cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
ANALISIS DAMPAK PENGGANDA SEKTOR PERIKANAN DENGAN SEKTOR YANG LAIN PADA PEREKONOMIAN JAWA TENGAH Adhyaksa Dault; Abdul Khohar; Agus Suherman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.488 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.4.2.62-68

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengganda (multiplier effect) sektor perikanan terhadap perekonomian Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Data yang dianalisis adalah Tabel Input Output Transaksi Domestik atas Dasar Harga Produsen Klasifikasi 19 Sektor Propinsi Jawa Tengah Tahun 2007. Analisis data dilakukan dengan menggunakan matematika ekonomi dan model input output yang dibantu dengan menggunakan program Excel dan GRIMP 7.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pengganda tipe I maupun tipe II sektor perikanan masih kecil, sehingga belum dapat diandalkan untuk meningkatkan pertumbuhan output, pendapatan, dan penciptaan lapangan kerja.Kata Kunci :Dampak Pengganda, Perekonomian, Jawa TengahABSTRACTThe research objective was to find out multiplier effects of the fishery sector on the Central Java monetary. A case study method was applied followed by descriptive analyses. The data of Domestic Transaction Input Output Table based on Classification 19 Producers’ Price Sector of Central Java Province Year 2007 was used. The data were analyzed using economic mathematics and input output modeling which were supported by using Excel Program and GRIMP 7.1. The results showed that type I and type II multiplier effects of fishery sector multiplier effects were still small, therefore, could not be used for increasing the output growth, income, and job opportunities.Key words: Multiplier effects, monetary, Central Java
Electrofishing AMAN DAN SELEKTIF UNTUK PENANGKAPAN LELE (Study of Human Safe Electrofishing Which Selective to Catch Catfish) Gondo Puspito; Rolando Akbar Wenang; Faik Kurohman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.191 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.2.86-93

Abstract

Metode penangkapan ikan dengan penyetruman telah dilarang oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2004, meskipun masyarakat masih melakukannya secara diam-diam.. Penyebabnya adalah penyetruman dianggap membahayakan keselamatan manusia dan merusak ekosistem perairan. Penelitian mencoba mendapatkan arus listrik yang aman dan efektif untuk menangkap lele (Clarias sp.) layak tangkap tanpa merusak lingkungan perairan. Arus listrik yang diinginkan dapat memingsankan lele layak tangkap dengan cepat, tetapi waktu siumannya lambat, sehingga memberi waktu yang cukup lama untuk penangkapannya.  Jumlah lele yang diuji sebanyak 90 ekor yang dibagi atas 3 kelompok dengan panjang total tubuh antara 18,5-32,5 cm. Masing-masing terdiri atas 30 lele yang disetrum dengan arus listrik 1 mA, 2 mA, dan 3 mA.  Ketiga besaran arus listrik masih dianggap aman karena belum memberikan efek negatif bagi tubuh manusia (Ouazani et al., 2012). Hasilnya adalah penyetruman lele sebaiknya menggunakan arus listrik 2 mA, karena aman bagi manusia dan efektif untuk menyetrum lele. Waktu pingsan lele berukuran layak tangkap yang memiliki panjang tubuh ≥ 24,5 cm antara 83 – 140 detik, atau lebih cepat dibandingkan dengan 1 mA (120-309 detik), sedangkan waktu siumannya  117-225 detik atau lebih lama dari 3 mA (79-125 detik). Electrofishing currently has been banned by Indonesian Government since 2004, regardless, some of the people still do that secretly. The banning caused by the thought that electrofishing indeed harmful to human safety and aquatic ecosystem. This research aimed to obtain the electricity current that safe and effective to catch  the proper size of catfish (Clarias sp.) without harming the aquatic ecosystem. Desired electricity current strength is the one that able to temporarily immobilised catfish quickly with long time to be conscious so gives longer time in harvesting activity. The amount catfish used in the experiment was 90 fishes with average body length 18.5-32.5 cm, divided in to 3 groups. Each group consists of 30 catfishes which shocked by current strength of 1 mA, 2 mA, and 3 mA. Each of the current strength still regarded as save as it has not given negative effect to human body (Ouazani et al. 2012). Result showed that the most recommended electric current is 2 mA as it is safe for human body and able to shock the catfishes effectively. Unconscious time of catfish with body length of ≥ 24.5 cm were between 83 – 140 seconds, which faster compared to 1 mA (120-309 seconds), with conscious time of 117-225 seconds which took longer than 3 mA (79-125 seconds).
Analyzes of Fishery Sector Contribution on the Central Java Economic Structure Adhyaksa Dault; Abdul Kohar; Agus Suherman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.527 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.5.1.15-24

Abstract

The research objective was to analyze the fishery sector contribution on the Central Java economic structure, establishment of input and output, intermediate demand dand final demand. The method used was input output analyses using Input Output Table based on the producer price of Central Java Year 2007 which was an updating data with production sector of 19 sectors. The use of Input Output Table was to find out the contribution of fishery sector on the Central java monetary through the establishment of Input and Output. The input establishment consisted of number of intermediate input and gross domestic product, while output establishment consisted of total intermediate output and total consumption. The analyses results showed that fishery sector has a small contribution on the Central Java monetary with total input Rp 9,756.09 million or 0.07%of the total input Rp 13,443,794.31 million, whereas for total output was Rp 15,287,649.78 million. Therefore, the output establishment from the fishery sector which was used as an input for other sector was still low and will influence the small contribution of the fishery sector on the establishment of gross domestic product of Central Java  Key words: Fishery sector, role, input output, Economic
PERBANDINGAN KUALITAS LEM BERBAHAN BAKU TULANG IKAN DARI TIGA JENIS IKAN LAUT YANG BERBEDA The Comparison of the Quality of Glue Which is Made by Fish Bones from Three Different Species of Marine Fish Indratno Tri Nugroho; Yudhomenggolo Sastro Darmanto; Ulfah Amalia
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.243 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.11.1.72-77

Abstract

ABSTRAK   Lem ikan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan limbah tulang ikan yang dipengaruhi oleh kandungan kolagen dari tiap jenis tulang ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas lem dari jenis tulang ikan laut yang berbeda. Metode yang dilakukan adalah ekstraksi tulang menggunakan asam asetat 5 % pada suhu 65-70 °C selama 4 jam, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator vacuum pada suhu 65 °C selama 35 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lem berbahan baku tulang ikan Swangi (Priacanthus macranthus) memiliki nilai keteguhan rekat yang tertinggi sebesar 43,50 kg/cm2 dibandingkan dengan lem berbahan baku tulang ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) sebesar 17,46 kg/cm2 dan ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus) sebesar 35,28 kg/cm2. Nilai rata-rata keteguhan rekat lem ikan hasil penelitian ini sebesar 25 kg/cm2, yang artinya memenuhi persyaratan daya rekat yang ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia sebesar 10 kg/cm2.   Kata kunci : lem ikan, tulang ikan, keteguhan rekat   ABSTRACT Fish glue is one of bone fish waste utilities which influenced by collagen component from each species of fish bone. The aim of this study was to determine the quality of glue which is made from different species of marine fish bone. The methods was done by the extraction of bone using 5 % acetic acid at temperature 65-70 0C for 4 hours. Then, it was condensed by using rotary evaporator vacuum at temperature 65 0C for 35 minutes. The results showed that the glue made from bone of Purple-spotted big eye fish (Priacanthus macranthus) had the highest bonding strenght values about 43,50 kg/cm2 compared with glue made from Sulphur goatfish (Upeneus sulphureus) about 17,46 kg/cm2 and Threadfin bread (Nemipterus nematophorus) about 35,28 kg/cm2. The average of  bonding strenght of fish glue resulted from this study was about 25 kg/cm2, which means fulfill the bonding strenght requirements determined by Indonesian National Standard of 10 kg/cm2.  Keywords : fish glue, fish bone,species, bonding strenght 
Viability of Nilem’s Eggs Delayed in Oviposition after The Sign of Spawning Soeminto Soeminto; Priyo Susatyo; Yulia Sistina
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.321 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.2.1.1-7

Abstract

This study reports eggs viability from nilem (Osthehilus hasselti CV) parental which their oviposition has been delayed up to 3 – 24 hours from first actual oviposition time. By 3 hours interval, the experimental has been set as completely randomized design with 9 treatments as delay time, i.e. 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 or 24 hours delayed oviposition time, each from three different fish as eggs sources. Results showed that eggs viability were observed  from eggs up to 6 hours delayed oviposition  treatments from data of fertilization rate of the egg and their larvaes up to 10 days old post hatching. Results from treatment more than 6 hours delayed oviposition showed eggs cleavage, however they never developed further to larvae nor hatching. The 18 hours delayed  oviposition  eggs groups developed  up to first cleavage. Treatment more than 21hours delayed did not showed any cleavage, but cytoplasmic changes were detected. It can be concluded that delayed ovipositions of nilem eggs up to 6 hours delayed did not affected their viability, they  developed  and hatched as controls one as well as the larvae survive up to 10 days  examination. Delayed up to 18 hours incubation although showed some activity, but they  were  all never developed further than cleavage stage.   Key words: Osteochilus hasselti CV, oviposition , eggs and spermatozoon viability
KELAYAKAN FINANSIAL UNIT USAHA PENANGKAPAN MULTIGEAR (JARING RAMPUS DAN JARING UDANG) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL (Financial Analysis of Multigear Fishing Bussiness In Tawang Fishing Port, Kendal Regency) Nova Puspita Rini; Trisnani Dwi Hapsari; Sardiyatmo Sardiyatmo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.319 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.12.2.124-133

Abstract

 Peningkatan jumlah alat tangkap multigear (jaring rampus dan jaring udang) berbanding terbalik dengan  penurunan jumlah produksi hasil tangkapan utamanya yaitu, ikan  Kembung dan Udang Putih sejak tahun 2014 hingga tahun 2015. Sulitnya pembiayaan investasi dan pengembangan usaha penangkapan multigear di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang membuat sebagian besar Nelayan terikat pada sistem ijon (Patron-Klien), sehingga menyebabkan penerimaan Nelayan tidak maksimal karena harga jual yang ditetapkan rendah dari pihak Bakul (Patron) selaku pemberi pinjaman modal. Untuk itu, perlu adanya analisis finansial apabila Nelayan tidak terikat sistem ijon.Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah, menganalisis kelayakan finansial untuk mengatahui apakah hingga saat ini usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon masih layak untuk dilanjutkan, serta menganalisis bagaimana kelayakan finansial usaha apabila Nelayan tidak terikat sistem ijon.Hasil perhitungan analisis finansial usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon discount rate 5%  ialah, R/C ratio 1,79, PP 3,112, NPV Rp. 340.654.823,79., Net Net B/C ratio 1,41 dan IRR 13,26%. Sedangkan, hasil  analisis finansial usaha penangkapan multigear memanfaatkan lembaga keuangan  discount rate  9% ialah, R/C ratio 1,99, PP2,388, , NPVRp. 384.956.100,17., Net Net B/C ratio3,50 dan  IRR 50,10% Berdasarkan nilai-nilai tersebut usaha penangkapan multigear terikat sistem ijon masih layak untuk dilanjutkan, namun usaha ini akan lebih layak untuk dijalankan apabila memanfaatkan lembaga keuangan.  The increasing number of using multi-fishing gear (rampus net and trammel net) was inversely with the amount of decreasing production of each target catch, these were long jowed mackerel (restrelliger sp.) and white shrimp (paneaus sp.), since 2014 till 2015.  The difficulty of financial and development business investment arrest multi-fishing gear makes most of the fishermen attached to small seller ( patron-client system).  This condition makes fisherman couldn’t get maximum revenue cause of the selling low price from small seller as the Lender of Capital. Based on these problems, the aims of it research are,  analysis the feasibility financial to find out weather till today its business still feasible to continue, and how is the analysis business feasibility if the fishermen not bound  to ijon system (patron-client).The calculation result of financial analysis multi-fishing gear business bound to ijon system by discount rate 5% are, R/C ratio 1,79, PP 3,112, NPV Rp. 340.654.823,79.,, Net Net B/C ratio 1,41, and  IRR 13,26%. Whereas, the result of financial analysis multi-fishing gear business use financial institution discount rate 9% are, R/C ratio 1,99, PP2,388, , NPVRp.384.956.100,17.,  Net Net B/C ratio3,50 and  IRR 50,10%. According to those values multi-fishing gear business that bound to ijon sytem is still feasible to continue, But this business will be recognised to run better when use financial institutions.  
Construction of Jodang Trap Wall Gondo Puspito
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.74 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.5.2.71-79

Abstract

Fifty four jodang traps were operated in Palabuhanratu bay waters from November to December 2009. The objective was to get construction of jodang trap wall that productive and selective to catch mature babylon snails with shell length of p ≥ 4.27 cm. Slopes of trap wall were 30o, 40o and 50o. While, their meshes were 1.2 mm; 5.4 mm and 7.0 mm. Fishing operations were done 12 times with 3 hours soaking time for each fishing operation. Result showed that slopes of 30o and 40o with all meshes did not give significant change in number of mature snail catch. Construction of trap wall with slope of 50o and mesh of 5.4 mm was more productive and selective than those other contructions.   Key Word : Wall Construction, Jodang Trap, Slope, Mesh and Babylon Snail.
STUDI KASUS PENANGKAPAN IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) CELONG, KABUPATEN BATANG (Case Study of Eco-Friendly Fishing Gears at Celong Fishing Port, Batang Regency) Faik Kurohman; Shasa Chairunnisa; Azis Nur Bambang
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.437 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.1.63-69

Abstract

Peristiwa overfishing semakin marak terjadi di beberapa wilayah perikanan Indonesia akibat penggunaan alat tangkap yang merusak (destruktif). Jika hal ini terus dilakukan, maka kelestarian sumberdaya dikhawatirkan akan semakin menurun. Maka dari itu dibutuhkan strategi agar usaha perikanan tangkap ramah lingkungan secara ekologi dengan cara mengidentifikasi alat tangkap berdasarkan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis alat tangkap ramah lingkungan di PPI Celong berdasarkan Sembilan kriteria CCRF. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif mengenai alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Celong pada bulan Desember 2017 dengan wawancara dan observasi lapangan. Responden diambil secara sensus sebanyak 121 orang. Hasil analisis ramah lingkungan menghasilkan skor 17,87 pada arad, 27,44 pada trammel net, dan 28,40 pada gill net. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah status alat tangkap arad tidak ramah lingkungan, trammel net ramah lingkungan, dan gill netsangat ramah lingkungan. Arad termasuk dalam kategori tidak ramah lingkungan karena cara pengoperasiannya yang tidak selektif dan merusak dasar perairan. Overfishing are increasingly prevalent in some Indonesian fishery areas due to the use of destructive fishing gear. If it continues, then the sustainability of resources feared will decrease further. Therefore a strategy is needed for eco-friendly fishery business by identifying fishing gear based on the criteria of Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). The purpose of this research is to analyze the eco-friendly fishing gear at Celong Fishing gear based on Nine criteria of CCRF. The research method used is descriptive of eco-friendly fishing gear at Celong Fishing Port in December 2017 with interviews and observations. Respondents who were taken by census was 121 respondents. The results of eco-friendly analysis resulted in a score 17.87 for  arad, 27.44 for trammel net, and 28.40 for gill net. The conclusions obtained from this research are arad status is not eco-friendly, trammel net is eco-friendly, and gill net is very eco-friendly. Arad is categorized as eco-unfriendly due to its non-selective way of operating and damaging the sea base.
PERANAN SEKTOR PERIKANAN PADA PEREKONOMIAN JAWA TENGAH : PENDEKATAN MODEL INPUT OUTPUT Kohar M, Abdul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.696 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.4.1.28-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan sektor perikanan terhadap: (1) struktur perekonomian Jawa Tengah, (2) keterkaitan dengan sektor lainnya, dan (3) dampak pengganda output, pendapatan, dan tenaga kerja pada perekonomian Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Data yang dianalisis adalah Tabel Input Output Transaksi Domestik atas Dasar Harga Produsen Klasifikasi 19 Sektor Propinsi Jawa Tengah Tahun 2004. Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan matematika ekonomi dan model input output yang dibantu dengan menggunakan program GRIMP 7.1. Hasil analisis menunjukkan : (1) masih rendahnya kontribusi sektor perikanan terhadap struktur perekonomian Jawa Tengah, yaitu pada distribusi input, output, nilai tambah bruto dan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), (2) berdasarkan nilai keterkaitan sektor perikanan, keterkaitan ke belakang lebih besar dari pada ke depan, dengan demikian sektor perikanan lebih cenderung menyediakan input untuk sektor yang lain, dan (3) dari nilai pengganda output pendapatan, dan tenaga kerja sektor perikanan dibandingkan dengan 19 sektor yang lain menempati urutan ke-9 (pengganda pendapatan), ke-11 (pengganda output) dan ke-14 (pengganda tenaga kerja). Dapat disimpulkan bahwa sektor perikanan belum menjadi sektor unggulan bagi Jawa Tengah, akan tetapi sektor perikanan mempunyai potensi untuk terus dikembangkan.
ANALISIS TINGKAT KEBERDAYAAN NELAYAN JARING ARAD DI KABUPATEN BATANG (Analysis of the Level Empowerment from Fishermen Arad Nets in the Batang District) Sulistyowati Sulistyowati; Muhammad Zainuri
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.028 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.1.1-6

Abstract

Nelayan yang tinggal di sekitar perairan pantai Kabupaten Batang adalah pihak yang secara langsung memiliki hubungan dengan perairan dan menggunakan jaring arad sebagai alat yang digunakan untuk memanfaatkan produknya. Ketergantungan nelayan di sekitar perairan pantai Kabupaten Batang dalam memanfaatkan sumber daya alam masih tinggi sehingga memerlukan usaha alternatif untuk meningkatkan perekonomian mereka melalui program pemberdayaan nelayan. Daya nelayan adalah elemen yang memungkinkan nelayan bertahan hidup dan dapat mengembangkan diri dalam mencapai kemajuan dan kekayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya sosial dan ekonomi nelayan jaring arad yang berada di perairan pantai Kabupaten Batang dan peran pemangku kepentingan terkait dalam pemberdayaan nelayan. Untuk mendapatkan data primer, survei dilakukan untuk 145 responden (±30% dari nelayan yang ada di perairan pantai Kabupaten Batang) pada bulan Maret tahun 2014. Kemudian dilakukan analisis deskriptif dan crosstab. Tingkat daya nelayan jaring arad di perairan pantai Kabupaten Batang masih dikategorikan ke dalam berdaya, baik dari aspek ekonomi dan non. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya akses teknologi, keputusan bisnis, dan keterampilan lobi. Para pemangku kepentingan yang membantu bisnis nelayan sebagian besar berasal dari pemerintah dan masyarakat dengan skor 7 (cukup). Oleh karena itu, strategi pemberdayaan diperlukan untuk meningkatkan daya nelayan sehingga peningkatan kesejahteraan dapat terwujud.Kata kunci : Nelayan jaring arad, tingkat keberdayaan, perairan pantai kabupaten BatangFishermen who live around the coastal waters of the Batang which is directly linked to water and use nets arad as a tool that is used to exploit its products. Dependence inshore fishermen around Batang inutilizing natural resourcesis still high so it take seffort to improve their economical ternatives through empowerment programs fishermen. Power fishing is the element that allows fishermen to survive and be able to develop them selves in achieving progress and wealth. This study aims to determine the level of social and economic power arad fishing nets which are in Batang coastal waters and the role of the stakeholders involved in the empowerment of fishermen. To obtain primary data, a survey was conducted for145 respondents (±30% of the fishermen in the coastal waters Batang) in March 2014 and descriptive analysis was then performed cross tab. The power level fishing arad nets in coastal waters Batang still categorized into powerless, both from the economic aspects. It can be seen from low technology access, business decisions, and lobbying skills. The stakeholders who help businesses fishermen mostly from government and society with a score of 7(enough). Therefore, empowerment strategy is required to icrease the welfare of fishermen so that improvement can be realized.Keywords : Fishermen arad nets, level empowerment, coastal waters of the Batang district

Page 11 of 50 | Total Record : 492


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue