cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 497 Documents
SIMULASI VLAN (VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK) GEDUNG A TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Sinuraya, Enda Wista
Transmisi Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.309 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.3.153-158

Abstract

Abstrak   VLAN merupakan suatu teknik membagi jaringan logik ke dalam jaringan-jaringan kecil (subnet) yang telah ditentukan secara administratif pada sebuah switch. Keuntungan menggunakan VLAN yang utama adalah keamanan jaringan. dengan memisah jaringan dalam subnet berbeda, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting. Selanjutnya Higher performance, Dengan membagi jaringan kedalam jaringan-jaringan kecil (subnet) secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan sehingga meningkatkan performa. Gedung A Teknik Elektro UNDIP mempunyai sekitar 50 host komputer yang aktif dimana keseluruhan host  dikelompokkan dalam satu VLAN. Hal ini akan menyebabkan trafik yang tinggi. Oleh sebab itu perlu ada pengelompokan jaringan menjadi jaringan-jaringan kecil (subnet). Pada simulasi ini akan dibentuk 3 buah VLAN : VLAN 10 untuk lantai 1, VLAN 11 untuk lantai 2, VLAN 12 untuk lantai 3 gedung Teknik Elekro UNDIP.   Kata kunci : VLAN, Keamanan Jaringan, Higher Performance.     Abstact   The basic purpose for splitting a network into VLANs is to reduce network traffic on a large LAN that can reduce network performance . Virtual LANs (VLANs) are a solution to separate users into individual network segments for security, improving network perpormance and other reasons. VLAN membership can be configured through software instead of physically relocating devices or connections. Electrical engineering UNDIP  A building has 50 active host in one network segments. This condition makes a high traffic in the netwwork. Because A building of  electrical engineering UNDIP consists 3 floors,  This research will split this network  on 3 VLANs; VLAN 10 for first  floor, VLAN 11 for second floor,  and VLAN 12 third floor.   Kata kunci : VLAN, Networking, Security, Higher Performance.
IMPLEMENTASI COSINE SIMILARITY MATCHING DALAM PENENTUAN DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR Yasni, Loura; Subroto, Imam Much Ibnu; Haviana, Sam Farisa Chaerul
Transmisi Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.619 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.20.1.22-28

Abstract

Tugas akhir merupakan karya besar mahasiswa sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Tidak jarang dalam penyekesaiannya ditempuh dalam yang lama dimana salah satunya dikarenakan tidak mendapatkan bimbingan yang baik dari dosen. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah ketidak sesuaian bidang ilmu dosen dengan tema tugas akhir, beban dosen yang sudah besar dan dosen belum pengalaman melakukan penelitian yang relevan dengan tema tugas akhir mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplemnetasikan metode Cosine Similarity dalam penentuan dosen pembimbing tugas akhir supaya mendapatkan proses bimbingan yang optimal. Cosine Similarity adalah metode untuk menghitung similarity (tingkat kesamaan) antar dua buah objek. Pada penelitian ini dihitung tingkat kesamaan antar judul, topik, dan abstrak tugas akhir mahasiswa dibandingkan dengan data dosen pembimbing berupa keahlian dosen pembimbing, tugas akhir yang pernah dibimbing oleh dosen. Kemudian metode Cosine Similsrity akan memnghitung tingkat kesamaan kedua query tersebut. Nilai kemiripan yang tertinggi akan dimunculkan sebagai dosen pembimbing yang direkomendasikan. Metode peneltian yang digunakan adalah metode modified waterfall. Sistem yang telah dibangun merupakan sistem rekomendasi yang dapat membantu koordinator tugas akhir dalam pendistribusian dosen pembimbing tugas akhir. Selain itu, sistem rekomendasi dosen pembimbing tugas akhir dengan menerapkan metode Cosine Similarity membantu mahasiswa mendapatkan dosen pembimbing sesuai dengan tugas akhir yang diajukan.
PRAKIRAAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK TAHUN 2006 – 2015 PADA PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAYANAN JARINGAN (UPJ) DI WILAYAH KOTA SEMARANG DENGAN METODE GABUNGAN Fitrianto, Kurniawan; Nugroho, Agung; Winardi, Bambang
Transmisi Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.476 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.9.1.52-56

Abstract

Pembangunan pusat-pusat tenaga listrik serta jaringan transmisi dan distribusinya meminta investasi yang besar dan waktu yang lama dibandingkan dengan pembangunan industri lainnya. Di pihak lain perlu diusahakan agar dapat memenuhi kebutuhan energi listrik tepat pada waktunya, dengan kata lain pembangunan bidang kelistrikan harus dapat mengimbangi kebutuhan energi listrik yang terus-menerus naik setiap tahunnya. Karenanya untuk membangkitkan dan menyalurkan energy listrik secara ekonomis maka harus dibuat prakiraan jauh sebelum kebutuhan energi listrik itu sendiri terjadi. Prakiraan kebutuhan energi listrik pada P.T. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) di Wilayah Kota Semarang ini menggunakan metode gabungan yaitu suatu metode yang disusun dengan menggabungkan beberapa model seperti ekonometri, kecenderungan, dan analitis dengan pendekatan sektoral yaitu suatu pendekatan dengan mengelompokan pelanggan menjadi 4 sektor (rumah tangga, bisnis, umum, dan industri). Prakiraan ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan pertumbuhan rumah tangga daerah setempat. Data-data yang digunakan adalah pertumbuhan selama lima tahun sebelumnya. Hasilnya adalah berupa prakiraan konsumsi energi (MWh), daya tersambung (KVA), jumlah pelanggan, kebutuhan energi total yang harus diproduksi (MWh), dan beban puncak (MW). Keywords: Prakiraan, Kebutuhan Energi Listrik, Metode Gabungan, UPJ, Kota Semarang
ESTIMASI POSISI DENGAN MENGGUNAKAN KAMERA MONOKULAR Afrisal, Hadha; Soesanti, Indah; Cahyadi, Adha Imam
Transmisi Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.993 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.1.1-9

Abstract

Pada mobile robot yang memiliki sensor utama hanya berupa kamera, estimasi posisi robot relatif terhadap landmark-landmark visual dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan multiple view geometry. Hal tersebut berguna bagi robot untuk bernavigasi serta melakukan localization dan mapping secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan algoritma estimasi posisi yang merupakan langkah awal pada monocular SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) 2-dimensi. Penelitian akan membahas tentang fungsi kamera sebagai sensor posisi untuk mobile robot dengan menitikberatkan diskusi pada transformasi citra dengan menggunakan model kamera pinhole dengan parameter intrinsik dan ekstrinsiknya. Berdasarkan hasil pengujian, estimasi pose dan posisi terhadap citra papan catur (checkerboard) berhasil memetakan jarak dan sudut dengan cukup akurat dan dengan error estimasi yang cukup kecil, yakni 2,9 mm untuk estimasi jarak, dan 0.3° untuk estimasi sudut. Simulasi algoritma pose estimation juga telah dilakukan secara offline dengan menggunakan 1200 buah image sequences yang diekstraksi dari citra video.
Inverter Multi Level Tipe Jembatan Satu Fasa Tiga Tingkat Dengan Mikrokontroler AT89S51 Yuwono, Eko Aptono Tri; Warsito, Agung; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.101 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.13.4.135-140

Abstract

Inverter merupakan peralatan yang mengubah besaran lisrik searah (DC) menjadi besaran listrik bolak-balik (AC). Inverter pada umumnya hanya memiliki tiga level tegangan, yaitu +Vdc,-Vdc, dan nol. Inverter gelombang kotak maupun inverter SPWM mempunyai distorsi harmonisa yang cukup besar. Pada inverter SPWM, untuk menekan nilai distorsi harmonisa harus menggunakan frekuensi switching yang tinggi. Inverter multi level merupakan jenis inverter yang dapat menghasilkan beberapa level tegangan maupun arus. Inverter multi level pada prinsipnya merupakan susunan beberapa inverter yang dirangkai secara bertingkat atau cascade. Kelebihan utama inverter jenis ini adalah bentuk gelombang tegangan yang baik, menghasilkan distorsi harmonisa yang kecil, komponen switching bekerja pada frekuensi yang rendah, dan dapat menangani daya besar. Pada tugas akhir dirancang prototype inverter multi level tiga tingkat satu fasa, dengan kemampuan variabel frekuensi antara 25 Hz sampai 100 Hz dengan step 5 Hz. Output tegangan inverter multi level adalah resultan dari output tegangan inverter yang menyusunnya. THD inverter multi level jauh lebih kecil dibandingkan inverter SPWM maupun inverter kotak. Penambahan beban menyebabkan nilai THD bertambah, hal ini disebabkan karena terjadi pembagian beban yang tidak merata pada tiap inverter. Efisiensi inverter multi level pada tugas akhir ini berkisar antara 37% sampai 70%. Pengontrolan inverter multi level ini menggunakan mikrokontroler produksi atmel AT89S51. Keyword : inverter, inverter multi level, PWM, harmonisa, THD, mikrokontroler
APLIKASI METODE KODE RANTAI UNTUK MENGHITUNG PANJANG PERBATASAN DAERAH DAN LUAS PULAU DI INDONESIA Alia Rizkinawati; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.463 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.2.89-97

Abstract

Abstrak   Kode rantai merupakan salah satu metode pada pengolahan citra digital yang mampu merepresentasikan kurva, garis atau kontur dari suatu bidang dan dapat menentukan faktor bentuk dari suatu objek. Selain itu, kode rantai pula dapat diterapkan untuk menentukan panjang dan luas suatu objek berdasarkan jarak. Kode rantai menghasilkan kode-kode berupa deretan angka berdasarkan arah mata angin. Dalam Penelitian ini, metode kode rantai diaplikasikan untuk menentukan nilai panjang perbatasan daerah dan luas suatu pulau yang berbentuk citra satelit. Citra ini diperoleh dari program aplikasi Google Earth. Adapun tolak ukur keberhasilan adalah perbandingan hasil perhitungan kode rantai dengan nilai data sebenarnya. Sebelum diujikan, citra ini dilakukan prapengolahan terlebih dahulu agar mendapatkan citra yang bisa dibaca oleh kode rantai. Disini untuk pengujian dilakukan beberapa variasi, yaitu variasi bentuk pulau (kontur tertutup), variasi skala bentuk pulau (kontur tertutup), variasi garis perbatasan daerah (kontur terbuka), variasi posisi objek dan variasi jenis file. Dari hasil pengujian didapat nilai presentase kesalahan minimum sebesar 0,126% pada variasi bentuk pulau, nilai presentase kesalahan maksimum sebesar 16,588% pada variasi skala pulau (kontur tertutup), dan nilai rata-rata kesalahan sebesar 69,811% pada variasi pulau (kontur tertutup). Kata Kunci: Pulau, Perbatasan Daerah, Citra Satelit, Panjang, Luas, Kode Rantai     Abstract   Chain Codes is one of the techniques in image analysis that is able to represent lines, curves or contour of an area, and determine the shape factor of an object. Further more chain codes can be applied to count length and perimeter of object based on distance. Chain code creates the codes which contains number sequence based on wind direction. In this research, chain codes are applied to count length and perimeter of area border and islands wide which is satellite images. The objects captured from Google Earth. Meanwhile, the success parameter was the comparison of length and wide between chain code’s result and real wide number. In this program, there were some variation tests, those were the island shape variation (closed contours), island scale variations (closed contours), area border variations (opened contours), position variations and files variations. Based on test result, with got minimum error percentage by 0,126% from islands shape variations, maximum error percentage by 69,811%, from island scale variations and mean error percentage by 2,486% from island shape variations. Keywords: Islands, Area Border, Satellite Image, Length, Wide, Chain Code
PERBANDINGAN TEGANGAN TEMBUS MEDIA ISOLASI UDARA DAN MEDIA ISOLASI MINYAK TRAFO MENGGUNAKAN ELEKTRODA BIDANG-BIDANG Syakur, Abdul; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.577 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.26-29

Abstract

Isolasi memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik. Isolasi sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar-penghantar tersebut tidak terjadi lompatan listrik atau percikan. Bahan isolasi akan mengalami pelepasan muatan yang merupakan bentuk kegagalan listrik apabila tegangan yang diterapkan melampaui kekuatan isolasinya. Kegagalan yang terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinuitas sistem terganggu. Udara merupakan bahan isolasi yang banyak digunakan pada peralatan tegangan tinggi misalnya pada arrester sela batang yang terpasang di saluran transmisi, selain itu udara juga digunakan sebagai media peredam busur api pada pemutus tenaga (CB = Circuit Breaker). Sementara bahan isolasi cair banyak digunakan sebagai isolasi dan pendingin pada trafo karena memiliki kekuatan isolasi lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan tembus yang terjadi pada media isolasi udara dan minyak cenderung meningkat seiring pertambahanjarak sela. Selain itu juga dilakukan pengujian pada minyak bekas dan minyak baru. Hasil pengujian menunjukkan tegangan tembus pada minyak baru lebih tinggi daripada minyak bekas dan tegangan tembus isolasi udara lebih kecil daripada tegangan tembus minyak.Kata kunci : isolasi udara, isolasi minyak
Fuzzy State Observer Design for Engine Torque Control System of Spark Ignition Engine Triwiyatno, Aris; Nuh, Mohammad; Santoso, Ari; Sutantra, I Nyoman
Transmisi Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.223 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.3.159-165

Abstract

The T-S (Takagi-Sugeno) model approach consists to construct nonlinear or complex dynamic systems that cannot be exactly modeled, by means of interpolating the behavior of several LTI (Linear Time Invariant) sub models. Since T-S observer based controller has been considered to develop some systematic design algorithms to guarantee the stability and specific performances for the T-S model based systems, this paper represent a new design of fuzzy state observer to estimate the states of engine torque control system of spark ignition engine. Keywords: T-S model, T-S observer, fuzzy state observer, engine torque, spark ignition engine.
IMPLEMENTASI KIT TORSI ELEKTRIK SEPEDA UNTUK BANTUAN JALAN MENANJAK Widianto, Eko Didik; Prasetyo, Tri; Isnanto, R. Rizal
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.365 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.80-86

Abstract

Sepeda menjadi pilihan alat transportasi yang ramah lingkungan dan hemat. Namun, untuk kontur jalan yang menanjak, pengguna sepeda memerlukan tenaga ekstra untuk dapat melewatinya, bahkan harus menuntun sepedanya saat di tanjakan cukup tajam. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan alat bantu untuk menambah torsi secara elektrik. Dalam penelitian ini, kit torsi sepeda dikembangkan yang secara khusus untuk dapat mengontrol kecepatan motor DC  pada sebarang kemiringan jalan berdasarkan nilai sumbu Z akselerometer. Kit dikembangkan menggunakan papan Arduino Uno R3, modul akselerometer ADXL345 dan RTC DS3231. Alat telah dapat bekerja sesuai dengan spesifikasi fungsional yang ditentukan. Motor DC akan mulai berputar saat sudut tanjakan mencapai 20o. Kecepatan maksimal motor DC saat tanpa beban adalah 330 rad/detik dan dengan beban adalah 292 rad/detik.
Sistem Pengiriman Informasi Pada Sasaran Tembak Dart (Dissapear Automatically Retaliatory Target) Menggunakan Gelombang Radio Darjat, Darjat; Cristie, Meisach
Transmisi Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.47 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.3.107-112

Abstract

Radio waves are natural resources that are limited in their use, therefore, utilization should be in accordance with the regulations set by government regulations.In the Military in the efforts to maintain the integrity of the state union indonesian republic should be ready in any situation and condition. Because the reason that every soldier must have the ability to battle, one of the firearm. Therefore required that both facilities to support the business. Currently DART (dissapear automatticaly reliatory target) or more familiar with the target shoot, shoot at the target is able to hide this himself and bring himself and the suit can give a reply if shot at the time of the specified target does not shoot.. At the end of this task will be made Dart that is able to give information to the user with more efficient with the ability to accommodate Dart still existing. At the end of the task that this information can only be obtained by viewing the objects directly target shoot is expected to be addressed, so that the user does not see objects directly target shoot, but only see a display information system only.Keywords:  Display information, DART

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue