syarat tumbuhnya kekuatan umat. Dalam perspektif Hadis Nabi Muhammad saw, ditemukan beberapa penegasan yang menunjukkan pada pentingnya pembagian kerja kepada bawahan yang berkompeten agar tujuan dapat dicapai, serta anjuran untuk mengerjakan sesuatu secara baik dan benar agar hasilnya maksimal.