cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024" : 16 Documents clear
Metode Pemasangan Instrumen Keamanan Bendungan Lausimeme Aliputa, Henu Satya; Sukamta, Sukamta; Nugroho, Hari
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pemasangan instrumen keamanan Bendungan Lausimeme sesuai gambar kerja (shopdrawing) dan keadaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 Piezometer Vibrating Wire (PVW), 4 Inklinometer, 4 Multilayer Settlement, dan 8 Open Standpipe Piezometer dipasang dengan pengeboran. Total kedalaman pengeboran untuk pemasangan instrumen adalah 438,92 m. Sebanyak 42 PVW, 9 Crest Settlement Survey Point, dan 21 Surface Settlement Survey Point dipasang bersamaan tubuh bendungan. Sebanyak 1 Seepage Measuring Device, 1 Seismograf dan 1 Observation Well dipasang diluar tubuh bendungan. Tahapan umum pemasangan dengan pengeboran dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik pengeboran, pengeboran, pemasangan instrumen, pembacaan instrumen, pengisian lubang bor, dan penempatan pipa/kabel. Pemasangan instrumen bersamaan dengan tubuh bendungan dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik, pemasangan instrumen, dan pembacaan instrumen. Instrumen observation well yang dipasang diluar tubuh bendungan memiliki tahap yang sama seperti pisometer pipa terbuka. Seepage measuring device dan seismograf memiliki tahap pekerjaan yang bervariasi. Sumber daya utama yang diperlukan untuk pengeboran adalah tim pengeboran, material pengisi lubang bor, dan 1 set alat bor kering. Sumber daya utama untuk pemasangan bersamaan dengan tubuh bendungan adalah waterpass dan handtamper. Kontraktor harus menyiapkan sumberdaya yang dibutuhkan 1 bulan sebelum pekerjaan dimulai.
Analysis of the Time Cost Trade-Off Method Application on Tug Boat 135 GT Repair Projects Owned by PT. Pelabuhan Indonesia II Santosa, Ari Wibawa Budi; Trimulyono, Andi; Firnandito, Anugrah; Subekti, Joko; Hadi, Eko Sasmito
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.52415

Abstract

In the project implementation process, there is still the possibility of delays, as in the case of the Tanjung Buyut I Tug Boat ship repair project - 206 135 GT calculations are needed to accelerate the project to determine the optimum time and cost. One method that can be used in accelerating projects / crashing projects is the Time Cost Trade-Off method. This method can be used to solve this problem by adding specific alternatives such as working hours, labor, and other things with the minimum additional cost. In this study, an alternative acceleration was carried out by adding manpower and working hours duration of 1 to 4 hours which would be applied to the Hull repair project for the Tug Boat Tanjung Buyut I-206 135 GT. Based on the results of the analysis that has been carried out on the work of the Hull section, which is included in the critical activity, it is obtained that the most optimum duration acceleration is the addition of working hours (overtime) for 3 hours and an additional workforce of 24 peoples which results in an acceleration of time of 17 days from the normal duration of 60 days to 43 days with a time efficiency of 28%, as well as a cost reduction of IDR 19,700,000 or around 3.34% compared to the normal duration fee of IDR 571,950,000 to IDR 552,250,000.
Analisis Nilai Lugeon dan Grout Take Berdasarkan Hasil Trial Grouting pada Sandaran Kanan Bendungan Ameroro untuk Mengidentifikasi Korelasi Nilai Lugeon dengan Kondisi Geologi Batuan Pondasi Nasmiarta, Zhafarina Malaha; Suharyanto, Suharyanto; Sukamta, Sukamta; Permana, Agung
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59324

Abstract

Pondasi Bendungan Ameroro tersusun dari batuan metamorf sekis yang memiliki sebaran kekar terbuka dengan jarak spasi rata-rata 12,5 cm dan bukaan kekar 1-5 cm. Hal tersebut dapat berpotensi terjadinya rembesan air melalui sela-sela rekahan sehingga diperlukan adanya perbaikan pondasi pada Bendungan Ameroro dengan metode grouting. Sebelum dilakukan pekerjaan grouting, dilakukan pekerjaan trial grouting. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi nilai lugeon dengan kondisi geologi batuan pondasi. Metode yang dilakukan adalah uji permeabilitas (uji lugeon). Dari hasil uji lugeon, di lubang pilot, lubang primer dan lubang sekunder menunjukkan bahwa semakin dalam lubang trial grouting, nilai lugeon akan semakin kecil sedangkan semakin besar nilai lugeon, grout take akan semakin besar. Namun, pada lubang cek terdapat nilai lugeon yang masih tinggi di kedalaman 10 meter yaitu 5,17 – 8,14, di kedalaman 20 – 25 meter juga memiliki nilai yang tinggi yaitu 4,86. Hal ini sesuai dengan peta geologi pada sandaran kanan sedalam 35 meter memiliki struktur batuan yang kurang bagus sehingga memiliki nilai lugeon cukup tinggi dan besar grout take tinggi.
Evaluasi Deformasi Vertikal Timbunan Tubuh Bendungan Sepaku Semoi Berdasarkan Data Pembacaan Multilayer Settlement Menggunakan Metode Prediksi Deformasi Saat Konstruksi Pratama, Sadewa Eka; Sukamta, Sukamta
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.60088

Abstract

Pelaksanaan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi dimulai pada Tahun 2020, tipe bendungannya berupa timbunan tanah homogen dan dilakukan pekerjaan timbunan terhadap tubuh bendungannya. Adanya faktor tahapan pekerjaan timbunan yang pada setiap fase akan menambah ketinggian tubuh bendungan serta faktor kualitas pemadatan timbunan tubuh bendungan dapat menyebabkan risiko kegagalan bendungan semakin meningkat. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku deformasi vertikal dari timbunan tubuh Bendungan Sepaku Semoi agar keamanan tubuh bendungan terjamin pada saat pelaksanaan konstruksi. Identifikasi perilaku deformasi vertikal pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengevaluasi data pembacaan instrumentasi multilayer settlement terhadap kriteria penerimaan menggunakan metode prediksi deformasi saat konstruksi yang terdiri dari tiga metode yaitu total settlement, korelasi vertical strain vs fill height above, dan settlement index. Hasil evaluasi metode total settlement pada seluruh multilayer settlement menghasilkan perilaku normal, begitu juga dengan evaluasi metode korelasi vertical strain vs fill height above menghasilkan perilaku normal, serta evaluasi metode settlement index menghasilkan perilaku normal. Dari ketiga hasil evaluasi metode prediksi deformasi saat konstruksi tersebut dapat disimpulkan bahwa secara garis besar, perilaku deformasi vertikal saat pelaksanaan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi mempunyai perilaku normal dan tidak melampaui batas dari kriteria yang diizinkan.
Evaluasi Kemampuan Bendungan Logung dalam Mereduksi Banjir Akibat Perubahan Curah Hujan dan Tata Guna Lahan Febriani, Irawati; Sriyana, Ignatius; Suharyanto, Suharyanto
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.61985

Abstract

Bendungan Logung merupakan bendungan multipurpose yang salah satu fungsinya sebagai pengendali banjir. Mengingat bahwa Bendungan Logung telah beroperasi selama 5 (lima) tahun sekaligus menanggapi perubahan pola curah hujan dan tata guna lahan, serta mengantisipasi kemungkinan kegagalan bendungan akibat overtopping, maka perlu dilakukan kajian penelusuran banjir di waduk menggunakan data hidrologi dan tutupan lahan terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan Bendungan Logung dalam mereduksi banjir. Model penelusuran banjir dalam penelitian ini menggunakan software HEC-HMS dengan metode Soil Conservation Services-Curve Number (SCS-CN). Berdasarkan analisis yang dilakukan terdapat peningkatan curah hujan rencana apabila dibandingkan dengan studi perencanaan tahun 2015 serta adanya perubahan tata guna lahan di DTA Waduk Logung yang menyebabkan nilai debit banjir rencana lebih besar dibandingkan dengan studi perencanaan. Bendungan Logung dapat mereduksi debit banjir untuk masing- masing kala ulang sebesar: Q2 = 42,88%; Q5 = 38,38%; Q10 = 35,02%; Q25 = 31,53%; Q50 = 29,42%; Q100 = 27,50%; Q1000 = 20,72%; dan QPMF = 16,43%. Hasil debit puncak QPMF sebesar 946,5 m3/detik yang berada pada elevasi +93,5, di mana elevasi tersebut berada di atas muka air banjir QPMF perencanaan yakni +92,85. Oleh karena itu tidak terjadi overtopping karena puncak bendungan berada pada elevasi +94.
Sintesis, Karakterisasi dan Pengujian Katalis CaO-MgO/Fe2O3 dari Dolomit dan Pasir Besi untuk Pembuatan Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas Widayat, Widayat; Arman, Mhd. Adithia Perdana; Syarief, Elijah; Buchori, Luqman; Sulardjaka, Sulardjaka
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.56423

Abstract

Pengembangan katalis CaO-MgO/Fe2O3 dari dolomit dan pasir besi dilakukan pada penelitian ini.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fisika katalis CaO-MgO/Fe2O3 serta kinerjapada produksi biodiesel. Sintesis katalis dilakukan dengan metode impregnasi, dimana fasa CaO-MgO terlebih dahulu didapatkan dari dolomit dengan metode kalsinasi. Fe2O3 dihasilkan dari pasir besi dengan metode ko-presipitasi yang melibatkan larutan asam dan basa. Pengaruh komposisi CaO-MgO dan Fe2O3 terhadap yield biodiesel dikaji dengan melakukan variasi rasio CaO-MgO : Fe2O3 sebesar 1:1, 2:1 dan 3:1. Variasi temperatur kalsinasi katalis dilakukan pada 800oC, 900oC dan 1000oC untuk mengetahui pengaruh karakteristik fisik terhadap produksi biodiesel. Karakterisasi katalis dengan menggunakan metode SEM-EDX menunjukkan struktur morfologi dan komposisi elemen pada katalis. Biodiesel yang diproduksi dengan katalis CaO-MgO/Fe2o3 memiliki standar mutu sesuai SNI 7182: 2015. Katalis dengan rasio CaO-MgO : Fe2O3 sebesar 3:1 yang dikalsinasi pada temperatur 900oC menghasilkan yield biodiesel tertinggi yaitu 54,2%. Katalis CaO-MgO/ Fe2O3 dapat digunakan dalam produksi biodiesel dengan reaksi esterifikasi dan trans esterifikassi secara simultan dan dibutuhkan peningkatan kinerja lebih lanjut sehingga lebih ekonomis.
Kajian Evaluasi Keamanan Bendungan Rukoh Terhadap Overtopping Berdasarkan Penelusuran Banjir di Waduk Pambudi, Yan Ahmad Christy; Sriyana, Ignatius
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59405

Abstract

Bendungan Rukoh merupakan bendungan urukan tipe zonal inti kedap air yang mempunyai kelemahan rentan terjadi kegagalan bendungan akibat overtopping limpasan debit banjir. Kondisi terkini berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Pidie 2014-2018 menerangkan bahwa tingkat frekuensi kecenderungan risiko banjir mengalami kenaikan dari tahun ke tahun yang disebabkan hujan lebat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembaharuan debit banjir menggunakan pemodelan HEC-HMS dan melakukan evaluasi keamanan bendungan terhadap overtopping melalui penelusuran banjir. Penelusuran banjir menggunakan metode level pool routing pada kondisi debit banjir Bendungan Rukoh tanpa suplesi debit dan kondisi dengan suplesi debit Bangunan Pengarah Rukoh. Pemutakhiran debit banjir menunjukkan adanya rerata kenaikan nilai debit banjir tiap kala ulang sebesar 14,87% dibandingkan studi perencanaan. Penelusuran banjir debit banjir 1000 tahun memberikan hasil elevasi muka air maksimum +122,77 (tanpa suplesi) dan +123,27 (suplesi), sedangkan hasil untuk debit banjir PMF (Probable Maximum Flood) pada elevasi +124,08 (tanpa suplesi) dan +124,52 (suplesi). Berdasarkan elevasi puncak bendungan +127,00 dan penelusuran banjir disimpulkan Bendungan Rukoh aman terhadap overtopping.
Implikasi Integrasi BIM dan ERP Terhadap Pengendalian Volume Pekerjaan Proyek: Studi Kasus Proyek Bendungan Wibowo, Muhammad Agung; Hatmoko, Jati Utomo Dwi; Satria, Gildam
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.60810

Abstract

Penggunaan informasi volume dari Building Information Modeling (BIM) pada proyek konstruksi di Indonesia belum efektif dalam meningkatkan kinerja pengendalian anggaran meskipun BIM telah menunjukkan dampaknya terhadap peningkatan kinerja proyek konstruksi bangunan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan informasi BIM adalah dengan mengintegrasikan informasi BIM dengan Enterprise Resource Planning (ERP) dimana ERP sangat membantu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi integrasi informasi BIM BIM dan ERP pada proyek konstruksi dengan studi kasus pada proyek bendungan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi terkait penggunaan informasi volume dari BIM untuk pengendalian anggaran, wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait dalam proyek dan pada kantor pusat pada proyek bendungan dan mengukur informasi volume dari proses BIM dibandingkan dengan anggaran dan menilai seberapa akurat informasi volume tersebut sehingga dapat diandalkan untuk pengendalian volume pekerjaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penerapan BIM yang efektif untuk pengendalian anggaran melalui integrasi ERP pada proyek bendungan dan menjadi acuan bagi pengambil keputusan dalam upaya meningkatkan kinerja proyek konstruksi.
Penggunaan Flight Data Logger untuk Menganalisis Dampak Modifikasi Seaplane pada Kinerja Take Off Cessna PK-APH: Studi Komparasi Nasrullah, Muhammad Nur Cahyo Hidayat; Rubiono, Gatut; Sulung, Sabam Danny; Prayitno, Hadi
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.57634

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan take off performance antara pesawat yang telah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane (amfibi) dan pesawat Cessna standar sebelum dimodifikasi. Komparasi dilakukan menggunakan data dari flight data recorder Garmin G1000 dengan flight data logger. Data yang dipilih adalah berdasarkan pada satu pesawat yang sama, yakni dengan registrasi PK-APH, namun data difilterisasi dengan berbagai kondisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh modifikasi seaplane (amfibi) yang telah dilakukan dari segi fase climbing, perbandingan ground roll, maksimal ground speed serta maksimal airspeed. Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara pesawat sebelum dan setelah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane. Sebelum modifikasi, pesawat mencapai ketinggian 478,4 kaki diatas permukaan laut dalam 60 detik setelah lepas landas, sedangkan setelah modifikasi hanya mencapai 355,7 kaki di atas permukaan laut. Ground speed pada detik ke-20 juga berbeda, dengan pesawat sebelum modifikasi mencapai 60,69 knots dan pesawat seaplane hanya mencapai 48,65 knots. Perbedaan terlihat pada airspeed awal saat take-off, di mana pesawat sebelum modifikasi memiliki angka 71 knots pada detik ke-24, sedangkan pesawat seaplane memiliki angka 66 knots.
Studi Potensi Saddle Area di Bendungan Budong Budong Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Baharudin, Irfan; Sukamta, Sukamta; Prasetyo, Yudo
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59153

Abstract

Analisis berbasis sistem informasi geografis (SIG) dapat memecahkan permasalahan teknis di bidang konstruksi, khususnya bendungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui area dengan elevasi lebih rendah dari muka air banjir (MAB) di Bendungan Budong-Budong. Metode yang digunakan adalah analisis  SIG  dengan melakukan overlay dari data spasial yaitu data DEMNAS, area genangan waduk, DAS, sungai dan anak sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis overlay dapat mendeteksi 5 lokasi dengan elevasi di bawah MAB (4 lokasi di sungai dan 1 lokasi di hutan). Survei validasi dilakukan untuk memastikan elevasi di lapangan menggunakan gps handheld pada titik yang berada di hutan. Hasil validasi menunjukkan elevasi di lapangan 70,98 m dimana sudah diatas MAN tetapi masih terdapat selisih elevasi dengan MAB. Selisih elevasi tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap operasional maupun keamanan Bendungan Budong-Budong. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis SIG, khususnya analisis overlay, dapat menjadi solusi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dengan berbasis data spasial yang ada.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 2 (2023): August 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 35, No 2 (2014): (Desember 2014) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Volume 28, Nomor 3, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 In Press More Issue