cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-I'tibar : Jurnal Pendidikan Islam
Published by STKIP Nurul Huda
ISSN : 25274546     EISSN : 2581222X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Islam Al-I'tibar terbit dua kali setahun pada bulan Pebruari dan Agustus, artikel hasil penelitian dan artikel konseptual tentang Pendidikan Agama Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Individual Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas X SMK Nurul Huda Buay Madang Oku Timur Mukhamad Fathoni; Marlina Marlina
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.445 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v5i2.515

Abstract

Selama proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas X SMK Nurul Huda Buay Madang OKU Timur,sebagian siswa masih terlihat mengalami kesulitan dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan oleh guru, sehingga menyebabkan hasil belajar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran. Oleh karena itu, harus dilakukan langkah-langkah strategis agar siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran individual. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran individual terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas X SMK Nurul Huda Buay Madang OKU Timur. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen komparasional menggunakan desain quasi eksperiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Nurul Huda Buay Madang OKU TImur yang berjumlah 80 siswa terbagi dalam 3 rombongan belajar. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X/Multimediaberjumlah 30 orang dan siswa kelas X/Administrasi Perkantoran berjumlah 27 orang.Teknik pengumpulan data menggunakan tessedangkan uji hipotesis dilakukan menggunakan uji t. Simpulan hasil penelitian adalah hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa yang pembelajarannya menerapkan model pembelajaran individual di kelas X/Multimedia SMK Nurul Huda Buay Madang OKU Timur adalah sedang dengan nilai rata-rata sebesar 78,57. Hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa yang pembelajarannya menerapkan model pembelajaran klasikal di kelas X/Administrasi Perkantoran adalah sedang dengan nilai rata-ratanya 68,15. Terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran individual terhadal hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XSMK Nurul Huda Buay MadangOKU Timur dengan nilai thitung7,89 sedangkan ttabel 2,00. Karena thitung7,89 lebih besar dari harga ttabel = 2,00 pada taraf signifikan 5% maka H0 ditolak sedangkan Ha diterima
Problematika Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tasurun Amma
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.798 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v5i2.516

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilakukan dalam tiga tahap; perencanaan, implementasi dan evaluasi. Problematika yang ditemukan dalam penelitian ini adalah; kesulitan menghafal, tidak bisa membaca bahasa Arab, kurang minat belajar, kesulitan belajar, kreativitas guru dan siswa, pemilihan metode yang tidak sesuai, kurangnya media, perhatian orang tua dan masalah lingkungan. solusi yang dibuat oleh guru dan pengelola sekolah adalah; aspek siswa dengan meningkatkan motivasi, minat dan kemampuan belajar siswa dengan proses pembelajaran yang menarik. aspek guru dengan pembahasan Pendidikan Agama Islam, menyiapkan fasilitas pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam dengan baik, memberikan pelatihan kepada guru sesuai dengan kompetensi yang akan dikembangkan, serta pengawasan dan motivasi dari kepala sekolah. aspek pendekatan pembelajaran dengan memilih dan menggunakan metode dan media yang tepat. aspek lingkungan belajar siswa dengan membiasakan siswa dengan kegiatan keagamaan, menciptakan lingkungan keagamaan dan membangun semangat kompetisi dalam masalah agama..
Implementasi Metode Active Debate Learning Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Nurul Huda Sukaraja Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Muhamad Ikhsanudin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.584 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v5i2.528

Abstract

Di dalam dunia Pendidikan, Pembelajaran akan ketinggalan zaman apabila masih memposisikan pengajar (guru) sebagai pusat segala-galanya (teacher oriented). Tetapi pembelajaran harus menjadikan siswa sebagai subyek (actor) pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis pada siswa (active learning). Diantara satu metode pembelajran berbasis active learning adalah metode active debate learning. Oleh karena itu pokus pemasalahannya Sebagai berikut: Bagaimanakah persiapan metode active debate learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Bagaimanakah pelaksanaan metode active debate learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Apakah faktor pendukung dan penghambat penerapan metode active debate learning dalam pendidikan agama Islam berlokasi di SMK Nurul Huda Sukaraja dengan tujuan mendeskripsikan implementasi metode active debate learning pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMK Nurul Huda Sukaraja Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan objek penelitian sesuai dengan apa adanya, dalam bentuk kata-kata tanpa menggunakan rumus-rumus berdasarkan angka-angka. Dengan menggunakan alat pengumpul data Obsesvasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah itu di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif, karena bertujuan untuk mendeskripsikan implemantasi metode active debate learning pada pembelajaran pendidikan agam Islam di SMK Nurul Huda Sukaraja. Dari teori ini dapat di tarik suatu kesimpulan, Pertama, Kedua Guru Pendidikan Agama Islam pada ketiga kelas yang diteliti, sebelum mengajar telah mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan berbagai aktifitas seperti membuat perangkat pembelajaran meliputi; Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang akan diperdebatkan di kelas. Kedua. Dalam pelaksanaan pembelajaran, pada aspek Tarikh dan SKI di kelas XII Administrasi Perkanntoran dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu pro/penyaji, kontra dan pembela. kelompok penyaji bertugas menyampaikan materi dan di tanggapi oleh kelompok kontra dan kelompok pembela bertugas untuk meluruskan jalannya perdebatan, begitu juga pada aspek Akhlak di kelas XI Multimedia dan aspek Akidah di kelas X Akuntansi. Dalam mengevaluasi kedua guru Pendidikan Agama Islam tersebut sudah cukup baik, karena sudah menggunakan instrumen dalam pola yang baru yaitu instrumen soal uraian tertulis untuk menilai aspek kognitif, instrumen pengamatan sikap dan minat untuk menilai aspek afektif dan instrumen penugasan untuk menilai aspek psikomotorik. Ketiga. Faktor pendukung dalam pelaksanaan metode Active Debate ini barasal dari ‘guru, siswa dan sarana prasarana’. Kedua guru Pendidikan Agama Islam sudah tersertifikasi sehingga keduanya sudah sering mendapatkan diklat tentang pembelajaran, semua siswa sudah terbiasa dengan debat tatkala belajar diasrama, ‘Sarana prasarana’ terutama bangku dan meja yang mudah di susun dalam formasi debate dan didukung adanya waifi, materi pelajaran didukung dari pelajaran yang diajarkan dipesantren, dan metode yang di gunakan di pesantren adalah metode sawir (musyawarah) juga bisa di katakana metode Devate. Dan faktor penghambat dalam pelaksanaan metode debat aktif ini adalah tidak semua guru mendukung, tidak ada respon yang positif dari pengurus yayasan dan adanya intimidasi dari siswa yang merasa tersudut. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan pada peneliti untuk melanjutkan penelitian ini dan kepada pengelola sekolah (Kepala sekolah dan guru) agar tidak melakukan pembelajaran monoton di dalam kelas saja, tetapi memanfaatkan ruang multimedia dengan segala fasilitasnya, bahkan bila perlu di luar kelas.
Unschooling Alternative : Studi Analisis Alternatif Pendidikan Menurut Pemikiran Everett Reimer Tasurun Amma
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.985 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v6i1.529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kejelasan yang mendalam terkait pandangan Everett Reimer terhadap lembaga sekolah dan pandangannya tentang konsep penyelenggaraan pendidikan selain sekolah.Dari hasil penelitian terungkap bahwa pemikiran Everett Reimer bukan berarti anjuran eliminasi atas sekolah, akan tetapi Reimer menghendaki penghilangan kemapanan sekolah atau dengan kata lain posisi superior sekolah dilemahkan. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan lembaga yang memiliki banyak sekali kelemahan-kelemahan sehingga mengalami kematian fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Selanjutnya Reimer menyarankan untuk melakukan pengembangan atas kegiatan belajar yang lebih demokratis dan efisien dalam membelajarkan manusia, Reimer menawarkan sistem penyelenggaraan unschooling alternative yang terdiri dari empat macam bentuk yang saling berkaitan yakni pertama mengupayakan penyediaan jaringan benda, kedua penyediaan jaringan orang, ketiga penyediaan layanan yang memungkinkan seseorang menemukan partner belajar berupa jaringan teman sebaya yang cocok, dan keempat penyediaan layanan jaringan menuju para pendidik.
Peran Pondok Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat Sekitar M. Yusuf Agung Subekti; Moh. Mansur Fauzi
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.042 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v5i2.554

Abstract

Program pemberdayaan terhadap masyarakat sangat penting dalam rangka menunujukkan bahwa pondok pesantren terutama pesantren salaf tidak hanya mampu berperan dalam bidang keagamaan namun juga mampu berperan dalam pemberdayaan pada masyarakat sekitar baik dibidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah. Peran pondok pesantren dalam bentuk pemberdayaan masyarakat secara substansinya jelas mengarah kepada sarana terjalinnya komunikasi antara pesantren dengan masyarakat sekitar. Sehingga dengan hal tersebut dapat saling memberikan kemajuan dan pengalaman antara satu dengan yang lain, bukan saja dalam bidang pendidikan tapi dalam berbagai bidang yang menjadi tuntunan pesantren harapan masa depan. Secara umum, fisik bangunan dan output yang dihasilkan bisa berorientasi ke arah yang lebih maju, namun satu hal yang perlu disoroti adalah peran pesantren secara optimal dalam pemberdayaan masyarakat sangatlah urgent, guna terwujudnya pesantren yang bermutu Pondok Pesantren Nurul Qodim, melakukan pemberdayaan dalam bidang Pendidikan yaitu dengan mewujudkan peranannya pada masyarakat sekitar dengan mendirikan 15 Madrasah Diniyah Cabang. Bidang Sosial yaitu dengan membangun masjid sebanyak 48 di kecamatan Paiton dan pembangunan jembatan, dan penghijaun dengan menanam 1000 pohon kelapa. Bidang Dakwah Islamiyah yaitu shalawatan “Syubbanul Muslimin”, Sarwaan, Majlis Ta’lim al-Mar’atus Shalihah, dan JTI (Jam’iyah Taqarrub Ilallah). Sedangkan Modelnya menggunakan Metode Partisipatory Assesment (MPA) dan Model relasi dalam kegiatan pemberdayaan menggunakan hubungan “induk semang-klien”.
Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Anak TPQ Al-Hidayah 1 Dusun Tugasari Rezza Yuli Anjani; H. Tasdiq
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.57 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v6i1.555

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Al-Qur’an bagi kehidupan manusia, maka sangat diperlukan pendidikan Al-Qur’an bagi Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Salah satunya pengajaran bisa dilakukan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an. Fakta yang terjadi pada Anak TPQ Al-hidayah 1 Dusun Tugasari adalah ketika Anak membaca Al-Qur’an secara bersama-sama mereka akan kompak dan benar dalam bacaannya, akan tetapi berbeda ketika anak membaca secara individu, meskipun tidak semuanya, pada kenyataannya mereka kurang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dari segi makhorijul huruf ataupun dalam hukum tajwidnya. Dalam proses pendidikan di TPQ guru adalah salah satu faktor penting yang menentukan. Proses pendidikan tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya peran guru yang senantiasa memberikan pengajaran setiap hari pada santri-santrinya. Maka dari itu perlu adanya Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Anak TPQ Al-Hidayah 1 Dusun Tugasari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penganalisaan data dilakukan dengan cara mereduksi data atau merangkum dari berbagai sumber yang telah tersedia, penyajian data bisa dan, uji keabsahan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari hasil penelitian diperoleh informasi upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada Anak TPQ Al-Hidayah 1 Dusun Tugasari adalah interaksi yang baik ustad/ustadzah dengan santri agar santri dapat menerima pelajaran dengan mudah, memberikan pemahaman materi dengan media gambar, menghafal surat-surat pendek, mengevaluasi secara lisan dan tulisan, memperdengarkan murottal lalu santri meniru, sebelum sorogan Al-Qur’an santri harus membaca berulang-ulang minimal 3 kali, dan wajib menerapkan materi bacaan Al-Qur’an yang telah di sampaikan ustad/ustadzah, sesekali diadakan perlombaan hafalan dengan memberikan hadiah bagi santri yang bacaannya baik dan benar.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Melalui Penerapan Metode Advokasi Haryanto Haryanto; Suhartono Suhartono
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.416 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v6i1.558

Abstract

Metode pembelajaran sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan belajar siswa kurang mendapatkan perhatian dari para guru, pada proses pembelajaran guru hanya memberikan ringkasan materi dengan cara mendektekan kepada siswa kemudian guru menjelaskan materi tersebut secara oral tanpa memberikan feed back kepada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits melalui penerapan metode Advokasi siswa kelas X IPA MA Nurul Huda Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur. Penelitian dilaksanakan menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPA MA Nurul Huda yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik holberman yaitu reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini pertama hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi pembelajaran pokok-pokok isi kitab Al-Qur’an siswa sebelum penerapan metode Advokasi di kelas X IPA MA Nurul Huda adalah sangat rendah. Kedua hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi pembelajaran pokok-pokok isi kitab Al-Qur’an siswa setelah penerapan metode Advokasi di kelas X IPA MA Nurul Huda termasuk kategori tinggi atau baik. Ketiga Penerapan metode Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar mata ini dengan indikator aktivitas guru dalam pembelajaran termasuk kategori baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran masuk kategori baik.
Studi Korelasi Disiplin Dalam Pembelajaran Dengan Kinerja Guru Di SMAN Se- Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan Marlina Marlina
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.003 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v6i1.566

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah ada korelasi positif dan signifikan antara Disiplin dalam Pembelajaran dengan Kinerja Guru SMAN Se- Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan. Sehingga dapat digunakan sebagai sumbangsih pemikiran dan informasi serta pengetahuan dalam rangka meningkatkan keberhasilan pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah guru pada SMAN se kecamatan Bumi Agung dengan pengambilan sampel menggunakan metode slovin berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah dispropotional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah kuesioner model skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hipotesis diuji dengan teknik korelasi sederhana dan Regresi. Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa: ada korelasi positif dan signifikan disiplin dalam pembelajaran dengan kinerja guru SMAN dengan tingkat keeratan hubungan cukup (0,486). Adapun kontribusi disiplin dalam pembelajaran sebesar koefisien parsial R2 = 0,236 atau sebesar 23,6 % terhadap kinerja guru. Persamaan regresinya Y’ =52,705 + 0,55 (80) = 96,705 ( maksimum 150) bahwa : (d) ada pengaruh positif dan signifikan antara disiplin dalam pempelajaran terhadap kinerja guru.
Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab al Barzanji Karya Syaikh Ja’far al Barzanji dan Implementasinya Dalam Pendidikan Resti Ayu Nisa; Sholeh Hasan
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.485 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v6i1.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Al Barzanji karya Syaikh Ja’far Al Barzanji dan implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak.Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka atau library research. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa literatur yang berhubungan langsung dengan judul dan data skunder atau data pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi telaah, studi pustaka, dan studi literatur. Teknik analisis data ada.lah deskriptif. Analisis data penelitian disimpulkan Pertama: Konsep pendidikan akhlak adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan disengaja untuk memberikan bimbingan, baik jasmani maupun rohani, melalui penamaan nilai-nilai islam, latihan moral, fisik serta menghasilkan perubahan ke arah positif, yang nantinya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan, dengan kebiasaan bertingkah laku, berfikir dan berbudi pekerti luhur menuju terbentuknya manusia yang berakhlak mulia, dimana dapat menghasilakan perbuatan atau pengalaman dengan mudah tanpa harus direnungkan dan disengaja atau tanpa adanya pertimbangan dan pemikiran. Kedua: Nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Al Barzanji karya Syaikh Ja’far Al Barzanji secara garis besar terbagi menjadi dua bagian, yakni akhlak kepada Allah SWT dan akhlak kepada makhluk. Akhlak kepada Allah meliputi cinta kepada Allah SWT, syukur, berdoa, dan tawadhu, kedua, akhlak kepada makhluk meliputi akhlak kepada Nabi Muhammad SAW, akhlak terhadap diri sendiri meliputi tawadhu, jujur, sabar, iffah dan zuhud, akhlak kepada keluarga meliputi birrul walidain dan akhlak kepada anak, akhlak kepada masyarakat terdiri atas musyawarah, adil, kasih sayang dan pemaaf. Ketiga: Implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Al Barzanji karya Syaikh Ja’far Al Barzanji dalam pendidikan dilakukan melalui penerapan kompetensi inti setiap satuan pembelajaran khususnya kompetensi religius dan kompetensi sosial.
Pengaruh Teknik Pembelajaran Value Clarification terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Pembelajaran Iman kepada Kitab-Kitab Allah SWT Rukmanah Rukmanah; Suhartono Suhartono; Supangat Supangat
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.316 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v5i2.588

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kurang efektifnya pembelajaran Aqidah Akhlak di kelas VIII MTs Nurul Huda Sukaraja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik pembelajaran Value Clarification terhadap hasil belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Sukaraja. Penelitian komparatif dilaksanakan menggunakan desain eksperimen yaitu True Experimental Design yaitu Posstest Only Control Design. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-2 dan VIII-3 MTs Nurul Huda Sukaraja yang berjumlah 53 orang. Sebagai kegiatan akhir analisis data penelitian dapatlah disimpulkan Pertama: Hasil belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT siswa yang menerapkan teknik pembelajaran Value Clarification di kelas VIII MTs Nurul Huda Sukaraja adalah sedang. Kedua: Hasil belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT siswa yang tidak menerapkan teknik pembelajaran Value Clarification di kelas VIII MTs Nurul Huda Sukaraja adalah sedang. Ketiga: Terdapat pengaruh penerapan teknik pembelajaran Value Clarification terhadap hasil belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Sukaraja.

Page 4 of 11 | Total Record : 105