cover
Contact Name
Reza Andrea
Contact Email
reza@wicida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Sebatik
ISSN : 14103737     EISSN : 2621069X     DOI : -
Core Subject : Science,
SEBATIK merupakan jurnal kumpulan artikel hasil penelitian, karya ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat dari seluruh civitas akademik di Indonesia dalam rangka mengitegrasikan informasi. SEBATIK menyediakan layanan publikasi terbuka untuk semua kalangan umum, baik di semua lingkungan perguruan tinggi maupun keguruan dan lembaga penelitian lainnya, dengan kebebasan bertukar informasi yang didedikasikan untuk memfasilitasi kolaborasi antara peneliti, penulis maupun pembaca melalui pertukaran informasi. SEBATIK mulai diperkenalkan dan dikembangkan di lingkungan STMIK Widya Cipta Dharma sejak tahun 2001 dan terbuka lebar untuk pengembangan yang berkesinambungan. SEBATIK terbit berkala dua kali dalam setahun, yaitu Juni dan Desember, dimana setiap edisi terbitan mengandung paling sedikit 5 buah judul artikel. Jurnal ini memuat hasil-hasil kegiatan penelitian, penemuan dan pengabdian masyarakat dari bukan hanya dari dunia IT tetapi juga berbagai bidang disiplin ilmu. SEBATIK terbuka untuk topik-topik penelitian dan pengabdian seperti topik hubungan masyarakat, peningkatan ekonomi, pendidikan, infrastruktur TIK, dan lain-lain. Semoga dengan artikel-artikel dalam kultivasi para peneliti dapat saling berbagi ilmu demi memajukan Indonesia khususnya Kalimantan Timur.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 684 Documents
PERANAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MEWUJUDKAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE (GUC) : SEBUAH IMPLIKASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Mia Rosmiati; Hastuti Hastuti; Deni Mulyana; Yanti Rufaedah; Benny Barnas
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata kelola perguruan tinggi yang baik di masa globalisasi ini sudah menjadi tujuan atau cita-cita dari setiap institusi pendidikan tinggi yang ada di Indonesia, dan perwujudan dari cita-cita tersebut akan tercapai apabila perguruan tinggi sudah melaksanakan sistem pengendalian dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan budaya organisasi dalam mewujudkan Good University Governance (GUG) melalui pelaksanaan kebijakan Sistem Pengendalian Internal (SPI) di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif di mana penulis berupaya untuk memaparkan temuan yang diperoleh dari sumber data baik primer yang diperoleh melalui wawancara dengan informan maupun data sekunder berupa peraturan-peraturan mengenai sistem pengendalian, serta menganalisis kaitan antara dimensi yang ada dalam budaya organisasi dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam GUG. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan SPI di POLBAN erat kaitannya dengan iklim atau budaya organisasi dari perguruan tinggi tersebut sehingga masih ada dimensi yang belum terlaksana secara benar dan menyeluruh. Apabila budaya yang dikembangkan dalam mengelola perguruan tinggi tersebut adalah budaya yang baik dan positif, maka cita-cita untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik akan dengan mudah dicapai, demikian juga sebaliknya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perguruan tinggi perlu untuk mengembangkan budaya organisasi yang kondusif sehingga akan mendukung keberhasilan pelaksanaan sistem pengendalian internal di perguruan tinggi khususnya POLBAN yang pada akhirnya akan membantu perwujudan dari Good University Governance.
PENELUSURAN SEJARAH KEBO BULE “KYAI SLAMET” DI KERATON SURAKARTA DAN KELAHIRAN KESENIAN KEBO BULE SEBAGAI MEDIA DAKWAH ISLAM DI PONOROGO Rudianto Karim; Ida Widaningrum; Bambang Widiyahseno
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh ini sebagian masyarakat Jawa masih menganggap bahwa Kebo Bule Kyai Slamet merupakan jelmaan pria tua yang memiliki kekuatan magis, kotoran kebo bule dikeringkan dan didekatkan pada pupuk diyakini dapat meningkatkan hasil panen, bahkan ada yang mengambil kotoran (tlethong kebo) dioleskan ke jidat anaknya agar terjauhkan dari penyakit. Jika dibiarkan hal ini akan menjadi sesuatu yang berdampak kurang positif bagi kehidupan masyarakat. Jumlah masyarakat yang membaca jurnal kebo bule saat ini sebesar 0,000775% dari total pembaca jurnal di google scholar. Untuk itu penelitian ini bertujuan ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kebo bule di Keraton Surakarta merupakan hewan ternak seperti pada umumnya. Dan munculnya kesenian Kebo Bule di Ponorogo merupakan sarana dakwah Islam di Ponorogo. Untuk menjawab permasalahan tersebut peneliti menggunakan pendekatan sejarah melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan Fokus Group Discussion. Analisis data menggunakan prinsip on going analysis melalui tahapan pengumpulan data, display data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kebo bule di keraton Surakarta merupakan hadiah dari Bupati Ponorogo kepada Kanjeng Sunan Pakubuwono II; 2) Hewan kerbau merupakan sarat diborongnya pusaka Kyai Slamet dari Ponorogo ke Kartosuro setelah melakukan pertapa di Ponorogo; 3) Hewan kerbau merupakan simbol kemakmuran dan pusaka sebagai simbol keamanan; 4) Kesenian Kebo bule merupakan media penyiaran Islam di Ponorogo.
KLASIFIKASI PENYAKIT TANAMAN APEL DARI CITRA DAUN DENGAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK Andi Asrafil Ardan Paliwang; M Ridwan Dwi Septian; Margi Cahyanti; Ericks Rachmat Swedia
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Apel merupakan buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. Di Indonesia tanaman Apel ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. Tanaman Apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Para petani biasanya melakukan pencegahan penyakit atau hama dengan melakukan penyemprotan setiap 1 – 2 minggu sekali dengan dosis ringan. Pencegahan ini agar penyakit/hama dapat segera ditanggulangi dan baik jika dilakukan pada pagi atau sore hari. Terkadang petani juga membutuhkan seorang pakar dalam menentukan jenis hama/penyakit pada tanaman Apel agar dapet memberikan solusi terbaik. Oleh karena itu diperlukan adanya pendekatan digital agar dapat mengenali beragam jenis hama/penyakit tanaman Apel dengan cepat dan mudah. Teknologi Deep learning, merupakan salah satu bidang ilmu baru dalam Machine Learning dan berkembang dengan depat. Deep learning memiliki kemampuan yang baik dalam Computer Vision, salah satunya yaitu image classification atau klasifikasi objek pada citra. Metode yang dapat digunakan dalam melakukan klasifikasi citra ini yaitu Convolutional Neural Network (CNN). Berdasarkan hasil uji coba, aplikasi berhasil diimplementasikan dengan baik menggunakan framework dart berbasis android dengan hasil final test accuracy yang diperoleh yaitu didapat keakuratan akurasi sebesar 97,1%.
PEMANFAATAN INTERNET OF THINGS DALAM RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGAWASAN BUS PADA TERMINAL BUS BERBASIS ARDUINO UNO DAN NODE MCU Farhan Adiandoro; Ericks Rachmat Swedia; Maulana Mujahidin; Margi Cahyanti
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan bus di dalam terminal bus sendiri terkadang membuat penumpang kesulitan mencari informasi yang pasti. Seperti contohnya pada saat penumpang masih di perjalanan menuju terminal bus, penumpang tidak mengetahui apakah bus yang ingin dinaiki sudah datang atau belum. Atau pada saat penumpang menunggu di terminal bus terkadang penumpang tidak tau apakah bus yang penumpang ingin naiki sudah datang atau belum. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan meningkatnya penumpang bus, maka diperlukan suatu sistem informasi untuk menunjukkan keberadaan bus yang ada di suatu terminal bus. Alat ini menggunakan mikrokontrolermikrokontroler Arduino Uno sebagai komponen pengendali dan NodeMCU dan memakai beberapa komponen yang digunakan adalah RFID dan motor servo. Penelitian ini melakukan penampilan informasi ketersediaan bus dan data bus seperti rute tujuan, waktu dan keterangan pada website secara realtime, dan mengukur respons waktu untuk mengubah database pada website menggunakan ISP CBN Google Station dan provider 3 4G. Hasil rata-rata respons waktu yang diperoleh pada penelitian ini 2,0167 detik untuk CBN Google Station dan 2,083 detik untuk provider 3 4G. Penelitian ini telah berhasil memantau halte melalui sistem monitoring bus pada website secara real-time.
PEMUDA PENGAWAL DEMOKRASI: PENGENALAN PEACE JOURNALISM DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KAMPANYE SEHAT KEPADA PEMILIH PEMULA Denik Iswardani Witarti; Anggun Puspitasari; Arin Fithriana
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendekati Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 maupun Pemilihan Umum 2024 di Indonesia, penyebaran berita palsu atau hoaks makin marak terjadi. Sedangkan, agar dapat memilih secara tepat, pemilih memerlukan informasi yang benar serta relevan tentang rekam jejak para kandidat dan program mereka. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bahu-membahu memerangi penyebaran berita palsu tersebut. Cara paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan tidak menyebarkan informasi apa pun sebelum memastikan kebenaran serta kredibilitas sumbernya. Jika masyarakat ingin menyebarkan informasi terkait dengan keunggulan politis calon yang dijunjungnya, masyarakat, khususnya pemilih pemula harus mengerti mengenai ketentuan-ketentuan umum mengenai berita positif jurnalistik yang bersifat damai (peace journalism) sehingga dapat menyebarkan berita yang tidak mengandung hoaks. Pemilih pemula merupakan bagian penting di dalam sebuah demokrasi. Pemuda di Indonesia harus mampu memegang peran strategis dengan kekuatan kelembagaannya. Pemilih pemula dapat menjadi unit kontrol sosial terhadap suatu demokrasi karena dinilai paling aktif dalam menyebarkan berita melalui media digital mengenai penyelenggaraan Pilkada maupun pemilu. Dalam upaya untuk memberikan pengetahuan mengenai peace journalism kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula, diperlukan sosialisasi mengenai peace journalism yang dikemas dalam diskusi interaktif. Salah satu metodenya adalah workshop fotografi. Dalam sosialisasi tersebut, pemilih pemula diperkenalkan dengan pentingnya menyebarkan berita dengan baik dan benar yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan masyarakat mengenai pembuatan konten sosial media yang menarik.
KLASIFIKASI PERINGKAT APLIKASI ANDROID DI GOOGLE PLAY STORE MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST DENGAN PREPROCESSING SQL SERVER Maringka, Rodney Giovanni; Khoirunnita, Aulia; Maringka, Raissa
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya aplikasi Android yang tersedia di Google Play Store dengan keuntungan yang didapatkan pengembangnya telah menarik perhatian banyak pengembang aplikasi Android. Untuk mendapatkan keuntungan dari mengembangkan aplikasi Android, salah satu caranya adalah dengan mengetahui karakteristik aplikasi berperingkat tinggi di Google Play Store. Penelitian ini akan menyelidiki fitur size, installs, reviews, type(gratis/bayar), rating, category, content rating, dan price pada aplikasi di Google Play Store untuk mengetahui karakteristik aplikasi berperingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan algoritma Random Forest untuk mengidentifikasi fitur yang paling berpengaruh pada aplikasi dengan peringkat tinggi di Google Play Store. Pada tahap preprocessing, penelitian ini menggunakan metode data cleaning dan data reduction menggunakan sql server. Penelitian ini menggunakan feature important untuk mengetahui atribut yang paling berpengaruh pada peringkat tinggi aplikasi Android di Google Play Store. Untuk mengklasifikasi aplikasi berperingkat tinggi penulis menggunakan 8-fold cross validation menggunakan algoritma Random Forest dan mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan algoritma Gradient Boost, K-NN, dan Decision Tree yaitu dengan akurasi sebesar 83% . Hasil dari algoritma Random Forest ini juga mempunyai performa yang lebih baik dibandingkan dengan algoritma dari kesimpulan penelitian sebelumnya, dengan 0,8% penambahan akurasi.
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI KEPADA ANAK USIA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) TUJUAN 16 TARGET 5 Denik Iswardani Witarti; Anggun Puspitasari; Arin Fithriana
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.226 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1085

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan 16 berusaha untuk mencapai kehidupan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif disemua tingkatan. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, telah disusun beberapa target. PKM ini dilakukan sebagai untuk mencapai sasaran ke 5 yaitu secara substansial mengurangi korupsi dan suap dalam segala bentuknya. Isu korupsi dan suap di Indonesia telah menjadi permasalahan yang serius. RPJMN secara eksplisit mengakui bahwa korupsi merupakan hambatan utama untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Tindakan korupsi dan suap bisa dicegah dengan memberikan pendidikan sejak dini. Kegiatan di Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Musyarrofah dilakukan untuk mengenalkan pentingnya gerakan anti korupsi dan suap dalam segala bentuknya kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah. Kegiatan yang dilakukan melalui bentuk seminar dan diskusi kelompok ini diikuti oleh 43 siswa pengurus OSIS MTs Al Musyarrofah. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta menyampaikan bahwa sikap jujur, penguatan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) serta ketegasan penegakan hukum dapat mencegah dan meminimalisir tindak suap dan korupsi.
PENGEMBANGAN PULAU TARAKAN SEBAGAI PANGKALAN MILITER UDARA UTAMA DI WILAYAH KALIMANTAN UTARA (STUDI KASUS: LANUD ANANG BUSRA - TARAKAN, KALIMANTAN UTARA) Andrea Abdul Rahman Azzqy; Anggun Puspitasari
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada teori keamanan nasional, terdapat beberapa alasan mengapa penyelidikan ilmiah dalam keamanan intelijen merupakan suatu analisis penting terutama untuk mengurangi ketidak-akurat data dalam suatu perumusan kebijakan. Pada lingkungan strategis yang kompleks, aktivitas atau peristiwa kecil sekalipun dalam pembentukan kebijakan keamanan dapat mengakibatkan efek yang luar biasa dan bersifat konfliktual karena memiliki variabel-variabel sensitif. Dengan demikian dapat dilihat bahwa terdapat urgensi untuk meminimalisir ketidakpastian strategis dalam produk analisis mengenai suatu kebijakan keamanan, salah satunya adalah mengenai pengamanan daerah perbatasan. Dalam konteks Indonesia, terdapat beberapa variabel yang harus dikaji terkait dengan perencanaan pembangunan infrastruktur pertahanan di daerah perbatasan terluar. Salah satu variabel utama adalah aspek sosial budaya untuk mengukur keterbukaan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur keamanan. Kesediaan dan keterbukaan masyarakat merupakan salah satu indikator utama kesuksesan sebuah penerapan kebijakan. Selaras dengan hal tersebut, pada penelitian ini akan difokuskan kajian mengenai Pengembangan Pulau Tarakan Sebagai Pangkalan Militer Udara Utama di Wilayah Kalimantan Utara dengan Studi Kasus: Lanud Anang Busra - Tarakan, Kalimantan Utara. Analisis terhadap peran dan keberadaan Kapal perang dan Pesawat TNI di wilayah perbatasan terluar Indonesia sebagai salah satu infrastruktur pertahanan harus dikorelasikan dengan kondisi keterbukaan masyarakat wilayah perbatasan di tempat tersebut, serta berbagai kepentingan nasional yang harus diamankan. Data dalam penelitian ini akan diolah dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami perspektif masyarakat dengan mendalam.
FENOMENA MEDIA SOSIAL: ANTARA HOAX, DESTRUKSI DEMOKRASI, DAN ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA Febriansyah Febriansyah; Nani Nurani Muksin
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital (internet) berkembang sangat pesat, termasuk media sosial. Hal tersebut dapat dilihat dari pengguna media sosial yang setiap waktu mengalami peningkatan cukup signifikan. Demikian pula dengan fenomena yang ditimbulkan akibat dari hadirnya media sosial tersebut, ragam masalah penggunaan media sosial turut hadir di dalamnya, termasuk maraknya hoax (berita bohong). Belakangan ini produksi dan penyebaran hoax atau berita bohong semakin tidak terbendung dan media sosial menjadi sarana yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan hoax. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena media sosial yang menjadi saluran terbesar dalam penyebaran hoax dan dampaknya bagi kelangsungan hidup demokrasi serta potensi ancaman disintegrasi bangsa. Penelitian ini menggunakan teori media sosial, dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif, yaitu untuk melihat, menganalisis, dan mendeskripsikan data dan fakta yang terjadi mengenai fenomena maraknya hoax dan penyebarannya melalui media sosial, serta menjelaskan akibatnya terhadap penurunan demokrasi di Indonesia dan potensi ancaman keutuhan bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi media yang paling diminati dalam mengakses informasi. Selain itu, kecepatan dan kemudahan, serta konten dari pengguna menjadikan media sosial sebagai media yang paling banyak menyebarkan hoax, hal ini terbukti dari banyaknya contoh kasus penyebaran hoax di media sosial. Penyebaran berita hoax ini sangat meresahkan masyarakat, dampaknya tidak hanya terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga dapat merusak (destruksi) kualitas demokrasi di Indonesia, bahkan berpotensi mengakibatkan perpecahan (disintegrasi) bangsa
EVALUASI INPUT KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN SIAK Wazni Wazni; Zulfa Harirah MS; Ramlan Darmansyah
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi input kebijakan pariwisata di Kabupaten Siak yang mengusung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Ide dasar dari tulisan ini berangkat dari kegelisahan dalam mengamati fenomena pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang dianggap kuno, tidak menarik dan tertinggal. Terlebih dalam era globalisasi, kekhawatiran akan pudarnya kearifan lokal yang dikelilingi oleh budaya barat dan budaya lainnya menjadi tantangan tersendiri bagi eksistensi kearifan lokal. Namun berbeda yang terjadi di Kabupaten Siak, kearifan lokal justru menjadi daya tawar dalam kebijakan pariwisata. Sehingga menjadi penting untuk melacak penguatan kearifan lokal dalam kebijakan pariwisata Kabupaten Siak dari sisi input kebijakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Melalui teori evaluasi kebijakan Stufflebeam, penelitian ini fokus untuk menganalisis input evaluation mengingat aspek input menjadi kunci kesuksesan sebuah kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan pariwisata tidak dapat dilepaskan dari dukungan input kebijakan berupa sumber daya manusia, sarana dan prasarana, rencana strategis pengembangan pariwisata serta dukungan anggaran. Di Kabupaten Siak, sumber daya manusia yang bekerja pada Dinas pariwisata masih terbatas secara kualitas dan kuantitas. Pengembangan pariwisata di Kabupaten Siak juga dihadapkan pada situasi belum optimalnya pemanfaatan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sebagai salah satu sarana pemasaran dan promosi pariwisata. Dilihat dari regulasi, Kabupaten Siak memiliki keunggulan regulasi melalui visi daerah yang berorientasi pada kebudayaan dan pariwisata, tersedianya roadmap kebudayaan melayu dan PERDA yang mengatur tentang bahasa dan pakaian melayu. Sedangkan dari aspek pendanaan, penyerapan anggaran pada Dinas Pariwisata masih belum maksimal disebabkan oleh keterbatasan sumber daya aparatur yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan.