cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
PENDAMPINGAN EDUKASI PEMBERDAYAAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN WARGA TERDAMPAK PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KOTA SEMARANG Iriyanto Widisuseno; Sri Sudarsih
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.85-90

Abstract

ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat ini focus pada pendampingan edukasi pemberdayaan kapasitas kewirausahaan warga terdampak pandemic Covid-19. Tujuannya memberi layanan edukasi melalui sosialisasi dan penguatan kemampuan individu warga untuk menggali potensi diri dan mengembangkannya sehingga memiliki kemandirian dalam mengatasi segala persoalan sendiri. Metode dalam kegiatan pendampingan ini menggunakan strategi pembelajaran problem based learning dengan model pemecahan masalah problem solving. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan, melalui kegiatan pendampingan edukasi pemberdayaan kapasitas kewirausahaan ini selama tiga minggu dapat terlihat ; (a) antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi; (b) perubahan pola pikir peserta lebih rasional dalam memahami kehidupannya dengan segala persoalan yang dihadapi; (c) mampu mengkonsepsikan strategi dan cara penyelesaian masalah hidup yang dihadapi.Kata kunci : Pendampingan edukasi, pemberdayaan kapasitas, kewirausahaan. ABSTRACTThis community service focuses on providing educational assistance to empower the entrepreneurial capacity of residents affected by the Covid-19 pandemic. The goal is to provide educational services through socialization and strengthening the ability of individual citizens to explore their potential and develop them so that they have independence in overcoming all problems on their own. The method in this mentoring activity uses problem based learning learning strategies with problem solving problem solving models. The results of community service activities show, through this educational assistance activity to empower entrepreneurial capacity for three weeks it can be seen; (a) the enthusiasm of the participants in participating in this activity; (b) changing the mindset of participants to be more rational in understanding their lives with all the problems they face; (c) able to conceptualize strategies and ways of solving life problems faced.Keywords : Educational assistance, capacity building, entrepreneurship, problem based learning, problem solving  
PENYUSUNAN MODUL BAHASA JEPANG DASAR BAGI PRAMUWISATA DESA WISATA KANDRI, GUNUNGPATI SEMARANG Maharani Patria Ratna; Arsi Widiandari; Ayu Indah Berlian
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.47-51

Abstract

ABSTRAKPembangunan berkelanjutan (Sustaniable Development) telah menjadi agenda global dalam setiap proses pembangunan. Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata dikenal dengan konsep pembangunan pariwisata yang tanggap terhadap minat wisatawan dan keterlibatan langsung dari masyarakat setempat dengan tetap menekankan upaya perlindungan dan pengelolaannya yang berorientasi jangka panjang. Konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan tersebut pada intinya menekankan empat prinsip, sebagai berikut: layak secara Ekonomi (Economically Feasible), berwawasan lingkungan (Environmentally Feasible), dapat diterima secara sosial (Socially Accepable), dapat diterapkan secara teknologi (Technologically Appropriate). Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris dan bahasa Jepang bagi para pramuwisata desa wisata Kandri. Hasil dari pengabdian ini adalah berupa pengayaan pengetahuan bahasa yang didapat para pramuwisata.Kata Kunci: desa wisata; penerjemahan; pramuwisata; profil; wisataABSTRACTSustainable development has become a global agenda in every development process. The application of the concept of sustainable development in the tourism sector is known as the concept of tourism development that is responsive to tourist interest and direct involvement of the local community while still emphasizing protection and management efforts that are long-term oriented. The concept of sustainable tourism development emphasizes four principles: Economically Feasible, Environmentally Feasible, Socially Acceptable, and Technologically Appropriate. This activity aims to provide English and Japanese language training for Kandri tourist village tour guides. The result of this service is in the form of enrichment of language knowledge obtained by tour guides.Keywords: profile; tour guide; tourism village; tourism; translation 
PEMBUATAN VIDEO ANIMASI STORYTELLING FABEL SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA ASING UNTUK USIA DINI Aditya Nur Patria; Ghiska Ayu Vanya Rahmasari; Sofiana Kurnia Dewi; Zulfa Tegar Osha Bachtiar; Choggy Tri Chrisman Karo Sekali
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.48-52

Abstract

ABSTRAKTulisan ini melaporkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan video animasi storytelling. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah bahan ajar bahasa Inggris yang menarik dan relevan untuk pelajar anak-anak, yaitu tingkat Kelompok Belajar (KB) hingga Sekolah Dasar (SD). Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa asing pemelajar anak. Video animasi dianggap bisa memberikan pengalaman belajar yang baik kepada para pemelajar bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan pengucapan kata (pronunciation) dan perbendaharaan kata (vocabulary). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan karya proyek yang dibuat mahasiswa mata kuliah Prononsiasi Bahasa Inggris di program studi Bahasa Asing Terapan, Universitas Diponegoro. Mitra kegiatan pengabdian ini (guru sekolah) merasa puas dengan video animasi yang diberikan. Namun, ada beberapa catatan untuk meningkatkan mutu video ke depannya. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberi manfaat kepada para mitra pengabdian tetapi juga memberdayakan mahasiswa untuk turut serta berkontribusi kepada masyarakat.Keywords: video, pembelajaran bahasa, bahasa Inggris, pengucapan, perbendaharaan kataABSTRACTThis report discusses community service activity of creating storytelling animated videos. The aim of this activity is to add to English language learning materials which are attractive and relevant to young learners, i.e. play group (PG) to primary school (PS) students. It is expected that the videos can enhance their foreign language skills. Animated videos are considered capable of providing English language learners with a unique learning experience to enhance their abilities in pronunciation and vocabulary. This activity utilizes the project works from students of English Pronunciation course at Applied Foreign Languages Program of Universitas Diponegoro. The partner of this activity (i.e. school teachers) are satisfied with the videos. However, there are some notes to improve the quality of similar videos in the future. This activity does not only benefit the partners but also empowers the students to contribute to the community.Keywords: video, language learning, English language, pronunciation, vocabulary
MENGENAL GAYA HIDUP SEHAT ALA ORANG JEPANG DI MASA PANDEMI COVID-19 (Pengabdian Mandiri di RT 07/ RW XIII Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Semarang) Lina Rosliana; Budi Mulyadi; Mariah Anggreni
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.12-17

Abstract

ABSTRAKDi masa pandemi ini, hidup sehat menjadi prioritas utama masyarakat. Kesehatan adalah hal yang berharga, dan menjaga kesehatan merupakan sebuah hal yang penting. Namun, dapatkah kita menjaga kesehatan kita dengan cara biasa yang kita lakukan sebelum masa pandemi ini? Para ahli kesehatan terus-meneruskan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatannya dengan protokol-protokol kesehatan yang sebagian besar belum menjad kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya, seperti memakai masker, membawa desinfektan atau hand sanitizer saat bepergian, dan sebagainya. Tetapi, bagi orang Jepang hal-hal tersebut merupakan kebiasaan yang telah ada sejak lama. Mengenal bagaimana orang Jepang menjaga kesehatan dan menerapkan gaya hidup sehat dapat menjadi manfaat besar untuk kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masa pandemi. Karena itulah, tim pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi kepada warga RT 07/ RW XIII Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Semarang mengenai cara-cara orang Jepang menerapkan gaya hidup sehat yang dapat diaplikasikan di kehidupan masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Covid-19, Gaya hidup sehat, Jepang ABSTRACTDuring this pandemic, healthy living is a top priority for the community. Health is a precious thing, and maintaining health is an important thing. However, can we take care of our health in the usual way that we did before this pandemic? Health experts continue to give appeals to the public to pay more attention to their health with health protocols which most of the Indonesian people have not yet become accustomed to, such as wearing masks, carrying disinfectant or hand sanitizer when traveling, and so on. However, for the Japanese these things are habits that have been around for a long time.Knowing how Japanese people maintain their health and adopt a healthy lifestyle can be of great benefit to us in living our daily lives during the pandemic. For this reason, the community service team carried out socialization to residents of RT 07/RW XIII, Jatisari Village, Mijen Subdistrict, Semarang, regarding ways Japanese people implement a healthy lifestyle that can be applied in Indonesian people's lives.Keywords: Covid-19, Healthy lifestyle, Japan
PELATIHAN PEMAHAMAN BACAAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBACAAN SEPINTAS LALU BAGI SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK ELEKTRIKA INDUSTRI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI JAWA TENGAH, SEMARANG Wiwiek Sundari; Ratna Asmarani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.21-25

Abstract

ABSTRAK Proses belajar mengajar di sekolah di Indonesia saat ini mulai menggabungkan sistem pembelajaran daring dan luring seiring dengan menurunnya jumlah kasus Pandemi Covid-19. Namun, sekolah kejuruan yang melakukan praktikum di laboratorium, seperti SMK Jawa Tengah, Semarang, masih mengutamakan keselamatan siswa dan guru menggunakan sistem daring. Salah satu materi yang sesuai untuk diajarkan menggunakan sistem daring adalah Keterampilan Membaca karena bacaan ditampilkan melalui platform pembelajaran daring dan siswa memahami bacaan seolah mereka belajar secara luring. Dalam pengabdian masyarakat Program Studi Sastra Inggris, FIB, UNDIP ini, penulis memberikan pelatihan membaca dengan teknik pemahaman bacaan sepintas lalu, secara dwi bahasa, untuk mengakomodir kemampuan berbahasa Inggris siswa yang terbatas, agar siswa memahami bacaan dengan baik dan menjawab pertanyaan dengan benar.      Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa Kelas X Jurusan Teknik Elektrika Industri memahami bacaan dengan lebih cepat sesuai target pelatihan. Dengan demikian, pelatihan ini perlu diberikan agar siswa lebih mudah memahami teks berbahasa Inggris.Kata kunci :  pengabdian masyarakat, pelatihan membaca, teknik pemahaman bacaan sepintas lalu, dwi bahasa, daring ABSTRACT Indonesian schools’ learning process is now starting to combine on line and off line learning system due to the declining number of Pandemic Covid-19 case. However, vocational school, holding laboratory practices, still use on line system for the sake of their students and teachers’ safety, such as Central Java State Vocational Highschool Semarang. One of suitable learning material for this on-line system is the Reading Skill since the text is being shared on the learning platform and the students are able to comprehend it as if they are studying on off line system. On this community service of English Literature Study Program, FIB, UNDIP, the writer holds reading training using skimming and scanning techniques, bilingually, to accommodate the limited students’ English performance so that they comprehend the text and answer the questions correctly. The result shows that 10th grade students of Industrial Electrical are able to understand the text faster as it is expected as the training target. Thus, this training should be given regularly so that students can understand the English reading comprehension text better.Keywords : community service, reading training, scanning and skimming techniques, bilingual, on line
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DI KAWASAN CAGAR BUDAYA KAMPUNG MELAYU DAN KAMPUNG KAUMAN SEMARANG Eko Punto Hendro; Deli Nirmala
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.90-103

Abstract

ABSTRAKKota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah dan juga termasuk dalam kategori kota besar di Indonesia, dinominasikan ke dalam 10 Kota Pusaka Nasional untuk diusulkan sebagai World Heritage ke UNESCO. Kota Semarang memiliki beberapa kawasan yang strategis untuk di konservasi keberadaannya seperti Kota Lama, Pasar Johar, Kampung Sekayu, Kampung Pecinan, Kampung Melayu, Kampung Kauman dan lain-lain. Konservasi kawasan dilakukan untuk memberikan perlindungan kawasan bersejarah termasuk isi di dalamnya agar perkembangannya terkendali dan aspek-aspek bersejarah terselamatkan, khususnya untuk mendukung Kota Lama Semarang ditetapkan sebagai world heritage city, dengan OUV pertukaran budaya antar bangsa dan antar etnik yang terjadi di Kota Semarang di masa lampau. Adapun metode pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah FGD untuk sosialisasi dan menjaring aspirasi. Hasil pengabdian masyarakat adalah sosialisasi Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya di Kampung Melayu dan Kampung Kauman Kota Semarang. Kegiatan ini diperlukan karena kedua kampung di Kota Semarang ini telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 masuk di dalam kawasan cagar budaya Kota Semarang Lama.Keywords: konservasi, kampung, world heritage, SemarangABSTRACTThe city of Semarang as the capital of Central Java Province and also included in the category of big cities in Indonesia, was nominated into 10 National Heritage Cities to be proposed as World Heritage to UNESCO. The city of Semarang has several strategic areas for conservation such as Kota Lama, Johar Market, Sekayu Village, Chinatown Village, Malay Village, Kauman Village and others. Area conservation is carried out to provide protection for historical areas including their contents so that their development is controlled and historical aspects are saved, especially to support Kota Lama of Semarang to be designated as a world heritage city, with the OUV of cultural exchanges between nations and between ethnicities that occurred in Semarang City in the past. past. The method for implementing community service is FGD for socialization and gathering aspirations. The result of community service is the socialization of Law No. 11 of 2010 concerning Cultural Conservation in Kampung Melayu and Kampung Kauman, Semarang City. This activity is necessary because the two villages in Semarang City have been determined by the Ministry of Education and Culture in 2020 to be included in the cultural heritage area of Kota Lama Semarang. Keywords: conservation, village, world heritage, Semarang 
PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING DALAM PENGAJARAN DESCRIPTIVE WRITING UNTUK SISWA SEKOLAH MUDA MANDIRI SEMARANG Dwi Wulandari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.91-99

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana project based learning bisa diterapkan untuk pengajaran penulisan deskriptif pada siswa SMM Arrido Semarang. Pembelajaran dilakukan pada 25 siswa SMM kelas X,XI, dan XI dengan menitik-beratkan pada inisiasi projek yang sesuai dengan minat siswa kemudian dikhususkan pada bagaimana menulis deskriptif sebagai bagian dari project besar tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui project based learning motivasi intriksik siswa bisa terjaga selama proses pembelajaran karena adanya dua hal yaitu adanya projek yang sesuai dengan minat mereka dan yang bisa mereka bayangkan hasil akhirnya, dan kedua adanya brainstormin dan diskusi yang tidak hanya menjaga motivasi siswa tetapi juga memberi masukan yang positif. PBL yang dilakuka pada penulisan deskriptif juga menunjukkan bahwa siswa bisa memperoleh keahlian 4C yang diharapkan yaitu creativity, critical thinkinng, communication dan collaboration. Model pengajaran penulisan yang difokuskan pada SFV (sensory, figurative dan vivid words) juga memudahkan siswa untuk bisa menulis secara lebih terstrukturKata kunci :  Project based learning, penulisan deskriptif , 4Cs, SFV, motivasi intrinsik This article aims to see how project based learning can be applied to teaching descriptive writing to students of SMM Arridho Semarang. The learning was carried out on 25 students in grades X, XI, and XII with an emphasis on project initiation according to students interests and then spesifically focused on how to write descriptive writing as part of the big project. The result shows that through project based learning, students’ intrinsic motivation could be maintained during the learning process due to two main reason; the existence of project that match their interests in which they could imagine the end result of, and the discussion and brainstorming that not only kept students motivated but also give positive feedback. PBL which is also carried out in descriptive writing also shows that students can acquire the expected 4C skills, namely creativiy, critical thinking, communication, and collaboration. The writing teaching model that focuses on SFV (sensory, figurative, and vivid words) also makes it easier for the students to be able to write in a more structured manner.     Keywords : project based learning, descriptive writing, 4Cs, SFV, intinsic motivation 
PETUNJUK PRAKTIS PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN KEBAHASAAN BAGI PEMULA Deli Nirmala; Eko Punto Hendro
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.52-57

Abstract

ABSTRAKMerumuskan masalah dalam penelitian merupakan langkah yang mendasar dalam melakukan penelitian. Artikel ini dimaksudkan untuk menyajikan petunjuk praktis perumusan masalah penelitian kebahasaan bagi para pemula.  Untuk menyajikan petunjuk praktis, penulis menggunakan teknik introspektif dengan menggali pengalaman dalam melakukan penelitian atau membimbing mahasiswa dalam penelitian skripsi atau tesis. Selain itu, penulis mereview  sumber pustaka terkait perumusan masalah dalam penelitian kebahasaan yang dapat mendukung penyampaian ini. Perumusan masalah dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu: pemilihan fenomena kebahasaan yang dikaji, penentuan objek kajian, penentuan ancangan yang digunakan, penentuan lingkup kajian, dan perumusan masalah penelitian. Perumusan masalah merupakan kelanjutan dari pemilihan judul penelitian yang dapat menunjukkan tujuan serta arah penelitian. Tulisan ini diharapkan bermanfaat bagi para pemula dalam memulai langkah penelitian kebahasaan.Kata kunci: teknik; perumusan; masalah;  penelitian; kebahasaanABSTRACTFormulating research questions may be a basic step in research. This article aims at presenting some hints in formulating research questions of research in linguistics or applied linguistics. The methods used to present the tips are introspective technique and reviewing related sources. The introspective method is derived from the experiences in conducting research in linguistics and applied linguistics and supervising students in conducting research, while the review was conducted by observing and evaluating the existing guidelines for formulating research questions. The techniques of formulating research questions can be done in the following procedures namely choosing a research phenomenon, object of the study, approach to the study. Next, showing the scope of the research will follow the previous stage, and the last step is formulating the research questions. The techniques are the continuation of the previous step namely choosing a title that can lead to the purpose and target of the study. This article is intended to contribute to the beginners or students proposing a topic and its problem of the research.     Keywords : technique; formulating; problem; research; language  
PENGENALAN RAGAM UNGKAPAN KEPADA PEMBELAJAR BAHASA JEPANG DI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN (LPK) SHINJU SEMARANG Yuliani Rahmah; E.I.H.A. Nindia Rini
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.61-67

Abstract

ABSTRAKTujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada para siswa pembelajar bahasa Jepang di lembaga pelatihan yang ada di Semarang. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, para peserta yang sudah memiliki kemampuan bahasa Jepang dasar dapat mengaplikasikannya dalam bentuk ungkapan yang lebih beragam, khususnya yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dengan pemaparan materi secara langsung yang dilanjutkan dengan praktek langsung, diharapkan para peserta tidak hanya dapat memahami makna dan perbedaan dari setiap ungkapan, namun juga mampu menempatkannya dalam berbagai situasi, terutama ketika berhubungan dengan orang-orang Jepang di lingkungan kerja.Kata kunci:  Ungkapan, Persalaman, lingkungan kerja. ABSTRACTThe purpose of this program is to introduce a basic of Japanese expressions  knowledge to students who learning Japanese at a training institutions in Semarang. Through this community activity program, participants who already have basic Japanese language skills can apply more diverse forms of expressions, especially those that can be used in daily conversation. With the presentation method and the role play practice, it is hoped that the participants will not only be able to understand the meaning and differences of each expression, but also be able to place it in various situations, especially when dealing with Japanese people in the work environment.Keywords: Japanese expressions, Greetings , Japan work environment
PEMANFAATAN PENGETAHUAN PADA PROGRAM SIGAP SEJAHTERA DI KABUPATEN BERAU Mariani Bakran Rais; Laksmi Laksmi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.18-27

Abstract

Utilization of knowledge  is one of the stages in knowledge management and is one of the determinants of the successful implementation of Knowledge Management. Knowledge management in general serves to facilitate the process of knowledge transfer in society. The Sejahtera Sejahtera Program is a flagship program in Berau Regency, created for the process of accelerating village development in Berau Regency towards a prosperous society. This study uses a descriptive qualitative research approach, because the researcher wants to know in depth a phenomenon that occurs through the methods of observation, interviews and document analysis. The data obtained were analyzed by qualitative data analysis used by Strauss & Corbin (2003). The results showed that the Sigap Sejahtera Fighters acted as agents of change in the utilization of knowledge in the SIGAP Sejahtera Program which were analyzed through 4 dimensions. The conclusion of the study is that the use of knowledge by the community ultimately brings changes to the social system as a consequence of the delivery of ideas that are communicated continuously.

Page 11 of 22 | Total Record : 211