cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022): HARMONI" : 19 Documents clear
SOSIALISASI PENULISAN REVIEW FILM BAGI SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 SURAKARTA Sukarni Suryaningsih; Sri Rahayu Wilujeng
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.176-181

Abstract

ABSTRAKDalam perkembangannya sebagai industri produk media, film membutuhkan penonton untuk mengevaluasi dan mengembangkan keberadaannya. Kebutuhan akan peran penonton dalam film diwadahi dengan aktivitas-aktivitas apresiatif seperti resensi film, kritik film maupun penelitian film. Apresiasi yang aktif dan gencar dilakukan akan mendukung keberadaan dan kelangsungan dunia film. Kajian adalam artikel ini merupakan hasil dari kegiatan mengenai dunia resensi film yang diikuti oleh komunitas RAW SMA Negeri 1 Surakarta. Dengan metode ceramah sosialisasi dan dilanjutkan dengan latihan memahami resensi film, para peserta belajar memahami seluk beluk meresensi film yang mengikutkan pengetahuan baik pengetahuan tematik film maupun sinematik film. Kata kunci: apresiasi, resensi film, tematik, sinematik ABSTRACTIn its development as a media product industry, film requires audiences to evaluate and develop its presence. The need for the role of the audience in a film is accommodated by appreciative activities such as film reviews, film criticism and film research. Appreciation that is active and intensively carried out will support the existence and continuity of the world of film. The study in this article is the result of an activity regarding the world of film reviews that was attended by the RAW community SMA Negeri 1 Surakarta. With the socialization lecture method and followed by small training in understanding film reviews, the participants learned to understand the aspects of film reviews which included knowledge of both thematic and cinematics elements of film. Keywords: appreciation, film review, thematic, cinematics
IMPLIKASI BOARD GAME “MERTAMU BUDAYA” DI KBSI SEMARANG SEBAGAI KATALISATOR PENDIDIKAN INDONESIA YANG BERKUALITAS Khanuun Maulida Puspita Hasyim; Addien Safriya Ramadhani; Felisiana Ardelia Azzahra; Ahmad Reihan Alavi; Dania Eridani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.283-292

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan budaya yang sangat beragam, contohnya upacara adat, pakaian adat, rumah adat, alat musik tradisional, dan masih banyak lagi yang tersebar di seluruh penjuru daerah.Namun, lunturnya rasa cinta akan budaya Indonesia menjadi tantangan bagi pemerintah, komunitas, serta masyarakat yang ingin melestarikan budaya. Masalah-masalah pendidikan budaya yaitu memudarnya nilai pelestarian, luturnya cinta akan budaya Indonesia, serta tidak adanya ketertarikan belajar budaya juga dialami oleh berbagai komunitas di Indonesia. Salah satunya, Kelompok Belajar Sejahterakan Indonesia (KBSI) Semarang yang merupakan organisasi nirlaba berfokus pada pengembangan masyarakat dan kegiatan sosial. Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, tim PKM-PM berdiskusi dengan pihak KBSI Semarang untuk mendampingi sehingga didapatkan bersama adalah digitalisasi edukasi kebudayaan Indonesia dengan “Mertamu Budaya”. Dengan menggunakan metode alur yaitu tahapan perencanaan, persiapan, implementasi, dan evaluasi tim PKM-PM bersama KBSI Semarang berhasil melaksanakan program dan belajar dengan “Mertamu Budaya”. Hasil yang didapatkan adalah permainan ini memberikan dampak yang cukup signifikan pada pengetahuan kebudayaan siswa -siswi di KBSI Semarang dengan dasar perhitungan statistik menggunakan post test dan pre test.
PENGENALAN PLATFORM MINATO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN HURUF DAN KOSAKATA BAHASA JEPANG Yuliani Rahmah; Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia Rini
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.253-259

Abstract

ABSTRAKArtikel ini memaparkan mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan sebagai hasil kerjasama program studi dengan Himawari (himpunan mahasiswa S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang). Tujuan dari kegiatan pengabdian kali ini adalah untuk  memperkenalkan dan berbagi ilmu pengetahuan mengenai bahasa dan kebudayaan Jepang kepada para siswa  pembelajar bahasa Jepang di sekolah menengah atas. Kegiatan pengabdian dengan tema berkolaborasi dan berbagi pengetahuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengetahuan bahasa dan budaya para pembelajar pemula sesuai dengan minat dan kebutuhan para pembelajar tersebut. Sesuai dengan tujuan utamanya, maka melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini, para peserta yang mempunyai minat dan ketertarikan pada bahasa dan budaya Jepang  dapat mengenal aturan penulisan huruf Jepang, penggunaan hiragana dalam ragam persalaman dan pengenalan media belajar. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, pada kegiatan ini para peserta diperkenalkan pada media belajar online Minato yang dapat dipergunakan untuk belajar secara mandiri dan disesuaikan dengan minat pembelajar.Kata kunci: huruf dan kosakata bahasa Jepang; hiragana; Platform MinatoABSTRACTThis article describes the results of community service activities carried out as a collaboratively teachers of Japanese Language and Culture study program with Himawari (Japanese Language and Culture student association). The purpose of this service activity is to introduce and share knowledge about Japanese language and culture to students studying Japanese in high schools in Semarang, especially students of SMAN 12 Semarang. This service activity with the theme of collaborating and sharing knowledge is expected to be able to meet the language and cultural knowledge needs of novice learners in accordance with the interests and needs of these learners. In accordance with its main objective, through this community service activity, participants who have interest in Japanese language and culture can get to know the rules for writing Japanese characters, the use of hiragana in a variety of Japanese vocabulary  and an introduction to learning media. In this activity the participants were introduced to Minato's online learning media which can be used for independent study and adapted to the interests of the learner.Keywords: Japanese letters and vocabulary; hiragana; E-learning Minato
PENDAMPINGAN PELAYANAN ADMINISTRATIF DI KANTOR KELURAHAN GEMAH KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Riris Tiani; Suharyo Suharyo
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.224-231

Abstract

ABSTRAKSalah satu tugas utama dalam instansi pemerintahan adalah memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Pemerintah berkewajiban membantu dan mengurus keperluan administrasi masyarakatnya, baik dalam keperluan administratif secara personal maupun kelompok/organisasi/perusahaan. Satuan kerja yang ada di lingkungan Kelurahan Gemah, Kota Semarang memiliki fungsi kerja yang beragam. Dalam bidang administratif perkantoran, belum banyak satuan kerja yang bisa dipekerjakan, sehingga ini berdampak pada pelayanan administratif terkait pendokumentasian dokumen-dokumen perkantoran yang belum bisa disusun secara baik. Setelah dilakukan pendampingan pengabdian masyarakat oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya selama 45 hari secara intensif, diperoleh dokumen standar operasional prosedur dalam proses pelayanan administratif. Dari dokumen yang dihasilkan, kami kerucutkan menjadi manual prosedur yang dicetak dalam bentuk standing banner sebagai salah satu output magang di lingkungan Kelurahan Gemah, Kota Semarang. Dalam pelayanan publik, selama pendampingan tim pengabdian banyak membantu dan berperan aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan administratif dan pelayanan sosial di lingkungan Kelurahan Gemah Kota Semarang. Kata kunci: pelayanan administratif, satuan kerja, pemerintahan ABSTRACTOne of the main tasks in government agencies to provide administrative services the community. The government obliged to assist and take care of the administrative needs the community, both for personal and group/organizational/company administrative purposes. The work units in the Gemah Village, Semarang City have various work functions. The field of office administration, there are not many work units that can be employed, so this has an impact on administrative services related to documentation of office documents that cannot be prepared properly. After conducting community service assistance by Community Service Team of the Faculty of Cultural Sciences for 45 days intensively, a standard operating procedure document was obtained in the administrative service process. From the resulting document, we converted it into a procedure manual that was printed in the form of a standing banner as one of the outputs of the internship in the Gemah Village, Semarang City. In public services, during the mentoring the service team helped a lot and played an active role and was involved in various administrative activities and social services in the Gemah Village, Semarang City. Keywords: administrative services, work units, government
SOSIALISASI BUDAYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DESA CANDI GUNA MELOKALKAN DAN MENCAPAI SDG’s (SUSTAINABLE DEVELOPMENTS GOALS) Nisia Nur Dwi Agusta; Dian Annisa Nur Ridha; Suharyo Suharyo
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.182-187

Abstract

ABSTRAKTujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan prinsip-prinsip SDG dan SDG Desa, terutama terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengandian masyarakat ini sekaligus sebagai pemantik kesadaran dan pengembangan masyarakat terkait hidup bersih dan sehat untuk kemaslahatan dan peningkatan taraf penghidupan masyarakat di Desa Candi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah metode sosialisasi, dengan metode ini tim pengabdian dapat mengetahui sejauh mana pemahaman warga terkait budaya perilaku hidup bersih dan sehat, SDG’s, dan SDG Desa serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi. Hasil dari sosialisasi ini ialah partisipan belum banyak sadar bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu bagian dari SDG’s dan SDG Desa nomor 3. Masyarakat Desa Candi masih memiliki kendala untuk membebaskan lingkungan Desa Candi dari asap rokok sepenuhnya.Kata kunci: SDG’s, SDG Desa, sosialisasi, budaya, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ABSTRACTThis community service activity aims to implement the SDG’s and SDG Desa principles, especially those related to clean and healthy living behavior (PHBS). This community engagement is also a trigger for awareness and community development related to clean and healthy living for the benefit and increasing the standard of living of Candi Village people. The method used in this community service is the socialization method; through this method, the service team can determine the extent to which residents understand the culture of clean and healthy living (PHBS), SDGs, and Village SDGs and the obstacles they face. The result of this socialization is that only a few participants know that clean and healthy living behavior (PHBS) is a part of SDG's and SDG Desa point number 3. Candi Village people still have problems fighting the cigarette smoke in the Candi Village's environment.Keywords: SDG’s, SDG Desa, socialization, culture, the clean and healthy living behavior (PHBS) 
PENTINGNYA PENERAPAN NILAI-NILAI ETIS BAGI PENGEMUDI BECAK WISATA Sri Sudarsih; Iriyanto Widisuseno
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.293-298

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini terfokus pada pentingnya realisasi nilai-nilai etis bagi pengemudi becak wisata di Yogyakarta. Becak merupakan angkutan tradisional yang merupakan salah satu icon pariwisata, oleh karena itu sikap dan perilaku pengemudi becak menentukan citra kota Yogyakarta sebagai kota wisata. Pengabdian ini sebagai upaya penyadaran bagi pengemudi becak agar selalu mengedepankan nilai-nilai etika. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat terhadap pengemudi becak wisata ini adalah ceramah dan diskusi interaktif. Ceramah dimaksudkan memberikan konsep yang berkaitan dengan nilai-nilai etika, sedangkan diskusi imperatif bertujuan memberikan stimulan agar lebih mudah dalam memahami materi dan penerapannya dalam memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan. Becak sebagai salah satu icon pariwisata di Yogyakarta sehingga membangun image positif merupakan sesuatu yang imperatif. Pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai etis wajib ditanamkan ke dalam benak setiap individu khususnya bagi pengemudi becak. Langkah ini dilakukan secara bertahap dan secara terus menerus agar nilai-nilai etis menjadi kebiasaan. Pembiasaan itu berkaitan dengan perilaku praktis pengemudi becak kepada wisatwan. Etika pelayanan publik adalah pelayanan prima ini diwujudkan dalam sikap keramahan, misalnya memberikan senyuman, salam, dan menyapa dengan santun, hormat, jujur, dan ikhlas. Kata kunci: icon pariwisata; pengemudi becak; nilai-nilai etisABSTRACTThis community service focuses on the importance of realizing ethical values for pedicab drivers in Yogyakarta. Becak is a traditional transportation which is one of the icons of tourism, therefore the attitude and behavior of pedicab drivers determines the image of the city of Yogyakarta as a tourist city. This service is an effort to raise awareness for pedicab drivers so that they always prioritize ethical values. The method used in community service for tourist pedicab drivers is interactive lectures and discussions. Lectures are intended to provide concepts related to ethical values, while imperative discussions aim to provide stimulants to make it easier to understand the material and its application in providing excellent service to tourists. Becak as one of the tourism icons in Yogyakarta so building a positive image is something that is imperative. An understanding of the importance of ethical values must be instilled in the minds of every individual, especially rickshaw drivers. This step is carried out gradually and continuously so that ethical values become habits. This habit is related to the practical behavior of pedicab drivers towards tourists. Public service ethics is that this excellent service is manifested in an attitude of friendliness, for example giving a smile, greeting, and greeting politely, respectfully, honestly and sincerely. Keywords: tourism icon; rickshaw drivers; ethical values
PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MELALUI SOSIALISASI CERITA PANJI KEPADA GURU DAN SISWA SDN 2 GOGODALEM KEC. BRINGIN KAB. SEMARANG Herpin Nopiandi Khurosan; Yuniardi Fadilah; Fajrul Falah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.260-264

Abstract

ABSTRAKPelestarian kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia penting untuk dilakukan pada keseluruhan budaya yang dimiliki. Upaya ini juga dilakukan terhadap salah satu kekayaan budaya Indonesia: Cerita Panji. Pelestarian Cerita Panji ini menjadi penting sebab statusnya yang merupakan warisan kebudayaan dunia. Oleh karena itu, sosialisasi keberadaan dan nilai penting Cerita Panji perlu dilakukan dengan menyasar generasi muda beserta pihak terkait. Dalam hal ini, generasi muda adalah para siswa SD kelas 6 sedangkan pihak terkait mencakup para pengajar atau guru SDN Gogodalem 2, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Sosialisasi ini bertujuan agar para siswa dan guru sadar, tidak sekadar mengetahui, nilai penting Cerita Panji serta upaya pelestariannya. Ini dilakukan guna mengingatkan keberadaan Cerita Panji serta mencegah kepunahannya. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi oleh inventarisasi Cerita Panji dalam bentuk buku bacaan ringkas–booklet–untuk menambah bacaan perpustakaan sekolah. Kata kunci: Cerita Panji, Sosialisasi, Pelestarian Budaya, Sekolah Dasar ABSTRACTPreservation of the culture that Indonesia owns is vital to be carried out on the whole culture it has. This effort is also carried out on one of Indonesia's cultural treasures: the Panji tales. The preservation of the Panji tales is essential because of its status as a world cultural heritage. Therefore, the socialization of the existence and importance of the Panji tales needs to be carried out by targeting the younger generation and related parties. In this case, the younger generation is the 6th-grade elementary school students while the related parties include the teachers of SDN Gogodalem 2, Bringin Sub-District, Semarang Regency. This socialization aims to make students and teachers aware, not just knowing, of the important value of the Panji tales and its conservation efforts. In addition to socialization, this activity was also filled with an inventory of Panji tales in the form of short reading books–booklets–to add to the school library reading.Keywords: Panji Tales, Socialization, Cultural Preservation, Elementary School    
PEMANFAATAN MEDIA FILM UNTUK SOSIALISASI PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN INTERDISIPLINER BAGI REMAJA Fajria Noviana; Zaki Ainul Fadli
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.232-235

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi dan perilaku konsumtif mengakibatkan terjadinya eksploitasi terhadap sumber daya alam untuk memenuhi hasrat konsumen. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi dan penyadaran agar masyarakat dapat mengembangkan perilaku yang lebih bijak dan lebih ramah lingkungan sebagai upaya menekan laju eksploitasi sumber daya alam, yang dapat dicapai melalui pelibatan anak muda karena mereka adalah penentu pembangunan masa depan, sehingga pengaruh anak muda sangat signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang  menyasar anak-anak muda ini memiliki tujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya perilaku yang ramah lingkungan dan hal-hal yang dapat dilakukan dalam upaya mendukung serta merealisasikan perilaku ramah lingkungan, dan juga untuk mengajak anak muda agar aktif berperan serta dalam upaya mendukung dan merealisasikan perilaku yang ramah lingkungan di lingkungan terdekat mereka. Media yang dipilih untuk kegiatan ini berupa film drama berjudul Survival Family. Dari diskusi dengan partisipan, dapat diketahui bahwa berbagai perilaku ramah lingkungan dan manfaatnya sebenarnya cukup dipahami oleh semua orang. Namun demikian, untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan ini kembali pada kesadaran masing-masing pribadi.Kata kunci: remaja; perilaku; film; lingkungan; Survival FamilyABSTRACTTechnological developments and consumptive behavior have resulted in exploiting natural resources to fulfill consumer desires. As a result, there is a need for socialization and awareness for people to develop wiser and more environmentally friendly behavior to reduce the exploitation of natural resources, which can be accomplished by involving young people because they are the determinants of future development and thus have a significant influence. Therefore, this community service activity that targets young people has the aim of providing socialization regarding the importance of environmentally friendly behavior and things that can be done to support and realize ecologically friendly demeanor, and also to encourage young people to actively participate in efforts to support and recognize environmentally friendly behavior in their immediate environment. The media chosen for this activity was a drama film entitled Survival Family. From discussions with participants, it can be seen that everyone understands various environmentally friendly behaviors and their benefits. However, to apply this environmentally friendly behavior back to the awareness of each individual.Keywords: teenagers, lifestyle, movie, environment, Survival Family
PENDAMPINGAN PENETAPAN KLASIFIKASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI SD NEGERI MANYARAN 01 SEMARANG Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.188-204

Abstract

ABSTRAKKlasifikasi secara teoritis merupakan kegiatan pengolahan koleksi pustaka di perpustakaan setelah koleksi tersebut diterima oleh petugas perpustakaan. Pengklasifikasian terhadap koleksi perpustakaan penting untuk dilakukan agar koleksi mengumpul berdasar subyek yang sama. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Ilmu Budaya Undip pada semester gasal 2022/2023 melanjutkan kegiatan pengabdian pada semester-semester sebelumnya. Kegiatan semester ini adalah memberikan pendampingan penetapan klasifikasi koleksi perpustakaan milik perpustakaan SD Negeri Manyaran 01 Semarang. Kegiatan ini tidak mudah dilakukan karena: (1) sekolah ini tidak memiliki pustakawan; (2) pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan justru diberikan tugas sebagai operator sekolah; (3) para guru yang diberikan tugas tambahan untuk mengelola perpustakaan tidak memiliki ilmu perpustakaan. Tujuan kegiatan ini adalah: (1) untuk memberikan kemudahan bagi para pemustaka menemu kembali koleksi perpustakaan yang diperlukan; (2) membuka jalan bagi Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang menuju era keterbukaan informasi layanan dan koleksi pustaka yang dimiliki sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah diskusi, tanya jawab, pendampingan mengklasifikasi koleksi perpustakaan. Hasil dari kegiatan ini adalah: (1) Kegiatan ini menambah pengetahuan para guru yang diberikan tugas tambahan untuk mengelola perpustakaan tentang decimal dewey classification dan pengklasifikasian koleksi; (2) Semua koleksi sudah memiliki call number, tajuk entry utama, tajuk entry tambahan; (3) Buku Inventaris/Buku Induk semakin lengkap dengan informasi call number, tajuk entry utama, tajuk entri tambahan. Kata kunci: buku inventaris, klasifikasi, call number, pendampingan, perpustakaan sekolah dasar            ABSTRACTClassification is theoretically an activity of processing library collections in the library after the collection is received by the librarian. Classification of library collections is important to do so that collections collect based on the same subject The Public Service Team from the Faculty of Humanities, Diponegoro University in the odd semester of 2022/2023 continued service activities in the previous semesters. This semester's activity is to provide assistance in determining the classification of library collections belonging to the Manyaran 01 Semarang Elementary School library. This activity is not easy to do because: (1) this school does not have a librarian; (2) employees who have an educational background in library science are actually given the task of being school operators; (3) the teachers who are given additional tasks to manage the library do not have library knowledge. The purpose of this activity are: (1) to make it easier for users to find the library collections they need; (2) paving the way for the Manyaran 01 State Elementary School Semarang towards the era of openness of service information and library collections owned by the school. The method used is discussion, question and answer, assistance in classifying library collections. The results of this activity are: (1) This activity increases the knowledge of teachers who are given additional tasks to manage libraries about decimal dewey classification and classification of collections; (2) all collections already have call numbers, main entry headers, added entry headers; (3) The Inventory Book/Master Book is getting more complete with call numbers, main entry headers, additional entry headers. Keywords: book inventory, classification, call number, assistance, elementary school library
SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK MELALUI CERITA SEJARAH DI KELOMPOK DASAWISMA RT 1 RW 10 KELURAHAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Endah Sri Hartatik; Tri Handayani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.265-268

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bentuk keprihatinan kepada generasi miliniel yang tidak terlepas dari gawai dan gadget yang selalu mereka pegang untuk kegiatan sehari hari baik kepentingan sekolah, dan sarana bermain. Ketidak pedulian akan bahaya gadget akan membahayakan anak-anak secara fisik dan mental. Dengan sosialisasi pendidikan karakter yang kami lakukan kepada kelompok dasawiswa di RT 1 RW 10 kelurahan Banyumanik adalah sebagai bentuk usaha untuk memberikan pemahaman bagi anak-anak akan pada tokoh Nasional dan tokoh yang berasal dari bumi Indonesia.  Tokoh- tokoh pahlawan dan tokoh super hero tersebut seperti Gajah Mada, Teuku Imam Bojol, Pattimura, Fatahilah dan lain sebagainya. Dengan mengenalkan kembali tokoh-tokoh tersebut dimaksudkan agar anak-anak lebih mencintai budaya sendiri dibandingkan dengan budaya asing sehingga akan menumbuhakan rasa cinta kepada tanah air.

Page 1 of 2 | Total Record : 19