cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 29 Documents clear
PENGARUH Trichoderma spp. DAN FUNGISIDA SINTETIS TERHADAP PERTUMBUHAN Sclerotium rolfsii DAN KETERJADIAN PENYAKIT REBAH KECAMBAH KACANG TANAH Anisah Fajar Mahabbah; Titik Nur Aeny; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.918 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2086

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman jenis kacang-kacangan yang penting. Produksi kacang tanah di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab rendahnya produksi kacang tanah adalah masih rendahnya ketahanan tanaman kacang tanah terhadap penyebab penyakit rebah kecambah. Salah satu metode pengendalian rebah kecambah pada kacang tanah adalah menggunakan agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Trichoderma spp., fungisida karbendazim dan mankozeb terhadap pertumbuhan Sclerotium rolfsii patogen rebah kecambah dan keterjadian penyakit rebah kecambah pada kacang tanah. Penelitian ini terdiri atas dua sub percobaan yaitu percobaan in vitro dan pengujian in planta. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma spp. mampu menekan pertumbuhan Sclerotium rolfsii secara in vitro maupun in planta, sedangkan perlakuan fungisida tidak dapat menekan pertumbuhan S. rolfsii.
PENGARUH APLIKASI ASAM HUMAT DAN PEMUPUKAN FOSFOR TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA P DAN K TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum) Daud Maulana; Sarno Sarno; Yayuk Nurmiaty
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.4 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi asam humat dan pemupukan fosfor terhadap serapan hara P dan K tanaman tomat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung menggunakan perlakuan yang disusun secara faktorial (5×2) dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan hara P dan K tanaman tomat tidak dipengaruhi oleh aplikasi asam humat dan pemupukan fosfor. Pemupukan fosfor berpengaruh lebih baik terhadap bobot kering, serapan P, dan K tanaman tomat, kecuali pada kadar K tanaman tomat menjadi tidak lebih baik dan tidak berpengaruh terhadap kadar P tanaman tomat. Pengaruh aplikasi asam humat tidak tergantung dari pemupukan fosfor dalam meningkatkan serapan P dan K tanaman tomat.
POLA SEGREGASI KARAKTER AGRONOMI TANAMAN KEDELAI (Glycine max [L.] Merril) GENERASI F3 HASIL PERSILANGAN WILIS X MLG 2521 Tisa Wulandari A.S.; Maimun Barmawi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.963 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2097

Abstract

Kedelai (Glycine max [L.] Merril) merupakan salah satu komoditas penting dalam hal penyediaan pangan di Indonesia. Untuk memenuhi konsumsi dalam negeri, peningkatan produksi tanaman kedelai perlu terus diupayakan, salah satunya melalui program pemuliaan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengestimasi bentuk sebaran karakter agronomi tanaman kedelai dan pola segregasi karakter agronomi tanaman kedelai generasi F3 hasil persilangan Wilis x Mlg 2521. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Oktober 2012—Februari 2013 dengan rancangan percobaan tanpa ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan uji khi-kuadrat untuk kesesuaian distribusi normal dan untuk menguji nisbah Mendel. Karakter yang diamati adalah umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, dan bobot biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan bobot biji per tanaman kedelai generasi F3 hasil persilangan Wilis x Mlg 2521 menyebar normal, sedangkan untuk karakter umur berbunga, umur panen, jumlah cabang produktif, dan bobot 100 biji tidak menyebar normal. Karakter umur berbunga menunjukkan pola segregasi dengan nisbah 13 : 3 dan ini termasuk kedalam aksi gen epistasis dominan resesif, umur panen dan bobot 100 biji menunjukkan pola segregasi dengan nisbah 15 : 1 yang bersifat epistasis dominan duplikat, dan jumlah cabang produktif menunjukkan pola segregasi dengan nisbah 9 : 7 yang bersifat epistasis resesif duplikat.
PENGARUH APLIKASI FOSFOR DAN SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill.) Erika Alina Puteri; Yayuk Nurmiaty; Agustiansyah Agustiansyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.075 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2092

Abstract

Produktivitas kedelai di Indonesia masih rendah. Upaya meningkatkan produktivitas kedelai dapat dilakukan melalui dosis pemupukan baik pupuk makro maupun mikro. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian P terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai; (2) mengetahui tanggapan tanaman kedelai terhadap pemberian Si dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman; (3) mengetahui tanggapan tanaman kedelai terhadap kombinasi pemberian P dan Si dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Januari—Juni 2013. Perlakuan disusun secara faktorial (5x3) dalam RKTS dengan 3 ulangan.Faktor pertama adalah dosis pupuk fosfor: 0 g 10 kg-1 tanah (P(0)); 0,5 g 10 kg-1 tanah (P(1)); dan 1 g 10 kg-1 tanah (P(2)). Faktor kedua adalah dosis pupuk silika: 0 g 10 kg-1 tanah (Si(0)), 1 g 10 kg-1 tanah (Si(1)), 2 g 10 kg-1 tanah (Si(2)), 3 g 10 kg-1 tanah (Si(3)), dan 4 g 10 kg-1 tanah (Si(4)). Data dianalisis dengan anara dan pemisahan nilai tengah dengan ortogonal polinomial (silika) dan ortogonal kontras (fosfor) pada α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian P tidak tergantung dari pemberian Si. Pemberian P 0,5 g 10 kg-1 tanah dan 1 g 10 kg-1 tanah lebih baik daripada tanpa pemberian P berdasarkan variabel jumlah daun, jumlah buku subur, bobot kering berangkasan, bobot kering akar, dan bobot polong/tanaman dengan selisih masing-masing sebesar 3 helai; 6,21 buku; 10,15 gram; 1,17 gram; dan 2,73 gram sedangkan pemberian P 0,5 g 10 kg-1 tanah tidak berbeda dengan 1 g 10 kg-1 tanah pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai kecuali pada tinggi tanaman dengan selisih 5,99 cm. Pemberian silika sampai 4 g/10 kg tanah tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda pada semua variabel pengamatan. 
PEMANFAATAN KITOSAN DAN Trichoderma sp. Rifai. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum gloeosporioides Penz.) PADA BUAH PISANG CAVENDISH Fikriyah Shofiah Mawaddah; Joko Prasetyo; Muhammad Nurdin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.307 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2087

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit pascapanen penting pada buahbuahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kitosan dan Trichoderma sp. dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur C. gloeosporioides secara in vitro dan mengetahui efektifitas kitosan dan Trichoderma sp. terhadap intensitas penyakit antraknosa yang disebabkan oleh C. gloeosporioides pada buah pisang cavendish. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Mei 2013 sampai dengan September 2013. Percobaan ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu kontrol (P0), kitosan (P1), Trichoderma sp. (P2), kombinasi kitosan dan Trichoderma sp. (P3) dan fungisida mankozeb (P4). C. gloeosporioides diperoleh dari isolasi buah pisang yang bergejala antraknosa. Pengujian secara in vitro, perlakuan kitosan konsentrasi 0,75% dicampurkan ke dalam media potato sukrose agar, perlakuan Trichoderma sp. (dual culture method), perlakuan kombinasi kitosan dan Trichoderma sp. dengan mencampurkan kitosan pada media dan dikombinasikan dengan Trichoderma sp. (dual culture method) serta perlakuan fungisida mankozeb konsentrasi 0,1% dicampurkan ke dalam media. Metode tersebut juga digunakan untuk pengujian secara in vivo pada buah pisang. Hasil pengujian secara in vitro, perlakuan kitosan, Trichoderma sp. dan kombinasi kitosan dan Trichoderma sp. efektif menghambat pertumbuhan koloni jamur C. gloeosporioides. Pada uji in vivo, masing-masing perlakuan tidak efektif menghambat intensitas penyakit antraknosa.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG TERHADAP RESPIRASI RIZOSFER DAN NON RIZOSFER PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Erwinda Meriko; Muhajir Utomo; Henrie Buchari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.423 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2104

Abstract

Kehilangan karbon di sektor pertanian disebabkan oleh cara praktik budidaya yang tidak berkelanjutan. Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanpa olah tanah dan pemupukan nitrogen terhadap respirasi rizosfer dan non rizosfer. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan disusun scara faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah sistem olah olah tanah (T) yaitu T0= tanpa olah tanah, T1= olah tanah intensif, faktor kedua adalah dosis pupuk Nitrogen (N), yaitu N0= 0 kg N ha-1, N1= 100 kg N ha-1. Pengamatan dilakukan pada 2 tempat yaitu pada rizosfer dan tanah yang dibatasi oleh paralon yang disebut sebagai non rizosfer yang dilakukan pada -7, 2, 9 hari setelah olah tanah (HSO). Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan additifitas data diuji dengan uji Tukey. Apabila asumsi terpenuhi data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan uji perbedaan nilai tengah menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respirasi rizosfer dan non rizosfer pada sistem tanpa olah tanah lebih rendah dari sistem olah tanah intensif dan respirasi rizosfer pada pemupukan 100 kg N ha-1 lebih tinggi dari pemupukan 0 kg N ha-1. Interaksi pada respirasi non rizosfer antara sistem olah tanah dan pemupukan N terjadi pada -7 dan 2 HSO.
PENGARUH GIBERELIN (GA3)TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill.) Pipit Dian Pertiwi; Agustiansyah Agustiansyah; Yayuk Nurmiaty
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.651 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2098

Abstract

Produktivitas kedelai di Indonesia masih rendah penyebabnya yaitu iklim tropis di Indonesia yang kurang optimal bagi pertumbuhan tanaman kedelai. Upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai di Indonesia yaitu dengan aplikasi zat pengatur pertumbuhan (ZPT) seperti giberelin (GA3). Penggunaan giberelin dapat menggantikan panjang hari yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui konsentrasi giberelinyang efektif pada pertumbuhan tanaman dan produksi dua varietas tanaman kedelai, (2) mengetahui perbedaan respons dua varietas yang berbeda pada pertumbuhan dan produksi tanamankedelai, dan (3) mengetahui respons dua varietas kedelai dan konsentrasi giberelinpada pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Perlakuan terdiri atas lima taraf konsentrasi giberelinyaitu 0, 100, 200, 300, dan 400 ppm sebagai faktor pertama dan dua varietas kedelai yaitu varietas Burangrang dan Tanggamus sebagaifaktor kedua. Perlakuan disusun secara faktorial pada rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS). Kesamaan ragam data antarperlakuan diuji dengan uji Barlett dan aditivitas ragam data antarperlakuan diuji dengan uji Tukey. Uji lanjut terhadap peningkatan konsentrasi giberelin diuji dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi antara konsentrasi giberelindan varietas hanya terlihat pada variabel tinggi tanaman dan jumlah bunga tanaman kedelai. Pemberian giberelin dengan konsentrasi 200 ppm efektif dalam meningkatkan tinggi tanaman kedelai dan varietas Tanggamus memiliki tingkat pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Burangrang.
PENGARUH HERBISIDA AMINOSIKLOPILAKLOR TERHADAP KETERJADIAN PARTENOKARPI PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) MENGHASILKAN DAN DAYA KENDALINYA TERHADAP GULMA Fernando Iskandar Damanik; Nanik Sriyani; Sugiatno Sugiatno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.288 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2093

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida aminosiklopilaklor terhadap keterjadian partenokarpi pada tanaman kelapa sawit menghasilkan dan untuk mengetahui efektivitas herbisida tersebut dalam mengendalikan gulma. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna yang terdiri atas 6 perlakuan yaitu herbisida aminosiklopilaklor dengan dosis 50, 100, 200 g/ha, herbisida pembanding aminopyralid+triklopir 384+216 g/ha, penyiangan mekanis, dan kontrol, dengan 4 ulangan. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet, aditivitas data diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Herbisida aminosiklopilaklor dosis 50, 100, dan 200 g ha-1 dan herbisida pembanding aminopiralid+triklopir 384+216 g ha-1 yang digunakan dalam pengendalian gulma pada pertanaman kelapa sawit menghasilkan belum mampu memberikan informasi yang pasti mengenai partenokarpi pada buah kelapa sawit sampai dengan 12 minggu setelah aplikasi. Hal ini disebabkan tidak semua tanaman kelapa sawit mengeluarkan tandan/bunga baru sawit selama penelitian berlangsung, (2) herbisida aminosiklopilaklor dosis 50,100, dan 200 g ha-1mampu mengendalikan pertumbuhan gulma total pada pertanaman kelapa sawit sampai dengan 8 MSA, (3) herbisida aminosiklopilaklor dosis 50, 100, 200 g ha-1dan aminopiralid +triklopir 384+216 g ha-1 mampu mengendalikan pertumbuhan gulma daun lebar total hingga 12 MSA dan mampu mengendalikan gulma golongan rumput hingga 8 MSA tetapi tidak mampu mengendalikan pertumbuhan gulma golongan teki, dan (4) herbisida aminosiklopilaklor dosis 50, 100, 200 g ha-1dan aminopiralid+ triklopir 384+216 g ha-1 mampu mengendalikan gulma dominan Cleome rutidospermae hingga 12 MSA, Axonopus compressus hingga 8 MSA dan Digitaria ciliaris hingga 4 MSA.
EFIKASI Metarhizium anisopliae TERHADAP HAMA KUTU DAUN (Aphis glycines Matsumura) DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGANISME NONTARGET DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI Rosma Hasibuan; Erliana Haska; Purnomo Purnomo; Lestari Wibowo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.495 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur Metarhizium anisopliae terhadap mortalitas dan penurunan populasi hama kutu daun (Aphis glycines Matsumura), serta populasi dan jenis organisme nontarget, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri atas empat perlakuan yaitu : tanpa penyemprotan M. anisopliae (kontrol), penyemprotan M. anisopliae yang berasal dari Gading Rejo (komersil), penyemprotan M. anisopliae yang berasal dari Tegineneng, dan penyemprotan M. anisopliae yang berasal dari UGM. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat jamur M. anisopliae yang diuji (Gading Rejo, Tegineneng dan UGM) mampu menginfeksi dan menyebabkan kematian pada kutu daun dan dapat menurunkan populasi kutu daun di pertanaman kedelai. Aplikasi jamur M. anisopliae tidak berpengaruh terhadap jumlah famili dan total organisme nontarget. Selain itu, aplikasi jamur M. anisopliae tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman(tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah polong) serta hasil tanaman kedelai (berat brangkasan basah, berat brangkasan tanpa polong, jumlah polong isi, jumlah polong tidak isi, berat brangkasan kering, brangkasan kering tanpa polong, berat polong kering, dan berat biji kering tanaman kedelai). Jenis organisme nontarget yang diamati sebanyak 18 famili arthropoda yaitu Acrididae, Blatidae, Braconidae, Cerambycidae, Chloropidae, Chrysomelidae, Cicindelidae, Formicidae, Gryllidae, Ichneuminidae, Lycosidae, Micropezidae, Passalidae, Reduviidae, Rhagionidae, Tipulidae, Coccinelidae dan Syrpidae, dan famili yang dominan merupakan musuh alami yaitu famili Lycosidae, Formicidae, dan Gryllidae.

Page 3 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue