cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23023600     EISSN : 25975315     DOI : -
Core Subject : Science,
e-JRTBP is a periodical journal that serves as a means of scientific communication and to disseminate research results. Fields of study include fisheries cultivation, management, and utilization of fishery resources. e-JRTBP is published twice a year, February and October.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
KAJIAN BIOLOGI IKAN TEMBAKANG (Helostoma temminckii) DI RAWA BAWANG JUYEUW KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Johanes Tarigan; Rara Diantari; Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.821 KB)

Abstract

Kajian perikanan pada tembakang (Helostoma temminckii) di Rawa Bawang Juyeuw Kabupaten Tulang Bawang Barat dilakukan untuk mempelajari potensi biologinya. Kajian ini diperlukan sebagai data dasar domestikasi tembakang sebagai ikan budidaya dan konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk penangkapan tembakang ukuran benih sampai dewasa adalah pada Maret sampai April dengan menggunakan jaring tancap yang tidak mematikan tembakang. Morfologi tembakang pada ukuran yang berbeda menunjukkan stok yang belum tereksploitasi dan layak dijadikan plasma nutfah perikanan tangkap dan budidaya yang berkelanjutan. Pada ukuran benih sampai dewasa isi pencernaan tembakang didominasi oleh plankton sebagai makanan utamanya. Masyarakat lokal disarankan untuk menjadikan tembakang sebagai alternatif sumber protein hewani selain ikan eksotis yang mulai banyak berkembang di Rawa Juyeuw.
Panduan Untuk Penulis Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.995 KB)

Abstract

PEMBERIAN Moina sp. YANG DIPERKAYA TEPUNG IKAN UNTUK MENINGKATKAN KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LELE (Clarias sp.) Warih Prastiwi; Limin Santoso; Henny Wijayanti Maharani
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.127 KB)

Abstract

Budidaya ikan lele memerlukan benih yang berkualitas tinggi. Salah satu carameningkatan kandungan nutrisi pakan alami larva ikan lele dengan carapengkayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Moina sp. yang diperkaya dengan tepung ikan terhadap kelangsungan hidup danpertumbuhan larva ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulanMaret-April 2016 bertempat di Laboratorium Perikanan, Jurusan BudidayaPerairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan (kontrol, penambahantepung ikan sebanyak 1 gr/L; 3 gr/L dan 6 gr/L) dan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Moina sp. yang diperkaya dengan tepung ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak dan pertumbuhan panjang. Pemberian tepung ikan sebanyak 6 gr/L menghasilkan berat mutlak sebesar 0,25 gram, pertumbuhan panjang sebesar 2,3 cm, dan kelangsungan hidup sebesar 98%. 
Penyimpanan Vaksin Inaktif Whole Cell Aeromonas salmonicida Dengan Penambahan Gliserol Rinda Aryani Putri; Wardiyanto -; Agus Setyawan
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.393 KB)

Abstract

Vaksin inaktif whole cell A. salmonicida memiliki tingkat imunogenesitas yang cukup tinggi pada ikan mas (Cyprinus carpio). Untuk menjaga stabilitas imunogenesitas vaksin tersebut, perlu dilakukan penyimpanan yang baik. Gliserol diketahui mampu menjaga keutuhan sel dalam penyimpanan dingin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis gliserol terbaik dalam penyimpanan vaksin whole cell A. salmonicida.Vaksin diinaktifasi dengan formalin 1% dan diinkubasikan selama 24 jam pada suhu ruang. Kepadatan vaksin dihitung lalu ditambahkan gliserol dengan dosis 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 2 perlakuan lain sebagai kontrol positif (vaksin tanpa gliserol) dan negatif (tanpa vaksin, berisi PBS). Vaksin diujikan pada 10 ekor ikan mas per perlakuan dengan cara penyuntikan intraperitoneal (107 sel/ikan). Seminggu berikutnya dilakukan booster dengan metode dan dosis yang sama. Vaksinasi dan booster dilakukan pada penyimpanan vaksin 0 hari dan 30 hari dengan menggunakan ikan mas yang berbeda. Titer antibodi diamati sebelum vaksinasi, seminggu setelah vaksinasi, dan seminggu setelah booster, baik pada penyimpanan 0 hari dan 30 hari. Parameter pendukung kualitas air akuarium diamati setiap hari meliputi DO, pH dan suhu.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat titer antibodi tertinggi pada vaksin dengan penambahan dosis gliserol 0,5% dengan rata-rata  256 kali pengenceran pada uji penyimpanan vaksin 30 hari. Hasil pengukuran kualitas air, secara umum masih berada dalam kisaran normal untuk kelangsungan hidup ikan mas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dosis gliserol terbaik dalam mempertahankan tingkat imunogenesitas vaksin A. salmonicida adalah vaksin dengan penambahan gliserol 0,50%.
Panduan Untuk Penulis redaksi -
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.42 KB)

Abstract

Efek Pelarut Yang Berbeda Terhadap Toksisitas Ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica) Oktarinaldi Irawan; Eko Efendi; Mahrus Ali
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.558 KB)

Abstract

Akar tuba (Derris elliptica) digunakan sebagai racun pada penangkapan ikan air tawar. Rotenon sebagai bahan aktif dari akar tuba sangat efektif untuk membunuh ikan tetapi penelitian tentang toksisitasnya masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak akar tuba menggunakan pelarut etanol, heksan dan akuades dengan menggunakan dua hewan uji yaitu artemia (Artemia sp.) dan ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 tingkat konsentrasi yang berbeda. Jumlah rendemen hasil ekstraksi pada pelarut etanol, heksan dan akuades berturut-turut 5; 3,6; 2,5%. Hasil penelitian pada artemia menunjukkan bahwa tingkat mortalitas 100% pelarut heksan terjadi pada konsentrasi 63 dan 100 mg/l; etanol 100 mg/l dan akuades 1000 mg/l.  Hasil analisis probit pada artemia menunjukkan nilai LC50 (Lethal Concentration) 24 jam pada heksan, etanol dan akuades berturut-turut 37,03; 46,77; 307,47 mg/l. Hasil penelitian pada ikan mas menunjukkan bahwa tingkat mortalitas 100% pelarut heksan terjadi pada konsentrasi 3,979; 6,30 dan 9,96 mg/l dan pelarut etanol 9,96 mg/l. Hasil analisis probit pada hewan uji ikan mas menunjukkan nilai LC50-96 jam heksan dan etanol berturut-turut 3,83 dan 6,85 mg/l. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi data awal untuk penggunaan akar tuba baik untuk meracuni ikan maupun untuk membius ikan.
Analisis Ekologi Teluk Cikunyinyi Untuk Budidaya Kerapu Macan (Epinephelus Fuscoguttatus) Randy, Dwi Saka; Hasani, Qadar; Yulianto, Herman
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.782 KB)

Abstract

Perkembangan budidaya kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di Pantai Ringgung Kabupaten Pesawaran cukup pesat. Kondisi tersebut mengisyaratkan budidaya kerapu macan di Pantai Ringgung diprediksi akan terus meluas. Salah satu perairan yang terdekat dengan Pantai Ringgung adalah perairan Teluk Cikunyinyi. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan indikator keberhasilan suatu usaha budidaya, oleh karena itu perlu dilakukan analisis tentang kesesuaian perairan untuk keberlangsungan suatu usaha budidaya. Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan kondisi ekologis perairan Teluk Cikunyinyi dan menganalisis tingkat kesesuaian kualitas perairannya untuk budidaya kerapu macan. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2013. Analisis kualitas air dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Air, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung dengan menggunakan 8 lokasi sebagai lokasi pengambilan sampel air. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif. Sedangkan metode penentuan lokasi titik pengambilan contoh menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode matching dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan Teluk Cikunyinyi memiliki tingkat kesesuaian disebut sesuai marginal (marginally suitable). Sesuai marginal menunjukkan Teluk Cikunyinyi  memerlukan penanganan lebih lanjut jika ingin dijadikan lokasi budidaya. Peubah primer berupa  material dasar perairan diperkirakan tidak sesuai untuk perkembangan budidaya kerapu macan. Peubah sekunder berupa kandungan nitrat dan fosfat diperkirakan tidak sesuai untuk pertumbuhan kerapu macan. Rekayasa lingkungan Teluk Cikunyinyi diperlukan untuk mengurangi pengaruh keterbatasan peubah primer dan sekunder misalnya dengan transplantasi terumbu karang.
PENGARUH JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP HISTOPATOLOGI ORGAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG TERINFEKSI VIRAL NERVOUS NECROSIS SECARA BUATAN Novisa, Ely; ., Tarsim; Harpeni, Esti
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.819 KB)

Abstract

Infeksi Viral Nervous Necrosis (VNN) pada kakap putih (Lates calcarifer) dapat menyebabkan kerusakan saraf sentral sehingga menimbulkan kematian massal sampai 100% dalam waktu singkat. Salah satu penanganan terhadap penyakit tersebut dengan meningkatkan sistem imun kakap putih. Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan tanaman yang dapat dijadikan bahan imunostimulan. Imunostimulan dapat meningatkan kekebalan natural dan adaptif pada ikan sehingga dapat dijadikan alternatif cara dalam upaya perlindungan terhadap serangan penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jintan hitam terhadap histopatologis organ kakap putih yang diuji tantang VNN. Kakap putih dimasukkan ke dalam 4 bak pemeliharaan dengan 4 perlakuan dosis jintan hitam. Perlakuan A merupakan perlakuan dengan penambahan jintan hitam 0 g/kg pakan, perlakuan B penambahan jintan hitam 25 g/kg pakan, perlakuan C penambahan jintan hitam 50 g/kg pakan dan perlakuan D penambahan jintan hitam 75g/kg pakan. Perlakuan diterapkan selama 44 hari, pada hari ke-37 dilakukan uji tantang dengan menyuntikkan isolat VNN ke tubuh kakap putih secara intra peritoneal dengan dosis 0,1 ml/ekor. Hasil analisis preparat histopatologis organ otak dan mata kakap putih perlakuan A ditemukan kerusakan patologis berupa inclusion body, hipertropi, vakuola dan nekrosis. Sedangkan pada perlakuan B, C dan D tidak ditemukan kerusakan patologis. Hasil tersebut membuktikan bahwa dengan penambahan jintan hitam dapat mencegah kerusakan patologis akibat infeksi VNN. Perlakuan B merupakan dosis jintan hitam yang optimal untuk mencegah kerusakan jaringan akibat infeksi VNN. Penambahan jintan hitam dalam pakan dapat meningkatkan imunitas kakap putih sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan jaringan akibat infeksi VNN.
PERTUMBUHAN IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypopthalmus) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM BIOFLOK PADA Feeding Rate YANG BERBEDA Savitri, Anggun; Hasani, Qadar; ., Tarsim
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.079 KB)

Abstract

Ikan patin membutuhkan pakan dengan kandungan protein 28-30%, dan Feeding rate berkisar antara 2–5% perhari. Namun keseluhuran pakan yang diberikan hanya 25% dikonversi sebagai biomasa dan sisanya terbuang sebagai limbah (amoniak dan feses). Hal ini mengakibatkan penurunan kualitas air sehingga pertumbuhan ikan terganggu. Bioflok salah satu alternatif mengatasi masalah kualitas air. Dengan memanfaatkan kemampuan bakteri heterotrof untuk memanfaatkan limbah dalam air budidaya diubah menjadi pakan alami tambahan yang bermanfaat sebagai sumber energi dan meningkatkan pertumbuhan ikan. Perbedaan jumlah pakan yang diberikan diduga mengakibatkan perbedaan jumlah kepadatan bioflok dalam suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Feeding Rate yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan patin siam yang dipelihara dalam sistem bioflok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan berupa pemberian pakan dengan FR yang berbeda (1%, 3%, 5%, 5% + non bioflok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FR yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan ikanpatin siam. Pertumbuhan ikan tertinggi ditunjukkan pada pemeliharaan dengan menggunakan sistem bioflok pada FR 5% dan pertumbuhan ikan terendah diperoleh
Pengaruh Penambahan Zeolit Dalam Peningkatan Kinerja Filter Air Untuk Menurunkan Konsentrasi Amoniak Pada Pemeliharaan Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Silaban, Tio Fanta; Santoso, Limin; -, Suparmono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.556 KB)

Abstract

Common carp (Cyprinus carpio) is one of freshwater fish that growing very rapidly as a commercial fish. One of the factors that influence growth of common carp is water quality. Zeolite klinoptilolit were applied as filter in aquaculture water quality management. Zeolite was used to improve water quality, especially the consentration of ammonia. Zeolite works exploit the ability ion exchange of Na+ and K+, which is a cation that can be exchange serves to neutralize poisons in metabolism. The aim of this study are to know additional amount of zeolite that give the best result for decrease ammonia consentration at common carp culture. The experimental by used completely randomized design with 4 treatments.. The treatments were with addition zeolite of treatment B = 150 g; C= 300 g; D = 600 g, and treatment A without the zeolite addition. The results showed that the addition zeolite of 600 grams as a chemical water filter at common carp culture gave the best result for decrease ammonia concentration had a different effect on the concentration of ammonia was maintained for 60 days (P<0.05). However, the addition of zeolite as a water filter did not give different effects on absolute growth, daily growth rate, and survival of common carp (P>0,05).

Page 10 of 17 | Total Record : 167