cover
Contact Name
Reza Andrea
Contact Email
reza@wicida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Sebatik
ISSN : 14103737     EISSN : 2621069X     DOI : -
Core Subject : Science,
SEBATIK merupakan jurnal kumpulan artikel hasil penelitian, karya ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat dari seluruh civitas akademik di Indonesia dalam rangka mengitegrasikan informasi. SEBATIK menyediakan layanan publikasi terbuka untuk semua kalangan umum, baik di semua lingkungan perguruan tinggi maupun keguruan dan lembaga penelitian lainnya, dengan kebebasan bertukar informasi yang didedikasikan untuk memfasilitasi kolaborasi antara peneliti, penulis maupun pembaca melalui pertukaran informasi. SEBATIK mulai diperkenalkan dan dikembangkan di lingkungan STMIK Widya Cipta Dharma sejak tahun 2001 dan terbuka lebar untuk pengembangan yang berkesinambungan. SEBATIK terbit berkala dua kali dalam setahun, yaitu Juni dan Desember, dimana setiap edisi terbitan mengandung paling sedikit 5 buah judul artikel. Jurnal ini memuat hasil-hasil kegiatan penelitian, penemuan dan pengabdian masyarakat dari bukan hanya dari dunia IT tetapi juga berbagai bidang disiplin ilmu. SEBATIK terbuka untuk topik-topik penelitian dan pengabdian seperti topik hubungan masyarakat, peningkatan ekonomi, pendidikan, infrastruktur TIK, dan lain-lain. Semoga dengan artikel-artikel dalam kultivasi para peneliti dapat saling berbagi ilmu demi memajukan Indonesia khususnya Kalimantan Timur.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 684 Documents
ANALISA MODAL KERJA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK Yonarta, Sandya Novia Sulung; Purnama, Winza Adhi; Wisudanto, Wisudanto
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2379

Abstract

Setiap aktivitas perusahaan terikat dengan masalah kebutuhan modal. Modal sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena dijadikan sebagai sumber dana untuk melaksanakan kegiatan operasional, investasi dan pembiayaan perusahaan. Perusahaan dituntut untuk dapat mengelola modal kerjanya dengan efektif dan efisien dengan memanfaatkan aset lancar untuk mencapai laba yang maksimal.  Pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara dipisahkan. Dengan meningkatnya penyertaan modal, akan meningkatkan bagian ekuitas perusahaan dan tentunya akan menambah aset BUMN. Meningkatnya aset BUMN diharapkan akan meningkatkan pendapatan yang akan diterima oleh perusahaan. PT Adhi Karya (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis modal kerja terhadap kinerja keuangan pada PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Dalam penelitian ini, kinerja keuangan ADHI akan diukur dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berupa berbagai macam rasio, antara lain: rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas. Data yang digunakan dalam menyusun rasio-rasio tersebut diambil dari laporan keuangan ADHI pada tahun 2018 sampai dengan 2022 yang sudah diaudit. Laporan keuangan tersebut dapat diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang dimiliki PT Adhi Karya masih perlu peningkatan. Adanya Penyertaan Modal Negara sebesar 1,98 triliun membantu meningkatkan kinerja perusahaan di beberapa rasio keuangan meski tidak terlalu signifikan.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA MINAT BELI DAN PROFITABILITAS DI INDUSTRI KULINER Widodo, Triady; Sihite, Ivan Darma; Wisudanto, Wisudanto
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2382

Abstract

Media sosial merupakan suatu sarana dalam berkomunikasi di masa depan dengan keragaman alat yang semakin hari mengalami perubahan dimana hal ini bertujuan supaya pertukaran informasi lebih mudah. Media sosial, sebagai platform yang terus berkembang dengan cepat, telah mengubah lanskap pemasaran global. Di dunia bisnis yang selalu berkembang, pemasaran menjadi hal yang krusial dimana pemasaran bisa dilakukan melalui Instagram, Twitter, Youtube, dan terutama TikTok. Tiktok merupakan salah satu aplikasi yang sangat disukai di Indonesia, dimana dalam aplikasi ini tersedia fitur pembuatan video berjangka pendek termasuk musik dan filter. Dalam menulis karya tulis ini penulis menggunakan metode literatur review dengan menggunakan jurnal publikasi sebagai sumber penulisan. Penulis menggunakan mesin pencarian Google scholar sebagai sumber utama dengan batasan waktu publikasi lima tahun terkahir atau dari 2018-2023 dengan penggunaan kata kunci seperti media sosial, Tiktok, profitabilitas, hasrat beli, dan modal kerja sehingga didapat beberapa jurnal sebagai referensi. Berdasarkan hasil yang didapat maka dapat di ambil kesimpulan jika Tiktok bisa digunakan sebagai media untuk melakukan pemasaran karena kemudahan akses serta banyak yang menggunakannya. Hal ini berpengaruh terhadap perilaku konsume serta pengenalan produk kuliner sehingga laba dapat mengalami peningkatan dan berpengaruh pada modal kerja suatu restoran jika dilakukan strategi pengenalan atau pemasaran yang tepat.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI MODIFIKASI KONVEYOR DAN DERMAGA BONGKAR MUAT BATU BARA PLTU SEBALANG 2 X 100 MW Septian, Azwar; Utomo, Raissa Safira; Reza, Alfian Muhammad
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2384

Abstract

PLTU Sebalang merupakan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dengan kapasitas 2 x 100 MW. Pembangkit ini merupakan salah satu andalan kelistrikan untuk sistem sumatera bagian selatan. Pembangkit ini beroperasi sejak tahun 2012. Dengan kapasitas 200 MW kebutuhan batubara yang diperlukan adalah 144,000 ton / bulan. Pembangkit ini mendapat supplai bahan bakar batu bara melalui jetty yang didesain untuk kapal 10,000 DWT. Diperlukan 15 kali trip kapal 10,000 DWT dalam sebulan atau sekitar 3-4 kapal perminggu untuk mencukupi kebutuhan PLTU dalam sebulan. Sistem pembongkaran batu bara dari dermaga menuju PLTU hanya memiliki 1 jalur conveyor dengan kecepatan rata-rata 200-300 ton per jam. Kondisi ini mengakibatkan bongkar muat untuk 1 kapal tongkang memerlukan waktu 2,5 – 3 hari, jika dibiarkan tanpa ada penanganan PLTU akan kehabisan bahan bakar. Untuk mengatasi kekurangan batubara, PLTU Sebalang menyewa armada truk dan dermaga milik PEMDA setempat untuk membantu bongkar muat dan pengangkutan batu bara dengan biaya masing-masing Rp 15.000/ton dan Rp 20.000/ton untuk separuh dari total pengiriman. Diperlukan solusi seperti investasi untuk modifikasi jalur konveyor batu bara dan ship unloader pada dermaga PLTU dengan kapasitas yang lebih baik dari eksisting untuk mempercepat pembongkaran dan batu bara. Untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan layak, maka perlu dilakukan analisis kelayakan investasi yang pada studi ini digambarkan oleh perhitungan NPV, IRR, dan Payback Period (PP). Terdapat dua opsi investasi, yaitu, opsi dengan kehandalan sedang atau opsi 1 dan opsi dengan kehandalan tinggi atau opsi 2. Opsi 2 memiliki nilai investasi yang lebih besar yaitu 240 miliar rupiah atau 35 miliar lebih tinggi dari opsi 1. Berdasarkan hasil analisis finansial, opsi 1 memiliki nilai NPV adalah 671,6 miliar rupiah. Kemudian nilai IRR yang didapat adalah 19,16% dimana lebih besar dari nilai WACC yang ditetapkan yaitu 9,5%. Investasi yang dikeluarkan memiliki PP pada tahun kelima. Untuk opsi 2 nilai hasil perhitungan finansial sedikit bergeser menjadi 636,6 miliar rupiah, 15,06% IRR, dan PP pada tahun keenam. Penggunaan opsi 1 akan lebih baik secara finansial jika dilihat dari parameter NPV, IRR, dan PP. Namun demikian, terkait dengan mitigasi risiko kegagalan operasi, opsi 2 adalah pilihan yang tepat. Perlu diketahui dalam kasus kegagalan operasi, akan timbul adanya biaya tambahan untuk melakukan perbaikan. Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa penggunaan opsi 1 tidak cukup secara operasional dan menyebabkan opsi 2 lebih baik secara opsi 1 secara finansial.
URGENSI KEBIJAKAN PROSPEKTIF PAJAK PENGHASILAN FINAL BAGI DOKTER PRAKTIK MANDIRI: SEBUAH TINJAUAN DARI ASAS KEMUDAHAN ADMINISTRASI Susilawati, Neni; Djuhriah, Aminatun; Zahro, Rahma Alifatu
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2387

Abstract

Profesi dokter selain bekerja di rumah sakit atau klinik, juga dapat membuka praktik mandiri. Untuk menghitung penghasilan neto dokter dapat menggunakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah dengan kebijakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN). Profesi dokter yang sudah tidak asing dikenal oleh masyarakat sebagai pekerja yang mayoritas waktunya diberikan untuk pasien membuat para pekerja profesi dokter kurang memiliki waktu untuk mencatat penghasilan dan menghitung pajaknya. Maka dari itu, banyak para dokter yang menyampaikan aspirasinya kepada Badan Kebijakan Fiskal (BKF) maupun Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menginginkan pengenaan PPh Final. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi prospek skema penerapan PPh Final bagi tenaga ahli profesi dokter untuk dijadikan rekomendasi kebijakan prospektif atas PPh Final bagi tenaga ahli profesi dokter ditinjau dari asas Ease of Administration (Kemudahan Administrasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta mengadopsi paradigma post-positivisme dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan studi lapangan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif skema PPh Final bagi profesi dokter yang melakukan praktik mandiri memenuhi asas Ease of Administration. Namun, meskipun alternatif skema PPh Final telah memenuhi asas Ease of Administration, skema tersebut bukan menjadi solusi dari permasalahan-permasalahan profesi dokter. Terdapat beberapa alasan skema PPh Final tidak dapat menjadi alternatif dalam penelitian ini, salah satunya yaitu akan terjadi kemunduran hukum pajak dan mencederai asas keadilan yang dalam kebijakan NPPN sudah diakomodir oleh pemerintah.
SKEMA PENGEMBALIAN PINJAMAN ATAU HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) PADA PROYEK INFRASTRUKTUR DI INDONESIA Suharmon, Recky; A, Firmansyah; Wisudanto, Wisudanto
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2391

Abstract

Program pembangunan infrastruktur termasuk program pemerintah yang penting dan prioritas. Infrastruktur terbukti berpengaruh pada perumbuhan ekonomi suatu negara. Namun, pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia saat ini banyak menggunakan skema pembiayaan Pinjaman atau Hibah Luar Negeri (PHLN) sebagai salah satu solusi utnuk menutupi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang makin defisit (financing gap). Penggunaan PHLN untuk pembangunan infrastruktur menjadi salah satu alternatif bagi pemerintah sehingga APBN dapat digunakan untuk pembiayaan di bidang lain seperti kesehatan, pendidikan, sosial dan sektor lainnya. Salah satu penerapan PHLN adalah pada proyek Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction (EARR) di Palu, Sulawesi Tengah yang merupakan program pembiayaan dari ADB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui skema dan nilai pengembalian PHLN pada proyek infrastruktur EARR selama 15 tahun sebagai total biaya rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur akibat dampak bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah tahun 2018. Beberapa komponen yang digunakan dalam perhitungan pengembalian pinjaman ini adalah commitment charge, alokasi bunga setiap tahun dan tingkat suku bunga berdasarkan LIBOR. Berdasarkan perhitungan skema pengembalian tersebut, dapat diketahui bahwa PHLN merupakan alternatif yang tepat untuk digunakan dalam pembiayaan infrastruktur prioritas. PHLN dengan bunga rendah dan memiliki jangka waktu pengembalian yang cukup panjang merupakan alternatif pembiayaan yang tepat untuk rehabilitasi infrastruktur pada daerah terdampak bencana alam.
CROWDFUNDING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM), AKIBAT MENINGKATNYA JUMLAH PELAKU UMKM DI INDONESIA Rahmawati, Dyah; Apriady, Muhammad Nur; Wisudanto, Wisudanto
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2403

Abstract

Banyaknya jumlah UMKM di Indonesia mengakibatkan tingginya permintaan pendanaan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM dan saat ini sumber pendanaan utama UMKM adalah KUR. Mengingat KUR belum mampu secara merata untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang diperlukan oleh UMKM, maka pada penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi crowdfunding sebagai solusi alternatif untuk memenuhi tingginya permintaan pendanaan UMKM di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan studi literatur guna menyelidiki atau mendapatkan referensi terkait efektivitas dan tantangan yang mungkin terjadi dalam penerapan crowdfunding sebagai alternatif sumber pendanaan UMKM. Dari hasil studi literatur ini diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang cukup perihal implementasi, pontensi dan tantangan yang pada penggunaan alternatif pendanaan UMKM dengan crowdfunding.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROMOSI KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK BALITA Johan, Herni
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Sempaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi promosi kesehatan yang melibatkan advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p advokasi adalah sebesar 0,001, dukungan sosial p = 0,008, dan pemberdayaan masyarakat p = 0,005. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat terhadap partisipasi masyarakat dalam pencegahan diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Sempaja. Advokasi dalam konteks ini berperan penting untuk mempengaruhi kebijakan publik melalui berbagai bentuk komunikasi persuasif yang strategis dan terencana guna mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Dukungan sosial mencakup bantuan emosional dan praktis dari anggota komunitas yang dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan diare. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses peningkatan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan lingkungan mereka. Program promosi kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Sempaja juga mencakup penyuluhan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan praktik higiene yang baik untuk mencegah diare. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran ibu dalam pencegahan diare, karena ibu merupakan pengasuh utama yang mempengaruhi kesehatan anak melalui pemberian asupan makanan, perawatan kesehatan, dan stimulasi mental. Selain itu, faktor-faktor seperti pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi juga mempengaruhi sikap dan tanggapan masyarakat terhadap pencegahan diare. Dengan demikian, intervensi yang holistik dan melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan diare pada anak balita.
THE PERFORMANCE ANALYSIS OF MIDWIFERY SERVICES IN SAMARINDA CITY Johan, Herni
Sebatik Vol. 27 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i2.2436

Abstract

Antenatal care (ANC) was an essential part of healthcare services for pregnant women. Various studies showed that antenatal care could improve care experiences and health outcomes for pregnant women and newborns. This study aimed to analyze the factors influencing the performance of midwives in antenatal care services in Samarinda City. This research used a quantitative method with a cross-sectional approach. The respondents of the study were the entire population, totaling 23 people, and were obtained through a questionnaire. Data processing was done with SPSS and data analysis used statistical tests, including univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results of the study showed that there was a relationship between age, employee status, and years of service with the performance of midwives in ANC services. This study recommended that the Health Department and midwives establish human resource management policies for midwives with non-permanent employee status and regulate incentives that could improve performance in ANC services. Additionally, it was important to carry out antenatal care with full responsibility and seriousness, considering that these services were related to the Maternal and Child Health program that needed to be achieved.
PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KAMPUNG KERAJINAN PURUN, KELURAHAN PALAM, KOTA BANJARBARU Aina, Noor; Supar, Evan Elianto; Razak, Humairoh
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2439

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap Pariwisata Berbasis Masyarakat dalam pengembangan Kampung Kerajinan Purun di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tujuan utama penelitian adalah melihat tipe partisipatif masyarakat, keterlibatan stakeholder pentahelix, dan mengidentifikasi kriteria Community Based Tourism (CBT) yakni kepemilikan dan kepengurusan oleh masyarakat, konstribusi terhadap kesejahteraan sosial, kontribusi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan, mendorong terjadinya partisipasi interaktif antara masyarakat local dengan pengunjung (wisatawan), jasa perjalanan wisaya dan pramuwisata yang berkualitas, kualitas makanan dan minuman, kualitas akomodasi, kinerja Friendly Tour Operation (FTO). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan dan pemetaan kelompok pengrajin berbasis google earth. Model wawancara berupa wawancara terbuka kepada pemerintah Kelurahan Palam dan kelompok pengrajin. Pengumpulan data primer, data sekunder juga dikumpulkan, berupa data kelurahan, data kelompok pengrajin, serta dokumentasi. Analisis dan temuan kriteria CBT diuraikan secara desriptif kualitatif. Hasil penelitian ditemukan adanya peran pemerintah dan swasta yang sangat mendukung, pemberdayaan wanita dalam kelompok pengrajin, konstribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan dengan menggunakan sumber daya alam di sekitar, keterbukaan warga terhadap pengunjung (wisatawan), serta mulai adanya arah untuk peningkatan amenitas wisata oleh masyarakat. Kesimpulan dari temuan ini memberikan pemahaman bahwa pariwisata berbasis masyarakat dapat memberdayakan potensi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. penelitian ini menyiratkan pentingnya mengenai perlunya sinergi pentahelix menuju destinasi pariwisata berkelanjutan yaitu peran dari masyarakat, pemerintah, swasta, media, dan akademisi. Meskipun awalnya partisipasi masyarakat adalah tipe partisipasi yang diinduksi oleh pemerintah (top-down), namun akhirnya memicu kesadaran masyarakat untuk terus berupaya mengembangkan kampung mereka.
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MATERIAL TERBUANG FLY ASH KOMPOSISI BAHAN TAMBAH PENGIKAT BATA BETON Syahrul, Syahrul; Amir, Amir
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2440

Abstract

Pemanfaatan fly ash sebagai material hasil sampingan industri menjadi fenomena yang berkembang dan memiliki potensi menjadi bahan tambah pengikat campuran beton dan sejenisnya seperti pasta, mortar, hasil sampingan industri merupakan limbah padat yang tidak dipakai lagi dan berasal dari hasil proses pengolahan, dan meningkatnya infrastruktur maka keperluan material konstruksi akan meningkat, tentunya akan berbading lurus dengan potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Penambahan material terbuang dalam komposisi campuran bahan konstruksi tentu memiliki jumlah volume terukur, dan perlu dianalisa jumlah volume yang diperlukan dalam komposisi tersebut. komposisi campuran sangat dipengaruhi karakteristik material sehingga perlu pengujian melalui mekanisme laboratorium dengan cakupan pengujian berat jenis, berat isi, kadar lumpur dan lempung, hingga analisa komposisi jumlah bahan yaitu semen, pasir, fly ash, dan air, adapun analisa komposisi jumlah bahan menggunakan perbandingan berat. Guna mengetahui kinerja bata beton dengan bahan tambah pengikat fly ash maka dibuat variasi bata beton dengan komposisi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%, adapun umur rencana 3 hari, 14 hari, dan 28 hari dengan jumlah 45 sampel. Penelitian bertujuan mengetahui efektifitas pemanfaatan bahan tambah pengikat pada campuran, dengan membuat sampel sesuai standarisasi pembuatan bata beton dan parameter uji kekuatan tekan dan lebih utama yaitu memberi manfaat untuk mengurangi dampak terhadap tingginya produksi semen yang menghasilkan kerusakan lingkungan seperti debu, kebisingan, asap, krisis air, kerusakan tanah, udara, serta iklim.