cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 491 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN FUNEL PADA ALAT TANGKAP BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portugus pelagicus) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH (The Effect of Funnel Addition on Trap Toward catch of Blue Swimming Crab in Rembang Sea waters) Bogi Budi Jayanto; Kukuh Eko Prihantoko; Imam Triarso; Faik Kurohman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.614 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.2.100-104

Abstract

Bubu (Trap) merupakan alat tangkap yang dioperasikan secara pasif yang termasuk alat tangkap ramah lingkungan, dengan keunggulan hasil tangkapan masih dalam kondisi hidup dan segar. Target penangkapan dari alat tangkap Bubu salah satunya adalah Rajungan (Portunus pelagicus), yang merupakan komoditas ekonomis penting perikanan. Indikasi produktivitas suatu alat tangkap adalah apabila hasil tangkapan didominasi dengan target tangkapan dengan nilai efektivitas yang tinggi. Modifikasi bentuk dan jumlah Funnel (pintu masuk) pada Bubu merupakan salah satu cara memperbesar peluang target  masuk kedalamnya. Penelitian mengenai penambahan jumlah funnel bertujuan untuk meningkatkan peluang Rajungan tertangkap. Rancang bangun funnel sebanyak 6 buah (Bubu Payung) akan memperbesar peluang Rajungan sebagai target tangkapan tertangkap dibandingkan bubu dengan jumlah  funnel 2 buah. Melalui metode penelitian experimental fishing di perairan Rembang, Jawa Tengah didapatkan hasil bahwa Bubu dengan funnel sebanyak 6 buah (Bubu payung) menghasilkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan Bubu dengan funnel sebanyak 2 buah. Bubu was a passive fishing gear and kind of responsible fishing gear categories. Catch on fresh condition is one of benefit from this gear. Rajungan (Portunus pelagicus) is one of important fisheries resources and valuable. One of the productivity indicator on fishing gear is if catch dominated by targetted of fish and effectiveness value is high. Trap modification on shape and amount funnel is one of techniques to increase opportunity fish that get caught. The aim of this study is to increase opportuniy caught of Rajungan with different funnel amount. Bubu with six funnel will enlarge opportunity of Rajungan that caught than of two funnel. By experimental fishing in Rembang sea water, Province of  Central Java, the result of this study shown that bubu with six funnel get more larged rajungan catch than bubu with two funnel.
UJI COBA BUDIDAYA NILA LARASATI DI KARAMBA JARING APUNG DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA (Test of Tilapia Culture in Net Cage with Different Stocking Density) Sri Rejeki; Sri Hastuti; Tita Elfitasari
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.798 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.9.1.29-39

Abstract

Pembesaran ikan nila secara komersial menggunakan jaring apung masih sedikit, sedangkan potensi kegiatan budidaya di perairan tawar umum peluangnya masih besar. Tingkat permintaan konsumen ikan nila cenderung mengalami kenaikan setiap tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Wadah pemeliharaan di karamba jaring apung dapat memelihara ikan dengan kepadatan yang tinggi untuk meningkatkan produksi ikan. Karamba jaring apung juga memiliki kualitas air yang stabil sehingga produksi dapat lebih tinggi. Informasi teknis pembesaran ikan nila pada padat tebar yang tepat di karamba jaring apung diperlukan sehingga produksi ikan dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan serta untuk mengetahui kepadatan ikan nila yang memberikan kelulus hidupan dan pertumbuhan terbaik. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan mengunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: perlakuan A: Benih ikan Nila dengan padat tebar 67 ekor m-3; perlakuan B: padat tebar 130 ekor m-3 dan perlakuan C: padat tebar 173 ekor m-3. Ikan nila larasati yang dibudidayakan di karamba jaring apung (KJA) dengan padat penebaran 67; 130 dan 173 ekor m-3 menghasilkan bobot, panjang dan pertumbuhan bobot, pertumbuhan panjang, kelangsungan hidup serta konsumsi dan konversi pakan yang berbeda. Hingga kepadatan ikan 130 ekor m-3 nilai variabel biologis tersebut diatas masih baik dan  nilainya mulai terganggu jika kepadatan tebar ikan mencapai 173 ekor m-3. Kualitas air masih dalam kisaran layak. Kata kunci : Nila Larasati, Karamba Jaring Apung (KJA) Commercial Tilapia grow-out by using net cage is limited, while there is still a huge potential to culture freshwater fish. The demand of Tilapia is rising each year following the growth of  world population. Tilapia culture in net cage can hold a higher density. It also has a more stable water quality to enhance production. Information on the optimum density of Tilapia culture in net cage is needed to obtain maximum fish production. This research aims to identify the influence of different density towards the growth and survival rate of Tilapia in net cage and also to identify the density that gives the optimum survival rate and growth. Research method used in this research was experimental design with 3 treatments and 3 replication.. The treatments are: treatment A; Tilapia seed with density of 67 fish seed m-3; treatment B: density of 130 fish seed m-3and treatment C: 173 fish seed m-3 Result shows that Tilapia culture with different density influence growth and survival rate. Until density of 130 m-3, biological variable is in an acceptable range but begin to show a decrease at density of 173 m-3. Water quality is still in normal range. Key words: Tilapia, net cage
DAERAH POTENSI PENANGKAPAN IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) DI LAUT JAWA BERDASARKAN SATELIT AQUA MODIS (Potential Fishing Ground of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata) in the Java Sea based on Aqua Modis Satellite) Irma Dwi Maulina; Imam Triarso; Kukuh Eko Prihantoko
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.446 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.1.32-40

Abstract

Laut Jawa merupakan perairan dengan potensi ikan pelagis kecil yang didominasi ikan Tembang. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui pengetahuan daerah potensi penangkapan ikan. Penentuan DPI (Daerah Penangkapan Ikan) ikan pelagis oleh nelayan Pukat Cincin (mini purse seine) yang berbasis di PPN Pekalongan masih menggunakan cara tradisional melalui pengalaman terdahulu sehingga hasilnya kurang maksimal. Tujuan penelitian ini mengkaji nilai rata-rata suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a secara musiman selama 3 tahun (2016-2018) melalui interpretasi citra satelit Aqua Modis serta menganalisis pengaruhnya terhadap hasil tangkapan ikan Tembang (Sardinella fimbriata). Sehingga didapat peta potensi DPI Ikan Tembang pada perikanan mini purse seine di Laut Jawa yang berbasis di PPN Pekalongan. Metode pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan. Metode penentuan daerah potensi penangkapan ikan dilakukan melalui pendekatan SPL dan konsentrasi klorofil-a dengan memperhatikan jalur penangkapan dan kedalaman perairan. Hasil yang didapat yakni rata-rata produksi ikan Tembang tertinggi pada tahun 2016 hingga 2018 di Laut Jawa didapat pada musim peralihan I dengan SPL 28,86oC dan konsentrasi klorofil-a 0,55 mg/m3. Analisis pengaruh SPL dan Klorofil-a terhadap hasil tangkapan dilakukan melalui regresi berganda dengan menyertakan uji asumsi klasik. Pengaruh SPL dan Klorofil-a terhadap hasil tangkapan dinilai cukup kuat terlihat dari koefisien korelasi (R) 0,795. Koefisien determinasi (R2) 0,63, artinya SPL dan klorofil-a dapat menjelaskan hasil tangkapan 63%. Terdapat 3 lokasi yang berpotensi sebagai daerah penangkapan di Laut Jawa tepatnya Utara Kota Pekalongan yakni di perairan Tegal, Pemalang dan Pekalongan dengan daerah potensi terluas berada di perairan Pekalongan. The Java Sea is a water region with potential pelagic fish. Mini purse seine fisheries with fishing base on PPN Pekalongan was determined fishing ground by traditional way, so the result was not optimal. The research aims to observe seasonal variability of sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a concentration for 3 years (2016-2018) from satellite image data Aqua Modis interpretation and analyze the relationship between catch and SST as well as between catch and chlorophyll-a. Final result from this research is map of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata) fishing ground for mini purse seine fishery in the Java Sea. This research apllied the theory that fishing ground can be determined by SST and chlorophyl-a. The results showed that the highest catch value in the Java Sea during 2016 till 2018 was occurred on transitional season while SST 28,86°C and chlorophyll-a concentration 0,55 mg/m³. This research use multiple regression which start by classical assumption test to analyze the relationship between catch and SST as well as between catch and chlorophyll-a. Also obtained correlation between SST and concentration of chlorophyll-a with the catch of Fringe Scale Sardine indicated strong correlation coeffisien (R) 0,795. While determination coefficient (R2) 0,63 indicated that SST and chlorophyll-a can explain 63% of catch value. Fishing grounds potential of pelagic fish especially Fringe Scale Sardine were found located along the Java Sea exactly Tegal, Pemalang and Pekalongan which large potential were located in Pekalongan water region.
Aquatic Productivity Analysis based on The Relationship between Physical and Chemical of Benthic Sediment with NO3 and PO4 in the Estuarine of Tuntang River Djoko Suprapto; Pujiono W. Purnomo; Bambang Sulardiono
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.305 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.1.56-61

Abstract

There are several types of water mixing in the estuary, as anexample is tuntang river which could be a model in the coast of northjava island.The aims of this research are known, the spatial distribution of physical structure, organic matter, including he content ofNitrogene and phosphor in the sediment. Further more the role of physical and chemical sediment are also evaluated. The researchwas conducted in of May 2014, in an area which devided into 11 stations : one of them is located before the esturary while in thewest, north west, east and north east the station are distributed proportionally. The variables measured are total organic matters,total nitrogen, total phosphate, NO3-N, PO4-P , Dissolved oxygen, current, depth and visibility. The result of the research shown thatspatial distribution of the sediment strongly suggest the form of clay in front of estuary, south westward as well as north westwards.Clay distribution is well influenced by organic matter and nitrogene while phosphate content tend to be randomly distributed. In thecase of the the current is weak while the oxygen content is high enough so that the relationship between nitrogen and sediment of claycontribute to the water environment condition as eutrophic status.Keywords : Aquatic Productivity, Sediment, NO3, PO4, Tuntang River
Design of Plastic Wall on Lobster Trap Gondo Puspito
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.3.2.16-22

Abstract

Experiment was aimed to obtain a design of lobster trap wall. The trap was constructed by plastic. Design of wall consisted of standard gap, horizontal gap, vertical gap, and rectangular gap. From those walls, it was determined the wall that was easily crawled by lobster. There were 3 groups of lobster based on body weight and carapace length, i.e. group A (10.5 cm; 10 g), group B (15.5 cm; 70 g), and group C (17 cm; 100 g). The experiment tried to find out the wall color and lobster bait first. From the experiment, lobster preferred to choose crab and red wall. While, the wall design of vertical gap was easier crawled by lobster than those of three others.  Keywords : Lobster trap wall, plastic, standard gap, horizontal gap, vertical gap, and rectangular gap.
KARAKTERISTIK HIDROLISAT PROTEIN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk) DENGAN KONSENTRASI ENZIM BROMELIN YANG BERBEDA Caracteristic of Milkfish (Chanos chanos Forsk) Protein Hydrolysate as effect of Different Bromelin Enzyme Concentration Ima Wijayanti; Romadhon Romadhon; Laras Rianingsih
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.987 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.11.2.129-133

Abstract

 Ikan Bandeng berpotensi menjadi bahan baku hidrolisat protein ikan karena kandungan protein tinggi dan potensi produksi cukup melimpah. Enzim Bromelin merupakan salah satu enzim protease yang dapat membantu dalam mempercepat reaksi hidrolisa protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi enzim bromelin terhadap kualitas hidrolisat protein Ikan Bandeng (Chanos chanos Forks) segar. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan konsentrasi enzim yang berbeda (4%, 5% dan 6%). Parameter yang diamati adalah nilai kadar protein, lemak, air, karbohidrat, serat kasar dan rendemen.  Konsenterasi enzim bromelin berpengaruh nyata pada nilai kadar protein, lemak, air, abu, serat kasar dan rendemen (P<0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata pada kadar karbohidrat (P>0,05). Kondisi optimum untuk menghidrolisis daging Ikan Bandeng menjadi hidrolisat protein adalah konsentrasi enzim bromelin 6% dengan waktu hidrolisis selama 6 jam. Kata kunci: Ikan Bandeng (Chanos chanos), hidrolisat protein ikan, enzim bromelin  ABSTRACT Milkfish is potentially become the raw material of fish protein hydrolyzate because of the high protein content and relatively abundant production. Bromelin is a protease enzyme that can help on improving protein hydrolyzate quality. This research aimed to determine the effect of bromelain enzyme concentration on the quality of the protein hydrolyzate of milkfish (Chanos chanos Forsk) fresh. The experimental design used in this study was completely randomized design with different concentrations of the enzyme (4%, 5% and 6%) as a treatment. The parameters measured were the contents of protein, fat, water, carbohydrates, crude fiber and yield. The concentration of enzyme bromelin significant effect on contents of protein, fat, water, ash, crude fiber and yield (P<0,05), but no effect on carbohydrates content (P>0,05). The optimum conditions to hydrolyze the milkfish meat into a protein hydrolyzate used 6% bromelin enzyme at the time of hydrolysis for 6 hours. Keywords: Milkfish (Chanos chanos), fish protein hydrolisate, bromelin enzym
The Effect of Naupli Artemia Feeding Which is Enriched by Squalene In Different Dose on The Growth and Survival Rate of Juvenile Sea Horse Limin Santoso
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.593 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.2.1.83-93

Abstract

A feeding experiment was conducted to determine the optimal dose of growth and survival rate for sea horse(Hippocampus kuda) juveniles (initial average weight 0.074 g, initial average body length 18 mm and old 16 days). Completely randomized design with five treatments and three replications were use: A (naupli artemia), B (naupli artemia + squalene 0,3 g/L), C (naupli artemia + squalene 0,6 g/L), D (naupli artemia + squalene 0,9 g/L), E (naupli artemia + squalene 1,2 g/L). The results showed that the growth and survival rate of the juvenile sea horse content increased. There was significant differences (P<0.01) in  survival  rate  (SR),  growth  of  body  weight  (AW),  and  growth  of  body  length  (AL).  Based  on  the evaluation of the some parameters; SR (69, 97%), AW (0,320 g) and AL (2,67cm), SGR (5, 43%/day). It can be concluded that treatment D (naupli artemia + squalene 0,9 g/L) is optimal for growth and survival rate for sea horse juveniles.   Key words : sea horse juvenile, different dose, enriched by squalene
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI UDANG PUTIH (Penaeus indicus) DI PERAIRAN SEBELAH UTARA BREBES DAN TEGAL, JAWA TENGAH (Biological Aspects of White Shrimp (Penaeus Indicus) In the North Brebes and Tegal Waters, Central Java) Iin Ika Wahyuni; Anhar Solichin; Suradi Wijaya Saputra
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.515 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.1.38-44

Abstract

 Salah satu potensi perikanan di perairan Brebes dan Tegal adalah Udang Putih yang terancam kelestariannya akibat meningkatnya penangkapan dengan Jaring Arad. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek biologi udang P. indicus dan status sumberdayanya, seperti komposisi hasil tangkapan, struktur ukuran, sifat pertumbuhan, dan aspek reproduksi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Sampel udang diambil 100% dari total hasil tangkapan tiap perahu karena hasil tangkapan kurang dari 100 ekor. Pengambilan sampel enam kali dari Juli-Desember 2016. Tempat pengambilan sampel di TPI Kluwut, Kaliwlingi, Larangan dan Surodadi. Hasil penelitian nilai L50%P. indicus di sebelah utara Brebes dan Tegal memiliki panjang total 84 mm dan 85 mm, nilai ½ L∞ yaitu 97 mm (jantan) dan 121 mm (betina). L50% < ½ L∞ berarti ukuran udang yang tertangkap masih kecil sehingga dikhawatirkan terjadinya growth overfishing. Sifat pertumbuhan udang jantan dan betina di Brebes yaitu isometrik (b=2,98) dan alometrik negatif (b=2,86), di Tegal yaitu alometrik positif (b= 3,43) dan isometrik (b= 3,02). Nilai faktor kondisi P. indicus di Brebes 1,63 (jantan) dan 1,59 (betina), sedangkan di Tegal 1,81 (jantan) dan 1,57 (betina). Perbandingan nisbah kelamin P. indicus di Brebes 1: 4,4 dan di Tegal 1: 2,9. Status tingkat pemanfaatan sumberdaya udang P. indicus di sebelah utara Brebes dan Tegal perlu penyempurnaan untuk memenuhi syarat perikanan yang berkelanjutan. One of the potential fishery in the Brebes and Tegal waters is P. Indicus shrimp that has been threatened by increasing fishing effort of Arad net. The purpose of this research to know biological aspects of P. indicus and resources status, such as composition of catch, size of structure, growth, and reproduction aspects. The method used is survey method. Shrimp samples were taken at random 10% of the total catch per boat. Sampling six times from July to December 2016. The sampling at TPI Kluwut, TPI Kaliwlingi, TPI Larangan and TPI Surodadi. The results of research L50% value of P. indicus in north Brebes and Tegal has 84 mm and 85 mm TL, ½ L∞ are 97 mm (males) and 121 mm (females). L50% <½ L∞ mean size of shrimp caught are ssmall to worry about the occurrence of growth overfishing. The growth of males and females shrimp in Brebes are isometric (b = 2.98) and negative allometric (b = 2.86), in Tegal growth of males and females are positive allometrik (b = 3.43) and isometric (b = 3.02). Condition factor P. indicus in Brebes are 1.63 (males) and 1.59 (females), whereas in Tegal are 1.81 (males) and 1.57 (females). Sex ratio P. indicus in Brebes 1: 4.4 and in Tegal 1: 2.9. Status of the level of resource P. indicus need improvement to qualify sustainable fisheries.  
DAMPAK DINAMIKA GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTI TEMPORAL PANTAI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH (Study of the Dynamics of Image Using Satellite Beach Line Multi-Temporal Beach Semarang Central Java Province) Sardiyatmo Sardiyatmo; Supriharyono Supriharyono; Agus Hartoko
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.936 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.8.2.33-37

Abstract

Garis pantai utara Semarang selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun, perubahan yang serius ini perlu untuk dilakukan pemantauan terus menerus. Permasalahan yang dihadapi di daerah pantai utara adalah bagaimana mengetahui perubahan garis pantai, proses yang terjadi dan mengapa terjadi perubahan garis pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah interpretasi citra satelit Landsat tahun 1989 tahun 1994, tahun 1999, tahun 2004 dan citra Landsat tahun 2009, dan pengujian lapangan. Dengan menumpang susunkan ke lima citra satelit melalui sistem informasi geografis merupakan cara cepat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di pantai utara Semarang. Garis pantai yang terjadi antara tahun 1989 sampai tahun 2009 lebih banyak mengalami proses abrasi jika dibandingkann dengan akresi. Abrasi yang terjadi sebesar 2086.1 ha, sedangkan akresi  sebesar 1221.6 ha. Proses abrasi terjadi akibat adanya arus laut dan ombak laut yang terus menerus menghantam bibir pantai serta adanya pantai yang relatif datar. Sedangkan akresi  disebabkan penumpukan sedimen yang berasal dari daratan  terendapkan di pantai terutama melalui muara sungai.  Untuk mengurangi dampak perubahan garis pantai sebaiknya  masyarakat ikut menjaga dengan mencegah adanya abrasi pantai. Cara yang dapat dilakukan dengan  penghijauan kawasan pantai, dengan penanaman mangrove ditepi pantai dan mengurangi penggunaan lahan di hulu untuk mengurangi bukaan lahan. Kata kunci : Dinamika garispantai, penginderaan jauh ,SIG Northcoast of Semarang had been underwas of changes from year to year. This kind of serious coastel changes will need necessary to do a continuous monitoring. Problems of  the northern coastal area of  java is to find out how the changes  of coastline, the process  and why there is a change of coastline.  Research method used was analysis of  Landsat satellite images of 1989 1994, 1999, 2004 and the 2009, and field testing.  Then followed by overlay of the  five satellite images through a geographical information system is a quick way to find out the changes that occur in the northern coast of Semarang. Changes of coastal line that occurred between 1989 to 2009 experienced more erosion process if dibandingkann by accretion. Erosion that occurs at 2086.1 ha, while the accretion of 1221.6 ha. Based on the research can be drawn a conclusion that is stelit Landsat imagery can be used to determine changes in the coastline north Semarang. Coastal  erosion had been occurs as a result of ocean currents and sea waves continued to hit the beach and the beaches are relatively flat. While the accretion on the beach caused by the buildup of sediments derived from land and deposited on the beach, especially through the mouth of the river. Suggestions to redus the impact of changes in the shoreline community should care for the beach to prevent erosion. The application of an ecosystem based coastal management such as  planting mangroves on the beach and reduce the use of land in the upstream to reduce the aperture area. Keywords: Dynamical Coastline, Remote Sensing, GIS
PENGARUH KOMPOSISI JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TUKIK PENYU SISIK (Eretmochelys imbricata) DI PENETASAN SEMI-ALAMI PENYU TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (The Effect of Different Feeding Composition on Growth of Baby Hawksbills Turtle (Eretmochelys imbricata) in Semi-Natural Hatching Den in Karimunjawa National Park) Fadya Rachmi Puteri; Norma Afiati; Niniek Widyorini
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.544 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.2.110-114

Abstract

Populasi alamiah penyu di Indonesia terus menurun 20 - 30% per tahun terutama lebih disebabkan oleh faktor manusia dibandingkan dengan faktor alam dan predator. Beberapa di antara teknik penyelamatan untuk pelestarian penyu antara lain melalui penetasan di sarang semi-alami, perlindungan translokasi habitat (konservasi in-situ), penegakan hukum, penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Di sarang semi-alami jenis pakan yang tepat pada saat pemeliharaan awal tukik sebelum dilepas ke laut akan mempengaruhi kelulus-hidupan mereka. Padahal, sampai saat ini jenis pakan yang tepat untuk tukik belum banyak diketahui. Penelitian ini menggunakan tiga 3 perlakuan pakan (Sardinella lemuru 100%; Sargassum filipendula 100%; campuran S. lemuru dan S. filipendula 50:50%), analisis data enggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 pengulangan. Secara statistik, diketahui bahwa tiap perlakuan pakan menghasilkan perbedaan pada variabel panjang, lebar karapas dan bobot tukik. Berdasarkan analisis alometri tukik E.imbricata selama penelitian, dihasilkan konstanta b < b antar perlakuan yang menunjukkan bahwa pertumbuhan bersifat alometri negatif pada variabel panjang karapas dan bobot tubuh serta panjang dan lebar karapas; kecuali pada hubungan panjang dan lebar karapas tukik dengan pakan S. lemuru. The population of sea turtles in Indonesia continued to decrease by 20-30% each year. The decline in natural turtle populations is caused mainly by human factors rather than natural factors and predator. Among others, rescue and preservation of turtles can be accomplished through rearing in a semi-natural den, protection of the habitat translocation (in-situ conservation), law enforcement, education and empowerment of local communities. The proper type of feed for the hatchlings to provide information on required nutrient in optimizing the growth has not been known until now. The methods used in this study was an experimental method apllying Complete Randomised Design with three feeding treatments (100% S. lemuru; 100% Sargassum filipendula; 50:50% mixed of S. lemuru and S. filipendula). The results showed that carapace length, carapace width and body weight differed statistically (P<0.05) in every feed treatment. Hatchlings showed negative allometric  (b < ) in carapace length to weight as also carapace length to its width. Isometry in carapace length and width is only shown by hatchlings fed with  S. lemuru

Page 10 of 50 | Total Record : 491


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue