cover
Contact Name
Dian Eka Indriani
Contact Email
dianindriani79@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
stkip.civicculture@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya
Published by STKIP PGRI Bangkalan
ISSN : 25799878     EISSN : 25799878     DOI : -
The CIvic-Culture Journal is an Open Access Journal which means it can be accessed Freely by users or institutions at no cost, and already has ISSN number: 2579-9924 (ISSN online) and 2579-9878 (ISSN Print). Published twice a year in January and July. Published by Prodi PPKn STKIP PGRI Bangkalan. This journal is openly accessible, which means that all available content is freely accessible at no cost.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup Melalui Masyarakat Pedesaan Sebagai Alternatif Menciptakan Kawasan Hijau Dengan Memanfaatkan Sampah Botol Plastik Sebagai Media Tanam Toga Dengan Sistem Vertikultur Kurniawan, Agung
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 2 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this paper is the utilization of plastic waste as a means of cultivation of toga with vertikultur system through environmental education in the community. Implementation method using stages that there is action research class. The results of research, In the first cycle of the process of securing a toga made by the community in accordance with the target. Strategic location supports the community to plant toga with vertikultur system. However, the community is still less maximal in the process of pergas daily toga. In the second cycle, the gowns are varied, the containers used in different colors, and the location is widespread. Treatment of toga has increased, people are starting to care about the toga that has been planted. In addition, the toga is also used by the community for everyday purposes  
Masuk Melayu Gaspersz, Steve G Chr
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 1 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengelaborasi konstruksi identitas religius (Islam) dan etnisitas (Melayu) melalui konsep ideologis “Masuk Melayu” di Malaysia. Keberjalinan agama dan etnisitas membentuk paham dan praktik politik yang mengombinasikan keduanya menjadi suau ideologi politik kebudayaan di Malaysia. Ideologi tersebut telah digunakan sebagai parameter untuk mengelola kehidupan sosial dan politik dengan karakteristik multikultural di Malaysia. Artikel ini juga memperlihatkan bahwa konstruksi identitas religius dan etnisitas di Malaysia maupun negara-negara lain Asia Tenggara pada umumnya tidak bisa dipisahkan dari diskursus kolonialisme yang terjadi pada waktu lampau. Kolonialisme telah mewariskan sistem-sistem sosiobudaya dan politik yang kemudian melaluinya menjadi fondasi aktivitas birokrasi pemerintahan dan pembentukan budaya politik masyarakat Asia Tenggara hingga saat ini. Namun, pemerintahan pascakolonial di Malaysia terus melanjutkan konstruksi identitas semacam itu dengan menambahkan makna dan praktik politik yang kontekstual secara inovatif untuk mempertahankan dan melanjutkan kekuasaan politik mereka. “Masuk Melayu” adalah suatu arena untuk menegosiasikan kekuasaan politik dengan menginjeksi identitas religius Islam sebagai poros politik yang perkasa di Malaysia.
Pemanfaatan Tik Sebagai Sumber Dan Media Pembelajaran Di Sekolah Anshori, Sodiq
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 1 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melaju begitu cepat merambah kesemua sector kehidupan. Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin pesat. Konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TI , mau tidak mau tak  dapat dihindarkan. Konsep yang disebut e-learning ini memengaruhi terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke bentuk digital, baik secara isi dan sistemnya. Saat ini konsep e-learning banyak diterima oleh masyarakat di dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-learning khususnya di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas). Sistem ini merupakan sistem yang efisien dan efektif karena dengan hanya menggunakan koneksi internet akan terwujud suatu proses pembelajaran.Sumber belajar dalam era digital ini  dikenal dengan intilah OER (Open Educational Resourses)yaitu setiap aset atau sumber belajar (cetak/elektronik) yang dapat diakses, diunduh dan digunakan secara bebas dan terbuka oleh publik (siapapun) untuk kepentingan pembelajaran dan penelitian, tanpa perlu mengajukan ijin tertulis kepada pencipta/ penerbit (hak cipta) (dholakia , king, & baraniuk, 2006; oecd, 2007). Sumber pembelajaran yang dimanfaatkan dan dikembangkan dalam Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ)  sebagai Media pembelajaran  secara online (online media).
Penerapan Pembelajaran Yang Berbasis Pendekatan Scientific bagi Guru Iriyani, Dwi; Anshori, Sodiq
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 1 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan terjadinya peningkatan keterampilan masyarakat mitra sehingga guru-guru SMP Negeri 2 Balongbendo bias merumuskan desain pembelajaran yang baik dan memadai sesuai dengan pendekatan ilmiah dan relevan dengan pemenuhan kebutuhan lokal serta dapat melaksanakan penilaian autentik pada siswa didiknya. Adapun manfaat dari kegiatan abdimas ini antara lain: (1) Guru SMP Negeri 2 Balongbendo mempunyai pemahaman tentang pentingnya konsep rancangan dan aplikasi pembelajaran yang berbasis pada pendekatan scientific; (2) Guru di SMP Negeri 2 Balongbendo mampu menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran; dan (3) Guru di SMP Negeri 2 Balongbendo mampu melaksanakan penilaian autentik pada siswanya sesuai pencapaian kompetensi siswa serta relevan dengan strategi pemenuhan kebutuhan lokal. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan metode ceramah, pemutaran video, tanya jawab, dialog interaktif, curah pendapat dan praktik kerja. Kegiatan abdimas secara keseluruhan dilaksanakan dalam rentang waktu 7 bulan ( Mei – Nopember 2016), mulai dari tahap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan.
Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Yang Rajin Membaca Dan Tidak Rajin Membaca Pada Mata Pelajaran PPkn Siswa Sekolah Dasar Indriani, Dian Eka
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 1 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, digunakan jenis penelitian Kuantitatif, dengan sasaran untuk mengetahui Perbedaan Prestasi Belajar Siswa yang Rajin Membaca dan Tidak Rajin Membaca siswa kelas V. Dalam penelitian ini tidak ada perlakuan khusus terhadap objek penelitian. Populasi atau keseluruhan subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Montor 01 Kecamatan Banyuates Kabupaten sampang tahun pelajaran 2015/2016  dengan jumlah populasi sebanyak 32 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negri 01 Montor Tahun Pelajaran 2015/2016 Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang berjumlah sebanyak 32 siswa. Untuk membuktikan diterima atau tidaknya hipotesis maka nilai t tabel di uji dengan t-tes hasil analisis pengujian hipotesis sebagai berikut. Dari hasil tersebut di peroleh t hitung = 1,813 dan perhittungan tersebut tersebut nilai t-hitung lebih kecil dari tabel taraf singnifikan 5% dengan N=32-2 (d.b=30) yaitu 2,042 sehingga menelok Hippotesis altternatif (HA) dan menerima Hipotesis nol (HO) jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang singnifikan antara prestasi belajar siswa yang rajin membaca dan tidak rajin membaca pada siswa kelas V SDN negeri montor 01.
Gerakan Sosial Penghijauan Di Lereng Barat Gunung Wilis Oleh Masyarakat Di Kabupaten Madiun Surasmi, Wuwuh Asrining; Agusprastya, Agusprastya
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 1 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi suatu bangsa ditentukan oleh berbagai hal antara lain:jumlah penduduk, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sumber daya alam, moral, dan mental bangsa itu sendiri. Indonesia merupakan Negara dengan wilayah, sumber daya alam, dan sumber daya manusia yang besar. Kualitas lingkungan hidup kita saat ini memprihatinkan, karena rusaknya hutan, kebakaran hutan, tanah longsor, penebangan hutan seenaknyai.Untuk itu diperlukan gerakan sosial bersama seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan lingkungan hidup sehat, hutan hijau, penghijauan hutan di lereng barat G.Wilis Kabupaten Madiun. Kabupaten Madiun mempunyai wilayah luas, sumber daya alam besar dan hutanlebat, tetapi anehnya kekuatan ekonomi daerah tidak sebesar dengan luasnya wilayah dan sumber daya alam seperti daerah lainnya. Saat ini kerusakan hutan di lereng G.Wilis cukup memprihatinkan, baik di dalam hutan maupun dipinggir bagian luar hutan. Pemandangan hutan gundul, tanah gersang, tebing-tebing gunung longsor terjadi dimana-mana di lereng barat gunung Wilis, Flora dan fauna rusak, kandungan 02 (oksigen) menipis. Untuk itu diperlukan gerakan sosial seluruh masyarakat mulai, ulama’, umara’, generasi muda, siswa-siswi, mahasiswa, karang taruna, santri pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, seluruh warga, TNI/ Polri untuk melestarikan hutan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengambilan data melalui wawancara, observasi mendalam, dokumentasi, dengan analisa data melalui tahap-tahap: Data Collection, Data Reduction, Display data, Conclution /Vervying. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan hutan di lereng barat G.Wilis Kabupaten Madiun dan diperlukan penghijauan kembali/ reboisasi agar hutan hijau kembali, flora/fauna tumbuh berkembang dan tanah longsor dapat dihindari dan udara segar/ O2 tercipta.
Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Meningkatkan Pemahaman Wawasan Nusantara Di Kalangan Pemuda Indonesia Saputra, Inggar
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 1 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat sejauhmana peran organisasi kepemudaan dalam meningkatkan pemahaman wawasan nusantara di kalangan pemuda Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi wawasan nusantara adalah sebuah konsepsi penting dan strategis yang harus dipahami, dihayati dan diamalkan pemuda Indonesia. Seperti diketahui, organisasi kepemudaan di Indonesia sangat banyak, sehingga jumlah itu harus dioptimalkan agar mampu memanamkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan wawasan nusantara sehingga terbentuk pemuda Indonesia yang kuat dan tangguh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Organisasi kepemudaan sekarang dan masa mendatang diharapkan terus berkontribusi aktif meningkatkan pemahamanan pemuda terhadap konsepsi wawasan nusantara melalui implementasi dalam bidang politik, ekonomi, sosial, pertahanan dan keamanan. Jika itu mampu dilakukan, bangsa Indonesia akan mampu mencapai cita-cita, tujuan dan visi nasionalnya sebagaimana yang diamanatkan para pendiri bangsa.
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Multikultural dalam Pembinaan Keberagaman Masyarakat Indonesia Dwintari, Julita Widya
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 2 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keberagaman dalam masyarakat. Keberagaman sering dipandang sebagai perbedaan, perbedaan semakin dipertajam dan sering dimanfaatkan sebagian orang untuk memenuhi ambisi dan kepentingan pribadi atau golongannya. Hal Ini menimbulkan konflik horizontal yang menyebabkan terpuruknya bangsa Indonesia, dan terjadinya kerusuhan dimana-mana.  Tujuan dari artikel ini adalah mendeskripsikan urgensi Pendidikan Kewarganegaran berbasis multikultural dalam membina keberagaman masyarakat Indonesia. Metode penelitian ini adalah kajian pustaka. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berbasis multikultural memegang peranan yang sangat penting dalam membina keberagaman masyarakat Indonesia agar keberagaman tidak menjadi sumber konflik, tetapi justru sebagai dasar dalam bertoleransi dan saling menghargai keberagaman yang ada demi mewujudkan negara Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Pembelajaran PKn yang berbasis pendidikan multikultural merupakan satu metode dan strategi sederhana, dalam rangka menciptakan karakter anak bangsa yang bisa hidup dalam nuansa perbedaan. Oleh karena itu dalam proses pembelajarannya siswa harus didekatkan dengan masyarakat, kehidupan dan permasalahan dalam masyarakat. Siswa harus terbiasa dan telatih dalam menghadapi dan memecahkan permasalahan keberagaman yang ada dalam masyarakat. Guru PKn harus melakukan transformasi diri dan restrospeksi diri untuk mempersiapkan dirinya mengawal dan mengajar dengan basis multikultural. Guru harus mendapat bimbingan dan arahan agar dapat berperan secara maksimal sehingga pendidikan multikultural dapat diimplementasikan melalui PKn dengan baik. Pendidikan multikultural baik dalam PKn maupun mata pelajaran lain sebaiknya ditingkatkan pelaksanaannya khususnya di  daerah bekas konflik dan daerah yang memiliki kebergaman yang banyak guna mencegah terulangnya kembali konflik tersebut.
Peran PKn dalam Menanamkan Nilai-Nilai Multikultural Untuk Membentuk Warga Negara Muda Yang Toleran mariyani, Mariyani
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 2 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   The diversity  conflict that is currently a hot issue in Indonesia raises the question of how the role of education to be able to instill multicultural values in young citizens. This is given that the current multicultural values ​​have not been optimally strived so that awareness of respect for differences has not yet materialized. The cultivation of existing multicultural values ​​is more effectively implemented through the role of subjects in the school, one of which is the Civics subject. The mission of one of the subjects is to instill multicultural values. The importance of growing multicultural values ​​is aimed at creating tolerant citizens who are able to solve problems peacefully and be able to respect differences. The method used in this paper is tinjaun library (Library Research). The role of Civics in an effort to instill multicultural values ​​include: 1) The cultivation of multicultural values ​​in the preparation of lesson plans; 2) The cultivation of multicultural values ​​in the implementation of learning; 3) Assessment based on attitude assessment (affective); and 4) the role of Civic teachers as role models for their students to instill multicultural values ​​implemented through classroom learning.       Keywords: Civic Role, Multicultural Value, Tolerance     Abstrak   Konflik keberagaman  yang  saat ini  menjadi isu hangat di Indonesia menimbulkan pertanyaan bagaimana peran pendidikan untuk mampu menanamkan nilai-nilai multikultural pada warga negara muda. Hal ini mengingat bahwa nilai-nilai multikultural yang ada saat ini belum secara optimal diupayakan sehingga kesadaran akan menghargai perbedaan belum terwujud dengan baik. Penanaman nilai-nilai multikultural yang ada lebih efektif dilaksanakan melalui peran mata pelajaran di sekolah salah satunya mata pelajaran PKn. Misi mata pelajaran salah satunya ialah menanamkan nilai-nilai multikultural. Pentingnya penanaman nilai-nilai multikultural bertujuan membentuk warga negara yang toleran  yang mampu menyelesaikan  masalah  secara damai dan  mampu menghargai perbedaan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah tinjaun pustaka (Library Research). Adapun peran PKn dalam upaya menanamkan nilai-nilai multikultural  meliputi: 1) Penanaman  nilai-nilai multikultural dalam penyusunan rencana pembelajaran;  2) Penanaman  nilai-nilai multikultural dalam  pelaksanaan pembelajaran ; 3) Penilaian yang bertumpu pada penilaian sikap (afektif); dan 4)  peran guru PKn  sebagai teladan bagi siswanya untuk menanamkan nilai-nilai multikultural yang diimplementasikan melalui pembelajaran di kelas.   Kata Kunci: Peran PKn, Nilai Multikultural, Toleran
Analisis Eksistensi Pedagang Berpindah Pada Pasar Nagari di Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung, di Tinjau dalam Kajian Sosiologi Ekonomi rahayu, sri
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol 2 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

   Abstrak             Fokus utama penelitian ini mengetahui persistensi pedagang pada pasar berpindah di Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung, di Provinsi Sumatera Barat dilihat dari proses pembentukan pasar berpindah dan pola perilaku aktor dalam melakukan tindakan ekonomi serta melihat eksistensi pedagang dalam pasar berpindah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi, dokumen dan wawancara mendalam. Pemilihan informan dilakukan dengan  purposive sampling dan dianalisis dengan pemikiran Miles & Huberman. Teori yang digunakan adalah teori Max Weber, pada pemahaman tindakan aktor dinyatakan sebagai tindakan sosial sejauh tindakan tersebut memperhatikan tingkah laku dari individu lain dan karena itu diarahkan pada tujuan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasar nagari di Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung telah ada sejak  Tahun 1940 an, yang dinamakan Pasar Pintu Batu, sebagai pasar nagari. Saat ini jumlah pasar nagari pedagang berpindah yaitu 8 pasar. Aktivitas pasar dilakukan dari jam 07.00-12.00 WIB. Persistensi pedagang pasar nagari berpindah disebabkan beberapa hal yaitu ekonomi atau pendapatan, moral, budaya dan kepercayaan. Dari hasil di atas disimpulkan bahwa pedagang pada pasar berpindah bertahan disebabkan oleh kondisi terciptakan hubungan yang baik antara penjual dan pembeli serta masyarakat di sekitar pasar nagari. Kemudian tindakan yang dilakukan oleh pedagang dan penjual serta masyarakat memiliki tujuan yang sama yaitu mendapat keuntungan atas tidakan yang dilakukan.