cover
Contact Name
hijrah
Contact Email
balimau24@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
skalakesehatan2016@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Skala Kesehatan
ISSN : 2087152x     EISSN : 26152126     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
The Journal article contains the results of several studies in science Nursing, Midwifery, Dental Nursing, Nutrition Sciences, Environmental Health, Health Analysts,Medical Records and Health Information provided on the results of public service to the science of education and health management. Other.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
Hubungan Konsumsi Air Sungai (Fe) Dengan Rata-Rata Angka Dmf-T Pada Masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan fahmi said; Siti Salamah
Jurnal Skala Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.578 KB)

Abstract

Kabupaten Banjar merupakan salah satu dari 5 kabupaten dengan angka pengalaman karies ( Skor DMF-T) tertinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Selatan. Rata-rata tiap orang di Kabupaten Banjar memiliki hampir 8 gigi dengan karies. Berbagai macam trace elemen dalam air minum apabila terkandung banyak unsur Calsium, magnesium, molybdenum atau vanahdium maka jumlah karies rendah. Sebaliknya bila air minum banyak mengandung tembaga, besi (Fe) dan mangan, maka frekuensi karies akan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi air sungai (Fe) dengan rata-rata angka DMF-T pada masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian yang dilakukan adalah observasional deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur usia 15 sampai dengan 25 tahun sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel adalah secara purposive sampling Hasil penelitian menunjukkan rata- rata DMF-T 8.87 gigi yang rusak atau status karies dengan kategori tinggi, kadar zat besi (fe) air sumur 1.044 (mg/ltr), sedangkan yang dianjurkan adalah 0.3 (mg/ltr), nilai signifikan (sig) adalah 0.000 < α 0.05 yang berarti ada perbedaan angka DMF-T pada masyarakat yang mengkonsumsi air sungai yang mengandung zat besi (fe). Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti belum bisa menyimpulkan hubungan konsumsi air sungai (Fe) dengan rata-rata angka DMF-T pada masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, karena konsumsi air minum yang digunakan sebagian besar menggunakan air sungai dan sebagian kecil menggunakan air sumur , sedangkan air dari PDAM baru pada dua tahun terakhir ini sampai kedesa tersebut. Kata kunci : Zat besi (fe), DMF-T
Perbedaan DMF-T Pada Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Sumber Air Minum Kecamatan Kurau (Air Payau) Dengan Kecamatan Tajau Pecah (Air Pegunungan) Kabupaten Tanah Laut danan danan; Siti Sab’atul Habibah
Jurnal Skala Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.089 KB)

Abstract

Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah penyakit jaringan penyangga gigi dan karies gigi.1) Karies karies gigi adalah suatu penyakit pada jaringan keras gigi yaitu enamel, dentin dan cemetum yang disebabkan oleh asam yang dihasilkan oleh aktivitas jasad renik dalam suatu karbohidrat yang diragikan.2)Karies gigi merupakan penyakit yang tidak terlepas dari kebudayaan manusia. Sejak gigi erupsi dalam mulut, gigi sudah mempunyai resiko mengalami karies. Berat ringannya karies di dalam gigi seseorang tergantung dari faktor-faktor yang ada di sekitar manusia dan lingkungannya. 3) .Karies gigi terdapat di seluruh dunia, hasil analisis data Riskesdas 2007 pada Indeks DMF-Tkaries gigi secara nasional adalah 4,85 dengan prevalensi tertinggi di Kalimantan Selatan dan Yogyakarta (6,83); Indeks karies gigi (DMF-T) secara nasional adalah 1,22 dengan prevalensi tertinggi di Kalimantan Barat (1,88) dan Maluku 1,80. 3) Penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan DMF-T pada Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Sumber Air Mnum Kecamatan Kurau (Air Payau) dengan Kecamatan Tajau Pecah (Air Pegunungan) Kabupaten Tanah Laut.dengan metode penelitian yang digunakan adalah analitik.Pengambilan sampel secara purposive sampling, pada SDN Kurau sebanyak 97 siswa dan SDN Tajau Pecah sebanyak 116 siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rataDMF-T pada Siswa SDN Kecamatan Kurau (Air Payau) adalah 2,39 sedangkan pada Siswa SDNTajau Pecah(Air Pegunungan) adalah 1,78. Dengan hasil ujistatistik independent T-Test didapatkan nilai p=0,044. Kesimpulan dengan alfa (0,05), ada perbedaan yang signifikan DMF-T pada Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Sumber Air Mnum Kecamatan Kurau (Air Payau) dengan Kecamatan Tajau Pecah (Air Pegunungan) Kabupaten Tanah Laut. Disarankan perlu adanya pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dari pihak instansi kesehatan baik pelayanan secara promotif maupun preventif sehingga dapat menurunkan angka karies gigi tersebut. Kata Kunci : DMF-T, Air Payau, Air Pegunungan 1)2)Dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Banjarmasin
Faktor Perilaku Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 7 – 12 Tahun Di SDN Paku Alam Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan sri nuryati
Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.669 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v9i2.163

Abstract

Background : From Banjar district data showed 7.80 DF-T number, meaning that on average everyone in the Banjar district had almost 8 teeth with dental caries. Children of Elementary School age, i.e. 7-12 years, are of age who are susceptible to the occurrence of dental caries. Report on the screening of school-age children SD/MI conducted by the Sungai Tabuk 2 society health center (Puskesmas) in 2016 and 2017, the results of the screening on Paku Alam Elementary School’s students showed that during the last two years the number of students experiencing caries had increased. The percentage of students who experienced caries in 2016 was 79.2% and increased to 100% in 2017. Aim : This research wants to find out the behavioral factors related with the incidence of dental caries in children aged 7-12 years in the natural nails of Banjar Regency, South Kalimantan Province. Method : The study design was descriptive analytic that is cross sectional. The population and sample of the study were all children aged 7-12 years at the Paku Alam Elementary School Banjar distirct, South Kalimantan Province. The data will be analyzed analytically using Chi Square. Result : Descriptive results showed that most respondents experienced high dental caries (94.9%), had poor tooth brushing behavior (82.3%), poor cariogenic food consumption (62%), and no dental check-ups once every 6 month (98.7%). Analytically, there are no behavioral factors related to the incidence of dental caries. Conclusion : No behavioral factors that are significantly related with the incidence of dental caries in children. Keywords : Behavior, Children’s dental caries
Hubungan tingkat pengetahuan tentang Manfaat minum air putih dengan jumlah konsumsi minumair putih dan pola penyakit pada siswa smp negeri i kecamatan alalak Tahun 2016 noorhayati maslani
Jurnal Skala Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.352 KB)

Abstract

Saat ini banyak remaja dan orang dewasa mengkonsumsi minuman-minuman selain air putih, seperti minuman yang bersoda, minuman yang mengandung kafein, atau bahkan mengkonsumsi minuman beralkohol yang apabila dikonsumsi secara terus menerus dan menjadi sebuah kebiasaan akan sangat merugikan kesehatan bagi dirinya sendiri. Kurangnya pengetahuan mengenai manfaat lebih dari air putih bagi kesehatan tubuh memberikan peluang bagi remaja untuk tidak memperhatikan air putih bagi tubuhnya. Selain kebiasaan minum air putih hanya pada saat haus saja, minum air putih hanya sebagai pelengkap bagi rasa haus pada saat makan, atau sesegera minum pada saat makan, bahkan tidak jarang di tempat-tempat makan mereka justru tidak dibarengi dengan air putih ini menjadi pola kebiasaan yang jauh dari pola kesehatan minum yang baik dan benar (Fauziyah dan Maulana, 2010 dalam Pratiwi dan Rahayu, 2014). Berdasarkan data yang didapatkan di SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak pada 30 siswa didapatkan16 siswa dengan pengetahuan kurang, 8 siswa pengetahuan cukup dan 6 siswa pengetahuan baik serta 6 siswa mengkonsumsi air putih sesuai kebutuhan dan 24 siswa mengkonsumsi air putih tidak sesuai kebutuhan. Air putih yang dikonsumsi siswa per hari rata-rata hanya dua gelas dan mereka lebih meyukai minuman yang bukan air putih kurang lebih 80 % kebanya kan siswa menyukai air minum yang berasasepertiteh, sirup, susu, es dan juga minuman yang dikemas dengan cangkir plastik yang beragam rasa. Informasi dari guru pengajarnya kebanyakan siswa mengalami diare 58 % dan mengalami demam atau panas sekitar 42 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan TentangManfaat Minum Air Putih dengan Jumlah Konsumsi Minum Air Putih dan Pola Penyakit Pada siswa SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa SMP Negeri I Kecamatan Alalak Tahun 2016 dan sampel yang digunakan adalah sebagian Siswa kelas delapan SMP Negeri I Kecamatan Alalak Tahun 2016 tehnik pengambilan sampel secara kelompok atau gugus (claster sampling). Analisa data menggunakan analisa univariat yaitu analisa menggunakan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentasi dari tiap-tiap variabel, selanjutnya data dikumpulkan dalam bentuk tabel narasi dan Analisa Bivariabel adalah Analisa menggunakan tabulasi silang yang bertujuan mengetahui hubungan variabel bebas Tingkat Pengetahuan Tentang manfaat Minum Air Putih. uji statistik yang digunakan adalah Chi Square X2 pada tingkat kemaknaan p < 0,05 dan Confidance interval 95%. Hasil adalah yang berpengatahuan kurang sebanyak 99 responden. Sedangkan yang mengkonsumsi minum air putih tidak sesuai kebutuhan adalah 57 responden. Dari beberapa pola penyakit yang terbanyak yang pernah dialami oleh responden adalah diare. Hasil hubungan tingkat pengetahuan tentang manfaat minum airputih dengan jumlah konsumsi minum air putih, berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil P value 0,252 dengan nilai α 0,05. Berarti P value > α. Ha diterima artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang manfaat minum air putihdengan jumlah konsumsi minum air putih pada siswa SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak
Hubungan Karies Gigi Dengan Kualitas Hidup Pada Anak Sekolah Usia 5-7 TAHUN BUNGA NURWATI
Jurnal Skala Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.785 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v10i1.164

Abstract

Dental caries suffered in school-age children can cause disruption in quality of life and disruption of daily activities due to the inability of the mastication process. The incidence of primary dental caries in children reaches 80% with a mean def-t 5.0 which in turn results in many cavities for children under 12 years old (reaching 89%). While WHO announced the target of achieving dental health services in 2010 amounting to 90% of caries-free for children aged 5 years. This study aims to analyze the relationship between the index of dental caries in children aged 5-7 years with the quality of life of the child. Where the simple random Lemeshow method is used as a sampling technique. The study was conducted using an observational analytic method based on correlation techniques conducted on 138 samples of school children. Correlation test results using the value α = 0.05 showed an opposite correlation between the index of dental caries and the quality of life of school children. Where the index which is the material for the correlation test gives a significant relationship (p <0.05) to the variables tested. Conclusion The lower the dental caries index, the higher the quality of life of school children. Keywords: dental caries, def-t index, quality of life, ECOHIS.
Anemia ibu hamil pada perokok pasif Di wilayah puskesmas kota banjarmasin tahun 2016 hapisah hapisah; tri tunggal
Jurnal Skala Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.951 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v10i1.206

Abstract

Anaemia in pregnancy increases the risk of complications in pregnancy and childbirth, e.i. maternal death, prematurity, LBW, and perinatal mortality. Many factors cause anaemia, including when pregnant woman got exposure from tar, free radicals and carbonmonoxide contained in cigarette smoke that is inhaled directly by unintentionally. CO is directly bound in maternal hemoglobin so the ability of hemoglobin to be much greater binds CO than oxygen. Inhaling tobacco smoke in passive smoking, has far lower levels of folic acid, exposure to acid smoking causes a disruption of iron metabolism in red bloodcells. Iron very useful in the formation of hemoglobin, deficiencies of folic acid and iron can cause defects in the fetus and anaemia. Research purpose to know the incidence of anaemia in pregnant women passive smokers in Banjarmasin City Health Center 2016. Research method uses a case control study design. Population is all pregnant women in Banjarmasin City Health Center 2016. Samples were 120 people, composed of 60 cases pregnant women anaemia, and control were 60 pregnant women anaemia which doesn’t meet the criteria of inclusion and exclusion. Results showed 36 pregnant women were exposed to cigarette smoke, 24 respondents (40%) had a case group and 12 respondents (20%) in control group. There is a meaningful relationship between pregnant women passive smokers with incidence of anemia, value of p = 0.028 0.05 and OR α < 2.67 (CI-6.034 1.178). Exposure to cigarette smoke are at risk of 2.67 times against the incidence of anaemia pregnant woman than not exposed. Keywords: passive smokers, anemia in pregnancy
Evaluasi kinerja bidan dalam pelayanan antenatal menggunakan pendekatan balanced scorecard Di kabupaten banjar & kabupaten barito kuala Tahun 2016 rapidah rapidah; rusmilawaty rusmilawaty
Jurnal Skala Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.171 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v10i1.209

Abstract

Number of infant deaths in South Kalimantan Province in 2015 was still quite high at 515 people, at the district / city level , Banjar Regency ranks first in the number of infant deaths by 64 cases, North Hulu Sungai Regency by 61 cases, South Hulu Sungai Regency by 60 cases and Barito Kuala District by 58 cases. The number of midwives has been relatively scattered throughout the South Kalimantan region, but has not been able to reduce the number of infant deaths, especially in the Banjar and Barito Kuala Regencies. Evaluation needs to be done on the performance of antenatal services, in order to get an overview of antenatal services comprehensively, it can use a measuring tool, namely the balanced scorecard. This study aims to describe the performance evaluation of midwives inservices antenatal care including financial perspectives, internal business perspectives, perspectives The design of this study was a descriptive approach. Instruments using balanced scorecard. The sample was 156 pregnant women, 3 Puskesmas heads and 3 midwives coordinators at Karang Intan Public Health Center Anjir Pasar and Anjir Muara Financial perspective in the form of operational funds for antenatal services sourced from BOK funds (Health Operational Assistance), internal business process perspective showed most of the respondents who did antenatal visits / examinations received services according to the 10 T standard of 83 people (53.3%), customer perspectives showed that most respondents who did antenatal visits / examinations were not satisfied with the services provided by 87 people (55.8 %), growth and human resource perspectives obtained by midwife education as much as 2 people (67%) with a Diploma IV Midwifery background and 1 person (33%) with a Midwifery Diploma III background. Keywords: Performance, Balanced Score Card
Pengaruh Formula Ikan Haruan pada Anak Penderita gizi buruk (di Puskesmas Berangas Kabupaten Batola Kalsel) magdalena magdalena; Mahpolah mahpolah
Jurnal Skala Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.195 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v10i1.210

Abstract

Anak-anak merupakan penderita gizi buruk terbesar diseluruh dunia. Untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDG) yakni 15,5% angka prevalensi gizi buruk secara nasional harus diturunkan (Almawaddah,2016). Berdasarkan data Riskesda 2013, Kasus gizi buruk di Kalimantan Selatan adalah 8,2%, gizi kurang 19,2%. Angka tersebut menunjukkan kasus gizi buruk di Kalimantan Selatan masih tinggi, termasuk Kabupaten Batola. Data gizi buruk di Puskesmas Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala sampai dengan bulan Juni tahun 2016 adalah : gizi buruk 1 orang (0,045%), Balita BGM (bawah garis merah) 73 balita (3,3%) dan yang dirawat di TFC (Therapeutic Feeding Center) sebanyak 6 orang. Tujuan penelitian ini apakah ada pengaruh formula ikan haruan terhadap cita rasa dan asupan kalori serta protein pada anak penderita gizi buruk di Puskesmas Berangas Kabupaten Batola Kalsel Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen, penelitian ini menggunakan satu kelompok dengan dua kali perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. Subjek penelitian sebanyak 20 orang, dengan kriteria balita gizi buruk atau balita BGM yang 2 kali berturut-turut tidak naik timbangan berat badannya. Analisis yang menggunakan wilconxon test dengan taraf signifikansi yang digunakan adalah p<0,05. Hasil peneliian ini adalah : Tidak ada perbedaan antara asupan kalori dan protein yang mendapat formula kentang dengan ikan haruan dengan formula kentang dengan ayam. Kata Kunci : cita rasa, asupan kalori dan zat protein
Pengaruh Sikat Gigi Setiap Hari( 21hari) Dengan Pasta Gigi Yang Mengandung Fluor Menggunakantehnik Roll Terhadap Plakskor Di Sdn Keramat 3 Desa Sungai Tabuk Keramat Siti sabatul Habibah; Danan Danan
Jurnal Skala Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.557 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v10i1.211

Abstract

Latar Belakang : Proporsi masyarakat yang menggosok gigi setiap hari sesudah makan pagi hanya 12,6% dan sebelum tidur malam hanya 28,7%. Keadaan ini menunjukkan perlu ditingkatkan program sikat gigi bersama sesuai anjuran program di sekolah dengan mempertimbangkan sarana dan media informasi terutama pada usia dini, karena perilaku merupakan kebiasaan yang akan lebih terbentuk bila dilakukan pada usia dini, didukung dengan teori behaviour change melakukan sikat gigi setiap hari (21 hari) secara rutin, akan berdampak pada perubahan kebiasaan. Tujuan : Penelitian untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Sikat Gigi Setiap Hari ( 21 hari) Dengan Pasta Gigi Yang Mengandung Fluor MenggunakanTehnik Roll Terhadap Plak Skor di SDN Keramat 3 Desa Sungai Tabuk Keramat. Metode : Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan eksperimen semu (quasi experimental), sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu, rancangan penelitian pretest-postest. Populasi penelitian adalah murid SDN Keramat 3 Desa Sungai Tabuk Keramat dengan jumlah 105orang. Sampel penelitian Sampel penelitian diambil secara teknik Purposive Sampling Sampel penilitian berjumlah 59 orang. Hasil : Penelitian Plak skor sebelum intervensi plak skor terendah 0.66, plak skor tertinggi 4.16, plak skor rata-rata 2.86. Plak skor sesudah intervensi plak skor terendah 0.00, plak skor tertinggi 2.16, plak skor rata-rata 0.82, nilai P. 0.000 < dari Alfa 0.05. Kesimpulan : ada pengaruh Sikat Gigi Setiap Hari ( 21 hari) Dengan Pasta Gigi Yang Mengandung Fluor menggunakan Tehnik Roll Terhadap Plak Skore di SDN Keramat 3 Desa Sungai Tabuk Keramat. Kata kunci : sikat gigi, pasta gigi, tehnik roll
Sanitasi Lingkungan, Pemberian Asi Dan Budaya Maruas Di Masyarakat Banjar Meningkatkan Risiko Diare Pada Balita erni yuliastuti; Tut barkinah
Jurnal Skala Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.606 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v10i1.207

Abstract

Diarrhea is an important health issue because it is the third major contributor to toodler morbidity and mortality in Indonesia (Basic Health Research, 2010). The incidence of diarrhea in Banjar Regency was ranked 2nd after Banjarmasin city. Diarrhea in Martapura Health Center amounted to 306 people, ranked second after the Gambut Health Center, as many as 936 people (Banjar Regency Health Office,2013). Diarrheaas a top 10 most diseases and the highest prevalence occurs in toddlers. The risk of diarrhea related to knowledge, behaviour of exclusive breastfeeding and environmental sanitation. These three factors will interact with human behavior that could have an impact on the incidence of diarrhea. The purpose of this research was to analyze knowledge, exclusive breastfeeding, environmental sanitation and maternal characteristics, culture about maruas with the incidence of diarrhea. This research is an analytic survey type with cross sectional design.The instrument used is a questionnaire containing a list of questions and medical record. The population of the research was mothers who took their children to visit the IMCI Polyclinic at Martapura Health Center in 2016. The sample is the mother who visited theIMCI Polyclinic in the work area of Martapura Health Center and large sample as many as 100 people. Data analysis using the Chi Square Test and OR. The results showed that there was a relationship between the incidence of diarrhea with age (ρ = 0,000), education (ρ = 0,021), employment (ρ = 0,026) OR = 4,012, knowledge (ρ = 0,001), exclusive breastfeeding (ρ = 0,013) OR = 4,573 , environmental sanitation (ρ = 0,000) OR = 16,579, maruas culture (ρ = 0,020) OR = 3,250. The risk of the highest incidence of diarrhea by environmental sanitation factors is 16,579 risky timesoccur in families with unhealthy home environmental sanitation. Keywords: Diarrhea; Sanitation; Breastfeeding; Culture

Page 9 of 20 | Total Record : 196