cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23023600     EISSN : 25975315     DOI : -
Core Subject : Science,
e-JRTBP is a periodical journal that serves as a means of scientific communication and to disseminate research results. Fields of study include fisheries cultivation, management, and utilization of fishery resources. e-JRTBP is published twice a year, February and October.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN TAMBAKAN Helostomma temminckii (Cuvier, 1829) Taufiqurahman, Wahyu; Yudha, Indra Gumay; Damai, Abdullah Aman
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.212 KB)

Abstract

Benih ikan tambakan banyak mengalami kematian saat pemeliharaan, sehingga membutuhkan pakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan, retensi protein dan kelulushidupan benih ikan tambakan yang dipelihara selama 40 hari dengan pemberian pakan alami berupa Artemia sp. (perlakuan A), Daphnia sp. (perlakuan B), Spirulina sp. (perlakuan C) dan Tubifex sp. (perlakuan D). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji BNT. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pertumbuhan benih ikan tambakan tidak berbeda nyata (P>0,05) pada perlakuan A (0,11±0,04 g) dan perlakuan B (0,09±0,04 g), namun berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan C (0,01±0,01 g) dan perlakuan D (0,02±0,01 g). Adapun retensi protein tertinggi terdapat pada benih ikan tambakan yang diberi pakan Daphnia sp. (perlakuan B) dengan nilai yaitu 0,1891 %. Tingkat kelulushidupan benih ikan tambakan berbeda nyata dan diperoleh hasil tertinggi pada perlakuan A (80±6,67 %) dan B (77,78±6,66 %).
PERUBAHAN JARINGAN ORGAN IKAN KOMET (Carrasius auratus) PERUBAHAN JARINGAN ORGAN IKAN KOMET (Carrasius auratus) YANG DI INFEKSI DENGAN Aeromonas hydrophila Rahmat Yulianto; Yudha Trinoegraha Adipura; Wardiyanto -; Agus Setyawan
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.511 KB)

Abstract

Infeksi penyakit khususnya yang disebabkan oleh bakteri patogen pada ikan hias yang dijual di toko ikan hias sangat mudah terjadi dan merugikan penjual dan konsumen ikan hias. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan komet (Carassius auratus) dari toko ikan hias di Kota Bandar Lampung dan mengamati perubahan jaringan organ ikan yang terinfeksi oleh bakteri patogen tersebut. Sampel ikan diperoleh dari toko ikan hias di daerah Rajabasa. Sampel bakteri patogen diisolasi dari tubuh ikan komet dan Postulat Koch dilakukan untuk memastikan bakteri tersebut sebagai patogen pada ikan komet. Identifikasi bakteri dilakukan di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung. Perubahan jaringan organ seperti insang, jantung, hati, ginjal, otot dan usus diamati pada tingkat konsentrasi bakteri (105-108 CFU/ikan). Hasil menunjukkan bahwa Aeromonas hydrophila teridentifikasi sebagai bakteri patogen pada ikan komet. Perubahan gejala  klinis dan jaringan organ menunjukkan kerusakan yang berbeda pada tingkat konsentrasi yang berbeda. Perubahan gejala klinis mulai tampak tetapi tidak diikuti dengan kerusakan jaringan organ terjadi pada konsentrasi bakteri 105 CFU/ikan. Kerusakan jaringan organ semakin parah dengan meningkatnya konsentrasi bakteri. Kerusakan jaringan organ kronis, sub akut  dan akut dapat teramati dengan jelas pada perbedaan konsentrasi bakteri antara 106, 107dan 108 CFU/ikan. Infeksi Aeromonas hydrophila yang merugikan usaha penjualan ikan hias memerlukan tindakan penanggulangan seperti karantina, biosekuritas, vaksinasi dan pemberian probiotik atau prebiotik.
Penerapan Teknik Imotilisasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Pada Transportasi Basah Musfirotun Aini; Mahrus Ali; Berta Putri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.79 KB)

Abstract

Transportasi benih nila (Oreochromis niloticus) merupakan tahapan penting dalam keberhasilan pembesaran nila. Pemanfaatan bahan pembius lokal seperti daun bandotan (Ageratum conyzoides) dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan transportasi basah berupa aktivitas metabolisme benih yang tinggi yang menyebabkan stres dan sintasan benih menjadi rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun bandotan yang paling baik untuk teknik imotilisasi dan pengaruhnya terhadap tingkat sintasan benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan                 A (0 mg/L), B (1,585 mg/L ekstrak daun bandotan), C (2,512 mg/L ekstrak daun bandotan), dan D (3,982 mg/L ekstrak daun bandotan), masing-masing perlakuan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah uji toksisitas, kecepatan pingsan, lama pulih sadar, tingkat kelangsungan hidup, kecepatan pertumbuhan dan kualitas air (suhu, oksigen terlarut dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun bandotan antar perlakuan berbeda nyata (P>0,01) terhadap periode imotilisasi, lama waktu pulih sadar, sintasan setelah transportasi dan pemeliharaan. Konsentrasi ekstrak daun bandotan antar perlakuan tidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap kecepatan pertumbuhan harian benih nila. Konsentrasi yang sesuai untuk teknik imotilisasi sebesar 3,982 mg/L dengan tingkat kelangsungan hidup benih 95,55%.
Efektifitas Sistem Akuaponik dalam Mereduksi Konsentrasi Amonia pada Sistem Budidaya Ikan Riska Emilia Sartika Dauhan; Eko Efendi; Suparmono -
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.091 KB)

Abstract

Kualitas air memegang peranan penting dalam bidang perikanan terutama untuk kegiatan budidaya serta produktifitas hewan akuatik. Limbah yang dihasilkan dari proses budidaya memiliki dampak negatif bagi hewan akuatik. Amonia merupakan salah satu limbah yang berasal dari sisa metabolisme ikan yang terlarut dalam air berupa feses dan sisa makanan ikan yang tidak termakan dan mengendap di dasar kolam budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas sistem akuaponik dalam mereduksi kadar amonia serta mengetahui jumlah kepadatan optimal tanaman pada sistem akuaponik dalam menyerap kadar amonia. Penelitian dilaksanakan selama 60 hari pada Juli-September 2013 bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan Universitas Lampung. Perlakuan penelitian menggunakan kangkung (Ipomoea aquatica) 10 batang, 20 batang, 30 batang per rumpun dan tidak menggunakan tanaman. Pengurangan amonia oleh tanaman air digunakan untuk pertumbuhan yang diserap melalui jaringan akar. Semakin banyak tanaman air makin efektif dalam mereduksi amonia. Penggunaan 30 batang per rumpun kangkung dapat mengurangi amonia hingga 58,57mg/l.
EFEKTIFITAS KIJING AIR TAWAR ( Pilsbryoconcha exilis ) SEBAGAI BIOFILTER DALAM SISTEM RESIRKULASI TERHADAP LAJU PENYERAPAN AMONIAK DAN PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Sandy Putra; Agus Arianto; Eko Efendi; Qadar Hasani; Herman Yulianto
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.491 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan kijing air tawar (Pilsbryoconcha exilis) terhadap perbaikan kualitas air dan laju pertumbuhan lele sangkuriang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Penelitian menggunakan perbedaan jumlah hewan kijing air tawar yaitu 100, 150,  200 ekor/ keranjang berukuran 0,6 m3 dan perlakuan kontrol yaitu tanpa menggunakan perlakuan sistem resirkulasi dan tanpa penambahan kijing air tawar. Parameter utama dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ikan dan konsentrasi amoniak, dengan parameter pendukung antara lain yakni suhu, pH, dan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kijing air tawar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan 200 individu dengan berat 19.71 gr dan tingkat kelangsung hidup tertinggi terdapat perlakuan 200 individu (80.14 %). Hasil penelitian juga menunjukan bahwa penambahan kijing air tawar dengan jumlah yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan amoniak. Berdasarkan hasil uji Beda Nyata Terkecil (BNT) perlakuan dengan penambahan kijing air tawar sebanyak 200 ekor/ keranjang berukuran 0,6 m3merupakan perlakuan terbaik dalam penurunan amoniak pada sistem resirkulasi.
Modified Toca Colour Finder (M-TCF) Dan Kromatofor Sebagai Penduga Tingkat Kecerahan Warna Ikan Komet (Carasius Auratus Auratus) Yang Diberi Pakan Dengan Proporsi Tepung Kepala Udang (TKU) Yang Berbeda Septa Indarti; Moh. Muhaemin; Siti Hudaidah
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.776 KB)

Abstract

Goldfish is one of the ornamental freshwater fish which has interesting body colour. Efforts to increase the quality of colour needs to be done, by given the material which can increasing brightness of colour infeed. One of alternative to replace such materials is the shrimp head meal (SHM). The aim of this research was determined the relationship between increased colour intensity measured  by using the Modified Toca Colour Finder (M-TCF) and the number of chromatophore cells in the epidermal layer of goldfish due to the addition of SHM in artificial feed. The research was conducted in Completed Randomize Design with the additional of SHM (0; 10; 12%) were given to 30 goldfish/aquaria for 45 days of cultured. The result showed that shrimp head meal gave significant difference by increasing colour intensity and the amount of chromatophore cells. Nevertheless the treatment did not give significant difference on  growth. There was a positive correlation between the numbers of chromatophore cells with the colour intensity of goldfish. Optimum absorb of carotenoids occured in10% added of shrimp head meal.
EVALUASI KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI KAWASAN PESISIR DESAKANDANG BESI KECAMATAN KOTA AGUNG BARAT KABUPATEN TANGGAMUS Astuti, Muthia Yuli; Damai, Abdullah Aman; Supono, Supono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.372 KB)

Abstract

Desa Kandang Besi merupakan salah satu desa yang potensial untuk budidaya perairan yang dilintasi oleh aliran Sungai Way Belu yang beradadi kawasan Pesisir Kecamatan Kota Agung Barat Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan Nila (Oreochromis niloticus)serta infrastrukur yang mendukung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey. Analisis kesesuaianperairan dilakukan dengan metode matching dan scoring. Teknik  mengumpulan data melalui observasi dan pengisian angket oleh 15 pembudidaya yang dipilih dengan cara accidental sampling sedangkan penentuan lokasi ditentukan dengan purposiv. Hasil penelitian menunjukkan perairan memiliki tingkat kesesuaian disebut Cukup Sesuai (S2) dan Sesuai Marginal (S3). Cukup Sesuai menunjukan perairan tersebut Cukup sesuai untuk lokasi budidaya sedangkan Sesuai marginal menunjukkan perlu penanganan lebih lanjut jika ingin dijadikan lokasi budidaya. Variabel primer berupa kuesioner menunjukan bahwa sebagian masyarakat sudah cukup mengenal budidaya ikan nila dengan kepemilikan kolam secara pribadi sebanyak 53,28%. 
Kandungan Lemak Total Nannochloropsis sp. pada Fotoperiode yang Berbeda Safitri, Meytia Eka; Diantari, Rara; -, Suparmono; Muhaemin, Moh.
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.473 KB)

Abstract

Nannochloropsis sp. merupakan jenis mikroalga yang memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Cahaya sangat diperlukan oleh mikroalga untuk menjalankan proses fotosintesis. Kurangnya kebutuhan cahaya untuk aktivitas fotosintesis menyebabkan proses fotosintesis terhambat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap kandungan lemak pada Nannochloropsis sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2012 bertempat di laboratorium Zooplankton BBPBL Lampung. Data dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Nannochloropsis sp. dikultur dengan kepadatan 35x105 sel/ml dan diberi perlakuan 6T (Terang):18G (Gelap), 12T:12G, dan 18T:6G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 18T:6G memiliki kepadatan yang baik dan memiliki kandungan lemak yang paling tinggi pada fase awal (9,62%) dan akhir stasioner (10,62%). Berdasarkan uji ANOVA pada fase akhir stasioner, pemberian fotoperiode yang berbeda berpengaruh terhadap kandungan lemak Nannochoropsis sp.  Hasil uji BNT kandungan lemak pada fase akhir stasioner menunjukkan perlakuan 6T:18G berbeda nyata terhadap 18T:6G. Hubungan korelasi antara kepadatan dan kandungan lemak menunjukkan kandungan lemak meningkat seiring bertambahnya jumlah kepadatan Nannochoropsis. sp.
Pemindahan Hak Milik Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.703 KB)

Abstract

EFEKTIVITAS PEMBERIAN BAKTERI Bacillus polymyxa MELALUI PAKAN TERHADAP IMUNITAS NON SPESIFIK UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Kurniawan, Muhammad Haris; Putri, Berta; Elisdiana, Yeni
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.95 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v7i1.p739-750

Abstract

The addition of Bacillus polymyxa bacteria in the feed as immunostimulant is one of the efforts of disease prevention on vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei). The aimed of this research was to know the effectivity of the use of Bacillus polymyxa bacteria in feed towards the non-specific imunity of vannamei shrimp. This research consisted of 4 treatments namely feed with the density of Bacillus polymyxa bacteria 0 cell/ml as control (A), 104 cell/ml (B), 106 cell/ml (C) and 108 cell/ml (D) and each treatment is repeated 3 times. This research has been done in 15 days. Parameters that observed this research were total haemocyte count (THC), phagocytosis activity, differential haemocyte count (DHC) and water quality. The results showed that the addition Bacillus polymyxa bacteria of 106 cell/ml was able to improve THC value 6,6x107 cell/ml on the day 10. The DHC value was in the normal range which is hyalin cell was 52-89% and granular cell was 11-48%. The quality of water maintenance media during this research was in the normal range there were temperature 27,2-28,1°C, DO 3,70-3,91ppm, pH 3,70-3,91, and salinity 30-35 ppt.

Page 11 of 17 | Total Record : 167