cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18298370     EISSN : 23019069     DOI : 10.14710/kapal.
Core Subject : Science,
Jurnal ini merupakan Jurnal Ilmiah untuk mengembangkan ilmu dibidang Ilmu Pengetahuan & Teknologi Kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro 3 (tiga) kali dalam 1 tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
ANALISA KEKUATAN PONDASI Z – PELLER KARENA ADANYA PERUBAHAN KONSTRUKSI PADA KAPAL TUG BOAT ANOMAN V DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Jatmiko, Sukanto; Handoyo, Tunjung Widyatmo
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 8, No 3 (2011): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.93 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v8i3.3186

Abstract

Kapal Tug Boat Anoman V adalah kapal tandu milik PT. Pelabuhan Indonesia III yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kapal tersebut mempunyai mesin induk sebesar 2 x 1000 HP untuk menunjang operasionalnya yang di dukung oleh sistem propulsi Z – peller sebagai penggeraknya. Untuk menopang Z – peller tersebut di gunakan pondasi yang disusun oleh beberapa pelat lingkar dari material KI-A 36. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan analisa local stress yang terjadi pada pondasi Z - peller kapal Tug boat Anoman V dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari berat permesinan Z – peller dan beban dari hambatan propulsi kapal. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan letak tegangan terbesar dari struktur konstruksi pondasi Z - peller berdasarkan dua variasi kondisi keadaan kapal yaitu pada saat sandar dan pada kecepatan maksimum. Analisa  tersebut menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan matrik tetrahedral untuk membagi – bagi menjadi elemen yang kecil. Hasil analisa menggunakan program numerik FEM didapatkan hasil makimum stress pada sistem konstruksi pondasi Z - peller sebesar (σ) = 22,7 N/mm2 dan deformasi sebesar 0,00763 mm. Perhitungan faktor keamanan didapat nilai sebesar 17,2 pada lokasi node 3459 pada saat kondisi kecepatan maksimum. Kondisi ini aman karena nilai faktor keamanan lebih dari 1 berdasarkan ketentuan dari BKI. Hasil dari perhitungan analisa tegangan maksimum tersebut dilakukan validasi model, software, dan analitik untuk mengetahui tingkat ralat nisbi dari analisa kekuatan pondasi Z – peller.
PENGARUH ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW TERHADAP GERAKAN SLAMMING PADA KAPAL PERINTIS 200 DWT Muhammad Iqbal; Good Rindo
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 13, No 1 (2016): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.692 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v13i1.10382

Abstract

Analisis seakeeping (kemampuan olah gerak kapal) merupakan aspek penting dalam perancangan kapal. Berdasarkan analisis tersebut, dapat diketahui batas operasional dari sebuah kapal. Salah satunya adalah dapat mengetahui kemampuan kapal pada tinggi gelombang signifikan (Hs) tertentu. Memodifikasi bentuk haluan kapal dengan membuat dasar dari haluan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan dasar lambung kapal nya (dibawah garis baseline kapal) dinamakan Anti-Slamming Bow. Pada penelitian ini, anti-slamming bow ditambahkan dengan ­bulbous bow yang dinamakan dengn Anti-Slamming Bulbous Bow (ASB). Panjang (lasb) dan tinggi (hasb) Anti-Slamming Bulbous Bow divariasikan untuk mendapatkan probabilitas dan intensitas slamming yang paling rendah. Metode untuk menghitung RAO menggunakan Metode Panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai probabilitas pada kapal existing (model awal) pada Hs = 4 m dan Tave = 5 s pada kecepatan 14 knot tidak memenuhi standar kriteria Nordforsk ’87 karena memiliki nilai probabilitas slamming sebesar 12,19%. Selain model awal, model 1, model 3 dan model 5 juga tidak memenuhi standar kriteria karena memiliki nilai probabilitas slamming sebesar 5,19%, 5,04% dan 5,10%. Parameter ukuran anti-slamming bulbous bow terbaik terdapat pada model 6 dimana rasio panjang ASB terhadap Lpp kapal sebesar 0,4 dan rasio tinggi ASB terhadap sarat kapal sebesar 0,4. Sedangkan bentuk Bulbous terbaik adalah Bulbous A yaitu bulbous tipe bentuk titik air tergantung. Model ini memiliki nilai  probabilas sebesar 1,95% dan memenuhi kriteria Nordforsk ’87.
OPTIMASI DESAIN ISOLASI RUANG PALKA IKAN KM. BERKAH 9 GT UNTUK MENGURANGI LAJU PERPINDAHAN PANAS Budiarto, Untung; kiryanto, Kiryanto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 7, No 3 (2010): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.513 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v7i3.3780

Abstract

Fishing vessel Cantrang 9 GT Type belong to  Mr.H.Jupri, a fishing vessel ownership at Wedung Demak, still use block ice for cargo hold in which each its wall insulation on Sterofoam. This insulation to be used because is cheapest although it investigated to overall of total cost is rated still not optimal enough. In this final project optimizes original design of cargo hold to replaced by new design alternative in its insulation part with using insulation subtance Polyurethane. Chosen 3 thickness variation of insulations, they are 5 cm (called; Design A), 10 cm (Design B) and 15 cm (Design C). The variation used as principal data to calculate the cooling load, afterward the  calculation of block ice needed which to be used for ship operational. Based on insulation and equipment of refrigeration system data, will be calculated economically that is included investation Cost and Operational Cost. The result of calculation of each alternative design that based on economically calculated Method. design C have most advantages economically than others about 36,95 % to original design. 
Fabrikasi Kapal Fiberglass Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Kapal Kayu Untuk Meningkatkan Produktifitas Nelayan Di Perairan Bengkalis Pardi, P; Afriantoni, A
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 14, No 2 (2017): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.279 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v14i2.12670

Abstract

Ketersediaan material kayu sebagai bahan baku kapal nelayan saat ini semakin menipis. Hal ini menjadi masalah yang serius bagi sebagian besar masyarakat kabupaten Bengkalis yang berprofesi sebagai nelayan. Oleh karena itu dalam penelitian ini memberikan solusi secara ilmiah untuk menggunakan bahan alternatif fiberglass sebagai bahan dasar fabrikasi kapal nelayan. Penelitian ini membahas tentang cara fabrikasi kapal fiberglass yang efektif dengan ukuran utama sebagai berikut : Lpp = 7,798m, B=1,575m, H=0,678m, T=0,4m dan Cb=0,449. Gambar desain yang digunakan untuk fabrikasi adalah gambar rencana garis (lines plan) dan gambar rencana umum (general arrangement). Langkah awal proses fabrikasi adalah membuat cetakan positif menggunakan material kayu dan multiplek. Cetakan positif lambung kapal mengikuti bentuk body kapal disesuaikan dengan gambar rencana garis setiap station. Sebelum proses laminasi  dilakukan menggunakan material resin, serat glass (matt), woven roving(WR), katalis dan tepung aerosil cetakan diberi mirorglass untuk mempermudah pelepasan hasil cetakan. Ketebalan yang digunakan pada pembuatan lambung kapal ini adalah sekitar 6 mm atau 6 layer. Setelah lambung selesai dilaminasi kemudian dibuat gading (frame) memanjang dan melintang sesuai dengan desain gambar general arrangement. Sekat dan bangunan atas dibuat bentuknya menggunakan multiplek 12 mm kemudian dilaminasi menggunakan fiberglass untuk memperkuat dan menghindari kerusakan karena faktor air laut.
RANCANG BANGUN SISTEM REFRIGERATED SEA WATER (RSW) UNTUK KAPAL NELAYAN TRADISIONAL Budiarto, Untung; Kiryanto, Kiryanto; Firmansyah, Heru
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 10, No 1 (2013): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.477 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v10i1.4740

Abstract

Cooling system has been used in the ship, both in comercial or fishing vessel. But it’scontradicts with the traditional fisherman ship of Cukrik type that do not have the particularcooling system to handle the decreasing quality of their catch. The Refrigerated Sea Water(RSW) is used to handle this problem.This research including the step of calculating the power of cooling system thatimportant to determine the component of RSW like a compressor, condensor and evaporator.Than the series of these component are tested in the laboratorium.From this design of cooling system can be obtained the prototype of RSW twhich it simpleto the tradisional fisherman ship of Cukrik type with hold capacity 0,095 m3. when it tested by ittemperature the fish hold without water needed 1 hour to reach 0 oC, than fish hold with seawater needed 7 hour to reach 5 oC. Before applied in a traditional fishing ship so the stabilityanalysis is done by using the software, based on the analysis of the changes in vessel stability isobtained after the RSW system at the point of GZ reduced by 0,012 m, while at this point GMreduced by 0,016 m.
Rancang Bangun Kapal Klasik Untuk Ekowisata di Perairan Terbatas Sunardi, Sunardi; Sambah, Abu Bakar; sukandar, sukandar; sulkhani, eko; Tumulyadi, Agus
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 15, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.65 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v15i3.20735

Abstract

Perkembangan ekowisata bahari mengalami kemajuan yang sangat pesat selama beberapa tahun terakhir dan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat pesisir dan nelayan. Kebutuhan sarana transportasi berupa kapal wisata untuk menunjang kegiatan wisata bahari masih sangat besar dan sangat berpotensi untuk ditingkatkan. Kapal wisata untuk kebutuhan wisata yang ada saat ini adalah kapal nelayan yang masih terkesan kurang menarik dan tidak dilengkapai dengan sarana keselamatan ataupun akomodasi yang memadahi. Penelitian ini mencoba untuk mengembangkan desain kapal kayu klasik yang sesuai untuk wisata di perairan terbatas dengan penumpang sampai dengan 5 penumpang. Penelitian ini menerapkan pendekatan perbandingan dengan kapal pembanding sebagai sebagai pengujian desainnya, serta menerapkan parametric design, yaitu  suatu metode yang digunakan untuk mengotimalkan desain suatu kapal dengan mempertimbangkan semua variabel seperti ukuran kapal, kecepatan kapal, kemampuan mesin dan power mesin yang dibutuhkan untuk menggerakkan kapal. Batasan desain yang digunakan adalah kapal harus dapat diproduksi oleh galangan kapal tradisional dengan biaya produksi yang murah. Hasil penelitian ini menghasilkan desain kapan serta fisik kapal klasik secara utuh dengan materail kayu dan mampu melaju dengan kecepatan 5 knot dengan menggunakan mesin 4HP (Horse Power). Hasil desain dan uji coba berlayar terhadap kapal yang dibuat menunjukkan stabilitas yang sangat bagus untuk beroperasi di perairan bebas
KAJIAN TEKNIS DISAIN BADAN KAPAL UNTUK PERAIRAN DANGKAL DI KAWASAN LAHAN GAMBUT Budi Santosa, Ari Wibawa
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 3, No 3 (2006): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.926 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v3i3.2637

Abstract

The aim of this research is to solve the river boat’s problem, specially for hinterland waters, that’s not suitable for a big ship, because the width and depth’s water are limited. This design of the Water Bus with twinhull model should be able to reduce the wave caused by moving ship ( Low wash displacemen craft ) and will not silt up for the river, caused by scrapping around the river.
OPTIMIZATION OF CATAMARAN DEMIHULL FORM IN EARLY STAGES OF THE DESIGN PROCESS Iqbal, Muhammad; Trimulyono, Andi
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 11, No 3 (2014): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.364 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v11i3.7735

Abstract

The amounts of research about catamaran have generated a practical formula to simplify the calculations of catamaran resistance. Ship designer will calculate the predictions of catamaran resistance rapidly. The aim of this research is focused to search the optimal demihull form where the hull form has the lowest resistance compared to other hull form models with the same displacement. To generate the different hull form, the initial hull form (parent hull) is transformed so that become some models by changing the parameter of coefficient block (Cb) in range ±10% with Lwl, T, H, volume and displacement are constant. The transformed hull form are calculated their total resistance from Froude number (Fr) 0,2 to 0,65 with spacing hull to length ratio (S/L) 0,2 to 0,4. The results of calculation show that the optimal demihull form is Model 4 where the initial hull form Cb +5%. The model has the lowest resistance compared to other models. The comparisons of resistance Model 4 with the configurations of S/L shows that the lowest resistance is S/L 0,4, so that the optimal demihull form is Model 4 with S/L 0,4.
PERPADUAN ANTARA PROPELLER DAN DAUN KEMUDI GUNA MENGOPTIMALKAN PROLPULSI DAN MANUVER KAPAL SERTA EFFISIENSI BAHAN BAKAR Ridwan, Mohd
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 6, No 2 (2009): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.89 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v6i2.2722

Abstract

Operational of ship influences the running cost. A old ship, day by day cash cost are higher with ageing machinery requiring constant maintenance, a rusty hull requiring regular steel replacement and high fuel oil consumption. Fuel cost are 30-45 % all of running cost. with integrated between propeller and rudder to optimum ship propulsion and manoeuvering to reduce 4-9% vessel’s fuel oil consumption and energy efficiency
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL DI KAWASAN PESISIR PANTAI MORO DEMAK DALAM UAPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGHEMATAN BBM Hadi, Eko Sasmito; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 12, No 3 (2015): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.964 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v12i3.9689

Abstract

Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan kelompok nelayan yang tergabung dalam KUD Mino Utomo dan paguyuban nelayan kabupaten Demak. Karya utama dalam kegiatan ini adalah alat pemanggil ikan berupa lampu celup dengan dilengkapi solarsel sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM yang ramah lingkungan. Peralatan ini dirancang sebagai lampu atraktor yang dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional. Lampu tersebut dapat di turunkan ke dalam air sampai kedalaman tertentu. Sistim pencahayaan ikan menggunakan lampu listrik dalam air bertenaga surya yang telah dibuat teridiri dari : satu paket lacuba terdiri dari 2 (dua) buah lampu, 1 (satu) buah converter, kabel masing-masing untuk 1 (satu) lampu sepanjang 15 meter, 1 (satu) buah charger, untuk pengisian accu.Dengan adanya alat ini nelayan tidak tergantung pada bahan bakar minyak bumi (BBM), dapat menekan biaya operasional dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2026): Article in Press Vol 22, No 3 (2025): October Vol 22, No 2 (2025): June Vol 22, No 2 (2025): Article in Progress (Accepted Papers) Vol 22, No 1 (2025): February Vol 21, No 3 (2024): October Vol 21, No 2 (2024): June Vol 21, No 1 (2024): February Vol 20, No 3 (2023): October Vol 20, No 2 (2023): June Vol 20, No 1 (2023): February Vol 19, No 3 (2022): October Vol 19, No 2 (2022): June Vol 19, No 1 (2022): February Vol 18, No 3 (2021): October Vol 18, No 2 (2021): June Vol 18, No 1 (2021): February Vol 17, No 3 (2020): October Vol 17, No 2 (2020): June Vol 17, No 1 (2020): February Vol 16, No 3 (2019): Oktober Vol 16, No 2 (2019): Juni Vol 16, No 1 (2019): Februari Vol 15, No 3 (2018): Oktober Vol 15, No 2 (2018): Juni Vol 15, No 1 (2018): Februari Vol 14, No 3 (2017): Oktober Vol 14, No 2 (2017): Juni Vol 14, No 1 (2017): Februari Vol 13, No 3 (2016): Oktober Vol 13, No 2 (2016): Juni Vol 13, No 1 (2016): Februari Vol 12, No 3 (2015): Oktober Vol 12, No 2 (2015): Juni Vol 12, No 1 (2015): Februari Vol 11, No 3 (2014): Oktober Vol 11, No 2 (2014): Juni Vol 11, No 1 (2014): Februari Vol 10, No 3 (2013): Oktober Vol 10, No 2 (2013): Juni Vol 10, No 1 (2013): Februari Vol 9, No 3 (2012): Oktober Vol 9, No 2 (2012): Juni Vol 9, No 1 (2012): Februari Vol 8, No 3 (2011): Oktober Vol 7, No 3 (2010): Oktober Vol 7, No 2 (2010): Juni Vol 7, No 1 (2010): Februari Vol 6, No 2 (2009): Juni Vol 5, No 3 (2008): Oktober Vol 5, No 2 (2008): Juni Vol 5, No 1 (2008): Februari Vol 4, No 1 (2007): Februari Vol 3, No 3 (2006): Oktober More Issue