cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-I'tibar : Jurnal Pendidikan Islam
Published by STKIP Nurul Huda
ISSN : 25274546     EISSN : 2581222X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Islam Al-I'tibar terbit dua kali setahun pada bulan Pebruari dan Agustus, artikel hasil penelitian dan artikel konseptual tentang Pendidikan Agama Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
Pengaruh Persepsi Manajerial Kepala Sekolah Dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru SMK Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Lampung Indonesia Wawan Saputra; M Ihsan Decholfany
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajerial kepala sekolah dapat ditunjukkan dalam pelaksanaan pengelolaan atau manajerial yang diterapkan di sebuah lembaga pendidikan, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh persepsi manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, 2) pengaruh iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, 3) pengaruh persepsi manajerial kepala sekolah dan iklim organisasi secara bersama terhadap kinerja guru sekolah SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode asosiatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 guru. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi manajerial kepala sekolah dan iklim organisasi terhadap kinerja guru SMK Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung yaitu sebesar 57,0%.
Kompetensi Kepribadian Guru PAI dalam Membentuk Karakter Siswa MA Agustina Dwi Astuti; Sholeh Hasan; Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter merupakan nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang berkualitas harus memenuhi beberapa syarat kompetensi. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan kompetensi kepribadian diantara empat kompetensi tersebut. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan meningkatkan Bagaimana Kompetensi kepribadian guru yang dapat membentuk karaktersiswa. Berdasarkan penelitian di lapangan peneliti menemukan bahwa karakter siswa sudah sangat bagus saat ini, melihat peserta didik melaksanakan kegiatan dengan tertib, bahkan dengan tenang. Kompetensi kepribadian guru PAI ini sudah cukup baik. Kepribadian guru Pendidikan Agama Islam akan berpengaruh terhadap karakter siswa. Hal ini ditandai dengan adanya indikator kepribadian guru Pendidikan Agama Islam yang meliputi: Mantap dan stabil, arif, berwibawa, dan teladan. Selain itu melakukan MGMP atau biasanya di sebut dengan (Musyawarah guru mata pelajaran) yang dilakukan oleh sekolah
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Pelaksanaan Tahlilan Pada Majlis Ta’lim Baitur Rohman Neti Suprihatin; Suhartono Suhartono; Sholeh Hasan
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan penyelenggaraan tahlilan dan nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam pelaksaanaan tahlilan pada Majlis Ta’lim. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga yang menetap didesa tersebut. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyusunan satuan dan kategorisasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan: Pertama, tahlilan dilaksanakan secara bersama-sama yang dipimpin oleh imam tahlil, diawali dengan membaca hadharah kepada Nabi, sahabat dan seterusnya. Kemudian pembacaan tahlil dan Al-Qur’an serta pembacaan do’a. Kedua, nilai-nilai pendidikan islam yang terkandung dalam pelaksanaan tahlilan terbagi menjadi tiga yaitu; 1. Nilai pendidikan aqidah dengan melakukan tahlilan, seseorang akan senantiasa mengingat dan menyebut ke-Esa-an Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta shalawat kepada Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, 2. Nilai pendidikan akhlaq dengan melaksanakan tahlilan maka akan memunculkan sikap-sikap akhlaqul karimah sebagai aspek dari pendidikan akhlaq, 3. Nilai pendidikan ibadah dengan melaksanakan tahlilan seseorang telah melakukan ibadah karena poin-poin dari pelaksanaan tahlilan tersebut merupakan ibadah yang disyariatkan dalam Islam
Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual dengan Tingkat Kesopanan Siswa di SMK Terpadu Takwa Belitang Ista Febriana; Suhartono Suhartono; Romdloni Romdloni
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesopanan di artikan sebagai adat sopan santun, tingkah laku (tutur kata) yang baik yang ditampakan oleh seseorang. Tinggi rendahnya kecerdasan spiritual seseorang mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan tingkat moral kesopanan siswa.. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana tingkat kecerdasan spiritual (SQ) dan kesopanan siswa di SMK Terpadu Takwa Belitang, (2) adakah hubungan antara kecerdasan spiritual (SQ) dengan tingkat kesipanan siswa di SMK Terpadu Takwa Belitang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yaitu suatu proses menemukan pengetahuan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin di ketahui, dalam menganalisis data menggunakan data-data numerikal atau angka yang di olah dengan statistik kemudian hasilnya dideskripsikan dengan menguraikan kesimpulan yang didasari oleh angka dengan metode statistic. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI berjumlah 60 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan kesopanan siswa di SMK Terpadu Takwa Belitang. Dimana nilai korelasinya r sebesar 0,681, Nilai koefisiensi korelasi tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Taraf signifikansi p = 0.000 (signifikansi, jika p < 0.05). serta sumbangan efektif (R2) kecerdasan spiritual dalam kesopanan yaitu sebesar 0,463 artinya 46,3%. Sedangkan sisanya adalah ( 53.7%) dipengaruhi oleh variabel lain yang mempengaruhi kesopanan.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Novel Api Tauhid Karya Habiburrahman El-Shirazy dan Relevansinya terhadap Materi Pendidikan Islam Muhammad Ali Masduki; Marlina Marlina; Muhamad Ikhsanudin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu komponen inti dalam dunia pendidikan. Pendidikan didapat tidak hanya melalui sekolah formal saja. Pendidikan didapat dari mana saja. Salah satunya melalui karya sastra yang bermutu dan berkualitas yaitu novel Api Tauhid karya Habiburrahman El-Shirazy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran umum Novel Api Tauhid 2) Nilai-nilai pendidikan Islam dalam novel Api Tauhid. 3) Relevansi pendidikan Islam novel Api Tauhid terhadap Materi Pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analisi (descriptif of analyze research), sedangkan dalam pengumpulan datanya menggunakan penelitian kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam skripsi ini adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Novel Api Tauhid dapat memberikan inspirasi dalam banyak hal seperti menjawab dilemma hubungan agama dan negara, juga Islam dan modernitas. Novel yang dihasilkan oleh Habiburrahman El-Shirazy diakui sebagai novel pembangun jiwa yang syarat dengan pengajaran nilai-nilai pendidikan Islam 2) Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam novel Api Tauhid, yaitu nilai pendidikan aqidah/keimanan, nilai pendidikan ibadah, nilai pendidikan akhlak. 3) Relevansi nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam novel Api Tauhid karya Habiburrahman El-Shirazy terhadap materi Pendidikan Agama Islam ternyata mampu dijadikan sebagai media pendukung dalam proses pembelajaran yang dikemas dalam bentuk visual.
Implementasi Metode Wafa pada Pembelajaran Tahsin Al- Qur’an Di SMAIT Harapan Umat Karawang Winda Arum Singgarani; Zaenal Arifin; N Fathurrohman
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v8i2.1090

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang penelitian terkait implementasi metode Wafa pada pembelajaran tahsin Al- Qur’an. Al-Qur'an adalah sumber hukum dan pedoman hidup bagi umat Islam. Sebagai umat Islam penting untuk mempelajari Al-Qur'an, salah satunya belajar membaca Al-Qur'an dengan sesuai kaidah tajwid. Salah satu upaya sekolah dalam membantu siswa belajar membaca Al-Qur'an adalah dengan mengadakan pembelajaran tahsin Al- Qur’an. SMAIT Harapan Umat Karawang menggunakan metode Wafa dalam pembelajaran tahsin Al-Qur'an siswa. Metode Wafa merupakan inovasi metode pembelajaran Al-Qur'an dengan memaksimalkan pendekatan otak kanan yang komprehensif, mudah, dan menyenangkan. Dalam proses pembelajarannya menggunakan metode 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian dan Penutupan) serta menggunakan nada hijaz. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh ialah implementasi metode Wafa dalam pembelajaran tahsin Al-Qur'an di SMAIT Harapan Umat Karawang sudah terlakasana cukup baik sesuai standar prosedur Wafa, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga proses evaluasi. Kemampuan membaca Al-Qur'an siswa juga baik dengan nilai rata- rata >80 dan telah mencapai target tilawah di tiap semesternya. Faktor pendukungnya para pembimbing tahsin yang sudah tersertifikasi, sistem pembelajaran yang terprogram dengan baik, motivasi belajar siswa tinggi dan sarana prasarana pembelajaran yang lengkap. Faktor penghambatnya adalah guru sering mengalami kesulitan menjaga semangat belajar siswa.
Penerapan Metode Muraja’ah Dalam Menghafal Al-Qur’an Siswa Rizka Nurbaiti; Undang Ruslan Wahyudin; Jaenal Abidin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v8i2.1091

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya sekolah dasar yang memperhatikan para penghafal Al-Qur’an yaitu SD Darussalam. Lulusan sekolah ini dapat menghafal juz 29 & 30. Dalam pembelajaran tahfidz disini menggunakan metode muraja’ah agar hafalan siswa tetap terjaga dan terpelihara dengan baik yakni dari segi tajwid maupun makhrajnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode muraja’ah dalam menghafal Al-Qur’an. Serta untuk mengetahui hasil dari penerapan metode muraja’ah dalam menghafal Al-Qur’an. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru tahfidz dan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode muraja’ah dalam menghafal Al-Qur’an siswa di SD Darussalam yaitu: muraja’ah hafalan bersama-sama dan disimak guru, muraja’ah hafalan dengan teman, setoran muraja’ah hafalan yang lama dan baru kepada guru dan ujian hafalan Al-Qur’an. Hasil dari penerapan metode muraja’ah dalam menghafal Al-Qur’an siswa di SD Darussalam yaitu para siswa mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai makhraj dan tajwid nya serta mampu untuk mengejar target hafalan yang diprogramkan di sekolah ini hingga hasilnya pun terus meningkat
Kontribusi Metode Muroja’ah Tahfidzul Quran dengan Model Simaan Estafet pada Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Mudah Nurnaningsih; Khuriyah; Andi Arif Rifa’i; Supriyanto Supriyanto
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v8i2.1092

Abstract

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Seorang yang beragama Islam wajib menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Salah satu bentuk pendalaman Al Qur’an adalah menghafalkannya melalui program tahfidz.Tujuan menghafal Al Qur’an tidak hanya memindahkan teks atau alqur’an ke dalam otak tetapi agar terjadi internalisasi isi Al Qur’an kepada penghafalnya sehingga tercipta generasi Qur’ani. Artikel ini merupakan literatur review. Metode muroja’ah tahfidzul Qur’an dengan model simaan estafet memberikan kontribusi pada peningkatan prestasi belajar siswa. Metode muroja’ah simaan estafet efektif untuk menjaga agar hafalan tidak hilang dan metode muroja’ah dapat mempercepat dan meningkatkan hafalan siswa/santri baik kualitas dan kuantitasnya. Al Qur’an berisi pondasi dan prinsip sehingga dengan Al Qur’an mampu membentuk karakter individu dan membantu individu untuk mengembangkan kecerdasan otak. Aktifitas menghafal Al Qur’an memicu otak untuk mengeluarkan gelombang otak. Frekuensi gelombang otak ini mengalami perubahan sesuai dengan ayat atau surah yang dibaca. Gelombang otak ini mempunyai fungsi untuk meningkatkan kekuatan otak. Siswa yang sering mendengarkan dan atau membaca Al Qur’an akan meningkatkan daya kreatifitas. Aktifitas menghafal Al Qur’an terbukti mempunyai pengaruh yang positif terhadap nilai akademik ujian nasional pada matapelajaran matematika, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia
Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Humanistik Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi Iswati Iswati; Chusnul Rohaningsih
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v8i2.1093

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana pembelajaran PAI melalui pendekatan humanistik pada ABK di SMK Negeri 3 Metro, Untuk mengetahui parameter keberhasilan Pembelajaran PAI pada ABK dengan pendekatan Humanistik serta untuk mengetahui Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI pada ABK dengan pendekatan humanistik. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran PAI melalui pendekatan humanistik pada ABK berada dalam kategori cukup efektif hal ini dapat dilihat dari pemberian perhatian khusus oleh guru PAI kepada siswa ABK sehingga mereka dapat mengikuti dan memahami pembelajaran dengan baik. Keberhasilan PAI pada ABK dengan pendekatan Humanistik sudah ternilai cukup berhasil, hal ini dapat dilihat ketika dalam pembelajaran siswa merasa senang tidak dibedakan dengan siswa reguler, mereka dapat membaca iqro’, memahami huruf hijaiyah, dapat mengerjakan soal, progress siswa setelah pembelajaran lebih baik dibandingankan sebelumnya. Faktor Pendukung pembelajaran pendidikan agama Islam dengan pendekatan humanistik seperti: adanya guru khusus yang khusus dari SLB, tenaga pendidik yang sudah mengikuti pelatihan Inklusi, sarana dan prasarana yang sudah disesuaikan untuk ABK, dukungan sekolah, dan adanya pendekatan humanistik. Faktor penghambat seperti ABK mengalami kesulitan mendengarkan penjelasan saat pembelajaran, guru belum ahli menggunakan bahasa isyarat, tidak adanya KKM yang baku.
Pengelolaan Zakat Pada Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (BAZIS) Nurul Huda Ahmad Taufiq Yuliantoro; Muhamad Ikhsanudin; Nor Kholidin; Ahmad Zulfa Khotmi; Khatim All Fauzi
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v8i2.1094

Abstract

Pemahan tentang melaksanakan zakat dilingkungan Masyarakat secara umum telah mengetahui tentang hukum kewajibannya, namun tidak semua masyarakat memahami tentang takaran dan ukuran yang harus dikeluarkan dalam melaksanakan zakat pada harta yang dimilikinya terkhusus pada wilayah padi atau gabah. hal ini tidak lepas dari latar belakang pendidikan dari masyarakat itu sendiri dan peran dari para tokoh yang ada dilingkungan sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan pemahaman dan penjelasan yang kaitannya dengan perzakatan. Berdasarkan hal tersebut diatas kemudian kami selaku tim peneliti mencoba memberikan pendampingan terkait dengan kewajiban untuk mengeluarkan zakat dari harta hasil panen padi yang dimilikinya dengan bentuk pemahaman bahwa ketika sebidang tanah yang berukuran 1 bahu saja sudah dipastikan mencapai hasil 1 ton padi bahkan lebih maka, ketika petani memiliki luas lahan 1 bahu (700 m2) harus memperhatikan hasil panen tanaman padinya karena tidak menutup kemungkinan ketika musim tanam raja (rojo istilah jawa) hasilnya melimpah, namun pada hasil tanam kedua dan ketiga memerlukan kejelian dalam penghitungannya.

Page 6 of 11 | Total Record : 105