cover
Contact Name
Reza Andrea
Contact Email
reza@wicida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Sebatik
ISSN : 14103737     EISSN : 2621069X     DOI : -
Core Subject : Science,
SEBATIK merupakan jurnal kumpulan artikel hasil penelitian, karya ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat dari seluruh civitas akademik di Indonesia dalam rangka mengitegrasikan informasi. SEBATIK menyediakan layanan publikasi terbuka untuk semua kalangan umum, baik di semua lingkungan perguruan tinggi maupun keguruan dan lembaga penelitian lainnya, dengan kebebasan bertukar informasi yang didedikasikan untuk memfasilitasi kolaborasi antara peneliti, penulis maupun pembaca melalui pertukaran informasi. SEBATIK mulai diperkenalkan dan dikembangkan di lingkungan STMIK Widya Cipta Dharma sejak tahun 2001 dan terbuka lebar untuk pengembangan yang berkesinambungan. SEBATIK terbit berkala dua kali dalam setahun, yaitu Juni dan Desember, dimana setiap edisi terbitan mengandung paling sedikit 5 buah judul artikel. Jurnal ini memuat hasil-hasil kegiatan penelitian, penemuan dan pengabdian masyarakat dari bukan hanya dari dunia IT tetapi juga berbagai bidang disiplin ilmu. SEBATIK terbuka untuk topik-topik penelitian dan pengabdian seperti topik hubungan masyarakat, peningkatan ekonomi, pendidikan, infrastruktur TIK, dan lain-lain. Semoga dengan artikel-artikel dalam kultivasi para peneliti dapat saling berbagi ilmu demi memajukan Indonesia khususnya Kalimantan Timur.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 684 Documents
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM EVALUASI PELATIHAN TENAGA KEPENDIDIKAN Vina Zahrotun Kamila; Eko Subastian
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pendahulu yang bertujuan untuk menganalisis dan merancang Sistem Evaluasi Pelatihan Tenaga Kependidikan sebelum diimplementasikan dan diuji di penelitian lanjut. Sistem Evaluasi Pelatihan Tenaga Kependidikan adalah sebuah sistem yang diajukan peneliti untuk melakukan kegiatan evaluasi pelatihan tenaga kependidikan untuk memudahkan dalam melakukan penilaian/ assessment kegiatan pelatihan berikutnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menjadi pertimbangan dalam mengimplementasikan rancangan sistem evaluasi tenaga kependidikan dan diaplikasikan di lingkungan Universitas Mulawarman. Metode basis aturan digunakan untuk mengklasifikasikan hasil evaluasi program pelatihan. Pelatihan yang akan dievaluasi adalah pelatihan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi. Evaluasi pelatihan menggunakan dua sumber data evaluasi, yakni data kuesionerkuesioner kepuasan peserta dan data nilai pre-test, post-test dari peserta. Dengan aturan pada metode basis aturan yang ditetapkan oleh pengelola, proses evaluasi menghasilkan status pelatihan, yaitu kurang efektif, cukup efektif dan sangat efektif. Perancangan sistem berfokus pada sistem berbasis web (web-based). Perancangan sistem tidak sekedar berfokus pada pendaftaran dan pengumuman kelas pelatihan, melainkan berfokus pada evaluasi. Tahapan analisis dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional dan digambarkan dengan use case diagram. Sedangkan tahap perancangan meliputi perancangan basis data dan perancangan antarmuka/ interface. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rancangan Sistem Evaluasi Pelatihan Tenaga Kependidikan berbasis web sangat mungkin untuk diimplementasikan. Selanjutnya masih diperlukan penelitian lanjut untuk diuji penggunaannya nanti ketika diterapkan di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di Universitas Mulawarman.
SUMBER DAYA MANUSIA SEKTOR UMKM DI KALA PANDEMI COVID-19 Pandu Adi Cakranegara; Dedi Rianto Rahadi
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja merupakan sumber daya yang penting untuk dikelola bagi perusahaan untuk memperoleh keunggulan dalam bersaing. Ketika pandemi Covid-19 datang maka banyak perusahaan besar memutus hubungan kerja dengan karyawannya untuk mempertahankan bisnisnya yang turun akibat penurunan penjualan. Bagi perusahaan kecil ini bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Tidak mudah bagi usaha kecil untuk mencari sumber daya manusia yang mau bekerja di sektor usaha kecil. Ada beberapa alasan antara lain tidak adanya pendidikan dan pelatihan yang mempersiapkan seorang pekerja untuk siap bekerja di sektor tenaga usaha kecil dan kompensasi di sektor usaha kecil yang lebih rendah daripada di sektor manufaktur. Penelitian ini secara khusus melihat bagaimana pandemi mempengaruhi sektor usaha kecil terutama di Tasikmalaya. Sektor usaha kecil di Tasikmalaya dipilih karena sektor usaha kecil tersebut masih bersifat tradisional dan mengandalkan konsumsi orang lokal dan tenaga kerja lokal untuk dapat berproduksi. Ketika pengusaha kecil memutuskan hubungan kerja ia tidak dapat begitu saja mencari tenaga kerja dari tempat lain untuk bekerja. Selanjutnya pemutusan hubungan kerja akan memberi pengaruh yang lebih besar lagi saat pandemi telah berakhir dan ketika hendak beroperasi dalam kapasitas penuhnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Dari wawancara yang dilakukan dengan pengusaha kecil dan para pekerja yang diputus hubungan kerja diperoleh beberapa hal. Pertama diperlukan sebuah kesamaan sudut pandang dalam menghadapi pandemi. Kedua pengusaha dan pekerja memiliki hubungan mutualisme dan saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu penelitian ini menyarankan agar kedua belah pihak menjalin hubungan dan bersama-sama mencari solusi untuk dapat melewati masa pandemi.
PENGARUH PELATIHAN SKALA KESEIMBANGAN, MATA, WAJAH, TANGAN, BICARA (KEM-WATABI) TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTOR KADER POSYANDU LANSIA DALAM SKRINING STROKE Muhammad Taukhid; Andika Siswoaribowo; Dina Zakiyyatul Fuadah
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan skala keseimbangan, mata, wajah, tangan dan bicara (KEM-WATABI) terhadap kemampuan psychomotor kader posyandu lansia dalam melakukan skrining stroke di desa Darungan, Pare, Kediri. Penelitian menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pre-post-test design. Populasi penelitian ini adalah kader posyandu lansia sebanyak 24 kader, melalui teknik purposive sampling didapatkan subjek penelitian sebanyak 16 kader. Subjek diberikan pelatihan mulai dari sesi 1 sampai 6 yang terdiri atas kegiatan pemberian materi, demonstrasi, praktik skrining stroke pada lansia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kader adalah lembar observasi. Analisis data penelitian menggunakan Wilcoxon Signed Rank test. Hasil penelitian menunjukkan seluruh subjek (100%) memiliki kemampuan psychomotor dalam tingkatan tidak mampu pada pre-test, hasil post-test menunjukkan 13 kader (81,25%) berada pada tingkatan mampu dan 3 kader (18,75%) berada pada tingkatan cukup mampu. Terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan skala KEM-WATABI terhadap kemampuan kader posyandu lansia dalam skrining stroke (pv= 0,001 < α = 0,005). Metode pelatihan yang diberikan memberikan pengalaman praktik dengan simulasi skrining stroke secara langsung pada lansia sehingga subjek mendapatkan gambaran konkrit tahapan skrining stroke, dan meningkatkan kemampuan psychomotor.
MENGGALI PELUANG EKONOMI KREATIF MELALUI POTENSI DESA SUKA MAJU KABUPATEN BENGKAYANG Benedhikta Kikky Vuspitasari; Deffrinica Deffrinica; Shanti Veronnica Br Siahaan
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.113 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1132

Abstract

Pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Bengkayang sebesar 0.74% artinya masih rendahnya ekonomi kreatif dan banyak potensi yang belum dimaksimalkan Jika dilihat potensi-potensi yang ada di desa Suka Maju, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menopang perekonomian di daerah tersebut namun belum dioptimalkan dengan baik apakah ada peluang ekonomi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi apa saja potensi desa yang dapat menjadi peluang ekonomi kreatif di Desa Suka Maju dan Faktor apa saja yang menjadi penghambat peluang ekonomi kreatif di Desa Suka Maju. Penelitian ini metode kualitatif pendekatan Studi Kasus, fokus pada masyarakat Desa Suka Maju, data primer perangkat desa dan masyarakat Desa. Teknik Pengumpulan Data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Ada tiga tahapan analisis dalam penelitian yaitu : 1) eksplorasi, 2) interpretasi, 3) kontekstualisasi, hasil penelitian potensi desa Suka Maju berkaitan dengan hasil pertanian dan perkebunan dimana masyarakat lebih banyak mengolah lahan untuk menanam padi di sawah maupun di ladang, selain itu jagung, karet, buah kenari, emas, karet dan sawit yang menjadi potensi ekonomi kreatif adalah anyaman bambu dan wisata alam. Kurangnya pengetahuan berkaitan dengan rendahnya sumber daya manusia, kurangnya kesadaran memanfaatkan potensi desa, Masyarakat terbiasa melakukan semua hal namun tidak difokuskan, kurangnya peran desa dalam membina penganyam bambu, Kurangnya modal menjadi faktor penghambat.
PERANCANGAN APLIKASI MOBILE UNTUK KLASIFIKASI SAYURAN MENGGUNAKAN DEEP LEARNING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK Muhamad Jaelani Akbar; Mochamad Wisuda Sardjono; Margi Cahyanti; Ericks Rachmat Swedia
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan sebutan bagi bahan pangan asal tumbuhan yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah secara minimal. Keanekaragaman sayur yang terdapat di dunia menyebabkan keragaman pula dalam pengklasifikasian sayur. Oleh karena itu diperlukan adanya pendekatan digital agar dapat mengenali jenis sayuran dengan cepat dan mudah. Dalam penelitian ini jumlah jenis sayuran yang digunakan sebanyak 7 jenis diantara: brokoli, jagung, kacang panjang, pare, terung ungu, tomat dan kubis. Dataset yang digunakan berjumlah 941 gambar sayur dari 7 jenis sayur, ditambah 131 gambar sayur dari jenis yang tidak terdapat pada dataset, selain itu digunakan 291 gambar selain sayuran. Untuk melakukan klasifikasi jenis sayuran digunakan algoritme Convolutional Neural Network (CNN), yang merupakan salah satu bidang ilmu baru dalam Machine Learning dan berkembang dengan pesat. CNN merupakan salah satu algoritme yang terdapat pada metode Deep Learning dengan memiliki kemampuan yang baik dalam Computer Vision, salah satunya yaitu image classification atau klasifikasi objek citra. Uji coba dilakukan pada lima perangkat selular berbasiskan sistem operasi Android. Python digunakan sebagai bahasa pemrograman dalam merancang aplikasi mobile ini dengan menggunakan modul Tensor flow untuk melakukan training dan testing data. Metode yang dapat digunakan dalam melakukan klasifikasi citra ini yaitu Convolutional Neural Network (CNN). Hasil final test accuracy yang diperoleh yaitu didapat keakuratan mengenali jenis sayuran sebesar 98.1% dengan salah satu hasil pengujian yaitu klasifikasi sayur jagung dengan akurasi sebesar 99.98049%.
PENERAPAN FRAMEWORK IONIC DALAM PERANCANGAN APLIKASI E-CONCEPT SEBAGAI ALAT TERUKUR DALAM PEREKRUTAN SIMPATISAN PEMILUKADA Mustazzihim Suhaidi; Nurhadi Nurhadi; Latip Latip
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk dari Gerakan Reformasi adalah pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) baik di tingkat kabupaten, kotamadya maupun provinsi yang dilaksanakan secara langsung. Implikasi dari pelaksanaan pemilukada langsung adalah semakin banyaknya calon - calon yang bermunculan, terlebih ketika dibukanya peluang bagi calon perseorangan (independen) untuk ikut berlaga memperebutkan sebagai pemenangnya. Dengan jumlah penduduk yang besar, sosial kemasyarakatan yang beragam, dan ketatnya persaingan, menjadikan Pemilukada sebuah proses yang menghabiskan energi dan tentu biaya besar. Dalam pandangan masyarakat, semakin banyak calon berarti semakin banyak pilihan. Sebaliknya, bagi para kandidat berarti persaingan yang semakin ketat. Butuh desain strategi yang jitu dan tepat agar perjalanan menuju kantor bupati atau walikota, gubernur bisa lebih efektif dan efisien. Data merupakan aset yang paling berharga pada saat kampanye atau sosialisasi karena dapat berfungsi sebagai alat utama sebuah indikator keberhasilan dan pencapaian target kampanye sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, terutama meningkatkan efisiensi biaya dan efektifitas gerakan Tim Kampanye. E-Concept adalah Software Aplikasi alat ukur dalam perekrutan simpatisan Pemilukada yaitu sebagai alat ukur untuk memenangkan pemilu/pilkada dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengolahan data serta teknik statistika dalam membaca dan mendesain prediksi peluang bagi calon atau kandidat. Ionic Framework merupakan salah satu solusi yang dapat dipergunakan, dimana penggunaan Ionic Framework memungkinkan pengembang membuat aplikasi untuk beberapa platform dengan hanya menggunakan bahasa pengembangan web untuk membuat sebuah aplikasi mobile, sehingga dapat meminimalkan waktu dan biaya dalam proses pengembangan sistem berikutnya.
ANALISA PEMILIHAN PENGURUS DAN UNIT USAHA BUMDES DESA SUKA MAJU KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Shanti Veronica br Siahaan; Benedhikta Kikky Vuspitasari
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan pengurus dan jenis unit usaha BUMDes Karaje Agi Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan narasumber yang dipilih secara purposeful sampling yaitu Kepala Desa, Penjabat Kepala Desa, dan pengurus inti BUMDes. Hasil penelitian diketahui bahwa pemilihan pengurus dan jenis usaha BUMDes sangat dipengaruhi oleh dominasi Kepala Desa dimana pengurus BUMDes terpilih dinilai kurang memiliki jiwa wirausaha dan belum terpenuhinya persyaratan minimum pendidikan sebagaimana yang tertulis dalam Permendesa No.14 Tahun 2015 pasal 14. Selain itu pemilihan jenis usaha toko yang rencananya menjual alat tulis kantor, fotokopi dan jasa pengetikan belum dapat dijalankan karena sepenuhnya bergantung pada dana BUMDes yang belum kunjung diberikan kepada pengurus BUMDes. Hal ini menunjukkan rendahnya keurgensian usaha yang dipilih tersebut untuk segera diimplementasikan. Kepengurusan BUMDes yang sudah terbentuk sejak tahun 2017 masih sebatas di atas kertas karena belum ada kegiatan usaha yang dijalankan, dan akhirnya menimbulkan ketidak harmonisan hubungan antara Kepala Desa dan pengurus BUMDes yang berujung pada keinginan untuk penggantian kepengurusan. Oleh karena itu, desa perlu memiliki struktur badan usaha milik desa yang memiliki kompetensi di bidangnya yang merupakan salah satu penentu keberhasilan pelaksanaan BUMDes.
PERMASALAHAN DAN SOLUSI PROGRAM INDONESIA PINTAR DALAM MEWUJUDKAN PEMERATAAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN BENGKAYANG Bella Ghia Dimmera; Pebria Dheni Purnasari
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan Program Indonesia Pintar di Kabupaten Bengkayang dan alternatif solusi penyelesaiannya yang diperlukan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Kabupaten Bengkayang. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun responden dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang, Kepala Sekolah, Guru, peserta didik penerima KIP, serta orang tua peserta didik penerima KIP. Pelaksanaan PIP dapat mendukung upaya pemerataan pendidikan, hal ini ditandai dengan adanya PIP dapat membantu keluarga peserta didik yang kurang mampu, sehingga peserta didik yang terkendala dengan biaya sekolah dapat tetap merasakan pendidikan yang layak dan merata. Hasil yang dicapai adalah terdapat enam permasalahan dari pandangan pemerintah daerah, Kepala Sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat. Permasalahan tersebut antara lain pendistribusian KIP yang tidak merata, pencairan dana PIP tidak secara utuh, peserta didik penerima KIP tidak tepat sasaran, masih ada orang tua penerima KIP yang tidak mengelola dana bantuan PIP dengan baik, masyarakat kurang dilibatkan dalam pelaksanaan PIP, serta sebagian besar masyarakat kurang memahami kebijakan maupun mekanisme penyaluran dana bantuan PIP. Alternatif solusi yang diberikan adalah terus menerus mendorong adanya keterlibatan semua pihak untuk bekerjasama saling memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PIP secara menyeluruh dan seimbang.
TINJAUAN PEMETAAN RISIKO PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI SATUAN KERJA BERDASARKAN PP NO 60 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (STUDI KASUS DI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG) ita susanti; Sumiyati Sumiyati; Rachmad Imbang Tritjahjono
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Pasal 13 ayat (1) PP No. 60 Tahun 2008 tentang SPIP, Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan penilaian risiko. Penilaian risiko dilakukan melalui manajemen risiko. Penelitian ini dilakukan di Polban karena Polban sebagai institusi pemerintah yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Negeri belum menyusun peta risiko sebagai bagian dari SPIP. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, studi literatur sebagai studi pendahuluan, yaitu mempelajari peta risiko yang dilakukan oleh instansi lain. Tahap kedua penyebaran kuesioner ke jurusan dan unit yang ada di lingkungan Polban, untuk mengetahui pemahaman tentang manajemen risiko. Langkah berikutnya adalah sosialisasi manajemen risiko pada setiap jurusan dan unit di lingkungan Polban. Sosialisasi ini bertujuan agar pihak yang terlibat dalam pencapaian tujuan organisasi Polban mempunyai persepsi yang sama dalam menentukan tingkat risiko. Sosialisasi diikuti dengan pembuatan peta risiko setiap jurusan dan unit, hingga menghasilkan dokumen peta risiko yang terintegrasi di lingkungan Polban. Tahap ketiga pemantauan pembuatan peta risiko di jurusan dan unit sesuai dengan aturan dan arahan. Hasilnya menunjukkan pimpinan unit sebagai penanggung jawab yang berada di lingkungan Polban memahami arti penting risiko dan risiko yang akan muncul pada setiap aktivitas. Hal ini terlihat dari jawaban kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi SPIP yang diselenggarakan oleh manajemen Polban.
PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PTBANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR WILAYAH JAKARTA SENAYANDENGAN METODE SURVEY EXPLANATIVE Siti Nur Amanah
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan SDM melalui pelatihan di Bank BNI ini merupakan bagian dari manajemen intern perusahaan. Sebagai bagian yang memberikan pengaruh besar pada perusahaan, hal ini pastinya tidak bisa dianggap sepele. Selain itu motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti adakah pengaruh pelatihan serta motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT. BNI Kantor Wilayah Jakarta Senayan, dengan menggunakan satu variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan serta dua variabel bebas yaitu Pelatihan dan Motivasi Kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh Pelatihan terhadap kinerja dengan koefisien regresi sebesar 1.345 dan adanya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dengan koefisien regresi sebesar 1,238 serta menghasilkan kontribusi Pelatihan terhadap kinerja sebesar 43%, dan kontribusi Motivasi Kerja terhadap kinerja sebesar 55,8%. Sedangkan kontribusi Pelatihan dan Motivasi Kerja secara bersama-sama terhadap kinerja sebesar 62,8%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi Pelatihan memperoleh hasil terkecil dibandingkan dengan Motivasi, untuk itu disarankan perlunya perhatian terhadap Pelatihan Karyawan di PT. BNI Kantor Wilayah Jakarta Senayan, salah satunya dengan meningkatkan kegiatan pelatihan hendaknya bisa terus dilaksanakan dengan adanya beberapa peningkatan, baik secara metode maupun materi Diktat serta pelaksanaannya diberikan secara continue disesuaikan dengan tingkat pekerjaan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.