cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI RW 3 KALIREJO, KABAT, BANYUWANGI PUTRI AYU GALUH WULANDARI; HANDY LALA; SUGIANTO HADI
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i1.2644

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 membuat kegiatan menjadi terbatas karena adanya kebijakan pemerintah yang berdampak di semua kegiatan. Pemerintah membutuhkan peran seluruh masyarakat, dan ibu memiliki peran sentral dalam pencegahan Subjek dan Metode: Penelitian menggunakan fenomenologi dengan triangulasi data yang dilaksanakan bulan Oktober 2020. Empat Belas Responden Ibu Rumah Tangga di RW 3 Perumahan Pakis Kalirejo Permai, Banyuwangi dengan instrumen utama peneliti sendiri dan pendukung panduan wawancara, alat perekam, serta dokumentasi Hasil: Peran ibu memberikan pengertian melalui komunikasi setiap saat untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Protokol Kesehatan (PROKES), dukungan kebiasaan hidup baru dibutuhkan sarana dan prasarana, peran lainnya yaitu pemilihan bahan dan pengelolahan makanan yang sehat dengan cara memilih bahan dari kesegaran, kandungan, tekstur, bentuk dan aroma serta pengelolahan bahan makanan agar terjaga manfaat dicuci terlebih dahulu, saat dihidangan makanan perlu ditutup Keseimpulan: Penerapan PROKES didukung peningkatan imun dengan pemilihan bahan, proses pengolahan dan penyajian makanan perlu diperhatikan, setelah melakukan kegiatan diluar rumah segera membersihkan diri dan mengganti pakaian. Ibu juga memiliki peran dalam peningkatan komunikasi dan pendidikan secara terus menerus Kata kunci: Peran Ibu Rumah Tangga, Pencegahan Covid-19, Komunikasi
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PERUBAHAN NILAI ANKLE BRACHIALE INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 joko pitoyo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v5i2.1411

Abstract

: Pada pasien diabetes melitus tipe 2 berisiko mengalami penyakit arteri perifer karena sirkulasi darah terganggu. Cara untuk mendeteksi penyakit arteri perifer dapat melalui pemeriksaan ABI yaitu dengan membandingkan tekanan darah sistolik di ankle dengan tekanan darah sistolik di brachialis. Pada pasien diabetes melitus sering ditemukan pemeriksaan tekanan darah sistolik tinggi. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada pasien diabetes melitus adalah terapi SEFT. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan time series design. Sampel berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Metode analisa data menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan hampir seluruhnya nilai ABI menunjukkan adanya penyakit arteri sedang dan sesudah perlakuan sebagian besar menunjukkan bisa diterima. Berdasarkan Uji Paired T-Test nilai signifikan 0,000 yang artinya terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap perubahan nilai ABI pada pasien diabetes melitus tipe 2 sehingga teknik relaksasi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer untuk pasien diabetes melitus yang mengalami resiko penyakit arteri perifer.
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI DAN OUTCOME PELAYANAN DI RS AISYAH SITI FATIMAH SIDOARJO SELAMA PANDEMI COVID-19 Umi Khoirun Nisak; Titin Wahyuni; Nova Mellania; Cholifah .
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v7i2.2968

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit selama masa Pandemi COVID-19 berusaha keras untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat COVID-19. Analisis efisiensi RS dan outcome pelayanan RS diperlukan untuk memperbaiki dan menilai kualitas pelayanan RS yang diberikan kepada pasien. Dalam mengukur efisiensi pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit digunakan analisis penggunaan tempat tidur melalui grafik Barber Johnson Untuk menilai outcome suatu pelayanan melalui angka mortalitas dan morbiditas. Subjek dan Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara wawancara kepada tenaga kesehatan yang meliputi Profesional Pemberi Asuhan (PPA) sebanyak 10 orang dan studi dokumen. Penelitian dilakukan selama Agustus Desember 2021. Data yang diperolah diolah menjadi data prosentase dan grafik Barber Johnson. Hasil: Hasil Penelitian Angka mortalitas pada bulan juni 24,2% dan Juli 41,7%. Grafik barber Johnson berada pada area tidak efisien. BTO pada bulan juni dan juli 2021 adalah 5 dan 3, TOI pada bulan juni dan juli 2021 adaalag 2.6 dan 6.9. Kesimpulan: RS Aisyiyah Siti Fatimah Sidoarjo masih belum masuk ke dalam daerah efisien Grafik Barber-Johnson. Angka mortalitas dan morbiditas juga tinggi karena pandemic COVID-19. Strategi yang dapat dilakukan dengan mengadakan menambah tempat tidur yang tersedia selama Pandemi COVID-19 sebagai upaya mitigasi bencana RS, dan memperbaiki menambah alat-alat penunjang pelayanan medis terkait COVID-19 agar pelayanan rawat inap menjadi efisien.
ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PELEPASAN INFORMASI KEPADA PIHAK KETIGA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LUMAJANG Wulandari, Dina Tsani; Salim, Marko Ferdian; Nugraha, Bagus Setyadi; Hartati, Oky Susiana; Muldyanti, Watik
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i1.3841

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit melalui sensus harian rawat inap memerlukan implementasi sistem informasi kesehatan (SIK) yang baik. RSUD Muntilan telah memiliki modul Sensus Harian Rawat Inap (SHRI) dalam SIK, tetapi pelaksanaannya masih dilakukan secara manual, menyebabkan masalah ketidakakuratan data. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penghambat implementasi SIK dalam kegiatan SHRI di RSUD Muntilan. Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dan menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Sampel yang diambil mencakup masing-masing satu orang petugas admin bangsal dan petugas pelaporan yang dipilih secara acak dari populasi yang terdiri dari tujuh orang petugas admin bangsal dan dua orang petugas pelaporan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Hasil: Faktor yang menjadi penghambat implementasi SIK adalah faktor man meliputi kurangnya petugas admin bangsal, money yaitu tidak adanya anggaran untuk pelatihan/sosialisasi dan penambahan petugas admin bangsal, method yaitu tidak adanya SOP sensus harian rawat inap secara elektronik, material yaitu data tempat tidur dan tanggal masuk yang tidak akurat. Kesimpulan: Faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak digunakannya SIK dalam kegiatan sensus harian rawat inap adalah faktor man, money, method, dan material
WAKTU PEMBERIAN ASI DAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM Rana Ryanti Dewi Fortuna; Ika Yudianti; trimardiyanti trimardiyanti
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v4i1.244

Abstract

Pentingnya pemberian ASI sedini mungkin pada bayi agar mendapatkan kolostrum yang dapat mengeluarkan mekonium dengan bilirubin tinggi bersama BAB. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan waktu pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan kohort, populasi sebanyak 50 BBL yang diamati hingga berusia 8 hari, menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 40 bayi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi derajat ikterus berdasarkan Kremer, data dianalisa dengan uji Koefisien Korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan=0.05. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah sampel (45%) mendapatkan ASI pertama pada 1-6jam, 40% diberikan ASI pertama pada <1jam dan sebagian kecil (15%) diberikan ASI pertama kali setelah kelahirannya pada >6 jam. Hampir seluruhnya (77.5%) tidak mengalami ikterus, 2.5% mengalami ikterus derajat I, 12.5% rmengalami ikterus derajat II dan 7.5% mengalami ikterus derajat III. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.004 < a (0.05) dengan nilai rho=0.445 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara waktu pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum dengan kekuatan hubungan yang bersifat sedang.
PERBEDAAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KAKEK-NENEK TERHADAP PERKEMBANGAN BALITA USIA 3-5 TAHUN DI KABUPATEN KEDIRI Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Arika Indah Setyaraini; Lumastari Ajeng Wijayanti; Suci Wahyu Hidayatussolichah
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v5i1.932

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pola asuh orang tua dengan kakek-nenek terhadap perkembangan balita usia 3-5 tahun di desa sumberejo kecamatan kandat kabupaten kediri. Desain penelitian analitik komparasi dengan pendekatan cross sectional, dengan populasinya sebanyak 107 balita, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu balita yang diasuh oleh orang tua 97 balita dan diasuh kakek-nenekberjumlah 10 balita dengan menggunakan teknik Disproporsionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik fisher exact. Hasil penelitian didapatkan hasil nilai-p=0,001yang artinya lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan pola asuh orang tua dengan kakek-nenek terhadap perkembangan balita usia 3-5 tahun.
EFEKTIVITAS METODE PEER EDUCATOR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN DINOYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Pudji Suryani; Handy Lala
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v7i1.2392

Abstract

Latar Belakang: Stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis, dipengaruhi dari kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Upaya intervensi gizi spesifik difokuskan pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan Anak 0-23 bulan, karena penanggulangan stunting yang paling efektif dilakukan pada 1.000 HPK. Peningkatan pengetahuan kader melalui peer educator merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan stunting. Subjek dan Metode: Metode yang digunakan pre dan post test, dengan jumlah sampel kader sejumlah 30 orang dari Kelurahan Dinoyo Kota Malang dan sasaran ibu hamil dan ibu menyusui sejumlah 30 orang. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling, yaitu kader yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari 7 RW. Adapaun variabel independent adalah metode peer educator dan variabel dependen adalah peningkatan pengetahuan kader dalam pencehgahan stunting. Hasil: Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan rata-rata (mean) pengetahuan kader sebelum intervensi, yaitu 69,77 dan sesudah intervensi, yaitu 89,97. berdasarkan uji Wilcoxon sebesar <0,001 artinya setelah diberikan intervensi, terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan stunting secara signifikan sebelum dengan sesudah diberikan intervensi. Adanya peningkatan rata-rata (mean) pengetahuan kelompok sasaran sebelum peer educator yaitu 70,67 dan sesudah peer educator yaitu 76,10. untuk pengetahuan berdasarkan uji Wilcoxon sebesar 0,016. artinya setelah diberikan peer educator terdapat peningkatan pengetahuan kelompok sasaran tentang pencegahan stunting secara signifikan sebelum dan sesudah diberikan peer educator. Keseimpulan: Adanya peningkatan pengetahuan kelompok sasaran sebelum peer educator atau dengan kata lain peer educator efektif meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting.
RANCANG BANGUN SISTEM PERHITUNGAN KEBUTUHAN OBAT BERBASIS MICROSOFT ACCESS (Studi Di Rs Bhayangkara Tk. III Wahyu Tutuko Bojonegoro) Istiqlal Fithri; Sudalhar -; Mila Datus Sholikah
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v8i2.2995

Abstract

Latar Belakang: Pengadaan barang di logistik farmasi rumah sakit memegang 40% - 50% biaya keseluruhan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun perhitungan kebutuhan obat berbasis Microsoft Access di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Wahyu Tutuko Bojonegoro. Subjek dan Metode: Desain penelitian menggunakan metode pengembangan sistem (systems development life cycle-SDLC). Penelitian dilakukan di rumah sakit Bhayangkara Tk.III Wahyu Tutuko Bojonegoro, dengan populasi pegawai di instalasi farmasi sejumlah 12 orang dan 1500 jenis obat, teknik pengambilan sampel untuk rancang bangun menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 1 (satu) orang dan untuk efisiensi stok obat menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 94 jenis obat. Hasil: Perancangan perhitungan kebutuhan obat berbasis Microsoft Access diawali dengan perancangan sistem database yang meliputi analisis kebutuhan sistem, membuat Entity Relationship Diagram (ERD) membuat relasi tabel, dan membuat Flowchart. Kemudian membuat desain interface perhitungan kebutuhan obat berbasis Microsoft Access dan melakukan uji coba aplikasi perhitungan kebutuhan obat berbasis Microsoft Access. Kesimpulan: Rancang bangun sistem perhitungan kebutuhan obat berbasis microsoft access di RS Bhayangkara TK. III Wahyu Tutuko Bojonegoro dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna yaitu berisi tentang form obat, form pengadaan, form pengeluaran, laporan data obat, laporan pengadaan dan laporan pengeluaran obat
RASIO ASUPAN KALSIUM DAN ASUPAN FOSFOR SERTA AKTIVITAS FISIK TERKAIT NILAI BONE MASS DENSITY (BMD) PADA LANSIA OSTEOPOROSIS Ardiani Listianingrum
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v4i2.735

Abstract

East Java Province has the highest risk of osteoporosis by 21.42% (Prasetya et al, 2015). Bone density is influenced by genetic factors, gender, nutritional status, nutrient intake (calcium and phosphorus) and lifestyle such as physical activity, smoking, excessive consumption of caffeine and alcohol. (Janice LT, 2008). The purpose of this study was to find out the ratio intake of calcium and phosphorus and physical activity related to the value of bone mass density (BMD) in elderly osteoporosis. The research design used is observational descriptive. This research was conducted in April 2018 at the Elderly Poli of RSIA Puri Malang with 32 research subjects. The analysis used is qualitative descriptive analysis. Based on the results of the analysis found that calcium intake in the elderly there were 32 respondents (100%) included in the severe deficit category. The average respondents calcium intake is 474.8 mg. While phosphorus intake in the elderly there were 16 respondents (50%) included in the category above AKG. The average intake of phosphorus respondents is 890.6 mg. Suitability ratio of calcium and phosphorus intake is 2 respondents (6.25%) with a suitability ratio of ≤ 1.5. In physical activity there were 16 respondents (50%) having moderate physical activity categories and 16 respondents (50%) categories of mild physical activity. This shows that the lower the value of Bone Mass Density (BMD) is <3.0, the physical activity carried out by respondents is lighter. While the lower value of Bone Mass Density (BMD) is <3.0, the ratio of calcium and phosphorus intake of respondents is higher. Efforts should be made to prevent osteoporosis in elderly patients by providing education to change patients' knowledge of the importance of regulating food intake, especially calcium and phosphorus intake and physical activity.
DAMPAK SOSIAL EMOSIONAL REMAJA SELAMA SOCIAL DISTANCING : LITERATURE REVIEW Ghifari Andini Mukti; Hadi Pratomo; Nur Khotimah Elfiyani; Rizky Dhahifa Wahyuni; Safitri Widayanti Putri
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v6i2.2152

Abstract

Untuk mengendalikan Pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat termasuk remaja diharapkan tetap tinggal di rumah dan diwajibkan bersekolah dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak dari pembatasan sosial berskala besar terhadap kondisi sosial-emosional pada remaja. Penelitian ini merupakan literature review menggunakan mesin pencari jurnal online PubMed, Wiley, ScienceDirect, SpingerLink, Proquest, BioMed Central Health dan google schoolar. Kriteria jurnal yang digunakan adalah yang diterbitkan pada tahun 2020. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan interaksi remaja dengan teman sebaya dan orang tua. Sedangkan kondisi emosi menunjukkan bahwa anak perempuan lebih rentan mengalami gangguan emosi dibandingkan anak laki-laki. Gangguan emosional yang muncul adalah stres, depresi, dan kecemasan.